CHAPTER 3 PART 1 : MORNING PHONE SEX

Presentd by Totomatotics

Enjoy!

.

.

.

Siapapun tak suka kalau tidurnya di ganggu. Termasuk Hyukjae. Walau ia termasuk orang yang bisa bangun pagi, tapi ini masih jam 4 pagi bung! Dan dia baru tidur jam setengah 2 tadi karena megerjakan skripsinya.

"Yeoboseyo." Ketus Hyukjae saat mengangkat telfon. Pagi-pagi moodnya sudah rusak, berterima kasihlah pada sang penelfon. Rasanya Hyukjae ingin memaki-maki orang diseberang sana, tapi tidak jadi, siapa tahu yang menelfonnya adalah Presiden USA yang ingin menjadikannya salah satu menteri disana?

"Yeoboseyo baby~ kau mengantuk sekali ya, sampai-sampai tidak sadar kalau ini video call bukan phone call? C'mon baby aku ingin melihat wajah imutmu saat bangun tidur~"

Hyukjae memutar bola matanya saat menyadari siapa sang penelfon. Siapa lagi yang akan bersikap cheesy begitu padanya selain kekasihnya, Lee Donghae. Hyukjae segera menghadapkan layar ponselnya ke depan. Matanya menatap tajam pada sosok Donghae yang tampak tersenyum walau penampilannya acak-acakan khas orang baru bangun tidur.

"Berhenti tersenyum seperti orang idiot. Kenapa menelfon pagi-pagi sekali? Aku baru tidur jam setengah dua asal kau tahu!" marah Hyukjae.

"Mianhae~ tapi ini darurat Hyukkie~ aku mimpi basah tentangmu dan sekarang aku tegang." Donghae menatap Hyukjae dengan puppy eyesnya, mengharapkan belas kasihan dari kekasih manisnya itu.

"Sorry baby, tapi aku tidak sedang bisa menghisap penismu sekarang. Kau pasti tidak berpikir kalau aku bisa melakukannya dari layar ponsel kan?"

"Kita bisa phone sex kan? Dulu kita juga pernah melakukannya, kau ingat? Saat aku ada acara camping dengan organisasiku dan kau merengek kalau kau merindukanku dan adik kecilku, kau bahkan menggodaku dengan—"

"Cukup. Iya, iya aku ingat. Tapi maaf Hae, aku sangat mengantuk sekarang dan tak bisa membantumu. Selesaikan saja dikamar mandi, oke?"

"Kau tahu sendiri adikku tak bisa lemas kalau tak mendengar desahanmu. Oh ayolah baby, bantu aku, hmmm ahhh shh baby ayolah~" wajah Hyukjae memerah saat ia melihat wajah kenikmatan Donghae, tampak tangan kanan Donghae sedang melakukan sesuatu dibawah dan Hyukjae tahu sekali apa yang sedang tangan Donghae lakukan.

"Ermhh... baiklah tapi setelah itu kau harus membiarkanku tidur, arra?"

"Ahh yesshh baby~ lepaskan celanamu, and move that butt for me baby~ quickly," perintah Donghae. Hyukjae merasakan darahnya berdesir ketika melihat mata donghae yang gelap dan penuh nafsu. Dengan cepat Hyukjae menaruh smartphonenya disisi kasurnya, menumpukannya pada bantal agar tidak jatuh. Setelah yakin bahwa angle nya pas, ia mulai membuka celana nya, memperlihatkan underwear putihnya.

"Lepas underwearmu."

Hyukjae melepaskan underwearnya, memperlihatkan penis imutnya yang terbalut cock ring pada ujungnya. Donghae menggeram penuh nafsu melihatnya.

"Face down ass up baby," perintah Donghae lagi. Suaranya terdengar lebih berat dan sarat akan nafsu. Hyukjae menggigit bibirnya, lalu mulai menungging, memamerkan bokong putih dan bulatnya pada Donghae.

"Shit Hyukjae mmhh kau tahu? Rasanya aku ingin menampar dua bongkahan kenyal itu dengan keras, mengirimkan rangsangan padamu. Kau bisa merasakannya? Bayangkan baby, bayangkan aku menampar bokongmu lalu meremasnya kuat ahhh~"

"Nghhh Hae~" Hyukjae menggigit bibirnya, membayangkan tangan besar Donghae melakukan itu semua. Oh God, Hyukjae dapat merasakan bahwa seluruh darahnya berpusat pada bagian selatannya.

"Yeah, sekarang penisku yang besar dan panjang itu yang menampar-nampar bokongmu. Kau bisa merasakan betapa kerasnya aku mhh yeah~ dan sekarang penisku menggesek-gesek penismu dengan keras aaah Hyukkie."

Hyukjae memendamkan wajahnya pada bantal dibawahnya. Ia menggesekan tangannya pada kejantanannya, membayangkan kalau tangannya adalah penis Donghae yang gemuk itu.

"More Donghae-ah~ please~ nghh ouhh~" desah Hyukjae.

"Masukkan vibratornya Hyukkie, bayangkan itu adalah penisku."

Hyukjae mengambil vibrator yang ada dibawah bantalnya. Vibrator yang selama dua hari ini bersarang pada hole nya.

"Aku memasukimu tanpa persiapan dan kau ahhngg baby kau sempit sekali~ kau meremas-remas penisku dengan dinding hole mu ahh shit Hyukjae you drive me crazy."

Hyukjae memasukkan vibrator itu ke dalam hole nya dan melesakkannya dalam di hole nya. Hyukjae sedikit berjengit ketika vibrator dingin itu menggesek dinding hole nya, namun ia memaksakan dirinya untuk meremas-remas vibrator itu, menghisapnya untuk masuk makin dalam. Tentu saja pemandangan sexy ini tak dilewatkan Donghae, air liurnya hampir menetes ketika melihat vibrator itu dihisap oleh hole Hyukjae.

"Slut! Hole mu benar-benar lapar hah? Tunggu sampai penisku itu mebobol hole mu itu, apa hole mu masih bisa meremas-remas penis ku?"

"Ahhh mphh hole ku ahh akan selalu menghisap penis gemuk mu Hae ahhmm."

"Shit Hyukjae! Gerakkan vibratormu! Aku akan meyetubuhimu dengan cepat, keras, dan dalam shhh kau akan menjerit penuh kenikmatan dibawahku. Kau tidak berkutik dibawahku."

Hyukjae menggerakkan tangannya, mengeluar masukkan vibrator itu dengan tempo yang cepat. Hyukjae menjerit-jerit nikmat, tak peduli kalau keluarganya ada yang bangun karena jeritannya itu.

"Ahhmmpphh noo ahh ahhh Hae! Ahh Donghae-ah ini nikmat nghhh anghhh!" Hyukjae mengerang keras ketika vibrator itu menyentuh prostatnya. Hyukjae yakin dia akan kalah dalam permainan ini. Bahkan penis Donghae belum sama sekali memasuki hole nya tapi dia sudah seperti perawan yang baru pertama kali merasakan bercinta.

"You like it babe? Kau memang benar-benar slut, baru vibrator saja sudah seperti ini bagaimana kalau penisku yang sungguhan yang memasukimu? Kocok penismu Hyukjae!" titah Donghae.

Tangan kiri Hyukjae langsung mengocok penisnya sendiri. Hyukjae memejamkan matanya karena didera kenikmatan yang luar biasa. Bibir penuhnya terus mengeluarkan melodi indah dan seksi.

"Yeah Hyukkie ahh nghhh sedikit lagi ah yeahh!" Donghae sendiri diseberang sana tak bisa menahan nafsunya. Tangannya mengocok penisnya secara asal, berusaha mengejar orgasmenya. Kalau saja Hyukjae memang ada di depannya sekarang juga, pasti dia langsung menancapkan penisnya ke hole mungil itu.

"Hyukkie aghhh berbaliklah, aku ahh haahhh ingin menyemburkan sperma ku di wajahmu shh ahhh."

Hyukjae membalikkan tubuhnya, membuka lebar-lebar kakinya. Punggung bersender pada night stand kasurnya. Matanya menatap sayu pada layar ponselnya yang menampakkan penis gemuk Donghae yang sedang dimanja oleh Donghae sendiri.

"Ahhh ah ahh Hae i-i'm coming~" Hyukjae mempercepat tempo kocokannya begitu merasakan perutnya seperti dikelitik, dan penisnya berkedut-kedut.

"Together baby c'mon ahhh ahh Hyukkieeee!"

"Angghhh Donghaeeeee! Aaakh!"

Hyukjae meringis ketika ia mendapatkan orgasme kering. Ah dia terlalu larut dalam kenikmatan sehingga lupa kalau di penisnya terpasang cock ring.

Sementara itu Donghae masih berusaha mengatur nafasnya pasca orgasme. Sperma nya mengotori layar ponselnya. Donghae melihat Hyukjae merangkak mengambil ponselnya, lalu menjilat-jilat layar ponselnya berusaha membersihkan sperma Donghae walaupun itu sangat mustahil. Donghae terkekeh.

"Kurasa kau memang tak bisa menghisap penisku dari layar ponsel."

TBC

.

.

.

Halo. Akhirnya gue apdet ff ini. Ada yang sadar kalo ff ini udah berumur satu tahun lebih? Saengil chukkae hamnida Challenge~~ /no *ditimpuk*

Setelah melihat bahwa ff ini sudah terlantarkan gue langsung minjem laptop kakak buat ngetik. Gamau tau ini ff harus diapdet sesegera mungkin, seancur apapun itu hasilnya, sepervert apapun hasilnya harus jadi!

Dan tadaaaaa jadilah chapter ini.

Gue gamau ff gue sampe ada yang discontinue. Rasanya sayang aja gitu... *apasih*

Gue tuh dari dulu pengen banget lanjutin ini ff. Tapi laptop ga ada, gue juga sibuk sama tugas sekolah, gue tertekan masbro *guling guling di punggung siwon*

Gue tau ini chapter gaje banget, pervert abis. Padahal yang gue pelajarin kan macam cos, sin, tan, tapi kok yang keluar malah beginian ya?

Jadi gimana? Masih ada yang nungguin ff ini? Sorry ya dibagi jadi dua part, gue lagi mengusahakan part keduanya. Ini pemanasan doang(?) gue bener-bener mau nyiksa eunhyuk di part kedua. Saran dong eunhyuknya mau diapain, pake alat apa, gaya apa(?).

Kritik, saran, angpao gue terima dengan lapang dada. Terutama yang terakhir.