Tch, Chapter ini kependekan... Maaf ya! Selamat menikmati...
HAPPY READING~
NOTE: Italic=dalam pikiran
Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...
Rozan, sebuah dataran terpencil yang terletak di China. 1.000 km di baratnya adalah tempat Athena Sasha menyegel Hades dan Specternya 200 tahun yang lalu. Di tempat inilah Dohko sang Gold Saint Libra tinggal dan menjaga segel tersebut
"Fuh... Jalannya terjal sekali" gumam Mitsuki ketika menyusuri jalan di sekeliling tebing menuju Rozan. Ia sekarang mengenakan pakaian latihan yang sama dengan yang diberi Marin saat ia pertama datang ke Sanctuary. Ia juga membawa topengnya, tapi tidak dikenakan. Alasannya? Pengap + Tidak ada orang di sana jadi tidak apa-apa kan?
Tak lama, Mitsuki melihat seorang kakek-kakek bertubuh kecil dan (anehnya) berkulit ungu. Kita semua tahu dia siapa kan? Betul, dia adalah Libra Dohko dalam sosok orang tua. Sayangnya, Mitsuki baru bertemu Dohko dalam sosok mudanya jadi ia tidak mengenali kakek itu
Ia pun mengenakan topengnya dan mendekati sang kakek "Permisi kek, apakah kakek tahu orang bernama Dohko di sekitar sini?" tanyanya dengan sopan
"Tentu saja. Dia biasanya berada di air terjun Rozan..." jawab Dohko tidak mengungkap identitasnya sebenarnya
"Ooh... Terima kasih, kek" ucap Mitsuki
"Sama-sama, Ojouchan..."
Mitsuki baru bermaksud melanjutkan perjalanannya tapi ia memutuskan untuk kembali ke tempat kakek tadi
"Loh? Kenapa kamu kembali lagi?" tanya Dohko "Bukankah kamu mau bertemu dengan orang yang bernama Dohko itu?"
"Ng, memang sih... Tapi aku khawatir dengan kakek. Rumah kakek dimana? Biar ku antar sampai pulang..."
Dohko tersenyum kecil, tapi tertutupi topi capingnya "Kebetulan rumah kakek dekat dengan air terjun Rozan..." ucapnya
"Wah, benarkah? Kebetulan sekali..."
"Hohoho..."
Mitsuki langsung terpikirkan hal lain "Ano, apa kakek capek? Aku bisa menggendong kakek" ucapnya sambil menjongkok dan berposisi bersiap-siap menggendong seseorang
"Wah, baik sekali... Tapi kakek lebih berat dari kelihatannya loh!" tolak Dohko
"Kakek yakin?"
Dohko hanya mengangguk saja
"Baiklah, kakek tunjukkan jalannya ya..."
Mereka berdua pun berjalan menyusuri tebing tersebut, lalu masuk ke sebuah hutan bambu, melewati sebuah sungai, sampai akhirnya menemukan sebuah rumah sederhana di tengah hutan tersebut
"Apakah kamu mau masuk dan beristirahat dulu?" tawar Dohko
"Tidak terima kasih kek, aku mau bertemu dengan Dohko-san secepatnya..."
"Begitu? Walau harus bertemu denganku secepatnya dia masih menyempatkan diri menolong seorang 'kakek' kesusahan... Gadis ini baik hati sekali"
"Kalau begitu aku permisi, jaga diri kakek..."
"Kamu juga Ojouchan, kalau kamu menyusuri jalan itu kamu akan sampai di air terjun Rozan..." ucap Dohko sambil menunjuk sebuah jalan
"Terima kasih kek..." ucap Mitsuki sambil menuju jalan tadi
.
.
Begitu kakek tadi tidak terlihat, Mitsuki kembali melepas topengnya. Maklumlah dia belum benar-benar terbiasa mengenakan topeng itu. Ia menyusuri jalan yang ditunjuk kakek tadi dan benar saja! Baru beberapa menit ia berjalan, tapi ia sudah dapat mendengar deru air terjun Rozan. Ia mempercepat langkahnya sampai akhirnya dia melihat air terjun itu, ia melihat di tebing dekat air terjun tersebut. Ada seseorang yang duduk di sana
"Itu pasti Dohko-san!" pikir Mitsuki
Ia pun mengenakan topengnya dan berjalan ke tebing satu lagi
Begitu sampai di tebing itu, sosok tadi langsung menyapanya
"Hohoho, akhirnya kamu sampai juga ya! Ojouchan"
"Eh? Ka, kamu... Kakek yang barusan?" ucap Mitsuki kaget "Kenapa kakek ada disini?"
"Kamu bilang ingin bertemu dengan Dohko kan? Makanya aku datang..."
"Ja, jangan-jangan..."
"Hohoho, benar. Aku adalah Libra Dohko!" serunya
"A-A-A-A-A-APPPPAAAAA!?"
"Hohoho, sepertinya kamu tidak percaya ya? Ya sudahlah akan kubuktikan"
Sebenarnya Mitsuki sudah percaya, tapi Roushinya aja yang mau, err... pamer
Roushi 'melepas' samaran kakek-kakeknya dan menunjukkan wujud mudanya, tatonya dan itu juga berarti dia -sama dengan Shiryu (Shiryu: WOI!)- tidak memakai baju O_O
"Bagaimana? Sekarang kamu percaya?"
"Daritadi malahan..." pikir Mitsuki sembari sweatdrop
"Lalu? Mau apa kamu bertemu denganku? Topeng itu... Kamu pasti dari Sanctuary ya? Apa mau Shion?"
"Pope Shion memintaku mengantarkan surat ini" jawab Mitsuki sembari mengeluarkan surat yang dititipkan Shion kepadanya
Roushi pun turun dari tebingnya ke tebing tempat Mitsuki berdiri, ia menerima surat tersebut dari Mitsuki dan langsung membacanya
Sebuah senyum penuh arti muncul di wajah Dohko setelah ia membaca surat tersebut
"Ng, apa aku boleh tahu isi surat itu?"
"Oh! Tentu boleh! Tapi tidak semua..." ucap Roushi "Surat ini berisi tentangmu, Mitsuki. Bahwa kamu adalah reinkarnasi Diana dan berasal dari masa depan..."
Mitsuki mengangguk mengerti
"...dan juga tentang kelahiran Athena"
Mitsuki terkejut setengah mati, kalau hitungannya tepat. Athena akan terlahir setahun lagi, dan tepat setelah itu Saga akan... membunuh Shion dan Aiolos
"Hanya itu?" tanya Mitsuki
"Ada lagi, Shion ingin aku melatihmu..."
"Melatihku?"
"Ya setidaknya selama kamu ada di Rozan ini..."
"Eh?"
"Di sini tertulis Shion ingin kamu kembali ke Sanctuary saat matahari terbenam. Jadi kamu akan berlatih denganku sampai matahari terbenam!"
"Matahari terbenam... Sekitar 6 setengah jam lagi" pikir Mitsuki
"Bersiaplah Mitsuki!"
"Sebelum itu ada satu yang ingin kutanyakan..."
"Apa itu?"
"Dohko-san... Mau bertelanjang dada seperti itu terus?" tanyanya sambil sweatdrop dan menunjuk badan Roushi
.
.
~Pope Hall, Papacy, Sanctuary, Athens, Yunani, Eropa, Bumi~ (Readers: KEPENDEKAN! Author: Oya? Yaudah tambahin tata surya dan galaksinya...)
Shion tersentak bangun dari takhtanya saat merasakan Cosmo yang kuat, bahkan setingkat dengan para dewa
"Siapa disana!?" jeritnya
"Tenanglah Pope, aku tidak ada niat untuk membuat kekacauan di Sanctuary ini..." ucap sebuah suara
Shion mendongak dan melihat sebuah portal terbuka, dari portal itu keluar seorang pria
"Aku adalah Dewa Chronos... Apakah kamu melihat seorang gadis berambut cream dan mata biru safir? Aku datang untuk menjemputnya..."
「つづく。。。」
SELESAI!
Wina: Hampir nyampe Klimaks nih!
Teru: Akhirnya Mitsuki pulang juga!
Mitsuki: Tapi projek setelah fic ini kan... Agak ngeres
Wina: Eits! Jangan Spoiler!
Jou: Kayaknya kita dilupain ya, Money Bag?
Kaiba: Hm! Jangan samain aku dengan kamu, Anjing Kampung!
Jou: APA KAMU BILANG!?
Wina: Sori kita ngacangin kalian! Jangan berantem dong!
#Gianti-Faith
Wina: Ya kan? Udah kubilang apa...
Jou: Khukhukhu boleh juga tuh, biar ku praktekin ke dia *nunjuk Kaiba*
Kaiba: *muncul kedutan*
Teru: Eeh... *sweatdrop*
Mitsuki: Sophie-chan tenang! Liat! Kayaknya aku udah mau balik!
ALL: Kayaknya...
Wina: Oya? Gimana reaksinya? Cukup memuaskan?
#ScorpioNoKuga
Mitsuki: Uhm... Nyelamatin aku dari apa?
Teru: *nangis* Makasih Kuga...
Kaiba: Cengeng!
Jou: Untuk satu ini kita setuju, Bocah Medit!
Teru, Kaiba: NGAJAK RIBUT HAH!?
Wina: *sweatdrop* Harusnya aku nggak satuin mereka...
#Ketrin'Shirouki
Wina: OK! Sudah disampaikan!
Mitsuki: Henna-chan MAAF! Aku gak bermaksud begitu! *berlutut*
Kaiba: Gadis ini terlalu baik
Jou: Mana cakep lagi, tipeku banget...
Teru: Barusan kamu ngomong apa? *deathglare Jounouchi*
Jou: GLEK! Bukan, Nggak ngomong apa-apa!
Kaiba: Khukhukhu...
Wina: Sam-
Jou: SAMPAI DI SINI DULU!
Wina: *muncul perempatan*
Mitsuki: Ma-
Jou: Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek!
Mitsuki: *senyum nervous+sweatdrop*
Teru: Si-
Jou: Silahkan mereview! Tapi kalo gak mau juga gak papa!
Teru: Minta di bogem ni orang...
Kaiba: Sa-
Jou: *baru mo ngomong*
Kaiba: *deathglare* Berani motong hah?
Jou: *nggak jadi ngomong*
ALL: SAMPAI JUMPA DI CHAPTER SELANJUTNYA!
