Chapter terakhir Let's Go! To 100 Years Ago
Tapi tenang, bukan Chapter terakhir ficnya kok! ^ ^
Ya sudahlah, HAPPY READING~
NOTE: Italic=dalam pikiran, jurus
Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...
Sudah beberapa minggu berlalu sejak Diana menjadi Shrine Maiden Artemis, sudah beberapa minggu itu juga ia tidak bertemu dengan Rḗgas maupun gadis di mimpinya
"Apa benar semua itu cuma di pikiranku ya?" ia mulai sering berpikir seperti itu
Sekarang, sehari-hari ia lewatkan di Kuil Artemis. Tapi makan siang, makan malam dan yang lainnya tetap dia lakukan di Papacy. Tapi yang mengesalkan itu...
"Heh! Liat tuh si Shrine Maiden Artemis! Padahal Sanctuary itu tanah suci Athena, tapi dia malah nyembah Artemis!" ledek sebagian besar Saint dan calon Saint
Bukan, bukan bagian itu. Tapi...
"APA KAMU BILANG!? KAMU JUGA KALO DISERANG HADES, ASAL KAMU SELAMAT, KAMU BAKAL NYEMBAH DIA KAN!?" jerit Antares atau kadang-kadang, Shuiro atau yang lainnya sambil mempersiapkan jurus mereka
Ya, bagian itu yang mengesalkan...
"Su, sudahlah! Tak usah pake jurus segala..." ucap Diana mencoba menenangkan temannya itu. Hampir setiap hari, Para Gold Saint -paling sering yang cewek- akan mengunjungi Diana di Kuil Artemis, dan nanti bakal ada saja yang mengejek Diana. Dan kalau mereka berhadapan dengan Goldies-Goldies yang pemarah... Diana lah yang harus menenangkan mereka
"Emangnya kamu gak kesal diejekin seperti itu!?" tanya Antares
"Yah, aku sudah biasa dengan ejekan mereka..." jawab Diana sambil tersenyum
"Kamu terlalu baik, Diana! Kamu harus lebih agresif sedikit!"
"Agresif... Kayaknya aku tidak mungkin deh..."
"Dasar!"
Diana hanya tertawa kecil
"Ya sudah! Aku kembali ke Kuil Scorpio dulu ya!" pamit Antares sambil berjalan keluar Kuil Artemis, meninggalkan Diana sendirian
"Fuh... Satu hari lewat lagi-"
"Tapi sayang kalau lewat begitu saja kan?" ucap seseorang yang tak lain tak bukan adalah Rḗgas
"KAMU!"
"Eits, kok nyambut tamu seperti itu? Tidak sopan loh, Diana..."
"Sebenarnya siapa kamu!?"
"Aku? Aku adalah temanmu..."
"Bohong!"
"Hahaha, dasar keras kepala. Lebih tepatnya, aku temanmu di masa depan..."
"Ma, masa depan? Kamu bercanda ya?"
"Tidak, aku tidak bercanda. Diana, sebuah bahaya sedang mendekatimu... Berhati-hatilah" setelah selesai mengucapkan itu, ia pun menghilang
"Ah, Tunggu!" tapi sayang Rḗgas sudah menghilang...
Seorang tamu tak diundang muncul lagi, ia adalah Silver Saint yang mengusulkan untuk menghancurkan Kuil Artemis, Sagitta Liux
"Liux-sama, kenapa anda ada di sini?" tanyanya
"Masih perlu ditanya ya?"
"Eh?"
"Tentu saja aku ke sini untuk menghabisimu!" sambil berkata itu, Liux menerjang Diana, untung sang gadis berhasil menghindar
"Ke, kenapa!?"
"Kalau Pope tidak mau bertindak, biar aku sendiri saja yang melakukannya! PHANTOM ARROW!"
Diana yang hanya Shrine Maiden tidak dapat memancarkan Cosmonya, artinya ia tidak dapat melindungi dirinya sendiri
"Tolong aku!" jeritnya dalam hati, beruntung ada yang datang dan menolongnya
"Heh! Menargetkan gadis yang tak bersalah, kamu lebih rendah dari yang kupikirkan! Biar aku Saint Pegasus Athena mengajarimu tata krama!" seru Bellophron
"Eh? Scene ini... Rasanya aku pernah melihatnya..." pikir Diana
.
.
"Kuh! Bellophron minggir! Aku sedang menjaga Sanctuary!" seru Liux
"Dengan membunuh Diana!?"
"Membunuh Shrine Maiden Artemis!"
"Atas dasar apa!?"
"Ia menyembah Artemis!"
"Alasan yang bodoh!"
Pertarungan diantara mereka pun tak terelakan
"PEGASUS RYU SEI KEN!"
"PHANTOM ARROW!"
Mereka terus-menerus melancarkan jurus masing-masing. Dan ada beberapa dari serangan mereka yang meleset dan menghancurkan beberapa bagian Kuil Artemis
"Cu... CUKUP!" jerit Diana sambil berlari ke depan Bellophron dan Liux
"Diana minggir! Kamu bisa terkena serangannya!" seru Bellophron
"Tidak! Apakah kalian tak sadar pertarungan kalian menghancurkan kuil ini!?"
"Heh! Baguslah kalau begitu 1 batu kena 2 burung!" seru Liux
"Liux-sama... Aku tahu kau melakukan ini karena kecintaanmu kepada Athena. Tapi caramu salah, tidak akan ada hasilnya jika kamu menggunakan kekerasan..."
"DIAM PENGKHIANAT!" jerit Liux sambil melancarkan Phantom Arrownya ke Diana
"DIANA!" jerit Bellophron "Liux, teme! PEGASUS SUI SEI KEN!"
Serangannya itu lebih kuat dari biasanya, dan dengan instan (tapi nggak 3 menit, hehehe) Liux langsung ko-id di lantai Kuil Artemis
"Bersyukurlah. Aku tidak membunuhmu karena kita berada di sebuah kuil..." ucapnya sebelum mendekati Diana yang pingsan
Dengan wajah pucat ia melihat dada Diana yang tertusuk Phantom Arrow Liux
"Diana bertahanlah! Aku akan memanggil Pope dan mencabut panah ini!" serunya
~Mimpi(?) Diana~
Bellophron: Diana! Diana!
Diana: Siapa yang memanggilku?
Bellophron: Diana! Bertahanlah!
Diana: Bukan... itu bukan namaku... Namaku adalah... adalah...
?: Mitsuki...
Diana: Eh?
Saat itulah Diana mendapat sebuah penglihatan, seorang gadis yang berpenampilan sama dengannya ditemani dengan seorang laki-laki yang mirip dengan Bellophron
Laki-laki itu terus memanggil gadis itu "Mitsuki..."
Tak lama, lebih banyak orang datang. Para Bronzies, Goldies yang sudah dibangkitkan, Marin, Shaina, Henna, Sophie, lalu seorang pria berambut coklat keperungguan dengan mata merah ruby yang tersenyum hangat ke arahnya
"Ni... Niisan..." ucap Diana -atau mungkin Mitsuki- tanpa sadar matanya mulai berair
"Benar, namaku adalah-"
.
.
Dengan perlahan, Diana mulai membuka matanya
"Diana! Syukurlah!"
"B, Bellophron..."
"Tenanglah! Pope sedang dalam perjalanan ke sini! Sebentar lagi dia akan mencabut panah itu, Di-"
"Mitsuki..."
"Eh?"
"Namaku bukan Diana... tapi Mitsuki" ucapnya dengan mata berair. Ia lalu bangun (duduk) dan menggumam "Akhirnya aku ingat..."
"Diana... Apa maksudmu namamu adalah Mitsuki?"
"Bellophron-kun, aku bukan Diana. Tapi tenang saja, sebentar lagi ia akan sadar" ucap Mitsuki sambil tersenyum
"Ap, apa maksudmu?"
"Kau sudah siap? Aku datang menjemputmu..." potong Rḗgas
"Rḗgas-san..."
Rḗgas tersenyum dan berjalan ke hadapannya "Sudah waktunya..."
Mitsuki tersenyum "Bellophron-kun..."
"I, iya?"
"Tolong jaga Diana..." ucapnya
Tak lama tubuhnya mulai di selimuti sinar warna-warni dan setelah sinar itu mereda, Diana kembali pingsan
"Are? Barusan aku sedang apa? Hal terakhir yang kuingat adalah... memanggil Pope-"
"Tolong jaga Diana..." sebuah suara terngiang di pikiran Bellophron
"Heh, nggak usah dikasih tau juga..." gumamnya
~Sementara itu di portal waktu~
"Rḗgas-san..."
"Hm? Ada apa Mitsuki?"
"Diana itu... inkarnasiku sebelumnya ya?"
Sebuah senyum terukir di wajahnya "Ya, begitulah..."
"Apakah dia itu... Shrine Maiden Artemis yang menyegel para Akumu?"
"Itu juga benar"
"Begitu ya? Itu menjelaskan banyak hal..."
"Apakah hanya itu?"
"Eh?"
"Kamu punya ingatan Diana kan sekarang?"
"Uhm... tidak, hanya semasa aku merasukinya"
"AP, APA!?" jerit Rḗgas panik setengah mati
"Memangnya kenapa!?" tanya Mitsuki ikut panik
"Ini gawat!"
Seketika, portal itu -entah bagaimana- berguncang
"Kuh! Sudah di mulai ya!?"
"Rḗgas-san! Ada apa sebenarnya!?"
Rḗgas langsung menggengam erat tangan Mitsuki "Jangan sampai melepas tanganku! Kamu bisa tersesat selamanya disini!"
Tapi sayang, setelah beberapa lama. Tangan mereka terpisah, Mitsuki langsung terhisap ke pintu keluar untuk masa yang berbeda
"MITSUKI!" jerit Rḗgas
.
.
.
.
"Itte te..." erang Mitsuki sambil memegangi kepalanya
Ia langsung tersadar dan mengecek tubuhnya "Bagus, ini tubuhku..."
"Tapi di mana ini?" tanyanya kepada diri sendiri
"Siapa kamu?" tanya seseorang dari belakangnya "Apa urusanmu di Sanctuary?"
Dengan gugup Mitsuki menoleh "Eh? Aiolia-san?" itulah reaksi pertamanya
"Aiolia? Bukan, aku kakaknya Aiolos"
"Aiolos? Sagittarius Aiolos?" tanyanya tak percaya
"I, iya... Bagaimana kamu tahu?"
"Sagittarius Aiolos, Gold Saint yang meninggal 13 tahun yang lalu... Tapi kalau dia masih hidup berarti..." pikirnya "Aku (setidaknya) berada 13 tahun sebelum aku lahir!?"
「つづく。。。」
SELESAI!
Teru: DEMEN BENER NYIKSA ADIK GW!
Wina: Emang aku nyiksa, Mitsuki?
Mitsuki: Nggak juga... menurutku, Kan untung bisa ketemu para Goldies
Teru: Iya, asal mereka nggak nyentuh sehelai rambutmu. Kalau tidak, khukhukhu! Hati-hatilah Goldies...
Wina, Mitsuki: Dia HAMPIR sesadis Sophie...
#Gianti-Faith
Mitsuki: Kanon-san... Maaf ya...
Teru: Sudah terlambat Mitsuki, dia nggak bisa denger kamu lagi
Wina: Yah, sayang...
Teru, Mitsuki: Sayang kenapa?
Wina: Aku baru pikir 'Apa Mitsuki di pair sama Kanon aja ya?'
Teru: WHAT!?
Mitsuki: *blush*
Teru: Sophie! Aku minta tolong! Tolong URUS semua Goldies dari tahun jebod sampe kiamat!
Wina, Mitsuki: JANGAN SOPHIE! Nanti diburu FG loh!
#Ketrin'Shirouki
Wina: Semuanya punya ya...
Mitsuki: Kalo inkarnasi Niisan?
Wina: Kalo dia... Sagittarius Chiron
ALL: HHAAAAHHHHH!?
Teru: Aku dulu Saint!?
Wina: Yaah... kalo soal itu harus di lihat di projek habis ini
Teru, Mitsuki: Nggak ngeres kan?
Wina: Nggak kok! Projeknya itu soal Goldies abad ke-19
Teru, Mitsuki: Syukur deh...
#ScorpioNoKuga
Teru: MAU! Cuma Winanya nggak kasih muncul!
Wina: Si Rḗgas ngilang aja kamu gak nyadar!
Rḗgas: Iya, aku masih melayang di portal waktu... =.=
Mitsuki: Loh? Kok bisa muncul di sini?
Rḗgas: Maksudku di ceritanya...
ALL: Ooh...
Wina: Tumbuh 1 lahir 1000!
Mitsuki: Kalo dalam kasus ini, kembali 100 pergi 14!
Teru: Maksudnya?
Mitsuki: Balik ke 100 tahun lalu terus pergi ke 14 tahun lalu
Teru: Ooh...
Wina: Terima kasih sudah membaca sampai habis!
Mitsuki: Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek!
Teru: *bisik2* Sophie minta tolong yang tadi ya?
Wina: Saya Amulet Win
Mitsuki: Saya Kamishiro Mitsuki
Teru: Saya Kamishiro Teru
ALL: PAMIT!
