Hallo! Aku kembali mau bagi-bagi fanfiction.
Dan ini fanfiction pertamaku yang castnya full exo.
Hari ini aku upload yang Good Bye My Love juga! Dibaca ya! Hehe.
Oh iya, sebenernya cerita ini bukan full dari otak aku. Sebenernya ini cerita karangan temen aku, yang aku kembangin lagi. Dan oh iya, seperti biasa, cerita ini masih bergenre hurt/comfort.
Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Dan pemain sesuai jalan cerita ^~^
Pair:
ChanBaek / Baekyeol
WARNING!
Typo(s), and transgender/genderswitch. Aku bener-bener nggak tega kalo ngeliat bias suka sesama'-'v
If you don't like, please don't read:D
Summary:
Baekhyun datang untuk menemani hari-hari Chanyeol. Menghibur Chanyeol. Mereka memutuskan untuk membuat perjanjian, namun Baekhyun melanggarnya. Dan mereka membuat perjanjian kembali. Lagi-lagi Baekhyun melanggar. / Baekhyun, Chanyeol / Chanbaek – Baekyeol
Note:
Kali ini judul sama cerita cukup nyambung lah. Eh tapi lebih baik kalian baca sendiri deh. Wkwk.
.
Let's Read!
.
.
.
Chanyeol melihat keadaan sekitar. Sejak setengah jam yang lalu ia tertidur di atas ranjangnya. Ia melihat Baekhyun yang tengah membaca novel romance kesukaannya itu. "Baek… Bagaimana kalau kita jalan-jalan di taman?" ucap Chanyeol ketika rasa suntuk menyelimutinya.
Baekhyun tampak berfikir sebentar. Ia memutar bola matanya. Dan akhirnya ia mengangguk. "Baiklah.." Baekhyun mengambil kursi roda di dekat pintu kamar mandi dan menaruhnya di samping Chanyeol. Hari ini Chanyeol terlihat pucat, jadi tak salah jika Chanyeol belum terlalu kuat untuk berjalan sendiri.
Sejak insiden beberapa hari lalu, Chanyeol semakin baik dengan Baekhyun. Bukan karena ia merasa iba. Namun terdapat perasaan takut kehilangan di benak Chanyeol.
Mereka terduduk di satu taman. Taman ini akan terasa indah jika tidak terhirup bau obat-obatan. Namun hal tersebut memang sudah biasa bagi Chanyeol. Dan Baekhyun.
"Baek…" Baekhyun menoleh ke arah samping ketika Chanyeol menyapanya itu.
"Ya?"
"Sebenarnya tujuanmu menjadi sukarelawan di rumah sakit ini itu apa? Bukankah kau tak dibayar akan hal itu? Tapi kau malah menjalani harimu dengan enjoy? Bahkan aku sendiri tak tahu, dimana kau tinggal…"
Baekhyun tersenyum. "Hanya ingin memberi semangat pada tiap-tiap pasien di rumah sakit ini." Ucapnya santai.
Chanyeol menghembuskan nafasnya. Ia tak sangka, pertanyaan sepanjang itu dapat Baekhyun jawab dengan sesingkat itu. "Aku menyayangimu…" ucapnya akhirnya.
Baekhyun kaget mendengar pernyataan itu. Namun ia berusaha untuk terlihat biasa saja. Ia justru tersenyum dan melihat ke arah Chanyeol. "Aku juga…"
Kepala Baekhyun kembali terasa pusing. Rasa takut kehilangan itu kembali Chanyeol rasakan. "Tapi kau tahu? Ternyata aku tak senormal manusia biasa yang ada di sekelilingmu. Bukankah itu menyakitkan?"
"Aku tak mengerti maksudmu…" ucap Chanyeol. "Kau mau menjadi orang yang selalu ada di sisiku?"
Baekhyun tersenyum mendengar itu. Ia senang. "Bukankah selama ini aku memang selalu ada di sisimu?" Baekhyun kembali tersenyum.
Chanyeol ikut tersenyum. "Baek, maksudmu kau tak senormal manusia di sisiku apa?" tanyanya lagi ketika perasaan penasaran itu kembali.
Senyum miris itu tersungging di bibir Baekhyun. "Kanker otak akan merenggut nyawaku, Yeol…" Baekhyun menghembuskan nafasnya. "Maka dari itu aku tak bisa berjanji akan selalu ada di sisimu. Aku takut tak bisa menepatinya, Yeol…"
"Lalu apa bedanya dariku? Kita sama-sama memiliki penyakit yang sulit disembuhkan total 'kan?" jawab Chanyeol dengan mengusap pipi Baekhyun.
"Kau harus operasi, Yeol…."
"Kau juga harus operasi, Baek…"
"Tapi aku takut…. Penyakitku terlalu parah. Aku takut operasi itu tidak berhasil. Dan akan merenggut nyawaku lebih cepat," tolak Baekhyun mata yang berkaca-kaca.
"Aku juga seperti itu, Baek… Baiklah kita tidak usah saling operasi. Bukankah itu lebih baik? Kita akan mengakhiri hidup kita bersama-sama. Sesuai dengan takdir kita. Arra?" Chanyeol mengusap rambut Baekhyun. Ia menenggelamkan Baekhyun dalam dada bidangnya. Chanyeol membiarkan hidungnya menghirup wangi lembut rambut yeoja mungil itu.
"Aku setuju!" seru Baekhyun ketika ia ada di pelukan Chanyeol.
"Besok, ada yang ingin ku tunjukkan padamu." Ucap Chanyeol ketika Baekhyun melepaskan dekapan tersebut.
.
.
.
Sehari penuh Chanyeol diisi dengan kebersamaannya dengan Baekhyun. Sangat menyenangkan memang, mendengar tawa orang yang kita sayangi. Tertawa bersama orang yang kita sayangi. Tak ada yang lebih indah daripada itu.
Baekhyun menerima sebuah kunci yang Chanyeol beri. "Apa ini?"
"Buka pintu itu!" perintah Chanyeol ketika mereka tengah di depan sebuah pintu. Baekhyun membuka pintu tersebut dengan pelan.
Sebuah senyum tersinggung di bibir Baekhyun, begitu pula dengan Chanyeol. Chanyeol menaruh tangannya di bahu Baekhyun. "Kau tahu? Diam-diam aku suka sekali merekam kegiatanmu. Memotretmu tanpa sepengetahuanmu. Aku sedang gayamu yang sederhana dan apa adanya. Aku suka itu semua." Komen Chanyeol ketika Baekhyun terlihat takjub melihat wajahnya terpampang indah di seluruh bingkai yang tertempel di dinding itu.
Ketika sudah sampai di ujung ruangan, mereka melihat sebuah tirai kecil. "Kau bisa membuka tirai itu, Baek…"
Baekhyun melihat sosok yang akhir-akhir ini memenuhi hidupnya. Melengkapi hari-harinya. Park Chanyeol. Namja itu tengah terduduk di taman yang kini tak asing bagi Baekhyun. Taman rumah sakit. "Aku mencintaimu, Baek… Aku menyayangimu sebagaimana dirimu. Jadilah milikku, Baek... Kau harus selalu ada di sisiku. Aku juga ingin selalu ada di sisimu. Kita saling mendukung, okay?" ucap Chanyeol di layar balik tirai tersebut.
Titikan air mata menetes dari mata Baekhyun yang manis itu. Baekhyun tak berniat untuk menghapus air mata itu. Itu adalah air mata bahagianya. Air mata harunya.
"Aku tahu, aku adalah satu dari sekian banyak orang yang menyayangimu. Tapi apakah itu akan menutup kemungkinanku untuk memilikimu? Would you be mine, Byun Baekhyun?" tembak Chanyeol di video itu akhirnya.
Baekhyun keluar dari ruangan tersebut. Chanyeol mengerutkan dahinya. Ada apa dengan Baekhyunnya itu? Apa ia tidak suka dengan kejutan yang Chanyeol berikan? Apa dia kecewa?
Chanyeol duduk tepat di depan layar tersebut. Rasa sedih menungganginya, kecewa memenuhi perasaannya.
"I do, Yeol!" ucap seorang yeoja. Tidak. Bukan secara langsung. Suara itu bukan suara asli Baekhyun. "Kau menyatakan itu semua dengan rekaman. Tak salah 'kan kalau aku menerimanya dengan rekaman pula?" jawab Baekhyun dengan mengedipkan matanya.
Dengan perlahan senyuman itu terhias di bibir seorang namja tampan itu. Ia segera berlari ke arah Baekhyun dan memeluknya. Menjatuhkan Baekhyun dalam dekapannya. Menarik Baekhyun untuk mendekat di dada bidangnya. Membiarkan Baekhyun menghirup aroma khas miliknya.
"Aku mencintaimu…" Chanyeol berbisik seraya mengusap lembut rambut Baekhyun.
"Aku lebih mencintaimu.." balas Baekhyun dengan mengeratkan dekapan itu.
.
.
