Siwon kembali melumat bibir kyuhyun jauh lebih ganas dari awal mereka berciuman, Siwon bahkan tidak membiarkan Kyuhyun untuk sekedar menarik nafas.
Siwon menarik-narik dan menghisap bibir atas dan bawah Kyuhyun secara bergantian, Saliva mereka menyatu bahkan sebagian tumpah ke leher Kyuhyun,
"Euhhhh..Siwon.." Kyuhyun melenguh saat Siwon menggigit kecil dagu dan menyusuri rahangnya dengan jilatan sensual.
"Kau indah kyu" Bisik siwon tepat di telinga kyuhyun.
"Ughhh.."
Siwon kembali memagut bibir kyuhyun lembut, jemarinya kini menyusuri lekuk indah tubuh namja yang berstatus istrinya itu.
"Kau tahu kyu.. aku ingin bermain di sini" Siwon memelintir nipple Kyuhyun yang mulai mencuat dan terlihat menantang dari balik piyama birunya.
"Ahhhhhhh.. siwonnie..uuuuhhhhhh, jangan mencubitnya..aghhhh.." Kyuhyun menggelinjang saat siwon mengulum nipplenya hingga piyamanya terlihat basah.
"Aku heran Kyu, bagaimana bisa seorang namja sepertimu memiliki dada yang cukup besar seperti ini"
"Arrrgggghhhh..uuuuuhhhhhhh..Siwon.." Kyuhyun memejamkan matanya, siwon meremas dada Kyuhyun gemas,
"hhhhhh..Aaahhh..Kyu, kau membuatku terbangun.." Siwon mengigit dada kyuhyun berulang kali, lututnya ia gesekkan kearah kejantanan kyuhyun yang mulai membesar. Jemarinya kini berusaha melepas kancing-kancing piyama kyuhyun. Kyuhyun tidak bergeming, ia sibuk mengatur nafasnya yang terasa memburu.
Bruukkkk
Hingga Kyuhyun mendorong kuat tubuh Siwon, membuat siwon terpelanting dengan cukup keras.
"Cukup!" Kyuhyun mengusap kasar bibirnya, Siwon hanya menatap Kyuhyun jengah dan mengelus pantatnya yang terasa sedikit linu akibat terjatuh dengan keras.
"Aku ingin tidur, Selamat malam"
Kyuhyun memutar tubuhnya membelakangi Siwon yang berdecih pelan, ia merapatkan selimutnya hingga nyaris menutupi kepalanya.
Siwon menghela nafas panjang, selalu seperti ini, Kyuhyun memang selalu seperti ini jika ia sudah kehilangan kendali. Siwon membaringkan tubuhnya disamping Kyuhyun, saling membelakangi.
15 menit, terdengar dengkuran halus Siwon, Kyuhyun yang sedari tadi belum terlelap berbalik sebentar memastikan Siwon telah benar-benar tertidur, ia mendudukkan dirinya dan bersandar dengan mata terpejam, memorinya memutar kejadian 2 Tahun yang lalu, saat pertama kali ia menginjakkan kakinya di bangku SMA.
Flashback
"Kyuhyun-ah bagaimana jika kau memakai ini?" Donghae memperlihatkan sebuah setelan jas berwarna putih pada Kyuhyun, Kyuhyun hanya mencibir namun kemudian mengangguk antusias. Malam ini adalah malam penyambutan siswa baru di sekolahnya, ia yang bertitel siswa baru tidak mau ketinggalan dalam acara yang menurutnya akan menyenangkan itu, apalagi Donghae ingin memperkenalkannya pada Siwon, namja popular yang telah lama ia kagumi, sejak terakhir kali bertemu dengan namja itu dan kini sering berkunjung kerumahnya mengerjakan PR bersama Donghae.
"Wah kau sangat manis kyu" Donghae berdecak kagum melihat penampilan sang adik yang terlihat mempesona. Kyuhyun merengut
"Aku tampan hyung"
Donghae tertawa, adiknya terlihat sangat lucu dengan wajah seperti itu.
"Jja, sudah siap bertemu pangeranmu?"
"Hyung!"
Kyuhyun merengut manja, Donghae menarik lengan adiknya. Memeluknya erat, ia yang sangat tahu adiknya itu tengah kasmaran, dan tentu saja ia sangat mendukungnya. Bukankah mereka memang telah dijodohkan semenjak kecil? Kyuhyun kecil dan Siwon yang sering bermain bersama ketika balita, namun mereka terpisah setelah Kyuhyun dan keluarganya pindah ke Jepang.
Kembali ke situasi dimana seharusnya Kyuhyun dan Donghae berada, At Prom
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya menahan rasa gugup yang menyerang perutnya, ia berulang kali menarik nafas panjang, bagaimana tidak kini ia berada diantara Donghae dan Siwon yang terlihat sangat tampan dengan setelan hitam.
"Oh iya,Kyuhyun-ah aku kesana dulu ne, kau disini saja temani Siwon, biar bagaimanapun dia ini seniormu" Donghae menepuk bahu Siwon lalu mengedipkan mata pada Kyuhyun membuat rona merah menjalar dipipi pucatnya.
"Kyuhyun-ah, kau ingin minum?" Siwon tersenyum manis, Kyuhyun hanya mengangguk pelan menerima segelas wine yang diberikan siwon lalu mengikuti arah Siwon yang berjalan menuju lantai 2
"Menikmati wine lebih cocok jika ditemani suasana seperti ini kyu"
Kyuhyun menatap Siwon yang memandang bukit belakang sekolahnya dari balkon lantai 2, pandangannya menerawang, siluet yang begitu indah dengan taburan temaram rembulan, tanpa sadar senyuman Kyuhyun tertarik, bibirnya melengkung bersamaan dengan Siwon yang mengalihkan pandangannya.
Deg
Tatapan mereka bertemu, terpaku dalam satu baris. Siwon melangkah mendekati Kyuhyun, jemarinya meraih gelas Wine di tangan Kyuhyun dan melemparnya asal.
"Kau manis Kyu" Bisiknya tepat di telinga Kyuhyun, membuat mata Kyuhyun membulat lucu.
Jarak wajah mereka begitu dekat, Siwon meraup tubuh Kyuhyun dalam dekapannya, menenggelamkan wajahnya pada leher putih kyuhyun.
"Ugh" Kyuhyun melenguh geli, Siwon semakin menghirup aroma Kyuhyun lebih dalam, sangat dalam, lututnya bergarak naik menggesek selangkangan kyuhyun.
"OMO!"
Sampai suara itu muncul. Orang tua mereka kini berdiri dengan wajah shock mendapati Kyuhyun dan Siwon tengah dalam keadaan yang lumayan 'intim'.
Sejak saat itu, perjodohan mereka dipercepat, mereka mnganggap siwon dan kyuhyun saling mengharapkan satu sama lain, ya paling tidak itu untuk Kyuhyun pribadi.
Mereka menikah 2 bulan setelah insiden itu, namun kenyataan berbuah lain, kehidupan rumah tangga mereka jauh dari harapan orang tua masing-masing, apalagi setelah mereka memutuskan untuk tinggal di asrama sekolah. Mereka harus menyembunyikan status pernikahan mereka bukan karena pihak sekolah tidak mengizinkan adanya pernikahan namun karena siwon memiliki kekasih, ya Stella.
Flashback End
Selama ini Kyuhyun selalu menahan perasaannya sendiri, menahan rasa sakitnya sendiri, dan membiarkan semuanya berlalu seakan ia tidak peduli.
Hingga tadi sore saat ia baru saja keluar dari kelasnya dan berjalan dengan buku tebal yang terbuka. Ia sama sekali tidak menyangka akan berada dalam situasi seperti ini, melewati asrama yeoja yang terpisah beberapa meter dari asrama namja hanya untuk mengembalikan beberapa paper teman sekelasnya. Langkahnya terhenti, bukan karena ia telah tiba didepan kamar temannya, namun karena ia disuguhkan pemandangan yang seakan membuat matanya hendak meloncat keluar.
Kamar itu terbuka sedikit, membuat suara yang ditimbulkan terdengar dari celahnya, kyuhyun terhenyak, ia kenal suara ini, suara husky yang kini melantun sedikit erotis ditelinganya. Perasaannya bergejolak untuk mengintip sedikit dan sedetik kemudian ia merutuki keputusan bodohnya itu, kini setelah pintu itu ia buka sedikit terpampanglah sosok siwon dengan yeoja tengah bercinta dengan sangat erotis di atas ranjang yang sedikit sulit menampung tubuh mereka.
Kyuhyun menutupi mulutnya yang terpekik, matanya membulat. Kegiatan itu terhenti tiba-tiba, siwon berbalik dengan mata yang membulat sama begitupun stella. Buku ditangan Kyuhyun terjatuh, nafasnya masih tercekat saat organ tubuhnya memerintah untuk berbalik dan meninggalkan tempat menjijikkan itu, langkahnya pelan dan bergetar.
"Kyuhyun!" Suara siwon terdengar memanggilnya. Kyuhyun tidak bergeming ia tetap melangkah menjauh, bahkan melewati gerbang sekolah tanpa mengindahkan kata-kata penjaga gerbang. Ia melangkah dengan tangan yang masih setia membekap mulutnya, ia bukan lagi terpekik namun kini ia menangis tertahan.
Grep
Siwon menarik lengannya, memaksa Kyuhyun untuk berhenti dan berbalik menatapnya.
"Kita ke apartemen" Tegasnya menarik Kyuhyun kembali ke dalam lingkungan asrama, berbelok kea rah parkiran dan masuk kedalam mobil Siwon. Kyuhyun hanya membeo, mengikuti keinginan siwon, bukan karena ia mau hanya saja karena ponselnya ditahan oleh namja berstatus suaminya itu.
15 menit berjalan hingga mereka tiba dikawasan apartemen mewah di tengah kota, apartemen yang seharusnya mereka bagi berdua, namun hanya mereka jadikan pajangan dan hanya mereka tempati 2 bulan setelah pernikahan mereka. Isi apartemen itu masih sama, masih menyisakan beberapa pakaian serta perlengkapan siwon dan kyuhyun. Hanya saja apartemen itu tidak berpenghuni.
Siwon menarik kyuhyun pelan, walaupun ia sangat menginginkan situasi ini cepat selesai namun ia juga tidak menginginkan perlakuannya terkesan tengah 'menganiaya' istrinya sendiri. Kyuhyun menunduk terdiam.
Kamar 407, Siwon membukanya cepat lalu mempersilahkan Kyuhyun agar masuk. Pintu tertutup otomatis. Situasi mendadak canggung dengan Kyuhyun yang hanya berdiri membelakangi siwon dan siwon yang berdiri dengan mengacak rambutnya frustasi.
"Kyu, aku bisa menjelaskan semuanya" Siwon berinisiatif untuk membuka pembicaraan lebih dulu. Kyuhyun beringsut
"Jangan mendekat, kau bahkan belum mandi, aku tidak ingin menyentuh bekas-bekas menjijikkanmu dengan yeoja liar itu" Kyuhyun berkata dingin yang mau tidak mau membuat Siwon geram, namun secepatnya ia tahan. Ia tahu kalau dirinya memang berada dalam sisi yang salah.
"Kyu, kau harus tahu, ini..ini..ini tidak mampu aku tolak, kau..kau..mungkin sudah seharusnya mengerti"
Kyuhyun berbalik, menatap siwon dengan pandangan nanar. Sebegitu mudahnya ia menyuruh Kyuhyun untuk mengerti?
"Kurang mengerti apa aku selama ini Choi Siwon huh?" Kyuhyun memicingkan matanya, melemparkan pandangan mematikan bagi lawan bicaranya.
"lalu aku harus seperti apa huh? Berlutut dibawah kakimu? Menyembah-nyembahmu? Lalu berharap kau mengangkatku dan membuatku bahagia? Iya?" Kyuhyun setengah berteriak di depan wajah Siwon, ia lelah berada dalam situasi seperti ini. Siwon mengacak rambutnya frustasi.
"bukan seperti itu Kyu, kau harusnya mengerti"
"Mengerti apa? Mengerti kalau kau bersama Stella dan melupakan kalau kau sudah memiliki seorang istri?" Kyuhyun mengangkat wajahnya sendu, menatap mata kelam Siwon dengan nafas memburu, emosinya berada pada puncak.
"Cukup Kyu! Kau tahu sejak dulu aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi! Tidak pernah! Kau terlalu berharap lebih!" Siwon mengeluarkan semua perasaannya tanpa mengalihkan pandangannya pada sosok Kyuhyun yang kini memucat.
Mereka terdiam dengan masing-masing pandangan yang mengartikan hal lain.
"Begitukah?" Lirih Kyuhyun membuat Siwon menyadari kalau kali ini ia sudah keterlaluan, sorot matanya melemah.
"kyu, aku.."
"Arraseo, aku mengerti. Kau benar, aku yang terlalu berharap lebih, arra" Bisik kyuhyun berbalik, berjalan dengan pelan menuju –bekas- kamar mereka.
"Kyuhyun"
"Arraseo Choi Siwon, aku mengerti, Gwenchana" Kyuhyun berbalik, memberikan senyuman paling tulus yang ia miliki.
Dengan perlahan ia menutup pintu kamar, nyaris tak bersuara. Kyuhyun terduduk dibalik pintu, jemarinya membekap mulutnya sendiri, menahan agar isakannya tidak sampai terdengar keluar, ia bahkan menggigit lidahnya sendiri, paling tidak sakit di lidahnya mampu mengurangi sedikit rasa sakit hatinya. Ia tahu bahkan sangat tahu jika sejak dulu Siwon hanya menganggapnya adik tidak lebih apalagi harus menikahinya. Ia tahu satu-satunya yang memiliki orientasi menyimpang hanya dirinya, bukan Siwon.
Kyuhyun berdiri, berjalan terseok-seok kearah lemari bajunya, memilah-milah pakaian yang masih bisa ia kenakan,ia mengeluarkan sebuah blazer panjang dan beanie biru muda serta sebuah syal tebal. Ia mengenakannya sedikit cepat mengganti seragamnya yang kini terlihat lusuh dan berantakan, ia sesekali memejamkan matanya menahan jebolan retinanya.
Setelah dirasanya cukup, ia keluar kamar. Dapat dilihatnya Siwon masih duduk tepekur di meja makan, rambutnya terlihat acak pertanda sejak tadi ia tidak tenang. Kyuhyun berjalan lambat menuju arah suaminya. Dengan sekali hembusan nafas ia menyiapkan kata-kata
"Siwon hyung, aku keluar dulu ne" Ijin Kyuhyun dengan senyuman diwajahnya, walaupun sudah pasti matanya yang membengkak tidak mampu membohongi isi hatinya.
Siwon berbalik, menatap Kyuhyun dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dahinya mengernyit heran
"Kau mau kemana? Diluar salju sedang turun dengan derasnya" Siwon berdiri lalu meraih bahu Kyuhyun, membaliknya hingga kini posisi Kyuhyun berada didepannya.
"Ayo, masuk ke kamar lalu istirahatlah" Siwon mendorong tubuh Kyuhyun pelan, Kyuhyun berbalik lalu mempoutkan bibirnya
"Hyung, aku hanya ingin keluar sebentar, tidak akan lama, aku berjanji" Kyuhyun menaikkan dua jarinya. Siwon menunduk
"Tidak" Tegasnya
"Aku mohon hyung" Kyuhyun mengalihkan pandangannya, ia begitu miris melihat nasibnya sendiri, dipermainkan oleh namja yang begitu ia sayangi.
"Tidak" Ulang Siwon, Kyuhyun hanya tersenyum lirih
"Aku akan tetap pergi" Kyuhyun bersikeras memandang Siwon, matanya sudah tidak mampu lagi menahan bendungannya. Airmatanya menetes membuat Siwon memeluk Kyuhyun erat.
"Aku mohon hyung biarkan aku pergi" Kyuhyun mendorong tubuh siwon kuat, ia menyeka airmatanya kasar, berjalan tergesa meninggalkan Siwon sendiri diapartemen mereka.
Kyuhyun berjalan dengan memeluk tubuhnya, Blazer tebalnya tidak mampu menahan tusukan dinginnya salju malam itu, beanie birunya bahkan sudah terlihat basah. Ia berjongkok di bawah pohon disisi taman, giginya bergemeletuk, sedari tadi ponselnya terus saja bergetar lalu mati, ah, ponselnya mungkin saja sudah out of charge.
Kyuhyun tidak ambil pusing. Fikirannya hanya melayang pada kehidupan rumah tangganya yang terasa mencekik jantungnya sendiri, perasaannya yang hanya bergelung pada jiwanya semata, tanpa balasan. Kyuhyun mendesah dengan seringai diwajah putihnya, ia merasa dirinya sangat bodoh, mengandalkan janji anak kecil yang ia dan Siwon abadikan di pohon tepat dibelakangnya. Ia berbalik menatap tulisan yang mulai tersamarkan waktu di kulit pohon besar itu.
"WonKyu1013" Bisik kyuhyun dengan suara parau, hari ini harusnya mereka berdua berada ditempat ini, seperti janji mereka berpuluh tahun yang lalu, bahwa pada saat mereka menikah nanti tepat 13 oktober, mereka akan berada disini, memandang salju yang turun, membuat boneka salju, dan tertawa bersama. Namun itu semua hanya impian Kyuhyun, karena Siwon sudah menegaskan satu hal. Ia sama sekali tidak menginginkan pernikahan mereka. Dada kyuhyun berdenyut sakit mengingat perkataan Siwon yang terdengar menyakitkan. Ia meremasnya, memukul-mukulnya berulang kali, dengan isakan yang mengiris siapapun yang mendengarnya. Kyuhyun terluka. Sangat
Malam semakin larut, kakinya sudah terasa membeku, ia bersandar dengan mengeratkan blazernya yang telah basah, nafasnya sesak, pandangannya mengabur.
"Kyuhyun-ah!"
Seseorang memekik tepat dihadapannya, memeluk tubuhnya erat, meniupkan udara hangat pada jemarinya, kyuhyun terbatuk.
"Si…won"
Lalu jatuh tidak sadarkan diri.
….
Kyuhyun membuka matanya pagi itu, cerah mentari menusuk dari balik jendela, memaksanya untuk segera membuka mata. Ia meraba dahinya yang terasa lembab, sebuah kompres kecil yang masih basah, ia bergeser, menyamping. Matanya membuka sempurna saat hidungnya menabrak dada bidang dengan kaos biru. Matanya bergerak naik dan menemukan lengan menumpu kepalanya, jantungnya seakan berhenti berdetak saat sebuah wajah tengah terlelap pulas sembari memeluknya. Kyuhyun membeku seketika, ia menjadi kebingungan untuk tetap seperti itu atau menyingkir.
"Kyu, kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?" Sosok itu, Siwon sang suami terbangun, ia menempelkan telapak tangannya pada dahi kyuhyun, mengecek suhu tubuh namja manis itu. Kyuhyun mengerang pelan, seakan menyuruh siwon agar menyingkirkan lengannya dari balik kepalanya. Siwon mengikuti. Ia kini beranjak bangun namun tidak benar-benar meninggalkan tempat tidur mereka, siwon duduk bersila disamping kyuhyun.
"Kau membuat hyung cemas semalaman, kau mengigau dan demammu sangat tinggi" Siwon bermonolog, mengambil handuk kecil yang tadi kyuhyun lempar dan menaruhnya dalam air es di meja nakas, siwon mencelupkannya berulang kali, memerasnya dan meletakkan handuk basah itu ke dahi kyuhyun.
"Demammu sudah tidak setinggi semalam, tapi kompres sedikit tidak apa-apa kan?" Siwon tersenyum, merapikan rambut kyuhyun yang jatuh menutupi dahinya.
"Oh iya, aku akan membuatkanmu bubur ne" Siwon bergegas bangkit, namun lengannya ditahan kyuhyun.
"Hyung.."
"Ne, Kyuhyun-ah wae?" Siwon kembali duduk menggenggam jemari Kyuhyun.
"Ceraikan aku.."
Jdaaarrr..
Siwon terpaku ditempat, Kyuhyun meminta perceraian?
TBC..
hahahaha.. maaf maaf dibikin tanggung lagi pemirsa
maaf juga baru bisa update sekarang yaa *MAAF BANGET*
soalnya lagi banyak urusan diluar hehehe, harap maklum.
Oh iya, makasih banyak Reviewnya ya, aku g tau mau ngomong apa lagi buat kalian semua *HUG* HUG*
masukan kalian sangat sangat sangat membantu..
*BOW*
