Sumary :
2 orang insan yang memiliki takdir yang sama. Akankah Naruto sang Mahou dan Naruko sang Jinchuriki Kyuubi dapat mengalahkan kegelapan yang semakin mendekat. Duet 2 kekuatan antara Sihir dan Cakra.
Disclamer : Masashi Kishimoto
Genre : Adventure, Fantasy, Romance (kagak janji), serta sedikit ecchi, but no Hentai
Paring : Naruto x ... (Minta saran, soalnya banyak opsi)
.
.
Di Chapter sebelumnya.
"Namaku Fang, aku Yokai urutan 16. Sebutkan namamu bocah..." Naruto yang mengerti akan maksud dari hewan yang mengaku Fang di depannya juga langsung membungkukkan tubuhnya. Naruko sekarang yang bingung.
"Aku Naruto, Mahou ke-10... suatu kehormatan dapat bertarung melawanmu." Fang yang mendengarnya langsung tersenyum mendengar perkataan Naruto.
.
.
.
.
Naruto kini tengah dalam mode magnus untuk berhadapan dengan seekor Yokai berwujud Harimau. Harimau yang kita kenal bernama Fang langsung berlari ke arah naruto dengan kecepatan penuh, hingga ia berada di depan Naruto.
"White Fang" kuku milik Fang langsung memanjang hingga kira-kira 50 cm. Dengan sangat cepat ia mengayunkan kukunya ke arah Naruto. Tapi Naruto tak diam saja, dengan sigap Naruto melompat ke belakang menhindari serngan Fang.
"Yuki-nee... apa sudah bisa di gunakan?" Naruto bertanya kepada Grimoire yang berada di lehernya, sedangkan Fang yang mendengarnya bingung sendiri.
'Belum Naru-chan... sebentar lagi.' Naruto yang mendengarnya langsung memasang posisi siaga. Tapi belum sempat ia siap, Fang telah berada di depannya dengan kuku siap menebas dirinya.
Craattt ...
Darah segar keluar dari dada Naruto yang terkena tebasan telak, meskipun tak dalam tapi itu cukup membuat Naruto kesakitan.
"NARUTO-SAN !" Naruko berteriak melihat darah yang keluar dari dada Naruto. Ia ingin menolong Naruto, tapi dirinya tak bisa melakukan apa-apa. Dia mengutuk dirinya sendiri karna tak serius belajar di academy. Seandainya ia belajar lebih keras, pasti dia dapat melakukan sesuatu.
"Ayolah ... Cuma segini kah kekuatan seorang Mahou-sama?" Fang mulai mengejek Naruto karna berhasil melukai naruto sekali saja, ya hanya sekali. Naruto yang mendengarnya Cuma tersenyum.
"Fang ... aku kira kau bisa menghormati lawanmu. Tapi bahkan kau meremehkan lawanmu karna berhasil menyerang sekali saja.." Naruto menudukkan kepalanya, Fang menatap tajam ke arah Naruto.
"Aku kecewa." Naruto mendongakkan kepalanya ke arah Fang dengan muka kasihan. Fang geram, sangat geram malahan. Dia paling tak suka di kasihani oleh orang, bahkan jika itu adalah atasannya sendiri.
"Jangan pernah menunjukkan muka menjijikkan seperti itu." Fang lansung melesat ke arah Naruto, tapi tidak seperti tadi. Naruto dapat menghindarinya dengan sangat mudah. Fang juga tak tinggal diam, ia juga menambah kecepatannya hingga di kecepatan tertingginya.
Tapi seperti tadi serangannya tak mengenai seinci pun rambut milik Naruto, seperti serangannya sudah bisa di baca? Naruto tersenyum mendengar pikiran milik Fang.
Fang yang melihat senyuman milik naruto langsung mengambil jarak menyadari ada sesuatu yang salah dengan senyuman pemuda di depannya.
"Kenapa kau tersenyum Naruto?" Naruto menyeringai mendengar pertanyaan milik Fang.
"Apa kau sudah menyadari kalau semua seranganmu telah di baca." Fang membulatkan matanya, bagaimana pemuda di depannya bisa tahu apa yang di fikirkannya.
"Mungkin sebaiknya kau cari tahu sendiri." Sekali lagi Fang membulatkan matanya mendengar apa yang di katakan oleh Naruto, dia bisa membaca pikirannya lagi.
"Apa kau bisa membaca fikiranku?" Fang agak ragu dengan apa yang ia tanyakan, tapi dia sangat ingin tahu apa yang terjadi.
"Sudah ku bilang, cari tahu sendiri." Fang yang gerampun mulai melancarkan serangannya kembali. Dan seperti tadi serangannya sama sekali tak mengenai tubuh bocah di depannya ini. Hingga sebuah seringaian lebar terpampang jelas di wajah Naruto.
"Naruko-chan... segera ke belakangku dengan jarak yang lumayan jauh." Naruto memberikan intruksi ke arah Naruko. Awalnya Naruko menolak dengan alasan ingin berada di dekat Naruto. Tapi, setelah Naruto memberikan senyuman andalannya Naruko pun luluh dan mengikuti perintah Naruto.
Fang yang melihat naruto lengah pun langsung melesat ke arah Naruto dan cakarnya menembus Naruto dengan sukses. Tapi ia tak merasakan mengenai seseuatu? Alangkah terkejutnya ia saat melihat bagian yang ia tebas berubah menjadi cahaya. Fang langsung mengambil jarak kembali menyadari serangannya tak berfek pada bocah di depannya ini.
Naruto langsung menatap Fang dengan tatapan tajam.
"Apa kau sudah selesai? Kalau sudah aku yang maju ya." Dalam sekejap Naruto langsung menghilang dari penglihatan Fang dan belum sempat ia selesai dari keterkejutannya, Naruto sudah berada di depannya.
"Hiken." Kedua tangan Naruto langsung di balut oleh api merah membara, tanpa menunggu lama lagi Naruto memukulkan tinjunya ke arah Fang bertubi-tubi dengan kecepatan cahaya.
Fang yang sama sekali tak bisa menyamai kecepatan cahaya hanya pasrah menerima semua pukulan naruto, hingga tubuhnya terpental puluhan meter ke belakang sana. tidak puas dengan perbuatannya, Naruto langsung menghilang dan muncul kembali di belakang Fang dan memukulnya dengan keras. Naruto terus bergerak dengan kecepatan cahaya menyerang Fang.
Naruko yang melihatnya tak bisa berkata apa-apa, levelnya dengan naruto sangat berbeda jauh. Di hadapannya ia hanya melihat kilatan kuning dan percikan api yang terus menerus menyerang Harimau aneh tadi. Beberapa luka bakar dapat naruko lihat dari tubuh Harimau tersebut, muncul rasa iba di hati Naruko melihatnya.
Naruto terus menyerang Fang tanpa memberinya ampun. Tepat saat Fang berada di atas, Naruto juga melesat ke atas dan mendaratkan sebuah pukulan telak ke dada Fang.
Kraakkk...
Udara retak akibat pukulan Naruto, tak berselang lama tubuh Fang langsung menghantam tanah dengan kecepatan tinggi di susul dengan tanah yang bergetar akibat dari serangan Naruto. Tak berhenti di sana saja, tempat fang jatuh langsung membentuk kawah yang besar. Naruko yang sempat kehilangan keseimbangannya dan jatuh terduduk di tanah.
Naruko tak bisa berkata apa-apa. Tubuhnya gemetar melihat kekuatan yang di luar akal sehatnya ini. Tak ayal kekagetannya bertambah saat Naruto tiba-tiba berada di depannya dalam sekejap.
"Hei Naruko-chan.. kau tak apa-apa?" Naruto kini jongkok mensejajarkan tubunya dengan tubuh milik Naruko.
"A-aku tidak a-apa-apa." Naruto tersenyum mendengarnya, ia kira Naruko terluka akibat dari serangannya yang agak berutal tadi. Naruto kemudian berdiri, tangan kanan Naruto di ulurkan ke arah naruko.
Naruko teringat dengan kejadian beberapa waktu lalu saat hal sama terjadi lagi –salaman dikiranya-. Tanpa pikir panjang Naruko menerima uluran tangan Naruto.
"Tapi Naruto-san .. sebenarnya kau ini siapa?"
"aku akan jelaskan nanti, sekarang kita harus pergi. Ada orang yang di serang Yokai." Naruko sedikit bingung dengan apa yang di katakan oleh Naruto.
"Orang di serang?"
"Ya.. yang lain memakai topeng, tapi ada seseorang dengan model rambut kuncir nanas dengan luka horisontal di mukanya."
"Hmm... rambut kuncir nanas dengan luka Horizontal..." Naruko memasang pose berfikir mendengar ciri-ciri yang di katakan oleh Naruto. Yang punya ciri-ciri tersebut adalah Shikamaru dan Iru..
"Naruto-san ... cepat kesana." Naruto yang merasakan aura negatif yang besar tapi kecil dari Naruko langsung berubah menjadi cahaya beserta dengan Naruko yang masih menggandeng tangannya.
Dengan cepat mereka melesat melewati hutan hingga sampailah pada tempat tujuannya. Yakni tempat dimana kelompok Iruka sedang di serang oleh para mahkluk aneh. Naruto dan Naruko mendarat di sebuah dahan pohon yang besar, Sampai disana mereka kaget dengan apa yang di lihatnya, ada puluhan Yokai mengepung kelompok Iruka.
Dari tempat mereka berdiri, mereka juga melihat ada seorang Anbu yang terluka cukup serius.
"IRUKA-SENSEI... !" tanpa pikir panjang lagi Naruko langsung berterik ke arah orang yang telah menjadi gurunya selama 3 tahun ini dan itu sekses menarik perhatian dari orang yang di maksud beserta yang lainnya.
Iruka yang melihat Naruko baik-baik saja merasa lega, tapi siapa pemuda yang menggandengnya itu. Di lihat dari wajah pemuda tersebut, sepertinya dia orang baik. Meskipun penampilannya agak mencolok.
Bleeetttaakkkk !
Sebuah jitakan hangat mendarat di kepala Naruko, mau tak mau Naruko mengerang kesakitan karna jitakan yang sangat keras barusan. Iruka yang melihatnya langsung merubah pikirannya tentang pemuda tersebut dari baik ke jahat.
"Apa yang kau lakukan DOBE!?" Iruka berteriak ke arah Naruto. Tetapi yang di dapat malah berbeda jauh...
"Apa yang kau lakukan Baka Naruko.. kau membuat mereka semua mengetahui keberadaan kita !" Naruko hanya memalingkan wajahnya, tak ingin melihat pemuda yang barusan menjitak kepalanya.
"Apa boleh buat... ini sudah tugasku." Naruto dan Naruko dalam sekejap hilang dalam pandangan semua orang dan muncul di depan Iruka. Para Anbu dan iruka yang melihatnya terkejut bukan main, bagaimana mereka bisa muncul tiba-tiba di hadapannya.
"Namamu Iruka kan?" Naruto bertanya pada Iruka yang ada di depannya dan di balas dengan Anggukan dari sang empu.
"Lindungi Naruko-chan... aku akan melawan mereka." Tanpa menunggu jawaban dari Iruka. Naruto langsung berbalik menuju para Yokai yang telah menatapnya dengan tatapan membunuh. Bentuk para Yokai ini sangat beragam ada yang seperti hewan, tumbuhan, bahkan hybrid.
Naruto mengenggam Grimoire yang ada di lehernya dengan tangan kanan. Enhtah bagaimana Grimoire yang tadinya terpasang di leher Naruto telah berpindah ke lengan kanannya. Naruto mengenggam Grimoire dengan kedua tangannya dan memejamkan kedua bola mata miliknya.
"Tolong Yuki-nee... Realitation." Perlahan cahaya kuning mulai menyinari Grimoire dan saat cahaya tersebut menghilang, grimoire telah menjadi dual pistol di tangan kanan dan kiri Naruto. Naruto memejamkan kedua matanya.
"Baiklah, jumlah 50. Posisi di kunci." Naruto membuka matanya dan mulai melesatkan tembakan ke arah para Yokai.
Dor ! Dor ! Dor ! Dor ! Dor ! Dor !
Tembakan miliki Naruto mengenai Yokai satu persatu, dan saat peluru tersebut mengenai target. Sang target langsung menjadi debu dan menghilang, Iruka yang melihatnya cukup kagum. Pasalnya dari tadi mereka menyerang sama sekali tak berefek banyak.
Para Yokai yang mendapat serangan juga tak tinggal diam, mereka mulai menyerang Naruto dengan jarak dekat. Tapi seperti pertarungan melawan Fang, Naruto dapat menghindari setiap serangan dan balik menyerang mereka. Sedikit demi sedikit jumlah Yokai yang menyerang team Iruka mulai berkurang hingga ½ nya.
"Harutobi" perlahan muncul banyak api kecil berwarna putih kehijauan yang mengapung mengelilingi Naruto dan para Yokai. Cahaya kecil yang mengelilingi mereka di tengah lebatnya hutan layaknya segerombolan kunang-kunang yang berterbangan.
"Hidaruma" setelah naruto mengucapkannya, seluruh api kecil tersebut langsung menyerang seluruh Yokai. Yokai yang terkena api milik naruto langsung di lahap oleh api hingga menjadi abu.
Jumlah Yokai yang mengepung mereka semua sudah turun secara drastis. Kedua dual pistol yang di genggam oleh Naruto berubah kembali menjadi Grimoire kembali.
Naruto langsung memasang kuda-kuda ke arah segerombolan Yokai yang datang ke arahnya. Para Yokai tadi terus mendekat tetapi Naruto sama sekali tidak bergerak dari tempatnya. Naruko yang melihatnya berusaha memperingati Naruto.
Hingga para Yokai tadi sudah berada beberapa meter di depan Naruto. Naruto langsung memukul udara di depannya dengan tangan kanannya.
Kraakkkk... !
Udara yang di pukul oleh Naruto langsung retak hingga beberapa cm. Tak berselang lama muncul gemuruh di depan naruto di susul dengan hancurnya seluruh Yokai yang tadi hendak menyerangnya beserta area di sekitarnya. Tak berhenti sampai di sana saja, team Iruka beserta Naruko merasakan getaran yang kuat di tanah mereka berpijak.
Setelah getaran yang lumayan besar tadi berhenti, mereka di paksa kagum lagi dengan hasil serangan dari pemuda di depannya. Di depan mereka hutan yang lebat dengan sedikit cahaya yang masuk ke dalalam kini berubah menjadi sebuah tanah lapang yang luas.
Setelah mereka sadar dari kekagumannya, mereka mulai fokus dengan pemuda di hadapannya yang telah membuat sebuah tanah lapang di depan sana.
"Siapa kau?" Tanya Iruka.
"Aku temannya Naruko-chan." Bersamaan dengan itu, tubuh Naruto di sinari oleh cahaya kuning dan menyusut menjadi sosok seorang bocah berumur 10 tahun, dengan rambut kuning jabrik, kulitnya putih bersih, matanya berwarna biru langit, dan cengiran lima jari andalannya yang tak pernah lepas dari wajahnya.
Tujuh Anbu yang mengira kekuatan Naruto sudah tak ada dalam bentuk anak kecil langsung melesat ke arah Naruto mencoba menangkapnya. Naruto yang tak siap dengan terpaksa tertangkap oleh Anbu.
"Apa yang kalian lakukan? Dia telah menyelamatkan nyawa kita !" Naruko berteriak mencoba membebaskan Naruto dari jeratan para anbu.
"Ma'af Naruko. Sudah perintah Hokage untuk mengamankan siapapun yang terlihat mencurigakan. Ya'kan Iruka-san?" Iruka yang mendengar pernyataan dari Anbu bertopeng kucing hanya menganggukkan kepalanya.
Bagi mereka semua –terkecuali Naruko- Naruto di anggap sangat berbahaya terutama setelah apa yang di lakukannya barusan.
"Gomen minna. Ini maksudnya apa ya? Kok pake di tangkap segala?" Naruto yang berada sebagai korban Cuma heran melihat tingkah orang-orang yang memakai topeng ini.
"Kau akan di bawa ke Hokage." Naruto yang mendengarnya Cuma memasang wajah pasrah dengan kebodohan para Anbu ini.
"Huufftt... ma'af orang bertopeng-san.. tanpa di jerat begini pun aku bisa jalan." Naruto mencoba membuat Anbu yang di belakangnya melepaskan tali yang mengikat pergelangannya, tapi seperti tak ada respon dari orang yang bersangkutan.
"Tapi tak usah dengan di ikat segala kan? Kalian membuatnya seperti seorang tahanan !" Naruko tak tinggal diam, dia sangat keberatan dengan tindakan dari para Anbu di depannya ini.
"Betul Naruko-chan."
"Ya kan. Naruto saja setuju !?"
"Eh?" Naruko melihat di sampingnya Naruto kini tengah duduk dengan mata terpejam.
"Ada apa Naruko-chan?" Naruko memandang ke arah para Anbu dan tak mendapati Naruto. Tali yang mengikatnya juga berserakan di tanah.
"Lho bagaimana kau bisa ada disini?" tanya Naruko.
"Ya jelas bisa lah, jaraknya aja Cuma 10 meter." Jawab Naruto.
Para anbu yang menangkap Naruto langsung mengecek bocah yang ada di belakangnya dan ternyata tak ada. Bagaimana dia bisa lepas dengan mudah? Bukankah talinya telah di aliri cakra?
Tak mau membuang waktunya, Anbu tadi langsung berlari ke arah Naruto dan mencoba menangkapnya untuk yang kedua kalinya. Tapi saat anbu tadi menyentuh Naruto, tubuhnya berubah menjadi cahaya.
"Sudah ku bilang orang bertopeng-san. Aku bisa jalan sendiri dan sebaiknya kalian khawatirkan teman kalin yang sedang terluka."
Tanpa membuang waktu Naruto langsung menggandeng Naruko pergi meninggalkan Iruka beserta para anbu yang masih belum percaya.
.
.
.
Naruto dan Naruko terus berlari ke desa meninggalkan hutan tempat kejadian tadi berlangsung. Hingga mereka memasuki jalan desa yang di penuhi oleh banyak orang.
"Hei Naruto-kun... kenapa lari-lari, memangnya kita mau kemana?" tiba-tiba langkah Naruto terhenti dan memandang ke arah Naruko.
"Aku juga tak tahu, aku kan masih baru disini." Jawab Naruto dengan wajah tanpa dosa. Naruko lalu memasang pose berfikir, Naruto yang melihatnya muali gemas dengan expresi Naruko.
Brrttt...
"WAAAAAAAAA !" tiba-tiba Naruto berteriak merasakan sengatan listrik dari Grimoire miliknya. Tak ayal hal tersebut mengundang perhatian dari para penduduk yang ada di sekitar mereka termasuk Naruko.
"Naruto-kun ada apa?" Naruko yang paling jelas mendengar teriakan Naruto langsung mengkhawatirkan keadaan Naruto.
"Hehehehe .. tadi ada tikus lewat, mangkanya aku teriak." Naruko menaikkan alisnya mendengar alasan Naruto.
'Duh.. Yuki-nee pasti sedang marah besar sekarang.' Batin Naruto.
"Naruto-kun .. lebih baik kita ke jii-san saja yuk. Minta tempat tinggal buatmu." Usul dari Naruko.
"Eh? Memangnya bisa minta tempat tinggal dengan jii-sanmu?"
"Tentu saja, jii-san itu orang baik." Naruko nyengir membanggakan Jii-san -Hiruzen- yang menurutnya baik, karna telah memberikan tempat tinggal untuknya meskipun tak terlalu besar.
"Baiklah.. ayo kesana !" dengan cepat mereka menuju ke mansion Hokage.
Di perjalanan Naruto mulai menyadari pandangan tak suka yang di arahkan ke Naruko, seperti yang di ceritakan Naruko. Kadang juga mereka berbisik-bisik dengan suara keras yang sengaja untuk menghina Naruko. Naruto lama-lama jengkel juga mendengarnya.
Hingga sampailah mereka di tempat tujuan yakni Mansion Hokage. Naruko berjalan di depan sementara naruto mengikutinya di belakang.
Tok Tok Tok...
"Masuk." Terdengar suara bariton yang khas serta dewasa dari dalam ruangan mempersilahkan Naruko dan Naruto masuk ke dalam.
Di dalam mereka melihat Iruka dan beberapa Anbu. Di depan mereka semua berdiri seorang lelaki tua yang memakai jubah kebesaran dari Hokage.
"Yo.. Iruka-san, ketemu lagi." Sapa Naruto dengan senyuman hangat terpatri di wajahnya.
"Ya, hmmmm..." Iruka memasang pose berfikir sambil melihat pemuda di depannya.
"Ah. Aku belum memperkenalkan diriku. Namaku Rikudou D. Naruto, jangan tanya tentang marga dan maksud dari D. Itu nama pemberian ayahku." Ucap Naruto, Iruka hanya manggut-manggut.
"Baik, trimakasih untuk bantuannya tadi Naruto-san."
"Hehehe ... bukan apa-apa kok Iruka-san. Lagi pula itu memang tugasku." Terang naruto sambil memamerkan cengiran lima jari andalannya.
"Ehem.. " sebuah deheman keras membangunkan mereka dari acara perkenalan singkat barusan dan menatap kakek-kakek yang berada di depan mereka semua.
"Ma'af Hokage-sama. Saya akan keluar." Iruka pamit diri meninggalkan ruangan milik Hokage tersebut. Hokage yang melihat para Anbu tak ikut keluar langsung memberikan deatglare andalannya agar mereka keluar dan itu berhasil.
Tinggallah Hanya Double naru dan sang Hokage sendiri. Naruko yang memberi usul ini pun langsung menatap lurus ke kakek-kakek di depannya.
"Jii-san ... bisa minta ban-" Hiruzen menyerahkan sepasang kunci ke Naruko.
"tuan..." Naruko menerima kunci tersebut. Beberapa kali ia memandang Naruto dan Hiruzen bergantian.
"Nani? Kok Ji-san bisa tahu?" Naruko memandang takjub kepada lelaku tua di depannya.
"Aku ini Hokage Naruko. Kalau hanya segitu saja bukan apa-apa ... hahahaha." Hiruzen tertawa membanggakan dirinya.
"Ya sudah, Naruto-kun terima ini." Kemudian Naruto menerima kunci tersebut dari Naruko. Setelah niat mereka telah di capai, mereka berniat keluar dari ruangan tersebut kalau sang Hokage tak menghalangi.
"Tunggu. Aku ingin bicara dengan Naruto secara 4 mata."ucap sang Hokage kepada 2 insan di depannya ini. Naruko kemudian memangdang Naruto dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Tenang saja, kau cari saja seperti apa tempat tinggal baruku. Nanti aku menyusul." Ucap Naruto sambil menyunggingkan senyuman hangat ke arah Naruko. Mau tak mau Naruko mengikuti perintah naruto dengan sebuah semburat merah di wajahnya.
"B-baik.. tapi j-jangan l-lama-lama."
"Siap !" ucap lantang Naruto sambil mengacungkan jempolnya.
Setelah Naruko meninggalkan ruangan tersebut. Naruto lalu memandang ke arah Hokage yang tengah memasang wajah sweadrop.
'Seperti suami istri.' Batin Hiruzen.
"Spertinya kau akrab dengan Naruko, Naruto." Ucap Hiruzen, Naruto hanya menyunggingkan senyuman hangat.
"Hehehe... kami hanya teman." Hiruzen yang mendengarnya tersenyum
"Baik. Ada apa Hokage-sama?" Naruto bertanya terlebih dahulu.
"Siapa sebenarnya kau? Dan apa maksudmu membunuh para mahkluk aneh itu adalah tugasmu?" Hiruzen menanyakan pertanyaan bertubi-tubi ke naruto.
"Aku adalah seorang penyihir, bisa di katakan begitu. Tugasku adalah membunuh Yokai yang kalian sebut makhluk aneh." Terang Naruto singkat jelas padat.
"Apa itu penyihir dan para Yokai?"
"Penyihir adalah orang yang memiliki kemampuan meneliti Tema yang ia punya, mereka juga memiliki kemampuan yang dapat menyimpang dari hukum dunia ini. Sedangkan Yokai adalah sebutan untuk para budak iblis, Yokai di bagi menjadi 3 tingkatan yakni Low, Medium, High. Low adalah tungkat terbawah yang tidak memiliki kemampuan tinggi tapi cukup kuat di banding manusia biasa. Medium adalah tingkatan Yokai menengah, darisini hanya beberapa Yokai saja yang di masukan ke golongan ini seperti peringkat ke 20-6, mereka memiliki kemampuan khusus yang di akui oleh Iblis. Yang terakhir yakni High, tidak sembarang Yokai yang bisa masuk ke predikat ini. Hanya Yokai dengan kemampuan tinggi yang dapat masuk tingkat ini, mereka berada di Rank 5-1." Naruto menjelaskan panjang lebar, sedangkan Hokage yang ada di depannya ini Cuma manggut-manggut tanda mengerti.
"Baik, aku paham. Tapi apa maksud dari iblis?"
"Iblis adalah tingkatan yang terburuk, jiwa yang sudah di kutuk oleh kami-sama dan di larang turun ke bumi. Setiap iblis mewakili 7 dosa kematian yakni Lucifer melambangkan Pride (Suberia), Mammon melambangkan Greed, Asmodeus melambangkan Lust, Leviathan melambangkan Envy, Beelzebub melambangkan Gluttony, Belphegor melambangkan Sloth, dan yang memimpin semua iblis sekaligus sang raja iblis sang Satan yang mewakili Wrath." Naruto menyelesaikan keterangannya dan melihat Hiruzen mamasang wajah tak percaya.
"Aku tahu ini memang sulit di percaya, tapi iblis akan turun suatu saat nanti." Ucap naruto dengan memasang wajah serius.
Hokage yang mendengarnya memang sulit percaya dengan apa yang di katakan oleh anak di depannya ini. Bagaimana mungkin iblis akan bangkit kembali? Bukannya selama ini iblis tak pernah ada, sulit untuk mempercayai semua ini kecuali jika ada bukti konkret.
Dan bukti itu telah ada di depan matanya, anak berumur 10 tahun yang memiliki kekuatan yang hebat. Hirusen kemduain duduk kembali di bangku tempat ia biasa bekerja.
"Naruto-san.. jika yang kau katakan benar, maka besok datanglah ke sini lagi. Kita akan membahasnya dengan para tetua desa. Sekarang kau boleh pergi." Ucap Hokage mempersilahkan Naruto meninggalkan ruangan miliknya.
.
.
.
Naruto berjalan menyusuri setiap sudut jalan mencari tempat apartemannya berada, hingga sampailah ia di jalan yang bersebelahan dengan sebuah danau. Di danau tersebut ia melihat seorang bocah dengan model pantat ayam sedang duduk merenung di ujung papan kayu.
Iseng Naruto langsung muncul, dengan segera dia mengendap-endap di belakang bocah tersebut. Hingga tinggal beberapa jarak sebelum bocah tersebut berniat melompat ke dalam air.
"Dasar Aniki-baka !" umpat bocah tersebut yang tengah melompat ke dalam danau. Naruto yang melihatnya langsung kehilangan niat isengnya.
Greebb...
Dengan cepat Naruto memegang baju anak tersebut sebelum masuk ke dalam danau dan melemparkannya ke belakang sejauh mungkin dari air.
Bug...
"duh.. Ittai ..."
"Apa yang kau lakukan baka? Jika kau tenggelam dan mati bagaimana?" Naruto langsung berteriak ke arah bocah ayan tersebut.
"Aku tak akan tenggelam dan yang menyebabkan aku mati justru kau."
"Apa katamu? Aku ini menyelamatkanmu."
"Kau lebih baik mana? Melompat jatuh ke air atau di lempar jatuh ke tanah?" Naruto memikirkan kata-kata anak tersebut, dan nyengir beberapa saat kemudian.
"Hahaha.. ma'af, aku kira kau mau bunuh diri." Ucap Naruto seraya melambaikan tangannya ke kanan dan kiri.
"jadi kenapa kau ingin masuk ke dalam air?" tanya Naruto seraya mendekati bocah tersebut.
"Bukan urusanmu." Ucap anak tersebut.
"Jika kau punya masalah. jangan pernah percaya dengan matamu atau pendengaranmu, tapi dengan hatimu. Karna mata atau telinga kadang bisa berbohong, tapi tidak dengan hatimu." Ucap Naruto dengan berjalan melewati anak tersebut.
Bocah berambut model pantat ayam langsung membulatkan matanya setelah mendengar ucapan dari anak berambut kuning tadi.
Naruto akhirnya sampai di sebuah apartemen yang tak telalu besar, tapi tergolong cukup nyaman apalagi dengan lingkungan yang masih asri di sekitarnya. Banyak pohon-pohon yang mengelilinginya menambah kesan hijau tempat tersebut. Bukan hanya itu, jika melihat lebih jauh lagi maka kau dapat melihat sebuah danau yang indah apalagi dengan pantulan dari langit biru yang menambah kesan indah pada danau tersebut.
"Lihat Grimoire, tempat ini tak terlalu buruk." Ucap Naruto sambil menggoyangkan Grimoire miliknya.
"Hei... Naru-chan, jangan ganggu tidurku. Memang ada apa sih?" Naruto memutar matanya bosan.
"Lihat tempat ini."
"Tidak buruk juga, nanti kita bisa mandi sama-sama di danau itu."
"Tidak akan !"
Tak mau menunggu lama lagi, Naruto segera naik ke apartemen baru miliknya. Di sana ia menemukan Naruko yang tengah membersihkan ruangan tersebut.
"Tadaima."
"Okaeri."
"Kau lama Naruto-kun." Ucap Naruko sambil mengembungkan pipinya, dan itu malah membuatnya bertambah manis (Menurut author ya.)
"Ma'af.. tadi aku tersesat."
"Ya sudah, kita makan saja. Makan malam sudah siap." Naruto lansung masuk mendengar kalimat milik Naruko yakni Makan.
.
.
.
.
To Be Continued.
Reader yang baik adalah yang meninggalkanlah jejak dengan memberi komentar di kolom review. Mau nanya-nanya juga boleh.
Thank's for reading and... see you next chapter. (^_^)
