Wina: MITSUKI!
Mitsuki: *berurai air mata* WINA-CHAN!
Wina: Aku denger si Teru mo gantiin aku sebagai Author, jadi langsung ke sini
Mitsuki: Jadi Wina-chan udah nggak mundung lagi?
Wina: Iya...
Mitsuki: YEY!
Wina: TERU! MINGGIR! *narik Teru dari kursi* Apa-apaan kamu tulis ini? *hapus, terus tulis cerita yang asli* OK, semuanya HAPPY READING~
Teru: Cih, padahal sedikit lagi...

NOTE: Italic=dalam pikiran, jurus Bold=surat

Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...


~Athens Airport 14.00 waktu Athens~

"Akhirnya sampai juga!" seru Mitsuki setelah mereka sampai di lobi(?) bandara

"Hmm..." Teru hanya celingak celinguk kayak orang udik (Teru: *ngejitak Author* Sendirinya juga udik!)

"Teru-san! Mitsuki-san!" seru seseorang dari kejauhan

Setelah berjalan entah berapa lama nggak dihitung, sosok itu sampai di depan mereka "Hosh hosh! Author ngeres! Masa bandara di bikin luas banget!?" (Author: Mana ada bandara yang sempit? Lagian bagian itu usulnya si Teru)

"Ng, anda siapa ya?"

"Oh, maaf saya belum memperkenalkan diri, namaku Rḗgas dalam bahasa Yunani berarti 'raja', saya pegawai di Olympia Corporation Athens..."

"Ooh... Bahasa jepang Rḗgas-san lancar sekali ya!" puji Mitsuki sambil tersenyum

"Ah, terima kasih. Saya setengah Jepang jadi..." balas Rḗgas tersipu-sipu (ini gara-gara di puji atau karena Mitsuki saja yang cantik? Hayoo...)

"Kuh... Atmosfer apa ini!?" pikir Teru dengan beberapa kedutan di kepalanya "CUKUP! Rḗgas-san, anda ke sini buat jemput kita kan?"

"Oh iya! Silahkan ikut saya..."

Akhirnya mereka pun mengikuti Rḗgas, ternyata di luar ada lagi sebuah limousin yang menunggu mereka. Kakak-beradik itu langsung pasang muka (=_=|||)

"Ojiichan..." keluh mereka

"Hm? Kenapa? Apa limounya terlalu kecil? Saya bisa panggil yang lain-"

"NGGAK! NGGAK USAH! INI UDAH CUKUP!" tolak mereka bersamaan

Mereka pun masuk ke dalam limou tersebut

.

.

Setelah kurang lebih setengah jam, limou tersebut berhenti di depan sebuah hotel. Rḗgas keluar pertama lalu membukakan pintu untuk Mitsuki, tapi begitu Mitsuki keluar pintunya langsung di tutup. Teru harus membukanya sendiri

"Nih orang lama-lama gw bantai juga!" batinnya "Udah jelas banget dia ngincer Mitsuki!"

"Ng, ini hotel tempat kalian akan menginap. Maaf hotelnya kurang berkelas"

"Ah, Rḗgas-san..."

"Kenapa?"

"MASA HOTEL BINTANG 5 DIBILANG GAK BERKELAS SIH!?" jerit mereka

"Saya pikir kalian terbiasa di hotel yang lebih berkelas..."

"Nggak nggak! Walau cucu CEO Olympia Corporation, kita itu suka sama yang sederhana-sederhana..."

"Ooh... Aku pikir mereka itu anak kaya yang sombong dan egois tapi ternyata..." pikirnya sambil tersenyum kecil

"Ya sudah, Mitsuki ayo cepat check-in..." ajak Teru

.

.

Setelah Check-in, mereka segera menuju kamar mereka yang ternyata... Penthouse yang bikin mulut menganga sampai jatuh ke lantai! Kamar tidur 2 di masing-masing kamar ada toilet+kamar mandi dengan bathtub mungkin ukurannya setengah yang ada di Papacy,ranjangnya King Size (OK, itu agak biasa) TV entah berapa inch (kegedean sih!), Dapur udah kayak di restoran (walau gak bakal masak juga), mini bar (siapa juga yang bakal minum di sono!), di balkon juga ada tempat buat berjemur!. Singkat kata ini-

"Keterlaluan..."

...

"Kakek apa-apaan!? Kalo punya duit buat ini kenapa nggak di sumbangin ke kelompok bakti sosialku!? Bisa berapa panti asuhan ini!?" seru Mitsuki

"Dasar Jiijii! Ini mah bisa kasih makan satu keluarga buat setahun!" seru Teru

"Ng, saya tinggalkan kalian... Kalau ada perlu silahkan telpon saya lewat HP ini..." sela Rḗgas sweatdrop berat

"Hn? Oh iya..." jawab Teru

Rḗgas pun meninggalkan kakak-beradik yang masih mengomel itu

"Huh! Dasar Ojiichan... Mending aku nginep di Sanctuary aja-" Mitsuki langsung tersadar, ia dengan kecepatan cahaya(?) membereskan kopernya mengganti baju dan bersiap keluar

"Mitsuki! Kamu mau ke mana!?" tanya Teru

"Mau jalan-jalan..." ucapnya sambil mengenakan topi bersisi(?) lebar. Ia mengenakan baju, ng, lihat gambar Cover 'Kalau Goldies Mengajar di 8-6'

"Eh!? Tapi pembukaannya!?"

"Aku usahakan kembali sebelum itu! Kalau pun terlambat 1 orang saja cukup kan?" ucapnya sambil menutup pintu

Hening...

Hening...

"Adikku sudah besar (T^T)" (Author: Ada yang de ja vu?)

.

.

~Di jalanan Kota Athens~

Mitsuki berjalan-jalan sepanjang kota dan sekali-kali bertanya seperti sekarang ini

"Excuse me? Can you speak English?"

"Sure I can! What do you want to know miss?" jawab seorang orang tua yang kelihatannya ramah

"Ng, I want to go to Sanctuary..."

"Sanctuary? That's unusual"

"Well, I actually want to go to the the Border of Sanctuary... But to go there I have to know where Sanctuary is..."

"Ooh... Well, my grandparents use to tell me that Sanctuary is beyond that cliff. But myth is myth..." jelasnya sambil menunjuk sebuah tebing

"That cliff? OK then, thank you sir!" ucap Mitsuki sambil tersenyum, ia membungkuk lalu pergi ke arah tebing tersebut

Sesampainya di tebing, ia melihat sebuah jalan kecil. Ia pun mendakinya dan yang menunggunya di atas adalah pemandangan yang menakjubkan, di depan ia dapat melihat laut Yunani, di kanan ia dapat melihat pemandangan kota Athens yang sibuk dan di kirinya terdapat sebuah jalan yang diapit 2 tebing tinggi. Benar, jalan menuju Sanctuary...

"Di sini... tempat Kaasan dan Tousan pertama bertemu..."gumamnya "dan di sana adalah tempat para calon Saint berlatih..." pikirnya sambil memandangi jalan menuju Sanctuary tapi pikirannya terganggu karena tiba-tiba ia di serang

"Eagle Toe Flash!"

Dengan sigap, Mitsuki langsung menghindari serangan tersebut

"Siapa kau!? Apa maumu di Sanctuary!?" seru sosok yang menyerangnya

"Hm? Headpiecenya... burung elang? Jangan-jangan..."

"Aku tanya sekali lagi! Siapa-"

"Eagle Marin-san?" tanya Mitsuki

Sang Eagle Saint terkejut, untung ia mengenakan topeng, kalau tidak mungkin wajahnya sudah terlihat

"Bagaimana kamu tahu namaku?" tanyanya masih dengan posisi siap

"Namaku Kamishiro Mitsuki, aku teman Seiya..."

"Mitsuki? Ah benar, yang Seiya ceritakan di suratnya..." ucapnya sambil meninggalkan posisi siapnya dan berdiri seperti biasa "Tapi bagaimana aku tahu kamu benar-benar Mitsuki?"

"Eh, ng..." Mitsuki berpikir sejenak, lalu menghela napas panjang "Sepertinya tidak ada cara lain ya?". Seketika itu, Mitsuki memancarkan Cosmonya

Awalnya Marin sudah mau balik ke posisi siap tapi begitu merasakan Cosmo Mitsuki ia mengurungkan niatannya "Cosmo anak ini, kuat sekali bahkan Gold Saint tidak sebanding dengannya. Tapi... Cosmo ini tidak sedikit pun ganas, Cosmo ini penuh kelembutan, kehangatan dan... perasaan kuat untuk melindungi". Marin pun teringat sebagian isi surat Seiya

...Walaupun SANGAT kuat, Cosmo Mitsuki tidak ganas. Sebaliknya, Cosmonya itu mirip dengan Athena, lembut, hangat, dan rasanya ada perasaan kuat untuk melindungi hal-hal yang penting baginya...

Mitsuki berhenti memancarkan Cosmonya dan berbalik ke Marin "Apakah sekarang anda percaya saya asli?" tanyanya selembut mungkin. Marin hanya mengangguk pelan lalu mendekatinya

"Mitsuki, kenapa kamu datang ke Sanctuary? Walaupun kamu dapat menggunakan Cosmomu dan sekali itu mengenakan Cloth Seiya, itu tidak berarti kamu itu Saint..." jelas Marin

"Aku tahu, tapi aku tidak bermaksud untuk masuk ke Sanctuary. Aku hanya ingin ke perbatasan ini... karena di sini adalah, tempat orang tuaku pertama bertemu"

"Hmm..." lanjutnya "Tapi apa kamu tidak penasaran dengan bagian dalam Sanctuary?" ucapnya sambil -walau tidak kelihatan karena topengnya- tersenyum sedikit iseng

"Eh?"

.

.

"Ng, Marin-san..."

"Kenapa Mitsuki?"

"Apakah ini benar-benar perlu!?" jeritnya sambil menunjuk baju training Saint yang dia kenakan, baju itu persis sama dengan milik Marin satu-satunya perbedaan adalah warna baju itu adalah biru Aquamarine dan hitam, baju itu benar-benar membuat dada Mitsuki kelihatan (memang) besar

"Kalau topengnya sih aku mengerti! Tapi ini-" lanjutnya sambil menunjuk topengnya, topeng polos dengan simbol bulan sabit di bagian dahi, rambut Mitsuki juga diikat model Nadeshiko Fujisaki

"Aku hanya mau kamu benar-benar terlihat seperti Saint wanita..." ucapnya sambil menunjukan senyum usil, untung ditutupi topengnya

Mendengar alasan Marin, Mitsuki hanya bisa menunjukan wajah jengkel -yang juga tertutupi topeng tentunya-

Mereka menyusuri arena pelatihan Saint, sampai Mitsuki kelihatan tertarik dengan salah satu arena, arena memanah. Sang gadis mengambil sebuah busur dan beberapa panah dan membidiknya ke arah target yang kira-kira terletak 20 meter jauhnya

"Butuh waktu lama untuk orang awam untuk mengenai target itu..." timpal Marin

"Heh, gini-gini aku juara nasional memanah se-Jepang loh! Marin-san!" balas Mitsuki sambil melepaskan anak panahnya

STRIKE 1! Tepat di tengah

STRIKE 2! Tepat di tengah dan membelah anak panah pertama

STRIKE 3! Tepat di tengah lagi dan membelah anak panah yang kedua

Langsung dapat terdengar suara penonton yang terpesona. Tapi di antara penonton itu ada 2 orang yang mengenal Mitsuki, mereka langsung mendekatinya dan menyapa "Kamishiro Mitsuki?"

"Eh, iya- UPS!"

"Ahaha, tenang saja Mitsu-chan..." ucap sang gadis berambut pirang keemasan yang panjangnya selutut

"Mitsu-chan...? Jangan-jangan!? Henna-chan!?"

"Yap benar, bukan cuma aku loh!" ucapnya sambil menunjuk gadis di sampingnya, gadis itu mengenakan Crane Cloth, berambut biru agak acak-acakan

"Ng... Sophie-chan ya?" tanya Mitsuki

"Iya..."

"Wah... aku hampir tak mengenali kalian karena topeng itu!"

"Ahaha... Bagaimana kalau kita mengobrol di tempat kita bisa melepas topeng kita?" ajak kedua gadis

Mitsuki langsung mengiyakan dan mengikuti mereka, Marin juga mengikuti mereka di belakang. Yah buat jagain mereka lah...

.

.

"Nah, kalau di sini kita bisa mengobrol dengan leluasa" ucap Henna sambil melepaskan topengnya, Sophie dan Mitsuki pun melakukan hal yang sama

"Ng, tapi nggak salah nih? Masa ngobrol di tepi tebing?" tanya Mitsuki kepada 2 temannya yang sudah duduk di ujung tebing

"Nggak kok! Tempat ini jarang di datangi orang jadi aman..." jelas Sophie

Walau agak ragu, Mitsuki akhirnya ikut duduk bersama mereka. Tak lama, Marin sampai ke tempat mereka

"Ah, Marin-san! Ngobrol bareng yuk!" ajak Henna

"Tidak, terima kasih..."

"Topengnya di lepas saja... Di sini kan tidak ada orang" usul Sophie

"Tidak mau..."

"Marin-san..." ucap Mitsuki

"Tidak." Tapi di potong Marin

Ketiga gadis itu terdiam sejenak, tapi setelah beberapa saat akhirnya kembali mengobrol

~Beberapa menit kemudian~

Ketiga gadis itu masih mengobrol di tepi tebing, sementara Marin berdiri di belakang mereka mengawasi apakah ada orang yang datang... dan ternyata ada, tamu tidak di undang itu sukses membuat gadis-gadis itu kaget

"Marin, sedang apa kamu di sini?"

DOKI!

Perlahan-lahan, ketiganya berbalik dan mendapati seorang Saint tapi bukan sembarang Saint, dia adalah seorang Gold Saint

"LEO AIOLIA!?" jerit Henna dan Sophie

"Hm? Henna, Sophie kenapa kalian tidak memakai topeng kalian?"

"Eeh, ng, itu..."

"Lalu siapa itu?" tanyanya sambil menunjuk Mitsuki

"Ah, dia itu..." ucap mereka terbata-bata

"Hmm?"

"Ng..." keringat dingin mulai mengucur di wajah kedua Saint muda

"Dia teman Seiya, namanya Mitsuki" sela Marin

"Dia bukan Saint? Kamu tahu manusia(?) biasa tidak boleh masuk ke Sanctuary kan!?" hardik Aiolia "Meskipun dia itu teman seorang Saint!"

Untungnya, pertengkaran suami-istri(?) mereka terhenti karena sebuah jeritan

"WOI AWAS!"

Terlambat, sebuah peluru, eh salah, helm nyasar mendarat di kepala Mitsuki. Sang gadis langsung jatuh pingsan

"MITSUKI!" jerit para gadis yang ada di sana


「つづく。。。」

SELESAI!
Wina: Halo semua! Oya, bagi yang mau lihat God Cloth Artemis. Tolong lihat Cover fic 'Sepintas Tentang Sanctuary' karya Ketrin'Shirouki! Sekalian di baca ya!
Teru: Sama mau ngasih tau, Cover 'Kalau Goldies Mengajar di 8-6' itu Mitsuki dkk. Si Wina aja yang kasih nama geng mereka Zettai Shoujo
Wina: Ehehe, kamu sama OC cowok lainnya itu Zettai Shounen!
Teru: Huh! Kalo nggak tau siapa itu siapa, bandingin sama Character Profile di Saints! Welcome to Mitsuishi Gakuen
Wina: Nah cukup basa-basinya ayo bales review!
Tobi, Itachi: WOI! KITANYA DILUPAIN!?

#Ketrin'Shirouki
Wina: Bukan kok! Bukan!
Teru: Lagian siapa yang mau sama tuh dendeng singa?
Tobi, Itachi: *mangut-mangut*
Aiolia: WOI! GW LEMPAR NI CHAINSAW NIH!
Wina: *ngacangin Teru dan Aiolia adu jotos* Kalau mau info lebih lanjut, tunggu Chapter mendatang...

#Gianti-Faith
Wina: Uhh, senasib ya Gianti-chan?
Tobi: Wina jangan nangis! Tobi anak baik kasih permen deh!
Wina: YUCK! Permen bekas kamu jilat!
Tobi: Bukan Tobi! Tobi kan anak baik!
Itachi: Itu permen si Darui...
Teru: Milo nggak jadi playboy? Kalo aku jadi Author pasti aku kabulin tapi sayangnya... *lirik Wina*
Wina: APA?

#ScorpioNoKuga
Wina: Ahaha, makasih...
Tobi, Itachi: Pfft, *ketawa pelan-pelaaannn banget*
Teru: *naik darah*
Wina: Eeh, nanti Kuga-chan pasti kaget pas kebenarannya terungkap...
Teru: Maksud si Wina tuh, kalo mo tahu kebenarannya tunggu Chapter-Chapter mendatang...
Wina: *piting Teru* Eeh, tapi nggak maksa kok!
Tobi: Wahh! Kayaknya seru! Tobi ikutan dong *ikut piting Teru*
Teru: Se...syak.. Itachi... bantuin...

Itachi: *ngacangin Teru* Terima kasih sudah membaca sampai habis. Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek..
Teru: WOI BANTUIN GW!
Itachi: *ngacangin lagi* Sampai jumpa di Chapter selanjutnya...