Title : Complicated 3 [GS-Genderswitch]
Author : Hyomi
Genre : Genderswich, Hurt/Confort, Romance
Cast : Kim Jongin (Kai), Do Kyungsoo (D.o), and other
Rated : T Plus...dikit
Disclaimer : Kaisoo is not mine, but this Fanfic is officially mine... Officially.. Mine...
.
.
Summary :
.
Ini seperti mimpi, tak bisa kuartikan apalagi ku pahami, yang kubisa hanyalah merasakan ketulusannya. Baru kusadari memang inilah makna dari cinta sejati, bahwa cinta akan kembali padamu walau kau berjarak beribu-ribu tahun lamanya. Perpisahan bukanlah kehancuran, tapi ialah keajaiban yang memberikan kekuatan cinta yang sebenarnya. - J.I
.
.
WARNING!
.
.
INI GenderSwitch / GS, TypoSS, Aneh, and OOC/OCC,COO juga boleh..
.
!
Sekali lagi ini GS / GENDERSWITCH
Don't Like! Don't Read! Okey!
!
Special Thanks to :
.
ulfarafida - Fifie138Chanbaek - IkaIkaHun11 - KaiSoo Fujoshi SNH - Lee eun san –nobidokaita - ArraHyeri - FSRifiqa - Kim Leera - Brigitta Bukan Brigittiw - Kim HyeKa - yoo araa - exindira - younlaycious88 - hatakehanahungry - MidnightPandragon1728 - 91 – Han Young Seul Kaisoohardship - Kim Sun Yeon - 17 - zikyu
.
Hyo Hyomi Lu
.
HAPPY READING!.
.
Complicated Ch.3
.
Here I am with all my heart, I hope you understand
I know I let you down but I'm never gonna make that mistake again
you brought me closer to who I really am, Come take my hand
I want the world to see what you mean to me.
.
Sterling Knight - What You Mean To Me
.
Preview
"Shireo... Aku tak akan pergi untuk kedua kalinya.."
Chanyeol yang penasaran kini membuka sedikit pintu didepanya. Sangat pelan hingga tak menimbulkan kedua insan yang seperti sedang bertengkar itu tak sadar. Chanbaek couple itupun segera memasang muka di celah yang baru dibuat Chanyeol. Mata keduannya seolah terbuka lebar, akan pemandangan di dalam ruangan Kyungsoo.
Kyungsoo yang terduduk dengan kaki menjutai ke bawah kini menunduk dan menutupi wajahnya dengan tangan kanannya yang tertempel infus. Sedang didepannya ada seorang namja berambut pirang yang memakai kemeja hitam polos dengan lengan yang ditekuk asal, sudah berdiri diatas lututnya. Namja itu membelakangi pintu masuk sehingga kedua tangannya menggenggam erat tangan kiri Kyungsoo terlihat jelas. Walau ia membelakangi Chanbaek, tapi mereka tahu pasti ia adalah dokter Kim atau kerennya Kai dari warna pirang yang menghiasi rambutnya. Secara hanya ada 4 dokter yang mengecat rambutnya menjadi pirang, dr. Huang, dr. Wu, dr. Kim dan Chanyeol sendiri. Ia tak mungkin Chanyeol dan Tao, sebab Chanyeol ada di depan pintu, sedang dr. Tao kan yeoja? Sudah dipastikan ia ada bersama tunangannya, dr. Wu yang sekarang hanya menyisakan dr. Kim. Jadi kesimpulan akhir dialah dr. Kim.
"...Pergilah... Hiks...PERGI!... Aku... Hiks... AKU MEMBENCIMU SUNBAE!"
"Tidak sebelum kau mengatakan jika kau sudah TAK MENCINTAIKU! ZHANG KYUNGSOO!" Kai pun ikut terbawa emosi, karena bahunya yang tadi tenang kini terlihat sudah naik turun tak teratur.
Complicated Ch.3
"hiks, Harus berapa kali kukatakan agar kau pergi, Kim Jongin!"
"Benarkah? Itu yang kau mau? Lihat mataku, dan katakan!"
Baekhyun yang tak tahan Kyungsoo berteriak sambil masih terisak itu pun ingin masuk dan menenangkan sahabatnya. Tapi belum saja Baekhyun bergerak, lengan Chanyeol sudah menahannya. Ia menggeleng, paham apa yang akan Baekhyun lakukan.
"Tapi Kyungsoo..." Ucapan lirih Baekhyun terpotong oleh Chanyeol.
"Biarkan mereka menyelesaikannya... Kita tak perlu ikut campur... Lihatlah, mereka..." Chanyeol sambil tersenyum dan menunjuk ke dalam kamar inap Kyungsoo dengan dagunya.
"Ommona..." Yeoja itu berseru pelan. Tangannya terangkat menutupi bibir mungilnya, matanya yang sipit itu kini telah tebuka lebar. Apa yang diihat Baekhyun hingga membuatnya seperti itu?
"Kau masih ingin mengganggu mereka?"
Baekhyun menjabnya dengan gelengan, kemudian wajahnya mulai terbengong lagi. Jadwal sibuknya akhir-akhir ini membuatnya sedikit telat untuk hanya sekedar berfikir. Chanyeol menepuk bahu Baekhyun dan menuntunnya menjauh lalu masuk ke dalam lift. Di dalam lift yang hanya ada mereka berdua, Chanyeol merangkul tubuh Baekhyun posesive karena sejak tadi Baekhyun hanya menatap datar, sepertinya fikirannya masih ada di kamar inap sahabatnya.
"Apa sudah semuannya?" gumam Baekhyun pelan.
"Ne?"
"Apa sudah semuanya yang Kyungsoo ceritakan pada kita?" Baekhyun mengulang pertanyaannya pada kekasihnya, tapi nampaknya kini Chanyeol yang mulai lola. Alis coklatnya berkerut bingung, ia mencoba memahami pertanyaan Baekie nya.
"Cerita apa? Pororonya?" Sahut Chanyeol asal,
"Aish Yeollie... Bukan pororo tapi ini cerita Kyungie tentang si Kkamjong..." Dengan kesal Baekhyun mempoutkan bibir nya sambil menjauh dari Chanyeol.
"Iya makanya... Yang jelas..." Chanyeol menggaruk gemas kepala pirangnya yang tidak terasa gatal itu.
"Tidak jadi, Baekie tak jadi cerita... Huh... Tapi... Ah, Chanyeolie, sebenarnya ada apa antara Kyungie dan si Jongin itu? Memang dulu Kyungie menyukai Jongin, tapi apa hubungannya hingga, Kau tahu, kau lihat sendiri bukan, Jongin bersipuh meminta maaf pada Kyungsoo... Berarti Kyungsoo memang menyembunyikan sesuatu bukan?"
Ting!
Pintu lift terbuka di Lantai pertama tepat setelah Baekhyun selesai berbicara. Mereka segera keluar karena akan ada yang menggunakan lift itu. Chanyeol mengelus kepala Baekhyun sayang, meyakinkannya bahwa sahabat mereka akan baik-baik saja. Walau sebenarnya dikepala Chanyeol, ia juga bertanya-tanya.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua sudah ada di ruangan Dr. Park, ruangan itu berwarna putih tentunya dengan banyak gambar struktur tulang yang menghiasi dinding. Sudah jelas bukan bahwa kekasih dokter Byun Baekhyun ini adalah seorang dokter tulang?
"Sudahlah... Tak usah difikirkan... Aku percaya ia akan baik-baik saja... Kai tau cara menahlukan anak itu.." Chanyeol memberika kotak susu rasa stroberi pada Baekhyun yang kini duduk di atas meja kerja Chanyeol.
"Iya sih, tapi bukan masalah itu, aku masih penasaran dengan apa yang Kyungsoo sembunyikan pada kita tetang Kai, Yeollie..." Rajuk Baekhyun sambil menggenggam susu favoritnya, lalu menggoyangkan kaki putihnya kedepan dan kebelakang. Kalau sudah begini, mana ada yang percaya jika Baekhyun sebenarnya lebih tua beberapa bulan dari namjachingu-nya.
"Sudahlah, aku juga penasaran, tapi sebaiknya kita membahas hal ini besok saja, atau kita bisa tanyakan langsung pada Kyungsoo..." Chanyeol mulai kesal menanggapi Baekhyun yang terus memikirkan Kaisoo.
"wae?" tanya Baekhyun polos, wajahnya sedikit berkerut melihat perubahan namja didepannya. Tak ada Jawaban dari Chanyeol, ia pun meneguk susu stroberinya dengan cepat. Chanyeol harus menelan ludah dengan kasar melihat kelakuan Baekhyun. Oh, tidak, jangan pandangan itu, oh tuhanku ku mohon...
"Karena, aku ingin segera pulang dan aku sudah tak tahan untuk tidak memakanmu, Baekie ku, adik kecil..." Jawab Chanyeol yang memang raja mesum itu. Ia ber-smirk lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun. Otomatis membuat Baekhyun memundurkan badannya, tapi ia sudah tak bisa saja tangan Chanyeol yang sudah mencengkeram pinggangnya hingga ia tak bisa kabur seperti tadi. Padahal sebenarnya ia ingin memukul kepala Chanyeo dan membuatnya meng-aduh, karena dengan santainya mengatai Baekhyun dengan 'Adik Kecil'. Akhirnya ia pun pasrah dan memejamkan matanya.
Baekhyun menunggu aksi Chanyeol, tapi beberapa saat kemudian malah terdengar sebuah tawa khas dari mulut Chanyeol.
"Ya! Apa yang kau lakukan!"
Chanyeol semakin tertawa setelah ia melihat mimik muka lucu yeojachingunya yang sedang kesal ini. tanpa aba-aba, Chanyeol langsung mengecup singkat bibir Baekhyun. Baekhyun tetap memasang wajah kesalnya walau kini pipinya sudah memerah.
"Oh, ayolah Baekie, aku tak sanggung untuk hanya menciummu saja, jika aku menciummu disini, sudah dipastikan kau akan habis diruanganku ini dan tak jadi pulang. Memangnya aku mau menyia-nyiakan rumah kita? Jadi ayo segera pulang!" Chanyeol pun membereskan barang-barangnya dan segera menggantung jas putihnya di kursi.
"Mana tas mu?" tanya Chanyeol singkat.
"Diruangan ku... Kalau mau ambil saja! atau aku tak akan pulang malam ini." Ternyata yeoja imut ini masih ngambek dengan om Chanyeol...#Ok, abaikan kalimat terakhir ini.
"Eh? Baekie harus pulang sekarang dengan Yeollie... Atau..." Chanyeol menggangtung pertanyaannya.
"You and Me, on the Bed now!" Chanyeol meneruskan kalimatnya dengan nada 'creepy' karena Baekhyun sama sekali tak menggubris kata-katanya.
"Andwae!" Baekhyun segera menyambar Jas putihnya dan berlari keluar dari ruangan Dr. Park. Chanyeol hanya terkekeh lalu mengikuti Baekhyun dengan santai. Toh ia suka jika harus kejar-kejaran dulu dengan 'calon istrinya' itu. Menarik.
Complicated Ch.3
"Aku sudah hampir empat hari disini, dan kau belum berkunjung?"
"Ya! Bukankah aku sibuk mengatur schedule show mu? Sudah diputuskan bahwa kau akan istirahat selama satu bulan, dan hanya mengisi show pendek!"
"...ne, ne Unnie! Mianhae merepotkanmu... Cepatlah kemari, dan jangan lupa bawa charger ponsel, serta... Em, aku ingin makan ddobokki..."
"Ya! Kau tak boleh makan pedas! Ingat itu lagian aku sudah membawa sushi... Tak usah meminta maaf, bukankah itu memang sudah tugas manager? Dan satu lagi aku dan Jinki-oppa, sudah sampir sampai di depan Rumah Sakit!.. Ah, sudah ya... Annyeong~"
Pip...
Buk..
Kyungsoo dengan kesal membanting ponselnya diantara kakinya.
"Dasar... Penyakit jelek, kenapa harus aku yang menuruni Appa? Kenapa bukan Lay-eonnie? Eh? Apa yang kukatakan, Jangan... Ya tuhan kumohon, biar aku saja yang terkena penyakit ini, jangan Lay-eonnie...ahhhh... Tapi tetap saja, makanan pedas kan makanan favoritku, ini tidak adil! Heol! Ddobokki-samgyupsal- Oh Bulgogi...Aahhh," Kyungsoo merengek membanting-banting ponselnya. Kenapa ponselnya tidak hancur, karena Kyungsoo membanting ponselnya di atas kasur.
"Pasti, Suho-oppa yang memberi tahu Beomie-unnie... Awas saja, jika dia meminta ijin menikahi Lay-unnie, aku tak akan pernah setuju. Eh? Kenapa sekarang mudah sekali mengatakan hal itu. Apa aku sudah melupakan Suho-oppa? Aneh... Tapi.. Ahhh aku ingin makan Ddobokkki..." monolog Kyungsoo.
"Berapa lama lagi kau akan membanting-banting ponsel lucu itu? Hemm?" tanya suara berat seorang namja terdengar dari pintu.
"Eh?...Huh..." Kyungsoo yang awalnya terkejut kini berubah menjadi ekspresi dingin. Ia menatap datar namja yang bersandar di pintu kamarnya. Namja itu menggunakan setelah Jas putih khas para dokter. Rambut pirangnya tersisir rapi kebelakang, dan terdapat sebuah map dokumen di tangan kirinya, sedang tangan kananya ada di dalam saku celananya. Ini sudah ke tiga kalinya ia bertemu dokter yang bertanggung jawab atas dirinya. Karena sebuah radang lambung dan radang ususnya lah yang membuat ia harus dirawat di sini, dan bertemu dengan orang yang paling ia benci. Dr. Kim atau ia lebih mengenalnya dengan Kai.
"Kau sudah makan dan meminum obatmu?" Tanya Dr. Kim mulai mendekati Kyungsoo yang mengangguk tak peduli padanya itu. Ia mulai mengecek laporan Kyungsoo.
"Sudah berapa kali kukatakan, bahwa kau tak boleh terlalu banyak beban pikiran... Ah, tentu saja kau memikirkanku..." Jawab Kai santai. Inginnya sih mencairkan suasana, tapi sepertinya malah sebaliknya.
"Jangan harap..." sahut Kyungsoo singkat. Ia sungguh muak dengan namja yang sudah berkali-kali menumpahkan airmatanya.
"Jika sudah selesai, bisakah kau segera keluar dr. Kim?" Kyungsoo menanggapi datar.
"Baiklah, setidaknya kau tak mengusirku dengan teriakanmu seperti kemarin, Kyungie... Tapi sebelum itu, semalam kau berjanji padaku bukan, jika aku boleh menjelaskan semuanya pada hari ini?" Tanya Dokter Kim sambil duduk di pinggiran ranjang Kyungsoo.
Kyungsoo yang ingat perkataannya kemarin, mulai menggigit bibir bawahnya, sebenarnya ia penasaran dengan kepergian Kai selama ini, tapi ia juga tak mau tahu. Tapi janji adalah janji, kata-kata yang diucapkannya kemarin dengan terpaksa ketika kelepasan membalas ciuman Kai. Dan Berarti itulah yang dilihat oleh Baekhyun...
"Waktumu hanya tiga menit...!
"Hey! Itu tidak adil! Kau tahu itu."
"dua menit empat puluh tujuh..."
"Ok, kau sudah tahu bukan kalau aku akan ke Inggris? hari itu dimalam perpisahan, seharusnya aku sudah duduk dalam pesawat ke Boston. Tapi aku mengorbankan hari pertama matrikulasi yang dijadwalkan lebih awal hanya untuk satu alsan. Bukan untuk pesta perpisahan tapi, hanya untuk... Seorang yang selalu membuat hatiku tinggal di sini, selalu disini. Aku takut aku tak akan lagi bertemu dengannya, takut ia akan pergi..."
Kai menekan kata-katanya. Kyungsoo tetap memasang wajah datar, sangat berbeda dengan hatinya yang terasa sepeti dicabik-cabik oleh sebuah cakar panas, karena dari ucapan sang namja tersirat bahwa ia hanya menjadi barang pelampiasan. Entah bagaimana bisa ia masih merasa seperti itu pada namja satu ini? padahal ia hampir lupa semua tentang Kai, kalau saja Kai tidak secara tiba-tiba muncul lagi.
"Aku minta maaf atas malam itu walau aku yakin aku tak pantas memintanya. Tapi aku sangat menyesal setelah mendapatkan milikmu, aku malah meninggalkanmu dengan alasan yang tak jelas. Aku memang sangat bodoh Kyungie, aku tak bisa mengontrol fikiranku sendiri, bahkan aku tak bisa menemukan dimana akal sehatku waktu itu..." Kai menunduk tak berani melihat ekspresi Kyungsoo.
"satu menit tiga detik..."
Kai mengabaikan suara Kyungsoo, "Aku hanya bisa berfikir dengan meninggalkanmu tanpa pepisahan kau masih terikat denganku, tak akan pergi dariku, karena seorang yang selalu membuatku ingin tinggal hanyalah... Dirimu... Aku hanya berfikir bagaimana caranya untuk kau tahu bahwa aku ..." Ia menghela nafas lalu dengan sangat tegas ditatapnya mata Kyungsoo,
"Aku... Mencintaimu Zhang Kyungsoo..."
Kalimat yang dituturkan Kai berhasil membuat kedua mata Kyungsoo menjadi bulat sempurna mencari adanya sebuah kebohongan di mata Kai. Kebohongan yang tertutup rapi di balik kedua mata yang selalu bisa membuat Kyungsoo selalu berharap. Kebohongan yang berusaha Kai tutupi untuk bisa menipunya.
Tapi semua yang Kyungsoo dapatkan hanyalah, sebuah kepolosan, kebenaran, ketulusan dan penyesalan mungkin, hingga hatinya bisa ikut merasakan apa yang sedang namja ini rasakan. Nuraninya seolah memaksanya untuk menariknya dari keterpurukan, dan merengkuhnya dalam pelukan hangat untuk menenangkannya. Berkata bahwa semua baik-baik saja, tapi itu tak mungkin dilakukannya karena satu alasan. Kepercayaannya belum sepenuhnya kembali pada namja masa lalunya.
"Aku tau, kau ragu... Aku sendiri pun begitu, tapi aku tak pernah ragu saat ku berkata kalau aku, mencintaimu, Kyungsoo"
Kyungsoo hanya terdiam dibawah tatapan Kai, ia berusaha menghilangkan keraguan dalam hatinya serta air mata yang ingin meluncur. Ia ingin sekali mempercayai kata-kata Kai dengan sepenuh hatinya. Tapi apa boleh buat, sekali terluka pasti ada bekas bukan? Dan bekas yang ditinggalkan Kai adalah keraguan.
"Aku masih ingat, waktu istirahat di kantin, kau duduk di samping kanan Baekhyun, dalam diam, tetap menahan agar tangisanmu tak pecah saat itu. Aku tak tahu entah apa yang sedang ada di benakmu kala itu? Kau tetap mencoba tersenyum kala Baekhyun, Luhan, atau pun Sehun mengajakmu bicara. Aku hanya bisa menggerakkan mataku, walau aku ingin menarikmu dalam rengkuhanku, membuatmu tak lagi merasa sedih. Itulah dimana aku mulai menyukaimu, ingin melindungimu, dan menjagamu..."
Kai menarik tangan Kyungsoo agar tertempel di dadanya, tepat di atas jantungnya yang menggelepar tak karuan. "Dan, rasa itu tak pernah pudar sekalipun hingga kini, kau masih bisa merasakannya?"
Kyungsoo masih terdiam, ia meraskan memang detak jantung Kai sangat cepat, tapi bukan itu yang ada di fikirannya sekarang. Tapi, ia memikirkan bagaimana bisa jantungnya ikut berdetak kencang saat Kai menyentuhnya, bahkan lebih kencang saat Suho yang melakukannya.
"Aku akan berusaha mengembalikan kepercayaanmu padaku seperti dulu! Mungkin aku memang banyak menoreh luka di hatimu, tapi aku akan berusaha menyembuhkannya walau butuh waktu. Mau kah kau mempercayaiku lagi?"
Kyungsoo kembali fokus, ia menarik tangannya dari dada Kai. Bukan ia ingin menjauh, ia menyukai detak jantung namja ini, tapi ia takut Kai dapat merasakan detak jantung Kyungsoo yang tak jauh berbeda. Kyungsoo mulai fokus menatap Kai, wajah itu terlihat redup seolah hilang harapan.
Disisi lain Kyungsoo sungguh ingin mengabadikan wajah kai saat ini dan menyerahkannya pada Baekhyun, karena sejak dulu, Kai selalu memasang tampang 'angkuh, galak, sombong' . Disisi lain ia ingin merubah raut itu menjadi wajah yang berseri ketika ia masuk pertama kali tadi.
"Emm, mianhae..." belum-belum ucapan Kyungsoo sudah terpotong dulu. Ia benci jika ada yang memotong ucapannya.
"setidaknya beri aku satu kesempatan untuk mencoba, Kyungsoo... Jaebal, kumohon, Aku tahu, akummpp.."
Tangan Kyungsoo sudah lebih dulu menyumpal bibir sexy milik Kai. Kai yang terkejut langsung diam, menunggu penjelasan dari yeoja didepannya. Kyungsoo yang sadar, tangannya masih bertengger di muka Kai pun segera menariknya dan menyembunyikannya di pangkuannya. "Mianhae..",
"Aku benci jika ada yang memotong ucapanku! Jadi bisakan aku meneruskan ucapanku Tuan Kim?" Kai mengrenyit menanggapi Kyungsoo, tapi ia mengangguk juga...
"Mianhae, karena aku tak bisa percaya sepenuhnya padamu... Ck!" Kyungsoo memasang tampang galak pada Kai saat Kai membuka mulutnya ingin menyela, walau terlihat menggemaskan karena dari tadi ia ingin tertawa sekaligus menangis. Jadi bagi Kai, ia seperti seorang kucing yang ngambek.
"Tapi... Aku aku akan memberimu satu kali kesempatan lagi, hanya sekali, untuk kau bisa mengembalikan kepercayaanku... Padamu..." Kyungsoo berkata dengan pelan, tapi Kai mendengarnya dengan jelas.
"Jinjja?" Tanya Kai dengan wajah berbinar, Kyungsoo hanya mengangguk pelan.
Tanpa disangka Kai langsung menyambar bibir Kyungsoo. Kedua lengannya sudah melingkar nyaman di tubuh Kyungsoo yang semakin terasa kurus. Kai terus saja melumat pelan bibir tebal Kyungsoo yang menjadi candu tersendiri tu, apa lagi sudah hampir 4 tahun merka tak bertemu. Kai mencoba mentransfer rasa cintanya pada Kyungsoo, ia menekan tengkuk yeoja itu memperdalam ciumannya. Kai sadar akan kediaman Kyungsoo langsung melepaskan tautannya di bibir yang sudah memerah itu. Ia mengelus kedua pipi, dan rambut Kyungsoo sambil terus berkata 'maaf'. Kenapa?
Karena Kyungsoo sudah berlinang air mata, dan ia menangis dalam diam ketika Kai mulai menciumnya. Dengan ibu jarinya, Kai menghapus aliran air di pipi Kyungsoo. Tapi malah semakin keras tangisan Kyungsoo, ia bingung menengok kanan kiri mencoba berfikir apa yang bisa ia lakukan? Akhirnya ia hanya memeluk Kyungsoo dan membelai rambut panjang Kyungsoo sambil mengecupi puncak kepalanya.(Chiyeee Modus..)
"Hiks...Pabo...hiks..."
"Aku memang bodoh... Sejak aku mencintaimu," Kai berbisik di telinga kanan Kyungsoo. Kyungsoo yang mendengar pun mulai merona, walau ia masih terisak pelan. Ia merasa nyaman dipelukan Kai, dan entah kenapa sepertinya Kyungsoo mulai jatuh cinta lagi pada namja ini, namja yang dibencinya akhir-akhir ini.
...
Shinsa suknyeo yeoreobun,
Ticket deulgo watnayo
yeogiro yeogireo jureul seobwayo
Keokjeong marayo yeogi pyeonhi anjayo
jakku sigyen wae bwayo kkeut kkaji bwayo ja!
Ponsel di gnggaman Kyungsoo itu mulai berbunyi membuat yeoja yang tadi sedang ayik bermain game itu menjadi kaget. Sebuah nomor tak dikenal muncul berkedip-kedip di layar smartphone putih itu, sepertinya panggilan iterlokal dilihat dari kode negara yang tertera di awal deretan nomor tersebut. Ia bingung antara mengangatnya atau membiarkannya. Bukan karena apa atau kenapa, tapi pemilik ponsel itu sedang tidak ada di sana.
"Eotteokajji? Bagaimana kalo ini penting?" lirih kyungsoo bermonolog. Ponsel itu terus berdering memekakan telinga. Kyungsoo yang takut me-reject panggilan itu pun bingung.
Pip
Akhirnya Kyungsoo memutuskan mengangkatnya, tapi sebelum di tempelkan sudah terdengar suara seorang perempuan yang sepertinya sedang berteriak-teriak.
"YA! KIM JONG IN! KENAPA BARU KAU ANGKAT, HAH?"
Kyungsoo mendekatkan lagi ponsel itu ketelingannya setelah ia tidak lagi mendengar teriakan dari speakernya. Dengan sedikit bergetar Kyungsoo berkata selembut dan sepelan mungkin.
"Mianhaeyo, Kim Jongin sedang ada meeting dengan pihak rumah sakit, anda bisa menelfon sekitar setengah jam lagi..."
"Oh, begitu... lalu kau siapa?" Kening Kyungsoo berkerut bingung mendengar nada yeoja diseberang telefon itu memelan.
"Eh, itu... Emm, Saya Zhang Kyungsoo.." jawabnya polos, tapi setelah itu Kyungsoo sedikit berfikir, apa penting aku memberitahukan identitasku pada wanita tak dikenal ini?
"Kyungsoo? Kyungsoo ya? Kau pacarnya? Aigoo bahkan pacarnya saja aku tak diberi tahu... " suara itu kembali terdengar menggerutu sebal, sedang Kyungsoo hanya diam masih berfikir.
"Emm.. Maaf, saya bisa memberitahu padanya bahwa anda menelefon, bisa sebutkan anda siapa?" Jawab Kyungsoo sesopan mungkin. Ia masih menerka-nerka siapa yang menelefon Kai dengan langsung berteriak-teriak? Pacarnya? Tak mungkin, karena Kyungsoo tahu suara ini hampir mirip dengan Minseok-gummo(bibi)nya,
"Aku, Lee Taemin... Eomma Jongin..."
Deg!
Eomma? Eommannya Kai? OMG, eotteohke?-pikir Kyungsoo
"Tunggu! Kau Kyungsoo? Kyungie bukan?" Tanya Eomma Kai lagi.
.
.
Preview :
.
"tentu aku tahu... Aku selalu penasaran kenapa Kai tak pernah punya yeojachingu disini, dan ia tak mau aku jodohkan, ternyata kau alasannya?"
.
"Aku sudah tak tahan lagi... Sekarang jelaskan semua tanpa ada satu katapun terlewati!"
.
"Kyung... em... maafkan eonnie, tapi... kami saling mencintai..."
.
"Oppa...! hiks... Aku hamil... eotteokhaeyo? Hiks... Aku takuttt..."
.
"Tanggal 7 Oktober! ... Kita Menikah...!"
.
"Chukhae... nunna... bolehkah kami menyusul?"
.
"Aku tahu... Aku selamanya milikmu... Saranghae, nae hanaman saram.."
.
TBC
.
Annyeonghaseyo...(dada-dada, sambil bow) appaan?
Mianhae mianhae... , Hyo baru bisa update... banyak alesan...
Pertama laptop Hyo baru sembuh dan baru balik dari rumah sakit (diservis) terus, internet di rumah Hyo juga lagi rusak, terus tugas sekolah Hyo buanyak banget... aduh sampe bingun nih cari waktu buat nulis... cape deh... apa lagi ini mau UAS buat anak SMA... aduh pusing...(curcol)
Maaf lagi kalo ceritanya agak ndak nyambung... Hyo khilaf... chapt ini fokus kus kus Part nya Kaisoo...
Oh Kai oh Kyungsoo Hyo Lope you ...
Annyeong~Hyo
