Malam hari, sehari sebelum perceraian..

Mereka memutuskan untuk bermain sepuasnya di taman bermain, jemari mereka saling bertaut, Kyuhyun sesekali tertawa saat Siwon menggerutu tidak jelas dengan keinginan Kyuhyun untuk menaiki bianglala raksasa.

"Ayolah Hyung, sekali saja ne.."

"Andwee! Aku takut ketinggian Kyu" Siwon merengut. Kyuhyun kembali tertawa

"Wah, ternyata hanya badanmu saja yang besar hyung, tapi nyalimu kecil.." Kyuhhyun mengoceh meninggalkan Siwon, ia sudah mengantri di antara antrian lain. Siwon tidak terima dikatai bernyali kecil

"Arraseo, aku ikut" Kyuhyun tersenyum, rencananya berhasil. Siwon begitu lemah jika di pancing seperti itu.

Mereka kini berada didalam sebuah kapsul bianglala, bianglala mereka berputar pelan. Siwon terlihat kaku dengan mata terpejam, Kyuhyun yang menyadari itu, menggenggam jemari Siwon.

"jangan tegang Hyung, buka matamu, disini sangat indah, pemandangan malamnya luar biasa"

Siwon perlahan membuka matanya, menuruti saran Kyuhyun, hal pertama yang ia lihat adalah keindahan wajah Kyuhyun dengan latar lampu-lampu kota dari dinding bianglala yang terbuat dari kaca.

Deg

Jantungnya berdetak saat Kyuhyun tersenyum padanya,

"Lihat kan hyung," Kyuhyun berbalik menunjuk pemandangan indah didepannya, Siwon masih tidak berkutik, ia masih menatap Kyuhyun dan genggaman di tangannya. Kyuhyun melirik Siwon yang menatap genggamannya, Kyuhyun ikut kaku, ia menjaga jarak dengan Siwon yang malah membuat kapsul mereka bergoyang, Siwon semakin kelimpungan, digenggamnya tangan Kyuhyun erat hingga Kyuhyun ikut tertarik masuk ke dalam pelukannya.

Kapsul berhenti bergerak, namun Siwon masih bergetar, Kyuhyun mengusap punggung Siwon agar namja itu tenang, ia sudah tahu dari dulu jika Siwon sangat anti ketinggian, tapi kali ini Siwon rela naik wahana yang cukup tinggi.

"Ssst, tenanglah hyung, kapsulnya sudah berhenti bergerak"

Kyuhyun mencoba melepas pelukannya, namun Siwon semakin memeluknya erat. Membuat Kyuhyun menelan ludahnya, bagaimana tidak ia harus menahan detakan jantungnya yang semakin menggila. Kyuhyun mampu merasakan hembusan nafas cepat Siwon di lehernya, rupanya namja ini begitu ketakutan.

Siwon tidak melepas genggaman tangannya bahkan ketika mereka sudah sampai di apartemen, wajahnya terlihat pucat, Kyuhyun merasa bersalah dengan kondisi Siwon sekarang.

"Hyung, mianhe.. gara-gara aku kau jadi pucat"

Siwon hanya menggeleng, Kyuhyun mendudukkan dirinya diikuti Siwon di sofa rumah mereka, ia menghela nafas. Siwon melepas genggamannya lalu merebahkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

"Besok kita tidak akan seperti ini lagi kyu"

Deg

Kyuhyun terdiam, ia memejamkan matanya, mengapa Siwon seakan merasa berat berpisah dengannya? Bolehkah ia berharap Siwon akan mengatakan kata-kata jangan berpisah sekarang?

"Ini yang terbaik hyung, lagipula kita malah semakin dekat setelah keputusan ini diambil bukan?"

Siwon mengangkat bahunya, ditatapnya mata Kyuhyun.

"Kau yang terbaik"

Siwon memeluk Kyuhyun setelah mengucapkan itu, Kyuhyun merasakan bahunya basah dan bahu Siwon yang bergetar. Hei Siwon menangis? Wae?

...

Perceraian mereka berjalan lancar, walaupun diselingi oleh ketegangan orang tua mereka, namun kini semuanya telah resmi berakhir. Siwon dan Kyuhyun bukan lagi sepasang suami isteri, mereka kini telah berpisah dan memutuskan kembali ke sekolah, bahkan mereka menjadi sahabat dan berada dalam kamar asrama yang sama, tentu sebelumnya telah disepakati oleh Ryeowook sebagai roommate Kyuhyun.

Day 1.

At School.

"Ahhhh.. akhirnya kita kembali bersekolah lagi hyung" Kyuhyun melempar Tasnya di atas kasur, ia merentangkan tangannya. Sedangkan Siwon hanya menghela nafas malas. Sungguh jika Kyuhyun tahu betapa jengahnya Siwon dengan suasana sekolah dan..

"Siwon oppa!"

Yah, lengkingan itu.

"Stella-ssi? Kau datang menemui Siwon hyung? Jja, masuklah" Dan demi apapun mata Siwon membulat mendengar suara Kyuhyun. Kyuhyun yang kini berdiri dan mempersilahkan stella masuk kamar mereka.

"Kyu, aku ada kelas" Siwon mencari alas an, Stella memanyunkan bibirnya, Kyuhyun memutar bola matanya malas.

"Kalian bisa ke kelas bersama, bukannya kalian sekelas?"

Siwon diam. Stella diam. Kyuhyun diam.

"Jja, kita ke kelas" Akhirnya Siwon mengalah, ia menarik lengan Stella pelan, wajahnya tertekuk.

"Semangat hyuuuunnng!"

Siwon mendesah, sekuat apapun Kyuhyun berteriak ia tidak akan bersemangat selama Stella masih disampingnya. Hei, ada apa ini? Bukankah alasan mereka bercerai karena Stella? Lalu? Ah entahlah, Siwon pusing memikirkan itu.

...

Kyuhyun mendudukkan bokongnya di bangku kelas, ia memijit pelipisnya yang terasa pening, sepertinya ia terkena demam lagi, salahkan saja tubuh Kyuhyun yang memang termasuk lemah.

"Hei, kau kenapa?" Wookie a.k.a Ryeowook menepuk bahu sahabatnya itu, Kyuhyun hanya menoleh lemah lalu menggeleng.

"Kau sepertinya demam kyu" Wookie menempelkan telapak tangannya di kening Kyuhyun, ia sedikit berjengit dengan suhu tubuh sahabatnya itu.

"Gwenchana wookie-ah" Kyuhyun menyandarkan bahunya,matanya terpejam.

"Ya sudah, kalau kau merasa tidak kuat kau bisa memanggilku, arra"

Kyuhyun hanya bisa mengangguk, wookie kembali ke bangkunya di jejeran mengernyit, kepalanya benar-benar terasa berat, sangat berat.

Kreeettt, bangku sampingnya ditarik seseorang. Kyuhyun berjengit malas

"Apalagi wookie-ah, aku baik-baik saja, bisakah kau berhenti men-" Kyuhyun terdiam saat yang ia dapati disampingnya bukanlah wookie sahabatnya namun namja berwajah kekanakan.

"Annyong" Namja itu tersenyum, matanya bulat. Kyuhyun memicingkan matanya

"Choi Minho, aku murid baru disini" Namja bernama Minho itu menjulurkan tangannya, Kyuhyun menyambutnya bingung.

"kau tertidur sampai tidak menyadari seonsaenim bahkan aku yang duduk disampingmu" lanjutnya, Kyuhyun menggeram.

"Gwenchana?"

"Ne, aku hanya sedikit pusing"

Minho tersenyum, Kyuhyun membalasnya lembut.

Sejak saat itu Kyuhyun dan Minho menjadi dekat, Kemanapun Kyuhyun pergi Minho pasri mengikuti namja bermarga Cho itu, Kyuhyun sama sekali tidak terganggu, selain pengertian, Minho juga memiliki hobi yang sama dengannya, ya bermain game.

Minho sering mengajak Kyuhyun ke kamarnya hanya sekedar bermain hingga pagi, dan pada pagi hari ketika Kyuhyun kembali ke kamarnya, ia harus bersiap mendengar amukan Siwon yang melihatnya dengan mata memerah menahan marah. Kyuhyun sudah terbiasa, paling tidak setelah Minho hadir dalam hidupnya ia tidak merasa kesepian lagi.

Seperti siang itu, saat jam makan siang, Minho mengajak Kyuhyun makan di kamarnya, pagi itu Minho mendapat kiriman makanan dari rumahnya, sebagai orang terdekatnya ia mengajak Kyuhyun untuk mencicipi masakan ibunya.

Tidak sengaja mereka melewati taman samping, langkah mereka sontak terhenti dengan pemandangan di depan mereka sekarang. Mata minho membulat, terkejut dengan apa yang ia lihat, sedangkan Kyuhyun hanya mendesah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Kyuhyun kembali melangkah melewati Siwon dan Stella yang masih dalam posisi saling memeluk, Ia tidak merubah mimic apapun malah kini ia kembali asyik berbincang bersama Minho, sahabat sekelasnya yang memang selalu berada di dekat Kyuhyun.

Berbeda dengan Kyuhyun, Siwon bahkan tidak berkedip menatap punggung Kyuhyun yang menjauh, ia tidak menyangka respon Kyuhyun bahkan sampai seperti ini, tidak ada kilatan terkejut ataupun marah. Hanya tatapan biasa, sangat biasa untuk mengingat mereka pernah memiliki hubungan sebagai sepasang suami-istri.

…..

Meanwhile

Kyuhyun meremas kertas didepannya, entah sudah berapa lembar yang jatuh dengan kondisi teremas, Minho hanya mengusap bahu namja yang diam-diam ia sukai itu.

"Tenanglah kyu"

Trak..

"Bagaimana aku bisa tenang, ujian sisa 2 hari lagi dan aku sama sekali belum belajar"

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi, ia benar-benar belum belajar sama sekali hanya karena namja bernama minho ini selalu menyita waktunya untuk sekedar bermain game di kamarnya.

"Dan ini semua karenamu bodoh" Kyuhyun melempar pena hitamnya hingga mengenai kepala minho, minho hanya mengaduh dan menggembungkan pipinya, kyuhyun tertawa menyaksikan pemandangan langka didepannya.

"Hhh, kau ini seperti anak kecil saja, ya sudah aku kembali ke kamar dulu, ingat mala mini tidak ada game arraseo, by minho-ah" Kyuhyun bangkit meninggalkan Minho yang masih cemberut.

Cklekk..

Kyuhyun membuka pintu kamarnya pelan, matannya mengedar hingga ia menemukan sosok siwon duduk membelakanginya.

"Eh hyung? Kau tidak ada latihan basket hari ini?" Kyuhyun meletakkan buku-buku serta tas nya di meja belajarnya. Siwon tidak bergeming, ia masih asyik mengetuk mejanya dengan jemari panjangnya.

"Hyung, kau tahu hari ini minho tidak akan mengajakku bermain game seperti biasanya, jadi aku bisa focus untuk belajar semalaman " Kyuhyun melonggarkan dasinya, berjalan melewati Siwon menuju dapur mini mereka, mengambil sekaleng minuman lalu meneguknya hingga setengah tandas.

"Oh ia hyung, setelah ujian nanti sekolah akan mengadakan porm night lagi" Kyuhyun terkekeh, entah kenapa ia jadi teringat masa-masa itu, ia memiringkan kepalanya melihat Siwon yang masih diam.

"Hyung, gwenchana?"

Kyuhyun menarik kursi untuk duduk disamping Siwon, ia memperhatikan wajah Siwon dari dekat, seketika wajahnya berkerut, ia menempelkan telapak tangannya pada dahi Siwon.

"Omo! Kau demam hyung" Kyuhyun memekik, sesuai dengan pemikirannya, siwon mengalami demam, suhu tubuhnya sangat tinggi.

Kyuhyun berusaha menarik Siwon agar berbaring, berulang kali pula Siwon menolak namun Kyuhyun tetap memaksa.

"Nah, kau istirahat dulu hyung, aku akan membuatkanmu segelas susu hangat ne" Kyuhyun merapikan selimut hingga batas dada Siwon, sedetik saat ia akan berbalik lengannya dicekal Siwon.

Grep

Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi barusan, yang ia tahu kini ia berada dalam pelukan Siwon, berbaring dalam lingkup badan mantan suaminya itu.

"Kau tidak usah kemana-mana, disini saja, temani aku tidur"

Suara serak Siwon mengalun di telinganya, pelukannya erat, panas, namun Kyuhyun merasa nyaman. Ia menggeliat pelan, memperbaiki posisinya, lengannya kini melingkar diperut Siwon.

"Hyung, badanmu panas sekali.." Bisik Kyuhyun menatap wajah Siwon yang memerah.

"Gwenchana kyu, biarkan seperti ini dulu"

Kyuhyun kembali dalam masa sulit, ia bingung harus menempatkan situasi ini dalam kategori apa, ia tidak mungkin berharap lagi, Kyuhyun yang dulu sudah mati. Sekarang ia hanya menganggap Siwon sebagai hyung-nya, tidak lebih.

"Kyu, kau tahu.."

"Hm?"

"Aku membencimu"

Deg

"W-wae?"

"…"

"…"

"Kau berisik"

Kyuhyun mempourkan bibirnya. Ia menatap Siwon yang masih setia memejamkan matanya.

"Kau sangat berisik tadi, aku sedang pusing dan kau sudah bercerita panjang lebar tentang harimu"

"Hyuuuunnng…"

Siwon terkekeh, mengeratkan pelukannya.

"Hyung, aku bisa tertular jika kau memelukku seperti ini"

"Itu memang mauku"

"Hyuuuuunnng"

Mereka tertawa pelan, namun sama sekali tidak merubah posisinya yang masih saling memeluk erat. Bolehkah kita berharap mereka akan kembali bersatu? Semoga.

TBC...

Hhhhhh, maaf updatenya lama lagi *bow*

lagi banyak kerjaan soalnya hehehehe, makasih reviewnya yaaaahhhh,