Kyuhyun terbangun dengan masih dalam pelukan Siwon, ia tersenyum, jemarinya menyusuri bentuk rahang Siwon yang tajam. Ia menghela nafas, menarik tangannya lalu meringkuk membelakangi Siwon. Siwon yang sedari tadi terbangun hanya bisa mengulum senyumnya.

Siwon bergerak, menyusupkan lengannya di sekitar perut Kyuhyun dan menempatkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

"Kyu"

"Hm"

"Aku lapar"

"Bangun dan makanlah hyung"

"Suapi.."

Kyuhyun mencubit pelan lengan Siwon, Siwon hanya terkekeh lalu bangkit dari tidurnya.

...

Kyuhyun tengah sendiri di kamarnya, setelah meminum obat Siwon segera kembali beraktifitas mengejar ketertinggalanya, sebentar lagi ujian akan dimulai, ia harus berkonsentrasi bukan?

Tok tok tok

Pintu kamarnya di ketuk seseorang, Kyuhyun mengernyitkan dahi, apa Siwon kembali lagi? Apa demamnya kambuh lagi?

Kyuhyun bergegas berdiri dari meja belajarnya dan membuka pintu.

"Oh, hai Minho"

Minho berdiri di ambang pintu dengan memegang konsol game.

"Wanna playing some?"

Kyuhyun tertawa, ia mengangguk, toh hari ini ia juga libur untuk kelasnya.

"Tunggu sebentar ne, aku berganti pakaian sebentar, arra"

Minho mengangguk. Membiarkan Kyuhyun mengganti pakaiannya, walaupun menurutnya Kyuhyun berpakaian seadanya saja tetap terlihat imut dan mempesona.

Tidak sampai setengah jam Kyuhyun telah siap dengan tampilan kasual yang lebih rapi dari tadi, Minho tampak menggumamkan kata 'wow' yang sayang sekali tidak Kyuhyun perhatikan.

"Kajja"

Minho menarik bahu Kyuhyun, Kyuhyun sendiri hanya tersenyum sambil meletakkan lengannya di pinggang Minho. Kyuhyun sudah menganggap Minho sahabat terdekatnya selain Wookie yang sekarang lebih sibuk mengurus kura-kura kesayangan kekasihnya, Yesung.

Langkah mereka berhenti di depan kamar yang tidak jauh dari kamar Kyuhyun, Minho merogoh saku celananya mencari kunci pintu kamar.

Cklek.

Kyuhyun melesat masuk lalu mendudukkan dirinya di ranjang Minho, Minho sendiri sekarang tengah sibuk menyusun peralatan game nya setelah sebelumnya menutup pintu.

"Nah, kau mau bermain apa?"

Kyuhyun tampak berfikir sebentar.

"Terserah kau sajalah" Ucapnya

Minho mengangkat bahunya, kembali sibuk mencari game apa yang bagus mereka mainkan.

"Kyuhyun-ah, Eum itu kau dan Siwon Hyung, apa kalian berpacaran?"

Kyuhyun berhenti menekan konsol gamenya, ia beralih menatap Minho lalu tersenyum. Ia melirik layar besar di depannya sekilas, menekan tombol 'pause' lalu kembali menatap Minho.

"Kau mau mendengar ceritaku?"

Minho mengernyitkan dahinya namun akhirnya mengangguk. Ia beringsut menghadap Kyuhyun juga.

"Tapi kau harus berjanji tidak akan menceritakan ini pada siapapun ok"

Minho kembali mengangguk.

"Dulu kami sepasang suami-istri"

"MWO!?"

Kyuhyun menutup telinganya, Minho berteriak nyaring hingga mulutnya terbuka lebar dan mata yang membulat.

"Aiisssshhhh kau membuatku tuli"

"K-kau jangan bercanda Kyu, kalian kan?"

"Sesama namja?"

Minho mengangguk, pandangannya masih menyiratkan rasa tidak percaya hingga Kyuhyun mulai menceritakan semua kisahnya, pertemuan pertama mereka hingga masalah yang mereka hadapi, Stella juga ikut dalam ceritanya, lalu terakhir masalah perceraian mereka dan hubungan mereka yang anehnya malah membaik setelah mereka bercerai.

"Lalu sekarang kalian?"

Kyuhyun menghela nafas.

"Kami hanya sekedar Hyung dan Dongsaeng saja Minho-ah, malah aku sekarang lebih bahagia, Siwon Hyung memperlakukanku seperti adiknya sendiri"

Minho mengangguk paham, ia menatap Kyuhyun dalam, tidak menyangka namja polos yang ia temui beberapa waktu terakhir ini menyimpan begitu banyak beban hidup di masa lalunya.

"Jadi setelah kalian bercerai, Siwon Hyung kembali ke yeojanya?"

Kyuhyun mengangguk, Minho memperhatikan perubahan wajah Kyuhyun, ia tahu ada kesedihan dibalik senyumannya itu.

"Kau tidak cemburu?"

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya lalu mengangguk perlahan. Minho semakin yakin jika Kyuhyun tengah berbohong.

"Hhh, kau masih menyayangi Siwon Hyung bukan?"

Kyuhyun menggeleng cepat.

"Hanya sekedar hyung dan Dongsaeng, tidak lebih."

Minho mendengus, ia meraih telapak tangan putih Kyuhyun, membelainya sayang.

"kau pantas mendapat yang terbaik Kyu"

Kyuhyun tersenyum tulus, ia memeluk Minho yang duduk didepannya.

"Gomawo sudaa mau mendengar ceritaku Minho-ah, kau memang sahabat terbaikku"

Minho tersenyum kecut, ia memang selalu ingin mendengar Kyuhyun bercerita panjang lebar, ia memang menyukai semua perubahan wajah Kyuhyun saat dirinya antusias menceritakan kisahnya, namun bukan sekedar sahabat, egoiskah Minho jika menginginkan lebih? Toh Kyuhyun sekarang sendiri, dirinyapun sama. Tidak ada salahnya bukan?

"Kyuhyun-ah.."

"Ne"

Kyuhyun menjawab tanpa melepas pelukannya dari Minho.

"..."

"..."

Minho menarik diri dari pelukan Kyuhyun, menatap intens mata Kyuhyun yang bersinar indah.

"Waeyo Minho-ah?"

"Ah, aniyo, tidak apa-apa, hanya saja kita sudah menghabiskan waktu sia-sia, harusnya kita bermain bukan?"

Minho meraih konsol game nya kembali, meletakkannya satu di telapak tangan Kyuhyun. Kyuhyun tertawa kecil.

"Jja, aku yakin hari ini aku pasti menang lagi, Minho-ah.. siap-siap saja atas kekalahanmu ne"

Minho tersenyum lirih, ditatapnya Kyuhyun yang sekarang kembali serius dengan game nya, Minho menghembuskan nafas berat, bahkan untuk mengucapkannya saja terasa sangat berat, ah biarlah seperti ini saja dulu.

...

Cklek.

Kyuhyun menguap lebar saat memasuki kamarnya yang gelap karena memang malam sudah semakin larut, ia tidak menyadari sudah menghabiskan waktu nyaris seharian di kamar MInho, ia sudah bilang beberapa kali jika ia tidak akan pernah kalah dalam permainan apapun, tapi Minho masih saja menantangnya, hahahahaha.

"Baru pulang?"

Kyuhyun membuka matanya lebar, siluet namja terlihat tengah duduk di sisi ranjangnya yang berhadapan dengan jendela. Kyuhyun meraba sakelar disisi pintu, menekannya hingga cahaya melingkupi ruangan itu.

"Siwon hyung? Kau belum tidur?"

Siwon tidak berbalik, ia tetap memandang jendela dengan tatapan kosong. Kyuhyun merebahkan dirinya tanpa berganti pakaian di ranjangnya.

"Bagaimana aku bisa tidur kalau kau belum juga pulang"

Kyuhyun tersentak, ia melirik Siwon yang masih diam di posisinya, nada bicaranya berbeda, seperti menyimpan emosi dan sedih dalam satu waktu.

Kyuhyun bangkit dari tidurnya, menyeberang ke ranjang sebelahnya, lalu memeluk Siwon dari belakang, ia tahu Siwon sangat mengkhawatirkannya, toh Siwon sudah menganggap Kyuhyun sebagai adiknya.

"Mianhe hyung, tadi aku menghabiskan waktu bermain game di kamar Minho" Bisik Kyuhyun yang entah kenapa malah membuat tubuh Siwon menegang.

"Minho? Choi Minho?" tegas Siwon, Kyuhyun mengangguk takut, ia mengeratkan pelukannya, mengirimkan beribu maaf lewat sapuan kulit mereka.

Siwon menghela nafasnya kesal, ia menepuk lengan Kyuhyun di sekitar lehernya.

"Sudahlah, lain kali kau harus memberitahu hyung jika kau akan meninggalkan kamar, tadi kau meninggalkannya dalam keadaan tidak terkunci"

Kyuhyun melepas pelukannya lantas menepuk dahinya cukup keras, Siwon yang mendengarnya berbalik dengan wajah Khawatir.

"Aku lupa"

Siwon mau tidak mau tertawa melihat mimik polos Kyuhyun. Siwon mengacak rambut Kyuhyun, lalu menarik lengan namja manis itu untuk ikut tidur dengannya.

"Sebagai hukuman, malam ini kau harus menyanyikan sebuah lagu hingga aku tertidur"

Siwon memeluk tubuh Kyuhyun, rona merah menjalar dari pipi chubby namja Cho itu, baru saja ia akan membuka mulutnya, saat dirasanya ia melupakan sesuatu. Dengan sedikit kuat ia mendorong tubuh Siwon, siwon yang bingung hanya menatap Tanya Kyuhyun.

Kyuhyun diam lalu setengah berlari menuju pintu, Siwon sedikit takut jika Kyuhyun merasa dirinya akan berbuat macam-macam. Sebelum Siwon beranjak untuk menyusul, Kyuhyun sudah kembali dengan wajah dipenuhi senyuman polos.

"Pintunya lupa aku kunci lagi hyung"

Siwon terkekeh, ia merentangkan tangannya dengan bibir mengerucut. Kyuhyun menyambut pelukan Siwon, ia merebahkan dirinya beralaskan lengan Siwon.

"Jja, tidur ne, aku akan menyanyikan Hyung-ku ini lagu yang sangat indah, ok"

Siwon mengangguk patuh dan mulai memejamkan matanya saat suara Kyuhyun mulai mengalun pelan melewati gendang telinganya.

Selamat malam Siwon.

….

Kyuhyun berlari kecil ke arah kelasnya, bibir plummynya tidak berhenti menggerutu, ia nyaris terlambat pagi ini, salahkan saja Siwon yang membuatnya tidur terlambat tadi malam, Kyuhyun bahkan nyaris membuat suaranya serak akibat Siwon yang ternyata menyuruh Kyuhyun bernyanyi hampir semalaman, setiap kali Kyuhyun berhenti membawakan 1 buah lagu dan menyangka Siwon sudaah tertidur maka saat itu pula Siwon membuka matanya dan meminta sebuah lagu lagi, begitu seterusnya.

"Ugh, awas kau Siwon hyung, jangan sampai Kim Seonsaenim menghukumku kali ini"

Kyuhyun memelankan langkahnya saat ia sudah berada di depan ruang kelasnya, ia mengintip sedikit sebelum membuka pintunya lebar.

"Fyuh, untung saja Kim seonsaenim belum datang" Ucapnya melangkah santai memasuki ruang kelasnya yang masih riuh rendah ocehan teman-temannya.

"Pagi Kyu, kau nyaris terlambat" Minho menepuk bahu Kyuhyun saat Kyuhyun mendudukkan dirinya di kursinya.

Kyuhyun tidak menjawab, ia malah mempoutkan bibirnya lucu. Ia masih jengkel walaupun ia tidak kena hukuman.

"Hei, kau kenapa?"

Kyuhyun berbalik, menatap Minho yang duduk di belakang kursinya.

"Ini semua karena Siwon hyung, ia membuatku nyaris tidak tidur semalaman"

Mata Minho membulat, fikirannya berputar kemana-mana, mengajaknya untuk berfantasi jika Siwon telah melakukan hal tidak-tidak terhadap Kyuhyun.

"Kau.."

"Ya, Siwon hyung menyuruhku menyanyikannya lagu hingga ia tertidur, Ya ampun aku sampai berfikir berapa usia Siwon itu"

Kyuhyun melepas semua unek-unek di kepalanya, Minho hanya tertawa pelan, serta bernafas lega jika apa yang ia fikirkan tidak sampai terjadi.

"Kenapa Siwon hyung seperti itu?"

"Kau tahu Minho-ah, itu katanya sebuah hukuman"

"Hukuman?"

Minho menatap bingung Kyuhyun.

"Kemarin aku keluar kamar tanpa menguncinya dan baru pulang setelah Siwon hyung sudha ada didalam"

Minho kembali tertawa, ia benar-benar menikmati wajah Kyuhyun yang berubah-ubah saat bercerita panjang lebar seperti ini.

"hai Kyu"

Sosok lain muncul,Ryeowook a.k.a Wookie teman sebangku Kyuhyun medudukkan dirinya disamping Kyuhyun, Kyuhyun yang tadinya membelakangi mejanya kini kembali ke posisi semula, wajahnya kembali berubah, kini ia sibuk menceramahi Wookie yang selama ini lebih sibuk mengurus kura-kura kekasihnya daripada dirinya, sahabat Kyuhyun.

Minho menatap Kyuhyun dalam, ia sudah memantapkan niatnya, membulatkan tekadnya, jika Kyuhyun, namja di depannya itu harus menjadi miliknya, ia akan mengungkapkan perasaannya, apapun yang terjadi.

…..

Minho meletakkan bukunya, ia merenggangkan tubuhnya yang kaku, matanya menyapu taman sekolah, mulutnya menguap sedikit mengantuk. Ia menyamankan duduknya yang bersandar di pohon berniat untuk tertidur sebentar saat sebuah percakapan terdengar di telinganya.

"Hah? Siwon? Choi Siwon? Namja kelas 3 itu? Ah aku tidak percaya" seorang yeoja memekik dalam percakapan mereka.

"Sssstt jangan berisik nanti ada yang mendengarmu" yang lainnya berusaha menghentikan polah sahabatnya.

"Tapi aku benar-benar tidak percaya jika Siwon yang telah melakukannya"

"Ck, perlu bukti apa lagi? Kita semua tahu siapa kekasih Stella itu, mereka bahkan sering memperlihatkan kemesraan mereka di depan umum" Yeoja berkucir menengahi perdebatan yang lainnya.

"Tapi yang aku dengar sekarang Stella nyaris dikeluarkan dari sekolah karena kasus kehamilannya ini"

"Aigooo, untung saja Siwon tidak bernasib sama"

Minho tersentak 'apa? Stella hamil? Dengan Siwon?' bathinnya.

"Siwon masih diberi peringatan, ia harus bertanggung jawab jika tidak ingin dikeluarkan pihak sekolah, paling tidak mengingat dirinya yang sudah angkatan terakhir dan sudah berapa prestasi membanggakan yang pernah ia raih untuk sekolah ini"

Minho membeku, ia mengalihkan pandangannya dan darahnya berdesir deras, Kyuhyun berdiri tidak jauh dari sana, lengannya bergetar kuat, jemarinya terkepal memutih. Minho yakin Kyuhyun mendengar semua itu, sebelum Minho berdiri Kyuhyun telah berlari menjauh. Minho mundur, ia tahu Kyuhyun butuh waktunya sendiri.

Sementara itu..

Kyuhyun berdiri di depan kamarnya, jemarinya bergetar saat membuka pintu kamarnya yang sudah tidak terkunci, ia yakin Siwon ada di dalam, mengingat percakapan yeoja-yeoja tadi, Kyuhyun sudah memastikan Siwon tidak akan mengikuti pelajaran selanjutnya dan memilih untuk merenung di kamar.

Cklek

Kyuhyun menelan ludahnya, saat ia mendapati Siwon duduk memeluk lututnya sambil bersandar pada sisi ranjang. Jantung Kyuhyun berdetak keras saat langkahnya mendekati Siwon terasa berat. Suara-suara yeoja tadi masih mendengung di telinganya.

"Hyung" lirihnya, menyentuh bahu Siwon yang bergetar. Kyuhyun tidak menyangka jika Siwon akan menangis seperti ini.

"Kyu.."

Demi apapun Kyuhyun baru pertama kali melihat Siwon terpuruk, matanya memerah sendi menatap Kyuhyun, bibirnya bergetar menahan tangis, serta kepalan jarinya memutih, tanda dirinya benar-benar memucat.

Grep

Kyuhyun terkejut saat Siwon tiba-tiba memeluk tubuhnya erat, mengecuk puncak kepalanya berulang kali.

"Kyu, hyung bisa menjelaskan semuanya, bukan hyung orangnya kyu, bukan hyung.."

"Apa maksudmu hyung?"

Siwon meraih wajah Kyuhyun, menempatkannya tepat di depan wajahnya.

"Hyung bisa bersumpah kalau bukan hyung yang membuat Stella hamil Kyu, bukan hyung!"

Kyuhyun meneteskan airmatanya, perih. Ternyata yang ia dengar bukanlah sekedar gosip belaka, bahkan Siwon sendiri sudah mengatakannya jika apa yang tadi ia dengar itu memang benar adanya. Siwon dan Stella, mereka..

"Tapi hyung.."

"Kyu dengarkan hyung, hyung tidak pernah menyentuhnya lagi sejak hari itu, sejak kau melihatku, hyung tidak pernah Kyu, tidak"

Kyuhyun berusaha percaya, namun ia kembali teringat jika namja di depannya ini pernah melakukan hal yang paling ia takutkan di depan matanya sendiri, bahkan saat itu mereka masih berstatus sebagai suami istri.

"Hyung"

Kyuhyun memeluk Siwon erat.

"Hyung, aku mohon.. bertanggung jawablah"

"A-apa yang kau katakan kyu? Aku bukan appa dari bayi itu"

"Bertanggung jawablah"

Dan pertahanan Kyuhyun jebol, ia menangis sesenggukan di bahu Siwon yang sekarang meronta memberi penjelasan kepada Kyuhyun jika bayi yang dikandung Stella bukanlah anaknya.

"Aku mohon.."

"Kyu.."

Kyuhyun berdiri, ia mematut dirinya di depan kaca, matanya memerah. Dengan keberanian yang ia kumpulkan, ia berbalik, memasang senyum terindah yang ia miliki.

"Siwon hyung, kau harus berjanji padaku untuk berbahagia ne, dan jaga calon keponakanku dengan baik hehehe"

Siwon menggeleng kuat, ia tidak akan pernah bertanggung jawab seperti yang Kyuhyun pinta, tidak akan pernah, karena sekarang ia menyadari satu hal, hal yang sebenarnya ia inginkan, yang ia butuhkan, hal yang telah ia sia-siakan dimasa lalu. Kyuhyun, ya Kyuhyunnya.. ia menyadari satu hal yang Kyuhyun ambil darinya, Cinta.

"Ah, aku harus kembali ke kelas hyung, ingat pesanku ne, sampai jumpa nanti malam hyung"

Kyuhyun berjalan riang keluar dari kamarnya, meninggalkan Siwon sendiri, meratapi dirinya. Namun siapa sangka jika diluar Kyuhyun malah jatuh terduduk di koridor asrama yang sepi, ia meremas dada kirinya dengan keras. Menggigit bibirnya kuat agar isakannya tidak lolos. Ia masih sangat mencintai Siwon, sama seperti pertama kali mereka bertemu, tidak ada yang berubah.

...

Kyuhyun duduk termenung di taman belakang sekolah, tidak sesuai dengan perkataannya yang akan mengikuti kelas, ia malah membolos di jam terakhir, memilih merenung sambil berulang kali menghela nafas, airmatanya telah mengering, menyisakan rona merah di sekitar matanya, sudah hampir 3 jam Kyuhyun duduk disini, dan 2 jam sebelumnya ia gunakan hanya untuk menangis.

"Kyu.." Kyuhyun tidak berbalik, ia mengenal suara ini, suara sahabatnya, Minho.

"Kau tidak ke kelas?"

Kyuhyun menggeleng tanpa berbalik.

"Kau sendiri?"

Minho menyamankan duduknya disamping Kyuhyun, menarik kepala Kyuhyun untu bersandar di bahu Minho, Kyuhyun sama sekali tidak menolak, ia mengikuti saja keinginan sahabatnya itu, ia merasa sedikit nyaman.

"Aku mengikutimu"

Kyuhyun tertawa pelan, ia semakin menyandar pada bahu Minho.

"Kyu.."

"Hm?"

Minho menarik nafas terlebih dahulu sebelum berbicara.

"kau sudah.."

"Ya, aku sudah tahu Min"

Kyuhyun memotong perkataan Minho, sungguh ia tidak ingin mendengar kasus itu lagi. Telinganya terasa kebas.

"Mianhe"

"Wae?"

"Entah, aku hanya merasa perlu meminta maaf"

Kyuhyun mengangkat kepalanya, pandangannya kembali kosong.

"kau bukan Siwon hyung, berhentilah meminta maaf"

"…"

"…"

Hening. Mereka membiarkan keadaan menjadi suatu keheningan yang mencekam, mentari di depan mereka tersisa setengah, sebentar lagi malam.

"Saranghae.."

Kyuhyun tidak beranjak, bukan berarti ia tidak mendengar atau menganggap apa yang Minho ucapkan itu hanya sekedar bercanda, Minho memang tergila-gila pada game, namun ucapannya tidak pernah main-main, ia selalu serius.

"Mianhe kalau aku mengutarakannya tidak di waktu yang tepat Kyu, aku.. aku.. aku hanya ingin menjadi sandaranmu, aku tidak ingin melihatmu terluka, aku.."

"Cukup Minho-ah.. aku mengerti, gomawo"

Kyuhyun berdiri, membersihkan sedikit pakaiannya dari debu dan daun-daun kecil.

"Aku sangat beruntung menjadi orang yang kau cintai Min, kau orang yang sangat baik"

"…"

Minho terdiam, ia menunduk.

"Hanya saja, biarkan aku berfikir sejenak"

Minho mendongak, dihadapannya ada Kyuhyun yang tersenyum lembut. Ia ikut berdiri, mencoba tersenyum lalu mengangguk.

"Aku harus kembali ke kamar, ini sudah malam, kau mau ikut?"

Minho menggeleng, Kyuhyun mengenakan tas nya lalu berjalan mendahului Minho yang masih berdiri di tempatnya.

"Kyu.."

Kyuhyun berbalik.

"Kau tahu dimana aku jika kau membutuhkanku, aku menunggu"

Kyuhyun mengangguk dengan senyumannya, ia kembali berjalan dengan nafas panjang, karena ia tidak yakin dengan apa yang akan terjadi di depannya kelak, apalagi beberapa menit kedepan ia yakin airmatanya akan kembali tumpah saat berhadapan dengan Siwon, Siwon yang ia kenal pantang menyerah mempertahankan apa yang ia anggap benar. Kyuhyun hanya berharap jika nanti Siwon tidak ada di kamarnya, sehingga ia bisa tertidur lebih dulu sebelum Siwon pulang, Ya, itupun jika memang ia bisa tertidur.

TBC *dengan tidak elitnya*

Maaf sudah menunggu lama untuk ff ini, maaf banget karena ff ini bulukan bin apek hehehehe

makasih juga buat yang udah baca plus review chapter-chapter sebelumnya, i'm so hiks *nangis terharu lagi, cengeng emang*

pengen bales reviewnya tapi pas liat astaganagabonarjadiduabisulnya ga sanggup, banyak. hehehe

so aku rangkumin aja semuanya dalam kalimat TERIMA KASIH BANYAK PAKE BANGET

sekali lagi maaf udah dibuat nunggu.

salam manis pake gula sekilo

Qtalitazahra