Title : Complicated 5 [GS]

Author : Hyomi

Genre : GS, Hurt/Confort, Romance

Cast : Kim Jongin (Kai), Do Kyungsoo (D.o), and other

Rated : T

Disclaimer : Kaisoo is not mine, but this Fanfic is officially mine... Officially.. Mine...

.

WARNING!

.

INI GenderSwitch / GS, TypoSS, Aneh, and OOC/OCC,COO juga boleh..

Don't Like! Don't Read! Okey!


Hyo Hyomi Lu

.

HAPPY READING!.

.

Complicated 5

.

Ketukan sepatu runcing itu seolah menampar lantai pucat gedung ini dengan lembut bersamaan dengan seorang wanita paruh baya yang masuk dari pintu transaran. Butiran salju yang sempat tersangkut di kerah mantelnya tampak basah mencair membekas pada serabut mantel tebal itu. rambut ikal sebahu yang ditata se demikian rupa memberi kesan bahwa ia bukanlah wanita sembarangan. Sebuah kaca mata hitam bening yang bertengger di hidung itu mungkin berharga setengah dari sepatunya.

Tiba di depan jejeran lift, Ia menekan bulatan tombol yang langsung membuka pintu besi sebelah kanannya. Dari seoran lelaki muda di bar informasi ia tahu dimana letak ruang tujuannya. Di ketuknya Winter Chocho yang membalut kaki kurusnya masuk ke dalam kotak yang akan membawanya ke lantai 3 rumah sakit.

"permisi..."

Senyumnya mengembang ramah menyambut pasangan muda yang baru masuk dalam lift. Si lelaki memencet angka 3 dengan tangan kirinya yang tak memapah perempuan berwajah agak pucat yang bersandar padanya. Alis wanita itu terangkat seperti mendapat clue siapa nama milik gadis cantik itu. gadis yang pernah dikenalkan oleh sahabatnya sebagai anak pertama...

"Maaf..." Lee Taemin berucap dengan suara lembutnya.

"ne?" sesuai harapannya, lelaki itu menanggapi wanita yang berdiri di sebelahnya.

"apakah itu,, em.. Zhang Yixing?" ucapnya hati-hati dengan agak maju agar dapat melihat wajah yang tertutup poni miring itu lebih jelas.

"ah, iye... " jawab si lelaki. Yixing menoleh dan tersenyum, kemudia ia terdiam setelah mengenali wajah wanita disamping kekasihnya.

"Ommoya, apa yang terjadi dengannya? Yixing-ah?" Taemin langsung berubah panik. Di sibaknya pelan poni itu dan munculkah beberapa titik dingin. Taemin mengeluarkan tissue dan langsung menyeka air dingin itu hilang dari kening mulus Yixing.

"Min ahjuma? Eotteohke? Kapan ahjuma sampai Seoul?" Yixing berseru lemas. Ia menegakkan badannya walau masih 25% bersandar pada Suho, lelaki disampingnya.

"ahjuma mau menjenguk pacar Jonginie, Yixing-ah! Tadi dari airport aku langsung kemari setelah mendengar Kyungie sakit!" Taemin melirik Suho yang mencoba menelaah pembicaraan kedua wanita disampingnya. Lalu Taemin tersadar...

"eh, Mianhae, aku rekan bisnis sekaligus sahabat mendiang eomma Yixing, Lee Taemin imnida..." Taemin menganggukan kepalanya untuk mengawali perkenalannya.

"Joonmyun imnida... menejer Lay..." Suho setengah membungkuk menghormati Taemin.

"Oh iya Kau kenapa ada disini?" Taemin mengeluarkan pertanyaanyang sejak tadi ada dibenaknya ketika ia melihat Lay masuk dengan Joonmyun.

"Oh, aku juga menjenguk adikku, ahjuma. Kyungsoo sakit, tapi beberapa hari lagi sudah boleh pulang..." Jawab Yixing membuat Taemin ber-oh ria.

"Yixue namanya Kyungsoo ya? Kalau tak salah pacar Jongin itu juga Kyungsoo... kebetulan sekali... " Lay hanya tersenyum tanpa ada rasa janggal...

Ting

Denting elevator membuat lampu merah di atas lapisan besi menyala, tanda kotak itu sudah berhenti.

"Oh, kami duluan..." ... "Aku duluan..."

ucap Suho yang ternyata bersamaan dengan Taemin, Taemin mengeluarkan senyum masinya lagi, dan Suho maupun Yixing kembali tersenyum.

Ketiga insan itu memutuskan berjalan bersama menyusuri lorong sepi lantai 3. Hingga Taemin membuka percakapan setelah diam keluar elevator tadi.

"kau tahu dimana letak kamar, em... 74..7, ya 747 A?" Tanya Taemin bingung melirik nomor –nomor pintu yang dilaluinya.

"bukankah ruang tujuh ratus empat puluhan ada di dekat kamar Kyungsoo, Oppa?" Yixing bertanya pada Suho. Suho mengangguk lalu mengerutkan dahinya bingung.

Suho yang sudah curiga kembali memutar memorinya saat pembicaraan mereka di dalam lift. Mungkin saja sih, karena Kyungsoo kan tidak hanya ada satu, yah mungkin bisa saja, mereka berdua bernama sama, di lantai yang sama, dengan kamar yang berdekatan tapi itu tetaplah aneh. Ia berhenti pas didepan sebuah kamar, otomatis Yixing dan Taemin juga berhenti.

Tapi tadi kamar nomor berapa? 474 A? Loh? Bukankah itu kamar Kyungsoo adik Lay? Tapi sebelum Suho sempat mengkorfimasi lebih lanjut,

"ini 747 A..." Lay menunjuk pintu dimana Suho berhenti.

"Oh iya, aku masuk dulu, Yixing-ah, Joonmyun-ssi... nanti ahjuma akan kekamar Yixue, memang dimana kamarnya?" Taemin berhenti sejenak untuk bertanya pada Lay.

"Eh? Berapa oppa? Aku lupa, ahjuma... ahjuma masuk saja dulu nanti aku akan megirim pesan..." Yixing mengangkat ponselnya.

"Oh begitu, ya sudah, ahjuma duluan ne..." Taemin pun masuk.

"Oppa, kenapa diam? Kamar Kyungsoo nomor berapa sih, aku lupa..." rengek Yixing. Suho menatap mata Yixing dengan pandangan agak bingung.

"Ini... kamar Kyungsoo, Yiyi..."

"loh, berarti..."

.

Complicated 5

.

"Sehun oppa... bukankah kau ada show hari ini?" tanya Kyungsoo.

"Memang..." Sehun berkata sambil mengunyah apel yang dipotong Luhan. "Tapi itu sudah tadi pagi Kyung!" Luhan menambahkan.

"Oh... aku kangen berada di stage..." Kyungsoo menghembuskan nafas pelan. Baekhyun yang duduk disamping Kyungsoo mendongak.

"Tunggulah beberapa hari lagi..." Kyungsoo mempoutkan bibirnya.

Chup

"YA!" Baekhyun dan Kyungsoo berseru serempak menulikan telinga Kai yang mereka anggap mencuri kesempatan dalam kesempitan. Luhan yang masih sibuk memotongi apel pun kaget hingga pisaunya terjatuh. Chanyeol dan Sehun disebelahnya pun menatap ingin tahu.

"Aish Appo..." Kai menggosok-gosok telinga kirinya.

"Ada apa sih?" Tanya Chanyeol terusik karena obrolan serunya dengan Sehun terputus.

"A...Anniyo... oppa..." Kyungsoo bersuara, menyembunyikan wajahnya yang telah memerah karena Kai yang tiba-tiba menciumnya tanpa ijin. Baekhyun dan Kai terkikik geli karena tingkah Kyungsoo yang mereka anggap lucu.

"Dasar wanita...!" celetuk Sehun yang langsung mendapat jitakan dari Luhan tepat di ubun-ubun.

"Ya! Aku juga wanita, Oh Sehun!" Luhan menunjukan muka galaknya lalu mengambil senjata pemotong apelnya, pisau. Sehun terkekeh pelan dan malah menganggap wajah kekasihnya itu sepeti seekor anak kucing yang tengah meraung minta makan.

"Aish... Kyeopta..." Sehun mengusak poni depan lambut coklat madu Luhan yang warnanya sama persis dengan miliknya. Luhan tambah memanyunkan bibirnya.

Cklek

"Annyeonghaseyo..."

Ke enam pasang mata menoleh ke arah pintu masuk. Nampaklah seorang yeoja paruh baya dengan gaya modis. Sebuah kacamata hitam bertengger di atas rambut heavy curly nya, mantel tebal membalut tubuh langsing itu dengan sebuah mini scarf warna pucat di lehennya. Sungguh cantik wajah paruh baya itu. Beberapa orang masih berusaha mengenali wajah itu. Kai dan Sehun berseru bebarengan...

"Eomma...!" Kai langsung berdiri dari duduknya. Kai merasakan tangan kanannya yang masih bertautan dengan jemari halus Kyungsoo di genggam erat olehnya.

"Taemin ahjumma..." Sehun ikut berdiri dengan wajah terkejut.

"Oh... Kalian sedang berkumpul?"

Taemin mulai berjalan mendekati anak laki-lakinya. Ia tersenyum senang mendapati beberapa sahabat masa High School Jongin malah berkumpul disini. Ia masih mengingat Baekhyun dan Luhan yang selalu senang membantunya memberi ide tentang sketsa bajunya, Chanyeol yang suka dengan cake pisang buatannya, dan Sehun yang jika sudah bermain game dikamar Kai akan susah diganggu. Lalu ia teringat sesuatu...

"Mana Kyungie?" Taemin bertanya lalu menolehkan kepalanya melewati tubuh tegap anak termudanya.

"Eh, Kyungsoo... ini Lee Taemin, eomma ku, dan ini Zhang Kyungsoo eomma, pacarku..."

Kyungsoo pun mendongak ke kiri melewati tubuh Kai agar leluasa melihat eomma Kai. Matanya membelalak lebar, nafasnya tersendat kaget saat ia mengenali wajah cantik salah seorang designer yang sudah dikenalnya selama 5 tahunan itu.

"Min-ahjuma... ibunya Kai oppa?" Kyungsoo berseru kaget. Ia menatap Taemin lalu beralih pada Kai, lalu ke Taemin lagi, kembali ke Kai , dan balik ke Taemin lagi

"Yixue?" Taemin menatap tidak percaya pada anaknya sebelum kembali ke Kyungsoo.

"Eh? Kalian sudah mengenal?" seru Baekhyun dan Sehun bebarengan sebelum mereka bertatapan sejenak, karena bicara bersamaan. Luhan dan Chanyeol hanya cengo sekilas.

"Yixue?" Luhan angkat bicara, ia yang asli orang Cina, memang yakin 'Yixue' adalah sebuah nama. Dan ia mendengar Taemin menyebut Kyungsoo dengan nama Yixue.

"Iya...Yixue ad..."

Cklek

Pintu menggeser terbuka, tujuh orang yang masih dalam keadaan penuh tanya itu mengalihkan kepala mereka. Seorang perempuan cantik dengan jaket tebal berwajah oriental memasuki ruangan sambil berbicara...

"Min ahjuma... apakah yang ahjuma maksud Yixue itu Kyu..." Lay menghentikan ucapannya saat sadar ia telah mendapat seluruh perhatian dalam ruangan itu.

"Yixing-ah, apa yang kau lakukan?" Tanya wanita yang menjabar sebagai eomma Kai tepat saat ia sadar Yixing ada disana.

"Unnie..." Kyungsoo langsung berseru ketika mengenali Yixing yang masuk bersama Suho.

"Jadi?" Taemin berkata. "Yixue atau Kyungsoo itu pacar mu? Kai?"

"N..ne.. eomma, Kyungsoo adalah gadis yang selalu kuceritakan pada eomma..." Jelas Kai ragu karena kebingungan yang melatar belakangi suasana ini. kai berharap ada yang memberinya penjelasan, cerita, memori, atau apalah terserah apapun itu, yang bisa menjelaskan semua ini. Hari yang ia kira akan menjadi hari yang ceria karena Kyungsoo akan pulang esok pagi, malah jadi seperti teka-teki silang yang memakai bahasa Rusia campur Yunani bersatu dengan huruf kuno mesir.

"Tapi seharusnya calon tunanganmu itu Yixing! Jongin-ah!" Sahutan Taemin kali ini membekukan udara disekitar kamar inap Kyungsoo. Tak ada satupun dapat mencerna maupun menagkap kalimat Taemin dengan cepat, baik itu Suho sekalipun yang mempunyai otak cerdas. Beku hanya beku yang terasa bagai bekapan es yang susah mencair. Luhan, Baekhyun, Chanyeol, Sehun, Suho, Yixing, Kai dan Kyungsoo menatap tak percaya pada omongan Taemin barusan.

"Rasanya kepalaku pecah!" Baekhyun berseru pelan memecah keheningan yang terjadi lalu menempati tempat disebelah Luhan sambil memijati pelipisnya.

"Ta..tapi aku mencintai Kyungsoo, eomma." Sahut Kai menambah erat genggaman tangan Kyungsoo.

"Yixing jie tunanganmu?" Kyungsoo menoleh kearah namjanya, seribu satu pertanyaan muncul di benaknya.

"Mwo? Ini gila!" Sehun, Chanyeol, dan Luhan berseru bareng.

"Tapi... aku sudah punya tunangan ahjuma... Joon.. Myun..Oppa...!" Cicit Yixing untuk terakhir kalinya sebelum...

BRUK

"Unnie!" "Jiejie!" "Nuna!" "Yixing-ah!" "Chagiya!"

Yap... Yixing pingsan dalam pelukan Suho yang sudah mewanti-wanti ambruknya Yixing. Karena memang dari awal kondisi Yixing memang sudah kecapean, apalagi, ada aegi dalam perutnya, anak Suho.

.

Complicated 5

.

"Ishh... gimana sih?"

Seorang yeoja yang masih berseragam sekolah menghentakan sepatu coklatnya di jalanan dekat sebuah toko boneka. Ia ingin sekali membanting ponsel yang tiba-tiba mati kehabisan baterai itu. Ia melepas kacamatanya, membebaskan udara sore salah satu amusent park di Seoul ini menyapa kedua matanya. Sungguh bodoh ia mau mengikuti ketiga sunbaenya, Byun Baekhyun, Park Chanyeol yang akhirnya malah dating, dan lagi Oh Sehun yang sedang menjemput Luhan di tempat parkir. Katanya Luhan membawa teman, dan Kyungsoo berharap yang dibawa luhan adalah laki-laki, well setidaknya harus ada yang dipegangi Kyungsoo saat masuk rumah hantu bukan? Dan tiba-tiba saja, wajah seseorang terbayang di fikirannya. Kyungsoo memukul pelipisnya pelan.

"Pabo... mana mungkin dia yang dibawa Luhan unnie? Yah... walau aku memang menyukainya..." Kyungsoo bermonolog dan malah sibuk pada pemikirannya sendiri tentang salah-satu kakak kelasnya, yang ia sukai selama ini. Lihatlah, badanya yang tinggi dan atletis, rambutnya yang selalu berubah warna sehabis berpose untuk sebuah majalah, wajahnya yang Kyungsoo bertaruh lebih menawan dari pacar kakaknya sendiri—sorry Kris, but for me it's true—, warna kulitnya yang tan sexy, dan... Oopss, apa aku terlalu banyak mengekspos?

Drrttt Drrrtt

"Ya! Eodiya?" Dengan sebal ia menjawab getaran ponselnya yang ia yakin pasti dari Oh Sehun.

"..."

"Ya... Eodiya Oh Sehun!" Kyungsoo menaikan suaranya yang seperti merajuk. Demi apapun, Kyungsoo sangat bosan menunggu disini, apa sunbaenya itu lupa dengannya? Atau jangan jangan ia malah jalan berdua dengan Luhan? Belum jadian udah main jalan bareng, walau beberapa jam lalu Kyungsoo yang menyarankan agar Sehun mengajak jalan Luhan. Tapi ia ingin menarik ucapannya sekarang, karena ia malah tak bersuara.

"Kyungsoo-ah... ini Suho..." Kyungsoo yang masih menempelkan ponselnya di telinga mengerutkan dahinya bingung, lalu ia menjauhkan ponselnya untuk melihat layar ponselnya yang bertuliskan, 'Suho Oppa'.

"Ehh... mianhae oppa... ku kira kau Sehun oppa yang jeleknya minta ampun... hehe.. ada apa?" seseorang yang baru saja menjadi manager kakanya itu tertawa pelan mendengar gerutuan Kyungsoo.

"Oh... baju gantimu sudah kutitipkan pada Xiao Lu, tadi aku melihatnya di parkiran, dan katanya 'biar aku saja yang mengantarkan pada Kyungsoo, oppa' begitu" Jelas Suho di ujung sambungan telepon sambil menirukan suara Luhan yang hasilnya gatot alias gagal total.

"Haha baiklah, oppa, sekarang aku tahu kenapa Lay unnie tak suka kau mengomel, suaramu payah... " Ejek Kyungsoo setelah tertawa.

"Wah... kalian memang kakak-adik yang suka mem-bully-ku! Tapi ku akui aku memang tak punya bakat untuk meniru, hehe.. Ya sudah, aku harus kekantor dulu, annyeong~"

"Gomawo, Suho oppa~ hati-hati..." Kyungsoo masih tersenyum setelah mengunci ponselnya, karena panggilan Suho.

Ia mendengus, karena ia harus mengulagi kegiatannya yang sepertinya akan sangat lama, ya menunggu oh Sehun dan Luhan, dan mungkin temannya Luhan. Kyungsoo memutuskan duduk di salah-satu bangku didepan toko, karena kakinya mulai pegal berdiri. Ia hampir saja membongkar tas punggungnya untuk mencari headphone, tapi keburu dihentikan oleh sebuah tas hitam yang tiba-tiba ada di depan wajahnya. Kyungsoo tak perlu melebarkan matanya yang memang sudah bulat untuk melihat siapa yang dengan kurang sopannya membuatnya menunggu.

"Kyung! Mian..." Kyungsoo melihat wajah Sehun yang diimutkan itu dengan pandangan skeptis. Lihat saja, seragamnya sudah berubah menjadi kemeja merah kota-kotak, yang sengaja terbuka menampilkan kaos putih bertuliskan 'FUCK I LUV U'. Ditangannya terdapat sebuah topi hitam dengan tulisan 'IMMA COOl' yang diketahuinya adalah topi milik Kai yang dibeli Kyungsoo sebagai hadiah ulang tahun Sunbae yang disukai Kyungsoo yang juga berstatus sebagai teman AKRAB seorang manusia bernama Oh Sehun.

Dasar nggak modal! – batin Kyungsoo.

Kemudian munculah rusa cantik bernama Luhan dari belakang tubuh manusia albino ini lengkap dengan cengiran cantiknya.

"Tadi kami bertemu Suho hyung, cepat ganti, temanku akan segera kemari, Kyung...!" Itu suara Luhan, memutuskan pandangan Kyungsoo dari Sehun yang masih dengan cengiran bodohnya—itu menurut Kyungsoo—tapi tidak untuk seorang wanita yang dahinya terantuk tiang gegara melihat Sehun.

"ok, kita bicara nanti..."

Kyungsoo menyerobot tas hitam itu dari tangan Sehun, lalu segera memasuki toilet yang tak jauh dari sana. Sehun bersmirk pada Luhan,

"Kurasa, ia akan bertima kasih padaku setelah tahu apa yang kita bawa untuknya, mereka akan berhutang padaku, Lu..Haha" Sehun berkata seperti seorang nenek sihir yang berhasil menangkap Niu-niu dalam film buah-buah kesayangan. Ia berhenti tertawa setelah kepalanya dijitak oleh Luhan.

"Ya! Kau itu, evil tetap evil," Ucap Luhan menyedot buble tea rasa Taro nya.

"Setidaknya, aku tampan kan?" Sehun mencolek dagu Luhan, Luhan yang langsung salah tingkah menjauhkan diri dari Sehun lalu duduk ditempat Kyungsoo tadi. Ia menunduk seolah membaca peta bergambar wahana amusement park, tapi kenyataannya adalah ia menyembunyikan rona pipinya.

"Ya! Sehun-ah... " Seorang lelaki berjalan cepat kearah Sehun dan Luhan,

"Memang siapa yang harus kutemani? Adikmu?" Lelaki itu bertanya pada Sehun, lalu menatap Luhan.

Luhan dan Sehun menatap satu sama lain, kemudian senyum terkembang dari bibir masing-masing. Dan serempak mereka menata Kai dengan pandangan menggoda, diam-diam Hunhan mulai membatin,

Aku ingin tahu apa yang akan kau katakan, pada Kyungsoo, Kim...- Luhan

Haruskah aku meminta sebuah PSP baru? Kau akan sangat berterima kasih padaku, KAI- Sehun

.

Complicated 5

.

Terlihat dipantulan kaca rest room, seorang yeoja sedang menyisir rambutnya. Ia menjepit poni sampingnya dengan pita simple berwarna merah. Ia meraih jaket berwarna orange-krem dari dalam tas lalu memakainya. Ia mengganti sepatu ketsnya dengan sebuah sepatu sandal yang senada dengan skiny jeans dan kaos merahnya. Terakhir dipakainya lipsgloss soft pink itu ke bibir tebalnya. Dan selesai. Penampilan remaja bernama Zhang Kyungsoo selesai dalam 10 menit.

"Apakah aku terlalu lama?" Ia bergumam saat memasukan baju seragamnya kedalam Tas wadah gantinya.

"Teman Luhan, memang sebaiknya seorang lelaki, karena aku tak mau ada gadis lain menjerit ketakutan karena masuk ke rumah hantu di sore hari. Oh Hell no!" Kyungsoo melirik jam tangannya, lalu ia sedikit berlari kecil keluar dari toilet.

Ia berjalan ke arah toko tadi dimana ia meninggalkan ranselnya pada Luhan dan Sehun. Tapi dari kejauhan, ia tak melihat adanya dua mahluk itu, dan ia malah mendapati tasnya dipegang oleh seorang lelaki yang duduk menunduk memainkan posel sentuh. Kyungsoo pun ragu untuk maju, tapi ia juga butuh ranselnya, ada beberapa barang penting seperti dompet, diary, serta gadget didalamnya, dan itu sungguh sayang jika hilang begitu saja.

"Aku tahu kenapa sekarang polisi sulit melacak seorang pencuri, hanya karena pencurinya adalah orang yang sungguh modis dan tak nampak seperti pencuri, siapa yang percaya ada seorang pencuri memakai topi seharga 62.000 won yang cukup untuk makan 3 hari?" Kyungsoo bermonolog lagi saat memutuskan untuk mengambil kembali tasnya setelah memperhatikan topi yang dimiliki pemuda itu sama seperti topi yang Sehun bawa tadi.

"Ehemm, permisi, tapi itu tas saya.." Kyungsoo berkata dengan nada sopan.

"Maaf mungkin anda salah, ini tas teman saya..." pemuda itu berkata tanpa mengalihkan pandangan pada ponselnya. Kyungsoo mulai kesal.

"Bukankah topi itu sudah cukup mahal untuk makan tiga hari? Kenapa kau ingin mengambil tas ku juga..." Kyungsoo menggenggam salah satu tali ranselnya dengan kuat, antisipasi saat pemuda ini ingin kabur.

"Sorry? Tapi ini milik..." Dengan nada kesal juga pemuda itu membalas sambil mendongak, tapi Ia tak melanjutkan ucapannya karena kaget. Kyungsoo menatapnya dengan bingung. Pemuda itu pun mengembangkan senyumnya, jadi yang sedari tadi ditunggunya adalah Kyungsoo? Adik perempuan yang Luhan masuk adalah Kyungsoo? Oh, Lord! Kai ingin sekali memeluk kedua sahabatnya itu. Tak salah ia setuju dengan ajakan Luhan yang tiba-tiba tadi.

"Omona! KAI OPPA" Kyungsoo berseru kaget.

Oke, sekarang lebih baik jika teman yang Luhan dan Sehun maksud adalah seorang perempuan, bukan Kai. Eotteohke? Aku harus bagaimana? Lagian kemana dua setan itu pergi? Aahhh demi pusara eommaku... ku doakan kalian tak pernah jadian setelah meninggalkanku... apa yang harus kulakukan dengan Kai Oppa? -Kyungsoo

"Oh.. jadi kau yang dimaksud Luhan?" Sahut Kai lalu berdiri, menyimpan ponselnya di saku jeansnya.

"Kau teman yang dimaksud Sehun? Ih dasar anak itu... " Kyungsoo menggerutu sambil menginjaki sebuah kertas yang ada dibawah sandalnya. Kai tertawa pelan.

"Iya, mungkin benar... ini tasmu nonaZhang!, aku bukanlah pencuri tas anak SMA sepertimu, karena mungkin aku butuh lebih dari anak SMA jika aku ingin..." Ucap Kai sambil terkekeh berusaha memecah jarak antara mereka. Tapi candaan Kai membuat Kyungsoo merasa bersalah telah menganggap Kai sebagai pencuri hanya karena memangku ranselnya. Dan entah apa, Kyungsoo merutuki dirinya, mana mungkin seorang pencuri malah duduk diam, menunggu sang pemilik datang menegur.

"Mianhae, aku tak tahu jika yang Sehun oppa dan Luhan unnie maksud adalah kau, aku.. aku hanya takut... mian..." Kyungsoo berkata sambil berkaca-kaca, ia akan sangat sedih jika mulai menyesali sesuatu. Dulu saja pernah, karena ia lupa hari ulang tahun Baekhyun, Kyungsoo sampai menangis didepan Baekhyun yang sedang pura-pura ngambek padanya.

"gwaenchana... mian... aduh... sshh... apakah candaanku terlalu tajam?" Kai mulai uring-uringan, padahal tadi ia hanya ingin membuat Kyungsoo sedikit tertawa. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia menoleh kanan kiri tanpa sebab, lalu tiba-tiba saja memeluk Kyungsoo yang masuh menunduk. Ia sungguh bingung, ia hanya mengikuti perasaannya, yang entah kenapa ia ingin merengkuh Kyugsoo sekarang.

"Awww... So strong!" Luhan yang berdiri di dekat patung harimau yang tingginya melebihi pria didepannya.

"Ya, Lu jika kau mendorongku terus, kita akan terlihat." Ucap Sehun yang berdiri didepan Luhan. Ya mereka berdua menitipkan tas Kyungsoo pada Kai, serta meminta Kai untuk menunggu Kyungsoo selesai ganti tanpa memberi tahu siapa orang yang sedang ditunggunya dan mereka berdua malah mengintip di balik patung harimau ini.

"Aish... kau ini berisik Sehunnie..." Luhan pun membalik lagi tubuh sehun lalu meletakkan jemari mungilnya di kanan-kiri perut sehun. Sehun yang merasa sedikit geli pun tersenyum senang, Luhan seperti sedang melakukan back hug padanya.

Sehun langsung berbalik cepat hingga, yang dihadapan luhan kini bukan punggung anak cadel ini, melainkan dada Sehun. "Kenapa kau yang jadi bersemangat? Kenapa kita tak jalan berdua saja?" Tawar sehun.

Luhan pun kembali membalikkan tubuh Sehun. Ia mulai salah tingkah, dari pipinya yang kembali memerah, hingga ia kehilangan kata-katanya.

"emm... itu.. sudahlah kita ikuti saja Kai dan Kyungie... jangan pikir yang macam-macam tuan Oh..." Luhan berkata dengan susunan kalimat yang menurutnya hancur. Sehun kembali berbalik lagi, sekarang ia mengangkat wajah memerah Luhan untuk menatapnya. Luhan terlihat malu-malu, hingga telinganya pun ikut memerah.

"Apa kau berharap aku berfikir yang macam-macam?" Sehun tersenyum, dan demi buble teanya yang kedua Luhan ingin menciumnya—oops, ani ingin me- emm, men- emm, membawanya pulang iya membawa wajah Sehun pulang, karena senyumnya yang sungguh membuatnya berdebar-debar.

"Ani.." Luhan memangklingkan wajahnya.

"Lalu kenapa kau malu?" Tanya Sehun bersikap polos.

"Si..siapa yang malu?" serang Luhan, terbata.

"Lalu kenapa kau mengalihkan pandanganmu nona Lu?" Sehun menjawil dagu Luhan seperti tadi.

"Ya! Kau itu... aahhh molla..." Luhan berbalik lalu berjalan menjauh dari Sehun yang masih tersenyum jahil.

"Oh, kau mulai mendesah padahal aku belum menyentuhmu, Baby Lu!" Sehun menarik pergelangan tangan Luhan. Luhan pun tertarik ke dalam pelukan Sehun dalam sekejap. Ia tak bisa bergerak karena eratnya lengan Sehun memeluknya.

"Kau itu bicara apa, dasar mesum..." Luhan berbicara disela-sela dada Sehun.

"Haha, lalu thiapa yang punya pacar methum thepertiku?" Sehun menggoyangkan lengannya lalu mengecupi rambut ikal Luhan yang berwarna honey itu dengan sayang.

"Ya! Shut Up! aku menyesal telah menerimamu minggu kemarin, Cadel!" Luhan membalas pelukan Sehun dengan sayang sambil memejamkan mata. Semarah apapun ia pada Sehun, ia tak tahan jika Sehun sudah mulai beraegyo seperti tadi.

Setelah bisnisnya dengan Luhan-mencium Luhan setelah berpelukan- selesai, Sehun mengirim pesan pada teman-temannya agar berkumpul di permainan rollercoaster. Hari pun mulai sore, mereka berenam kembali bermain-main dengan wahana-wahana, dari yang biasa, hingga extreme, dan sampailah keenam remaja itu di sebuah deretan manusia yang mengantre didepan sebuah gedung. Gedung tua yang tinggi seperti sebuah gudang penyimpanan, cahaya yang remang-remang karena hari mulai gelap, dengan beberapa suara teriakan yang melengking dari dalam gedung yang dipisahkan oleh sebuah pintu kecil bernuansa ala abad pertengahan.

"Ya! Kan masuknya harus dua-dua, aku sama Luhan, kalian memilih sendiri..." Baekhyun menggandeng lengan Luhan erat ketika dua orang masuk menyisakan empat orang didepan Baekhyun.

"Aniya... Luhan denganku.." Sehun menarik Luhan dari tangan Baekhyun. "Kenapa tak bersamaku saja, Baek?" Chanyeol memanyunkan bibirnya, sok imut sih.

"Ya! Aku masih marah denganmu, kau seenaknya saja mengganti es krimku, padahal kan aku ingin Strawberry, bukannya pisang!" Rajuk Baekhyun.

"Aku kan sudah minta maaf, kenapa kau jahat sekali sih?" Chanyeol menggoyangkan lengan Baekhyun. Baekhyun menarik lengannya menjauhi Chanyeol.

"Ayolah, Baek... nannnti akan kubelikan lagi... ne.. " Rayu Chanyeol.

"Ya! Ya..ya... Kalian ini seperti orang pacaran saja!" Luhan mulai menengahi pertengkaran sepele antara Chanyeol dan Baekhyun.

"Ba..ehemm..bagaimana kalau kita suit saja, ehem.. mudah bukan.. uhuk..." ujar Kyungsoo malas mendengar ocehan kakak kelasnya. Suaranya terdengar serak disertai batuk, dan itu membuat Kai yang ada didepannya berbalik menyerahkan air putih tanpa bicara.

"Gomawo," Kyungsoo menerima begitu saja botol minum milik Kai dan meminumnya, karena tenggorokannya yang sedari tadi sakit sehabis berteriak saat main wahana Tornado.

"Betul kenapa tak dari tadi!" Baekhyun yang berada didepan Kai pun berseru, Chanyeol yang tak ingin Baekhyun tambah marah hanya manyun, sedang Hunhan tenang-tenang saja walau mereka berharap mereka akan satu tim.

"Batu gunting kertas!" Luhan memulai permainan kecil mereka dengan semangat setelah tatap-tatapan dengan Sehun. Luhan dan Sehun memilih Batu, Chanyeol, Kyungsoo dan Kai memilih gunting, sedang Baekhyun memilih kertas.

"Yay... " Sehun dan Luhan ber-tos-ria setelah berada di team yang sama. Keempat orang yang lainnya hanya menggeleng tak menghiraukan Luhan dan Sehun.

"Cepat berikutnya giliranmu..." Luhan berseru lagi menyuruh keempat temannya kembali bersuit. Baekhyun dan Chanyeol masuk duluan, diikuti Luhan dan Sehun, dan ya... menyisakan Kai dan Kyungsoo untu yang terakhir.

Kedua orang itu keluar dengan nafas memburu, yang satu keluar sambil tertawa mengejek, satunya lagi masih berwajah pucat dengan bibir yang dimanyunkan. Kai menggandeng Kyungsoo untuk segera ke tempat dimana Chanbaek dan Hunhan duduk. Lalu ia mendudukan Kyungsoo di sebelah Sehun.

"Dia kenapa Kai? Apakah ia kesurupan hantu nenek-nenek didalam peti?" Luhan yang mendongak khawatir pada Kai.

"Tanya saja sendiri..." Ucap Kai sebal, karena Kyungsoo yang belum berhenti dari tawanya.

"Wae?" Chanyeol pun bangkit dan mendekati Kyungsoo. Ia meletakan telapaknya di dahi Kyungsoo, taku-takut ia deman atau dingin.

"haha... aku...aku... huffmm.. um, bolehkah kuceritakan?" Kyungsoo mendongak sambil menahan tawa kearah Kai.

"Jangan bera..."

"Ceritakan saja, jangan buat aku bingung..." Baekhyun angkat bicara memotong ucapan Kai lalu menatap penasaran Kyungsoo.

"Oooo... dia memang playboy... haha... tapi dia lari ketakutan saat si nenek itu tiba-tiba memeluk lengannya... dan Kai oppa, jatuh ke dalam peti yang isinya sebuah tengkorak...haha... aduh perutku sakit.. lihatlah wajahnya... kau tak akan tahan!" Kyungsoo bercerita pada teman-temannya sambil memegangi perutnya. Chanyeol pun membuka topi yang menutupi sebagian wajah Kai, dan benar saja, wajahnya pucat dengan titik-tikik kringat dingin di dahinya. Sontak membuat Luhan, Sehun dan Baekhyun ikut tertawa dan mengabaikan Kai yang terus menampakan wajah kusamnya.

.

Complicated 5

.

"Annyeong!" Baekhyun memutuskan untuk pulang dulu, karena tiba-tiba eomma Baekhyun menyuruhnya untuk pulang tentunya dengan Park Chanyeol yang mengantarnya.

"Hah, kau lapar tidak?" Sehun berbalik ke arah Luhan. Luhan memegangi perutnya sambil mengangguk imut.

"Ya sudah, ayo kita cari makan... " Sehun beralih dari Luhan ke Kyungsoo yang masih setia duduk di bangku. "Kyung... kau pulang bareng Kai saja ya?"

Kyungsoo pun berdiri dengan pandangan memelas, "Ya, kau mau meninggalkanku dengannya? Yang benar saja oppa?"

"Sudahlah, dekati saja dia, kalau perlu kau katakan perasaanmu sekarang juga, aku tahu kau menyukai Jongin kan?" Sehun berbisik pelan di telinga Kyungsoo.

"Ya! Siapa bilang, kau kejam Oppa!" Kyungsoo menjitak kepala Sehun dengan keras karena berbicara sembarangan. Walau apa yang dikatakan sehun benar apa adanya.

"Sehun-ah, aku lapar... Kyung ayo ikut... mana Kai?" Tanya Luhan beruntun sambil clingak-clinguk.

"Unnie..."

"Kyungsoo pulang diantar Kai, kita langsung pergi saja.." Sehun memotong apa yang ingin Kyungsoo katakan, lalu menggeret Luhan menuju mobil Sport putihnya sebelum Kyungsoo sempat berbicara.

"Ooh great! Ahh eomma... apa yang harus kulakukan?.. dan kemana saja sunbae satu itu?" Kyungsoo yakin tak bisa mengejar mobil Sehun pun hanya menggetak-nggetak sandalnya ke trotoar. Tak ada yang bisa dilakukannya selain menunggu, akhirnya Kyungsoo pun jalan kaki berniat mencari sebuah taksi atau bis yang bisa membawanya pulang. Jika kau bertanya kenapa tak menelefon Suho atau Lay, jawabannya adalah, ponsel dan dompetnya ia tinggal di ransel. Dan ransel itu sedang ada bersama Kai. Kyungsoo merapatkan jaketnya, udara dingin musim semi masih terasa menusuk.

Tin..Tin..

"Kyung, masuk! Kenapa kau jalan kaki?" Kyungsoo menoleh pada merci hitam metalik yang mengikutinya di pinggir jalan. Kaca gelap yang terbuka itu menampakan Kai dibalik kemudi.

"Ani, berikan saja tas ku, aku akan pulang sendiri..." Elak Kyungsoo menadahkan tangannya.

"Aku antar pulang saja, ayo!" Bujuk Kai.

"Aniya, aku naik bis saja.."

"Tidak bisa, aku sudah janji dengan albino dan rusa cina itu untuk mengantarmu pulang dengan selamat. Satu lecet, mereka akan mengulitiku... cepatlah masuk!"

Kai memaksa Kyungsoo masuk, dengan satu alasan yang tak bisa ditolah Kyungsoo sebenarnya. Alasan yang bisa membuat Kyungsoo ingin membumikan Jongin sekarang juga karena telah berani mengancamnya dengan kata-kata yang saat itu Kyungsoo tak ingin sahabat-sahabatnya ketahui.

"Aku akan katakan pada mereka, kalau kau sudah setuju menjadi kekasih seorang Kim Jongin, Kyungsoo-ya! Atau aku perlu ceritakan bagaimana aku melakukannya?" ancam Jongin sambil menatap langit-langit seolah membayangkan kejadian beberapa jam lalu. Dimana Kyungsoo menerima Jongin resmi sebagai pacarnya.

.

Complicated 5

.

TBC


HYO angkat tangan liatin bulu ketek Luhan-unnie-eh Oppa...

Mian-mian-mian, aku update lama banget... Tugas sekolah is Everwehere, and Everytime, just like Banjir bandang... Yuhu~(ok gue tau gue stress)

Yang penting gue update, dan ok ini Chapter FAILED pake banget...~! silahkan yang mau kecewa...

Sebenernya aku mau hiatus lebih lama buat ff ini... bingung nemu feel nya...

Ampun jangan bakar rumah Hyo.. bakar aja Anjingnya bang Kai... (Hyo Ikhlas koq #digamparkai)

Gomawo buat pada readers yang udah mau nyempetin review... dan yang udah follow atau favoritin ff ini + juga yang gak review, aku juga bilang terimakasih... tapi aku butuh kritik,saran dan opini kalian... (jujur aku stuck di CH ini... frustasi gue)

Mian Ch nya pendek lagi... Pokonya gomawo! (Bow 27 drajad)


Balesan review :

hatakehanahungry : Aku udah tebak pasti chapter ini gak bakal ketawa kaya ch kemaren, iya ini udah lanjut. Lay nya udah jadi bumil...(mau nyusul?^^) hihi... Kaisoonya buat kamu aja gimana?(discount 50% loh) tapi hubunginya langsung ke Sooman Harabeoji ne... Gomawo Review-nya^^

zoldyk : Mian Ch ini gak seperti yang diharapkan.. mian ya.. but Thanks alot, for all of your suport... i dont think so it's good story, but i'll try my best! Ok ! Gomawo Review-nya^^

Brigitta Bukan Brigittiw : Demi apa ya? Demi Lovato kali... Tau tuh, grandpa satu itu, istrinya hamil malah dianya shock! Hehe yang penting gak sidang cerai... kalo cerai... (colaps mungkin gue udah) Thanks a lot! Gomawo Review-nya^^

younlaycious88 : Sulay?Nikah gak ya? Nikah ato nggak nih? Enaknya nikah ato gak? Gimana kalo aku aja yang nikah ama Suho (diamukMasaSuhoShipper) Gomawo Review-nya^^

exindira: Gomawo, Konfliknya yah? Gue bikin Konflik bingun nyeleseinnya, pusing ndiri gue.. dan jeng jeng jadilah ch gagal ini... mian ya... Gomawo Review-nya^^

yixingcom : Gue aja yang nulis bingung sendiri ama ceritanya, gimana kamu yang baca, tambah bingung kan? Gak tau ya,, bayinya belom mau nongol di perutnya Kyung, katanya masih malu...Nikah apa nggak? Votting ya... Gomawo Review-nya^^

luhan8045 : haha gomawo... Sulaynya yah.. hehe... aku lagi dapet feel Sulay itu waktu tengah malem, yah mungkin agak agak ada Jongin Lewat terus keinspirasi gitu(emang jongin setan?) iya ini udah update saeng tapi gak janji Ceritanya bagus, FAILED banget...! Review-nya^^

Guest : Next nya apa dulu? Kalo yang next Kaisoo cerai jangan,...Gomawo Review-nya^^

12 : Beneran? Sorry kalo kecewa di CH ini... ^^ Gomawo Review-nya^^

setyoningt : Iya.. seneng banget Kaisoo jadian lagi... mian ya,, updatenya lola... Tugas sekolah itu udah kaya letusan gunung Kelud kali... iya TBC koq... Gomawo Review-nya^^

Guest : Iya udah dilanjut.. Gomawo Review-nya^^

KaiSooLovers : abis gimana gue bingung mau apain nih ff lagi... jangan kecewa ne.. CH nya ancur,,, Bow!Diusahakan dapet penyelesaian masalah yang pas ne... doakan saya... amien..udah lanjut koq.. Gomawo Review-nya^^