Setelah melewati masa berkabung(?), akhirnya saya putuskan untuk meng-update
Oya, kalau kalian tidak suka insert songnya... Ini alternatifnya:
1. Dream x Dream by Rina Aiuchi
2. GO YOUR OWN WAY by Yumi Shizukusa
3. Kono Namida wo Kimi ni Sasagu by NO NAME
4. Sakura Sakura by Mai Kuraki
5. Sakurairo no Sora no Shita de by AKB48
6. Shin Ai by Nana Mizuki
7. Time After Time ~Hana Mau Machi de~ by Mai Kuraki

HAPPY READING~

NOTE: Italic=dalam pikiran, ()= lirik lagu

Disclaimer 1: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...
Disclaimer 2: Lagu yang muncul di fic ini bukan milik saya! Lagu itu milik penyanyinya dan yang bersangkutan


Mitsuki dan Aiolia berjalan mengelilingi kota Athens. Mereka mengunjungi banyak tempat toko kue, Pet Shop, toko barang antik, penjual makanan pinggiran, dan masih banyak lagi. Sekarang mereka sedang beristirahat di sebuah kafe dan meminum jus yang mereka pesan. Di kota Athens yang panas ini, minum jus dingin. Ya ampun, pasti seger bener tuh! (Readers: Kok malah ngomongin jusnya?)

Setelah merasa cukup beristirahat, mereka kembali berjalan-jalan

"Wah... Kakak-adik ya? Kakaknya cantik dan adiknya imut, iri deh!" itulah tanggapan banyak orang, dengan bahasa Yunani atau Inggris tentunya

.

.

Mereka mengunjungi banyak tempat... Dan tanpa mereka sadari, langit mulai berubah merah. Matahari mulai tenggelam

"Sorosoro jikan da..." pikir Mitsuki (Readers: SOK JEPANG!)

Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Sanctuary saat sebuah bianglala menarik perhatian Mitsuki (Readers: Emang London Eye apa?)

"Aiolia-kun, aku tahu kita lagi pulang ke Sanctuary. Tapi apakah kamu keberatan kalau kita menaiki bianglala itu?" tanyanya

"Tidak sih... Tapi kenapa?"

Sebuah senyum terukir di wajah Mitsuki "Aku yang ingin menunjukkanmu sesuatu" ucapnya sambil menarik tangan Aiolia

~Setelah menaiki bianglalanya~

"Nee, apa yang ingin kamu tunjukan?" tanya Aiolia untuk kesekian kalinya hari ini

"Ehehe, ini"

Bersamaan dengan itu bianglala mereka mencapinya titik paling atas dan berhenti, memberikan pemandangan kota Athens yang termandikan cahaya matahari terbenam

Aiolia langsung terpesona "Waah... Indahnya" pujinya "Sayang yang lain tidak bisa melihat ini"

Mitsuki tersenyum miris "Iya..." jawabnya pelan

Tak lama, Mitsuki menyanyikan sebuah lagu

"(Tsuranuki sasu yami ni nomare)
(Hitokakera no omoi wo idaite)
(Magire mo naku kono inochi wo)
(Tada yakusoku no oka ni uzumeru hi wo)

(Dakedo ima kono kokoro ni ukabu)
(Shakunetsu no itami wo watashi tsutaekirezu)

(Yuku ate no nai sakebi wo matsu mono yo)
(Douka naite inochi takanatte yuke)
(Namida tsumuide kietsuzuru inori ga)
(Mujihi na shi no te ni kakerareta toshite mo)
(Soredakede ii kara)
(Soredakede ii kara)"

Aiolia langsung terbingung-bingung "Mitsuki, kenapa kamu menyanyikan lagu itu? Lagunya seperti lagu sedih saja..."

"Aku... Hanya merasa ingin menyanyi saja" ujar Mitsuki

Tak lama, bianglalanya kembali bergerak. Dan sepanjang itu tak ada satu pun dari mereka yang berbicara

.

.

Begitu mereka turun dari bianglala, mereka langsung berjalan menuju halte bus terdekat. Kenapa? Soalnya jarak mereka dengan Sanctuary terlalu jauh, bisa-bisa Mitsuki kembali ke masa depan di tengah jalan. Bisa gawat itu

Kebetulan, sebuah bus datang beberapa detik setelah Mitsuki dan Aiolia sampai di halte. Mereka pun naik dan beruntung sekali, bus itu tidak penuh. Jadi banyak tempat duduk yang kosong

Setelah bus mulai berjalan, Aiolia langsung tertidur di pundak Mitsuki (Author: KYAA!). Awalnya Mitsuki agak terkejut, tapi ia tersenyum kecil dan membiarkannya

...

Bus terus berjalan, Aiolia masih tertidur. Suasananya sepi sekali, ini membuat Mitsuki memikirkan perbincangannya dengan Shion dan Rḗgas

Flashback Mode ON

Perbincangan itu terjadi pagi tadi, tepat sebelum Mitsuki turun untuk menemui Aiolia

~Pope Hall~

"Selamat pagi Pope Shion, Rḗgas-san..." sapa Mitsuki begitu memasuki Pope Hall

"Selamat pagi" balas mereka berdua

"Kenapa kalian memanggilku?" tanya Mitsuki to the point

Shion dan Rḗgas saling pandang sebelum Shion pun memberitahu Mitsuki maksud kedatangannya

"Mitsuki, kita tahu kamu resah karena kita akan menghapus ingatan semua orang tentangmu..." ujar Shion

"Kalau soal itu sih... Aku sudah tidak terlalu memikirkannya"

Sebuah senyum muncul di wajah Rḗgas "Tidak perlu bohong Mitsuki, justru kita memanggilmu ke sini untuk memberi kabar baik"

"Kabar baik?"

"Ada sebuah cara agar ingatan mereka kembali"

Wajah sang gadis langsung berubah cerah "Benarkah!?"

Shion dan Rḗgas terkekeh "Iya, saat mereka meninggal mereka akan ingat" jawab Rḗgas

Wajah Mitsuki berubah pucat "Mak, sudmu?"

"Ahaha! Tenang saja aku hanya bercanda!" seru Rḗgas, Mitsuki langsung menghela nafas lega "Memang benar saat mereka meninggal ingatan mereka akan kembali. Tapi ada cara lain, kamu harus melakukan hal yang terakhir kali kamu lakukan di masa ini di depan mereka..."

"Eh?"

"Misalnya hal terakhir yang kamu lakukan adalah menjabat tanganku, berarti kamu harus menjabat tanganku saat kamu kembali nanti" jelas Shion

"Begitu ya? Itu kabar bagus..."

Rḗgas kembali tersenyum "Akhirnya kamu bisa tenang juga..." pikirnya

Flashback Mode OFF

.

.

Matahari telah terbenam sepenuhnya, siang telah berganti menjadi malam. Mitsuki dan Aiolia yang sudah turun dari bus, kembali melanjutkan perjalanan pulang mereka dengan berjalan kaki. Mereka baru mencapai Perbatasan Sanctuary ketika Aiolia akhirnya memukul, membunuh, mencincang, dan memecah kesunyian

"Mitsuki, kamu sudah mau pulang ya?"

"Eh? Tentu saja dong, ini kita sudah hampir sampai di Sanctuary"

"Bukan, maksudku pulang ke tempat asalmu..."

Wajah Mitsuki berubah, walau ia terus memaksa tersenyum tapi yang muncul hanyalah ekspresi sedih. Ia berusaha keras menutupinya "Benar..." ucapnya pelan

Bersamaan dengan itu, mereka akhirnya sampai di Sanctuary

Mitsuki langsung mendongak untuk melihat jam besar Sanctuary, api Aquarius baru padam

"Sudah hampir waktunya" pikir Mitsuki

Aiolia juga ikut melihat jam besar itu, "Mitsuki... Tinggalah disini" pinta Aiolia

Wajah gadis itu berubah kaget

"Aku tahu ini kedengaran, bukan, ini memang egois, tapi aku ingin kamu tetap disini! Aku yakin yang lain juga berpikir seperti itu" seru Aiolia "Kamu baru disini beberapa hari, tapi kita semua sudah merasa kamu sebagai bagian hidup kita..." ucapnya lagi

Mitsuki terlihat sedih, sedih sekali "Maaf Aiolia-kun, aku tidak bisa. Ada yang menunggu disana... Bukan berarti aku tidak menganggap kalian. Aku sangat, sangat menyayangi kalian seperti keluargaku sendiri. Tapi tetap saja, aku harus kembali..."

Aiolia menunduk sehingga sebagian wajahnya tertutup rambutnya "Aku mengerti... Tapi setidaknya, aku ingin menyampaikan sesuatu sebelum kamu pergi"

"Apapun itu aku akan mendengarnya" ucap Mitsuki

"Mitsuki... Aku, aku... Suka padamu!" seru Aiolia masih menunduk "Setidaknya, aku ingin kamu tahu itu..."

.

.

.

.

Bersamaan dengan itu, api Pisces perlahan-lahan padam

"Aiolia-kun..." panggil Mitsuki dengan lembut

Aiolia pun mendongak dan menemukan keningnya dicium dengan lembut oleh Mitsuki

(Playing song "Kei no Uta" by Nana Mizuki)

Tubuh Mitsuki mulai diselimuti cahaya warna-warni, menandakan ia akan kembali ke masa depan

"Aku senang mendengarnya, Aiolia-kun" ucapnya sambil menggenggam tangan Aiolia dengan kedua tangannya "14 tahun lagi, jika perasaanmu tidak berubah. Saat itulah aku akan memberikan jawabanku..."

Mitsuki mendekatkan tangan Aiolia ke wajahnya "Mata ne, Aiolia-kun..." ucap Mitsuki sambil menunjukkan senyum malaikatnya. Tepat setelah itu, cahaya yang menyelimutinya bertambah terang, begitu cahayanya meredup, Mitsuki sudah tidak ada disana

~Pope Hall~

"Aku serahkan sisanya padamu..." ucap Rḗgas sebelum menghilang seperti Mitsuki, Shion pun menjadi sendirian di sana...

"Sudah waktunya" ucap Shion, ia langsung membakar Cosmonya dan membacakan mantra pengaktif serbuk bunga Salvianya

~Kuil Aries~

Aiolos dan Shaka melihat api Pisces redup, sebuah senyum miris muncul di wajah keduanya "Sampai jumpa lagi... Mitsuki"

"Are? Kok, aku merasa melupakan sesuatu ya? Sesuatu yang penting..." ucap Milo tiba-tiba

"Hn? Aku juga..." ucap Mu

Aiolos dan Shaka memandang satu sama lain

"Ah! Aiolia!" panggil Aphrodite yang melihat sang calon Gold Saint Leo memasuki Kuil Aries

Wajah Aiolia masih terlihat sedih, padahal ingatannya tentang Mitsuki harusnya sudah tersegel

"Aiolia?"

"Tidak apa-apa, aku hanya-" ucapannya terputus ketika melihat setangkai bunga di salah satu vas Kuil Aries, benar itu adalah bunga yang hendak ia berikan kepada Mitsuki tempo hari

Air mata mulai mengucur dari matanya "Kenapa ini? Aku tiba-tiba merasa sedih..." ucapnya

Aiolos langsung mendekatinya dan berusaha menenangkannya "Maafkan aku, Aiolia... Aku akan memberitahumu saat dia kembali nanti..."

~Di Rozan~

"Ng? Hahaha... Sepertinya dia sudah kembali ke masanya ya?" ujar Roushi "Semoga kita bisa bertemu lagi, Mitsuki..." ucapnya sambil menengadah memandang langit yang bertaburan bintang


「つづく。。。」

SELESAI!
Mitsuki: Akhirnya balik juga!
Teru: *ngasah golok, pisau daging, pedang, dan katana*
Mitsuki: *muka horror* Ni, Niisan?
Teru: Mau berburu singa
Mitsuki: *muka super mega horror*
Alberich, Fenrir: HI! Maaf kita terlambat!

#ScorpioNoKuga
Mitsuki: Kasihan Kuga-san... Semoga cepat sembuh ya
Alberih: Katanya orang bodoh tidak kena pilek loh
ALL: Terus?
Alberich: Ya aneh aja si Kuga-
(Kapak melayang TEPAT disamping wajah Alberich)
Teru, Fenrir: WAHAHAHAHA!
Mitsuki: *sweatdrop*Oya, soal promosinya... Maaf ya, Wina-chan gak mau baca... Katanya "Highschool DXD itu, Ecchi dan untuk 18 tahun keatas"
Fenrir: Woy, Icarus! Loe milih mana? Kakakmu *nunjuk Marin* ato Dewimu *nunjuk Mitsuki*?
Mitsuki: Loh? Kok aku yang ditunjuk?
ALL: ADA DEH!

Mitsuki: Sekian Chapter 18!
Teru: Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek!
Alberich: Silahkan mereview! Walau orang pintar gak bakal ngereview fic gaje ini
Fenrir: Salah! Orang pintar minum tolak angin!
Mitsuki, Teru: *sweatdrop* OK, sesuai judul chapter ini... Jaa mata ne! Sampai berjumpa lagi!