Sebelumnya di Alien Sucks!
Aku hanya makan berdua dengan Chanyeol. Kris Wu duduk di meja yang tidak jauh dari kami. Aku mengancamnya akan melemparnya dengan garpu kalau dia berani mendekatiku dalam radius kurang dari lima meter. Aku harus menata ulang suasana hatiku yang hancur akibat ulah bocah sial itu. Kris Wu, terimakasih. Kau boleh pulang ke neraka sekarang, para iblis sudah menunggumu.
"Hei, Zi Tao…"
"Hm?"
"Ada apa dengan Kris Wu?"
"Dia menyebalkan! Lebih baik aku tidak berdekatan dengannya"
"Kalian ini sering sekali bertengkar. Sejak pertama kali kalian masuk, tak pernah sekalipun kalian akur"
"Kalau aku dan Kris Wu akur, matahari pasti sudah terbit dari barat"
"Ah, kau ini ada-ada saja…Jangan-jangan, Kris Wu suka padamu?"
UHUK! Aku tersedak. Kris Wu suka padaku? Itu tidak mungkin! Chanyeol terlalu banyak makan es krim coklat hingga otaknya ikut membeku.
"Park Chanyeol, berhentilah melucu. Itu menakutkan"
Alien Sucks!
.
Disclaimer : EXO milik orang tuanya, SMEntertainment, dan EXOstand tapi fanfict ini asli 100% punya saya :D
.
Rated : T
.
School of Life
.
Romance/Friendship
.
TAORIS slight Baekyeol
.
Happy Reading! :D
Chapter 2
Pagi hari yang cerah, suara merdu burung gereja semakin memeriahkan kecerahan sinar mentari di hari yang baru ini. Awan-awan menggantung lembut bak permen kapas yang manis. Suara tawa para murid yang sedang bergosip dan juga wajah si kutu buku yang mengkerut karena terlalu serius mengerjakan soal menandakan bahwa hari ini semua sedang berada dalam suasana hati yang bagus.
Tapi mungkin ada pengecualian untuk yang satu ini.
Kris Wu menatapku dengan wajah kesal. Sejak tadi dia membanting bukunya dengan keras atau menendang kasar mejanya. Mungkin dia ingin aku mendengar rasa kesalnya karena kemarin aku mengucilkannya dan akan melemparnya dengan garpu kalau sampai dia mendekatiku. Tapi aku tidak peduli. Hidupku terasa lebih tenang kalau aku tidak berdekatan dengan mahkluk galaxy macam Kris Wu. Teruslah seperti ini.
Aku asik mengobrol dengan Chanyeol. Film komedi yang tadi malam di putar di tv benar-benar mengocok perut. Aku dan Chanyeol tertawa terbahak-bahak hingga menangis saking lucunya. Diceritakan kembalipun masih tetap lucu.
Ctuk!
"Aw!"
Penghapus?
Kris Wu!
"Hei, apa yang kau lakukan?" hardikku.
"Tidak ada. Aku anya duduk diam disini"
"Benarkah? Lalu kenapa penghapus ini bisa mengenai kepalaku tadi?"
"Mana aku tahu, mungkin penghapus itu melompat lalu tak sengaja mengenai kepalamu"
Astaga! Astaga! Astaga! Orang ini!
"Hei, Kris Wu! Kau terlalu banyak berkhayal sehingga kau lupa bagaimana caranya berfikir! Mana ada penghapus yang bisa melompat, idiot"
"Buktinya tadi ada" katanya tak mau kalah.
"Itu karena kau kau melemparnya, bodoh!"
"Apa kau punya bukti?"
"Tidak. Tapi aku yakin pelakunya pasti kau! Hanya kau satu-satunya di kelas ini yang suka sekali menggangguku"
"Percaya diri sekali kau, wkwk"
Demi Tuhan! Tolong sambar saja alien gila ini dengan petir! Dia sungguh menyebalkan!
"Kau yang kurang kerjaan!"
Aku mendiamkan Kris Wu selama hampir tiga jam pelajaran. Hari baikku rusak sudah dengan argumen yang tidak jelas tadi pagi. Dan bodohnya, aku meladeni perdebatan yang tidak ada gunanya itu. Huang Zi Tao, bodoh.
"Hei, Zi Tao" panggil Kris Wu.
No respon.
"Zi Tao…" Dia mulai menjawil-jawil lenganku dengan pencilnya.
No respon.
"Zi Tao!"
"Apa maumu, sial?!"
"Aku bosan…"
"Aku tidak peduli!"
"Ayo main!"
"Ti-"
Hei! Hei! Lepaskan aku! Bocah tengik ini menarik tanganku keluar dari kelas. Seenaknya saja!
"Hei, Park Chanyeol! Ijinkan pada Kim seonsaengnim murid Huang Zi Tao sakit"
Kau yang sakit, dasar gurita! Chanyeol jangan mengangguk! Selamatkan aku! Lihat, sahabat imutmu ini dengan terang-terangan sedang diculik oleh alien!
"Eo, baiklah" jawab Chanyeol.
Hei, Park Chanyeol! Demi apapun, tidak akan ada es krim coklat jumbo untukmu!
Aku ditarik oleh si tempurung kelapa sampai ke tempat parkir. Dia menaiki motor besar yang terparkir disana.
"Pakai ini" Kris Wu memberikan helm bergambar panda padaku.
"Naik, pegangan yang erat"
Kris Wu brengsek! Tidak waras! Stress! Bocah itu mengendarai motornya dengan kecepatan gila. Apakah ini caranya dia ingin membalasku? Dengan membuatku mati terkena serangan jantung atau kecelakaan lalu lintas. Maafkan aku Kris Wu tapi tolong biarkan aku hidup….
Aku memeluk pinggang Kris Wu erat. Dalam hati aku berdoa semoga aku baik-baik saja.
.
.
.
.
"WAAAA~~!" teriakku bersemangat begitu aku dan Kris Wu sampai di pantai. Melihat hamparan laut yang luas membuat kekesalanku pada Kris Wu menghilang. Mengingata aku hanya duduk di depan computer sepanjang liburan, aku sudah bertelanjang kaki berlarian bermain di pinggir pantai. Lembutnya pasir yang bergesekkan dengan telapak kakiku dan sentuhan basah air laut rasanya sangat menyenangkan. Sejenak aku lupa dengan keberadaannya.
Kris Wu bersandar pada sepeda motornya sembari menatapku dengan tatapan aneh. Perlahan tapi pasti. Kris Wu berdiri meninggalkan sepeda motornya lalu berjalan mendekat ke arahku.
"Hei, Brokoli!" panggilnya.
"Apa!" sahutku ketus. Mendengarnya memanggilku brokoli membuat kepalaku panas. Awas saja kalau ia samapai menghancurkan mood bagusku. Akan ku lempar ia ke laut!
"Kau tidak pernah ke laut ya?"
Aku mengernyit.
"Tingkahmu seperti panda gunung saja"
Aku menghembuskan nafasku sebal. Anak ini mulai menginterupsi hari baikku dengan ejekkan konyol dan tidak bermutu itu. Langsung saja kutarik tangannya lalu kudorong dia ke laut.
"Aish! Brokoli!" aku berlari secepat kilat begitu Kris Wu meneriakkan kata brokoli. Tapi secepat apapun aku berlari, Kris Wu tetap bisa mengejarku. Buktinya saja ia sudah memegang lenganku. Dengan seringai menyebalkan miliknya ia langsung mendorong tubuhku ke dalam air.
"Kris Wu!"
Belum sempat Kris Wu melarikan diri, aku sudah lebih dulu menarik celananya. Dengan cekatan aku juga menariknya masuk ke dalam air. Pada akhirnya aku dan Kris Wu bermain akir seperti anak TK. Selama itu, aku benar-benar lupa kalau orang di depanku ini adalah orang yang sering sekali mengangguku. Tapi entah kenapa bermain bersamanya hari ini terasa sangat menyenangkan.
.
.
.
.
Matahari sudah tenggelam beberapa menit yang lalu. Aku dan Kris Wu sama-sama dalam keadaan basah kuyub duduk di sebuah kedai sambil makan ramyun.
Aduh, aku lupa! Hari ini aku harus mengambil laundry, eomma pasti akan langsung memarahiku begitu aku sampai di rumah. Ditambah lagi dengan bajuku yang basah kuyub seperti ini. Haha, mimpi buruk.
"Hei, bisakah kita mampir ke mini market sebentar?"
"Ha? Untuk apa?"
"Bajuku basah kuyub dan jujur saja aku kedinginan" kataku.
"Tsk, kau merepotkan"
Ha? Apa? Bisa-bisanya dia menngataiku merepotkan setelah ia menculikku seharian. Dasar alien sial! Kris Wu menepikan motornya. Tangan kanannya mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"Pakai ini" kata Kris Wu sambil melemparkan jaket berwarna abu-abu padaku. "Tutupi seragam basahmu dengan itu" kata Kris Wu yang kemudian kembali melajukan motornya.
.
.
.
.
Motor Kris Wu berhenti tepat di depan rumahku. Aku melepas helm imut itu lalu kuberikan pada Kris Wu.
"Pulang sana!" kataku ketus.
"Kau mengusirku?" tanyanya.
"Iya. Sudah sana pulang!" kataku sambil mendorong-dorong tubuh Kris Wu. Tapi sialnya, dia sama sekali tidak beranjak dari tempatnya berdiri.
"Iiiih…sana pulang!"
"Kalau aku tidak mau bagaimana?"
"Harus mau!" kataku yang masih terus menarik-narik bocah tiang listrik itu untuk cepat-cepat pergi dari rumahku.
"Huang Zi Tao!"
Suara eomma.
"Kau kemana saja seharian hingga kau lupa mengambil laundry, kau tahu kan kalau baju pesta eomma ada di sana! Dan satu lagi kau bahkan tidak member kabar kalau kau akan pulang terlambat, Huang Zi Tao" Seorang pria cantik berusia kira-kira tiga puluh lima tahun bernama Huang Heechul berdiri di ambang pintu sambil menatapku kesal. Sendok sayur yang dipegangnya seakan-akan bisa melesat ke kepalaku kapan saja.
"Ya eomma, maafkan aku…"
"Halo, bibi…" Kris Wu membungkukkan badannya. Baru kali ini aku melihatnya begitu sopan.
Ibuku yang tadi marah-marah entah kenapa menjadi salah tingkah begitu melihat Kris Wu.
"Oh, halo…"
"Maafkan saya, bibi. Saya tadi yang mengajak Zi Tao bermain hingga lupa waktu jadi kalau bibi memarahi Zi Tao, marahi saya juga karena saya yang membuat Zi Tao lupa mengambil laundry dan pulang terlambat"
"Ah, tidak apa-apa kok. Lagipula suamiku sudah mengambilnya hohoho~" Aku menatap eomma bingung.
Apa yang aku lewatkan?
Kenapa eomma tiba-tiba melembut begini?
Biasanya, kalau aku pulang terlambat tanpa memberi kabar, eomma akan langsung memarahiku hingga waktu makan malam tiba. Tapi ini…
"Zi Tao-ya, dia temanmu?" tanya Eomma.
"Bukan"
"Aku pacar Zi Tao, bibi"
Aku mendelik kaget. Pacar? Sejak kapan? Aish…iblis peghuni galaxy ini benar-benar sudah membuang otaknya ke tong sampah!
"Wah, benarkah? Ku kira putraku ini tidak akan pernah memiliki seorang pacar hohoho~"
"Eomma!"
"Kau beruntung sekali, Zi Tao-ya punya pacar setampan ini. Oh ya, siapa namamu?"
"Kr-"
"Alien idiot"
Buk!
"Aw! Eomma, kenapa memukulku?"
"Sopanlah sedikit pada pacarmu, Zi Tao-ya! Siapa namamu?"
"Kris Wu"
"Aiiih…nama yang bagus. Ah, ayo masuk Kris Wu, tak baik kita berbicara di luar. Lagipula di luar juga dingin" kata Eomma
"Iya, bibi" kata Kris Wu yang lalu mengikuti eomma masuk ke dalam rumah.
Aku menghambuskan nafasku pelan. Terperangkap dalam situasi yang menggelikan seperti ini sangatlah tidak nyaman. Melihat kami duduk melingkar memandang Kris Wu seolah-seolah dia adalah seorang putra bangsawan. Aku berharap situasi mengerikan ini segera berakhir karena aku tidak betah melihat wajah alien itu lebih lama lagi.
Jam dinding rumahku menunjukka pukul sepuluh malam. Aku mengantar Kris Wu sampai ke pintu gerbang rumahku. Kalau saja aku tak beralasan Ibu Kris Wu mengkhawatirkanya, eomma pasti sudah menawarinya untuk menginap. Dan tentu saja itu adalah bencana. Alien itu secara perlahan mulai menginvasi keluargaku!
"Kaluargamu lucu" kata Kris Wu
"Ha? Apa?"
"Keluargamu lucu, Zi Tao"
"Lucu? Mungkin lebih cocok dibilang memalukan" kataku.
"Tidak. Mereka menyenangkan setidaknya aku tahu dari mana sifat cerobohmu berasal"
"Kau cari mati, huh? Cepat pulang sana!"
"Kau mengusirku?"
"Iya"
"Berikan ponselmu" kata Kris Wu
Aku menatap Kris Wu bingung "Untuk apa?"
"Sudah berikan saja" Kris Wu mengambil paksa ponsel putih dari tanganku. Sebentar kemudian ia mengetikkan sesuatu di dalam ponselku lalu melemparkannya pada tanpa belas kasihan. Untung saja, aku berhasil menangkapnya. Kalau tidak, akan kubunuh monster tiang listrik itu.
"Aku sudah memasukkan nomor ponselku di sana. Telepon aku kalau ada apa-apa"
"Apakah itu harus?"
"Tentu saja, kau sekarang adalah kekasihku Zi Tao"
"Itu hanya keputusan sepihak, Tuan Kris Wu"
"Tidak, jika nantinya kau jatuh hati padaku"
"Dalam mimpimu"
"Aku memimpikannya setiap hari hingga membuatku ingin merubahnya menjadi kenyataan"
"Kalau begitu berusahalah. Hati-hati di jalan, Tuan Kris Wu"
To Be Continued
Kim's Corner:
Kyaaaaaa~~ Chapter 2 Update! XD Tapi mianhae chapternya agak pendek dari chapter kemarin u,u. Untuk chapter ke depannya Kim usahain bisa lebih panjang :D dan makasi banget buat yang udah review chapter 1 XD Review anda adalah semangat saya untuk lanjut mengetik hahaha XD Buat yang udah review sama minta lanjut, TADA! ini dia hohoho~~ review lagi yayayaya? *puppy eyes* yang lainnya jangan jadi Silent Reader dong huhu T.T
akhir kata...Review?
