Chapter 15 Updated!

HAPPY READING~

NOTE: Italic=dalam pikiran, jurus

Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...


TITLE

English : Farewell! I Always Think of You
Kanji : サヨナラ! いつも貴方を思う。
Romaji : Sayonara! Itsumo anata o omou.


"Fuh, tapi tenanglah! Aku tidak akan menghapus ingatan mereka begitu saja, bagaimana kalau kamu ucapkan selamat tinggal kepada mereka? Walau mereka tak akan ingat, setidaknya kamu bisa lebih tenang..." usul Rḗgas

"... Akan kupikirkan" jawab Mitsuki pelan

.

.

"Apa aku bisa melakukannya? Kita memang akan bertemu 14 tahun lagi... Tapi mereka tidak akan punya ingatan tentangku... Sedangkan aku sendiri punya, apakah itu egois? Apakah aku harus ikut dihapus ingatannya?" pikir Mitsuki sambil menuruni tangga 12 kuil

"Mitsuki? Kenapa wajahmu murung?" tanya Shaka

"Ah, ternyata aku sudah sampai di Kuil Virgo..." gumam Mitsuki

"Aiolos, kenapa kamu juga disini?" tanya Shaka lagi

"Eh? Aiolos-san?"

Mitsuki pun menoleh dan memang benar, Aiolos berdiri di belakangnya

"Saat kamu melewati kuilku, aku menyapamu tapi kamu tidak menjawab... Wajahmu murung sekali jadi aku ikutin kamu karena khawatir..." jawab sang Saint Sagittarius

"Ooh... Maaf aku mengkhawatirkanmu..." balas Mitsuki

"Tidak apa... Memangnya kenapa kamu murung?"

"I, itu..."

"?"

"Maaf, tapi aku tidak diperbolehkan untuk memberitahu siapa-siapa..."

"Ah, begitu? Maaf aku tidak bermaksud-"

"Tidak apa-apa! Aku tahu maksud Aiolos-san..."

"Walaupun begitu jika ada yang mengganggumu, beritahu kami. Kami akan mencoba membantu..." sela Shaka

"Terima kasih Shaka-san, Aiolos-san..." ucap Mitsuki "dan... Selamat tinggal"

Ucapan Mitsuki itu benar-benar mengagetkan kedua Gold Saint itu

"Aku... Sebentar lagi akan kembali ke tempat asalku, dan mungkin... Kita tak akan bertemu lagi"

"Apa maksudmu?" ucap seseorang. Ketiganya menoleh dan melihat Aiolia berdiri di pintu masuk Kuil Virgo "Apa maksudmu kita tak akan bertemu lagi!? Kamu kan baru disini beberapa hari! Kenapa kamu harus kembali secepat ini!? Aku... Aku..." suara Aiolia tiba-tiba terdengar bergetar, air mata mulai mengumpul di ujung matanya. Ia langsung berlari kembali ke Kuil Leo

"AIOLIA-KUN!" seru Mitsuki sebelum mengejarnya

Aiolos juga mau mengejarnya, tapi dihentikan oleh sebuah suara "Diamkan mereka, Aiolos..."

Suara itu tidak lain tidak bukan adalah Pope Shion yang ditemani Rḗgas

"Pope Shion!? Siapa itu!?" tanya Aiolos

"Ini adalah Rḗgas, dia juga dikenal sebagai..."

"Chronos, sang Dewa Waktu" potong Rḗgas

"Kenapa dewa waktu datang ke Sanctuary ini?" tanya Shaka

"Soal itu..." Shion menoleh ke Rḗgas, Rḗgas mengangguk dan Shion pun kembali berbicara "Kalian harus tahu, yang akan kuberitahu kalian adalah sesuatu yang sangat rahasia. Tak ada orang lain yang boleh tahu"

Aiolos dan Shaka saling berpandangan sebelum kembali berbicara "Kami tak akan memberitahu siapapun, Pope-sama..."

"Baiklah... Sebenarnya, Mitsuki itu... Berasal dari masa depan"

.

.

Mari kita lihat keadaan Mitsuki yang mengejar Aiolia...

Sekarang Mitsuki berada di kuil Leo dan menggedor-gedor pintu kamar(?) Aiolia "Aiolia-kun! Kumohon buka pintunya! Biar kujelaskan... Aiolia-kun!"

Tak ada yang menjawab...

"Aiolia-kun... Kalau kamu tidak mau membuka pintu, setidaknya dengarkanlah aku. Setiap pertemuan pasti berakhir dengan perpisahan... Aku juga menyayangkan pertemuan kita hanyalah sesingkat ini, tapi... Aku benar-benar menikmati setiap saatnya!" ucap Mitsuki dengan tersenyum "Aku merasa pertemuan kita menambah kenangan indahku di dunia ini... Aku juga ingin menambah kenangan itu lagi, agar saat aku mengingatnya, hal yang kuingat bukanlah perpisahan yang menyedihkan... Melainkan kenangan-kenangan menyenangkan bersama kalian semua" lanjutnya "Aku tidak tahu apakah ini egois atau tidak, tapi kalau kamu setuju... Aku akan menunggu di Perbatasan Sanctuary besok pada tengah hari...". Setelah mengucapkan itu, Mitsuki beranjak kembali menuju Papacy

Aiolia baru membuka pintu, tapi Mitsuki sudah tidak terlihat lagi "Aku..."

.

.

"Jadi begitu? Mitsuki adalah reinkarnasi Shrine Maiden Artemis..." ucap Aiolos

"Kalian sudah tahu ya?" ucap Mitsuki saat sampai di Kuil Virgo

"Mitsuki... Apa kamu sudah mengucapkan selamat tinggal?" tanya Rḗgas

"Belum, Rḗgas-san..."

"Kenapa-"

"Maaf tapi bisakah kita menunggu besok? Besok malam saat api di jam besar Sanctuary telah padam semua... Kamu bisa mengirim kita kembali ke masa depan"

"..."

"Kumohon, Rḗgas-san..."

"Haah... Baiklah kalau begitu. Saat semua api itu padam, kita akan langsung kembali ke masa depan. Meski kamu sedang melakukan apapun!"

"Terima kasih..."

"Pope Shion, saat kami kembali. Bisakah kamu menggunakan serbuk bunga Salvianya?"

"Bagaimana caranya?" tanya Shion

"Taruh sedikit serbuk bunga ini di makanan para Saint, dengan begitu anda tinggal mengaktifkannya"

"Caranya?"

"Ucapkan mantra ini" ucap Rḗgas sambil mengeluarkan sebuah kertas "Sambil memancarkan Cosmomu, bacakan mantra ini. Ingat! Setiap kata harus benar, jika salah satu pun... Hasilnya tidak akan indah"

Shion menerima mantra itu "Aku mengerti... Serahkan padaku"

"Fuh, ayolah! Kita kembali ke Papacy..." ajak Rḗgas

Shion, Mitsuki, dan Aiolos mengangguk

"Sampai jumpa besok, Shaka-san..." pamit Mitsuki

Shaka tidak menjawab

.

.

Aiolos mengikuti mereka, ya sebenarnya dia kan cuma ikut karena mau kembali ke kuilnya

Begitu sampai di Kuil Sagittarius, ia berpisah dengan yang lainnya

"Rḗgas-san... Apakah kamu memberitahu Pope Shion semuanya?" tanya Mitsuki

"Yah, hanya permasalahan kita... Memberitahu hal-hal yang terjadi di masa depan adalah taboo" jawab Rḗgas

"Soal kematiannya dan Aiolos-san..."

"Tentu saja tidak kuberitahu. Itu bisa merubah sejarah"

"Benar juga ya? Kita tidak boleh mengubah sejarah... Aiolos-san dan Shaka-san juga akan melupakan tentangku besok..."

"Aku tidak yakin soal itu..."

"Apa maksudmu?"

"Yaah... Sagittarius hanya punya 1 tahun lagi sementara Virgo bukan tipe yang membuka rahasia orang..."

"Kamu meminta Pope untuk tidak menghapus ingatan mereka?"

Hanya sebuah senyum yang menjadi jawaban Rḗgas

.

.

~Pagi Keesokan Harinya~

Mitsuki sudah bangun dan menggunakan baju aslinya, ia segera mengecek semua barangnya agar tidak ada yang tertinggal. Maklumlah, dia kan akan bersama Aiolia seharian nanti

Yah, walau sebenarnya barang yang dia bawa hanya Locket Bulan dan Liontin Mataharinya...

.

.

~Kuil Pisces~

"Loh? Tumben Aphrodite-san tidak ada disini..." gumam Mitsuki melihat Kuil Pisces yang kosong lompong

~Kuil Aquarius~

Kuil Aquarius juga kosong tanpa tanda-tanda kehidupan(?)

~Kuil Capricorn~

"Mitsuki? Kenapa pagi-pagi kesini?" tanya Shura

"Ah, Shura-san. Ohayo! Kupikir kamu tidak ada di kuil soalnya Kuil Pisces dan Aquarius kosong sih..."

"Aphrodite sedang latihan dengan Deathmask, kalau Camus tadi diseret Milo ke kuilnya..."

"Diseret?"

"Kamu tahu sendiri sifat Milo..."

"Ahaha... Iya juga ya"

BOOM!

"Su, suara ledakan apa itu!?" seru Shura

"Kedengerannya dari Kuil Sagittarius!" timpal Mitsuki sambil berlari ke arah pintu keluar kuil "Shura-san, kamu tidak mau ikut!?" tanyanya

"Tidak, aku harus menjaga kuil ini. Bisa saja tadi itu musuh" jawabnya

"Begitu? Ya sudah! Jaa ne, Shura-san!"

"Jaa..."

~Kuil Sagittarius~

"Aiolos-san! Kamu tidak apa-apa!?" seru Mitsuki begitu memasuki kuil

"Ah, Mitsuki... Ohayo" jawab Aiolos polos

"Kok malah 'ohayo'? Suara ledakan apa tadi?"

"Eeh... Itu..." jawabnya sambil menunjuk dinding kuil

Dinding itu hancur, banyak bagian yang berserakan di tanah

"A, Aiolos-san?"

"Aku terlalu membakar Cosmoku saat latihan, dindingnya jadi hancur..."

"Ya ampun! Kupikir apa!" jerit Mitsuki

"Ahaha... Gomen"

"Kalau mau minta maaf, minta maaf ke pekerja yang akan membetulkan ini nanti"

Setelah mengucapkan itu, sebuah bagian dinding menarik perhatian Mitsuki

"Oh itu bekas kemarin. Dindingnya tua sih jadi mudah hancur..." jelas Aiolos

Memang benar, dinding itu hancur. Tapi hanya permukaannya saja, bagian dalamnya masih utuh

"Ng, daripada diperbaiki bagaimana kalau ditulis sebuah pesan disini?" usul Mitsuki

"Pesan ya? Uhm, mungkin... Kepada pemuda yang mencapai kuil ini, kepada kalian, ku percayakan Athena..." gumam Aiolos "Ah, tapi terlalu aneh... Masa kayak pesan orang mati..."

"Bagus kok! Berarti Aiolos percaya kepada pemuda-pemuda itu kan?"

"Hmm... Ya sudahlah, akan kutulis..." ucap Aiolos sambil berjalan menuju dinding itu

Sebuah senyum penuh arti muncul di wajah Mitsuki, ia lalu meninggalkan Aiolos menulis pesan yang nantinya akan ditemukan Seiya dkk itu

~Kuil Scorpio~

Mitsuki baru memasuki kuil itu saat mendengar 2 orang anak berkelahi, mereka adalah Milo dan Camus

"Hei hei, ada apa ini? Kok kalian bertengkar?" tanya Mitsuki

"Mitsuki! Ini si Camus, masa dia ngebekuin kalajenkingku!" protes Milo

"Dia mencoba menggigitku, jadi kubekukan" jawab Camus dingin

"APA KATAMU KULKAS!?"

"Sudah sudah, jangan bertengkar lagi" sela Mitsuki "Camus-san, tolong cairkan kalajenking Milo-san. Dan Milo-san, perhatikan peliharaanmu agar tidak membahayakan orang lain... Bagaimana? Adil kan?"

Kedua sahabat itu saling pandang sebelum memalingkan pandangan

"Ma, maaf ya..." ucap Milo dengan wajah agak merah

"Iya, aku juga... Maaf aku membekukan kalajenkingmu..." balas Camus

Mitsuki tersenyum kecil sebelum berjalan keluar kuil

"Mitsuki, kamu mau kemana?"

"Mau jalan-jalan ke kota Athens..."

"Ooh... Sampai jumpa lagi ya!" ucap Milo

"Sampai jumpa, Mitsuki" timpal Camus

"Iya, sampai jumpa lagi..." balas Mitsuki pelan "Mungkin lebih baik begini, daripada perpisahan penuh kesedihan..." pikirnya

~Kuil Libra~

"Roushi ada di Rozan... Mana mungkin aku bisa bertemu dengannya" pikir Mitsuki

~Kuil Virgo~

"Mitsuki? Selamat datang..." sapa Shaka

"Maaf mengganggu, Shaka-san"

"Tidak apa-apa... Kamu mau ke Kuil Leo?"

"Iya... Aku tidak tahu apakah Aiolia-kun mau bertemuku atau tidak sih"

"Aku tidak mendengarnya dari kemarin..."

"Memangnya aneh?"

"Sangat, dia salah satu orang teribut disini..."

"Hahaha... Begitu ya?" nada Mitsuki terdengar agak sedih

"Tenanglah, dia tipe orang yang bisa langsung berubah ceria setelah sedih..."

"Terima kasih Shaka-san, sampai jumpa 14 tahun lagi..."

Sebuah senyum yang jarang, muncul di wajah sang Saint Virgo "Iya, sampai jumpa"

~Kuil Leo~

Mitsuki mencoba mengetuk pintu kamar Aiolia, tapi niat itu diurungkannya "Aku akan tahu jawabannya nanti" pikirnya sambil berjalan keluar kuil

Angin berhembus agak kencang, cukup kuat untuk membuka pintu kamar Aiolia yang tidak benar-benar tertutup. Kamarnya gelap, sepertinya tak ada orang

~Kuil Cancer~

Ada sebuah keanehan di kuil ini. Bukan, bukan penjaganya (DM: WOI!), kuil itu... Dipenuhi mawar

"APHRODITTTEEE! LOE APAKAN KUIL GW!?" jerit Deathmask

"Kuil ini suram sekali, jadi kucerahkan deh~" jawab Aphrodite

"APA!?"

"Pfft... Ahaha" Mitsuki mencoba menahan tawanya ketika memasuki kuil Cancer

"Mitsuki!? Kamu salah paham! Ini bukan kerjaanku!" seru Deathmask

"Aku tahu, tapi bukan soal itu..."

"Eh? Bukan? Apaan dong?"

"Wajahmu... Pfft" jawab Mitsuki sambil menunjuk wajah Deathmask yang telah di beri Makeover oleh Aphrodite

"APHRODITTTEEE!" jerit Deathmask sambil mengejar Aphrodite yang kabur

"Kenapa? Kan kamu cantik sekarang? Iya kan, Mitsuki?"

"Eeh... Iya aja deh" ujarnya "Sepertinya aku tidak mungkin melupakan ini..." pikirnya sambil tersenyum kecil

~Kuil Gemini~

Mitsuki memandangi Kuil Gemini dari luar, dia agak takut yang menunggunya di dalam adalah Ares dan bukan Saga. Ia menarik nafas dalam-dalam sebelum masuk

"Selamat datang Mitsuki..." sapa Ares

"Sa, Saga-san..." ucap Mitsuki agak gemetar

"Kenapa kamu gugup begitu?"

"Eeh... Apa harus jujur nih?"

"Tenanglah, aku tidak akan mengapa-apakanmu..."

"Eh?"

"Gadis ini terlalu baik, aku tidak tahu kenapa tapi aku tidak sanggup melukainya. Seakan-akan dia benda berharga orang yang kukasihi... Walau aku tidak punya orang yang kukasihi" pikir Ares

"Ares-san?" pikir Mitsuki

"Ya sudahlah! Lewat aja!" seru Ares tiba-tiba

"Eh, baiklah. Sampai jumpa lagi, Saga-san" ucapnya sambil tersenyum

"Iya iya! Sampai jumpa! Cepetan lewat aja sih!" seru Ares sambil memalingkan wajahnya

Mitsuki terkekeh kecil

~Kuil Taurus~

Aldebaran sedang melatih Great Hornnya AKA menghancurkan kuilnya AKA ngasih kerjaan tambahan buat pekerja-pekerja yang bakal benerin Kuil Sagittarius

"Ah! Mitsuki! Mari masuk!" ajaknya

"Aldebaran-san..."

"Kenapa?"

"Jangan berlatih terlalu keras. Tolong"

"Eh? Baiklah?"

"Ya sudah, Bye..."

"Bye..."

Begitu Mitsuki keluar, Aldebaran kembali berlatih AKA- (Readers: GAK USAH! KITA UDAH TAUK!)

~Kuil Aries~

"Selamat pagi, Mitsuki" sapa Mu

"Selamat pagi, Mu-san" balas Mitsuki

"Oh iya, ini" ucap Mu sambil memberikan setangkai bunga

"Waah... Terima kasih" ucapnya sambil menerima bunga itu

"Aku menemukannya di kuilku kemarin, sepertinya Aiolia bermaksud memberikannya kepadamu"

"Begitu ya?" ucap Mitsuki, tapi tak lama ekspresinya berubah. Ia tersenyum miris "Uhm... Mu-san pegang saja bunga ini..." ucapnya sambil menyodorkan bunga itu

"Kenapa?"

"Yah, ada alasan-alasan tertentu..."

"?"

"Ya sudahlah. Jaa mata nee, Mu-san..."

"Eh? Ah, Jaa..."

.

.

Mitsuki selesai mengucakan 'perpisahan' dengan para Gold Saint, ia memperhatikan kuil-kuil itu dari jauh "Sampai jumpa lagi... Minna" pikirnya sambil berjalan menuju Perbatasan Sanctuary. Tapi begitu sampai disana, sebuah kejutan menunggunya

"Lama sekali sih! Aku sudah tunggu dari tadi loh!" seru Aiolia sambil tersenyum bercanda

Mitsuki hanya membalasnya dengan senyuman yang sudah kesekian kalinya ia munculkan hari ini...


「つづく。。。」

SELESAI!
Wina: Hai semua! Ayo sambut Guest kali ini, Masaru Daimon dan Agumon dari Digimon Savers!
Masaru: YO!
Agumon: *ngikutin* YO!
Mitsuki: Oya, kalau gak salah kamu ada OC di Digimon Savers ya?
Wina: Wah, aku hampir lupa tuh! Aku belum tulis namanya...
Masaru: Udah lagi OCnya itu adikku! Hehehe
Wina: Nggak! Nggak! Bukan adiknya
Mitsuki: Tapi dia anak baptis ibunya kan? Berarti dia adik baptisnya dong...
Masaru: Tuh! OC SSmu aja setuju!

#ScorpioNoKuga
Masaru: Heh, ada lawan kayaknya nih! Agumon!
Agumon: Siap Aniki!
Wina: KALIAN MO NGAPAIN HAH!?
Masaru, Agumon: Eh, nggak... Nggak ngapa-ngapain
Mitsuki: Wina-chan memang nyeremin kalo marah...
Wina: Kuga-chan! Jangan bunuh Teru atau siapa-siapa dulu! Udah mau balik kok!
Masaru: Aah... Cara mengatasi masalah antar lelaki itu dengan saling menukar tinju
Wina, Mitsuki: ITU GAK BENER! LAGIAN KUGA-CHAN ITU CEWEK!

#Ketrin'Shirouki
Wina: Oh, tenang... Udah ada cara buat mutusin hubungan pendek MitsukiXAiolia
Mitsuki: *sweatdrop* Hubungan pendek?
Masaru: Wahaha! Si Edan jago ngegombal juga!
Rḗgas: *nongol* Rḗgas dasar bego!
Masaru: APA KAMU BILANG!?
Wina: OK! Jangan mulai berantem disini!
Mitsuki: Sudah sudah Rḗgas-san...

Wina: Segini dulu Chapter 15!
Mitsuki: Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek!
Masaru: Ayo review! Review sebanyak-banyaknya! Iya kan Agumon!?
Agumon: Benar Aniki!
Wina, Mitsuki: Ng, tolong abaikan duo itu...
Tohma: *nongol* Duo Idiot