Haaalo~
Bertemu lagi dengan Panda Tao~
Masih ingat dengan ceritaku kemarin?
Tidak ya?
Oh baiklah, aku akan meringkasnya sekarang.
Aku, Tao, menyukai seniorku yang mencintai basket, memiliki tubuh tinggi layaknya model catwalk, wajah tampan, si Ketua klub basket, bernama Li Jiaheng (ini nama lahirnya), Wu Yifan (nama lahir keduanya /eh), Wufan, Kevin, atau yang lebih sering dipanggil dengan nama Kris. Tetapi Kris ge menyukai (bahkan Kris ge sudah menyatakan perasaannya) salah satu sahabatku yang terkenal karena bergabung dengan klub fotografi, Yixing ge (berakhir dengan penolakan). Aku diberi tahu oleh Kris ge kalau Yixing ge menyukai Joonmyeon ge, si Ketua OSIS yang senang sekali membuatku terkejut. Dan aku paling terkejut ketika lelaki itu menyatakan perasaannya padaku.
"Aku suka sama Tao."
Aaaaah. Iya! Iya! Iyaaa! Hubungan kita memang menjadi segi empat! Persegi! Atau terserah kalian akan menyebutnya apaaa! (Well, aku bersyukur lidahku tidak melilit karena ucapan panjangku tadi. Pssth, aku rasa aku berbakat menjadi rapper. Siapapun yang setuju denganku akan mendapatkan kecupan dari boneka pandaku!)
Terlebih lagi kejadian 'penembakan' itu...
"Oh, hai, Kris. Sudah ingin pulang?"
...dilihat oleh Kris ge.
OH~! Apa yang harus kulakukaaan?! OAO
Eh? Untuk apa juga aku panik? Memangnya apa hubunganku dengan Kris ge? -_-
Kekasih? Belum, 'kan?! /hahaha/. Kalau begitu aku harus tenang. Okay, Tao. Tenang. Teeenang.
"Ada yang sedang menembak, eh?" Kris ge tersenyum miring ke arahku dan Joonmyeon ge. "Sudah berpacaran?"
"Tidak!" Aku langsung berdiri dari posisiku, diikuti oleh Joonmyeon ge. "Ma-mana bisa begitu! G-gege 'kan bilang sendiri kalau Yi—"
"Hey, Joonmyeon," Kris ge menyela ucapanku. Uuu, kata mamaku, menyela omongan orang lain itu tidak sopan loh, ge. "jangan bermalas-malasan di sini untuk mengganggu murid yang ingin pulang. Kau 'kan Ketua OSIS, lebih baik kerjakan tugasmu sana." Kris ge melenggang meninggalkan aku dan Joonmyeon ge, TETAP tanpa salam perpisahan. Huh, Kris ge memang tidak sopan! (Tapi mengapa aku bisa menyukainya ya? Mama pasti marah kalau tahu aku menyukai orang yang tidak sopan ._.) Sebelum lelaki pemilik tubuh tinggi melebihi tingginya Joonmyeon ge itu benar-benar berlalu, aku sempat mendengar Kris ge bergumam, "Lagipula, masa' nembak seseorang di tempat seperti ini? Dasar tidak keren."
Heh.
Gege juga.
Gege lupa ya kalau gege juga pernah menembak Yixing ge di tempat ini?
Berarti gege juga tidak keren seperti Joonmyeon ge!
Tetapi gege tenang saja. Bagiku gege tetap keren kok, hihi /flyingkiss/
Aku buru-buru berbalik pada Joonmyeon ge dan membungkukkan tubuhku beberapa kali padanya. "Ma-maaf ya, ge..."
Seperti biasa, Joonmyeon ge hanya tersenyum. "Tidak apa. Mungkin ia hanya cemburu."
Hah?
Apa? Apa?! APA?!
Ingin rasanya aku berteriak seperti itu pada Joonmyeon ge, tetapi alhasil aku tersedak air liurku sendiri.
Cemburu? Kris ge? Aku tidak salah dengar, 'kan? Mustahil.
Tapi misalnya orang yang menembaknya (aku maksudnya) ditembak oleh orang lain seperti ini... mungkin tidak ya Kris ge akan berkata, "Maaf, Joonmyeon. Akulah yang disukai Tao. Bukan kau." sambil menunjukan seringainya yang... aaaaa~!
"Tapi itu mustahil sekali..."
"Apanya yang mustahil, Tao?"
"Eh?" Aku menoleh cepat ke sampingku. Astaga, aku lupa kalau di sisiku masih ada Joonmyeon ge! "Ti-tidak apa, ge. L-lupakan saja... Hehehe." Aku hanya tertawa terpaksa. Wajahku saat mengkhayal pasti aneh sekali. Uuu malunyaaa.
Tapi hebat sekali aku bisa berkhayal seperti itu secara tiba-tiba.
Hhh. Ternyata pengaruh Kris ge itu sangat besar ya bagiku, ckck.
Tao harus tetap semangat! Terlebih lagi setelah Joonmyeon ge berkata kalau Kris ge itu cemburu. Siapa tahu saja memang benar kalau Kris ge cemburu padaku yang dekat dengan Joonmyeon ge. Ahahaha~ Itu artinya sudah ada kemajuan~! Good job, Tao!
Uhuk. Uhuk.
.
.
Title : Catch Your Love
Rated : T
Casts : Wu Yifan and Huang Zitao, other EXO's member (Kim Joonmyeon and Zhang Yixing).
Disclaimer : All belong to God and S.M Entertainment. Storyline is mine.
Warning : Yaoi/BL, out of characters, miss typo(s), absturd, etc.
...
Happy reading! ^^
.
.
"Hari ini cukup sampai di sini."
Mendengar itu, aku segera berlari menuju Kris ge dengan sekotak makanan di tanganku. Isinya adalah acar lemon madu yang kubuat kemarin hingga malam. Aku berterima kasih karena mama sudah dengan sabar mengajariku memotong lemon menjadi irisan-irisan yang sempurna. Karena, yeah, irisanku sebelumnya memang jauh dari kata rapi dan sempurna.
"Gege! Gege pasti lelah~!" Aku mengambil sepotong irisan dari dalam kotak bekal dan menjulurkannya pada Kris ge, berniat untuk menyuapi Kris ge. Hihi. "Ayo cicipi makanan yang mengandung vitamin C ini, ge. Agar gege selalu sehat! Nih, say aaa~"
Baiklah, aku tidak berhasil menyuapi Kris ge, karena lelaki tampan itu menjauhkan dirinya dari diriku yang ingin menyuapkan sepotong irisan lemon untuknya. "Aku tidak akan sakit. Dan jangan jepit dengan jarimu. Dasar Panda jorok."
Gege membuatku kecewa, hiks. "Padahal ini sudah kubuat dengan sepenuh hatiku dan perasaanku loh, ge..."
"Kris, jahat sekali sih sama Tao. Jangan begitu, dong..." Kudengar sebuah suara dari belakangku. Itu Joonmyeon ge! "Kalau Kris tidak mau, buatku saja~" Tanpa pernah aku dan boneka pandaku duga, Joonmyeon ge menarik pergelangan tanganku yang sedang menjepit irisan lemon ke hadapannya dan Joonmyeon ge mamakannya! Lebih parahnya lagi Joonmyeon ge menghisap lelehan madu dari lemon tadi yang menempel di jariku.
OH MY!
Aku terdiam. Aku terpaku. Aku membisu. Aku membeku. Aku... Aku... Sepertinya seluruh tubuhku dilapisi oleh es yang tak kasat mata.
Sekarang, seluruh murid yang melintasi lapangan basket tersebut melihat ke arahku. Ke arah kami. Aku dan Joonmyeon ge!
...Termasuk Kris ge yang berada di hadapan kami.
...Dan aku dapat melihat Yixing ge yang sedang berkeliling seperti biasanya juga berhenti untuk memperhatikan kami.
"Tao, kau tahu, yang disukai Yixing itu 'kan Joonmyeon..."
Suara Kris ge tiba-tiba muncul dalam pikiranku.
Oh, tidak. Ini buruk.
Yixing ge pasti akan sakit hati karena melihatku dekat dengan Joonmyeon ge.
Kyaaa! Yixing ge jangan marah yaaa. Aku tidak mau dibenci oleh Yixing geee TTATT
Prak!
Tanpa sengaja aku menjatuhkan kotak bekal dari tanganku ketika aku menjauhkan diri dari Joonmyeon ge yang menyebalkan.
"Yixing geee. I-ini bukan apa-apa kok... Maafkan aku~!"
"Apanya yang bukan apa-apa..." Joonmyeon ge kembali muncul di belakangku secara tiba-tiba. "Aku 'kan hanya mau makan makanan buatan orang yang kusukai... Apa itu salah?"
Joonmyeon geeeee! Jangan bicara sembarangaaaaan!
Apanya yang angel dari sosok seperti ini, huh? Joonmyeon ge bukan angel lagi! Joonmyeon ge sudah menjadi angel yang terbuang, seorang lucifer! -A-
Ada banyak suara menganggu akibat perlakuan Joonmyeon ge yang terdengar oleh telingaku. Kuyakin bukan hanya aku yang dapat mendengarnya...
"Jadi Joonmyeon suka sama Tao?"
"Aku baru tahu kalau Joonmyeon suka Tao."
"Joonmyeon ge sudah beralih hati!"
Yixing ge tersenyum ke arahku. "...Moment yang bagus..." Setelah itu Yixing ge berbalik dan meninggalkan lapangan. Sama seperti murid-murid yang lain. Sepertinya mereka sudah puas melihat kami.
Mata pandaku ini masih baik, tidak ada penyakit apapun. Aku sudah pernah memeriksanya di dokter. Jadi kalau aku melihat senyum Yixing ge tadi adalah sebuah keterpaksaan...
...aku tidak salah, bukan?
...
oOoOoOoOoOo
...
Slurp~
"Jadi... ada apa dengan Joonmyeon ge kemarin?"
Dengan wajah serta perasaan yang malas, aku menjawab, "Justru itu yang ingin kutanyakan..."
Setelah kejadian kemarin, Kris ge menjauhiku lebih lebih lebih jauh dari biasanya. Hah~ Baru saja aku senang karena sudah mengalami kemajuan. Huuuh.
Aku meninggalkan kotak kemasan minumanku yang sudah kosong dan melipat tanganku di atas meja. Kepalaku sengaja kupendam dalam lipatan tanganku. "Kurasa jarak di antara kita seeemakin lebar. Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menarik perhatian Kris ge..." Aku berani bercerita seperti ini karena hanya ia (temanku) yang kuberitahu tentang perasaanku.
Lagipula kurasa hampir satu sekolah tahu kalau aku suka pada Kris ge. Terlebih lagi sikapku yang terlalu terang-terangan. Hohoho.
Tao tidak ambil peeeduli~
Temanku itu meniruku. Ia juga melipat tangannya di atas mejaku, di tempat yang tersisa. Bisa kurasakan kalau matanya sedang menatapku intens. Aku berharap ia tidak akan menyukaiku. (Hey, itulah yang kutahu dari sebuah drama!) "...Kalau begitu beralih pada Joonmyeon ge saja."
Tanpa sadar aku menegakkan tubuhku setelah mendengar kalimat temanku itu. Aku memelototinya sedangkan ia hanya tertawa. "Tidak lucu tahu." ucapku dengan bibir mengerucut dan temanku itu berusaha menghentikan tawanya. Aku menopang daguku dan melihat ke penjuru kelas. Tatapanku berhenti pada dua classmateku yang duduk berseberangan dengan sebuah rajutan yang sedang mereka kerjakan. "Akhir-akhir ini mereka senang merajut, ya?"
Temanku mengangguk. "Tentu saja. Ini 'kan sudah memasuki bulan di akhir tahun yang berarti sudah memasuki musim dingin. Hari Natal juga sudah dekat." Temanku melirik ke arahku, aku juga melirik padanya dengan heran. "Terlebih lagi ini zamannya mendapatkan orang yang kita suka dengan sebuah hand made~"
Aku berseru semangat setelah sebelumnya terdiam beberapa saat. "Good idea! Akan aku coba~!"
"Coba? Untuk apa? Eh—maksudku, untuk siapa?"
"Untuk Kris ge, tentu saja."
"Setahuku kau tidak dapat merajut."
"Ajari aku. Mau, 'kan? Iya? Ya? Ya?"
"Boleh saja sih. Tapi apa kau yakin, Tao?"
"Yep!"
"Natal 'kan tinggal dua minggu lagi..."
Eh?
"Waktunya tidak mungkin cukup."
Err.
"Apalagi jadwal kita di bulan ini sudah padat dengan berbagai macam ulangan."
Ooooooo!
...
oOoOoOoOoOo
...
Merajut.
Merajut!
Merajuuut~!
Itulah yang kulakukan setiap hari. Siang dan malam.
He'em! Aku juga harus pandai-pandai membagi waktu. Ada waktu untuk belajar, namun juga ada waktu untuk merajut.
Tenang saja, aku sudah diajarkan merajut oleh temanku. Kalaupun ada yang tidak rapi atau salah, temanku itu pasti akan mengoreksinya. Hihi. Sebenarnya aku ingin menambahkan gambar panda di rajutan ini agar tidak terlihat begitu polos, tapi aku takut tidak akan berhasil lebih-lebih tidak selesai tepat waktu. Eum.
Jadi untuk beberapa saat ke depan, aku akan fokus pada pelajaran dan tentunya rajutan ini agar dapat selesai tepat pada waktunya.
Semangat, Tao~!
Kris gege, ini aku lakukan untukmu...
Aku harap hasilnya tidak mengecewakan...
...
oOoOoOoOoOo
...
Seperti hari-hari biasanya, pemanasan terakhir adalah berlari mengelilingi lapangan sisi luar. Pastinya akan melewati lapangan basket juga. Dan—
"Hai, Kris ge~!"
—ada Kris ge di tempat biasa ia duduk untuk meluruskan kaki bersama teman-temannya.
Itu memang sapaan terpendek yang pernah kuucapkan pada Kris ge. Kris ge dan teman-temannya (tidak semua) juga terkejut. Ekspresi mereka lucu sekali, hihi.
"Loh? Tao tidak ke sini?"
"Tumben sekali..."
"Ah! Aku tahu!"
"Huh?"
"Kau selalu bersikap dingin padanya, Wufan... Siapa tahu saja ia sudah menyerah padamu dan akhirnya ia beralih pada Joonmyeon!"
"Ahahaha. Kau benar. Lagipula mereka cukup dekat, 'kan?"
Teman-teman Kris ge itu enak sekali membicarakan orang lain. Tidak tahu ya kalau aku dapat mendengar pembicaraan kalian? -_- Tukang go—
"...Maybe..."
—Apa?
"KRIS! Kau sedang sakit ya?!"
...
oOoOoOoOoOo
...
"Lelahnyaaaaa~"
Aku segera mendudukkan diriku di kursi halaman sekolah yang tidak berpenghuni. Dalam minggu ini aktivitasku banyak sekali... Tapi aku senang karena hari ini adalah hari terakhir penderitaanku dan teman-temanku, fyuh~
Aku mengeluarkan hasil rajutanku yang baru selesai setengah. Rajutan ini selalu kubawa di dalam tasku. Di mana aku sedang senggang, aku merajut! Haha~!
"A-aku... jadi rindu Kris ge..." ucapku pelan. Inilah akibatnya karena memfokuskan diri pada ulangan dan rajutan, aku jadi jarang bertemu Kris ge, uuu. "Omong-omong, aku penasaran. Aku bisa mati tidak ya karena tidak ada Kris ge?" gumamku pada diriku sendiri. Berlebihan? Yeah. Aku tahu. Tapi itulah yang kupikirkan. Tidak bertemu Kris ge beberapa hari saja sudah seperti ini. Bagaimana kalau Kris ge sudah lulus nanti? Ugh.
Aku melanjutkan karyaku sambil memikirkan banyak hal. Aku tahu kelihatannya hand madeku ini tidak akan membuat Kris ge tersentuh ataupun senang, apalagi terharu... Tapi hanya ini yang kutahu. Kalau tidak melakukan cara ini, Kris ge tidak akan memperhatikanku. Lebih-lebih menyukaiku, hhh.
...
Kenapa jadi mellow seperti ini? :3
Aku sedikit melakukan gerakan peregangan karena merasa pegal. Tetapi aku segera berbalik ketika tanganku baru saja -secara tidak sengaja- memukul sesuatu. Aku memekik saat mengetahui sesuatu—siapa—yang terkena pukulanku dengan tidak sengaja, "Kris ge?!" Aku semakin merasa bersalah ketika Kris ge mengelus dahinya yang lumayan memerah. "Kok gege bisa ada di sini?"
Dengan dahinya yang memerah (pasti pukulan tidak terdugaku keras sekali, maafkan Tao ya, gege :3), Kris ge menjawab pertanyaanku, "Aku hanya kebetulan lewat sini."
"Wah! Itulah yang namanya takdir—ukh!" Aku memandang Kris ge dengan pandangan memprotes. Enak sekali melemparkan sesuatu ke dahi orang! Tidak sakit sih, tapi 'kan aku tetap terkejut. Gege ingin balas dendam padaku, huh? Aku meraih benda yang dilemparkan Kris ge dan itu adalah sebuah... choco pie?
"Aku salah beli tadi," Seakan tahu arti pandanganku yang tidak mengerti, Kris ge kembali melanjutkan. "dan kurasa itu untukmu saja."
Uhuk.
"X-xie xie, gege~" seruku ceria. "Gege juga menjadi stalkerku ya? Gege tahu saja kalau aku suka makanan manis!"
Kris ge tertawa pelan. Owowo, tampan~ "Manisnya..."
Deg. O/O
"Krisssss! Ternyata kau di siniii."
Kris ge menoleh pada dua temannya itu dan berjalan bersama meninggalkanku yang masih terdiam. Aku sudah hafal tingkah Kris ge yang tidak pernah memberi salam perpisahan. Mama akan benar-benar marah kalau tahu orang yang tidak tahu sopan santun itu adalah orang yang membuat anaknya rela membagi waktunya hanya untuk orang itu selama satu pekan iniii! Dan juga orang itu adalah orang yang disukai anaknya, uuu.
"Kau menyebalkan sekali. Kau yang ada perlu dengan kami, tetapi kami juga yang harus mencarimu."
"Lagipula mengapa kau di sini? Padahal 'kan lebih dekat kalau pergi dari lantai dua seperti biasa. Buang-buang energi dan waktu saja..."
Jadi Kris ge bersusah payah memberikan ini untukku?
"So sweet~" pekikku, setelah tiga seniorku (salah satunya adalah calon kekasihku loh, hahaha!) itu benar-benar menghilang.
Dapat kurasakan wajahku semakin merona. Sepertinya memang benar-benar ada kemajuan untuk hubunganku, hihi.
"Manisnya..."
( ./.)
Aku memang harus semangat!
...
oOoOoOoOoOo
...
Hari Natal telah tiba~! Yuhuuu~!
Itu berarti hari upacara penutupan juga telah tiba...
"...Finish~! Yeaaaaah!" pekikku bahagia. Tentu saja aku bahagia karena akhirnya hand made pertamaku telah selesai. Terlebih lagi ini selesai tepat waktu. Walaupun aku harus menerima omelan mama karena mata pandaku semakin terbentuk, uuu.
Tapi... bagaimana cara membungkusnya ya? Aku lupa bertanya pada mama ._.
Sudahlah. Kuberikan seperti ini saja hihi. Kalau Kris ge mau menerima ini apa adanya, itu bertanda Kris ge menyukaiku~ (Ah, Tao. Kau begitu percaya diri.)
Kyaaaaa. Aku tidak sabar melihat reaksi Kris ge saat aku memberikan ini untuknya. Apakah Kris ge akan tersenyum dan benar-benar menerimanya? Atau Kris ge akan pasang ekspresi datar seperti biasa, kemudian meno—oh no. Jauhkan pikiran negatif, sambutlah pikiran positif, Tao. Yosh!
"Gege..." panggilku ketika aku melihat sosok tinggi Kris ge yang sedang duduk menyandar pada dinding depan kelasnya di koridor.
Kris ge menoleh padaku dan aku berlari kecil menghampirinya. "Wah, sudah lama aku tidak bertemu denganmu, lalu sekarang kau tiba-tiba muncul di sini..."
Tanpa membalas perkataan Kris ge, langsung saja kuberikan syal di tanganku ini ke hadapan Kris ge. U-ugh. Kuyakin pipiku sudah memerah sekarang. "A-aku membuatnya sendiri ge, dan ini untuk gege... Tolong diterima..." Aku hanya berucap pelan.
Melihat Kris ge yang hanya menatap syal itu tanpa ekspresi, membuatku semangatku luntur, huhuhu. Kurasa Kris ge tidak membutuhkan ini, dan mungkin saja Kris ge tidak akan menerimanya T-T Aku pesimis TTATT
Syal di tanganku diambil oleh Kris ge, dengan begitu aku langsung menutupi wajahku dengan kedua telapak tanganku. Siap tidak siap, kau harus menghadapi hasilnya, Tao!
Eh, aku seperti sedang mengikuti kompetensi saja -_-
"Wah, hebat..."
Tidak! Kris ge bersuara!
"Xie xie, Tao..."
Oh no no no no no syal itu pasti akan dibuang!
"...ini kuterima."
"TUH 'KAN!" Aku memekik dengan frustasi. Kris ge menolaknya, mamaaa TAT Huhu—Eh?! Aku menoleh pada Kris ge dengan cepat, dan membulatkan kedua mataku. Bahkan Kris ge sudah melingkarkan syal itu pada lehernya! "G-gege mau menerimanya?" tanyaku terkejut.
"Huh? Tentu saja aku mau menerimanya. Dasar Panda aneh." Kris ge mengucapkan itu sambil terkekeh. "Jadi karena mengerjakan ini kau menjadi sibuk... Pantas saja aku jarang melihatmu."
Kris ge ternyata memikirkanku... Uwaaaaa.
"Justru gege yang lebih aneh~ Hihi~" ( ^3^)
"Hei!" (-_- )
Rasanya...
Kris ge semakin melunak, hihi...
"Kebetulan sekali kau ada di sini, Kris. Aku ingin bicara de—Loh?" Sontak aku dan Kris ge menoleh pada suara itu, meskipun hanya Kris ge saja yang dipanggil. Itu Joonmyeon ge, dan dapat kulihat Yixing ge berjalan di belakangnya. "Tao~ Sudah lama tidak ketemu kamu~ Aku pinjam Kris dulu ya."
Uuu, Joonmyeon ge.
Ini 'kan waktuku berduaan dengan Kris ge... Kenapa gege harus datang, sih?! Lebih-lebih aku hanya diam seperti orang bodoh memperhatikan kalian membicarakan sesuatu yang tidak kumengerti =3= Joonmyeon ge menggangguuu.
"Nah, rapatnya sudah selesai~" Suara Yixing ge terdengar. "Maaf ya Tao, kami mengganggu waktu spesialmu." Yixing ge berucap dengan sebuah wink yang diperlihatkan untukku. Aku mengerti maksud ucapan Yixing ge hanya bersemu. "Dan sampai jumpa tahun depan, Kris ge..."
Sudah selesai?! Uyeee! Kalau begitu Kris ge—
"Ya," Kris ge membalas ucapan Yixing ge dengan pelan. "sampai jumpa tahun depan."
—Ah... Kris ge tidak pernah menatapku dengan tatapan seperti itu. Aku iri...
"Xing! Tunggu sebentar!" Kudengar Joonmyeon ge memanggil Yixing ge yang hampir melangkahkan kakinya dari tempat kami. Dan Yixing ge menoleh kembali. Joonmyeon ge mengeluarkan sesuatu dari saku blazernya, kemudian memberikannya pada Yixing ge. Itu sebuah benda berbentuk balok pipih yang sudah dibungkus rapi dengan tambahan pita yang mempermanis benda tersebut. "Hadiah Natal untukmu. Merry Christmas~" ucap Joonmyeon ge dengan senyuman khasnya.
Ah~ Yixing ge pasti bahagia. Terbukti dari rona merah di pipinya. Senangnya~
"T-terima kasih, ge..."
"Sama-sama ^^" Joonmyeon ge beralih padaku dan menyerahkan benda yang sama seperti yang tadi Joonmyeon ge kasih pada Yixing ge. "Ini untuk Tao~ Untung saja kita bertemu di sini, jadi aku tidak perlu mencarimu lagi."
Aku mengibaskan kedua tanganku. "Untukku juga? A-aku... tidak usah, gege... Terima kasih..."
"Ini hanya cokelat. Tidak perlu sungkan."
Mataku berbinar mendengar nama makanan itu. Cokelaaat! Langsung saja kuterima~ Hihi~ "Xie xie, ge!"
"Joonmyeon, aku ingin tahu jadwal tahun depan. Kau ingin ikut?"
"Boleh." Joonmyeon ge menoleh padaku dan berkata, "Kami duluan ya, Tao. Tha~"
Kris ge juga menoleh padaku dan tersenyum. "Bye, Panda~!" What?!
Aku hanya melambaikan tanganku. Aku speechless. Tetapi aku tersenyum.
Kris ge baru saja... mengucapkan salam perpisahan! WOW. Ini untuk pertama kalinya! Pertama kalinyaaaaa! Rasanya aku ingin menangis bahagiaaa (ada yang dapat mengajariku bagaimana cara membuat emoticonnya di sini?). Dan rasanya aku sempat menggigil sejenak.
Apa hanya perasaanku saja?
...
Omong-omong, di mana Yixing ge?
...
oOoOoOoOoOo
...
Aku bersenandung di tengah langkah kakiku yang melewati sepanjang koridor kelas. Tanganku sesekali memutarkan tongkat wushuku ini. Untung saja koridor sudah agak sepi, kalau tidak kuyakin banyak murid yang memarahiku karena memainkan tongkat di tengah jalan seperti ini lalu mengenai tubuh mereka, hohoho.
Seharusnya aku seperti teman-temanku yang langsung pulang ke rumah dan bersantai. (Karena hari ini adalah hari kebebasan, uyeee!) Tapi aku lebih memilih berlatih wushu. Aku tidak berlatih wushu selama seminggu ini T-T Ah, setelah bersakit-sakit (bukan makna sebenarnya) seminggu ini, akhirnya dapat bebas juga. Bahagianya~
"Loh? Yixing ge?" Mataku tak sengaja melihat sosok Yixing ge yang menyandar di pintu ruang OSIS. "Gege sedang apa di sana?" tanyaku sambil menghampiri lelaki manis itu. Aku sudah menghentikan permainan tongkatku kok, jangan khawatir.
Yixing ge menoleh lalu tersenyum. "Eh, Tao... Halo."
"Halo juga, ge!" balasku ceria. "Tadi kenapa gege tiba-tiba menghilang? Aku mencari gege~"
"Benarkah? Aku sudah berpamitan pada kalian kok."
Aku mencibirnya main-main, lalu kudengar Yixing ge terkekeh. "Oh ya ge, gege senang tidak diberikan hadiah Natal oleh Joonmyeon ge?" tanyaku sekaligus menggodanya. Hihi.
Yixing ge memberikan perubahan air muka yang tidak kuharapkan. Yixing ge menatap lantai dengan pandangan kosong. "Sebenarnya tidak juga. Sejak kecil Joonmyeon ge memang rutin melakukan itu..."
Sejak kecil? Jadi Joonmyeon ge dan Yixing ge sudah berteman sejak kecil? Whoa. Pantas saja mereka dekat. Kupikir mereka dekat sejak masuk JHS, ternyata sudah lama ya :O
"Bagaimana dengan Tao? Tao juga dapat hadiah Natal, 'kan?" Aku terkesiap, kini Yixing ge sudah tidak memperhatikan lantai koridor ini lagi. Yixing ge kembali memperlihatkan senyum berdimplenya padaku.
Aku mengangguk. "Yap. Terlebih lagi itu cokelat, kyaaa~"
Yixing ge membuka mulutnya sedikit, tapi setelah itu Yixing ge langsung mengatupkan kembali bibirnya. Malah menggigit bibir bawahnya.
"Weishenme, ge?" tanyaku khawatir.
Drap. Drap. Drap.
"Hei, cepatlah sedikit!"
"Kau ingin ke mana sih?"
"Ke lapangan basket! Katanya Joonmyeon ge dan Kris ge ingin bertanding!"
"Benarkah? Pertandingan antar ketua. Ketua OSIS dengan ketua klub basket. Pasti seru!"
"Maka dari itu aku ingin menontonnya!"
Oh astaga. Kenapa mereka senang sekali bergosip saat lewat di hadapan kami? -_-
Tapi sepertinya seru juga. Aku ingin melihat Joonmyeon ge yang tingginya tidak sebanding dengan Kris ge itu (ugh, dui bu qi, Joonmyeon ge!) tanding bermain basket. Aku penasaran alasan apa yang membuat mereka sampai bertanding basket.
"Tao!" Temanku memanggil namaku dari arah dua murid tadi lewat. "Ayo sini! Kau tidak ingin melihat pertandingan Joonmyeon ge dengan Kris ge?" Temanku itu meninggikan suaranya. Karena ia memang orang yang tidak sabaran, ia langsung menghampiriku. "Oh, Yixing ge?! Kenapa gege pucat seperti itu?"
Eh? benarkah?! "Yixing ge, gege tidak apa? Gege ingin ikut melihatnya juga?" ajakku pada Yixing ge yang masih terdiam.
Yixing ge menyunggingkan senyum dan menggeleng pelan. "Tao pergi saja. Tidak apa, 'kan? Aku ingin pulang, sepertinya aku tidak enak badan. Dui bu qi, Tao..."
"Gege benar tidak apa pulang sendirian? Atau aku ikut dengan gege?"
"Eum! Tao lihat pertandingannya saja. Aku yakin Tao tidak ingin melewatkan permainan Kris ge, bukan?"
Bibirku mengerucut. Yixing ge masih bisa saja menggodaku.
Akhirnya aku dengan temanku ini berjalan cepat (atau berlari kecil—ah, mana yang benar?!) ke lapangan basket. Ah, sudah lama aku tidak ke sini. Biasanya setiap hari aku akan ke sini untuk melihat, menyemangati, atau mengganggu Kris ge. Hihi.
"Ini dia Tuan Putri Tao sudah datang~"
Tch.
Apa-apaan? Tidak pernah merasakan wushuku, ya?!
"Ergh. Apa maksudnya?" tanyaku masih dengan rasa sebal.
"Para senior itu bertanding untuk memperebutkanmu, Tao."
Aku?
Jangan bercanda.
Tidak lucu tahu!
"Aku tidak menyangka Joonmyeon ge mengajak Kris ge untuk tanding. Padahal kukira Kris ge akan menang dengan mudah, tapi ternyata Joonmyeon ge juga hebat dalam bermain basket. Dan parahnya untuk saat ini poin Joonmyeon ge sudah mengalahkan poin Kris ge yang masih nol! Astaga, apa yang sedang dipikirkannya dan mengapa Kris ge dapat kalah dari Joonmyeon ge yang lebih pendek darinya itu?! Kris ge, semangaaat! Joonmyeon ge juga semangat~!"
Aku hanya terdiam mendengarkan temanku yang asik bermonolog. Ia seperti komentator di pertandingan olahraga sesungguhnya saja, ckck. Walaupun aku setuju dengannya perihal Kris ge yang kalah dengan Joonmyeon ge. Huh.
"Hei, Ketua OSIS, mengalah saja..." Terdengar seruan Kris ge.
"Enak saja. Harusnya kau yang mengalah, Kris. Aku tak boleh kalah. Dan soal Tao," Aku terperanjat mendengar namaku disebut-sebut oleh Joonmyeon ge. Kenapa harus namaku?! Tapi omong-omong yang bernama Tao di sekolah ini ada berapa orang ya? "aku serius akan memilikinya."
Aku tak pernah mengerti cara berpikir Joonmyeon ge. Tapi yang kutahu, Joonmyeon ge adalah orang yang menyebalkan sekaligus menyeramkan.
"Wow. Terdengar menyeramkan." Kris ge menyeringai. Kulihat Kris ge sudah menguasai bola. "Tapi, Joonmyeon, kau sudah tahu, bukan?" Kris ge memantulkan bola itu ke tanah beberapa kali, setelah kemudian melemparnya ke ring. "Akulah yang disukai Tao." Berakhir dengan Kris ge mendapatkan poin pertamanya dalam permainan ini.
Deg.
A-apa tadi itu?
Aku tidak sedang bermimpi, 'kan?
Aku tidak sedang berkhayal lagi, 'kan?
Mengapa Kris ge mengucapkan hal yang sama seperti khayalanku?
Apa benar-benar sudah ada perkembangan?
Apa...
...boleh aku lebih berharap padamu, Kris ge?
.
.
.
Bersambung
.
.
jettaome : Hihi, ini uda dilanjut ^^ Makasih reviewnya :]
aurainsani67 : Syd sudah lanjuuut ^^ Makasih reviewnya :]
missjelek : Ini dia, tta-rarara! Makasih reviewnya :]
springfaith : Iya Tao emang frontal dan ga tau malu di sini hihi. Mungkin... mereka menjomblo(?) XD Syd uda lanjut yuhuuu. Nado saranghaeyo~! /flyingkisses. Makasih loh Syd uda ditungguin(?) dan untuk reviewnya ;]
dewicloudsddangko : Memang rumit ya? XD Maaf Syd ga update kilat, tapi Syd uda lanjut kok ^^ Makasih reviewnya :]
baby ziren kts : Memang biasanya Tao itu cengeng ya? Kok Syd ga tau? :3 Syd uda lanjut! Makasih reviewnya :]
Nella Huang XiaoLun KrisTao : Syd uda lanjut, tapi maaf Syd ga update kilat :( Makasih reviewnya :]
zhe : Syd sudah lanjut ^^ Makasih reviewnya :]
ressijewelll : Syd uda lanjut! ^^ Makasih reviewnya hihi :]
Love Couple : Ahaha, ini ga rumit kok :3 Ini syd uda lanjut! Makasih reviewnya :]
depdep : Syd uda lanjut yeay! ^^ Maaf Syd lama, kemarin-kemarin tugas sekolah dan ulangan Syd menumpuk TT Makasih reviewnya ;]
KT in the house : Syd uda lanjut hehehe ^^ Makasih reviewnya :]
Couphie : Hihihi iyaaa. Ambil aja, chingu! Paling nanti Kris nyesel ga terima Tao haha :p Makasih reviewnya ;]
Tty T.T : Ahaha Tao kan memang ga tau malu di sini XD Maaf Syd ga bisa update cepet, tapi Syd uda lanjut ^^ Makasih reviewnya :]
aninkyuelf : Eum! Semoga aja KrisTao bersatu! Ini lanjutannya~ ^^ Makasih reviewnya :]
anisa. 1 : Eum! Kris cemburu XD Ini lanjutannya~ Makasih reviewnya ;]
Rima-TAOma : Pusing kenapa? :3 Syd sudah lanjut~ Makasih reviewnya :]
.
Syd's room:
Haaalo :3
Syd senang sekali melihat responnya~ Syd jadi semangat buat lanjut~ Tapi maaf banget Syd updatenya lama. Habisnya Syd lagi diperhadapkan(?) dengan banyak tugas dan ulangan sih, sedih T-T Maaf juga sebelumnya karena Syd ga konsisten. Ff ini ga bisa dibuat twoshoot TAT Jadi Syd buat threeshoot. Otte? Semoga ga ada yang keberatan ya, dan maafkan Syd :')
Jadi yaaa, chapter depan bener-bener chapter terakhir. Syd janji updatenya ga lama kok. Mungkin... minggu depan, eh? Hehehe. Berharap aja semoga Syd ga lupa ya /dor/. Omong-omong, apa ada yang mau mengobrol dengan Syd? :O Kalau mau boleh di PM, atau di twitter Syd; DysAmelia_ kekeke. Kalau tidak mau juga ga apa /pundung /kicked. XD
Makasih untuk yang uda review! ^0^ Untuk yang uda follow dan favorite juga makasih~! Syd seneng banget hihi~ /showeringlove
Well, sampai bertemu di tahun depan! ^0^
Last,
Mind to review again? ;D
.
.
.
P.S: Selamat Hari Natal bagi yang merayakan~! ^^ Have a blessed Christmas and God bless you hohoho ^^
