Hai.

Masih ingat dengan laki-laki maniak panda ini?

Yah, walaupun aku aku jarang menceritakan seberapa cintaku pada panda (karena aku lebih sering menceritakan betapa besar rasa cintaku pada Kris ge di sini), tapi setidaknya kalian sudah tahu kalau aku memang mencintai panda~

Kemarin, ceritaku memang bertambah rumit. Kris ge dan Joonmyeon ge bertanding basket -katanya- untuk memperebutkan diriku. Awalnya aku santai saja karena kuyakin Kris ge yang akan memenangkan ini. Kris ge 'kan ketua klub basket. Tapi ternyata salah! Kris ge kalah poin dari si Ketua OSIS, Joonmyeon ge, dari awal permainan.

Sebenarnya aku tidak terlalu mempermasalahkan siapa yang akan menang ataupun siapa yang akan kalah. Yang dijadikan masalah adalah kata-kata yang keluar dari mulut Kris ge.

"Akulah yang disukai Tao."

Oh my~ Khayalanku terkabul!

Aku tidak tahu Kris ge hanya asal bicara atau ada kesalahan dengan lidahnya. Tapi dengan begitu, kemungkinan Kris ge menyukaiku sebenarnya ada, 'kan? Ya ampun, aku terharuuu. Berarti selama ini perjuanganku memang tidak sia-sia. Huks.

Kini aku masih bergabung dengan murid-murid yang lain di pinggir lapangan untuk menontoni pertandingan basket antara Kris ge dan Joonmyeon ge. Aku hanya memandang bosan ke arah lapangan yang sedang diisi oleh dua orang yang benar-benar kukenal. Lelaki pertama, yang sedang mengambil alih bola, adalah lelaki yang baik dan ramah namun senang sekali membuatku terkejut, yaitu Joonmyeon ge. Lelaki kedua, yang sedang mencari celah untuk merebut bola, adalah lelaki yang kusukai, Kris ge.

Mereka bermain lama sekali. Aku di sini hanya ingin mengetahui skor akhirnya! Aku bosaaan.

"Tak kusangka ternyata Joonmyeon ge segesit itu."

"Aku juga tidak menyangka."

"Mari berhenti membicarakan Joonmyeon ge dan fokus pada permainan mereka!"

Aku menyenggol lengan salah satu temanku itu dan bertanya ketika ia sudah menoleh, "Apa kau tahu sampai kapan Kris ge dan Joonmyeon ge akan berhenti bermain?"

"Sampai salah satu dari keduanya mencapai limabelas poin."

"Dan skor mereka sekarang?" tanyaku lagi.

"Kris ge sudah mempunyai tujuh poin, Joonmyeon ge sebelas poin."

"Oh, lama sekali. Waktu cepatlah berlalu~" Aku mengerang. Dari sudut mataku, kulihat temanku itu menganggukki keluhanku. Aku jadi tak habis pikir, kenapa juga mereka harus bertanding basket seperti ini? Cara berpikirnya Joonmyeon ge memang tidak bisa ditebak.

"Pertandingan basket inipun dimenangkan oleh—" Temanku yang sedari tadi bertindak layaknya komentator itu kembali berbicara. Orang itu membuatku sadar kalau pertandingan sudah selesai. Ternyata waktu kalau tidak ditunggu itu memang cepat berlalu ya. Takut-takut aku menutup kedua telingaku dengan telapak tanganku. Tidak rapat sih, soalnya aku ingin dengar juga. "—Joonmyeon ge! Chukkae!"

"YEEEAH! SELAMAT, JOONMYEON GE!"

"AAAHH, KRIS GE~"

Uh.

Kris ge ini benar-benar deh.

"KRIS GE!" panggilku keras, cukup untuk membuat Kris ge menoleh ke arahku. "Kenapa gege kalaaah? Katanya gege kapten tim basket, mana buktinya? Sudah begitu, tadi gege 'kan sudah percaya kalau cuma gege yang aku suka, tapi kenapa gege tidak ada usahanya, sih?!" Tanpa sadar, atau memang disengaja, aku mengomeli Kris ge. "Memangnya gege suka ya aku direbut oleh Joonmyeon ge?"

"Eh? Siapa yang merebutmu?" Aduh. Untuk kesekian kalinya aku dikejutkan oleh kehadiran Joonmyeon ge. "Aku pemenangnya loh, Tao. Jadi, kau milikku, bukan?"

Aku mengibas tanganku kasar. Aku benar-benar tidak menyetujui pernyataan Joonmyeon ge. "Bukan! Aku tak mau jadi milik Joonmyeon ge! Aku cuma mau jadi milik Kris geee!" Aku memekik tanpa menghiraukan murid-murid di sekitarku yang kemungkinan besar mendengarnya. Lagipula aku yakin mereka sudah sering mendengar dan melihatku seperti ini. Hehe.

"Apaan sih," Telingaku sudah tak asing lagi, itu adalah suara Kris ge dengan nada judesnya. Baru saja tadi pagi gege bersikap manis, sekarang muncul lagi sikap dinginnya. Haaah. Tak boleh suam-suam kuku loh, ge. "tadi aku hanya mengomporinya tahu."

Asal gege tahu saja, aku jadi sakit hati nih, ge.

"Jadi jangan kau anggap serius. Dasar anak kecil."

...Aku dikatai anak kecil oleh Kris ge :'(

HUWEEE MAMAAA.

AKU BENCI GEGE~! TTATT


Catch Your Love

[3]

...

Crazy Love Game © NANAJIMA Kana


Sekarang sudah memasuki liburan.

Hari itu memang menjadi hari terakhir masuk sekolah sebelum memasuki jadwal libur musim dingin. Dan hari itu menjadi awal kebencianku pada Kris ge.

Eung...

...aku berbohong deh.

Sebenci-bencinya rasa benciku pada Kris ge, masih lebih besar sisa rasa cintaku pada lelaki campuran Kanada tersebut. Mungkin inikah yang sering disebut banyak orang dengan 'The Power of Love'? Hahaha. Sepertinya iya.

Hari ini aku sedang berada di acara festival yang diadakan oleh sekolahku. Sekolahku memang kerap kali mengadakan acara seperti ini ketika akan memasuki liburan. Aku senang menghadirinya, dengan begitu aku dapat bermain (kalau beruntung aku akan dapat boneka, uye! XD), memandangi kembang api (ini kalau aku dapat bertahan sampai malam hari :3), atau hanya memakan permen gula kapas, seperti yang kulakukan sekarang.

Festival yang diadakan kali ini adalah festival tahun baru. Omong-omong, selamat tahun baru~!

Apa saja impian yang akan dicapai pada tahun ini?

Jangan tanyakan itu kembali padaku. Aku tak tahuuu.

Bukan benar-benar tidak tahu sih, aku hanya bingung.

.

"Aku tidak akan menyerah pada gege,"

.

Apa tahun ini aku harus tetap bertahan untuk mendapatkan Kris ge?

Tidak mau permen kapasku cepat habis, aku mencuil sedikit kemudian memasukkannya ke dalam mulutku, membiarkan permen gula itu mencair dengan sendirinya. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah orang-orang yang hampir kutemui setiap hari di sekolah. Bedanya, hari ini mereka memakai pakaian bebas sama sepertiku, bukan seragam sekolah.

"Tao!"

Kepalaku tertoleh ke belakang dan mendapati Yixing ge di sana. Yixing ge terlihat simple dengan kaus yang kebesaran di tubuhnya serta jaket biru miliknya. Kedua kakinya terbalut celana hitam selutut. Kulihat di punggungnya terdapat tas kesayangannya. Yixing ge memang tipe orang yang senang berpergian dengan tas. Mungkin agar Yixing ge tidak lupa meletakkan barang-barangnya. Yixing ge 'kan pelupa. Oops.

"Yixing ge~"

"Tao baru sampai?" tanya Yixing ge ketika kami sudah berjalan beriringan.

Aku kembali mencuil permen kapasku, setelah sebelumnya aku menawarkan pada Yixing ge yang menolaknya dengan halus. "Tidak juga. Mungkin setengah jam yang lalu. Gege sudah lama di sini?"

"Aku telat bangun, Tao," Yixing ge memainkan jemarinya. "mungkin kalau Joonmyeon ge tidak menghubungiku, aku tidak akan ada di sini."

"Oh! Biar kutebak, ge!" Aku berseru semangat. "Pasti gege lupa kalau hari ini ada festival?" Tebakanku itu segera diangguki oleh Yixing ge. Apa kataku? Yixing ge itu pelupa~

Yixing ge menoleh padaku. "Joonmyeon ge bilang, Kris ge ada di sini loh. Tao sudah bertemu dengan Kris ge, belum?" tanyanya jahil.

Ah, Yixing ge. Padahal aku ingin mencoba untuk tidak memikirkan lebih-lebih bertemu dengan Kris ge. Sekaliii saja.

—Bohong. Beberapa belas menit yang lalu sebelum bertemu dengan Yixing ge saja aku sedang memikirkan Kris ge.

Sepertinya aku harus menemukan jasa cuci otak agar ingatanku tentang Kris ge menghilang. Tapi berarti ingatanku dengan Yixing ge, Joonmyeon ge, Luhan ge, serta teman-temanku yang lain juga ikut menghilang. Ahhh tidak~ Aku cuma ingin menghilangkan Kris ge TAT

Apa aku harus melenyapkan Kris ge lebih dulu agar aku tak memikirkan Kris ge lagi?

Jangan. Aku tidak sampai hati melakukannya. Kris ge terlalu berharga :p

Aku menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan Yixing ge. Yixing ge terkikik pelan sebelum aku bertanya padanya, "Gege, tahun ini... Apa yang gege harapkan di tahun ini?"

"Tahun ini, eum..." Yixing ge mengalihkan pandangannya ke tempat lain, kulihat sepertinya Yixing ge sedang berpikir. "Di tahun ini aku berharap agar semua orang mendapatkan kebahagiaannya masing-masing. Seperti... orang yang mendapatkan rasa sayang dari orang lain?" Dapat kulihat Yixing ge mengukir senyum manisnya. Terlihat sekali kalau Yixing ge mengucapkannya dengan tulus.

"...semua orang mendapatkan kebahagiaannya masing-masing..."

"Kalau Tao," Yixing ge kembali menatap wajahku, masih dengan senyumnya, "tahun ini mengharapkan apa?"

.

"Itu artinya gege harus menjadi kekasihku~"

"Jangan konyol. Aku tidak akan menyukaimu, Tao..."

.

Apa yang sebenarnya aku harapkan, hm?


Catch Your Love!


"Bisa di sini? Sedang tidak ada orang lain nih."

Tadi saat aku berjalan dengan Yixing ge, kami bertemu dengan lelaki tinggi ini. Dan dengan iseng Yixing ge meninggalkanku berdua dengan Kris ge. Awalnya Kris ge juga akan meninggalkanku, tapi segera kutahan lengan lelaki tinggi itu, dan kubilang pada Kris ge kalau ada yang ingin kubicarakan.

Dan di sinilah kami.

Aduh, Tao... Padahal aku tidak tahu apa yang ingin kukatakan pada Kris ge. Itu 'kan hanya cara yang dilakukan agar Kris ge tidak pergi meninggalkanku saja T-T

"Hey, Panda," Dengan kedua tangannya yang masih berada di dalam saku celananya, Kris ge tetap tidak menoleh padaku. Baguslah, agar Kris ge tidak dapat melihat ekspresi wajahku yang tidak keruan saat ini. "apa yang ingin kau bicarakan?"

Aku tidak tahu apa yang aku harapkan pada tahun ini...

...tidak, aku hanya tidak ingin mengakuinya...

...bahwa aku masih mengharapkan Kris ge.

"—Tao?"

Aku membenamkan wajahku pada punggung Kris ge. Aku tahu Kris ge pasti terkejut akan tindakanku ini dan mungkin saja akan memarahiku setelah ini, tetapi aku tidak peduli. Aku ingin menyelesaikan semuanya. Tao bisa!

"Ge, maaf sebelumnya kalau tindakanku ini tidak membuatmu senang. Tapi bolehkah aku memelukmu seperti ini selama lima menit? Selama itu juga aku akan berbicara padamu..."

"O-oke." Kris ge menghela napasnya. Ucapannya yang tergagap itu bukan karena ulahku loh. Aku memeluk Kris ge tidak begitu erat. Tenang saja. "Lima menit." desahnya.

Aku tersenyum walaupun aku tahu Kris ge tidak dapat melihatnya. "Terima kasih, ge. Setahun ini menjadi terasa sangat menyenangkan bagiku—"

.

.

.

Karena selama satu tahun ini aku kenal gege...

.

Gege yang merasa tidak peduli walaupun aku selalu mengganggunya.

"Gege! Gege tidak apa-apa~?"

"Kenapa bola ini bisa menghampiri lapangan basket, sih?!"

"Mungkin karena... gaya tarik... cinta kita?"

"Jangan bercanda!"

.

Gege yang kutahu tidak senang akan kehadiranku namun tetap menghiraukanku.

"Ni hao, gege~!"

"Hei, Panda. Diam, dan lanjutkan larimu!"

"Huh? Gege bilang apa? Tadi gege bilang suka padaku, ya? Kyaaa~"

"Dasar."

.

Gege yang bersifat dingin namun juga manis seperti es krim.

"Aku salah beli tadi, dan kurasa itu untukmu saja."

"Jadi karena mengerjakan ini kau menjadi sibuk... Pantas saja aku jarang melihatmu."

"Bye, Panda~!"

.

Ialah gege yang membuat hariku menyenangkan.

...Kris ge.

.

.

.

"—karena aku jadi semakin dekat dengan gege," Aku tersenyum jahil di balik punggung Kris ge, lalu melanjutkan, "dan mengganggu gege setiap saat."

Kris ge hanya diam, tidak membalas apapun. Tapi aku tahu kalau Kris ge hanya mendengus.

Helaan napas. "Gege... masih ingat soal taruhan kita, tidak?"

.

"Ge! Ingin bertaruh denganku?"

.

Kris ge menjawabku dengan gumaman. Aku kembali berbicara, "Permainan itu..." Perlahan kedua tanganku kulepaskan dari sekitar pinggang Kris ge. Aku sedikit menjaga jarak dari Kris ge. "kita akhiri sampai sini saja ya, ge." lanjutku mencoba untuk tenang.

Aku tidak bisa terus-terusan mempertahankan gege.

Seperti yang Yixing ge katakan tadi, semua orang memiliki kebahagiannya sendiri.

Maka itu,

aku melepaskan gege agar gege mendapatkan kebahagiaan gege,

karena kebahagiaan gege bukan padaku.

Aku tersenyum riang dengan tanganku yang melambai pada Kris ge. Lelaki tampan itu masih tercengang. Hihi. "Itu saja yang ingin kukatakan. Terima kasih untuk lima menitnya, ge." Sorot mataku meredup, aku menghela napas. "Pai pai, ge~!"

Baru saja aku berbalik untuk meninggalkan Kris ge sejauh tiga langkah, nada judes khas Kris ge menginterupsi langkahku. "Apa-apaan itu, Huang Zitao?" Aku menoleh dengan pandangan tidak mengerti. Tapi aku langsung menghapus ekspresi itu dengan ekspresi horor ketika melihat tampang Kris ge yang tidak bersahabat. "Apa ini Huang Zitao yang kukenal? Lelaki yang suka bicara seenak jidatnya, manja, pantang menyerah." Tatapan dingin Kris ge masih menusukku yang mengkeret. "Dasar tidak bertanggung jawab!"

Aku mengambil langkah seribu alias melarikan diri dari tempat tersebut. Kris ge dengan kaki panjangnya pun juga lari mengejarku. Aduh, aku pasti akan terkejar dengan mudah oleh Kris ge -_- Ayo percepat larimu, Tao~ Wuuush~

"Panda! Jangan kabur!"

"K-Kris ge..." Aku menoleh dengan bingung, tetap sambil berlari. Aku berdoa dalam hati agar tidak menabrak sesuatu ataupun seseorang di depanku. "Kok gege jadi marah padaku begitu, sih?"

"Tentu saja! Aku tak suka sikapmu!" Sebelum kubalas teriakannya, Kris ge kembali melanjutkan, "Kau itu selalu bicara seenaknya saja. Kau sendiri yang bilang padaku, kalau kau percaya orang yang kau sukai itu hanya milikmu, kau harus berusaha."

Aku tertegun. Aku tahu itu. Aku mengatakan itu pada Kris ge di hari sebelum kami menikmati libur musim dingin kami. Aku mengingatnya.

Kenapa sekarang aku pesimis? Kenapa aku mundur? Kenapa aku tidak ingin mendapatkan Kris ge lagi padahal Kris ge sudah mulai melunak padaku?

Hey, someone please tell me why~!

"Apa usahamu hanya segitu saja? Apa kau sudah merasa puas sampai sini?"

"Ti-tidak, ge. bukan begitu, tapi kurasa cukup—"

"—Apa kau sudah cukup puas sebelum mendengar pernyataan cinta dariku, Huang Zitao?!"

A-apa?

Apa yang barusan Kris ge ucapkan?

Semuanya bergerak begitu cepat, bahkan aku pun tidak menyadari tubuhku tertarik oleh Kris ge sehingga tubuh kami pun berbaring di rumput bersampingan. Aku masih tidak mengerti.

Aku selalu menantikan hal seperti ini terjadi, namun yang barusan itu... apa benar-benar menjadi kenyataan?

"G-gege... Mungkin aku masih linglung dan masih tidak mengerti, tapi," Kris ge mengubah posisinya menjadi duduk dan wajahnya berada tepat di atasku. Terserah bila aku akan dibilang cengeng, aku benar-benar tidak bisa menahan perasaanku yang begitu bahagia, aku hanya membiarkan air mataku mengalir keluar dari kedua mataku. "gege bilang kalau gege menyukaiku?" ucapku berbisik, entah mengapa aku merasa suaraku tersendat di tenggorokanku.

Kris ge tersenyum. Senyum yang jarang sekali gege perlihatkan, namun kali ini lelaki itu menunjukkannya padaku. Dan hanya untukku. "Begitulah." Kris ge merunduk lalu mengecup kedua kelopak mataku yang refleks menutup. "Wo ai ni." bisik Kris ge yang membuat air mataku semakin deras mengalir. Kemudian jari panjang Kris ge menghapus air mataku. "Sudah, jangan menangis. Cengeng." Tuh 'kan, Kris ge pasti mengejekku.

"Whoa~ Sepertinya ada yang baru jadian~"

Mendengar suara dengan nada yang dibuat-buat itu, sontak aku mendirikan tubuhku. Kris ge juga melakukan hal yang sama. Pipiku memanas saat tahu kalau ternyata banyak orang yang memperhatikan ke arahku dan Kris ge.

Oh tidaaaaak.

Jangan-jangan mereka memperhatikan aku dan Kris ge dari awal?

"Yixing geee, kenapa kau memotretnyaaa?" Aku berteriak histeris melihat Yixing ge dengan kameranya. Lelaki manis itu sedang melihat beberapa hasil jepretannya. Kuyakin ada fotoku dan Kris ge barusan di sana! "Hapus itu, gege!"

"Dihapus?" Yixing ge menatapku dengan pandangan polos. "Jangan dong, ini 'kan untuk kenang-kenangan, Tao..."

Aku mendelik pada Yixing ge. "Benar ya, ge? Hanya jadi dokumen pribadi? Jangan pernah disebarluaskan!" Yixing ge hanya mengangguk dengan senyumannya. Mataku hanya mengerling malas sebelum terbelalak ketika melihat tangan Joonmyeon ge dan Yixing ge yang tertaut. Sepertinya tadi aku tidak melihatnya karena tertutupi oleh jaket Joonmyeon ge. "Gege—?!"

Joonmyeon ge tersenyum lalu menoleh pada Yixing ge yang merona pipinya. "Sepertinya kita harus memberitahu mereka sekarang, Xing."

"Eh?" Baik aku dan juga Kris ge berseru terkejut. Murid-murid yang lain juga membulatkan mulutnya, tidak mengerti.

Joonmyeon ge melakukannya dengan sangat cepat. Joonmyeon ge memang mencium Yixing ge secara cepat, namun tindakannya itu juga mendapatkan respon yang sangat cepat—

"KYAAAAA!"

"JOONMYEON GE, YIXING GE, SELAMAT~! GYAAA!"

"KYAAA, SEJAK KAPAN, GE?!"

"KYAAAH!"

"KYAAAH!"

—dan heboh.

Aku mungkin tidak tahu serta merasa penasaran akan cerita mereka—Joonmyeon ge dan Yixing ge—tapi aku hanya menunggu sampai Yixing ge ingin bercerita padaku. Aku 'kan sudah sering bercerita tentang Kris ge, masa Yixing ge tidak ingin menceritakan kisahnya dengan Joonmyeon ge padaku juga? Curang ;3

Congratulation anyway, brothers! Kyaaaaah! XD


Catch Your Love!


Mari kita simpulkan semuanya sekarang.

Cerita yang awalnya kukira hubungan persegi ini salah total. Salahkan Joonmyeon ge kalau ada yang ingin protes. Kris ge menceritakannya padaku. Joonmyeon ge dan Yixing ge itu sebenarnya saling mencintai, tapi karena Joonmyeon ge berpura-pura bodoh (gege, ini bukan aku yang mengatakannya, ini Kris geee!) dan berpura-pura tidak tahu, maka hanya Yixing ge yang merasakan sakit hati.

Joonmyeon ge sebenarnya tidak mau ada yang mengambil Yixingnya, yah, walaupun waktu itu Yixing ge belum milik siapa-siapa sih. Jadi, Joonmyeon ge yang mengetahui kalau aku suka pada Kris ge (bukan hanya Joonmyeon ge, sudah banyak orang yang juga tahu akan hal ini, haha) itu memanfaatkanku. Joonmyeon ge berusaha membuat Kris ge menyukaiku agar Yixing ge tidak jadi milik Kris ge. Maka itu Joonmyeon ge berpura-pura menyukaiku untuk memanasi Kris ge. Dengan seenaknya lelaki itu memainkan kami layaknya puppets.

"Maaf, ya. Tapi ini 'kan untuk kepentingan kita bersama~" kata Joonmyeon ge saat itu.

Hah. Memang sih kepentingan bersama, tapi tidak perlu berkelok-kelok seperti ini, 'kan, ge? Seperti yang kukatakan, pikiran Joonmyeon ge memang tidak dapat kumengerti.

Tapi sepertinya aku juga harus berterima kasih pada Joonmyeon ge dan Yixing ge. Pada Joonmyeon ge yang membuat skenario ini semua serta pada Yixing ge yang rela sakit hati ketika kekasihnya berpura-pura menyukai orang lain. :')

"Eum, gege?" panggilku diiringi sebuah sikutan pada Kris ge yang sedang memperhatikan teman-temannya bermain basket. Pasti gege juga ingin ikut serta di sana. Kris ge hanya menoleh tanpa menjawabku, namun aku tetap melanjutkan, "Gege ingin bertaruh denganku lagi, tidak?"

Kris ge tersenyum tipis. "Boleh. Apa lagi sekarang?"

Sontak aku tertawa riang ketika tangan Kris ge bergerak untuk mengacak rambutku. "Mari kita buktikan siapa yang perasaan cintanya lebih besar~!"


Catch Your Love!

...

The End


Annyeong~

Silakan protes pada Syd karena syd updatenya telat /ngumpet. Ada beberapa hal yang buat syd lama update, dan yang paling berpengaruh itu gegara syd sakit. Syd sakit dari bulan Desember akhir sampai sekarang, belum sembuh-sembuh TAT Sempet sembuh sih, tapi cuma beberapa hari doang. Syd sakit lagi setelah hujan-hujanan (dan main lumpur kyahaha) selama berjam-jam di RUI, payah yah ._. Btw sepatu Syd hilaaang TT /eh /curcol.

Tapi akhirnya Syd uda bisa update, iya kan? ;)

Yah, walaupun last chapternya failed sih TT

Akhirnya ff ini berakhir, hihi. Untuk yang review dari awal, bahkan follow dan favorit, terima kasih banyak~ Maaf kalau syd ga bisa sebutin satu per satu namanya (/ \) Tapi Syd benerbener berterima kasih!

.

Ini balasan review dari Syd~ Sekali lagi terima kasih! Chu! :*

raetaoris : Kris emang suka sama Tao. Tapi ga mau ngaku. Payah ;p /dor. Makasih reviewnya, ini last chapternya~! ;]

Tty T.T : Kyahaha, iya. Ini kelanjutannya, makasih reviewnya ;]

miseungie : Aaa, iyakah? Maaf kalau mengecewakan ya :( Makasih reviwenya :]

Xyln : Tau tuh, Kris ga mau ngaku. Ga manly! Banci! /slap. Yixing uda sama Suho nih kkk. Ga apa kok :) Makasih reviewnya yaw :]

Love Couple : Joonmyeon tidak menyerah, tapi Kris yang berjuang kyahahah. Ini uda dilanjut. Makasih reviewnyaa ;]

Juniel Is A Vampire Hybrid : Last chapternya uda update, tapi lama sekaliii. Silakan omelin authornya /eh. Kedua lelaki itu menang kok. Menang dalam mendapatkan pujaannya /ecieee. Makasih reviewnya ya ;]

aniaani47 : Endingnya TaoRis kok, tenang sajaaa ;D Makasih reviewnya ya! :]

piccolaxy9 : Maaf ga fast updateee QAQ Ini lanjutannya dan makasih untuk reviewnya ya ;]

kt : Kyahaha jangan kesel sama Tao dong, kesel aja sama authornya, kan authornya yang buat Tao begitu /plakplak. Emang, Suho purapura ga tau. Ngeselin, kkk. Makasih reviwnya! ;]

AulChan12 : Ini kelanjutannya~ Makasih reviewnya ;]

putri : Silakan dicubit~ XD Makasih reviewnya hihi :]

fitriws21 : Sudah diteruskaaan! Makasih untuk reviewnya ;]

depdep : Ah, iyakah? ;3 Maaf syd lamaaa tapi ini kelanjutannya TT Makasih reviewnyaaa :]

ABStyle-Noona : Kyahahaha iya. Keduanya menang kok :3 Kedua pangeran itu akhirnya menemukan tuan putrinya masingmasing~ Makasiiih :') Dan makasih juga untuk reviewnya :]

chenma : SuLay dan KrisTao sudah bersatu uyeee! Terkadang OoC itu diperlukan demi kelangsungan cerita :3 /plakplak. Ini kelanjutannya! Makasih reviewnya ya ;]

Ranpenita : Kkk ngetes apa calon menantunya cocok untuk anaknya XD Makasih reviewnya ya~ ;]

.

P/S : Syd punya cerita SuLay nya. Ada yang mau? Kalau ada yang berminat nanti syd publish di sini kkk ^^