Title : Complicated 4 [GS]

Author : Hyomi

Genre : GS, Hurt/Confort, Romance

Cast : Kim Jongin (Kai), Do Kyungsoo (D.o), and other

Rated : T

Disclaimer : Kaisoo is not mine, but this Fanfic is officially mine... Officially.. Mine...

.

.

Summary :

.

Dia anugrah dari tuhan, itu jelas. Tapi aku tak tau, haruskah aku senang atau haruskah aku merasa sedih? Ini sungguh terasa seperti sebuah kejutan yang terbungkus rapi dalam kotak hitam berpita emas yang menggiurkan. Kebahagiaan tentu harus mengorbankan sesuatu bukan? Sisi mana yang harus kulepaskan? Keduanya sangatlah berharga.. Jika harus salah satunya aku yakin kedua hidup ini tak akan bertahan, antar keluargaku atau masa depanku? - YX

.

.

WARNING!

.

.

INI GenderSwitch / GS, TypoSS, Aneh, and OOC/OCC,COO juga boleh..

Don't Like! Don't Read! Okey!

.

Special Thanks to :

.

Yixingcom - KaiSoo - Fujoshi SNH - Nadin - zoldyk - MidnightPandragon1728 - ArraHyeri - Brigitta Bukan Brigittiw - Kim HyeKa - exindira - hatakehanahungry - kaisoo13 - KaiSa - younlaycious88 - IkaIkaHun11 - BearLin - Sabil - BBCnindy - dyodoll12jong88 - Park Ri Rin - syafasalsabila67

.

Silent Readers, and yang udah mau fav nih FF - Maaf kalo ada yang kelewat

.

Hyo Hyomi Lu

.

HAPPY READING!.

.

Complicated 4

.

"Kyungsoo? Kyungsoo ya? Kau pacarnya? Aigoo bahkan pacarnya saja aku tak diberi tahu... " suara itu kembali terdengar menggerutu sebal, sedang Kyungsoo hanya diam masih berfikir.

"Emm.. Maaf, saya bisa memberitahu padanya bahwa anda menelefon, bisa sebutkan anda siapa?" Jawab Kyungsoo sesopan mungkin. Ia masih menerka-nerka siapa yang menelefon Kai dengan langsung berteriak-teriak? Pacarnya? Tak mungkin, karena Kyungsoo tahu suara ini hampir mirip dengan Minseok-gummo(bibi)nya,

"Aku, Lee Taemin... Eomma Jongin..."

Deg!

Eomma? Eommannya Kai? OMG, eotteohke?-pikir Kyungsoo.

.

Complicated 4

.

"Aku, Lee Taemin... Eomma Jongin..."

Deg!

Eomma? Eommannya Kai? OMG, eotteohke?-pikir Kyungsoo

"Tunggu! Kau Kyungsoo? Kyungie bukan?" Tanya Eomma Kai lagi.

"N..Ne.. B..Bagaimana anda tau?" Jawab Kyungsoo dengan sedikit bergetar, bagaimana eomma Kai tahu nama panggilan itu?

"Oh tuhan... Tak usah gugup Kyungie, panggil saja aku ahjuma atau eomma juga boleh!"

"N..ne, Ahjumma, tapi bagaimana ahjumma tahu nama panggilan saya?" Kyungsoo yang tadi bingung kini menjadi penasaran.

"tentu aku tahu... Aku selalu penasaran kenapa Kai tak pernah punya yeojachingu disini, dan ia tak mau aku jodohkan, ternyata kau alasannya? Padahal aku selalu ragu jika ia berkata mempunyai yejachingu di Korea, ternyata memang punya yah? Hemm... Bisa kita bertemu besok? Aku akan sampai di Seoul pukul tiga. Jadi kita bisa bertemu sekitar pukul empat sore..."

"Eh? Yeojachingu? Dijodohkan?" Kyungsoo malah semakin bingung dengan ocehan panjang Eomma Kai. Kai? Tidak punya yeoja chingu? Dan tak mau dijodohkan? Karena Kyungsoo? Tak mungkin... Walau ia telah mendengar sendiri pernyataan Kai, tapi selama 4 tahun ia tak punya yeojachingu? Sungguh bukan Kim Jongin, lalu ia teringat tawaran Taemin,

"Emm, maaf ahjumma, saya tidak bisa datang..." sekilas Kyungsoo mendengar yeoja itu mendesah kecewa,"...Karena saya belum bisa keluar dari rumah sakit besok, Mianhaeyo..." sambung Kyungsoo.

"Ommona, jadi kau sakit,aigoo kenapa Kai tak cerita? Kau ada dirumah sakit mana? Biar ahjumma menengokmu... Ahjumma kan juga ingin bertemu..." Suara Taemin menjadi sedikit panik setelah mendengar Kyungsoo sakit.

"Ah, ahjumma tak perlu... Tidak usah repot-repot, Sebentar lagi paling juga sembuh..." Kyungsoo mencoba bekilah. Ia takut eomma Kai benar-benar akan menemuinya ia tak siap, sungguh. Baru berbicara saja sudah meneggangkan begini apa lagi bertemu langsung?

"Tidak bisa... Masa ahjumma sudah di Korea tidak bertemu calon menantu, kan tidak baik... Ahjumma kan juga pingin kenal Kyungie...pokoknya besok ahjumma bakalan datang!" Sepertinya Taemin bersikukuh ingin datang bertemu Kyungsoo.

"Ahjumma, tidak usah repot-repot, ahjumma pasti sibuk..."

Kyungsoo masih berkelit ketika ia mendengar pintu kamarnya dibuka. Tampaklah Kai dengan kemeja dark blue yang kedua kancing atasnya sudah tidak dikaitkan, ia menenteng jas putih di lengannya. Rambut pirangnya sedikit acak-acakan, menambah kesan sexy. Ia tersenyum melupakan sejenak ponsel yang maih ia tempelkan di telingannya. Kai membalas senyum Kyungsoo dan berjalan mendekat.

"Telfon dari siapa?" suara Kai mendera telinga Kyungsoo, Kai berjalan lalu duduk di ujung ranjang Kyungsoo.

"Eh, Ahjumma, Kai sudah disini, silahkan bicara..." Kyungsoo menyerahkan ponsel putih itu pada pemilik aslinya.

"nuguya?" Kai bertanya pelan.

"Eommamu!" Jawab Kyungsoo tanpa suara.

"Annyeong Eomma..." Belum sempat Kai berkata banyak, ponsel itu sudah dijaukan dari telingannya, mencoba menjauh dari omelan mungkin makian yang diteriakan sang eomma. Kyungsoo hanya menatap Kai dengan sedikit tersenyum, membayangkan eomma Kai mengomel seperti awal perbincangan mereka.

"..Aigoo, telingaku sakit, eomma..." Kai berkata sedikit kesal.

"..."

"Bukan begitu, tapi.. Ah susah menjelaskannya..."

"..."

"Kapan? besok? Ne arasseo..."

"..."

"Ne... "

Berbagai ekspresi muncul dari wajah Kai. Entah karena apa Kyungsoo mendapati Kai manyun-manyun dan terdengar suara memohon lucu, aegyo? Haha sungguh ia ingin tertawa. Beberapa Kai mengangguk-angguk lalu menyodorkan ponselnya pada Kyungsoo. Kyungsoo menatap Kai bingung, tapi ia tetap saja meraih ponsel tersebut.

"Eomma ingin bicara padamu...entah apa yang kalian bicarakan, " Kai memutar bola matanya dengan gerakan lucu.

"Eh?" Kyungsoo mendekatkan ponsel Kai ke telinga. Sedang yang punya ponsel mulai berbaring di dekat kaki Kyungsoo dengan memejamkan matanya.

"ne, ahjumma..." sapa Kyungsoo kembali.

"Ehem, jadi Kyungsoo, aku titip Kai, ne, anaknya emang bandel, tapi dia itu perhatian loh, ahjumma harus take off sekarang, sampai jumpa besok..."

Pip

"Kenapa sepertinya eomma lebih menyayangimu dari pada anaknnya sendiri?" Gumam Kai masih memejamkan mata. Kyungsoo hanya tersenyum kecil,

"Emm, mungkin dulu ahjumma ingin anak perempuan, bukan berandal sepertimu.." jawaban Kyungsoo berhasil membuka kelopak mata Kai.

"Ya! siapa yang kau bilang berandal?" Kai berkata dengan wajah datar.

"jelas sekali bukan... Jika bukan—kyungsoo menaikan bahunya—mana mungkin kau mencium seorang idol yang sudah punya pacar..."

Kai melotot ke arah Kyungsoo, dengan cepat ia bangkit dan kembali duduk di depan yeoja itu. Ia mencengkram pelan bahu Kyungsoo, sedang yeoja itu sendiri malah tersenyum miring. Rupanya kau sudah berani berurusan dengan rubah berwajah dewa ini Kyung...

"apa maksudmu?" Kai bertanya dengan nada tegas. Sungguh berbeda dari nada sebelumnnya. Dan mungkin terkesan err... Cemburu mungkin...

"Ya... Bisa dibilang aku sudah mempunyai pacar sebelum kau datang..." jawab Kyungsoo serius.

"Bukankah... Kau sudah menerimaku? Putuskan dia!" suara Kai mulai meninggi.

"mencoba..." jawab Kyungsoo singkat sambil melanjutkan game yang sempat ter-pause tadi, menambah kerutan di dahi Kai terpampang jelas.

"ne?"

"masih mencoba menerimamu... " Kyungsoo menunjuk Kai dengan pen ponsel Kai, lalu kembali memainkan game memasak onlinenya.

Kai terdiam...

"Apa kelebihannya dariku, Kyungie?" lirih Kai setelah beberapa saat.

"Emmm... Dia sungguh putih, hampir albino malah, ia penyangang, sangat lembut, sangat manis, ia sungguh setia, ia selalu menungguku dirumah," Kai terbelalak menatap Kyungsoo yang masih santai...

"Kalian tinggal bersama?" Kai bertanya dingin.

"Hemm..." Kyungsoo mengangguk. " ...dan yang utama ia selalu bisa membuatku nyaman..."

"Soo..." Kyungsoo mengerutkan dahinya mendengar panggilan 'soo'. Itu panggilan lama yang hanya Kai ucapkan saat ia ingin meminta sesuatu.

"bisakah kau meninggalkannya?"

"ani... Aku tak bisa..."

Terkejut... Hanya itu ekspresi yang menghias wajah tampan Kai.

Diam-diam Kyungsoo melirik Kai dari balik poninya yang menggantung karena ia sedang menunduk, bukan sedih atau terluka atau menangis, tapi untuk menyembunyikan seringai di bibirnya. Sungguh ia ingin tertawa tapi, ini belum berakhir... Jadi tertawa dalam hati pun cukup... Ternyata Kyungsoo mempunyai rencana lain...

Kena kau Tuan Kim...

"lalu.. Apa artinya diriku?" Kai menatap Kyungsoo dengan wajah datar. Kyungsoo tersenyum tulus, sangat tulus malahan. Ia mengambil tas kecil di atas nakas dekat buburnya yang masih utuh, dan mengeluarkan polaroid yang hampir penuh oleh sticker pororo.

"Kau.. Tentu saja kau kekasihku, Oppa... Sudah jelaskan, walau aku hanya akan menyatakan cintaku satu kali padamu..." Jawab Kyungsoo cuek.

Kai menatap Kyungsoo curiga, sungguh ia tak suka tebak-tebakan jika soal ini. Ingin sekali ia menghajar siapapun yang telah mengajari malaikat kecilnya hingga merubahnya menjadi se-usil ini. Yah walau dirinya sendiri merasa lebih usil dari Kyungsoo, karena dulu ia memang yah, bisa dikatakan adalah trouble makernya sekolahan, berasama dua temannya, tapi hanya hingga kelas 2 saja, karena kelas 3 ia sudah tobat. Itu juga berkat si kecil Kyungsoo, yang selalu mengganggu—perhatian sebenarnya—menceramahinya agar tidak ini, tidak itu, dan selalu menyemangatinya untuk belajar saat tau Kai akan belajar ke Inggris.

Tapi ia berterimakasih karena Kyungsoo yang selalu mengganggunya itu, dia bias mendapatkan cintanya walau hubungan itu hanya beberapa bulan sebelum, kejadian 'itu' terjadi. Tapi ia tetap bersyukur, cintanya yang dulu dapat kembali lagi, walau Kyungsoo bilang ia masih mencoba, 'mencoba' menerimanya kembali. Dan seorang Kim Jongin tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

Tunggu, tadi, oh iya, didepannya kini bukanlah Kyungsoo yang polos, tapi sudah menjelma menjadi seekor Rubah Kecil Bermata Owl. Nah sekarang siapa Hunnie?

"Lalu dia?"

"ia juga kekasihku... "

"Demi Eommaku! Soo-ie... Jangan membuatku bingung..." Kai mengacak rambutnya frustasi. Ia berfikir, dimana sosok polos nan kalem di tubuh Kyungsoo? Apa ini efek dari dunia entertainer? Tuhan...

"Demi Eonnieku, Kim Jongin... Aku hanya menjawab pertannyaanmu!" Jawab Kyungsoo ikut kesal. Tapi dibalik wajah kesalnya...

Sungguh akting yang menarik Kyung! Inilah untungnya kau megambil kelas drama musikal... Haha kau lihat wajahnya? Sungguh menarik!

Cekrik

Flash Polaroid digenggaman Kyungsoo mengenai wajah kesal Kai.

Sreeet

"Dapat! Hahahaha... Wajahmu lucu sekali Oppa... Kau tau yang kita bicarakan? Hahaha..." Kyungsoo mulai tertawa, ia mengibaskan kertas foto itu agar hasilnya cepat keluar.

"Aku sudah tak tahan lagi... Sekarang jelaskan semua tanpa ada satu katapun terlewati!" Sungguh Kai dibuat frustasi oleh Kyungsoo.

"Ommona! Hahaha, Kai Oppa! Daebak..!" Tawa Kyungsoo semakin keras, ia membandingkan foto di tangannya dengan wajah asli Kai. Sungguh aneh.. Kai yang difoto terlihat sangat kesal dan cemburu dengan rambut acak-acakan. Sedang yang sekarang, ia seperti anak kucing yang tak tahu arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu~eh?

"Haha...Aduh oppa... Aw, aw... Haha, sshh...aw," Tak berapa lama, Tawa Kyungsoo berubah jadi rintihan. Ia memegangi perutnya yang malah terasa sakit. Walaupun ia ingin sekali tertawa lagi, tapi ia urungkan karena perutya makin sakit jika ia tertawa.

"Aish... Kau ini..." Kai langsung menyambar tangan Kyungsoo, ia menekan-nekan salah satu titik sarafnya.

"namanya Hunnie..." Lanjut Kyungsoo setelah lebih baik,

"siapa?" tanya Kai singkat.

"Dia si albino itu... ia anak Lula, Kucingnya Lulu-unnie... Jangan bilang kau tak tahu Xiao Lu si ratu catwalk?" Dengan mata bulatnya Kyungsoo menatap Kai yang masih setia dengan expresi clueless.

"YA! Jadi dia seekor kucing? " dengan itu, Kai mulai menggelitiki perut Kyungsoo, membuatnya kembali tertawa dan merintih.

.

Complicated 4

.

"Sudah… aku benci bubur… aku sudah bosan dengan bubur Oppa…" rajuk Kyungsoo menggelengkan kepalanya saat sendok itu kembali disodorkan Kai.

"Kau harus makan, ayolah ini tinggal satu sendok lagi, Soo-ie.."

"satu sendokmu itu banyak, itu cukup untuk membunuhku, ayolah, kau tahu kan kalau aku benci dengan benda putih itu…" Kyungsoo tetap mengelak.

"Ya tuhan ini makanan Kyung, walau sebenarnya kau tak suka, tapi kau harus makan… atau kau mau tetap disini seminggu lagi.." ancam Kai dengan pandangan sangar-nya.

"shirreo!" Jawab Kyungsoo memanyunkan bibirnya.

"Ya! Ya! Rubah Kecil Bermata Owl! Kau mau kusuapi dengan sendok ini atau dengan bibirku? Eoh?"

Kyungsoo membelalakan mata setara dengan koin, sedang Kai masih menatapnya dengan serius. Kyungsoo tak dapat berfikir jernih hanya karena ucapan Kai barusan yang sudah membuat wajahnya bersemu merah.

"Y..Yak! siapa yang kau sebut Rubah Kecil Bermata Owl? Dasar Musang Mesum…" Ia balas berseru membalas Kai, aslinya untuk menutupi kegugupannya karena habis membayangkan apa yang bakal dilakukan namja didepannya ini.

"Mwo? Musang Mesum? Tapi, well, tak apa lah, jadi pilih mana? Dengan sendok atau…" Kai menunjuk bibir bawahnya dengan jari telunjuk lentiknya. Jangan lupa smirk yang bisa membuatmu pingsan dalam sekejap itu.

"Isshh… aku tak ma..eemm"

Omongan Kyungsoo terpotong oleh sendok lengkap dengan bubur yang lebih dulu menyumpal bibirnya. Sungguh ia ingin menyemburkan bubur itu jika saja Kai tak memberi pandangan itu, ahh Kyungsoo semakin merona dibuatnya, karena Kai memajukan wajahnya dengan senyum devil nya.

"aku membencimu…" gumam Kyungsoo sambil menunduk mengunyah makanannya.

"nado saranghae…." Sahut Kai singkat.

"siapa yang berkata aku mencintaimu?" Kyungsoo mendongak sewot.

"itu barusan,"

"ahhh,,, Kim Jongin… kau menyebalkan.."

"Aku juga menyayangimu, Kyung~"

"Ya! Aarrgghh… bisa gila aku…"

Kai terkekeh melihat Kyungsoo yang menarik rambutnya sendiri frustasi. Ia meletakkan sendok dan mangkuk biru itu di nakas, lalu mengambil gelas berisi air itu sebelum menyerahkannya pada Kyungsoo.

"Mana Hunnie, mu yang kau bilang selalu ada? Ia tak disini bukan?"

"Itu karena pihak rumah sakit tidak mengijinkan hewan peliharaan masuk…" ternyata Kyungsoo masih kesal pada Kai, sehingga yang keluar adalah nada ketus. Tapi Kyungsoo tetap Kyungsoo, ditelinga Kim Jongin itu tetap akan terdengar seperti rentetan aegyo yang cute.

"Tapi tunggu dulu, tadi katamu Xiao Lu bukan?" Timbulah garis-garis di dahi Kai, ia menyangga pelipisnya dengan tiga jari, seolah berfikir untuk ujian dadakan.

"Sepertinya nama itu tak asing buatku? Xiao Lu? Xiao? Lu? Lu...?"

"Heol!" Kesal Kyungsoo.

Saat Kai masih berfikir, Kyungsoo hanya memutar bola matanya malas, bagaimana bisa lelaki didepannya ini tak mengenal model cantik yang manis dengan perawakan yang nyaris seperti dewi Aphrodite itu? Bukankah dia sangat kenal unnie satu itu?

"Lu..han?" untuk kedua kalinya Kyungsoo memutar bola matanya ketika dokter muda didepannya bertanya sambil memiringkan wajahnya, imut sih tapi sungguh demi kakaknya yang belum menunjukan batang hidungnya dari tiga hari lalu 'dia' 'nggak pantes banget!'.

"JINJJAYO?... Kau berteman dengan NOONA-NOONA-RUSA-YANG-GANAS ITU?" Kai jadi heboh ketika Kyungsoo menganggukan kepalanya dua kali tanda membenarkan ucapan Kai.

BRAKKK!

"YAKK! KIM KKAMJONG! SIAPA YANG KAU SEBUT DENGAN 'RUSA GANAS'?"

Baik Kyungsoo ataupun Kai bergidik ngeri mendapati bulu kuduk mereka meremang, karena mendengar suara melengking yang rasanya sangat dekat. Untung saja Kai sudah mengembalikan gelas kaca itu ke meja. Sedang di tengah pintu yang sudah dipuka kasar tadi, terdapat seekor rusa kecil bermata? Eh? Mian saking terpesonannya, seorang wanita berparas seperti apa yang di gambarkan Kyungsoo tadi muncul. Ia tengah berdiri dengan mata menyipit horor menatap orang yang paling TAN diantara mereka, tepatnya pada seorang Kim Jongin.

"Lu..Han…?"

"annyeong! Chingu-ya!" Luhan berkata dengan nada sakratis. Ia melambaikan tanganya seolah sangat excited untuk bertemu Kai.

"Jiejie!"

Kyungsoo berseru semangat, sedang Kai masih dengan pandangan horror nya mendelik pada Luhan.

"Annyeong Kyungie! Bagaimana kabarmu? Oh iya, tadi berpapasan dengan Kibum unnie, ia titip ini. Katanya ia tak jadi kemari karena menjemput Lay dan Suho."

Luhan menoleh pada Kyungsoo sambil mengangkat sebuah tas merah, lalu kembali dengan evil expression-nya saat menatap tajam Kai. Hingga seseorang kembali masuk…

"Lu, kau meninggalkanku… "

"Oh… Oppa!" Kyungsoo berseru sambil melambai

"Oh…Oh Sehun?"

"Kai…"

"Ya! Ya! Kenapa berisik sekali?... Lu...Luhan?" satu lagi yeoja imut berjas putih masuk ke dalam kamar Kyungsoo dengan ekspresi kesal yang dengan suksesnya berganti kaget.

"Omona! Byun Baekhyun? Aaaaahhhhhh Baekieee…" Heboh Luhan saat dengan tiba-tiba ia memeluk Baekhyun. Sedang Sehun, Kyungsoo dan Kai, yang sudah hafal akan tingkah mereka, hanya bisa berdo'a agar kedua yeoja cantik itu tidak kerasukan.

"Luluuuu... Bogoshipo... Aaaaahhhhh!" Baekhyun yang tadi blank pun langsung mengikuti tingkah kekanakan Luhan, mereka berlompat-lompat kecil sambil berpelukan, persis seperti Teletubies.

"...Chagiyaaa... jangan larrr... God must be kidding!"

Pasangan Lubaek itupun menghentikan kegiatan mereka lalu menatap 'ada apa denganmu?' pada seorang namja yang barusaja masuk. Sepertinya lengkap sudah reuni SMA kecil-kecilan ini, sejak salah satu tiang listrik creepy ini masuk.

.

Complicated 4

.

"Annyeong?"

"Chagiya, wasseo?" seorang wanita berambut panjang menolehkan kepalanya dari cermin di meja riasnya kepada seorang lelaki dibelakangnya. Ia tersenyum lembut, senyum yang cukup menawan, dengan sebuah dimple dipipinya.

"Emm, Chagiya? I have something for you..."

Lelaki itu meletakan sebuah kotak seukuran buku di atas sprei putih yang membalut ranjang disampingnnya.

"Hadiah? Kenapa tiba-tiba..." wanita itu mengerutkan dahi ketika membuka isi kotak merah berpita putih tersebut. Ia mengangkat wajahnya menatap sang kekasih yang balik menatapnya dengan senyum aneh.

"Johayo? Yi-er?"

"ponsel? " ia bertanya sambil menatap sebuah ponsel yang masih tergeletak di dalam kotak ditangannya. Ponsel hitam yang mempunyai sebuah gantungan tali berwarna merah yang tak asing.

"Joon-ie, Kau membelikanku ponsel baru? Tapi aku kan su..." kata-katanya terpotong oleh..

"Aku tak membelinya, aku hanya meminjam, milik siapa? Aku yakin kau sangat tahu..." potong lelaki itu.

"hee? Milik siapa? Dan kenapa aku mencium bau anyir?" Wanita yang dipanggil Yi itu pun mengerenyit kan cuping hidungnya.

"Wajar, karena aku baru saja mencelupkan gantungan itu kedalam sebuah cairan fantastis yang sangat mahal. Dan tak hanya itu, aku masih mempunyai satu hadiah untukmu, dibawah ponsel itu." Pemilik panggilan Joon-ie itu berkata sambil menyeringai.

"I.. Ini...dari mana " tubuh itu bergetar ketika memegang lembaran foto yang berisikan wanita mirip dirinya dengan seorang lelaki. Berpelukan, berciuman, hingga foto mirip dirinya saat tidur dipelukan lelaki lain dan banyak lagi. Dan yang penting, itu bukanlah lelaki didepannya kini.

m

"Berani eoh? Kau selingkuh dariku? Dengan lelaki miskin sepertinya? Kau tahu ini?" ia mengambil ponsel dari kotak lalu mengayunkan pelan gantungan tali yang membentuk simpul rumit itu di depan wajah kekasihnya.

"aniya aku..."

"Pewarna sekaligus parfum alami yang sangat langka. Baru saja kudapatkan sekitar setengah jam lalu... sungguh bau exotis yang menjijikan, darah dari bangkai seorang yang hahaha..." lelaki yang dipanggil Joon itu tertawa seolah menikmati hal yang paling menyenangkan.

"telah merebut hati calon istriku yang menawan ini..." Ia mengelus pipi pualam seorang didepannya hingga dagu sambil berkata dengan nada sakratis. Tiba-tiba...

PLAKK

Sebuah tamparan kasar mendarat di pipi yang habis ia manjakan.

"Andwae... a...aku tak melakukannya... dia kakaku"

"Kau percaya padaku kan?" Setetes air mata keluar dari pipi wanita keturunan China.

"..." Lelaki berparas tampan didepannya masih bergeming diam.

"Oppa...!" dengan lirih si wanita meraih wajah lelaki didepannya. Ia menatap penuh arti kedua bola mata itu, mencari-cari sesuatu yang bisa membuatnya tenang.

"...Aniyo! mianhae... nae sarang!" laki-laki itu bergumam datar.

Sebuah kilatan muncul di kedua matanya, ia mengeratkan kepalan tangan kanannya yang menggenggam sebuah samurai. Dengan senyum manis ia mengibaskan bilah tanjam pada leher jenjang wanita yang perlahan jatuh menatap persegi-persegi dari marmer yang terpasang di kamar ini.

CRASHHH!

"dan... Setahuku, kakakmu adalah seorang ...perempuan..."

Cairan merah kental itu perlahan menyebar mengalir dari leher turun ke gaun putih yang dikenakannya.

"Hahahahaha..." sang namja tertawa layaknya seekor lucifer yang berhasil menangkap dendamnya. Namun tiba-tiba ...

JREPPP

"AAHHHKKK"

Dengan gerak slow motion ia menoleh ke belakang, wanita yang dipanggilnya Yi-er tadi menusuk tepat di jatungnya dengan sebuah belati perak yang tertinggal di dalam kotak.

"asal kau tahu, aku dan kakaku , anak kembar.. , balasan untukmu... Karena kau membunuh su...suami kakakku joon-ie..."

Dan akhirnya Yixing kembali jatuh tak bernyawa di atas sprei putih yang sudah ternoda darah. Sedang Gigkwang yang di panggil Joon-ie, jatuh terduduk didekat kaki Yixing dengan cucuran air mata sebelum akhirnya jatuh tersungkur disamping samurai berdarahnya. Tak berapa lama...

"CUT!"

"Good! Good Job! Yeorebun... "

PROK PROK PROK

"Mengesankan, Lay-ssi, senang bekerja sama dengan anda..." seorang aktor tampan itu mengulurkan lengannya untuk menarik Lay dari ranjang.

"Gomawo, Lee Gikwang-ssi, anda juga mengagumkan," Lay pun menyambut uluran tangan itu setelah mengusap lehernya dengan handuk.

"Well.. Ada waktu malam ini? aku masih menawarkan tawaran itu, Lay-ah." Sambung Gikwang tanpa ada niat melepas tangannya.

"Ah, mianhae, aku tetap tidak bisa oppa..." sahut Lay berusaha melepas tangannya yang sudah digenggam lawan mainnya itu.

"wae? Bukankah kau juga single? Takusah takut dengan gosip, aku bisa mengatasinya, kau..."

"M..Mian, mianhae, aku tak bisa karena aku sudah mempunyai tunangan..." Lay memotong ucapan Gikwang, melepas paksa genggaman itu lalu segera membungkuk pada seniornya dan segera berlari menuju lelaki yang sedang berbicara dengan seorang produser.

Tunangan? Sejak kapan? Dengan siapa? Gigkwang tersenyum getir melihat hobae yang sudah lama dicintainya itu berhambur memeluk sang menejer dengan muka bahagia. Ia tertawa lirih sambil terus memandang Lay yang sedang mencium pipi sang manager yang ia bahkan tak tau namanya? Apa? Mencium? Oh mungkin itu wajar. Dari dulu memang sangat sulit mendapatkannya, Zhang Yixing.

"Gigkwang-ssi..." ia mendongak pada seseorang dibelakangnya, Jang Hyungseung, sang penulis naskah dari drama yang baru saja ia selesaikan malam ini.

"Ne!" dengan langkah pelan ia berjalan menyahuti panggilan Hyunseung.

Dan sekali lagi ia menoleh kebelakang. Berharap Lay akan mengubah perkataanya, tapi apa yang dilihatnya tak se-menyenangkan pikirannya. Hampir saja ia berteriak jika saja ia tak ingat akan image nya. Gadis impiannya, Lay, kini tengah berjalan sambil berpelukan dengan seorang namja yang dikiranya hanya seorang manager, menuju ruang ganti. Tak hanya itu saja yang bisa membuatnya terkejut. Ia mendapati Lay sedang mengecup, aniya, mencium bibir managernya dengan mesra. Oh my Godness...

.

Complicated 4

.

Ia memandang lelaki berwajah angelic didepannya yang tak kunjung mengangkat wajahnya dari smatphone nya. Dahinya yang sedikit berkerut, alis terbalnya yang hampir menyatu, matanya berulang kali berkedip-kedip, bibirnya yang kadang manyun, tertarik tersenyum, ataupun mencibir. Lay hanya bisa menikmati wajah tampan yang tercetak geratis didepannya. Dan ia bangga mengatakan bahwa ia lah si pemilik mahluk bak malaikat didepannya ini.

"Kenapa? Apakah wajahku terlalu tampan?" Goda Suho membuyarkan lamunan Lay.

"eh? Eh, itu… em, ani… lebih tampan Tom Cruise kali…" Padahal Lay hanya menyembunyikan rasa malunya kedapatan memperhatikan wajah angelic kekasihnya ini.

"Tapi kau tetap memilihku kan?" Suho ber smirk horror, membuat Lay mau tak mau terkekeh.

"Ne, kau menang tuan Kim…"

Suho kembali menatap layar gadget nya. Lay pun mengalihkan pandang mengamati jalanan dekat suatu pantai di Jeju-do dari kaca jendela sambil sesekali menyeruput swee latte nya.

"Permisi, Lay-eonnie, emm, boleh kami berfoto dengan eonnie? Kami fans unnie," dua gadis berseragam SMA menghampiri Lay yang kini duduk di sebuah meja di sebuah coffe shop.

"Boleh, boleh, ayo…" Lay mengangguk antusias, bukan hanya Lay tapi Suho, seorang yang sedari tadi 'sibuk' pun mendongak.

"Oppa… oppa, mianhae, tolong fotokan kami ya…" Seorang gadis yang memakai bando merah menoleh pada Suho.

CEKRIK…CEKRIK…CEKRIK

"Wah, gamsahamnida, Lay unnie, Oppa…" Kedua gadis tadi membungkuk berberapa kali.

"ne… sama-sama," Lay dan Suho tersenyum ramah pada mereka.

"tanda tangan.." gadis yang berpotongan pendek menepuk dahinya. "Benar… untung kau ingat…" sahut gadis satunya yang memakai bandana. Lay hanya tertawa kecil melihat tingkah kedua gadis ini.

"Siapa nama kalian? Em kelas berapa?" Tanya Lay ramah. Sedang Suho kembali dengan smatphone nya.

"Joneun, Jung Yooji imnida, kami kelas 3, eonnie" sahut gadis berambut pendek.

"Hwang Hyona imnida," sahut gadis berbandana merah.

"Beberapa bulan lagi ujian bukan?" Tanya Suho yang kembali ikut nimbrung.

"Ne Oppa, empat bulan lagi," jawab Hyona sambil mengangkat 4 jari kanannya.

"Kalian harus belajar yang serius ne, jangan malas loh…" sahut Lay yang sedang sibuk dengan dua buku yang baru disodorkan padanya.

"To ahreumdaun Jung Yooji, belajar yang rajin ne~ Hwaiting, "^_^9 – saranghaneun Zhang Yi Xing3"

"To ahreumdaun Hwang Hyona, belajar yang rajin ne~ Hwaiting, "^_^9 – saranghaneun Zhang Yi Xing3"

Setelah selesai menandatangani kedua buku itu, Lay mengembalikan buku itu pada pemiliknya.

"Unnie dengan Kyungsoo Unnie, sama-sama cantiknya,"

" Suho oppa juga tampan…hehe"

"Bagaimana kalian tahu namaku?" Tanya Suho mendadak bingung, padahal biasanya seorang manager seperti dia tidak terlalu dikenal.

"Oppa mollasseo? Suho oppa kan termasuk manager terkenal… nama Kim Joonmyun, biasa dipanggil Suho, lahir pada 22 Mei bukan?" Sahut Yooji diikuti Hyona yang mengangguk setuju.

"Wah-wah, sepertinya ada artis baru nih…" Lay memainkan alisnya naik turun menggoda Suho.

"Ada yang cemburu, posisi terancam nih…" Suho membalas Lay, mereka berempat tertawa.

"Oh iya, bagaiman Kyungsoo Unnie? Aku dengar ia masuk rumah sakit ya?" Tanya Yooji.

"Em, sudah lumayan lah, tinggal pemulihan saja. Minta doannya saja biar cepet sembuh ne," Suho mengusak rambut pendek Yooji, membuat gadis itu merona malu.

"Pasti! Eh ngomong-ngomong, Unnie sama Oppa cocok loh, apalagi umurnya hampir sama kan?" Ocehan Hyona membuat Lay tersipu, dan Suho memandang arah lain. Membuat Yooji dan Hyona terkekeh pelan.

"Ada ada saja kalian," Ujar Lay.

"Hehe… kalau begitu, gomawo, unnie oppa, kami pulang dulu, ne…"

"Annyeonghigaseyo…"

"ne.. annyeong~" sahut Lay dan Suho bebarengan. Sebelum Suho sempat bergelut dengan smartphone nya lagi, Lay keburu mengambil benda persegi itu lebih dulu.

"Ya! Apa yang kau lakukan? Kembalikan, Xingie…" Suho mencoba meraih ponselnya yang baru saja di tarik Yixing.

"Hah… ternyata benda itu lebih penting dari aku… ok fine, menikah saja dengan ponselmu ini…" Lay membanting pelan ponsel Suho dimeja, lalu segera bangkit pergi sambil membawa cup nya.

"Ya, Lay-ah, tunggu…" Suho segera bangkit memakai jaket tebalnya lalu menarik mantel coklat Lay yang masih tersampir di kursi yang diduduki Lay barusan.

Lay berjalan menghentak-hentak keluar dari caffe menuju mobil yang terparkir agak jauh karena ramai. Angin dingin awal bulan desember terasa menusuk jaket yang dikenakannya, ia memeluk dirinya sendiri sambil terus berjalan.

"Perhatikan saja ponselmu, jangan melihatku, aduh kenapa dingin banget sih, eomma~" lirih Lay terus berjalan. Ingin sekali ia menangis, tapi bukankah ini terlalu kekanakan? Ada apa dengan dirinya? Huh, masa iya ia cemburu dengan ponsel? Bukan, dia bukan cemburu—walau dikit—tapi ia sebal karena Suho terlalu sibuk dengan ponselnya dari pada berbicara dengan Lay.

"Kenapa aku jadi sensi gini sih… ah, dingin, Kim Joonmyun jelek, pendek, sok cakep, sok ga…"

Puk

"Sok ganteng?"

Suho menyampirkan mantel Lay dipundaknya lalu membalikan badan wanita itu. Ia mendapati wajah Lay sudah memerah, dengan mata berair, tapi belum sampai menangis.

"Wae? Kenapa akhir-akhir ini kau jadi begini Xingie?" tanya Suho lembut sambil merangkul Lay.

"molla…" jawab Lay jutek tapi ia hanya pasrah saat Suho mulai membawanya ke dalam mobil.

.

Complicated 4

.

Ia termenung sambil menyandar di pagar besi yang tertanam di bagian buritan kapal feri yang baru saja berlayar dari Jeju-do. Rambut panjang berwarna karamel itu melambai mengikuti arah angin dari balik hoodie tebalnya. Laut biru yang berombak kecil terpantul dari matanya, hingga ia teralihkan oleh sesuatu.

Deg Deg Deg Deg Deg…

Wae geurae? Kenapa akhir-akhir ini detak jantungku seperti tak teratur? juga pusing? Kadang tak selera makan, kadang juga muntah setelah makan? Jangan bilang aku juga punya radang lambung? Atau, atau...Tuh kan…

Uhuk… Hoek…

Yeoja itu mengunci mulutnya dengan jemarinya, matanya terpejam berharap bisa meredakan asam yang ingin keluar dari lambungnya.

"Yixing! Wae? Kau sakit?" Suho menghampiri Lay yang wajahnya sudah memucat seperti orang yang kekurangan darah. Lay hanya menggeleng, kemudian kembali masuk dalam kabin untuk mencari kamar mandi sambil terus membekap mulutnya. Suho yang panik, segera mengikuti Lay dari belakang.

"Yixing-ah… gwenchana?" Suho menepuk-nepuk pelan punggung kekasihnya itu hingga Lay selesai mengeluarkan isi perutnya.

"Nan, gwenchanayo, mungkin aku masuk angin, karena terlalu lama di luar…" Jawab Lay setelah mencuci wajahnya.

"Jinjjayo?" Lay hanya mengangguk pelan.

Suho hanya mendesah khawatir meski ia sudah mendengar pernyataan Lay. Tapi ia tahu, Lay pasti menyembunyikan sesuatu.

"Sebentar lagi sampai, kita pulang kerumahmu dulu, baru menengok Kyungsoo, ok?" Suho menawari Lay dengan senyum, agar Lay tak marah padanya. Karena mereka sudah membicarakan ini sekitar tujuh kali sebelumnya, dan Lay terus menolak untuk pulang dahulu beristirahat. Aslinya ia bisa saja memaksa si aktris, tapi apa boleh buat jika Lay akan langsung sesenggukan menangis marah pada Suho.

Lay menggeleng, "Jangan! langsung ke rumah sakit saja… aku rindu padanya…"

"ya sudah…"

Dua jam kemudian, Lay dan Suho sudah berada dalam perjalanan menuju Seoul. Mereka di jemput oleh Jinki dan Kibum yang sudah menunggu dalam sebuah van hitam. Sesampainya di mobil, Lay pun langsung tertidur di sebelah Suho, meninggalkan ketiga manager itu berbincang-bincang sendiri. Dan dipastikan petang sudah melanda Seoul saat mereka sampai.

"mianhae... oppa~..." Lirih Lay tanpa suara disertai sebuah

.

Complicated

.

Untuk kesekian kalinya Suho melirik benda berwarna silver yang bertengger di pergelangan tangan kirinya. Ia menatap pintu bertulisan 'Toilet' di ujung ruang ini dengan wajah sedikit cemas. Pasalnya sudah 15 menit yang lalu Lay tak juga keluar dari dalam. Ia mengeluarkan benda persegi dari saku celananya, menunggu sebuah panggilan yang belum juga masuk. Suho menghela nafas lagi dengan sangat berat.

"Lay-ah, ada apa denganmu?"

.

Flash back

.

Iyureul Mollasseo

Wae Naega Byeonhaetneunji

Hancham Saenggakhaesseo Neowa

Na Mannan Ihuro

Yixingie ^^-,(re:emot buing")

Tanpa berfikir dua kali Suho langsung menggeser tombol hijau di layar ponselnya.

"Chagiya, Kenapa menelepon? Butuh sesuatu?" Jawab Suho di ujung sambungan telepon..

"..."

"Yeoboseyo? Yixing-ah?" Suho mengerutkan keningnya lalu melepas ponselnya dari telingga dan membawanya ke hadapannya. Panggilannya kesambung, waktunya masih jalan, dilayar juga masih terlihat foto Lay saat tidur. Lalu kenapa tak ada suara? Rusak? Tidak mungkin jika ponsel yang ia baru beli seminggu yang lalu rusak bukan?

"Yixing-ah wae?" Suho agak panik,

"..."

"Yixing-ah, gwenchana?"

Suho bangkit untuk berdiri dan ia mulai berjalan mendekati pintu toilet. Besi itu tak mau bergerak, saat ia mencoba memutar kenop pintu ini, seperti ada yang menahannya dari dalam. Ia ingin mencoba lagi, tapi suara Lay menginterupsi kegiatannya...

"Hajima...Hajimayo..." lirihan yang terdengar samar itu mendera telinga Suho. Sangat pelan keluar dari speaker ponselnya, membuat manager tampan itu lega sekaligus tambah khawatir.

"Yi...Yixing-ah... wae? Cepatlah keluar, jangan buat aku khawatir!" suho mulai mengetuk-ngetuk lapisan kayu berukir di depannya dengan harapan Lay keluar dan berkata bahwa ia baik-baik saja.

"...O...Opa..."

"Wae?"

"Kau harus...hiks harus berjanji... hiks kau harus berjanji...hiks..."

"berjanji untuk apa Yixing-ah? Jangan buat aku bingung..."

"Kajima...hiks..."

"tentu, aku tak akan meninggalkanmu, apa yang terjadi denganmu? Lebih baik keluar dulu, kita bicarakan baik-baik... wae geurae, Yixing-ah..."

Nada frustasi yang kental Suho gunakan, agar bujukannya mempan. Sungguh ia bingung harus bagaimana lagi. Kenapa kekasihnya ini menangis, apa yang salah? Ia tahu bahwa akhir-akhir ini Lay sangat sensitive, mungkin karena stress, atau yang lain. Tapi demi apapun, ia bahkan tak pernah sekalipun berkata ingin meninggalkan Lay sendirian. Jadi kenapa dia bilang pada Suho untuk tak meninggalkannya?

"Kajima... Jangan tinggalkan... aku hiks..."

"Tapi kenapa Yixing ah?"

Flashback end

Hanya nafas berat yang bisa ia buang beserta lirikan putus asa ke sebuah pintu. Ia masih mneunggu seperti apa yang diperintah oleh kekasihnya. Ya, Lay memintanya agar ia menunggu hingga sebuah dering telefon bersuara dari ponselnya. Bingung, hanya itu yang sedang menguasai emosinya. Satu pertanyaan yang dari tadi berputar di dalam kepala nya, 'Ada apa dengan Yixing-nya?'

Drrtt Drrtt

Tak sampai nada dering berputar, Suho langsung mengangkat ponselnya.

"Yeoboseyo? Yixing-ah?"

"..."

"Yixing-ah, bicara lah?" bentak Suho pelan.

"Oppa... kau berjanji tak akan meninggalkanku kan?" Tanya Lay lemah di ujung telepon.

"astaga... sudah berapa kali kukatakan, aku tak pernah sekalipun ada niatan meninggalkanmu, Yi-er..." Ucap Suho mulai frustasi. Ia yakin bahwa tak lama lagi pasti beberapa rambutnya akan memutih.

"Yaksokhae?" Sahut lay datar.

"Demi tuhan, aku bersumpah..."

Criet...

Lay berjalan lemas, keluar pintu kamar mandi dengan menenteng tas nya. Wajahnya memerah lengkap dengan matanya yang sembab dan berair, serta pipi basahnya. Ia mendongak menatap Suho yang masih cengo dengan ponsel ditelingannya sambil berdiri. Dalam beberapa detik, Lay sudah berlari menerjang tubuh diam itu, ia memeluknya erat tanpa ingin melepasnya. Tangis yang sempat tumpah tadi, kembali keluar dengan santainya.

"Gwenchana? Mana yang sakit? Ada apa denganmu Lay-ah? Jangan buat aku takut..." Suho yang kembali sadar mulai membalas pelukan erat Lay. Ia mencoba mencari apa yang salah dari tubuh yeoja ini.

"Aku... aku... "

"Oppa...! hiks... Aku hamil... eotteokhaeyo? Hiks... Aku takuttt..."

Dengan begitu mata Suho benra-benar bulat, tangannya terkulai melepas pelukan di tubuh lay. Matanya menatap nanar, datar, dan lurus. Wajahnya sedikit pucat.

.

Complicated 4

.

"Aku sudah tak tahan lagi... Sekarang jelaskan semua tanpa ada satu katapun terlewati!"

Suara melengking ala Byun Baekhyun memekakan telinga ke lima insan di depannya. Terutama seorang dokter tulang yang masih setia berdiri di sampingnya. Chanyeol sampai mengelus telinga kirinya yang bersebelahan dengan malaikat kecil yang kini telah menjelma menjadi seorang malaikat maut.

"Eonnie, suaramu mengganggu..." sahut Kyungsoo blak-blakan,

"Ya! Kau dongsaeng kurang ajar... apa maksudmu? Aku tau kau menyembunyikan sesuatu pada kami... dan kau Kkamjong... kau juga berhutang penjelasan padaku!"

Luhan dan Sehun yang menemukan suasana yang langsung horor ini pun hanya terdiam bingung. Kyungsoo dan Kai yang tak jauh dari mereka hanya berpandangan penuh arti. Dan akhirnya Kai yang mengalah bersuara...

"Aku dan Kyungsoo berpacaran!" jawab Kai enteng.

"MWO?" Chanyeol, Luhan terutama Baekhyun memekik bersamaan,

"Kapan? kenapa? Bagaimana?" Baekhyun bertanya bingung sambil memegang kepalanya yang berdenyut, berbagai memori mulai melintas di kepalanya.

"pertengahan musim semi di awal bulan juli, tiga bulan sebelum hari perpisahan... hampir lima tahun lalu... Seseorang mempertemukan kami..."

Sehun berdehem pelan, tiba-tiba ia merasa gugup. Luhan yang sadar kekasihnya, menatap penuh tanya pada Sehun yang malah bertanya padanya tanpa suara. Dan ternyata ia menarik perhatian Chanbaek couple juga.

"Ya... kenapa menatap ku?" wajah polos Sehun mulai menyerang tatapan mereka. "Oh, come on, aku hanya menyalurkan perasaan mereka, bukankah sahabat yang baik, harus membantu temannya yang selama tiga tahun menyukai gadis secara diam-diam? Karena takut ditolak?" Ucap Sehun kembali sepolos wajahnya.

Kai bersumpah sungguh ia ingin membumikan wajah polos sahabatnya itu karena mengumbar aibnya didepan Luhan Baekhyun dan Chanyeol serta Kyungsoo yang menatapnya kesal. Oh jangan lagi...

"Kau berbohong padaku dokter kim, tiga tahun? kau bilang padaku satu tahun dan kau berkata kau tak sedang berbohong Jongin-ah..."

"Oh, itu... mian... hehe..."

Kai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lalu menatap Sehun dengan devil sight nya. Membuatcengiran lucu keluar dari wajah albinonya itu.

"Jelaskan padaku semuanya atau kau Jongin dan Kau Sehun, tak akan menikmati hidup saat rahasia tentang film-film kalian ku beberkan..." ancam Baekhyun.

"film apa?" Luhan dan Kyungsoo bertanya serempak, Kai dan Sehun tampak memandang Baekhyun dengan tatapn memohon, sedang Chanyeol hanya tertawa pelan.

"Ya! Itu dulu, noona, sekarang aku sudah pensiun..." jawab Kai, yang diangguki Sehun.

"makanya, Jelaskan padaku sekarang juga! Aku sudah pusing!"

Kai menatap Kyungsoo yang mengangguk kaku, lalu mendengus berat. Merilekskan tubuh...

"Ia menembaku saat aku kalian tinggal di Lotte World berdua..." Kai melirik Kyungsoo, padahal ia yang akan bicara..

"Sehun oppa yang kalian tinggal bersamaku menelpon Luhan unnie dan Kai oppa, untuk datang, tapi Luhan unnie dan Sehun oppa malah jalan berdua, meninggalkan kami berdua. Saat itu lah ia menjadi kekasihku." Jelas Kyungsoo.

"lalu kenapa kau tak cerita pada kami?" tuntut Baekhyun.

"itu.. itu karena, aku tak terlalu berharap, bahwa ia benar-benar menyukaiku, dan kukira Kai oppa hanya bermain denganku, aku tak ingin kalian bermusuhan ketika kami putus." Kyungsoo memegang punggung tangan Kai saat ia hendak menyela.

"Tapi ternyata, kami bertahan beberapa bulan hingga Kalian lulus..." Kyungsoo menunduk, mengingat kejadian itu. Kai meraih tangan Kyungsoo dan mengusapnya lembut, raut menyesal dan kecewa terpasang pada wajahnya.

"tapi kenapa kau membakar semua foto Kai seperti ingin menghancurkannya? Apa karena Kai pergi ke Inggris?" Baekhyun belum puas dengan penjelasan Kyungsoo yang serasa menggantung. Kai menganga mendengar pertanyaan Baekhyun, seburuk itukah dirinya?

"sudahlah, yang penting kita sudah jelas dengan hubungan mereka," elak Chanyeol yang menyadari hawa kedua sahabatnya ini. Baekhyun hanya manyun tetap pada pendiriannya.

"I..itu... karena aku membencinya,tapi itu dulu..." Kyungsoo berkata pelan tapi terdengar menusuk di dada Kai. Tapi genggaman Kyungsoo ditangannya terasa lebih erat.

" Itu karena aku telah menjadi namja yang berengsek, meninggalkan Kyungsoo tanpa ada penjelasan, setelah aku dengan ehem... melakukan sesuatu yang tak termaeemmpp..." Kyungsoo menyumpal mulut Kai dengan jari mungilnya. Ia menggeleng lalu menatap wajah menyesal Kai.

"sepertinya ada hal pribadi yang tak perlu diungkap, skip saja bagian itu." Chanyeol berkata bijak, dibalas dengan pandangan terimakasih Kyungsoo.

"Kau? Berselingkuh? Atau mencampakannya?" tebak Baekhyun. Tapi Kai dan Kyungsoo menggeleng.

"Sudahlah Baekie,," Chanyeol menengahi,

"Aniya, astaga... kau memperkosa nya?" Jawab Baekhyun memekik pelan.

"Baekhyun-ah!" Luhan menutup mulutnya dengan tangan sedang Sehun menatap tak percaya pada Baekhyun.

"Aniya! Bukan itu... tapi...aku.. Kai oppa dalam keadaan mabuk, dan aku... aku membiarkannya... ini bukan salahnya, karena aku hanya salah paham, ia tak mengucapkan apapun saat ia pergi..." Jawab Kyungsoo gelagapan. Kai yang tau bahwa Kyungsoo tak tenang mulai mengelus punggung kurusnya.

"What? Ehem... lalu kalian jadian lagi setelah aku melihat kalian berciuman setelah bertengkar ? begitu?" Hunhan hanya saling menatap, Chanyeol hanya tersenyum, Baekhyun masih dengan pandangan garangnya, sedang Kaisoo? Melotot dengan aneh, antara kaget, dan malu,

"Eh?"

.

Complicated 4

.

.

.

.

.

Hyomilulu

.

END

.

Ato mau TBC nih?

.

Hiya ha .. akirnya Hyo bisa update ...

Hyo ganti nama, soal nya author Praz, udah bikin wp baru, so im alone again

(joget sistar bareng Suho)

..

maaf ya buat para readers tercinta Hyo baru update, di tahun 2013 Hyo bingung nempatin tanggal posting ... soalnnya ya berhubungan Januari ini si KAISOO pada Ulang Tahun, jadi yah. Januari ini Hyo update ...

..

But sorry, jika Hyo telat ngucapinya, tapi tetep ya ... lebih baik telat dari pada nggak sama sekali.. for all of you ,,,

..

! Happy New Year – 2014 !

..

Ini 13 Jan 2014 kan? Kemarin Kyungsoo ultah, terus besok si Jongin dah yang ultah.. and gue decide kalo gue bakal post nih ch 4 di tanggal 13, tengah-tengah gitu. Gue bakalan diema berat kalo tentuin buat post di tanggal b-day nya Kai apa D.O ...

..

Ya udah ... moga pada suka ya ... tuh kan uda ketawan siapa yang hamil di preview? Akankah suho menerima keadaan Lay, atau pergi? Akankah Kaisoo tetap seperti itu, ataukah mereka akan putus lagi? Nantikan di Ch 5 ...(ketawa setan)

..

Oh ya ... gue demen ama EXO SHOWTIME EP 6 ... waktu Yaja Time! ( apaan ye?)

Sekian dari gue ,,, annyeong !

..

Revienya ne...

(udah gue panjangin loh pake bangettttt! 6003 kata.. bayangin.! Gomawo Ne)