Maaf Chapter sebelumnya pendek!
Sebagai permintaan maaf, saya langsung update 2 sekaligus!
HAPPY READING~
NOTE: Italic=dalam pikiran
Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...
"Saya adalah reinkarnasinya Kamishiro Mitsuki..." ucap Mitsuki sambil tersenyum kepada Pope
"Reinkarnasi?"
Mitsuki hanya mengangguk pelan
"Aku tidak percaya..."
"Kalau begitu biar kujelaskan, aku dan kakakku datang dari Jepang ke Athens. Aku memutuskan berjalan-jalan ke Perbatasan Sanctuary karena di sana adalah tempat orang tuaku pertama bertemu-"
Note: Karena Author kelewat malas buat ngetik jadi kita skip saja ya...
~SKIP TIME~
"Lalu aku di bawa ke 100 tahun yang lalu dan merasuki tubuh Diana... Kira-kira itu, hari Saint yang anda kirim untuk menyelidiki Kuil Artemis kembali. Sampai dengan Diana terkena serangan Sagitta Liux. Sebelum anda datang aku sudah kembali... Tapi karena ada gangguan di dimensi ruang dan waktu, aku malah berakhir di sini..." jelas Mitsuki
"Jadi selama kurun waktu itu, yang bersamaku adalah kamu dan bukan Diana?"
"Ng... Tidak juga. Mungkin 'merasuki' itu kurang tepat. Mungkin lebih tepat, aku berada di dalam Diana... Aku tidak memiliki ingatanku dan hanya memiliki ingatan Diana, walau benar yang berbicara dan bertindak adalah aku, tapi keputusan-keputusan tersebut dibuat oleh Diana..."
"Saya masih kurang percaya..."
"Kalau begitu berikan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan kurun waktu itu! Aku akan berusaha menjawabnya..."
"Hmm... Baiklah! Inilah pertanyaannnya!"
Seketika suasana menjadi tegang, Mitsuki menelan ludah karena gugup
"Sebutkanlah nama-nama Gold Saint pada masa itu!"
Suasana yang tegang langsung berubah diam awkward gimana gitu
"Kupikir pertanyaan yang susah... Ya sudahlah semakin mudah semakin bagus!" Mitsuki pun menarik nafas dalam-dalam "Aries Hamal, Taurus Kerato, Gemini Castor, Cancer Mephisto, Leo Nemea, Virgo Astrea, Libra Shuiro, Scorpio Antares, Sagittarius Chiron, Capricorn Parn, Aquarius Ganymede, Pisces Galatea" jawabnya
"Waah hebat juga ya. Teknologi masa kini, sampai informasi seperti itu bisa dicari"
Mitsuki langsung terjatuh ala Gag Comic "Anda masih tidak percaya!?" jeritnya
"Baiklah, pertanyaan kedua! Siapa saudara kembar Castor?"
"Pollux kan?"
"Oh iya! Akhirnya saya ingat juga!"
Sekali lagi, Mitsuki jatuh ala Gag Comic
"Ya sudahlah, biar aku sendiri yang meyakinkanmu!" seru Mitsuki yang sudah diujung tanduk(?) "Pope Shion, anda berjanji kepada Diana bahwa pada saat ia berusia 18 tahun, anda akan memberitahunya soal orang tuanya kan?" ujarnya
Pope Shion kaget setengah mati, memang benar yang mengetahui hal itu hanya ia dan Diana sendiri. "Sepertinya kamu berkata jujur ya?"
"Akhirnya..."
"Kalau begitu sampai menunggu Chronos menjemputmu, apakah kamu mau tinggal sementara di sini?" tanya Pope
Wajah Mitsuki berubah cerah "Tentu saja! Pope!"
Pope Shion hanya terkekeh "Dia benar-benar mirip Diana..." pikirnya
.
.
Ia pun mengaktifkan telepatinya dan memanggil para Gold Saint -dan calon Gold Saint- ke Papacy
"Anda mau apa, Pope?" tanya Mitsuki
"Aku bermaksud membuatmu Pelayan 12 Kuil..."
"WWHHHHHAAAAAAATTTTTTTTTT!?"
"Tapi sepertinya kamu perlu nama samaran ya? Apakah kamu-"
"Mitsuki" potongnya "Satu-satunya namaku di dunia ini adalah Mitsuki"
"Ehehe, aku kurang yakin soal itu..." ucap Shion dengan senyum penuh arti
.
.
Akhirnya para Gold Saint -dan calon Gold Saint- yang dipanggil Shion tadi berkumpul di Pope Hall
"Pope Shion, kenapa anda memangiil kami?" tanya Saga
"Aku mau memperkenalkan kalian kepada Pelayan 12 Kuil yang baru (emang ada yang lama?), namanya Mitsuki..." ucap Pope memperkenalkan Mitsuki
"Salam kenal semuanya~" sapa Mitsuki dengan senyum malaikatnya
Pikiran Para Goldies:
Mu: Oh, dia yang tadi ya?
Alde: Wah, kira-kira dia jago masak gak ya?
Saga: Semoga sisi jahatku nggak ganggu dia...
Ares: Khukhukhu, nanti gw gangguin ah!
DM: Khukhukhu, gw godain ah!
Aiolia: Si DM pasti mau godain dia! Kecil-kecil playboy!
Shaka: Hum! Gangguin meditasi aja
Milo: Cakep juga tuh! Apa gw pacarin aja ya?
Aiolos: Jadi namanya Mitsuki ya?
Shura: Hmm... Athena kapan terinkarnasi lagi ya?
Camus: *baca buku dalam pikiran(?)*
Aphro: Wiss! Ada test subject baru nih!
Shion: Mereka pasti mikirin yang nggak-nggak!
Wina(?): Ares, Deathmask sama si Milo sama aja dah!
"Mohon kerja samanya!" ucap Mitsuki lagi
"IYA!" seru para (calon dan) Goldies
"Ya sudah, aku berikan waktu untuk kalian saling berkenalan..." ucap Shion yang serasa 'mengusir' mereka. Tapi mereka patuh-patuh aja, memangnya siapa yang berani ngelawan Pope? Ada sih, si Saga... Tapi itukan masih setahun lagi...
Mitsuki juga berjalan keluar Pope Hall bersama yang lainnya, dan mumpung di sampingnya adalah Saga ia langsung menyapanya, tapi...
"Mohon kerja samanya! Kanon-san!" sapanya
"Eh?" balas Saga
"Mitsuki... Namanya itu Saga, bukan Kanon" koreksi Aiolos
"Oh! Maaf!" ucapnya sambil membungkuk dalam-dalam "Oh iya, Kanon-san kan menggantikan Saga-san saat ia meninggal... Sekarang ini tak ada yang tahu Kanon-san itu ada..." pikirnya
"Mitsuki..." pangil Shion tiba-tiba "Ikut saya..."
Mitsuki juga hanya patuh dan mengikuti Shion. Tapi bener-bener dah si Shion! Tadi nyuruh keluar sekarang nyuruh masuk! Maunya apa sih!?
"Bagaimana dia bisa tahu soal Kanon?" pikir Saga curiga
.
.
"Ini kamarmu, apa kamu mengenalinya?" tanya Shion
"Uhm... Kamar Diana ya?"
"Tepat. Anggap ini rumahmu sendiri..." ucap Shion sambil berjalan keluar
"Uhm, Pope Shion! Aku berpikir, apakah-"
"Tidak boleh"
"Loh? Aku kan belum ngomong?"
"Kamu pasti mau ke Jepang menemui orang tuamu kan? Kamu bisa merubah sejarah jadi tak kuperbolehkan..." jelas Shion
"Oh, begitu... Baiklah aku mengerti" balas Mitsuki dengan kecewa dan sedih
Setelah itu, Shion pun meninggalkan ruangan tersebut. Mitsuki juga langsung berjalan ke ranjangnya dan duduk di atasnya
Ia merogoh saku bajunya (Note: Setelah keluar dari tubuh Diana dia kembali mengenakan baju aslinya) dan mengambil Locket Bulannya, ia lalu mengambil Liontin Matahari Teru dan memasukkannya ke Locket tersebut untuk membukanya
Setelah Locket itu terbuka, Mitsuki yang penasaran menekan tombol bertuliskan '1' dari 10 tombol yang ada di Locketnya. Beberapa detik lewat dan tidak terjadi apa-apa...
Tapi akhirnya, sebuah suara keluar dari Locket tersebut. Itu adalah... suara ibunya, Atsuko!
"Mitsuki... Selamat Ulang Tahun yang ke-13. Ibu mempersiakan ini karena ibu tahu ibu tak akan hidup lama... Tapi ibu tak mau kamu sedih karena kematian ibu, ibu ingin kamu menjadi gadis yang ceria... Mitsuki, setiap tombol di Locket ini mengandung sebuah pesan, pesan yang sangat ingin kusampaikan kepadamu. Semoga ini dapat mengisi kekosongan karena kematianku... Sampai jumpa lagi, anakku tersayang, Mitsuki" dengan begitu pesan itupun berakhir
Tanpa ia sadari, air mata mulai membasahi pipinya. Ia rindu, sangat rindu kepada ibunya. Walau ia mencoba menutupinya, anak mana yang tidak rindu akan kehangatan orang tuanya? Walau Teru selalu ada untuknya, walau ia mencoba menutupi lubang karena kepergian orang tua mereka... Tak ada yang dapat menggantikannya. Mitsuki menggengam erat Locket dan Liontin tersebut dan menempelkannya ke dadanya. "Kaasan..." gumamnya pelan
.
.
Tak lama, Mitsuki tertidur. Meski begitu, ia masih menggenggam erat Locket dan Liontinnya. Seakan... jika memegangnya, sebuah kekuatan atau lebih tepat kehangatan memenuhinya "Kaasan... Tousan... Niisan..." gumamnya
~Masa Kini, Olympia Corporation Athens~
Teru yang sibuk menandatangani berbagai dokumen terhenti. "Mitsuki?" gumamnya "Ngomong-ngomong dari tadi, aku tidak mendengar kabar darinya... Rḗgas juga menghilang entah kemana..." pikirnya khawatir "Mitsuki... Kamu baik-baik saja kan?"
「つづく。。。」
SELESAI!
Wina: Hmm...
Teru: Napa?
Wina: Belakangan ini sepi Guest ya?
Mitsuki: Benar juga...
Teru: Kalo begitu tinggal 1 cara!
Wina, Mitsuki: Oh! Cara ITU ya?
Teru: Benar!
Wina: Baiklah ayo siap-
Mitsuki: Etto! Bagi ada yang mau request Guest silahkan sebutkan di Review!
Wina, Teru: MITSUKKKKIIIIII!
Mitsuki: *watados* Eeh, kenapa?
Wina: Baiklah sampai disini dulu!
Mitsuki: *senyum malaikat* Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek!
Teru: SAMPAI JUMPA DI CHAPTER SELANJUTNYA!
