"Ah, kau memanggilku siapa tadi? 'choi'? cih" Kyuhyun kembali mendecih seraya mendudukkan dirinya di pinggir ranjang, siwon masih berdiri dengan jemari terkepal, ia menutup pintu dengan sekali tendangan.

"Ingat! Kau itu masih istriku!"

"Lalu? Apa ada bedanya?"

"Tentu saja berbeda, kau seharusnya lebih bersikap baik padaku!" mata siwon membulat

"Kurang baik apa aku selama ini choi!" kyuyun berdiri menghadap suaminya dengan suara yang nyaris memekakkan telinga.

"Kau tidak pernah bersikap ramah padaku!" siwon tidak mau kalah dengan melangkah maju dan berteriak tepat didepan wajah kyuhyun.

"Pantaskah aku ramah padamu jika kau sendiri berselingkuh didepanku hah!" kyuhyun menghentakkan kakinya.

"Kau.."

Drrrttttt..Drrrrttttt..Drrrtttttt..

Ponsel siwon yang bergetar menghentikan percekcokan mereka, nafas kyuhyun naik turun, ia mendudukkan tubuhnya kembali dengan jemari yang menutupi wajahnya, kyuhyun sedang menahan tangisnya.

"Yeobseo.."

"..."

"Ne, kami akan kesana"

"..."

"Ani, kami baik-baik saja"

"…"

"Ne"

Piipp, sambungan telepon terputus, kini siwon menatap kyuhyun yang masih setia menunduk. Siwon duduk disamping kyuhyun.

"Eomma baru saja menghubungiku"

"…"

"Kita diundang makan malam dirumahnya"

"…"

"Mandilah, aku akan menunggumu"

"…"

Kyuhyun masih diam, siwon menghela nafas, ia menyadari sesuatu, ia mungkin terlalu keras kali ini.

"Kyu" Siwon menepuk bahu kyuhyun .

"Cih, peduli apa kau dengan pernikahan ini!" Kyuhyun berdiri menantang Siwon yang sama sekali tidak menyangka namja di depannya ini benar-benar berdiri dengan angkuhnya.

"Hah? Kau!" Siwon nyaris menarik kerah seragam Kyuhyun jika saja Donghae tidak menerobos masuk.

"Siwon! Kyuhyun!" Teriak Donghae bahkan dengan jemari Siwon yang masih terkepal di depan dada Kyuhyun.

"Apa-apaan ini? Siwon, kau? Apa yang kau lakukan disini? Dan kau Cho Kyuhyun, kau tidak seharusnya meninggalkan kelas terakhir" Donghae berkacak pinggang di depan pasangan wonkyu yang masih saling menatap marah satu sama lain.

"Cho?" Hingga Siwon menyadari satu hal, nama sang istri tanpa marganya.

"Ne, waeyo? Kau harus ingat siwon, ini area sekolah, ingat perjanjian kalian kan?" Donghae menatap tajam siwon, ia tahu bahwa Namja yang menurutnya mirip kuda itu selalu menyakiti hati dongsaengnya.

"Ck, hae-ah bahkan kau juga menyalahkanku? Kalian memang Cho bersaudara yang menjengkelkan" Siwon dengan santainya memutar bola matanya malas. Ia melangkah meninggalkan kyuhyun dan donghae yang dengan kompaknya mengepalkan tangan.

"Aku rasa tidak punya urusan lagi disini, Oh iya 30 menit lagi aku menjemputmu di depan kamar chagiya, ingat dinner mala mini, arra!" Tegas siwon sembari tersenyum sinis.

Blam.

Pintu tertutup meninggalkan kyuhyun dan Donghae yang masih dalam masa transisi mereka

Brukk. Kyuhyun jatuh terduduk di sisi ranjangnya, matanya menatap kosong.

"Kyu.." Lirih Donghae, ia yakin kyuhyun sedang tidak baik-baik saja.

Kyuhyun menggeleng namun pandangannya masih kosong, menatap bodoh hingga lelehan bening terlihat jatuh meluncur lincah di kedua pipinya.

"Kyu, Uljima" Donghae menarik kyuhyun dalam pelukannya, mengusap punggungnya lembut.

"Hiks..Hiks..wae.. Hiks.. Wae hyung.. Hiks.."

"Ssstttt.. uljima nae dongsaeng"

"Hiks..wae..kenapa kuda pabo itu hiks..selalu memperlakukanku hiks seperti hiks ini?" isak Kyuhyun semakin tidak perduli. Donghae mengeratkan pelukannya.

"Uljima kyu, semuanya akan segera berakhir" tulus donghae.

….

Kyuhyun tidak menyangka harus berada di tengah-tengah suasana canggung seperti ini, setelah 45 menit lalu siwon menjemputnya kini mereka harus mengumbar sandiwara lagi didepan keluarga Choi dan Cho. Mereka harus tersenyum, menggenggam tangan, atau bahkan berpelukan mesra hanya untuk menutupi 'kadar' kehancuran rumah tangga mereka. Semuanya , Yah semua yang melihat mungkin akan beranggapan jika mereka adalah sepasang suami-istri yang sangat harmonis yah semuanya kecuali Donghae tentu saja.

Donghae masih menatap miris pemandangan didepannya saat ini, jemarinya masih asyik memotong steak buatan koki ternama keluarga Choi, sebagai hyung angkat dari keluarga Cho, sudah sepantasnya ia juga muncul dalam acara keluarga seperti ini.

"Chagi, ingin tambah wine nya?" Siwon menggenggam lembut jemari kyuhyun, kyuhyun tersenyum samar sembari mengangguk. Senyumnya terlihat sangat tulus membuat Donghae menggeram pelan.

"Yeobo lihatlah anak-anak kita terlihat sangat bahagia bukan?" Nyonya Choi menimpali, terlihat senyum bahagia di bibirnya, begitupun keluarga yang lain. Wonkyu? Jangan tanyakan, sepanjang acara mereka selalu memasang wajah berseri dibalik topengnya.

"Aku selesai" Donghae berdiri, membungkuk sebentar lalu berjalan meninggalkan meja makan yang menurutnya penuh kemunafikan itu.

"Aigoo, mianhe atas sikap anak kami besan choi" Nyonya cho tersenyum malu

"Gwenchanayo, anak muda memang seperti itu, tidak terlalu suka berada dalam perjamuan orang dewasa seperti ini" nyonya choi tertawa pelan

"Ehm, lalu bagaimana dengan sekolah kalian nak?" Tuan Choi memandang anak dan menantunya bergantian

"Cukup bagus appa, Kyu sekarang sedang serius dengan bimbingan beasiswanya, sedangkan aku masih sibuk dengan persiapan olimpiade renang" Siwon menjawab pertanyaan appanya dengan sangat apik, kyuhyun mendelik bingung pada siwon, bagaimana anak itu tahu tentangnya? Bukankah selama ini siwon tidak pernah menganggap keberadaannya?

"Iya kan chagi?" Siwon tiba-tiba merangkul bahu kyuhyun lalu menatapnya dalam, kyuhyun hanya mampu mengedipkan matanya lucu lalu mengangguk cepat.

"kami bangga punya anak-anak seperti kalian, benar kan besan choi?" kini appa Kyuhyun yang membenarkan dengan menepuk bahu besannya bangga, siwon maupun kyuhyun hanya mampu tersenyum miris.

"Ah, bagaimana kalau mala mini kalian menginap disini saja, kebetulan besok kalian tidak bersekolah bukan?" Nyonya choi menepuk tangannya bersemangat

"Mwo?" siwon dan kyuhyun kompak membulatkan matanya

"Aigoo, kalian kenapa? Ini malah menjadi ajang yang bagus untuk segera membuatkan kami cucu" timpal Tuan choi.

"Ap-Appa.." Kyuhyun mengemis pada appanya yang sedari tadi hanya diam

"Hhh, itu ide yang sangat bagus yeobo" Ucap Tuan cho tersenyum pada istrinya.

"Jja, berarti sudah diputuskan, kalian akan menginap malam ini, dan tidak ada penolakan lagi, arra?"

"Arraseo" Siwon dan kyuhyun benar-benar terdesak, mereka hanya mampu mengikuti keinginan orang tua mereka.

...

"Ini, ambil itu, kau tidur di sofa" Siwon melempar sebuah bantal dan selimut ke arah kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Yak! Aku ini tamu, kau seharusnya memperlakukanku lebih sopan" Kyuhyun melempar kembali bantalnya ke arah Siwon.

"terserahlah kalau kau mau tidur tanpa bantal" Siwon berjalan acuh menuju ranjangnya, kyuhyun bersungut menarik selimut lalu membungkus tubuhnya duduk di atas sofa.

"..."

Hening beberapa menit hingga kyuhyun mengajukan sebuah syarat bodoh

"Yak choi siwon pabo, bagaimana kalau kita bertaruh? Siapa yang menang boleh tidur di kasur sedangkan yang kalah harus tidur di sofa jelek ini"

"…"

Sejenak siwon tidak bergeming namun seketika ia berbalik

"Apa taruhanmu?"

"Kita bermain starcraft" Seringai Kyuhyun, Siwon berfikir sejenak lalu kemudian mengangguk

"Siapa takut"

Kyuhyun dan Siwon kini duduk dengan tangan memegang Stick masing-masing, wajah mereka sangat serius.

"Yeeeaaaayyyyy aku menang"

Hingga salah satu dari mereka menang.

"Jja Choi Kyuhyun yang terhormat, silahkan kembali ke sofamu yang 'jelek' itu hahahahahaha"

Kyuhyun merengut sebal, bagaimana mungkin ia kalah kali ini? Padahal bisa dibilang permainan ini sudah sangat ia kuasai, how?

"Jja, ayolah Kyuhyun chagi.. silahkan" Siwon masih saja mencoba menggoda kyuhyun yang kini wajahnya memerah, matanya berubah sendu dan berkaca-kaca

"Kyu?" siwon yang menyadari itu menjadi bingung

"Hiks..Hiks.." Kyuhyun mulai terisak kecil

"O'ow..no..no..no..dont cry please"

"Hiks..Hiks..Huaaaaaaaa" Kyuhyun menangis sembari memeluk lututnya, siwon yang kebingungan refleks menarik kyuhyun ke dalam pelukannya

"Sssssttt.. please jangan menangis, kau bisa membangunkan orang-orang" Siwon semakin mempererat pelukannya, berusaha meredam suara isakan kyuhyun.

Diraihnya wajah kyuhyun lalu mengusap pelan airmata yang masih setia mengaliri pipi chubbynya

"Aissshhh, kenapa kau secengeng ini?" Siwon mengeluh

"Hiks..Hiks..Starcraft pabo..Hiks..Choi.. pabo.. Hiks" Kyuhyun menyeka matanya jengkel dengan bibir di poutkan lucu, Mau tidak mau hal itu membuat Siwon tertawa

"Hahahahaahahhaha"

"Hiks..Hiks..Huaaaaaaaaaaaa" Kyuhyun semakin menjadi, Siwon kembali memeluknya

"Ssssttt.. uljima, aku aku hanya pft hahahahahaha"

"Huaaaaaaaaaaaa.."

"Ssssttt.. tenanglah, kau hanya terlihat menggemaskan dengan bibir seperti itu"

Deg

Isakan Kyuhyun terhenti, tawa Siwon juga mereda namun pelukan mereka masih terjaga. Mereka terdiam, lama.

"Si-Siwon, bisa kau lepaskan pelukanmu?" Kyuhyun berbisik lirih

"Ssssttt, ijinkan seperti ini dulu, ini terasa nyaman" Siwon semakin mengeratkan pelukannya, membuat rona merah di pipi kyuhyun nampak jelas.

...

"Kau sedikit kurus kyu" Bisik siwon dengan mata yang terpejam, kini mereka sedang berbaring dengan siwon yang memeluk kyuhyun dari belakang, setelah berdebat lama akhirnya mereka memutuskan untuk tidur di ranjang yang sama, apalagi sejak tadi siwon tidak pernah melepas pelukannya.

"Eum" Lirih Kyuhyun, ia sama sekali tidak mampu untuk tertidur, ia merasa seluruh persendiannya mati rasa dengan sikap siwon yang tiba-tiba seperti ini.

"Kau belum tertidur?" Siwon mengeratkan pelukannya, melesakkan hidungnya di leher kyuhyun, membuat kyuhyun seketika menegang.

"Eum" hanya itu, yah hanya itu yang mampu Kyuhyun ucapkan hingga detik ini.

"Kau tahu, dengan memelukmu seperti ini, aku merasa tengah memeluk stella"

Jdaaaaaarrrrrr...

Kyuhyun serasa disambar kilat detik itu juga, jadi siwon memeluknya dengan sangat erat hanya karena tubuhnya seperti yeoja sialan itu?

Kyuhyun mengepalkan tangannya, berusaha menahan emosi yang terlanjur bergelayut di fikirannya, ia menutup rapat matanya, menahan cairan yang bisa saja merembes dari balik kelopaknya.

"Tubuhmu sangat mirip dengan tubuh stella, sangat"

Cukup sudah, Kyuhyun merasa ini cukup sudah. Ia sudah tidak mampu lagi untuk bersabar, sudah saatnya ia berhenti untuk berharap, apapun yang akan ia lakukan tidak akan pernah bermakna di depan mata siwon. Ia menyerah.

Bruuukkkk..

Kyuhyun mendorong tubuh siwon hingga berguling dan jatuh.

"Yak, Kyu waeyo?" Siwon berdiri lalu menatap kyuhyun bingung, yang ditatap hanya mendecih kesal.

"Well sepertinya kau merindukan kekasih berdada besarmu itu ya Choi pabo?" Kyuhyun bangkit dari ranjang lalu mendekati siwon.

"Mwo?" Siwon melotot

Chup..

Kyuhyun mengecup kilat bibir siwon

"Aku akan menunjukkan bagian tubuhku yang berbeda dari yeojamu itu Choi" Bisik Kyuhyun mendorong siwon hingga bersandar di tembok.

Cupppp..

Kyuhyun kembali mengecup bibir Siwon, berulang kali siwon mencoba lepas namun berulang kali pula kyuhyun menggigit bibirnya agar ia terdiam.

Lumatan itu berlangsung lama, Siwon kini tengah memeluk tubuh Kyuhyun dan memiringkan kepalanya, lidahnya telah jauh mengobrak abrik isi mulut Kyuhyun, mengecapi seluruh manis didalamnya.

"Euhhhh.." Kyuhyun melenguh pelan, walau bagaimanapun nikmatnya lumatan mereka, ia juga membutuhkan nafas.

"Kyu.." Siwon melepas pagutan mereka, namun bibirnya masih melekat indah di sudut bibir kyuhyun, terkadang ia menjilati bahkan menggigit kecil bibir mungil sang namja manis didekapannya itu.

"Wae? Hhhh..hhhh.. lihat? Bibirku masih lebih baik dari bibir yeoja sialanmu itu bukan? Hhh..hhh" Bisik Kyuhyun dengan nafas tersengal. Siwon menggeleng

"Ani! Bibirmu tidak sesexy bibir Stella.."

Siwon melepas pelukannya, Kyuhyun membeku di tempat..

"Tapi..Bibirmu jauh lebih nikmat dari bibir manapun"

Lanjut Siwon lalu menarik Kyuhyun hingga jatuh terlentang di atas ranjang

Cuuuppp..

TBC...

Nnnaaahh, udah pada tegang hahahaha,

wah g nyangka bakal dapat banyak review *senangnya*

aq jd g tau pengen bales kyk gimana, tetiba spechless hehehehehe, terharu banyak yang suka *hiks

But, after all.. love u guys

makasih banyak reviewnya, itu sangat sangat sangt membantu * pake banget *

hug hug hug