OK, setelah penyelidikan intensif(?) oleh Conan, Heiji, Hakuba, bahkan Kaito Kid. Kita mendapat satu konklusi, berdasarkan keterangan tersangka dan saksi... Helm itu, terbang sendiri... Tunggu dulu, KIKI! (readers: Kok bukan Mu? Author: Si Mu mana mungkin)
Mu: KIKI! Sini kamu! *narik Kiki*
Wina: Ng, baiklah kalau begitu HAPPY READING~
NOTE: Italic=dalam pikiran
Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...
Sebelumnya di Chapter 3...
..."Akhirnya sampai juga!"...
..."Huh! Dasar Ojiichan... Mending aku nginep di Sanctuary aja-" Mitsuki langsung tersadar, ia dengan kecepatan cahaya(?) membereskan kopernya mengganti baju dan bersiap keluar...
..."Adikku sudah besar (T^T)"...
...Sesampainya di tebing, ia melihat sebuah jalan kecil. Ia pun mendakinya dan yang menunggunya di atas adalah pemandangan yang menakjubkan, di depan ia dapat melihat laut Yunani, di kanan ia dapat melihat pemandangan kota Athens yang sibuk dan di kirinya terdapat sebuah jalan yang diapit 2 tebing tinggi. Benar, jalan menuju Sanctuary...
..."Di sini... tempat Kaasan dan Tousan pertama bertemu..."...
..."Cosmo anak ini, kuat sekali bahkan Gold Saint tidak sebanding dengannya. Tapi... Cosmo ini tidak sedikit pun ganas, Cosmo ini penuh kelembutan, kehangatan dan... perasaan kuat untuk melindungi"...
...Ketiga gadis (Mitsuki, Henna, Sophie) masih mengobrol di tepi tebing, sementara Marin berdiri di belakang mereka mengawasi apakah ada orang yang datang... dan ternyata ada, tamu tidak di undang itu sukses membuat gadis-gadis itu kaget...
..."Marin, sedang apa kamu di sini?"...
..."LEO AIOLIA!?"...
..."WOI AWAS!"...
...Terlambat, sebuah peluru, eh salah, helm nyasar mendarat di kepala Mitsuki. Sang gadis langsung jatuh pingsan...
"MITSUKI!"
~Sementara itu di Olympia Corporation Athens~
Gelas yang ada di tangan Teru pecah karena genggamannya terlalu keras
"Teru-san!? Ada apa!?" seru Rḗgas
"Entah kenapa aku dipenuhi hasrat untuk membantai seseorang..." jawab sang (mungkin) inkarnasi Apollo dengan hawa pembunuh setingkat dengan Hades
"Glek! Bukan aku kan...?"
~Kembali ke Sanctuary~
Mitsuki's POV
Dengan perlahan aku membuka mataku, hal pertama yang aku lihat adalah langit-langit marmer yang putih
"Akhirnya kamu bangun juga..." ucap seseorang. Aku pun mencoba mencoba bangun, tapi niat itu aku tarik kembali bersama dengan selimut yang tadi menutupi tubuhku
Setelah yakin seluruh tubuhku tertutup aku pun melihat sosok yang berbicara lagi, dia ng, siapa namanya? Leo Aiolia, itu dia. Ia sedang bersandaran ke sebuah pilar dengan mata tertutup. Mau tahu kenapa? Ini alasannya...
"Ng, Aiolia-san bajuku mana?"
"Maksudmu baju samaranmu? Marin sudah mengambilnya..." jawabnya masih dengan mata tertutup
"Ooh... Kalau baju asliku?"
"Aku tidak melihat baju lain selain baju samaran tadi..."
"KALAU BEGITU AKU PAKAI APA DONG!?"
"Pakai ini!" jawabnya sambil menyodorkan sebuah tunic putih yang panjangnya sampai di atas mata kaki, tentunya masih menutup matanya
Aku bangun dari ranjang yang menampungku dengan selimut sebagai penutup tubuhku, walau Aiolia-san menutup matanya aku bukan gadis-gadis gituan yang gila bener berani bangun dengan badan yang ehem, tidak ditutupi apa-apa...
"Terima kasih..." ucapku sambil menerima tunic itu
"Baiklah kalau begitu, aku keluar dulu..." ucapnya sambil membalikkan badannya dan bermaksud keluar tapi aku langsung menahannya
"TUNGGU!" seruku sambil menarik tangannya, ia langsung memalingkan wajahnya DENGAN mata terbuka. Wajahnya mirip sekali dengan Saint yang dimimpiku. Ah, bukan saatnya untuk itu Mitsuki!
Untung Aiolia-san langsung sadar dan memalingkan wajahnya, tapi entah kenapa wajahnya memerah. JANGAN-JANGAN DIA!?
"Te, tenang saja... Aku nggak lihat apa-apa kok!"
Justru ngomong gitu lebih mencurigakan! "Be, bene, ran?"
"Iya..."
"Hmm..."
"Ya sudahlah! Kamu mau nanya apaan?"
"Oh, iya! Tadi aku membawa sebuah Locket dan Liontin! Di mana mereka!?"
Readers tidak salah baca, ini juga bukan kesalahan Author. Aku memang membawa Locket Bulanku dan Liontin Matahari Niisan...
Flashback Mode ON
"Mitsuki..." panggil Niisan
"Ada apa?"
"Ini" ucapnya sambil menyodorkan liontinnya
"Eh, tapi-"
"Setelah sampai di Athens kamu pasti mau jalan-jalan kan? Persiapan pembukaannya serahkan saja padaku... Kamu jalan-jalan sepuasnya. Tapi jangan pulang malam ya!"
Dengan ragu-ragu, aku ambil juga liontin itu dan mengenakannya
Flashback Mode OFF
"Locket? Liontin? Aah, itu. Mereka di pegang Henna dan Sophie..."
"Begitu? Syukurlah..." ucapku sambil menghela napas lega
"Sudah! Mending kamu ganti baju sono!" ucap Aiolia-san sambil melepaskan tangannya dari genggamanku, ia pun berjalan menuju pintu ruangan tersebut "Setelah ganti baju kamu harus menghadap Pope..." lanjutnya sebelum keluar dari ruangan
Aku terdiam di dalam ruangan itu, aku memandangi tunic itu sejenak sebelum mengenakannya
~SKIP TIME, POPE HALL~
Semua Gold Saint (yang sudah dibangkitkan), Eagle Marin, Ophiuchus Shaina, Crane Sophie, Angelic Dove Henna, dan tentu saja Pope Shion berkumpul di sana
"Hei, Aiolia! Kamu lihat ITUnya si cewek gak?" ledek Milo
"Ap, apa maksudmu!?" balas Aiolia
"Benar, APA maksudmu Kak Milo?" tanya Sophie dengan suara selembut sutra... Tapi readers sekalian tahu maksudnya kan?
"Eh, nggak kok! Cuman candain si Aiolia... Lagian kalo aku serius, pasti aku sudah jadi orang pertama yang mengajukan diri untuk memeriksanya kan!?" jawab Milo sambil mundur beberapa langkah
"Humm..." gumam Sophie, tapi akhirnya dia kembali tersenyum seperti biasa "Ya sudah kalau begitu!"
"Sophie-chan... Kowaii..." pikir Henna sambil memeluk tangan Shaka
"Henna?" tanya Shaka yang bingung dengan kelakuan adik adopsinya itu
BRAK! (bunyi pintu Pope Hall kalo di buka)
Mitsuki pun memasuki Pope Hall dan langsung memberi hormat kepada Pope Shion "Salam, Pope Shion..." sapanya sambil membungkuk hormat
"Diana...?" gumam Shion, yang hanya terdengar oleh Mitsuki
"Eh? Diana?" pikir Mitsuki, tapi ia langsung mengesampingkan pikirannya itu "Namaku Kamishiro Mitsuki..."
"Ah, iya... Akhirnya kamu datang juga... Aku sudah menunggu selama 14 tahun..."
"Eh!?" seru semua orang yang ada di sana
"Ah, maksudku 14 menit... Maklum lah penyakit umur"
"Jiiyyaahh, Pope..."
Tapi sebuah senyum penuh arti terukir di wajah Dohko dan Shaka
"Shaka-nii? Roushi?" ucap Henna, tapi sayangnya di sela oleh Shion
"Baiklah kalau begitu, aku beri kamu izin untuk memasuki Sanctuary... Mulai detik ini kamu bebas keluar dan masuk Sanctuary!" seru Shion
"Eh!? Tapi Pope, tidakkah sebaiknya kamu mengetahui latar belakang gadis itu!?"
"Aku sudah tahu..." jawab Shion dengan senyum penuh arti yang sama dengan Dohko dan Shaka
Mitsuki cengo sedikit, ini pertama kalinya ia bertemu dengan Shion, tapi kenapa dia bisa tahu dirinya?
"Baiklah, pertemuan ini ku tutup! Kalian boleh keluar!"
Para Saint + Mitsuki pun keluar, tapi begitu di luar Papacy percakapan pun dimulai
"Si Shion kenapa sih!? Masa orang asing di kasih masuk begitu aja!" protes Milo, emangnya dia tidak sadar Mitsuki masih bersama mereka
"Jangan begitu, Milo. Percayalah pada keputusan guru..." nasehat Mu
"Benar Milo, walau sudah tua tapi Shion itu tetap Pope. Hohoho" lanjut Dohko
"Lagian jadi ada cewek cantik baru di sini kan!?" ucap Kanon
"Bener juga loe!" bisik Milo, takut kedengaran Sophie
"Uhm... Maaf kalau saya mengganggu kalian..." ucap Mitsuki sambil membungkuk dalam-dalam
"Oh, nggak apa-apa! Gak usah tegang gitu Mitsuki!" balas Kanon sambil meluk leher Mitsuki
"Gah Kanon! Mentang-mentang gw gak bisa-" kata-kata Milo langsung terpotong ketika ia melihat Sophie "Ma, maksudku... Gak sopan bener sih! Loe kan udah punya si Wyvern!"
"APAAN KATA LOE!? NGGAK SUDI GW!" sangkal Kanon, tapi kok mukanya merah ya?
"Ooh... Yang namanya Milo itu takut sama Sophie-chan ya?"
"Benar..." jawab Sophie
"Ah, aku lupa Sophie-chan bisa baca pikiran" gumam Mitsuki
"Oya, kita belum pada kenalan ya?" ucap Kanon sambil melepas dekapannya "Aku Gemini Kanon, itu Scorpio Milo, Libra Dohko ato suka kita panggil Roushi, Virgo Shaka, dan-" ucapannya terputus ketika ia sadar ada salah seorang dari mereka tidak ada "Loh? Si Aiolia mana?"
"Dia udah turun duluan..." jawab Shaina
"Tumben anak itu nggak ikutan!" ledek Milo, yang langsung dapet deathglare dari Marin, Shaina dan Sophie "NAPA!?" tanyanya
~Sementara itu di kuil Leo~
"Aargh!" erang Aiolia "Kuh, kenapa ini? Sejak bertemu Mitsuki, kepalaku sakit terus..."
"Dan juga waktu itu..." pikirnya sambil mengingat saat Mitsuki menarik tangannya "Sentuhannya itu, rasanya aku pernah merasakannya..." lanjutnya sambil memperhatikan tangannya "Tapi kapan? Dimana? Kenapa aku tak bisa mengingatnya?"
"Aargh! Kepalaku, sakit lagi!" erangnya sambil memgangi kepalanya "Kuh!"
Setelah beberapa saat, rasa sakit itu mulai mereda "Haah, haah..." lanjutnya "Mitsuki, sebenarnya kamu siapa?"
~SKIP TIME, PERBATASAN SANCTUARY~
Mitsuki duduk dengan murun di tepi tebing, mengamati matahari yang mulai terbenam. Tak lama, ia mengambil Locket -yang sudah dia ambil dari Henna dan Sophie- dan Liontin kakaknya
Ia mengamati keduanya, dan setelah beberapa saat ia memutuskan untuk memasukan Liontin itu ke Locketnya. Benar saja, Locket itu langsung terbuka! Akhirnya, setelah 3 tahun lamanya. Mitsuki bisa melihat isi Locket itu
Dibukanya dengan hati-hati dan ternyata di dalamnya adalah...
Di satu bagian adalah foto orang tuanya menggendong dirinya yang berusia 3 tahun dan kakaknya yang berusia 5 tahun, di bagian lain adalah tombol berbentuk matahari dengan bulan sabit (sebenarnya bagian bulat mataharinya di belah jadi 2, tapi karena potongannya melengkung jadi mirip bulan sabit) di tengahnya. Kalau dihitung totalnya 10 tombol, 8 di bagian segitiga matahari dan 2 di bagian bulan sabit
"Kaasan... Tousan..." gumamnya
Air mata mulai menetes dari kelopak matanya, Mitsuki teringat dengan saat-saat terakhir ibunya
Flashback Mode ON
Ibu Mitsuki terbaring di ranjang dan tak henti-henti batuk
"Kaasan..." ucap Mitsuki yang khawatir, ia juga hampir menangis
"Uhuk uhuk! Mitsuki, maaf ya... Ibu tidak bisa menemanimu sampai kamu dewasa..." ucap seorang wanita berwarna rambut sama dengan Mitsuki, tapi matanya merah Ruby seperti Teru
"Jangan berkata seperti itu Atsuko! Kamu pasti sembuh!" ucap seorang pria berambut coklat keperungguan dan mata biru Safir, yang tak lain tak bukan adalah ayah Mitsuki
"Satsuki... Kamu dengar dokternya kan? Penyakitku ini tak bisa di sembuhkan..."
"Masa bodo dengan dokter! Dengan kekuatan Olympia Corporation, pasti kita akan temukan obatnya!"
"Uhuk uhuk! Sudah terlambat untuk itu..."
"Kaasan! Bukankah Kaasan bilang kalau kita bersatu, tak ada yang mustahil!?" seru Teru
"Teru... Jagalah adikmu..." ucap Atsuko
"Walau tak di suruh juga akan kulakukan!" jawab Teru dengan mata berair
"Terima kasih... Aku tenang, jika kalian semua bersama..." setelah mengucapkan itu Atsuko menutup matanya
"Kaasan...? Kaasan! Kaasan buka matamu!" seru Mitsuki sambil menangis
"Kaasan!"
"Atsuko!"
"Kaasannnn!"
Flashback Mode OFF
"Waktu itu... aku baru 3 tahun, tapi aku masih ingat jelas" pikirnya sambil menggenggam erat Locketnya
"Kuh!" ucapnya sambil mencoba menahan air matanya
"Lalu saat aku 8 tahun, Obaasan juga meninggal. Seminggu setelah itu, Tousan menghilang entah kemana... Kenapa?" pikirnya "Kenapa semua orang yang ku sayangi pergi?" lanjutnya beruraian air mata
"Kenapa gadis cantik sepertimu menangis?" tanya seseorang
"Eh? Rḗgas-san? Kenapa anda ada di sini?" tanya Mitsuki
"Tentu saja karena aku tak mau melihat gadis cantik menangis..." ucapnya sambil mengusap air mata Mitsuki "terutama kau, Diana..." ucapnya dengan mata yang dingin
Sontak Mitsuki langsung bangun dan menjauh darinya "Kenapa semua orang memanggilku itu!? Sebenarnya siapa kamu!?" tanyanya dengan nada tajam
"Masa kamu lupa? Nama panjangku adalah ρήγας φορά, Rḗgas Forá, Raja Waktu..."
"Raja Waktu...?"
"Benar aku adalah raja waktu, Dewa Chronos!"
「つづく。。。」
SELESAI!
Teru: Ni Author demen bener sama dewa...
Wina: Emang salah ya? Kamu kan-
Mitsuki: *bekep Wina* Eits! Jangan Spoiler! Mending Bales review aja!
#Gianti-Faith
Teru: APA!? Mitsuki di lempar helm!? Mana si Kiki!? Gw bikin bonyok tu bocah!
Mitsuki: Sabar Niisan... Aku nggak cedera kok
Wina: Oya, Poseidon jangan gitu dong! Shun kan anak baik(Tobi?) walau dia Hostnya Hades-
Ikki: JANGAN BERANI SEBUT NAMA HARAM ITU DI DEPANKU!
Wina: Kalian sama aja dah...
Mitsuki: Eh, ini yakin aku di Pair sama Aiolia-
Teru: MITSUKI! JANGAN SEBUT NAMA HARAM ITU!
Wina, Mitsuki: KALIAN SEMUA SAMA AJA!
#ScorpioNoKuga
Wina: Ng, aku akan coba... Tapi aku nggak bisa janji, soalnya-
Teru: 1. Si Wina anti banget sama Yaoi, Yuri, bahkan K-POP(apa hubungannya?)
Mitsuki: 2. Ini mesti lihat di Chapter depan
Seiya: Kalo mo protes sama Kurumada-sensei! Yang bikin aku tokoh utamanya kan dia!
ALL: Kok malah nyalahin Kurumada-sensei sih?
#Ketrin-Shirouki
Wina: HOEK! HOEK!
Mitsuki: Wina-chan kenapa!?
Wina: Si... Aiolia... Kelewat narsis
Teru: *sweatdrop* Emang kamu alergi sama narsis?
Wina: Oya Marin putusin aja dia! Masih banyak yang lebih cakep!
Aiolia: JANGAN! JANGAN! JANGAAANNNNN!
Teru: Berani bener muncul di sini dendeng singa *nyiapin bogem*
Mitsuki: JANGAN NIISAN!
Wina: Ng, baiklah kalau begitu Chapter ini sampai di sini. Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek. Kalau begitu permisi, saya harus ngelerai Ikki dan Poseidon, Seiya dan Kuga-chan, Teru sama Aiolia... Sampai jumpa di Chapter berikutya! Mind to review?
