Huwaa... Chapter ini lebih panjang dari biasanya... Jurus-jurus yang dipakai Mitsuki juga muncul! Walau tidak semua...

HAPPY READING~

NOTE: Italic=dalam pikiran, jurus

Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...


"Kamu... adalah Chronos?" tanya Shion

"Iya, aku tanya sekali lagi. Apa-"

"Ada, Mitsuki kan?" potong Shion membuat Rḗgas kaget setengah mati

"Apakah dia memberitahumu semuanya?" tanya Rḗgas

"Iya, semua... Setidaknya yang ia ketahui"

"Jangan-jangan. Kamu tahu soal itu?"

"Iya, 100 tahun yang lalu... Pada malam setelah aku mencabut Phantom Arrow di dadanya, aku memberitahunya soal dirinya. Tapi pada waktu itu, aku juga belum mengetahui jati dirinya yang asli... Peristiwa yang terjadi berbulan-bulan setelah itulah yang mengungkap semuanya..."

"Saat Diana menyegel para Akumu?"

"Benar, tepat sebelum itu ia menyadarinya sendiri. Karena itulah ia dapat menyegel ratusan Akumu itu..."

"Begitukah? Ngomong-ngomong dimana Mitsuki sekarang?"

"Rozan" jawab Shion pendek

"APA!? Jadi sia-sia aku datang ke Sanctuary ini dong!"

"Hahaha... Tenang, aku telah meminta Mu untuk menjemputnya nanti..."

"'Nanti' itu kapan?" tanyanya lagi agak jengkel

"Saat matahari terbenam..."

"Ooh, matahari terbenam- TUNGGU! 6 setengah jam lagi dong!?"

"Sayangnya, iya. Sambil menunggu matahari terbenam santai-santai saja dulu di Sanctuary..." usul Shion

"Tch! Tidak ada pilihan lain ya? Ya sudahlah... Oya, apakah Libra tahu soal itu?"

"Sekarang... Iya"

"?"

.

.

~Kembali ke Rozan~

"Apa kamu sudah siap, Mitsuki?" tanya Roushi dengan posisi siap menyerang

"Siap! Roushi!" jawab Mitsuki dengan posisi yang sama

Roushi pun langsung menerjang Mitsuki dan melancarkan berbagai pukulan dan tendangan, walau semua berhasil dihalau Mitsuki... Gerakannya terlalu lambat

"STOP!" seru Roushi tiba-tiba "Aku tahu masalahmu, Mitsuki lepas topengmu itu..."

"Eh? Tapi peraturannya-"

"Diamkan saja... Kamu bukan benar-benar seorang Saint"

"Ba, Baiklah..." Mitsuki pun melepaskan topengnya

"OK, ayo kita mulai sekali lagi"

Roushi kembali menerjang Mitsuki, dan benar saja! Gerakan dan reaksi Mitsuki lebih sigap dan cepat dari sebelumnya, ia berhasil menghalau serangan Roushi dengan mudah

"Sekarang!" seru Mitsuki dalam pikirannya sambil mengayunkan kakinya. Sayang, Roushi berhasil menghindarinya dan melompat ke belakang Mitsuki

"Boleh juga..." komentarnya

"Terima kasih" balas Mitsuki

"Tapi segitu saja tidak cukup, kamu memiliki Cosmo yang sangat tinggi. Bahkan melebihiku, kamu harus belajar menggunakan Cosmo itu! Aku akan menyerang dengan Cosmoku sekarang, jadi gerakannya akan lebih cepat dari yang tadi. Siap? Mulai!" bersamaan dengan itu Roushi menerjang Mitsuki

Mitsuki sedikit terkejut, gerakan Roushi SANGAT lebih cepat dari sebelumnya. Lebih sulit bagi Mitsuki untuk menahan serangannya

"Cepat sekali! Kalau begini terus aku tidak bisa menahannya! Aku harus konsentrasikan Cosmoku, konsentrasi... Konsentrasi!"

Mitsuki pun mengkonsentrasikan Cosmonya, bahkan hampir mencapai Seventh Sense

"Eh? Kenapa ini? Gerakan Roushi terlihat lambat sekali... Kalau begini dapat dengan mudah kuhalau..." pikirnya

Ia pun kembali menahan serangan Roushi dan sesekali menyerang balik

"Gerakannya berubah cepat sekali, padahal baru diberitahu sekali tapi dia langsung berhasil mempraktekannya. Fuh! Zaman sekarang banyak sekali orang-orang berbakat dan jenius..." (Author: Bukan Mitsuki aja loh Roushi... Nanti masih ada Sophie dan Henna)

Roushi tidak konsentrasi selama sedetik, tapi itu cukup bagi Mitsuki untuk melancarkan sebuah pukulan. Dan pukulan itupun mengenai Roushi tepat di perut Roushi

OUCH!

Karena kerasnya pukulan tersebut, Roushi sampai terdorong mundur

"Ro, Roushi! Anda tidak apa-apa!? Maaf! Aku benar-benar minta maaf!" seru Mitsuki kelabakan

"Tidak apa-apa, gak usah minta maaf begitu. Kan tujuannya memang melukaiku... Tapi dia terlalu baik, bisa gawat kalau dia minta maaf ke lawannya nanti..."

.

.

~Kuil Aries, Sanctuary~

"APA!? MITSUKI ADA DI ROZAN!?" jerit Aiolia "Kamu tidak bercanda Mu?"

"Iya Aiolia... Guru sendiri yang menyuruhku menjemputnya nanti..."

"Hmm... Begitu ya..." ucap Aiolia, nadanya terdengar kecewa

"Memangnya kamu mau ngapain?"

"Ng, Nggak kok... Ya sudah! Aku kembali ke kuilku!"

Dengan begitu Aiolia pun berjalan kembali ke Kuil Leo

"Ng? Bunga?" gumam Mu ketika melihat setangkai bunga di kuilnya

.

.

Aiolia berjalan ke kuilnya dengan murung dan karena dia tidak memperhatikan jalan, dia pun menabrak seseorang dan terjatuh

"Apakah kamu baik-baik saja, dik?" tanya orang itu sambil mengulurkan tangannya kepada Aiolia, Aiolia langsung menerimanya dan bangun

"Terima kasih, Ng..."

"Rḗgas, namaku Rḗgas"

"Rḗgas? Aku belum pernah mendengar nama itu... Apa paman baru di sini?"

"Dik, aku baru 19 tahun... Jangan panggil aku paman!" ucapnya sambil tersenyum, tapi kedutan di kepalanya berkata lain

"Eeh, maaf. K-Kak..."

"Iya, tidak apa-apa..." ucapnya sambil mengelus rambut Aiolia lalu melanjutkan perjalanannya turun

"Siapa paman- eh, kakak itu?" gumam Aiolia

.

.

Begitu keluar dari 12 kuil, Rḗgas berhenti dan memandangi tangannya

"Leo Aiolia... Maaf aku menggunakan kemampuan psychometryku di kamu ya..." pikirnya "Aku mendapat informasi yang menyusahkan pula, anak itu... Dia menyukai Mitsuki, ini bisa jadi masalah besar..."

.

.

~Kembali ke Rozan~

"Baiklah, pemanasannya sudah selesai!" seru Roushi

Mak! Yang tadi itu pemanasan? Untung Roushi bukan guru olahragaku dah!

"Sekarang kita akan ke inti latihan ini, Cosmo..." ucapnya "Semua makhluk dan benda di dunia ini terbuat dari atom, untuk menghancurkan benda tersebut kamu harus menghancurkan atomnya..."

Roushi lalu mengambil sebuah batu

"Contohnya..." Roushi lalu meremas batu itu menjadi kepingan-kepingan kecil "Menghancurkan batu ini adalah salah satu syarat awal menjadi Saint, atau dalam kasusmu menguasai Cosmo..." lanjutnya "Nah, sekarang ambillah sebuah batu dan coba hancurkan, tapi jangan frustasi kalau tidak berhasil berkali-"

"Sudah kuhancurkan Roushi!" potong Mitsuki

"Eh?"

Roushi pun melihat batu di tangan Mitsuki telah hancur berkeping-keping

"Berhasil menghancurkan batu dalam sekali coba, pengendalian Cosmonya hebat juga..." pikir Roushi "Tapi jangan senang dulu, masih banyak yang harus kamu pelajari sebelum benar-benar dapat mengendalikan Cosmomu..."

Bersamaan dengan itu, sebuah batu besar jatuh ke arah Mitsuki. Roushi langsung berlari kearah Mitsuki dan mengangkat jari telunjuknya. Batu itu langsung hancur berkeping-keping ketika mengenai jari telunjuknya

"Kalau kamu sudah benar-benar ahli, kamu bahkan tidak perlu menggunakan tanganmu untuk menghancurkan batu itu..."

"Gold Saint memang hebat!" puji Mitsuki

Roushi terkekeh "Ini kedua kalinya ada yang berkata seperti itu padaku..."

"Eh?"

"Shuiro juga mengatakan hal yang sama begitu aku memperlihatkan kemampuanku"

"Shuiro... Gold Saint Libra 100 tahun yang lalu" gumam Mitsuki

"Benar, gadis itu benar-benar berbakat. Ia berhasil mencapai Seventh Sense dalam usia 15 tahun..." ucap Roushi "Karena itulah aku mempercayakan Libra Cloth kepadanya. Yah, walau setelah menikah ia langsung mengembalikan Cloth itu ke aku! Hahaha!"

"Shuiro menikah dengan siapa ya?" pikir Mitsuki

"Cukup soal itu, ayo kembali ke latihan!" seru Roushi tiba-tiba

"Yang mulai kan Roushi..."

~SKIP TIME~

Sudah entah berapa jam lewat setelah mereka berlatih, nafas Mitsuki mulai terengah-engah. Langit juga mulai berubah jingga

"Mitsuki, apa kamu mau istirahat dulu?" usul Roushi

"Tidak terima kasih, Roushi! Kalau Roushi mau istirahat, istirahat saja!" tolak Mitsuki "Aku hanya punya waktu sampai matahari terbenam, sampai saat itu aku harus melatih pengendalian Cosmoku!"

"Hehehe... Jangan berlatih terlalu keras!" seru Roushi

.

.

"KYAA!" jerit Mitsuki ketika Cosmonya tiba-tiba 'meledak' di tangannya "Belum!" jeritnya lagi dengan wajah serius

"Mitsuki, sebenarnya apa maumu?" tanya Roushi

"Aku bermaksud menkosentrasikan Cosmoku ke tanganku dan membentuk bola Cosmo di telapak tanganku"

"Ooh... Hm, Mitsuki... yang kamu coba itu adalah hal yang hanya bisa dilakukan oleh para Gold Saint" ucap Roushi

"Mungkin, tapi aku ingin mencobanya... Jika aku bisa memfokuskan Cosmoku dalam bentuk bola di tanganku, berarti kendali atas Cosmoku meningkat bukan?"

"Benar... Tapi butuh waktu lama untuk menyempurnakannya..."

"Yah, paling tidak kucoba..."

Mitsuki kembali menkonsentrasikan Cosmonya, beberapa waktu kemudian sebuah bola Cosmo terbentuk di telapak Mitsuki

"Sekarang pertahankan bentuk itu!"pikir Mitsuki

1 menit...

5 menit...

10 menit...

30 menit...

Bola Cosmo itu tidak berubah bentuk ataupun meledak, bola itu tetap dan tidak bergerak

"Bagus juga Mitsuki, kendali Cosmomu meningkat dalam waktu singkat!" puji Roushi "Sekarang coba gunakan bola Cosmo itu sebagai senjata"

"Senjata?"

"Jika bola Cosmo itu kamu lancarkan pada lawanmu, luka yang ditimbulkannya sangat besar... Ya, setidaknya sesuai dengan besar Cosmo yang ada di dalamnya..." jelas Roushi "Nah, coba lemparkan bola itu ke arahku!"

"Apa!? Aku mana mungkin melakukan itu pada Roushi!" jerit Mitsuki

"Tapi kamu harus! Bayangkan ini sebagai ujian kelulusanmu!" perintah Roushi

Mitsuki terlihat ragu "Maaf... Roushi..." ucapnya pelan. Ia lalu melempar bola Cosmo di tangannya ke arah Roushi dan benar saja! Bola Cosmo itu berhasil melukai Roushi, untungnya tidak parah

"Bagus, Mitsuki... Sekarang ayo kita latih agar kamu bisa leluasa menggunakannya saat pertarungan"

Mereka pun memulai latihannya, Mitsuki terus mencoba membentuk bola Cosmo dan melemparkannya ke arah Roushi. Tapi kekuatannya berbeda dengan bola Cosmo yang pertamanya

"Lemah! Kalau segitu saja tidak bisa melukai seorang Gold Saint, Mitsuki!" seru Roushi "Atau jangan-jangan kamu sengaja tidak ingin melukaiku?"

"Ti, Tidak Roushi!"

"Bagus! Ayo tingkatkan kekuatanmu!"

Mitsuki kembali membentuk bola Cosmo itu, tapi tidak 1, tidak 2, tidak 3, tidak 4, tapi 5! 5 bola Cosmo dibentuknya sekaligus

"MOONSTONE SATELLITE!" serunya ketika melancarkan bola-bola Cosmo itu

Roushi tidak mampu melindungi diri dari serangan itu

"Ugh, kerja bagus Mitsuki..." ucapnya "Tapi segitu saja tidak cukup untuk menghabisiku!" Roushi langsung melancarkan Rozan Sho Ryu Ha ke Mitsuki

"CALLISTO!" Mitsuki menfokuskan Cosmo ke tangannya dan berperan menjadi perisai

"Kekuatanmu benar-benar bertambah..." puji Roushi dalam hatinya

"Rou, shi... Apakah ini menjadi pertarungan serius?" tanya Mitsuki tiba-tiba

"Mungkin... Bisa dibilang begitu"

"Baiklah..."

.

.

Entah berapa Moonstone Satellite dan Rozan Sho Ryu Ha yang dilancarkan mereka. 'Pertarungan' mereka bertambah sengit, sepertinya mereka sudah lupa itu hanya latihan deh... =_=;

"Ng? Mitsuki... Kenapa pandangannya fokus sekali? Seperti pemburu yang mengincar buruannya..." pikir Roushi "Benar-benar dia ya?"

Tak lama, Mitsuki kembali memfokuskan Cosmonya ke kedua tangannya

"Jurus yang sama tak akan berhasil pada seorang Saint-" kata-kata Roushi terhenti ketika melihat Cosmo di tangan Mitsuki. Cosmo itu tidak berbentuk bola lagi, Cosmo itu berbentuk seperti... Busur dan panah!

Sebuah busur terbuat dari Cosmo terbentuk di tangan kiri Mitsuki dan sebuah anak panah Cosmo terbentuk di tangan kanan Mitsuki

Ia bersiap membidik dan melepaskan anak panahnya "ARTEMIS' ARROW!"

"Kh! ROZAN HYAKU RYU HA!"

Roushi melancarkan jurus andalannya, tapi itu tidak cukup! Artemis' Arrow Mitsuki seakan-akan diselimuti pelindung dan menembus Rozan Hyaku Ryu Hanya dan mengenainya tepat di dada. Anak panah itu berubah kembali menjadi Cosmo dan mengeluarkan gelombang kejut yang menjatuhkan Roushi

"RO, ROUSHI!" jerit Mitsuki sambil berlari ke arah Roushi "Roushi tidak apa-apa kan?"

"..."

"Roushi..."

"Pfft! AHAHAHA!"

"Rou, shi? Apa kepala Roushi kehantam keras banget ya?"

"Ahaha... Maaf, aku tidak tahan..."

"Tahan apaan?"

"Mitsuki, barusan kamu membuat busur dan anak panah dari Cosmomu kan? Bakat itu jarang sekali dimiliki, yang memilikinya punya pengendalian Cosmo yang sangat tinggi. Pendeknya, yang memiliki kemampuan ini adalah orang berbakat dan jenius..."

"Wah! Kalau begitu Henna-chan jenius banget dong! Dia kan bisa membuat segala jenis senjata!"

.

.

Matahari mulai terbenam, Mitsuki sudah mengenakan topengnya dan menunggu orang yang menjemputnya. Roushi juga menunggu bersamanya

"Roushi, terima kasih sudah melatihku..." ujar Mitsuki

"Ah, tidak! Kalau Shion gak nyuruh juga bakal aku lakuin!" balas Roushi

"Sekarang aku pasti lebih berguna untuk mereka..."

"Mereka?"

"Ehehe... Nanti Roushi juga tahu~"

"?"

Matahari telah terbenam sepenuhnya dan Mu langsung muncul di depan Mitsuki

"Ara, Mu-san... Yang Pope kirim untuk menjemputku adalah kamu?" tanyanya

"Iya..."

"Kalau begitu, Rou-" kata-kata Mitsuki terputus ketika ia berbalik dan menemukan Roushi sudah tidak ada di sana...

"Ooh... Mu! Jarang sekali kamu ke Rozan ini..." ucap Roushi dari belakang Mu dengan wujud orang tuanya

"Guru mengirimku untuk menjemput Mitsuki..." jawabnya

"Begitu? Hohoho!"

"Ya ampun, Roushi..." pikir Mitsuki sweatdrop

"Ya sudah Roushi, kami permisi..." pamit Mu

"Ah, sampai jumpa Roushi! Terima kasih atas segalanya!" ucap Mitsuki sebelum terteleportasi pergi

Setelah mereka berdua pergi, Roushi duduk di PWnya(?), ia mengingat ekspresi wajah Mitsuki tadi "Fuh, padahal ekspresinya begitu tapi sama sekali tidak terasa niat membunuhnya..." gumamnya

.

.

Mitsuki dan Mu telah kembali ke Sanctuary dengan sehat dan selamat(?), mereka terteleportasi tepat ke Pope Hall di Papacy

"Akhirnya kalian kembali" ucap Shion "Oya, Mu... Apakah kamu bisa tinggalkan aku dan Mitsuki sendiri? Ada yang mau kubicarakan..."

"Tentu, Guru..." Mu pun keluar dari Pope Hall

"Apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Mitsuki

"Sebenarnya bukan aku... Tapi dia"

"Dia?"

Rḗgas berjalan keluar dari belakang takhta Pope

"Rḗgas-san!" seru Mitsuki

"Aku datang menjemputmu, Mitsuki..." balas Rḗgas

Wajah Mitsuki menjadi cerah, "Benarkah!? Akhirnya aku bisa kem-" ucapan Mitsuki terhenti, wajahnya berubah sedih

"Hm? Kenapa kamu berwajah seperti itu? Kamu akhirnya bisa pulang..." tanya Rḗgas

"Aku... hanya memikirkan para Gold Saint... Aku terlanjur dekat dengan mereka, bagaimana reaksi mereka kalau aku tiba-tiba menghilang?"

Sebuah senyum penuh arti muncul di wajah sang dewa waktu

"Tenanglah, soal itu serahkan kepada ini..." ucap Rḗgas sambil mengeluarkan sebuah drawstring pouch berwarna hijau, ia lalu membukanya "Ini adalah serbuk sari bunga Salvia yang tumbuh di Olympus... Mitsuki, kamu tahu arti bunga Salvia tidak?"

"Ng... Kalau tidak salah I always think of you, aku selalu memikirkanmu..."

"Benar, serbuk ini punya kemampuan untuk menghilangkan ingatan seseorang..."

"Rḗgas-san! Jangan-jangan kamu bermaksud menghapus ingatan mereka!?" jerit Mitsuki

"Sayang sekali, benar..." jawab Rḗgas dengan senyum miris


「つづく。。。」

SELESAI!
Wina: Waduh! Si Rḗgas mo ngapain tuh?
Kaoru: Padahal satu masalah udah mau habis tapi malah muncul baru!
Shiho: Ooh... Orang bernama Rḗgas itu punya kemampuan sama denganku...
Aoi: Maaf kita masuk gak bilang-bilang! Kita langsung teleportasi masuk!
Wina: Nggak papa! Minna, sambut Kaoru Akashi, Aoi Nogami, Shiho Sannomiya dari Zettai Karen Children!
Kaoru, Aoi, Shiho: HALO SEMUA~
Wina: Kalian juga dikenal sebagai The Children ya?
Kaoru: Ehehe, iya
Aoi: Ngomong-ngomong kita seumuran sama Mitsuki-han loh!
Shiho: Ini gak mau bales review?

#Ketrin'Shirouki
Kaoru: NGOMONG APA SIH!? Gara-gara 1 Hater kamu mau ninggalin orang yang suka fic kamu!? Coba baca review kamu! Bandingin hater sama likernya! Banyakan mana!?
Aoi: Kaoru... =_=;
Shiho: Maaf, gadis ini memang begitu sifatnya...
Kaoru: HABISNYA!
Wina: *senyum malaikat* Sebenarnya aku agak setuju dengan Kaoru... Tapi ini keputusan Senpai, aku dan lainnya nggak bisa maksa...

#Gianti-Faith
Wina: Memuaskan ya? Bagus deh...
Kaoru: WUAH! Kakek-kakek ini sebenarnya seperti itu!?
Aoi: Padahal dia lebih tua dari Major Hyoubu atau Nenek Tsubomi...
Dohko, Kyousuke, Fujiko: *muncul kedutan* Apa maksud kalian?
Wina: *ngusir setan-setan(?)* Oh, tenang aja! Aku gak bakal kasih Mitsuki... Apalagi kasih Milo pacaran sama Mitsuki...
Shiho: Oh my... Padahal menurutku si Milo itu cukup ganteng~
Kaoru: *ngangguk* Walau nggak selevel sama Minamoto...
Aoi: *ngangguk setuju*

#ScorpioNoKuga
Wina: Ya ampun Kuga-chan... Tambah serem aja...
Kaoru: Te, Tenang! Mitsuki-chan udah mau balik tuh! Iya kan?
Aoi: Eeh... Iya
Wina: Tolong jangan bunuh kita... Kita masih mo hidup *sujud*
Shiho: Oya, Mitsuki-chan dan Teru-kun nggak muncul karena mereka sebenarnya udah sembunyi...
Wina: Eh nggak! Bukan! Boong!
Shiho: Kalau begitu gak usah gugup gitu dong!

Wina: *senyum malaikat* Cukup sampai sini dulu!
Kaoru: *senyum malaikat* Terima kasih sudah mau membaca sampai habis!
Aoi: *senyum malaikat* Kalau tidak keberatan silahkan mereview! Kalau tidak mau juga gak papa sih...
Shiho: *senyum malaikat* Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek!

Wina: Saya, AmuletWin777...
Kaoru, Aoi, Shiho: Kami, The Children...
ALL: PAMIT!