Maaf 2 hari ini nggak Update! Habis dari kemarin saya menginap di rumah sepupu saya, jadi gak bisa Update (kok malah curhat?)

Ya sudahlah, HAPPY READING~

NOTE: Italic=dalam pikiran, jurus

Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...


Mitsuki's POV

Walau aku dipilih Pope Shion menjadi PELAYAN 12 KUIL, aku belum menyetujui keputusannya itu. Dan kejadian hari ini membuatku... ingin menolak

.

.

NORMAL POV

~Kuil Aries~

"MITSUKKKIIII! Bantuin aku dan Mu latihan dong!" jerit Shion. Dengan BANTUIN, mereka maksud... Yap, bisa di tebak. Jatuh ke lantai gara-gara Mu belum cukup kuat ngangkat orang, kependam di tanah gara-gara salah teleportasi, jadi sasaran telepati, dan... Uhm, yang terakhir lebih baik tidak usah disebutkan

~Kuil Taurus~

"MITSUKKKIIII! Bantuin masak dong!" jerit Aldebaran, dan hasilnya malah...

"KYAAA! Aldebaran-san! Taruh pisaunya! Kamu masih terlalu kecil buat memakai itu!"

"ALDEBARAN-SAN! Ovennya bisa meledak kalau disetel segitu!"

"ALDEBARAN-SAANNN! Kamu masukin apaan ke masakannya!?"

Mitsuki kehilangan suaranya dan sama sekali tak bisa berbicara, setidaknya pas naik tangga keluar kuil

~Kuil Gemini~

Nasib sial mendatangi Mitsuki, yang sedang berada di Kuil Gemini bukanlah Saga melainkan Ares

"MITSUKKKIII... Senangnya kamu bisa datang kesini..." sapa Ares dengan senyum licik

"Pasti itu Ares tuh!" pikir Mitsuki "Ng... Saga-san mau apaan? Tuhan tolong jangan ngeres!"

"Oh tenang, aku hanya mau kamu... Membersihkan Clothku!" serunya sambil menunjuk Clothnya yang sekarang ini lebih cocok dibilang BROWN Cloth daripada GOLD Cloth. Gimana nggak? Sangking banyaknya kotoran yang ada di Cloth itu, bahkan hampir memenuhi seluruh permukaannya!

"Mem, bersih, kan, itu?" ucap Mitsuki terbata-bata

"Nanti aku balik ngeliat kerjaanmu!" seru Ares sambil berjalan keluar kuil

"Kamu keterlaluan, Ares..." komentar Saga dalam pikirannya

"Khukhukhu... Gadis itu pati tidak bakal ada niat untuk mencoba, jadi aku ada alasan untuk mengganggunya!" seru Ares kesenangan

"Aku tidak yakin soal itu..."

"Yah, kamu lihat saja kalau tidak percaya!" jeritnya sambil kembali masuk ke kuil

"AH! Saga-san, aku baru selesai membersihkan bagian tangannya... Apakah kamu keberatan mencoba memakainya?" tanya Mitsuki begitu Ares masuk

Sontak, Ares langsung terkejut "Gadis ini... Walaupun tahu itu mustahil tapi ia masih tetap mencoba?" pikir Ares

"Sudah kubilang kan?"

"Ng, Saga-san?"

"KENAPA!?"

Sebelum Ares dapat berbicara lagi, Mitsuki sudah memakaikan bagian tangan Clothnya "Bagaimana? Apakah nyaman?" tanyanya sambil tersenyum

Ares terdiam begitu saja "Aneh... Padahal ini Cloth yang sama dengan sebelum-sebelumnya, tapi kenapa rasanya berbeda? Cloth ini terasa... hangat" pikirnya. Mitsuki hanya berdiri di sana melihati Ares yang memperhatikan bagian tangan yang dia pasang tadi

"Ng... Baiklah kalau begitu, akan kubersihkan bagian Cloth yang lainnya" ucap Mitsuki

"Tunggu!" tahan Ares sambil menarik tangan Mitsuki "Kenapa aku menahannya!?" pikirnya, "Etto... Kamu boleh pergi, biar kubersihkan sisanya" ucapnya malu-malu dan mencoba menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah

"Eh? Uhm, baiklah kalau begitu" ucap Mitsuki sambil berjalan ke arah pintu keluar Kuil Gemini "Barusan itu Saga-san atau Ares?" pikirnya

"Gadis itu... Hebat juga. Ketulusannya bisa sampai menyentuh hati Ares..." komentar Saga sambil tersenyum, bisa ya? Dia kan cuma di pikiran doang?

~Kuil Cancer~

Mitsuki sangat enggan memasuki kuil ini, aura tidak enak saja sudah sangat terasa dari luar. Tapi mau tidak mau ia harus masuk karena sebuah jeritan

"MITSUKKKIIII!" jerit Deathmask

"Deathmask-san!? Kenapa dia!?" seru Mitsuki sambil berlari masuk

Kalian pada tahu kan, kuil Cancer kayak gimana? Berkabut... (mungkin DM beli Fog Machine), Bau tak sedap... (Ya iyalah ada topeng mayat!), dan- SQUISH!

"Eh? Squish?" tanya Mitsuki sembari melihat kebawah. Ternyata dia menginjak sebuah topeng! Tepat di mulutnya lagi!

"KKKKKYYYYYAAAAAA! #$%^&*() #$%$&%*^&*^%$&&*^#$ #!" jeritnya sambil berlari sepanjang kuil itu, tanpa sadar ia menabrak Deathmask dan karena panik memeluknya

"Woi Mitsuki! Main meluk-meluk!" yah ngomong sih begitu tapi dia udah mikir "YES! Rencana gw berhasil! Gw dipeluk Mitsuki!"

" #$%^&*!"

"Hah? Ooh... Kamu kaget ya? Tenang aku ada disini kok" ucap Deathmask sok kece, tak sadarkah kamu ini 14 tahun yang lalu? Kamu baru 9 tahun!

Setelah beberapa saat akhirnya Mitsuki sedikit tenang "Ma, Maaf aku bersikap tidak sopan sangking kagetnya..."

SQUISH!

"Eh?" Mitsuki pun melihat ke bawah lagi dan menemukan tangannya sedang menekan sebuah topeng lain

"KKKKKKKKKKKKKKKYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" (Capslock jebol). " #$%$%$^*&*&)%$# #$#/ / )*(" jeritnya sambil berlari keluar kuil dan Hehehe, menendang Deathmask sampai dia pingsan di lantai

~Kuil Leo~

"A... Aiolia...san..." panggil Mitsuki yang kecapean menjerit dan berlari "A... Airrrrrrrr" ucapnya sebelum pingsan di pintu masuk Kuil ke-5

"MITSUKKKIIII!?"

Gluk Gluk Gluk (suara orang minum air)

"FUWAH!"

"Ahaha, sepertinya kamu haus sekali ya?" komentar Aiolia yang melihat Mitsuki meminum 1 gelas air dalam sekali teguk(?)

"Maaf kalau tidak sopan..." ucap Mitsuki "Habis kejadian seperti itu terjadi di kuil Cancer sih..."

"Memangnya kamu ngapain ke kuil Cancer?"

"Uhm... Kan Pope Shion membuatku menjadi pelayan 12 kuil, jadi kupikir aku keliling kuil bantuin para Saint..."

"Hee..."

"Kalau kamu sendiri? Ada yang bisa kubantu tidak?"

"Hmm... Ada"

"Apa?"

"Kenapa kamu memanggilku dengan embel -san?"

"Eh? Yah, aku pikir biar sopan aja..."

"Tapi aku kan lebih muda darimu!"

"Kalau begitu mulai sekarang aku gak akan memanggilmu dengan -san, bagaimana? Aiolia-KUN..." ucap Mitsuki tersenyum sambil menjongkok agar tingginya sama dengan Aiolia

Muka Aiolia berubah merah melihat senyum Mitsuki, ia cepat-cepat memalingkan wajahnya agar tidak terlihat sang gadis

Mitsuki akhirnya bangun "Baiklah, aku mau ke kuil-kuil lainnya dulu" pamitnya

"Tunggu!"

"Eh? Kenapa lagi?"

"Eh, Ng... Tidak, bukan apa-apa..." ucapnya

"Ya sudah, aku pergi dulu..." ucap Mitsuki sedikit kebingungan

"Kenapa jantung berdebar-debar?" pikir Aiolia

~Kuil Virgo~

Mitsuki berjalan masuk dan menemukan Shaka sedang meditasi

"Sudah kuduga..." gumamnya pelan

"Mitsuki? Ada apa?"

"Ah, maaf aku mengganggu!"

"Tenang saja, tidak kok" ucap Shaka sambil tersenyum

"Begitu? Syukurlah..."

"Ahaha, memangnya kenapa kamu kesini?"

"Etto, aku cuma keliling kuil-kuil dan bantu-bantuin saja..."

"Ooh..."

"Shaka-san mau dibantuin apa gak?"

"Nggak, saya tidak punya kekayaan materi. Sebab kekayaan BLAH BLAH BLAH Kosong adalah isi, isi adalah kosong BLAH BLAH BLAH"

"Ugh... Mulai deh..." pikir Mitsuki, akhirnya dia memutuskan untuk kabur diam-diam. Sayang usahanya itu ketahuan Shaka, padahal dia hampir sampai di pintu keluar

"MITSUKKKIIII!"

"Maaf Shaka-san! Aku masih harus ke kuil lain!" seru Mitsuki sambil mempercepat langkahnya

~Kuil Libra~

Untung kuil ini kosong, jadi Mitsuki bisa langsung ngelewatinnya

~Kuil Scorpio~

"MITSUKKKIIII!" jerit Milo

"Kenapa lagi nih?" gumam Mitsuki pelan

Begitu dia masuk, dia menemukan Milo yang di masa ini berumur 6 tahun, memegang sebuah kertas bertuliskan "Mau jadi pacarku gak?"

Sebuah kedutan muncul di kepala Mitsuki, ia menjongkok dan mencoba keras untuk tersenyum "Maaf Milo-san tapi, Tunggu. Kamu. Lebih. Dewasa. Dariku." Ucapnya dengan penekanan di setiap katanya

~Kuil Sagittarius~

"Selamat pagi, Mitsuki..." sapa Aiolos

"Selamat pagi juga, Aiolos-san" balas Mitsuki

Aiolos tertawa kecil "Bagaimana hari pertamamu?" tanyanya

"Melelahkan, banyak sekali permintaan-permintaan aneh..."

"Ahaha..."

"Ng, Aiolos-san sedang berlatih memanah ya?" tanya Mitsuki yang melihat Aiolos membawa sebuah busur dan panah

"Oh, iya... Mitsuki, kamu mau mencobanya?"

"Eh, ng, tentu saja..." jawabnya sedikit ragu

Ia lalu berjalan ke samping Aiolos dan diberi panah dan busurnya, dia mengambil kuda-kuda dan melepaskan anak panahnya. Tepat sasaran!

"Wah, hebat juga..." puji Aiolos

"Terima kasih" balas Mitsuki sambil tersenyum

"Tapi masih ada yang kurang..."

"Benarkah? Apa?"

Aiolos tiba-tiba berjalan ke samping Mitsuki dan membetulkan posisi Mitsuki, ia membisikkan sesuatu "Kuda-kudamu kurang..."

Wajah Mitsuki berubah sangat merah, mau bagaimana lagi? Aiolos membetulkan posisinya AKA memegang tangannya, dan bagian berbisik itu! Mitsuki belum pernah sedekat ini dengan laki-laki, yah selain Teru tentunya...

"Sa, SAYA PERMISI DULLLLLLUUUUU!" jerit Mitsuki sambil berlari keluar kuil Sagittarius

"Mi, MITSUKKKIIII!?" seru Aiolos, tapi sang gadis sudah terlalu jauh untuk mendengarnya

"Dia kenapa? Kok kabur begitu?" gumam Aiolos yang bingung melihat kelakuan sang gadis "Memangnya tadi aku apain ya?". Ya ampun Aiolos, terkadang kamu lebih polos dari Regulus deh...

~Kuil Capricorn~

Mitsuki berlari secepat mungkin ke kuil Capricorn "Ya ampun, mukaku panas sekali!" jeritnya dalam hati sambil mencoba mengembalikan wajahnya ke warnanya yang semula

"MITSUKKKIIII! AWAS!" jerit Shura dari dalam kuil

"Eh? KYAA!" untung Mitsuki berhasil menghindar, tempat dia berdiri tadi sekarang sudah terbelah menjadi 2

"Maaf! Aku sedang melatih Excaliburku!" seru Shura sambil membantu Mitsuki berdiri

"Tidak apa-apa, aku hanya kaget saja..." ujar Mitsuki

"Kalau begitu kenapa wajahmu merah sekali?"

"Eh, ini, ano, itu, etto..."

"?"

"Shura-san tak butuh apa-apa kan? Kalau begitu aku permisi!" setelah berkata itu ia langsung berlari melewati kuil tersebut

~Kuil Aquarius~

Mitsuki berhenti di depan kuil tersebut, dia terengah-engah. Lain kali jangan lari-lari di 12 kuil...

"MITSUKKKIIII!" jerit Camus

"Camus-san!?"

Mitsuki pun berlari menuju sumber suaranya, disana ia menemukan tumpukan buku

"Loh? Camus-san mana?"

Tak butuh waktu lama untuk menemukan sang Saint Aquarius, ia langsung melihat sebuah tangan di tengah tumpukan itu. Gadis itupun secepat mungkin 'menggali' Camus keluar

"Camus-san, kamu tidak apa-apa kan!? Kok bisa terkubur!?" tanyanya

Camus tidak menjawab ia hanya menunjuk jarinya ke udara. Tak lama terdengarlah suara yang aneh

BRUAK! GRUUUUUUUU! CRASH! GGYYYYAAAAAA!

"Ng, ada yang bisa kubantu?" tanya Mitsuki berusaha mengesampingkan suara aneh tadi

"Bisa bantu membereskan kapal pecah ini?"

~Kuil Pisces~

"Capeeeekkkk..." ucap Mitsuki sambil 'pingsan' di lantai kuil

"MITSUKKKIIII!" panggil Aphrodite

"Ada apa nih?" gumam Mitsuki sambil berjalan masuk kuil

Kaget, itulah reaksi pertama Mitsuki. Kuil Pisces sekarang berubah menjadi seperti Spa, tapi mumpung saya gak pernah ke Spa, saya gak bisa menggambarkannya

"Ehehe, Selamat Datang di Spa Aphrodite!" seru Aphrodite bak resepsonis hotel(?)

"Aphrodite-san... Ini... Kenapa..."

"Aku pikir kamu pasti kecapean jadi aku bangun ini khusus untukmu!" jawabnya, emang kamu Phineas and Ferb apa? Bisa bangun Spa kurang dari sehari

Aphrodite tiba-tiba menyentuh baju Mitsuki dan mencoba menariknya, tapi Mitsuki langsung menggenggam erat tangannya "Mau apa?" tanyanya dengan suara bergetar

"Eh, nggak kok! Cuma mau ganti bajumu ke Bathrobe ini!"

"Tidak usah! Aku tidak mau main salon-salonan!" tolak Mitsuki. Tapi...

Sebuah mawar hitam melesat ke samping kepalanya

"Maaf, tanganku terpeleset. Ehehe..."

Pada tahu artinya kan? Yap benar, Mitsuki terpaksa mengikuti permainan salon si Aphrodite

.

.

~Malam harinya, di kamar sementara Mitsuki~

Malam bulan purnama... Sangking lelahnya, Mitsuki langsung terlelap sedetik setelah ia berbaring di ranjangnya. Menjadi 'pelayan' para Gold Saint sangat melelahkan ya?

~Mimpi Mitsuki~

"Kamu mungkin harus berpikir jangan-jangan Chronos tidak dapat menemukanmu..."

.

Sosok 2 orang pria berambut biru...

.

"Aku... Suka padamu!"

.

Gambaran sebuah bunga Salvia...


「つづく。。。」

SELESAI!
Wina: Hiyaahh! Terima kasih Guest Requestnya, Gianti-chan!
Mitsuki: Ternyata kalian sama-sama suka Deltora Quest ya?
Teru: Walau kita cuma nonton animenya doang...

#ScorpioNoKuga
Teru: Gak papalah yang penting perhatian!
Jasmine: Berarti kalau gak kasihan gak perhatian dong?
Lief: Hei Jasmine, gak sopan...
Jasmine: Biarin aja! Kan memang kenyataannya...
Lief: Ugh, maaf dia memang begitu sifatnya...
Wina, Mitsuki: Gak papa, kita udah biasa...

#Ketrin'Shirouki
Mitsuki: *blush*
Teru: *Ngasah golok(?)*
Wina, Lief, Jasmine: T-T-T-Teru?
Teru: Mau potong seekor kuda...
Wina, Lief, Jasmine: KUDA SETENGAH MANUSIA KALI!?
Teru: Betul, khukhukhu...
ALL: Aiolos... Berhati-hatilah...

#Gianti-Faith
Wina: Maaf aku bikin kalian khawatir...
Mitsuki: Etto, Wina-chan juga gak tau fic ini bakal sepanjang apa...
Teru: Tuh! Dengerin! Jangan salahin aku melulu!
Jasmine: Hei, kalau mau menghukum yang namanya Milo sama DM, aku boleh ikutan gak?
ALL: Mending jangan deh... Kasian merekanya...

Wina: Baiklah! Seperti biasa!
Teru: Terima kasih sudah mau membaca sampai habis!
Mitsuki: *senyum malaikat* Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek!
Lief: Silahkan mereview! Tapi kalau tidak mau juga nggak papa...
Jasmine: Maaf sudah lama menunggu!
ALL: SAMPAI JUMPA DI CHAPTER SELANJUTNYA~