Hahaha, Update pertama di tahun 2014!

HAPPY READING~

NOTE: Italic=dalam pikiran

Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...


~Pope Chamber, Papacy~

Terlihat Diana yang tak henti-henti memerhatikan sekelilingnya, mengecek apakah ada orang. Setelah yakin tak ada orang, ia melangkah keluar. Ia bermaksud pergi ke Kuil Artemis itu lagi, diam-diam. Tapi sebenarnya bagaimana mau diam-diam? Toh dia harus melewati Gold Saint-Gold Saint yang menjaga 12 Kuil

"Diana, kamu mau ke mana?" itulah pertanyaan setiap Gold Saint yang ia temui dan Diana terus menjawab "Eeh, mau jalan-jalan...". Untungnya para Gold Saint sudah sering mendapatinya mau jalan-jalan tanpa sepengetahuan Pope Shion, jadi mereka biarkan saja. Tapi berbeda untuk Aries Hamal, maklumlah ia dan Diana adalah sahabat karib

"Diana, kamu mau ke mana?" tanyanya

"Eeh, mau jalan-jalan..." ucapnya sambil berjalan keluar kuil Aries

"Jangan-jangan ke Kuil Artemis?"

DOKI! Langkah Diana langsung terhenti

"Ma, mana mungkin... Ahaha!" jawabnya dengan gugup. Tentu membuat Hamal curiga

"Ja, jaa ne!" serunya sambil mempercepat langkahnya

Hamal hanya terkekeh kecil "Berhati-hatilah, Diana..." gumamnya

.

.

~Kuil Artemis, Sanctuary~

Diana baru saja sampai di kuil tersebut

"Lagi-lagi... Rasanya seperti, di rumah..."

Ia memperhatikan kuil tersebut "Tapi apa yang membuatku merasa ini rumahku? Tempat ini hanya kuil kosong..."

"Bukan cuma kuil kosong..." ucap seseorang

"SIAPA!?" jerit Diana, dia langsung celingak celinguk mencari sosok yang barusan berbicara

"Di sini..."

"Di sini itu di mana!?" tanya Diana agak jengkel, tapi jawabannya langsung terjawab ketika ia melihat seorang pria bersandar di patung Artemis yang ada di tengah kuil tersebut. Sosok itu adalah Rḗgas, tapi yang mengenalnya itu kan Mitsuki, bukan Diana

"Rasanya aku pernah bertemu dengannya..." pikirnya "Siapa kamu?" tanya Diana dengan nada tajam

"Kuil ini dibangun khusus untukmu..." ucapnya "Tepat pada Ulang Tahunmu yang ke-18..."

"Apa maksudmu!? Bukankah ini Kuil Artemis!?"

"Tapi kalian belum menyadarinya..."

"Kalian?"

"Diana?" ucap Bellophron dari belakangnya

"Bellophron!" seru Diana, ia langsung menoleh balik dan mendapati sang Saint Pegasus memasuki kuil tersebut

"Kamu bicara dengan siapa?" tanyanya

"Eh!? Tentu saja-" ucapannya terputus ketika ia berpaling, sosok itu sudah menghilang

"Tentu saja apaan?" tanya Bellophron lagi

"Uhm... Bukan, apa-apa..." jawabnya

"Benarkah?"

"Iya. Lebih penting lagi, kenapa kamu ke sini? Terakhir kali kita ke sini kamu bertingkah aneh..."

"Ah, itu. Pope mencarimu, dan aku pikir kamu pasti ke sini. Jadi aku datang..."

"Ooh..."

"Ya sudah, balik yuk! Nanti Pope marah!" ajaknya

"I, iya..." Diana pun mengikuti Bellophron keluar kuil, tapi ia terus memperhatikan patung Artemis tempat sosok tadi bersandar "Apa tadi halusinasiku saja?"

Setelah keduanya keluar, Rḗgas kembali muncul "Diana... Mitsuki..." gumamnya

~Pope Chamber, Papacy~

"DIANA! KAMU KE MANA SAJA!?" jerit Pope

"Eeh... Jalan-jalan" jawab Diana gugup

"Kalau jalan-jalan bilang dulu kek! Bikin orang khawatir!"

"Tapi... aku kan sudah 18 tahun jadi aku pikir-"

"DIAM!"

Shion pun mulai menceramahi sang gadis habis-habisan. Sementara itu, para Gold Saint yang ada di situ hanya bisa cengo

"Pope, jarang sekali marah seperti itu..." komentar Saint Sagittarius, Chiron

"Yah mau bagaimana lagi? Beliau kan menganggap Diana sebagai anaknya sendiri" balas Hamal

"Berarti Pope Father Complex dong!" komentar Saint Scorpio, Antares yang langsung mendapat jitakan dari Saint Aquarius, Ganymede

"Itte! Oniisama jangan main jitak-jitakan dong!" protesnya

"Kamu tidak sopan, Antares..." ucapnya tak menoleh dari bukunya

"Sudah-sudah, jangan bertengkar..." ucap Saint Gemini, Castor

"Hem! Kamu yang akur terus sama si Pollux mana ngerti!" ledek Saint Cancer, Mephisto

"Kora! Mephisto!" hardik Saint Taurus, Kerato

"Heh! Kamu sama saja dengan kakekmu! Bukan penampilannya doang!" ejek Saint Leo, Nemea

"Kalian semua tenanglah! Kita masih di Pope Hall!" hardik Saint Libra, Shuiro

"Kalian tidak sopan..." komentar Saint Virgo, Astrea

"Khukhukhu..." Saint Pisces, Galatea terkekeh kecil

"Apa yang lucu? " tanya Saint Capricorn, Parn

"Oh, tidak! bukan apa-apa" balas Galatea

"Kalian kok malah ngobrol sih?" komentar Bellophron sweatdrop

.

.

~Setelah ceramah yang seperti tak ada batas~

Diana dan para Goldies yang berjenis kelamin perempuan berkumpul di kamar Diana

"Akhirnya selesai juga..." ucap Diana yang berbaring lemas di pangkuan Astrea dan dikipasi oleh Antares

"Pope ceramahnya parah ya?" tanya Shuiro

"Bukan parah lagi!" seru Diana "Pope pembohong! Padahal dia bilang kalau aku sudah 18 tahun dia tidak akan memperlakukanku seperti anak-anak!"

"Jangan marah seperti itu..." nasehat Galatea "Pope begitu karena, dari yang kudengar, ia mempunyai sebuah penglihatan"

"Penglihatan? Penglihatan apa?" tanya yang lainnya

"Aku tidak yakin aku boleh memberitahu kalian..."

"Ayolah Galatea-nee! Kalau tidak kamu siapa lagi?" pinta Antares

"Hmm... Aku masih ragu"

"Yah, benar atau tidak kan kita tidak tahu..." timpal Shuiro

"..."

"Baiklah kalau begitu, akan kuberitahu..."

Para gadis yang lainnya pun menjadi bersemangat

"Katanya sih... Kematian seorang Saint"

Para gadis yang tadinya bersemangat berubah menjadi diam

"Kematian... seorang Saint?" tanya Astrea tak percaya

Galatea mengangguk "Mungkin karena itu Pope lebih protective dari biasanya..."

"Tapi aku kan bukan Saint..." balas Diana

"Mungkin bukan Saint, tapi salah seorang penghuni Sanctuary..." ucap Shuiro

Suasana terasa semakin mencekam

"Ng, tapi ini kan hanya rumor! Jangan terlalu di bawa ke hati!" ucap Antares berusaha meriangkan suasana

"Benar juga ya... Takut akan kematian lebih buruk dari kematian itu sendiri" ucap Astrea

Yang lainnya ikut tersenyum dan tertawa

.

.

"Ya sudah, kita kembali ke kuil kita dulu Diana..." pamit Shuiro

"Dah!" seru Diana

"Daah!"

Setelah mereka pergi, Diana pun bersiap pergi tidur. "Fuh... hari ini melelahkan sekali" gumamnya sambil berjalan ke tempat tidurnya "Ngomong-ngomong sosok laki-laki yang kulihat tadi siapa ya? Gadis yang di mimpiku juga..."

"Aargh! Lupakan! Lupakan saja!" jeritnya sambil membaringkan diri

"Pope, apa kamu ingat janjimu kepadaku? Saat aku sudah 18 tahun, kau akan memberitahuku tentang orang tuaku..."

~Keesokan harinya~

Diana kembali datang ke kuil Artemis

"Kupikir kalau aku datang ke sini aku bisa bertemu dengan sosok itu lagi, tapi sepertinya aku salah. Mana aku ke sini diam-diam lagi, bisa kena marah Pope lagi nih..." gumamnya kepada diri sendiri

"Kalau tahu akan kena marah kenapa masih nekad ke sini?" tanya seseorang dari belakangnya

Suara ini, Diana sangat mengenalinya. Dia sudah mendengar suara ini sejak dia masih bayi...

"P-P-P-P-P-Pope... POPE SHIIIIOOOONNNNN!?" jeritnya

"Jadi setiap hari kamu ke sini ya?" tanya Pope dengan latar belakang hitam

"Eeh, etto, soal itu, ng, ano-"

"DIANA!"

Diana langsung diam dan siap menerima omelannya

"Dasar! Kalau kamu suka ke sini bilang saja!" seru Pope

Eh? Nggak salah nih? Kok bukannya marah malah...

"Lagipula tidak bagus kalau kuil ini kosong lompong terus... Bagaimana Diana? Kamu mau menjadi penjaga kuil ini?" tanya Pope

Wajah Diana berubah sangat cerah "Tentu saja! Pope Shion!" serunya

"Baiklah kalau begitu. Diana! Mulai saat ini, engkau bukan hanya pelayan pribadiku! Mulai saat ini, engkau adalah Shrine Maiden Artemis!"


「つづく。。。」

SELESAI!
Wina: 1 hari 2 chapter!
Teru: Bangga amet...
Mitsuki: Nah, ayo bales review

#ScorpioNoKuga
Wina: Iya, aku namain berdasarkan dia soalnya... Ya gitu deh!
Mitsuki: ?
Teru: Tentu sadar dong! Winanya aja yang males nulis keadaanku
Wina: Nyadar? Kan kamu pikir si Mitsuki jalan-jalan...
Teru: Tapi aku punya firasat! Firasat seorang kakak!
Wina: Iya deh... Sementara Mitsuki di Sanctuary, si Teru itu ngurusin Olympia Corporation Athens!
Teru: Cuma salam-salami direktur, tanda tanganin dokumen, ngebosenin!
Wina: Makanya aku nggak mau tulisin

#Gianti-Faith
Mitsuki: Ng, bukannya apa Sophie-chan... Tapi bukannya malah tambah parah?
Wina: Gak sopan!
Mitsuki: Yaah, itu pendapatku sih. Cuman kan nggak tau bener ato nggak
Teru: Mesti nanyain orangnya sendiri. Gimana kalo di coba aja?
Wina: Kalo si Kanon tambah parah kamu yang nanggung loh!

Wina: Sekian Chapter 7!
Mitsuki: Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek!
Teru: Silahkan mereview! Tapi kalo nggak mau juga nggak papa
ALL: SAMPAI JUMPA DI CHAPTER 8!