"M-Mwo? Cerai?"

Siwon hanya mampu membeo, matanya nyaris ingin melunjak keluar, ia tidak yakin dengan yang ia dengar barusan namun ia juga tidak ingin mendengarnya lagi hanya untuk memastikan pendengarannya.

"Cerai hyung, aku sudah memikirkannya matang-matang, sekuat apapun kita mencoba ini hanya akan menyakitkan kita berdua" Kyuhyun meremas dadanya, ia sudah terlalu sering disakiti, perasaannya yang dibutakan cinta pun tidak akan mampu menahan sakitnya selama ini. Kini semuanya telah hilang..semuanya.

"Tapi kyu, bagaimana dengan orang tua kita? Kau tahu sendiri betapa kerasnya mereka menjodohkan kita"

Kyuhyun kembali menelan pil pahit, kata-kata Siwon barusan benar-benar menusuk tepat jantungnya, ia menyangka Siwon akan menolak permintaannya dengan alasan 'cinta' namun ternyata semuanya berbeda dari yang ia idamkan.

"Aku yang akan menjelaskan semuanya, tenang saja Choi Siwon" Kyuhyun mengerling lirih pada salju yang turun didepan jendela kamar mereka, Siwon masih berdiri kaku.

Entah ada apa dengan perasaannya, ia lega namun gelisah dalam waktu bersamaan juga. Siwon tahu ini yang ia inginkan sejak lama, Kyuhyun meminta perceraian. Namun entah kenapa ia juga seakan tidak rela melepas Kyuhyun.

"Arraseo, aku serahkan padamu Cho Kyuhyun"

Ucap Siwon akhirnya. Sedetik kemudian ia merasa menyesal telah mengeluarkan kalimat itu, tapi lidahnya terlanjur kelu. Ia menggigit bibir bawahnya menahan agar kalimat penolakan tidak sempat keluar dari mulutnya.

"Baiklah tuan Choi, buatkan aku bubur, aku harus sembuh agar bisa pulang"

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, membuat Siwon sedikit tersenyum.

"Setelah kita bercerai, kita bisa jadi sahabat kan kyu?" Siwon duduk didepan Kyuhyun, menggenggam jemari –calon mantan- istrinya itu, Kyuhyun menunduk memperhatikan Siwon yang memainkan cincin di jari manisnya. Ia mendesah pelan lalu mengangguk dengan wajah tanpa mimiknya, ia terlalu berat untuk tersenyum namun terlalu lelah juga untuk menangis.

"Gomawo, aku akan segera mengambil makanan untukmu ne" Siwon tersenyum lalu berlalu dengan sedikit senang.

Sepeninggal Siwon, Kyuhyun memejamkan matanya, matanya memanas namun bendungannya telah kering, dadanya terasa remuk namun sebagian dirinya telah mati rasa. Kyuhyun bisa apa selain berdiam seperti ini.

Ia tahu dirinya telah menjadi seorang pengecut, namun Donghae benar, ia tidak bisa seperti ini selamanya, harus ada yang berubah, dan dialah orangnya. Rumah tangganya tidak akan pernah membaik jika mereka masih bersama, tentu saja ini akan menjadi bumerang bagi kedua belah keluarga, namun kembali lagi, Kyuhyun bisa apa selain berdiam seperti ini.

Kyuhyun meraih ponselnya, menekan beberapa digit angka lalu menempelkannya di telinga. Ia memejamkan matanya, kepalanya masih terasa berputar.

"Yeobseo hyung.."

"..."

"Ne, aku menginap di apartemen kami"

"..."

"Gwenchana, aku hanya sedikit demam"

"…"

"Jangan khawatir hyung, eum bisakah kau menjemputku 2 jam dari sekarang? Ada yang ingin aku bicarakan"

"…"

"Tentang aku, siwon, pernikahan..dan mungkin saja cerai"

"…"

"Arraseo, aku menunggumu"

Kyuhyun menghela nafasnya lagi, ia menyerah, benar-benar menyerah kini. Ia mengatup rapat mulutnya. Menahan sesuatu, teriakan mungkin.

"Makanan datannnnng…" Kyuhyun sontak berbalik saat suara Siwon menggema, ia melengkungkan sebuah seringaian

"Dasar pabo"

Siwon mendelik tidak terima, ia meletakkan nampan berisi bubur dan segelas susu di meja nakas, ia berdiri berkacak pinggang dengan selembar apron yang masih melekat di tubuhnya. Alisnya berkerut.

"Kau mengatai namja tampan sepertiku apa?" Siwon mencondongkan tubuhnya kea rah Kyuhyun. Kyuhyun memutar bola matanya malas.

"Pabo"

"Apa?"

"Pabo!"

"Mwo?"

"Yak, Choi Siwon Pabo!"

Kyuhyun berteriak, Siwon membulatkan matanya.

"Aissshhh, kau ini.." Siwon melompat ke atas tempat tidur dengan sebelumnya melempar apron hitamnya ke lantai.

"yak!" Kyuhyun mengerang saat Siwon menggelitiki pinggangnya tanpa henti. Suara tawa menggema dalam kamar mereka.

"Hahahahahaha, sudah hyung.. hahahahahahah.. aw aw.. haahhhahahahah" Kyuhyun masih setia tertawa sementara Siwon masih menggelitiki pinggangnya. Tanpa mereka sadari posisi mereka sudah sangat dekat akibat Kyuhyun yang semakin menggeliat.

Siwon terpaku, pada sosok Kyuhyun di bawahnya, matanya terpejam dengan bibir yang masih penuh dengan tawa, pipinya terlihat menyembul lucu, hidungnya mancung sempurna, sebenarnya Siwon mengakui kalau Kyuhyun sangat cantik untuk ukuran seorang namja, dan tidak sedikit yeoja atau namja di sekolahnya yang mengejar-ngejar Kyuhyun.

"Hahahahaha, hyung..sudah hahahaha.. kumohon" Kyuhyun masih tertawa, tanpa ia tahu jika kini Siwon menatapnya lekat.

"Kyu.."

Siwon memanggil nama Kyuhyun dengan sangat lembut, Kyuhyun membuka matanya pelan.

Deg..

Mata mereka bertemu, Siwon menyusuri wajah Kyuhyun dengan mata yang entah menampakkan apa.

"Bolehkah aku.."

Kyuhyun tidak menjawab, ia hanya memejamkan matanya. Menunggu Siwon akan berbuat apa. Namun yang ia rasakan adalah tubuhnya menerima beban. Seseorang memeluknya dari atas, mengeratkan lengannya dibawah leher Kyuhyun.

"Setelah kita cerai aku mungkin sudah tidak bisa memelukmu seperti ini"

Bolehkah kyuhyun berharap? Tidak, Ini sudah berakhir, tidak akan ada lagi cinta untuk namja di atasnya itu.

"Tentu saja boleh Hyung, kita kan sahabat" Kyuhyun memeluk tubuh Siwon, menepuk-nepuk punggung namja Choi itu.

...

Pertemuan kedua belah pihak keluarga telah ditentukan, Kyuhyun dan Siwon datang 45 menit lebih cepat, mereka memutuskan untuk duduk diam saja hingga Siwon memesan 2 gelas coktail.

"Kau tampak tegang"

Kyuhyun menggeleng, ia memutar-mutar jarinya di pinggir permukaan gelasnya. Dahi siwon berkerut, tentu saja Kyuhyun tegang, sebentar lagi ia akan menghadapi tetua Choi dan Cho. Mereka pasti akan marah besar kali ini.

"Mianhe"

Kyuhyun mendongak, Siwon mengucap maaf dengan nada tidak biasanya.

"Karena aku, kau harus mengalami masa sulit seperti ini"

Kyuhyun tersenyum skeptis, andai saja bisa, ia akan berteriak nyaring di telinga Siwon kalau ia memang selalu sulit jika berhubungan dengan Siwon.

"Gwenchana, ini sudah keputusanku"

"Tapi kyu ak-"

"Aigooo, mianhe, Siwon-ah Kyuhyun-ah kami terlambat" Keluarga Choi datang dan memotong pembicaraan mereka, Kyuhyun segera berdiri dan membungkuk hormat, jangan lupakan senyum dinginnya yang terukir simpul dibibirnya.

"Eomma appa silahkan duduk"

Tuan Choi melirik Siwon, seakan menyadari bahwa ada yang tidak beres diantara mereka, Siwon hanya menunduk.

"Ada apa Kyuhyun-ah, sepertinya ada hal penting yang ingin kau bicarakan dengan kami, Eum, orang tuamu mana?"

Kyuhyun tersenyum sebentar, suaranya sedikit bergetar.

"Ne, Ada yang harus kami bicarakan, Eomma dan Appa sudah dijalan, sebentar lagi mereka akan tiba"

Entah kenapa Siwon refleks menggenggam jemari Kyuhyun yang terkepal memutih di pahanya. Kyuhyun membalas genggaman itu. Ia takut, teramat takut.

"Ah, Mianhe kami terlambat"

Keluarga Cho tiba, Kyuhyun tersenyum mempersilahkan orang tuanya untuk duduk, sementara Donghae memandang Siwon dan Kyuhyun serta jemari mereka yang saling bertaut. Ia mendengus, ia sudah tahu apa yang akan jadi perbincangan mereka kali ini, Kyuhyun terlebih dahulu menceritakan semua padanya.

Kyuhyun menarik nafas dalam, saat semua keluarga telah berkumpul dan menunggu. Kyuhyun menatap Siwon sejenak lalu beralih memandang keluarga besar itu.

"Sebelumnya aku ingin meminta maaf, ini mungkin akan terdengar aneh, tapi.."

Kyuhyun berhenti, ia menelan susah ludahnya, genggaman tangannya semakin erat.

"Mianhe, Appa Eomma, kami sudah memutuskan untuk.. bercerai"

"Mwo!/ Ye!"

Kyuhyun memejamkan matanya bersamaan dengan pekikan 2 pasang orang tua itu. Ia yakin setelah ini semuanya akan dramatis.

"Apa maksudmu Cho Kyuhyun!" Appa Cho mulai naik pitam, ia menunjuk anaknya dengan wajah memerah.

"Mainhe appa, kami sudah berusaha tapi semuanya gagal"

"Berusaha? Berusaha apanya?" Appa Cho memegang dadanya yang terasa sesak, Sontak Eomma Cho dan Donghae berdiri berusaha menenangkan. Kyuhyun menunduk

"Choi Siwon! Bisakah kau jelaskan sesuatu pada appa" Kini suara Appa Choi yang terdengar sementara Eomma Choi sudah berlinang airmata, sungguh ia sangat menyayangi menantunya itu.

"Appa, mianhe.. dari awal kami memang tidak memiliki perasaan apapun, kami tidak mencintai satu sama lain"

Kyuhyun melirik Siwon, tidak mencintai? Apa aku tidak terlihat mencintainya?

"Apa maksudmu Choi Siwon! Lalu apa yang kami lihat 2 tahun lalu itu apa hah!" Appa Choi berdiri, hendak memukul anaknya namun Kyuhyun segera memeluk Siwon.

"Lihat! Kyuhyun bahkan masih melindungimu! Apa itu yang dinamakan tidak saling mencintai?"

Kyuhyun melepas pelukannya ia kembali memandang Appanya yang mulai tenang.

"Appa, waktu itu kami terpengaruh wine, kami melakukannya tidak sengaja, toh aku belum sempat berbuat yang lebih terhadap Kyuhyun, bahkan hingga saat ini Kyuhyun belum aku sentuh"

Plaaakkk

Sebuah tamparan mendarat di pipi Siwon, Kyuhyun terkejut, ia reflek memegang pipi Siwon

"Appa, aku mohon jangan pukul Siwon Hyung, dia tidak salah, aku yang salah"

"Kyuhyun, jangan membela namja menjijikkan seperti anak ini, dia sudah mempermalukan keluarga" Appa Choi menarik Kyuhyun dari Siwon

"Siwon Kyuhyun, Eomma benar-benar kecewa pada kalian, seharusnya kalian bisa mempertahankan keutuhan rumah tangga kalian" Eomma Choi membelai pipi Kyuhyun, ia melirik Eomma Cho yang sepertinya sama kecewa dengan dirinya.

Kyuhyun tidak tega, ia memeluk Eomma Choi dan Eommanya sendiri.

"Mainhe eomma, mianhe" Bisiknya, ia melirik Siwon yang masih memegangi pipinya, Appanya yang dipeluk Donghae dan Appa Choi yang duduk menunduk, ia masih saja menggeleng-gelengkan kepalanya.

...

Kyuhyun duduk memeluk lututnya di sisi jendela, ia menatap keramaian dibawah sana. Sejak pertemuan tadi ia dan Siwon kembali ke apartemen mereka, mereka diwajibkan hidup bersama selama proses perceraian mereka, vakum dari sekolah mereka, dan harus selalu bersama beberapa waktu terakhir ini.

"Hhhhh.." Kyuhyun menghela nafas berat. Kepalanya terasa pening. Berulang kali ia membenturkan kepalanya di kaca jendela.

"Hei kepalamu bisa pecah"

Kyuhyun hanya melirik Siwon sebentar lalu kembali berkutat dengan kegiatan –mari membenturkan kepala hingga peningnya hilang-

"Ck, kepalamu bisa sakit" Siwon menempelkan kepala Kyuhyun ke dadanya, mereka terdiam, entah karena mereka nyaman dengan posisi seperti ini atau karena apa.

"Kyuhyun-ah.. bisakah kau menemaniku tidur? Malam ini saja" Siwon berbisik, kini ia membelai rambut Kyuhyun, menyelipkannya di belakang telinganya. Kyuhyun hanya mengangguk.

Ia ikut saja saat Siwon menarik lengannya masuk kamar mereka, ia juga ikut saja saat Siwon mendudukkannya di sisi ranjang dan mengecup keningnya. Siwon masuk ke kamar mandi, meninggalkan Kyuhyun dengan Piyama putih di pangkuannya. Kyuhyun berdiri mengganti pakaiannya selagi Siwon masih di kamar mandi.

Beberapa menit kemudian Siwon telah selesai mandi dan telah lengkap dengan piyama hitamnya, sangat kontras dengan piyama yang dikenakan Kyuhyun.

Siwon tersenyum saat ia melihat Kyuhyun menahan kantuknya di sisi lain, ia membaringkan tubuhnya pelan dan menarik Kyuhyun agar masuk ke dalam pelukannya.

"Tidurlah.." Kyuhyun mengangguk, menyamankan posisinya.

"Hyung.."

"Hm?"

"Aku ingin mengeluarkan semua sesak yang aku rasakan hyung"

"…"

"Hyung"

"Hm?"

"May I kiss you? For the last time"

Siwon menatap mata Kyuhyun yang menengadah kepadanya. Entah kenapa ia merasa seperti terhanyut dalam rasa sesak yang Kyuhyun rasakan kini. Jika bisa jujur, ia sebenarnya sama sakitnya, sama menderitanya dengan Kyuhyun, hanya saja Siwon tidak tahu harus bagaimana.

Chup

Tanpa menjawab, Siwon menarik dagu Kyuhyun agar mendongak lebih tinggi lalu memagut bibirnya lembut, mengecupnya bergantian, menghisap setiap jengkal bibir merah itu, Kyuhyun menarik baju bagian depan Siwon, membuat tubuh mereka semakin rapat.

"Ughh.." Kyuhyun melenguh ketika Siwon memasukkan lidahnya membelah bibir Kyuhyun, menyapu deretan gigi dan membelit lidah Kyuhyun posesif. Ia menjilati semua yang ada dalam mulut Kyuhyun. Sementara Kyuhyun telah meremas rambut Siwon hingga berantakan. Posisi mereka semakin intim dengan Siwon yang mengunci tubuh Kyuhyun dari atas. Decakan dan lenguhan bibir mereka terdengar berat, Siwon bergerak cukup 'liar' sehingga membuat Kyuhyun kewalahan.

"Hhhhh..Hhhh…"

Deru nafas mereka terdengar lelah, Siwon masih berada di atas Kyuhyun, bibirnya masih bertengger menggoda di depan bibir Kyuhyun.

"Gomawo Hyung" Bisik Kyuhyun, Siwon hanya tersenyum, mengecup bibir itu sekilas lalu kembali berbaring di samping Kyuhyun, ia menarik Kyuhyun kembali ke pelukannya. Mengecup keningnya lalu mulai terlelap.

…..

Pagi hari di kediaman wonkyu, Siwon masih terlelap dengan memeluk Kyuhyun, namun bias mentari menusuk matanya, dahinya berkerut. Saat tubuhnya beringsut sebuah bobot besar juga tertarik mengikuti lengannya, ia melirik Kyuhyun yang tidur memeluk tubuhnya, Siwon tersenyum.

Wajah Kyuhyun damai dalam tidurnya, hembusan nafasnya teratur, bibirnya terkatup sempurna.

Glup

Siwon menelan ludahnya saat menatap bibir merah Kyuhyun, bibir yang semalam ia rasakan manisnya. Entah bisikan dari mana ia merasa terdorong untuk mengecup bibir itu lagi.

Semakin dekat..semakin dekat..dan..

"Hyung, kau sudah bangun?" Kyuhyun membuka matanya membuat Siwon sontak mundur.

"Ehm, ne"

"Ah mianhe, aku tidur di lenganmu, pasti rasanya kaku" Kyuhyun bangkit duduk di sisi ranjang, rambutnya berantakan, namun terkesan imut di mata Siwon.

Hell, dimana Siwon selama ini, kenapa ia tidak pernah melihat sisi menakjubkan dari calon mantan istrinya ini.

"Aniyo, kau tidak berat kyu"

"Hehehehe"

Kyuhyun tertawa dan semakin terpukaulah Siwon mendengar suara dan memandang mata Kyuhyun yang melengkung lucu.

"Eum, hyung hari ini kita akan melakukan apa?" Kyuhyun berbalik, duduk bersila di depan Siwon yang masih berbaring. Siwon bergegas bangkit, ia juga melakukan hal sama seperti Kyuhyun.

"Bagaimana kalau kita bermain game seharian, memasak, lalu membersihkan rumah dan.."

"Cukup..cukup..hyung, aku tidak ingin membersihkan rumah"

"Wae?"

"Sebentar lagi rumah ini kan tidak berpenghuni, jadi sebaiknya kita memanggil cleaning service saja ne"

Deg

Siwon merasa sesuatu akan menghilang sebentar lagi, dirinya dan Kyuhyun di masa mendatang bisa saja tidak seperti ini dan itu rasanya menyesakkan.

"terserahlah kyu"

"Kau marah hyung?"

Siwon menggeleng, ia tidak marah sama sekali. Hanya saja ia merasa Kyuhyun akan pergi meninggalkannya. Ok memang sudah sepantasnya Kyuhyun akan pergi setelah perceraikan mereka, toh ini juga keinginannya bukan?

"Hyung.."

Siwon kembali ke dunia nyata setelah terbang bersama khayalannya.

"Aniyo Kyuhyunnie.."

Di acaknya rambut Kyuhyun gemas, Kyuhyun terkikik lucu dan itu cukup membuat nafas Siwon tersendat. Damn..

…..

TBC...