Chapter 17! YEY!
Oya, mungkin ada yang bingung kenapa baju samaran Mitsuki ada 14 tahun yang lalu. Jadi begini, 14 tahun yang lalu itu Shion ngasih Mitsuki baju latihan itu. Begitu dia kembali ke masa depan baju itu disimpan, saat Mitsuki ngunjungin Sanctuary itu Marin *ehem* mencurinya...
Sekian penjelasannya, HAPPY READING~
NOTE: Italic=dalam pikiran
Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...
~Sementara itu di Sanctuary~
Para Saint sedang menikmati makan siang mereka, yah semua kecuali satu... Saga sedang berjalan keluar Kuil Gemini, yang bisa dibilang aneh karena sebenarnya mereka makan di kuil masing-masing atau kadang di tempat mereka sedang berlatih
"Saga, kamu mau kemana?" tanya Shion yang kebetulan lewat Kuil Gemini "Tidak makan siang?"
"Tidak Pope... Aku mau pergi latihan" jawab Saga
"Ahaha, kamu tidak usah bohong. Kamu mau bertemu Kanon kan? Bagaimana kalau kalian makan siang bersama? Ini..." ucap Pope sambil menyodorkan semacam keranjang piknik kepada Saga
"Pope... Ini-"
"Makan siang kalian... Kan aku baru bilang kan? Bagaimana kalau kalian makan siang bersama?"
"Terima kasih, Pope..." ucap Saga sambil membungkuk hormat dan pergi ke Cape Sunion untuk bertemu kembarannya itu
"Fuh..."
"Apa kamu sudah memberi serbuk bunga Salvia ke makanan para Saint?" tanya Rḗgas tiba-tiba
"Sudah, aku juga baru memberinya kepada Saga dan Kanon. Kita tidak tahu apakah mereka bertemu kan?" jawab Shion
"Gemini yang satu lagi ya?" sebuah senyum muncul di wajah Rḗgas "Mereka pasti ada bertemu..." ucapnya "Oya, bagaimana dengan Sagittarius dan Virgo?"
"Seperti permintaanmu, aku tidak menaruh serbuk sari di makanan mereka"
"Leo?"
"Sudah kuletakkan di sarapannya tadi"
"Begitu ya? Jadi semua persiapannya sudah selesai... Tinggal menunggu semua apinya padam" ucap Rḗgas sambil menatap jam besar Sanctuary
.
.
~Cape Sunion~
"OI! KANON! INI SAGA!" panggil Saga
"Berisik! Aku tidak budeg! Gak usah teriak gitu!" protes Kanon
"Maaf maaf, ini! Pope memberi kita makanan ini!" ucap Saga sambil menyodorkan keranjang piknik yang diberikan Shion
"Tumben bener? Ada racunnya gak?" tanya Kanon setengah bercanda
"Pope bukan orang seperti itu, beliau tidak mungkin membahayakan Saintnya"
"Iya iya, aku cuma bercanda" ucap Kanon, tapi setelah itu ekspresinya langsung berubah "Saga, kamu benar. Gadis itu tahu keberadaanku..." ucapnya dengan nada, sedih?
Saga agak kaget mendengar ucapan Kanon "Jangan-jangan kamu bertemu dengannya?"
"Iya, aku menanyakannya langsung"
"Apakah kamu menanyakan bagaimana dia bisa tahu?"
"Ada, tapi dia hanya bilang kalau Pope tidak memperbolehkannya memberitahuku"
"Berarti mungkin beliau yang memberitahunya..."
"Mungkin saja..." balas Kanon. Sekali lagi, ekspresi Kanon berubah "Hei Saga, kalau jujur ya. Perasaanku bercampur ketika tahu kalau dia mengetahui keberadaanku..."
"Maksudmu?"
"Entahlah, mungkin... Antara senang dan sedih" ucap Kanon "Di satu sisi, aku senang ada yang tahu kalau aku ada di dunia ini, tapi di satu sisi aku sedih karena itu berarti kita tidak bisa bertemu lagi-"
"Loh? Kok aku sedih soal itu?" pikir Kanon dengan muka cengo
Saga tersenyum kecil melihat adiknya "Hehehe... Adikku sudah besar ya?" pikirnya
"Apa... Barang berharganya dia ya? Kayaknya gak mungkin deh..." pikir Ares Saga
.
.
~Kembali ke Mitsuki dan Aiolia~
Mereka berdua baru keluar dari restoran tadi
"Kenyangnya~" ucap Aiolia sambil menepuk-nepuk perutnya
Mitsuki hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Aiolia yang sebenarnya malu-maluin itu
"Mitsuki, sekarang mau kemana lagi nih?"
"Hmm... Kemana ya? Aku nggak kepikiran..."
"Loh? Aku dengar dari Aphrodite, cewek-cewek seusiamu suka ng, apa namanya? Shopping ya?"
"Yaah, memang benar banyak yang suka. Tapi aku bukan salah satunya, satu-satunya waktu aku Shopping itu kalau ada temanku yang mengajak. Itu juga paling ngikutin mereka doang bilang 'Wah ini imut ya?' 'Hm, kayaknya cocok sama kamu deh'. Akhirannya pasti nggak beli apa-apa..." jelasnya (Author: Sama dong, Mitsuki? Sama-sama gak suka Shopping... Mitsuki: Penjelasan ini kan berdasarkan pengalaman kamu, kalo diseret ikut Shopping pasti jadi kayak gitu Author: Udahlah, balik ke ceritanya)
"O, ooh... Begitu ya?" komentar Aiolia agak sweatdrop
"Tapi, ada sih satu jenis Shopping yang ku suka..."
"Apa itu?"
.
.
~Gramedia di Athens~ (Readers: Emang ada ya? Author: Ada-adain aja)
"Sho, Shopping buku?" gumam Aiolia sweatdrop berat
"Aneh ya? Tapi begitulah aku, daripada Shopping baju aku lebih suka Shopping buku..."
"Ti, tidak aneh kok! Cuma kaget saja" ucap Aiolia "Mitsuki... Agak mirip Camus"
~Di Sanctuary~
Camus: HACHIU!
Milo: Napa, Mus? Pilek?
Camus: Tidak, entah kenapa bersin saja...
Milo: Nggak aneh kalo bersin! Orang disini udah kayak Siberia!
Camus: Masa? *ambil buku*
Milo: Baca buku mulu... Gak bosen apa?
Camus: Nggak
Milo: Dasar orang aneh...
~Balik ke Athens~
"Aiolia-kun sendiri? Apa ada buku yang kamu suka?" tanya Mitsuki
"Tidak juga... Aku terlalu sibuk latihan untuk membaca buku"
"Tapi Saint tetap harus belajar kan?"
"Tentu saja ada, tapi hanya yang berhubungan dengan Saint. Bukan buku-buku seperti di tempat ini..."
"Ooh..."
Mereka berdua berjalan ke bagian novel, Mitsuki langsung melihat-lihat novel di sana "Romansa remaja, romansa dewasa, romansa lansia? Apaan ini? Baru kali ini aku dengar" gumamnya
"Kamu tidak suka romansa, Mitsuki?" tanya Aiolia
"Suka sih, tapi tergantung ceritanya. Jaman sekarang romansanya itu... Keterlaluan"
"Keterlaluan?"
"Tunggu besar nanti baru boleh tahu..."
"Eeh!? Kok gitu!?"
Sayangnya, Aiolia dicuekin Mitsuki
"Sherlock Holmes, Sherlock Holmes, Sherlock Holmes, banyak sekali novel Holmes disini. Sayang sudah kubaca semua..."
Mereka terus berjalan di area novel dan terkadang, Mitsuki agak kelabakan karena Aiolia dengan polosnya menanyakan... Uhm, hal-hal rated M
"Gimana ya? Aku juga gak tahu... Tapi aku suka dibilangin tidak boleh tahu sebelum aku dewasa sih"
Salah deh, Mitsuki juga kelewat polos =_=. Untung mereka gak nanya ke orang lain, bisa jantungan orang itu
Tak lama, mereka berjalan ke bagian kaset -lupa namanya, jarang ke bagian itu sih- tepatnya area lagu
Sebuah kaset menarik perhatian Mitsuki, ekspresi wajahnya berubah sedih ketika melihatnya. Aiolia yang menyadari ekspresi Mitsuki, ikut melihat kaset tersebut. Tapi karena ditulis dalam kanji, ia tidak bisa membacanya
"レト 暑子 ~最後のコンサート~? Apa artinya?" pikir Aiolia
"Leto Atsuko ~Saigo no Konsāto~" ucap Mitsuki tiba-tiba "Artinya, Konser Terakhir Leto Atsuko"
"Leto Atsuko? Siapa itu?"
Sebuah senyum miris muncul di wajah Mitsuki "Dia... Ibuku, 'Leto' adalah nama keluarga ibuku sebelum dia menikah dengan ayahku. Ibunya adalah orang Jepang, sementara ayahnya adalah orang Inggris"
"Ma, maaf... Aku tidak tahu"
"Tidak apa-apa... Dia musisi terkenal, tapi begitu menikah dengan ayahku dia berhenti dari dunia musik"
"Begitu ya?"
"Oya, mereka pertama bertemu di Perbatasan Sanctuary loh!"
"Benarkah? Kalau begitu mereka bersatu karena ada Sanctuary dong!"
"Hahaha, bisa dibilang begitu..."
~Sementara itu di Sanctuary~
Aiolos memperhatikan jam besar Sanctuary dengan gugup
"Aiolos, kamu kenapa? Wajahmu menakutkan(?) begitu?" ucap Shura yang sedang berjalan bersama Aiolos, serta Aphrodite, Camus dan Milo
"Eh? Ah... Tidak kok" jawab Aiolos keluar dari lamunannya "Api di Libra baru saja padam, berarti tinggal 5 jam lagi Mitsuki akan kembali ke masanya... Aiolia, Mitsuki, dimana kalian?" pikirnya
"Ngomong-ngomong kenapa kamu ngajak kita ngumpul di Kuil Aries?" tanya Milo kepada Aiolos
"Yaah... Padahal semua calon Gold Saint sudah ada di Sanctuary, tapi kita jarang berkumpul semua. Jadi kupikir kita berkumpul saja hari ini" jawab Aiolos
"Tapi kenapa harus di Kuil Aries!?" protesnya
"Aku kira agar yang lainnya tidak perlu berjalan jauh"
"Tapi yang harus berjalan jauh itu kita kan!? Apalagi aku!" kali ini Aphrodite yang protes
"Kalau begitu seharusnya kita berkumpul di kuil yang ada di tengah-tengah" usul Camus
"Dan kuil apakah itu, Camus?" tanya Aiolos
"Kuil, Virgo..." nada Camus berubah ketika sadar kuil apa yang ada di tengah
"Argh! Memang si Shaka itu! Pelit banget! Pasti dia gak mau kuilnya di jadiin tempat ngumpul! Pake alasan gak mau hal-hal duniawi lah!" protes milo panjang lebar
"Maaf ya, aku pelit dan tidak suka hal-hal duniawi, Milo" ucap Shaka tiba-tiba dengan perempatan besar di kepalanya
"WAH!? SHAKA!?" jerit Milo, dia sama sekali tidak sadar kalau dari tadi mereka sudah sampai di Kuil Virgo
Sebelum Milo dan Shaka memulai perang 1000 hari, Aiolos cepat-cepat melerai mereka
"Sudah jangan bertengkar. Oya Shaka, apa kamu mau ikut kita-"
"Tidak." Jawab Shaka cepat
"Tuh! Benar yang aku bilang kan!?" bisik Milo kepada Aphrodite
"Ayolah Shaka..." bujuk Aiolos sambil mendekati Shaka yang (sepertinya) bermeditasi "Aku bermaksud menjadikan ini pesta perpisahan Mitsuki, yah... Kalau dia kembali ke sini" bisiknya
Ajaib! Benar-benar ajaib! Super benar-benar ajaib! Hebat- (Readers: CUKUP! Kita udah ngerti!). Shaka benar-benar terbujuk oleh kata-kata Aiolos!
"Ba, baiklah aku ikut... Tapi begitu pestanya melewati batas, aku akan memberikan kalian ceramah mengenai 4 kebenaran utama dan 8 jalan kebenaran!" ancam Shaka
Mereka berenam pun keluar dari Kuil Virgo dan berjalan menuju Kuil Aries
.
.
Mitsuki dan Aiolia berjalan keluar dari Gramedia Athens dengan tangan kosong, mereka tidak membeli buku satu pun dan alasannya...
"Mitsuki, kenapa kamu tidak jadi beli buku?" tanya Aiolia
"Aiolia-kun, kamu tahu ini negara apa kan?" tanya Mitsuki balik
"Tahu, Yunani kan?"
"Dan kamu tahu aku datang dari mana kan?"
"Jepang"
"Nah, sekarang aku tanya. Aiolia-kun, bagaimana caranya aku bisa membaca buku dengan Bahasa Yunani?"
"Be, benar juga..."
"Yah, sebenarnya aku bisa sedikit sih. Tapi... Aku lebih memilih tidak" pikir Mitsuki
"Kalau begitu, sekarang kita jalan-jalan kemana lagi?" tanya Aiolia
"Hmm..." gumam Mitsuki. Tapi sebuah senyum langsung muncul di wajah sang reinkarnasi Diana itu, ia menggenggam tangan Aiolia dan mulai berlari
"Mitsuki!? Kita mau kemana!?" tanya Aiolia lagi
"Entahlah"
"EH!?"
"Kita hanya perlu berjalan sampai menemukan tempat yang ingin kita kunjungi!" seru Mitsuki sambil tersenyum bak malaikat "Hanya segini saja cukup, aku sudah sangat bahagia..."
「つづく。。。」
SELESAI!
Wina: Sebelum pada protes... Tenang saja! Chapter selanjutnya Mitsuki sudah pulang!
Mitsuki: Maaf ya, Wina mulai stress soalnya
Thor: Stress soal apa?
Mitsuki: Soal sekolah
Wina: Masa guru b. indo diganti lagi!? Udah keberapa kalinya ini!? Gara-gara kelasnya terlalu ribut kali! Bikin gurunya stress!
Hagen: Jangan teriak nggak jelas disini dong! Beda banget dengan Freya-sama...
Wina: *ngacangin Hagen* OK! Mari kita bales review!
#Gianti-Faith
Wina: Ehehe, baca chapter-chapter sebelumnya saja, ada hintnya loh!
Hagen: Asal gak sama Freya-sama aku setuju!
Mitsuki: *kedutan* Maaf Hagen-san tapi aku masih Straight
Thor: Dia udah Freya Complex(?)
Wina, Mitsuki: Apaan itu?
Thor: Terobsesi dengan Freya-sama
Hagen: NGGAK KOK!
ALL: Iya tahu...
#ScorpioNoKuga
Wina: Kasian Kuga-chan, semoga cepat sembuh ya!
Hagen, Thor: Lebih parah mana!? Kita yang seumur hidup tinggal di daerah dingin ato dia!?
Wina: Kuga-chan...
Hagen, Thor: APA!?
Wina: Kalian kan udah biasa dengan cuacanya
Hagen, Thor: Iya juga ya...
Mitsuki: Aku juga pingin balik kalo bisa, kangen Niisan
Teru: AKU JUGA KANGEN KAMU! *meluk Mitsuki*
Wina: Sister Complexnya kambuh lagi tuh
Thor: Si Marin kasih aku aja!
Aiolia, Marin: TIDAK AKAN PERNNNAAAAHHHHHHH!
Wina: Itu silahkan lihat chapter selanjutnya
Wina: Sekian Chapter 17!
Thor: Terima kasih sudah membaca sampai habis!
Mitsuki: *senyum malaikat* Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek!
Hagen: Silahkan mereview! Tapi kalau tidak mau juga nggak papa!
ALL: SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA!
