Mitsuki: Ng, karena Wina-chan masih mundung... Langsung saja ini Chapter 2! HAPPY READING~
NOTE: Italic=dalam pikiran
Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...
Jumat pagi, Mitsuki sudah berangkat ke sekolah
"Gah! Aku lupa soal Locketnya lagi!" jerit Teru
Sono-san dan Baaya hanya sweatdrop saja melihat kelakuannya
"Sudahlah Bocchama, lebih baik anda mengepak untuk ke Athens..."
Dengan setengah hati, Teru berjalan ke kamarnya dan mengepak
"Kok aku bisa lupa sih!? Jangan-jangan aku ketularan Zack!?" (Zack: WOI! Even though I don't understand a thing... Author: *sweatdrop*)
"Oh iya, si Zack gimana ya? Dia bilang dia balik ke rumah orang tuanya, tapii..." gumamnya "melihat sifatnya itu, orang tuanya pasti kerepotan ngurusin dia..."
~Di Amerika...~
Zack: Ha, Ha, HUACHIIH! *ngusep idung* Looks like I catch a cold...
~Balik ke Jepang~
Di sekolah, Mitsuki sudah tidak sabar berangkat ke Athens. Jangan gitu woi... Pelajaran di utamain
"Iya, tahu!" seru Mitsuki
"Eh? Kamu ngomong sama siapa?" tanya Kaoru
"Eh, nggak cuman si Authornya..."
"Ooh..."
1 detik...
3 detik...
5 menit...
7 menit...
"Hah? Author?"
~SKIP TIME, AFTER SCHOOL 12.30~
"Dah Kaoru-chan! Nagisa-chan! Ayame-chan! Minami-senpai!"
"Dah Mitsuki-chan/-san/Mitsucchi!"
Sambil bersenandung, Mitsuki berjalan ke rumahnya dan sesampainya di rumah, ia langsung menuju kamarnya
"Ah, Mitsuki udah pulang ya?" tanya Teru sambil mengeringkan rambutnya, tenang dia udah ganti baju
"Iya... Niisan habis mandi?"
"Ya iyalah. Masa aku keringin rambut abis tidur"
"Ya aku juga udah pulang lah. Masa aku masih sekolah kalo ada di rumah"
"Ya sudah. Buruan mandi gih! Abis mandi kita berangkat"
Mitsuki hanya tersenyum dan berjalan ke kamar mandi
"Mau di temenin gak?"
"Mau di depak pake selop lagi gak?"
"Eeh, nggak deh..."
Mitsuki kembali berjalan ke kamar mandi
"Aku bener-bener ketularan Zack..." gumam Teru
~Di Amerika~
Zack: HUACIIHHH! *ngusep idung* What's wrong with me?
~Balik ke Jepang~
Mitsuki baru keluar dari kamar mandi, rambutnya masih basah dan dari badannya dapat di cium bau harum- Waduh, kayaknya saya ketularan Zack juga nih!
~Di Amerika~
Zack: HUACIIIHH! OK, now you're just being ridiculous!
~Balik ke Jepang~
"Niisan, aku sudah siap..."
"Siap apaan? Keringin rambutmu dulu! Atau mo aku yang keringin?"
"Eeh, nggak usah deh..." tolak Mitsuki. Ia pun mengeringkan rambutnya, lalu mengecek barang bawaannya. Setelah yakin semuanya sudah lengkap ia pun bertemu dengan kakaknya, mereka lalu berjalan ke arah gerbang. Tapi begitu membuka gerbang. Sang kakak beradik itu kaget bukan main, pasalnya sudah ada limousin yang menunggu mereka di luar
"Jiijii, kadang-kadang kamu keterlaluan" ucap Teru sweatdrop
"Jiichan..." ucap Mitsuki sweatdrop+facepalm (Readers: Nih Author demen bener sama sweatdrop)
"Mitsuki-sama, Teru-sama, silahkan masuk..." ucap si supir limo sambil membukakan pintu
Keduanya saling berpandangan sejenak, lalu bersamaan mendesah tapi akhirnya masuk ke limo juga
~SKIP TIME, DI PESAWAT~
Keduanya duduk di First Class
"OK, kakek itu bener-bener keterlaluan"
"Eeh, sabar Niisan..."
"Huh!"
Tak lama, pesawat tersebut lepas landas dan pramugari-pramugari pun mulai melayani para penumpang
.
.
"Mitsuki, sampai ke Athens masih lama... Lebih baik kamu tidur"
"Eh, ah, tapi..."
"Tenang saja... Aku bakal melindungimu"
"Te, terima kasih... Bukan soal itu..."
Tapi akhirnya Mitsuki tertidur juga, ketika yakin Mitsuki sudah benar-benar tidur Teru langsung meminta selimut kepada pramugari
~Mimpi Mitsuki~
"Ng?"
Mitsuki membuka matanya dan menemukan dirinya di kelilingi kegelapan
"Eh!? Di sini lagi!?" serunya "Hei! Aku sudah tahu ksatria itu Seiya, aku juga sudah tahu soal Saint! Apalagi yang kamu mau!?" serunya
Tapi bukan jawaban yang ia dapat, melainkan makhluk berbentuk akar itu muncul lagi
"Kamu lagi! Tak apalah, aku sudah bisa menghadapimu!" ucapnya dengan pandangan serius. Tapi...
"Eh!? Kenapa ini!? Aku tidak bisa membakar Cosmoku!"
Makhluk itu semakin mendekat, Mitsukipun mundur beberapa langkah. Tak lama, mulai muncul sinar dari belakangnya dan setelah mundur beberapa langkah, ada yang menghalanginya
Iapun melihat ke belakang, dan melihat seorang ksatria. Tapi berbeda, ksatria ini bukan Seiya ataupun Bronze Saint lainnya. Ksatria ini mengenakan Cloth emas, menandakan dia Gold Saint
Tanpa di sadarinya, makhluk itu semakin mendekat. Tapi begitu makhluk itu mencoba mendekati Mitsuki. Sang Gold Saint, menggunakan busurnya memanah makhluk itu. Padahal hanya 1 panah, tapi makhluk tersebut lansung musnah
"Te, terima kasih..." ucap Mitsuki dengan gugup
Sang Gold Saint, yang kita tahu sebagai Saint Sagittarius mengelus rambutnya dan tersenyum ke arahnya "Sama-sama"
Mitsuki langsung terbangun, napasnya terengah-engah dan jantungnya berdebar keras "Kenapa aku bermimpi seperti itu lagi?"
Ia melihat kakaknya yang sudah tertidur, tapi sepertinya dia sedikit kedinginan. Mitsuki lalu memalingkan pandangannya ke selimut yang menyelimuti(?) badannya. Sebuah senyum terukir di wajahnya, ia pun merentangkan selimut itu. Ternyata selimut itu cukup besar untuk mereka berdua. Setelah menyelimuti Teru, ia kembali mencoba tidur, tapi bukannya memejamkan mata ia malah menatap ke luar jendela pesawat. Meski agak tertutup badan Teru, masih dapat terlihat bulan purnama
.
.
Walau awalnya agak ragu, tapi ia pejamkan juga matanya
"Sebenarnya apa arti mimpi-mimpi ini?" pikirnya sebelum terlelap
「つづく。。。」
SELESAI!
Teru: Hmm...
Mitsuki: Niisan, ngapain?
Teru: Karena si Wina mundung terus, aku mau gantiin dia sebagai Author...
Mitsuki: APA!?
Teru: Aku lagi mikir mo masukin Henna ato Sophie gak ya?
Mitsuki: Readers... kalian bisa BACA pikiranku ini kan? Tolong Review! Kalo Niisan jadi Author pasti dia ngeres nanti! Banyakan ke aku lagi!
Tobi, Itachi: Ano...
Mitsuki: Ah, maaf. Special Guestnya gak jadi, munculnya Chapter depan...
Tobi: *nangis* HUWAA! TOBI ANAK BAIK MAMA DIUSIR! HUWAA ITACHI!
Itachi: Eh ng, (gak niat) Cup cup... Tobi kan anak baik, jangan nangis lagi dong
Tobi: *masih nangis*
Itachi: OOCnya parah bener... Kalo Tobi berhenti nangis aku beliin es krim deh!
Tobi: HUWA- Beneran!?
Itachi: Beneran boongnya
Tobi: Hore! Tobi anak baik! Tobi nggak nangis lagi!
Mitsuki: Ano, kameranya masih nyala loh...
Tobi: Masa!? MINNA! TOBI ANAK BAIK!
ALL: *sweatdrop*
Mitsuki: Jangan-jangan ini yang namanya narsis ya?
Teru: Ya sudah ayo kita tutup, terima kasih sudah membaca sampai habis!
Mitsuki: Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato- *lirik dulu ada Wina gak* ficnya aja yang jelek...
Itachi: Terima kasih kalau mau mereview, tapi kalau tidak mau juga nggak papa
Tobi: YANG PENTING TOBI ANAK BAIK!
Teru, Mitsuki, Itachi: *sweatdrop* Sampai jumpa di Chapter selanjutnya...
