INAZUMA ELEVEN GO!

You Know Maybe I Love U

Tsurugi K. & Kirino R.

Gender : Romannce/Fantasi.

Warning : Terlalu Romance sampe ngebuat author hilang akal.

Author lagi OOC banget nie. *plak

Rating : T

Don't like, don't read.

-Kirino Pov-

Aku sedang berbaring diatas tempat tidur. Seharian aku tidak mengikuti ekskul dan saat pulang sekolah tadi teman-teman satu tim langsung mengerubungiku (hanya Tenma dan Shinsuke) menanyakan apakah aku sedang sakit hingga tidak bisa mengikuti latihan. Memikirkan seorang Tsurugi yang menyukaiku membuatku malas pergi ketempat dimana pemuda itu juga berada.

-Drrrrr-

Getaran dari handphone diatas meja menyebabkanku beranjak dari tempat tidur dan mengambil hanphoneku. Ada sebuah pesan masuk dan itu dari Shindou.

From: Shindou.

"Kirino kau ada dimana?. Mengapa tidak datang ketempat latihan?. Kami semua mencemaskanmu"

Aku sama sekali tak berminat membalas pesan dari Shindou. Kepalaku terlalu pusing dan dia hanya ingin tidur saat ini, berharap semua ini berakhir dengan cepat.

Saat terbangun hujan sudah turun dengan deras. Aku bangun dan memandang kesekeliling kamar yang remang-remang. Aku menghidupkan lampu yang ada disamping tempat tidurnya. Kemudian menghidupkan lampu dikamar.

Aku perlu mandi dan keramas. Batinku lalu menuju kamar mandi dan memulai proses mandi.

Setelah mandi terdengar suara bergetar dari arah handphone yang ada diatas meja. Hanya ada sederet nomor asing yang muncul dilayar dan nomor itu tidak terdaftar atas nama teman-temanku.

"Halo?"

"…"

"Siapa ini?" Tanyaku lagi karna tidak mendengar suara apapun diseberang sana. Hanya suara hujan.

"Kirino.." kali ini suara diseberang telpon menyahut.

"Tsu-Tsurugi?" Aku tidak percaya Tsurugi akan menelpon. Darimana dia mendapat nomor handphoneku?!

"Kau, darimana dapat nomorku?"

"Itu tidak penting. Bisakah kau datang?" kali ini suara hujan terdengar sangat jelas ditelingaku.

Dia sedang hujan-hujanan. Apa yang dipikirkan olehnya sich?! Beberapa hari lagi akan ada kejuaran dan dia dengan seenak jidatnya hujan-hujanan. Batinku ingin sekali menghajar Tsurugi.

"Kirino, apa kau bisa datang?, aku menuggumu." Ucap Tsurugi semakin mengecilkan suaranya.

"…"

"Kirino?!"

Tuuuut, Tuuuut, Tuuuut

Sambungan ditutup secara sepihak. Menyisakkan Tsurugi yang menggenggam erat handphonenya yang hampir terjatuh.

Kirino duduk disamping tempat tidurnya. Ditatapnya handphone ditangannya dengan pandangan sendu. Tsurugi menungguku. Apa yang harus dia lakukan sekarang?

-Drrrrr-

From : Shindou

"Kirino. Apa tadi Tsurugi meneponmu?, dia ngotot meminta nomor handphonemu padaku jadi kuberikan padanya. Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua?"

Aku menghela nafas kemudian mengertik balasan pada Shindou.

To : Shindou

"Aku baik-baik saja. Tapi kurasa dia mulai gila dengan mengatakan menyukaiku. Aku tak tau harus bagaimana."

Aku mengirim pesan itu pada Shindou. Agak lama menunggu balasan dari sang kapten.

-Drrrrr-

Ada pesan masuk tapi bukan dari Shindou. Aku menimbang-nimbang untuk membuka pesan itu. Sudah hampir 15 menit sejak Tsurugi menelpon, apa dia masih disana?

From : XXXXXX756249

"Kirino, aku menuggumu ditempat latihan didekat jembatan. Kuharap kau datang. Tsurugi."

Tsurugi masih menungguku. Dan diluar hujan turun dengan derasnya. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh pemuda itu?. Shindoupun tak membalas pesanku. Padahal aku sangat ingin meminta saran darinya.

AKu akhirnya memutuskan pergi. Rambutku yang basah kubiarkan saja terurai tanpa mengikatnya. Perjalanan dari rumahnya kira-kira 15 menit hingga tiba dijembatan.

"Semoga kau masih disana Tsurugi." Ucapku penuh harap.

-End Kirino Pov-

-XXXXX-

Tsurugi berdiri ditengah lapangan. Hujan sudah menguyur tubuhnya selama 30 menit dan kepalanya mulai pusing. Sakit kepalanya tadi pagi kini semakin manjadi dibawah air hujan. Dia mulai menyerah, mungkin menyatakan perasaannya pada pemuda itu sudah salah sejak pertama. Kenapa tidak dipendamnya saja perasaan itu dalam hati?. Selamanya dia akan mencintai pemuda itu tanpa perlu mengatakannya. Tapi dia bukanlah tipe orang yang senang menyimpan perasaan begitu saja. Disaat sedang disibukan dengan pikirannya sendiri tiba-tiba ada yang memayunginya. Sebuah payung dengan tangan putih yang memegangnya. Diliriknya orang yang memayunginya, tangan putih, baju hijau, dan rambut pink terurai.

"Kau bodoh hujan-hujanan ditempat ini. Bagaimana kau akan menghadapi kejuaraan besok?" Ucap Kirino sambil memayungi Tsurugi yang 5 cm lebih tinggi darinya.

Tsurugi hanya mengedipkan matanya. Tak percaya dengan apa yang ada didepannya. Kirino datang menemuinya.

"Aku datang, hanya untuk memastikan kau tidak menungguku lagi disini." Ucapan Kirino langsung menusuk jantung Tsurugi. Air mukanya tiba-tiba berubah masam.

Kirino kemudian mengambil tangan Tsurugi dan menggengamkannya pada payung ditangannya.

"Kalau kau masih ingin disini, sebaiknya kau tidak sakit besok. Aku akan pulang dan.. Melupakan kejadian kemarin." Ucap Kirino lalu berbalik meninggalkan pemuda berambut biru gelap itu tanpa memakai payung. Dan baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba Tsurugi memeluknya dari belakang, menyandarkan kepalanya dibahu kanan Kirino.

"Aku… Aku sangan menyukaimu Kirino, tak taukah kau apa yang aku rasakan?" Ucap Tsurugi dengan suara serak.

"Perasaanmu itu akan mati suatu saat nanti Tsurugi. Jika aku tak membalasnya." Bisik Kirino sepelan mungkin.

Dibaliknya tubuh pemuda didepannya menghadapkan wajah yang kini dibasahi oleh air hujan. Tangan kirinya memeluk pinggang Kirino yang ternyata ramping. Sedangkan tangan kirinya mengelus pipinya. Ditatapnya wajah didepannya lekat-lekat. Mata, hidung lalu bibir yang berwarna pink.

Kirino berontak, mendorong dada pemuda didepannya. Perasaan risih dan tidak suka bercampur menjadi satu. Sungguh!, dia masih normal. Masih suka sama yang namanya perempuan. Dia tidak mau menyimpang secepat ini. Tapi sebuah kecupan mendarat dibibir ranum Kirino. Membuat pemuda bermbut pink itu membulatkan matanya kembali. Kecuapan kali ini terbilang lembut, sangat lembut membuat pemuda bearmbut pink itu meleleh. Kirino berhenti berontak dan meremas baju yang digunakan Tsurugi. Kecuapan yang hanya berdurasi 40 detik itu langsung terlepas. Tsurugi memejamkan matanya tapi tak melepaskan pelukannya dari Kirino.

"Aku akan berusaha. Aku akan berusaha terus sampai kau membukakan hatimu untukku."

Mendengar perkataan Tsurugi, hati Kirino mencair. Pemuda itu menundukkan kepalanya.

Sepertinya aku benar-benar akan menyimpang. Batin Kirino miris.

Kirino lalu memeluk Tsurugi. Menyamankan kepalanya yang kini basah didada Tsurugi. Sedangkan Tsurugi juga memeluk Kirino. Mencium puncak kepalanya dan mengelus rambut pink itu perlahan.

"Aku juga menyukaimu." Ucap Kirino membuat Tsurugi tersenyum bahagia. Akhirnya Kirino harus mengalah. Membuka perasannya pada pemuda dihadapannya ini. Tsurugi semakin mengeratkan pelukannya. Tak ingin melepaskan pemuda didepannya. Dan dia bersyukur atas cintanya yang akhirnya diterima.

Dibawah hujan.

Kisah inipun berakhir.

THE END

Keesokan harinya Kirino kembali latihan. Semua orang ditim tampak heran dengan kedatangan Kirino bersama Tsurugi. Kirino hanya bisa tersenyum kecil saat Gabriel mendatanginya dan menanyakan keadaannya karena tidak ikut latihan kemarin. Sedangkan Tsurugi hanya duduk dibangku latihan. Kepalanya sangat pusing, dan dia tidak bisa latihan pagi ini.

"Kau baik-baik saja Tsurugi?" Tanya Akane sambil membawa kameranya.

"Hn."

"Kau istirahat saja disini. Jangan latihan dulu." Ucap Kirino yang tau-tau sudah ada didepan Tsurugi.

"Kirino, Tsurugi kenapa?" kali ini Tenma berjalan menghampiri mereka.

"Dia hujan-hujanan. Harusnya dia menjaga konsisi untuk pertandingan nanti." Jawab Kirino sambil memandang sebal kearah Tsurugi. Yang dipandang hanya menampilkan cengiran yang untuk pertama kali dilihat oleh Kirino dan dua orang didepannya.

"Kalau tidak begitu kau tidak akan menerimaku Ki-Ri-No." Ucapan Tsurugi barusan sukses mebuat Kirino mengangga, Tenma syok, dan Akane berteriak menyebabkan semua pemain berkumpul ditempat mereka.

"Ada apa?" Tanya pemuda bertubuh besar.

Masih hening, tidak ada yang mau menjawab pertanyaannya. Tampang Kirino sudah horror saat melihat Tsurugi akan membuka mulutnya kembali. Langsung saja Kirino membekap mulut pemuda berambut biru gelap itu. Sayang pemuda berambut biru itu menarik pinggang Kirino hingga menyebabkan pemuda itu duduk dipangkuannya.

"Mulai kemarin kami resmi pacaran. Dan aku tidak ingin kalau Kirino-chan terlalu dekat-dekat dengan orang lain." Ucapakan Tsurugi sukses mebuat semua anggota Raimon syok. Untung sang pelatih tidak ada disana. Kalau tidak dia bisa pingsang mendengar penuturan anak didiknya ini.

"Eh! Tsurugi dan Kirino pacaran!" Ucap Shinsuke tidak percaya pada apa yang dikatakan oleh Tsurugi saat duduk dibangku latihan bersama Kirino.

"Sungguh?!. Bagaimana bisa?" Timpal Yuuki

"Kau pasti bohong kan?" Kali ini Sangoku menimpali.

"Mereka tidak bohong. Karna aku sendiri melihatnya mereka saling berciuman didepan rumahmu kemarin." Ucap sang kapten dengan polosnya.

"APAAA!" kali ini semua anggota raimon berteriak kecuali Kirino yang menutup wajahnya dengan sebelah tangan dan Tsurugi yang langsung memeluk Kirino dipangkuannya "Kalau begini, aku jadi ingin memakanmu." Bisik Tsurugi membuat Kirino menoleh patah-patah dan langsung disambut dengan ciuman darinya.

THE END BENERAN..

Gimana minna?
Baguskah? Ato malah jelek disaat-saat terakhir?

Maklumkan saja author yang ngebut bikinnya. Klo ngak bisa-bisa author menelantarkan fic ini lagi seperti fic author sebelumnya..TTATT

Dan sepertinya author salah memasukkan nama Tsurugi disini. Harusnya author memasukkan nama Kyousuke. Bingung sama nama-nama mereka yang sebenernya. Hehehehe…