Hehehe, ini secara resmi fic terpanjangku! Aduh seneng deh! Tapi maaf kalo readers sekalian udah pada bosen =_=;
HAPPY READING~
NOTE: Italic=dalam pikiran
Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...
Mitsuki dan Aiolia sedang berjalan-jalan di kota Athens...
"Mitsuki! Ayo cepat!" seru Aiolia dari kejauhan
"Iya, iya... Jangan terlalu cepat, Aoilia-kun! Kamu bisa tersesat!" balas Mitsuki "Mau Gold Saint atau calonnya, anak-anak tetap anak-anak ya? Penuh keingintahuan dan polos..." pikirnya sambil tersenyum kecil
Tidak sengaja, ia menyenggol seorang pria yang ehm... tampangnya bak preman "KALO JALAN LIAT-LIAT DONG!" bentaknya
"Ma, maaf... Saya tidak sengaja" ucap Mitsuki
"Ng?" sebuah seringai muncul di wajahnya "Kalau dilihat-lihat kamu cantik juga ya? Sebagai permintaan maaf bagaimana kalau kamu kencan denganku?"
"AP, APA!?" jerit Mitsuki
Pria itu menggenggam tangan Mitsuki dan mencoba menariknya
"Kamu mau apa dengan Mitsuki!?" tanya Aiolia dari belakang pria itu "Lepaskan dia sekarang juga!"
"Heh! Anak kecil gak usah ikut campur!" ucap pria itu sambil mendorong Aiolia hingga terjatuh
"Kamu... Berani-beraninya" ucap Aiolia diambang kemarahan, ia hampir membakar Cosmonya. Tapi...
"JANGAN AIOLIA-KUN!" seru Mitsuki "Jangan gunakan kekuatanmu untuk melawan orang ini..."
"Tapi dia-"
Mitsuki menatap Aiolia dengan tajam, memaksa Aiolia untuk mengurungkan niatnya
"Cih! Anak ini mengganggu saja, padahal jarang-jarang aku ketemu gadis selevel ini..." keluh pria tadi
"Oh iya, anda juga. Saya sudah minta maaf kan?" ucap Mitsuki sambil tersenyum "Tapi jika luka anda sangat parah, saya akan mengantarkan anda ke klinik. Hanya sebatas itu"
"Tch! Kamu kan yang menabrakku, jadi harusnya kamu mengabulkan perintahku!" seru orang itu
Aiolia baru mau menghajar orang itu habis-habisan, tapi Mitsuki menahannya
"Saya tahu saya salah karena tidak memperhatikan jalan... Tapi saya tidak ada niat mengabulkan perintah orang yang bisa-bisanya mendorong anak kecil hingga terjatuh dan lecet seperti ini..." ucap Mitsuki sambil menatap mata pria itu dalam-dalam
"Ada apa ini?" ucap salah seorang yang ada disana
"Pemalakan ya?"
"Wah, bisa-bisanya ya? Memalak anak-anak"
"Cih! Kalian bisa pergi sekali ini!" seru orang itu sambil *ehem* mengangkat jari tengahnya
Setelah orang itu pergi, Mitsuki menoleh ke arah Aiolia "Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya
"Iya... Tapi kenapa kamu tidak membiarkanku melawan orang itu? Aku kan bisa menghabisinya kurang dari 1 menit!" protesnya
"Yaah... Aku kasihan dengan orang itu, dia bisa terluka parah kalau melawanmu. Lagipula bisa gawat kalau ada yang tahu kamu Saint kan? Bisa kena marah Aiolos-san dan Pope Shion loh!" balas Mitsuki
"Be, benar juga ya..." ucap Aiolia sedikit gemetar, memang siapa yang nggak takut dimarahin Shion sama Aiolos? Lebih-lebih lagi kalau Saga ikut-ikutan... OK, kembali ke ceritanya
Mitsuki terkekeh kecil "Ya sudah, ayo bersihkan lukamu dulu!" ajaknya
.
.
Setelah membersihkan luka lecet Aiolia dengan air dari air mancur di taman terdekat. Mitsuki menoleh ke kiri-kanan memastikan apakah ada orang, tidak ada. Berarti aman untuk menggunakan kekuatannya. Ia memusatkan Cosmo di tangannya dan menyembuhkan luka lecet Aiolia
"Fuh, sudah selesai..." ucapnya setelah lukanya sudah sepenuhnya sembuh
"Terima kasih, Mitsuki..."
"Sama-sama..." balas Mitsuki tersenyum "Oya, apakah ada tempat yang mau Aiolia-kun kunjungi? Selagi kita di Athens..."
"Etto-"
KRUYUK (Bunyi perut) muka Aiolia langsung berubah merah "Demi Athena! MALU-MALUIN BANGET!" pikirnya
"Ahaha, Aiolia-kun lapar ya? Bagaimana kalau kita makan siang dulu?" ajak Mitsuki sambil menawarkan tangannya ke Aiolia
Sang Gold Saint langsuung tersenyum dan menerima tangan Mitsuki. Mereka pun berjalan-jalan mencari restoran...
.
.
"Hmm... Indonesian Food, American Food, Japanese Food, European Food, wah!? Bahkan ada African Food!? Restoran ini lengkap sekali..." komentar Mitsuki saat melihat menu restoran tempat mereka akan makan "Jadi? Kamu mau makan apa Aiolia-kun? Tenang, aku traktir kok!"
"Uhm... Aku tidak bisa milih..." jawab Aiolia
"Ya sudah, pelan-pelan saja pilihnya..." balas Mitsuki tersenyum
Wajah Aiolia berubah merah untuk kesekian kalinya, ia berusaha menutupinya dengan menu yang dia pegang "OK..."
Setelah beberapa menit membaca menu yang tebalnya hampir kayak novel(?), Aiolia akhirnya kembali berbicara "Ng, Mitsuki. Kamu dari Jepang kan? Aku mau nanya..."
"Tanya apa?"
"Ramen, Teriyaki, Karaage-don itu apaan sih?"
"Ooh... Ramen itu semacam mie, teriyaki itu daging sapi yang dipotong tipis-tipis dan disajikan dengan saus teriyaki juga, kalau karaage-don itu nasi yang ditaruh ayam yang digoreng dengan tepung di atasnya" jawab Mitsuki "Kamu mau mencobanya?" tanyanya
"Entahlah, apakah enak?"
"Hahaha, itu tergantung yang masaknya..."
"Begitu ya? Kalau begitu aku mau coba teriyaki dan karaage-don..."
"Baiklah kalau begitu..." Mitsukipun memanggil seorang pelayan
"Can I help you?" tanya pelayan itu
"Yes, we like to order... Uhm, 1 teriyaki, 1 karaage-don, and... 1 cheese fusilli"
Pelayan itu mencatat pesanannya "How about the drinks?"
"Aiolia-kun, kamu mau minum apa?" tanya Mitsuki kepada Aiolia
"Etto... Ice lemon tea saja"
"OK, 2 ice lemon tea please..." ucap Mitsuki kepada pelayannya
"Anything else?"
"Uhm, I don't think so... That's all for now"
"Alright then, just call me if you need anything else..." ucap pelayannya sebelum berjalan menuju dapur
"WOI! 1 teriyaki, 1 karaage-don dan 1 fusilli keju! Sama 2 es teh lemon!" teriak seseorang dari dapur, kedengarannya seperti pelayan tadi
"Te, ternyata bisa bahasa Jepang..." gumam Mitsuki sembari sweatdrop
.
.
~10 Minutes later~
Makanan mereka belum datang juga, Mitsuki juga diam menunggu...
"Ayolah Aiolia! Ini mungkin kesempatan terakhir bertemu dengan Mitsuki! Jangan disia-siakan!" pikir Aiolia berapi-api
"Kok aku tiba-tiba merasa panas ya?" pikir Mitsuki "Nee Aiolia-kun, apa kamu senang?" tanya Mitsuki tiba-tiba
"Eh? Tentu saja aku senang..." jawab Aiolia agak bingung dengan pertanyaan Mitsuki
"Benarkah? Syukurlah kalau begitu"
"Kenapa kamu bertanya begitu?"
"Yaah... Karena ini adalah kenangan yang akan terlupakan nanti, aku ingin ini menjadi kenangan yang bahagia..." pikir Mitsuki "Hanya penasaran saja"
"Heehh..."
"Tapi makanannya lama sekali ya? Aiolia-kun, kalau makanannya sudah datang kamu makan saja duluan. Aku mau ke toilet dulu..." ucap Mitsuki sambil berdiri lalu berjalan ke arah toilet
~SKIP TIME, di toilet perempuan~
Mitsuki yang sudah selesai, uhm... pelepasan. Sedang mencuci tangannya, ia lalu mengeluarkan saputangannya dan mengelap tangannya sampai kering
Tiba-tiba, ia merasakan sesuatu yang aneh
"Cosmo? Tapi samar sekali, sepertinya disengaja. Apa ada seseorang yang berusaha menarik perhatianku?" gumamnya
Mitsuki pun menoleh ke kiri-kanan, tidak ada orang. Ia keluar dari toilet itu dan diam-diam berjalan menuju tempat ia merasakan Cosmo itu. Di belakang restoran.
"Kira-kira siapa yang memanggilku?" pikirnya
Tapi pertanyaannya itu langsung terjawab ketika tiba-tiba ia ditarik seseorang dan didorong ke dinding restoran itu
"K- Saga-san!?" seru Mitsuki ketika melihat orang yang menahannya itu adalah Kanon
"Tidak usah berpura-pura... Aku tahu kamu tahu siapa aku sebenarnya, iya kan? Mitsuki..." ucap Kanon sambil mengankat tangannya tepat di samping wajah Mitsuki
Mitsuki terlihat agak kaget "Bagaimana dia tahu?" pikirnya "Be, benar... Aku tahu siapa kamu... Kanon-san" ucap Mitsuki agak gugup
"Sudah kuduga! Jujurlah! Bagaimana kamu bisa tahu!?" desaknya sambil mendekatkan wajahnya ke Mitsuki dan menatapnya dengan tajam
"Walaupun kuberitahu kamu tidak akan percaya..." jawab Mitsuki sambil memalingkan wajahnya
"Coba saja..."
"Aku... Tidak diperbolehkan"
"Apa!?"
"Aku tidak diperbolehkan Pope untuk memberitahumu..."
"Begitu ya? Pope Shion..." ucap Kanon sambil menurunkan tangannya dan pergi dari tempat itu. Tapi tak lama dia berhenti "Maaf aku kasar..." ucap Kanon pelan, wajahnya juga agak memerah
"Tidak apa-apa..." balas Mitsuki sambil tersenyum tulus
Wajah Kanon bertambah merah, ia buru-buru melesat pergi dari tempat itu
.
.
Mitsuki kembali ke dalam restoran dan berjalan menuju mejanya, menemukan Aiolia yang sedang makan karaage-donnya
"Mitsuki, kamu kemana saja? Makanannya sudah datang loh!" ucapnya
Mitsuki terkekeh "Aku bisa melihat itu..."
Ia pun duduk dan ikut makan bersama Aiolia
「つづく。。。」
SELESAI!
Wina: Etto, kali ini Guestnya... Loh? Syd sama Bud?
Syd, Bud: Emang masalah?
Wina: Nggak sih, cuman kalian kan... Sopannya gimana ya?
Syd: Heh! Gini-gini aku berhasil ngalahin Taurus Aldebaran dengan sekali serang!
Wina, Bud: Sok bener...
Alberich: *nongol* Tidak juga...
ALL: WAH!? ALBERICH!?
Alberich: Menurut penelitianku dengan mahasiswaku di UI-
Bud: Emang si Alberich dosen di UI?
Syd: UI itu dimana aja gak tahu...
Alberich: Diem dulu! Intinya, setelah diteliti dengan kru CSI-
Wina: Nah, sekarang CSI yang dimasukin... Apa lagi nih? NCIS? FBI? CIA? Sherlock Ho-
Alberich: DIEM DULU KEK!? Pokoknya setelah diteliti, yang mengalahkan Taurus Aldebaran itu bukan Syd! Melainkan-
Wina, Bud: Apa apa?
Alberich: Dia kepeleset esnya dan ngehantem pilar itu, sementara serangan si Syd meleset
Wina, Bud: BUAHAHAHAHAHAHA! (Ini ngetawain Alde ato Syd?)
Syd: GRR! BALES REVIEW AJA NAPA!?
#ScorpioNoKuga
Wina: JANGAN! Nanti Nitsuki-san marah loh!
Syd, Bud: SILAHKAN! Kita bakal bantuin!
Wina: Kalian jangan semangatin dong!
Syd, Bud: Emang napa? Dia kan Saint Athena, kita musuhnya...
Wina: *pinjem toa sekolah* KEKERASAN BUKAN JALAN KELUARNYA!
Syd, Bud: WOI! Budek kita!
Wina: *masih pake toa, deket kuping mereka lagi* KALO JANJI GAK BERANTEM BARU AKU BERHENTI
Syd, Bud: IYA DEH!
Wina: Kuga-chan juga, jangan bunuh siapa-siapa dong! Dibantai FG + Nitsuki-san nanti!
#Gianti-Faith
Wina: Makasih Gianti-chan! Gak papa kok, yang penting ada baca ^ ^
Syd: *bisik* Wina, si Mitsuki sama aku aja...
Bud: APAAN KAMU! Mending sama aku aja!
Wina: *ngambil toa* Kalian mau lagi?
Syd, Bud: Eh, nggak deh
Wina: Pairnya Mitsuki itu Goldies, bukan Asgardian... Lagian entah kalian hidup ato nggak gak jelas
Asgardian: HIDUPIN DONG! MASA KITA DOANG YANG NGGAK!
Wina: Apaan? Tenshi, beberapa Goldies sama Silvers aja nggak dihidupin
Asgardian: Cih... =3=
Wina: Baiklah segini dulu!
Syd: Terima kasih sudah membaca sampai habis =3=
Bud: Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek =3=
Wina: *sweatdrop* Sampai jumpa di Chapter selanjutnya...
