Chapter terakhir... Apa Mitsuki dan Rḗgas berhasil kembali ke masa depan ya?
Oya, diakhir Chapter ini ada sebuah kejutan yang menunggu kalian~

HAPPY READING~

NOTE: Italic=dalam pikiran, jurus ()=lirik lagu /=jeda sejenak Underline=Bahasa Yunani

Disclaimer: Saint Seiya itu milik Kurumada-sensei! tapi Mitsuki, Kaoru, Ayame, Nagisa, Teru, para Akumu dan OC lainnya itu milik saya...


Matahari telah terbenam sejak tadi. Sekarang, bintang-bintang mulai menghiasi angkasa, tak lupa sebuah bulan sabit yang ikut menerangi malam ini

~Di Perbatasan Sanctuary~

Sebuah portal mucul, dari dalamnya keluar Mitsuki dan Rḗgas

"Ini... Perbatasan Sanctuary?" tanya Mitsuki "Apa kita sudah kembali ke masa depan?"

"Bagaimana kalau kami pastikan sendiri?" usul Rḗgas

"Entahlah... Aku, agak takut"

"Kenapa?"

"Bagaimana kalau kita masih di masa lalu? Bagaimana kalau kita merubah sejarah? Bagiamana kalau kita ada JAUH dari masa kita?"

"Fuh, aku mengerti kekhawatiranmu... Tapi hanya berdiri disini tak akan menyembuhkannya. Lagipula, ada orang yang ingin kamu temui kan?"

Rḗgas mendekati Mitsuki, ia mendorong pundaknya dengan pelan "Pergilah" ucapnya

Mitsuki tersenyum kecil dan berlari masuk ke Sanctuary, ia tidak sekali berhenti. Kakinya terus bergerak sampai akhirnya ia sampai di Kuil Aries

"MITSU-CHAN!" seru seorang gadis berambut pirang keemasan sambil memeluk Mitsuki

"He, Henna-chan!?" seru Mitsuki

"Mitsuki-san dari mana saja? Kita cari-cari seharian loh!" lanjut Sophie

"Sop, Sophie-chan..." ucap Mitsuki terbata-bata, air mata mulai berkumpul di matanya

Kedua gadis itu agak bingung dengan sikap Mitsuki, kenapa Mitsuki bersikap seolah-olah tidak bertemu kita selama 14 tahun?, kira-kira itu yang mereka pikirkan

"Ada apa sih? Kok ribut banget?" ucap seseorang yang tidak lain tidak bukan adalah kakak adopsi Sophie, Milo

Ia berjalan masuk ke Kuil Aries bersama Gold Saint yang lainnya

"Milo-san! Mu-san! Aldebaran-san! Kanon-san! Shaka-san! Roushi!" panggil Mitsuki hampir beruraian air mata

Para Goldies -minus Shaka dan Roushi- langsung bertanya-tanya akan sikap Mitsuki, mereka menoleh ke Henna dan Sophie untuk jawaban, tapi kedua gadis itu hanya menggeleng-geleng

"Senang kamu kembali, Mitsuki" sapa Roushi

"Terima kasih, Roushi. Oya-"

"Loh? Sejak kapan Mitsuki memanggil Roushi Roushi?" potong Aldebaran

"Sejak 14 tahun yang lalu!" bentak Roushi

"Roushi jangan marah gitu dong! Kan cuma nanya..." balasnya

"Siapa yang marah? Orang aku ngomong kenyataan..."

Mata para Goldies berubah menjadi titik kecil -kayak di Detektif Conan gitu-

"Roushi... Mitsuki baru 13 tahun, bagaimana bisa dia bertemu Roushi 14 tahun yang lalu?" ujar Kanon

"Kapan aku kasih tahu umurku ya?" pikir Mitsuki "Ah, diamkan sajalah"

Roushi dan Shaka saling pandang dan tersenyum kecil

"Mitsuki, tadi kamu mau tanya apa?" tanya Shaka menghiraukan Kanon, yang dihiraukan cuman jalan di perempatan aja(?). Salah salah, muncul perempatan maksudnya

"Aku mau tanya... Soal Aiolia-"

"Ada apa denganku?" tanya Aiolia begitu masuk ke Kuil Aries bersama Marin dan Shaina

"Aiolia, gimana kepalamu? Sudah enakan?" tanya Kanon perhatian(?) (Readers: Nggak salah nih? Kanon perhatian? Author: Nggak kok! Readers: Itu beneran Kanon bukan? Author: Kalo itu saya juga gak yakin)

"Sudah... Ah, Mitsuki. Kamu sudah kembali ya? Kemana saja sih? Kita nyariin setengah mati"

"Apaan!? Nggak nyampe 10 menit kamu udah gak bantuin nyari!" protes Milo

"Kepalaku sakit Milo! Serasa mo pecah!"

"Ya minum Bodre*!"

Mitsuki dan yang lainnya hanya bisa geli melihat pertengkaran kalajenking dan singa tersebut

Tiba-tiba, Mitsuki berjalan mendekati Aiolia dan Milo. Membuat keduanya berhenti berargumen. Sang gadis berbalik ke hadapan Aiolia dan mengulurkan tangannya

"Kita belum berkenalan secara resmi ya? Namaku Kamishiro Mitsuki, salam kenal ya!" ucapnya sambil menunjukkan senyum malaikat khasnya

"Ugh! Kepalaku sakit lagi" ringis Aiolia sambil menahan sakit itu, ia menjabat tangan Mitsuki "I, iya... Aku Leo Aiolia"

Mitsuki langsung menggenggam tangan Aiolia dengan tangannya satu lagi dan mendekatkannya ke wajahnya "Yatto aeta ne? Aiolia-kun..." ucap Mitsuki dengan pelan

Sontak semua orang disana kaget setengah mati, terutama Marin dan tentu saja Aiolia sendiri

"Kh! Kepalaku bertambah sakit!" ringisnya sambil memegangi kepalanya, ia terus mencoba menahan sakit itu. Sampai...

Sebuah gambar terpintas di pikirannya, satu demi satu, seperti kepingan Puzzle mereka menyatu. Saat itulah sebuah cahaya keemasan menyelimuti Aiolia lalu menyebar ke seluruh Sanctuary

~Di Perbatasan Sanctuary~

Rḗgas yang menunggui Mitsuki tiba-tiba tersenyum "Sepertinya ingatan mereka sudah kembali ya?" gumamnya

~Kembali ke Kuil Aries~

Para Gold Saint berkedip-kedip sesaat, lalu...

"Mi, Mitsuki! Ya ampun! Kok kita bisa lupa!" seru mereka

"Bukan salah kalian kok, kalian lupa karena ulah Shion" ucap Roushi

"Apa!? Dasar Pope! Kenapa mesti gitu segala sih!?" protes Milo

"Itu agar sejarah tidak berubah..." jawab Shaka

"Shaka-nii tau sesuatu ya? Tolong beritahu kami semua" pinta Henna

Shaka pun sibuk menjelaskan hal-hal yang terjadi kepada Henna, Sophie, Shaina dan Marin, serta para Goldies

"Mitsuki..." panggil Aiolia

"Oh iya, aku sudah janji ya? Aku akan memberikan jawabanku... Yah, kalau perasaanmu tak berubah tentunya" ucap Mitsuki sambil menoleh melihat Marin, setelah mengatakan itu ia berpaling ke Aiolia

Aiolia hanya tersenyum lalu memerhatikan Marin, Mitsuki langsung tahu arti senyuman itu

"Bahagiakan Marin-san, Aiolia-kun..." bisik Mitsuki

"Sudah pasti" jawab sang Leo

"Lagipula aku tidak punya perasaan kepadamu, hanya sebatas teman saja..." ucap Mitsuki dengan polosnya

Sebuah Artemis' Arrow serasa menusuk hati Aiolia "Berarti aku ditolak ya?" pikirnya

.

.

Selagi Shaka masih sibuk menjelaskan kepada yang lainnya, Mitsuki mengambil kesempatan untuk menemui Shion

"Kamu sudah kembali ya? Syukurlah" ucap Shion begitu Mitsuki berada di hadapannya

"Pope Shion, anda tahu dari awal soal identitasku kan? Bahwa aku adalah reinkarnasi Diana..."

"Aku sudah bilang telah menunggumu selama 14 tahun bukan?"

"Tapi aku punya satu pertanyaan, para Gold Saint sekarang ini ada karena dibangkitkan bukan? Kenapa mereka tidak ingat padaku?"

"Itu karena, begitu mereka dibangkitkan aku kembali menghapus ingatan mereka dengan serbuk bunga Salvia lagi... Mereka rewel, terutama Aiolia"

"Hahaha, begitu ya?"

"Oh iya, tolong kembalikan ini ke Chronos Rḗgas untukku" ucap Shion sambil mengeluarkan sebuah drawstring pouch berwarna hijau

"Baiklah" ucap Mitsuki sambil menerima drawstring pouch berwarna hijau itu

.

.

~Di Perbatasan Sanctuary~

"Rḗgas-san!" panggil Mitsuki

"Akhirnya kamu kembali juga, aku sudah hampir bosan menunggu"

"Oh iya, ini" ucap Mitsuki sambil memberikan titipan Shion

"Hn? Padahal tidak usah dikembalikan... Ya sudahlah" ucap Rḗgas sambil menerimanya

Tiba-tiba Mitsuki teringat sesuatu "AARRGGGGHHHHH!"

"Ke, kenapa!?"

"Rḗgas-san! Sekarang jam berapa!?"

"Jam- AARRGGGGHHHHH!"

.

.

~Di Hotel tempat Mitsuki menginap, di depan kamarnya~

"Ga, gawat nih... Niisan pasti marah" ucap Mitsuki

"Katakan saja sejujurnya"

"MANA MUNGKIN AKU BILANG AKU HABIS MENJELAJAH WAKTU!?" jerit Mitsuki, tiba-tiba

BRAK BRIK BRUK BREK BROK! CIAAAT(?) MEONG(?) GUK(?) AUUUMM(?) HIEEE(?)

Pintu pun terbuka

"MITSUKI! KAMU DARI MANA SAJA!?" seru Teru sambil memeluk Mitsuki erat-erat

"Nii, san, se, syak" ucap Mitsuki terputus-putus, Teru langsung melepas dekapannya

"Dan kamu! Kamu dari mana saja sih!?" serunya kepada Rḗgas

"Maaf Teru-san, aku berusaha mencari Mitsuki-san ke penjuru Athens" jawab Rḗgas dengan gaya butler (Readers: Sebastian kah?)

"Geh, Rḗgas-san mainin karakter itu lagi?" pikir Mitsuki "Oya, Niisan. Maaf aku melewatkan pesta pembukaannya..."

"Tenang saja... Justru aku iri, pesta itu sangat SANGAT membosankan! Harusnya aku ikut kamu jalan-jalan" ucap Teru

"Tapi..." mata Mitsuki mulai berair

Teru langsung tersenyum lembut dan mengelus kepalanya "Tidak usah seperti itu... Yang penting, selama jalan-jalan kamu senang kan?" hiburnya

Mitsuki mendongak dan tersenyum

"Ya sudah, ayo tidur. Besok kita mau pulang ke Jepang..."

"Ah, akan kusiapkan jemputan kalian..." ucap Rḗgas

"Asalkan tidak limousin lagi..." ucap sang kakak-adik berbarengan

"Ahaha, tentu saja"

.

.

~Keesokan harinya~

Mitsuki, Teru serta Rḗgas yang mengantar mereka, telah tiba di bandara. Mereka tengah mengucapkan perpisahan...

"Terima kasih atas semuanya Rḗgas" ucap Teru

"Soal ITU juga..." lanjut Mitsuki

"Ahaha, tentu saja..." balas Rḗgas

"Panggilan untuk penerbangan 181, tujuan Tokyo, Jepang-"

"Itu penerbangan kita, baiklah. Sampai jumpa lagi Rḗgas" ucap Teru sambil berjalan kearah terminal mereka

"Mata ne... Rḗgas-san!" ucap Mitsuki sambil mengejar Teru

"Iya, Αντίο! Mitsuki-san, Teru-san!" seru Rḗgas dari kejauhan

"Αντίο!" balas keduanya

(Note: Αντίο=sampai jumpa)

~Di Pesawat~

"Geh! Di kelas 1 lagi!? Dasar Jiijii!" keluh Teru

"Sudahlah, Niisan..." ucap Mitsuki menenangkan kakaknya itu "Oya, ini. Aku lupa mengembalikannya kemarin" ucapnya sambil melepas Liontin Matahari kakaknya

"Oh, aku juga hampir lupa... Jadi? Apakah kamu membuka Locketmu?" tanya Teru

"Ehehe..."

Mitsuki pun membuka Locket tersebut dengan Liontin Matahari Teru, mereka berdua pun memencet sembilan tombal yang ada di Locket tersebut (totalnya 10 tombol, 8 di bagian segitiga matahari dan 2 di bagian bulan sabit) dan mendengarkan pesan ibunya. Mereka baru mau menekan tombol terakhir, tetapi Mitsuki yang sempat menengok keluar sejenak, terkejut dengan orang-orang yang melambai kearahnya

"HENNA-CHAN!? SOPHIE-CHAN!?" serunya, bukan cuma Henna dan Sophie yang ada disana, Marin, Shaina, Shion dan para Gold Saint juga ada disana

Teru juga ikut melihat keluar jendela "Siapa orang-orang itu?" tanyanya

"Mereka teman baruku..."

"Kenapa, kebanyakan laki-laki?"

"Ahaha..." Mitsuki tertawa gugup

Ia kembali melihat keluar jendela dan tersenyum kearah para Saint, tidak peduli apakah mereka bisa melihatnya... Tapi yang menarik perhatiannya adalah, Kanon dan Aiolia. Kanon menarik perhatian Mitsuki karena ia berdiri terpisah dari Saint lainnya, sedangkan Aiolia...

Aiolia menggunakan tangannya untuk sebagai media bahasa isyarat kepada Mitsuki, Mitsuki hanya tersenyum-senyum saat mengetahui 'pesan rahasia' sang Leo "I always think of you..."

Tak lama, pesawat itupun lepas landas

"Sampai jumpa lagi Mitsuki/Aiolia-kun..."


「完」

SELESAI!
Wina: Akhirnya selesai juga~
Teru: Panjang sekali fic ini...
Mitsuki: Iya ya, sayang saat proses ini ada 'bencana'
Wina: Sudahlah, jangan ngomongin soal itu!
Teru: Iya, ayo kita tutup

Wina: Terima kasih sudah mau membaca fic ini sampai habis!
Mitsuki: Maaf atas segala typo, OOC keterlaluan, kegajean, ato ficnya aja yang terlalu jelek!
Teru: Bagi yang berminat, silahkan mereview! Tapi kalau tidak mau juga tidak apa-apa!
Wina: Nah, untuk menutup fic ini... Selamat menikmati Chikyuugi Instrumental ~Indonesian Version~


Chikyuugi Instrumental ~Indonesian Version~
Translation by: AmuletWin777
Performed by: Mitsuki Kamishiro
Music by: Teru Kamishiro

(Lagu yang lembut, mengalahkan air mata)
(Kehangatan yang/ mengalahkan kesedihan)

(MUSIC)

(Tak terpi/kirkan olehku)
(Kalau dunia bisa semudah/ itu berubah)
(Diam-diam singkirkan kegelapan)
(Dan teruslah berjalan, itu yang kupikirkan)

(Walau dengan pelan, dapatkah ku mendekat?)
(Kepingan mimpiku, orang yang ku-kasihi)
(Bentuk dari cinta/ dibayangan-ku~u)
(Terus dan terus, ku-cari selamanya)

(A~pakah yang bisa/ ku-lakukan tuk dirimu?)
("Barang berharga" tampaknya tak ku-punya)
(Walaupun begitu/ ku-ingin menyentuh)
(Kehangatan yang/ mengalahkan kesedihan)

(Nanana Nananana)
(Nananananana)
(Huu~ Huu~)
(Wow Wow)

(Terus terus berputar... Dunia)
(Terus terus berubah... Sang waktu)
("Di ujung dunia ini)
(Cinta setelah kebahagiaan")
(Mimpiku~)