Maaf ya author update ceritanya lama, karena kemarin author lagi ngerjain cerita author yang lain jadi yang ini updatenya sedikit lama hehe

.

.

.

Yaoi don't like don't read

.

.

.

CRUEL TEMPTATION

CHAPTER 2

Kris pun mengambil pistol yang telah ia persiapkan dan membidikannya kearah kepala namja tersebut tetapi ketika Kris akan menarik pelatuknya mata namja tersebut pun mulai terbuka menampakkan dua manik hitam yang sekelam malam.

Kris merasa tenggelam didalam kegelapan mata pemuda yang sedang menatapnya itu "ke…kenapa kau bisa bangun, bukankah harusnya kau masih tertidur?" Tanya kris dengan wajah tak percaya

Pemuda itu masih menatap kris dengan pandangan kosong, tiba-tiba saja pemuda itu menyentuh tangan "hei apa yang kau lakukan?" teriak kris sambil menarik tangannya tetapi cengkeraman pemuda itu sangatlah kuat

Pemuda itu mengarahkan tangan kris kebibirnya dan mulai menjilat luka yang ada ditangan kris akibat memindahkan reruntuhan "darahmu benar-benar enak berikan aku lagi" kata pemuda itu sambil menjilat luka kris, tiba-tiba saja muncul taring dari bibir pemuda itu dan akan menancapkannya di pergelangan tangan kris

Kris yang terasa melayang karena tindakan pemuda itu sebelumnya kembali tersadar setelah ia melihat taring pemuda itu, ia pun segera menjauhkan tubunya dan menarik tangannya tetapi genggaman pemuda itu begitu kuat

"door" Kris pun menembak bahu pemuda itu agar ia melepaskan genggaman tangannya. Ketika pemuda itu oleng karena tembakan kris ia pun segera menarik tangannya "apa yang kau pikirkan vampire? Kau kira aku akan membiarkan mu meminum darahku? Maaf tapi itu tak akan pernah terjadi" kata kris sambil mengarahkan pistolnya ke kepala pemuda itu

"apakah aku akan membunuhku?" kata pemuda itu sambil menengadahkan kepalanyaya dan menatap kris dengan pandangan polos, kris seakan tak tega untuk melakukannya apa lagi setelah melihat tatapan polos pemuda tersebut, tetapi ini adalah tugasnya dan susah sepantasnya baginya untuk melakukan tugasnya

"maaf tapi kau harus mati" kata kris dengan tatapan sendu

"door" dengan suara itu darah merah berceceran dilantai, kris pun mengambil telpon gengggamnya dan mengrim pesan untuk sooman ahjusi

Tugas telah dilaksanakan

k

-the end-

.

.

.

.

Bercanda deng haha masih lanjut kok

.

.

.

.

Di sebuah apartemen dikawasan perumahan mewah yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu, terlihat seorang pemuda tampan memasuki apartemen dengan membawa sebuh kantong hitam

Pemuda yang ternnyata adalah kris itu meletakan kantung hitam tersebut di kulkas,setelah itu ia segera pergi menuju kamar tidurnya "sepertinya ia masih tertidur" gumam kris sambil melihat sesosok tubuh yag sedang tertidur di kasurnya

Tiba-tiba terdengar erangan dari arah pemuda yang sedang tertidur itu, kris pun mendekat kearah pemuda yang menguasai tempat tidurnya itu, "kau sudah bangun rupanya" gumam kris sambil menghelai rambut pemuda yang tak lain dan tak bukan adalah vampire yang ia temui didalam reruntuhan

"kau… bukankah seharusnya kau sudah membunuhku?" kata pemuda itu sambil memiringkan kepalanya dan melihat kearah kris dengan pandangan polosnya. "anggap saja aku merubah pikiranku" kata kris

"ouch" pemuda itu mengerang kesakitan ketika akan turun dari tempat tidur kris "kau jangan bergerak terlebih dahulu luka dibahumu masih belum sembuh benar dank au baru dibangunkan jadi kemampuan menyembuhkan dirimu belum bekerja lagi" kata kris

"apa maksudmu? Aku punya kemampuan menyembuhkan diri?" kata pemuda itu dengan lugunya "apakah kau tidak tahu? Bukankah itu kemampuan dasar dari ras kalian vampire?" jawab kris dengan wajah sedikit tak percaya dengan pertanyaan yang diajukan pemuda itu

"apa itu vampire?" tanya pemuda itu "jangan kau bilang kau bahkan tak tahu makhluk apa dirimu? Lalu mengapa kau mencoba meminum darahku?" Tanya kris dengan nada tajam "hmm karena darahmu berbau sangat lezaat., aku tak tahu kenapa tapi aku hanya ingin merasakannya kata pemuda itu sambil menerjang kris dan menjilat leher kris

"hentikan aku akan membawakanmu makanan" kata kris sambil melepaskan dirinya dari pemuda bermata panda itu. Kris pun segera keluar dari kamarnya dan menuju kulkas dimana ia menyimpan plastic hitam yang dibawanya tadi

Ternyata plastic hitam itu merupakan darah donor yang berhasil diperolehnya dari black market. Sepertinya ia masih tidak menyadari apa kekuatan yang dimilikinya, Ia bahkan tidak mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, mungkin akibat dari tidur yang terlalu lama pikir kris sambil membawakan kantung plastic donor untuk pemuda bermata panda itu

"minumlah ini dulu, ini akan membuatmu merasa lebih baik" kata kris sambil menyodorkan kantung darah kearah pemuda itu "aku tidak mau, baunya sungguh tidak enak" kata pemuda itu sambil mengernyitkan hidungnya "kau minum ini atau kau sama sekali tidak akan bisa bergerak pilihanmu" kata kris tegas

Pemuda itu menatap kris dengan pandangan takut-takut "apakah kau marah jika aku tak meminum ini?" Tanya pemuda itu pelan "ini semua demi kebaikanmu" jawab kris singkat

Akhirnya pemuda itu pun meraih kantung darah yang disodorkan oleh kris dan meminumnya tetapi belum sempat ia meminum seteguk ia sudah memuntahkan darah tersebut "kenapa kau melakukannya? Tanya kris "maafkaan aku , aku bukannya igin melakukannya tetapi tubuhku terasa terbakar ketika meminumnya aku tak bisa, kumohon jangan paksa aku meminumnya" jawab pemuda itu lemah

"baiklah kalau begitu kau tak perlu meminumnya"jawab kris tetapi tiba-tiba pemuda tersebut tersengal-sengal dan memegang tenggorokannya "tubuhku terasa panas aku butuh minuman" kata pemuda itu yang kemudian memegang tangan kris

Kris yang merasakan taring pemuda itupun segera menarik tangannya "apa yang kau pikirkan?" Tanya kris keras "berikan aku darahmu hanya itu yang berbau enak aku tak dapat meminum darah lainnya" kata pemuda itu sambil menangis

"haah baiklah sepertinya aku tak punya pilihan bukan? Aku yang membangunkanmu kurasa aku juga yang harus merawatmu" desah kris kemudian ia pun mengarahkan bibir pemuda itu kelehernya "minumlah …siapa namamu aku bahkan tak tahu siapa namamu" tawa kris pelan

"tao hanya itu yang kuingat" kata pemuda bermata panda itu masih asik menjilat leher kris "kalao begitu minumlah tao sebelum aku berubah pikiran" kata kris sambil menghelus surai hitam pemuda tersebut

Tiba-tiba mata tao tersebut berubah merah "kalo begitu selamat makan" kata tao pelan ia pun menancapkan taringnya keleher kris untuk tetes darah yang sangat diinginkannya

review please :)