Mulai hari ini saya sudah kembali sekolah, jadi maaf kalau jadi jarang update ya! X(

HAPPY READING~

NOTE: Italic=dalam pikiran

Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...


Mitsuki baru saja bangun dari tidurnya

"Mimpi yang aneh..." gumamnya

.

.

Mitsuki berjalan masuk ke Pope Hall dan berlutut hormat di depan Shion

"Kenapa anda memanggilku? Pope Shion..." tanyanya

"Mitsuki, berdirilah..."

Mitsuki pun berdiri

"Tidak mudah bagiku untuk mengatakan ini, tapi..." lanjutnya "Kamu harus mendengarnya..."

Untuk beberapa saat, suasana menjadi sepi dan tegang

"Mitsuki..." akhirnya Pope kembali berbicara "Kamu mungkin harus berpikir jangan-jangan Chronos tidak dapat menemukanmu..."

Mitsuki seketika membeku, ia merasa seakan-akan sebuah panah menembus dadanya, "Apa... Maksudmu?"

Shion mendesah panjang. "Sudah 2 hari berlalu... Semakin lama kamu ada disini, semakin kecil kemungkinanmu dapat kembali ke masamu..."

"Tidak..." ucapnya pelan

"Hn? Barusan kamu bilang apa?"

"AKU BILANG TIDAK!" serunya "Aku tahu, aku tahu itu dari awal! Tapi aku menolak untuk mempercayai itu!"

Shion sedikit terkejut, sudah lama sekali ada orang yang berani meneriakinya. Yang terakhir berani melakukannya adalah... Diana

"Maaf aku lancang tapi... Kumohon, percayalah... Chronos, bukan, Rḗgas-san pasti menemukanku..." lanjutnya

.

.

Siang hari, karena para Saint sibuk latihan, Mitsuki memutuskan untuk berjalan-jalan keliling Sanctuary. Sepanjang perjalanan ia tak henti-hentinya memikirkan kata-kata Pope Shion

"Kamu mungkin harus berpikir jangan-jangan Chronos tidak dapat menemukanmu..." kata-kata itu terus terngiang di pikirannya

"Kalau itu benar-benar terjadi..."

"Argh! Jangan! Berhenti berpikiran pesimis! Rḗgas-san pasti menemukanku! Pasti!"

"Daripada mengkhawatirkan itu, lebih baik aku menikmati saat-saat aku disini!"

Ia pun kembali optimis, tapi...

"Tapi... Aku yang berasal dari masa depan, apakah bisa merubah sejarah? Agar Aiolos-san tak pernah mati, Saga-san dan Gold Saint yang lainnya tak mati juga..."

"Tidak! Tidak boleh, Rḗgas-san dan Shion-san sudah pernah bilang. JANGAN MERUBAH SEJARAH. Benar Mitsuki, jangan merubah sejarah!"

Tanpa ia sadari, ia sudah berjalan sampai ke Cape Sunion

"Wah, aku terlalu serius berpikir aku tak sadar sudah sampai disini..." gumamnya

Dia berniat kembali ke 12 kuil, tapi sebuah sosok menarik perhatiannya. Sosok seorang pria berambut biru yang memegangi kakinya... Kakinya, berdarah? Mitsukipun segera berlari ke arah pria itu

"Apakah anda baik-baik saja!?" tanyanya bahkan sebelum sampai ke tempat si pria

Pria itu terlihat kaget dan mencoba bangun, tapi kakinya terlalu sakit untuk berdiri apalagi berjalan

"Apakah anda baik-baik saja?" tanya Mitsuki lagi, tapi tidak dijawab. Pria itu memalingkan wajahnya sehingga tidak terlihat. "Wah, berdarahnya parah sekali..." ujar Mitsuki begitu melihat luka si pria

Iapun memusatkan Cosmo ke tangannya dan menempelkannya ke bagian kaki si pria yang terluka. Awalnya, pria itu menoleh dan meringis kesakitan tapi segera memalingkannya sebelum Mitsuki dapat melihat wajahnya

"Jangan-jangan orang ini... Kanon-san?" pikirnya "Ah! Fokus ke Cosmonya! Jangan pikirin gituan dulu!"

Setelah penyembuhannya selesai, Mitsukipun berpaling ke pria itu "Fuh, tenang saja... Sudah selesai, tapi darahmu harus kamu bersihkan sendiri..." lanjutnya "Saga-san...". Sebenarnya Mitsuki tahu itu Kanon, tapi demi kebaikan Kanon dan dirinya sendiri, ia berpura-pura tidak tahu

Kanon tidak sadar menoleh dan memandang Mitsuki dengan pandangan 'Eh?'

"Tuh benar kan! Moo... Kenapa Saga-san harus menyembunyikan wajah sih!?"

"Eh, itu... Kan memalukan seorang Gold Saint terluka seperti ini!" ucap Kanon mencari alasan

"Dasar, memang mananya yang memalukan?" komentar Mitsuki "Luka itu sesuatu yang harus disembuhkan, bukan sesuatu yang memalukan..."

Kanon tidak bereaksi...

"Fuh, ya sudahlah. Aku kembali ke 12 kuil dulu. Ingat untuk membersihkan luka itu ya! K-, Saga-san..." ucap Mitsuki sambil berlari kembali ke Sanctuary, meninggalkan Kanon sendirian. Yah, tidak benar-benar sendirian...

"Kamu boleh keluar, Saga..." ucap Kanon tiba-tiba

"Kamu sadar ya?" ucap Saga sambil keluar dari tempat persembunyiannya

"Memangnya gadis tadi siapa? Sepertinya dia mengenalmu..."

"Dia pelayan 12 Kuil, namanya Mitsuki..."

"Hee... Mitsuki, kah?" ucap Kanon dengan ekspresi yang sedikit berbeda dengan biasanya

Saga yang menyadari perubahan ekspresi adiknya langsung kembali berbicara "Kamu harus berhati-hati, Kanon. Gadis itu... Dia tahu keberadaanmu"

"Benarkah? Tapi dia mengiraku kamu tadi..."

"Entahlah... Aku, merasakan sesuatu yang besar dan misterius dari gadis itu..."

Kanon memandang saudara kembarnya itu dengan tanda tanya di kepalanya

.

.

Terlihat Aiolos dan Aiolia sedang berlatih di tempat biasa mereka, yap benar. Di tebing besar. Tapi, entah kenapa Aiolia terlihat melamun

"AIOLIA! AWAS!" jerit Aiolos

"Eh- DAAH!" terlambat, sebuah batu mendarat di wajahnya

"Dasar! Makanya jangan melamun!" hardik Aiolos

"Itte te..." erang Aiolia sambil mengusap wajahnya yang sedikit merah akibat batu tadi

"Memangnya kamu mikirin apa sih?" tanya Aiolos

Wajah Aiolia langsung berubah merah, setidaknya lebih merah dari sebelum "Bu, Bukan apa-apa kok!" serunya

"Benarkah?"

Tapi sayang pertanyaan Aiolos tidak terjawab karena kehadiran seorang gadis

"AIOLOS-SAN! AIOLIA-KUN!" panggil Mitsuki dari kejauhan

"Hai Mitsuki, kenapa datang ke sini?" tanya Aiolos, menghiraukan Aiolia yang bersembunyi di belakangnya

"Pope Shion memintaku membawakan makan siang untuk para Gold Saint" jawabnya

"Ooh..."

"Ya sudah, ini makan siangnya. Aku permisi dulu" ucapnya sambil menyodorkan sebuah keranjang piknik

"Ah, kamu mau ikut makan siang tidak?" tanya Aiolia tiba-tiba

"Eh? Ng, aku nggak ada kerjaan lain sih... Aku sudah mengirimkan makan siang buat yang lain"

"Ya sudah! Ayo makan siang bersama" lanjut Aiolia

"Ba, baiklah... Ngomong-ngomong kenapa wajahmu merah?"

"Eh, ini... Kena batu"

"Apa?"

.

.

Mereka pun makan siang bersama dan sepanjang makan siang itu, Aiolos dan Mitsuki asyik mengobrol...

"Bagaimana kemampuan memanahmu, Mitsuki?" tanya Aiolos

"Eh? Masih sama seperti kemarin..."

"Ooh... Kalau kamu berminat aku bisa melatihmu"

"Ah! Tidak! Tidak terima kasih!" tolak Mitsuki

"Jangan-jangan kamu masih kepikiran kejadian kemarin?"

Muka Mitsuki langsung berubah merah merona

"Memangnya terjadi apa kemarin?" sela Aiolia

"Kemarin pas Mitsuki ke kuilku, kebetulan aku sedang latihan memanah. Jadi dia juga ikut latihan... Tapi kuda-kudanya agak kurang jadi aku benerin, eeh tau-tau dia lari..." jelas Aiolos

"Habis cara Aiolos-san itu!" seru Mitsuki

"Memangnya caranya salah ya?" tanya Aiolos polos

"SUDAH JELAS SALAH!"

Keduanya pun bertengkar kecil...

"Tch... Kenapa aku kesal begini? Jangan-jangan aku cemburu?" pikir Aiolia "Apa aku benar-benar suka Mitsuki?"

"Aiolia! Kok melamun lagi sih!?"

"Eh? Ah, tidak Aiolos-nii..."

"Oya, ngomong-ngomong soal saudara... Apakah Saga-san punya saudara?" tanya Mitsuki

"Hmm... Sepertinya tidak..." jawab Aiolos

"Begitu ya... Mereka tidak tahu"

"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan itu?" tanya Aiolia

"Nggak, penasaran aja. Soalnya aku sering dengar Saint Gemini memiliki kembaran"

"Ooh... Tapi aku tidak pernah dengar dari Saga dia punya saudara atau tidak" balas Aiolos

"Ya sudahlah lupakan saja!" ucap Mitsuki sambil berdiri

"Kamu mau kemana?" tanya Aiolia

"Kembali ke Papacy..."

.

.

~Pope Hall, Papacy~

"Mitsuki, kebetulan sekali..." sapa Shion begitu Mitsuki masuk

"Pope Shion... Ada apa?"

"Aku mau memintamu menjalankan sebuah misi, apa kamu setuju?"

"Tergantung dengan misinya..."

"Tenang aku hanya ingin kamu mengirimkan surat ini..." ucap Pope sambil menyodorkan secarik surat, Mitsuki pun menerimanya

"Boleh saja... Harus kukirim ke siapa?"

"Ke Rozan, lebih tepatnya ke Gold Saint Libra, Dohko"


「つづく。。。」

SELESAI!
Teru: Tambah panjang saja...
Wina: Ehehe, mau mecahin rekor!
Mitsuki: Emang rekornya berapa?
Wina: 15! Yang 'Kalau Goldies Mengajar di 8-6'
Mitsuki: Waduh, nggak pulang-pulang nih...
Teru: Sudah cukup soal itu! Ayo kita sambut Guest kita hari ini... Hikari dan Takeru dari Digimon Adventure!
Hikari, Takeru: Salam semuanya...
Wina: Loh? Tailmon sama Patamon nggak ikut?
Hikari: Iya, mereka bilang ada rapat penting...
Mitsuki: Rapat?
Takeru: Rapat antar Digimon...
ALL: Ooh...

#Gianti-Faith
Wina: *sweatdrop* Sophie, gituan gak usah diirin...
Mitsuki: Semua orang pasti malu-malu kalau nembak orang yang disuka
Hikari: Kalau tidak grogi justru aneh
Teru: Cewek-cewek kayaknya ngerti banget soal gituan ya, Takeru?
Takeru: ( ^_^;)
Mitsuki: Oya Sophie-chan, cara khususnya itu apa? Aku mau coba pakai \(^ ^)/
ALL: Mendingan jangan deh...

#Ketrin'Shirouki
Wina: Iya tuh, nggak berubah sama sekali
Teru: Tapi si Aiolia harus berubah, HARUS!
ALL: Dasar Sister Complex!
Mitsuki: Wina-chan, brokedown bukannya rusak? Memang Henna-chan robot ya?
Wina: Eeh... *sweatdrop*

Wina: Sampai di sini dulu!
Mitsuki, Hikari: Terima kasih sudah mau membaca sampai habis!
Teru, Takeru: Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek!
ALL: SAMPAI JUMPA DI CHAPTER SELANJUTNYA!