RAIFU

Chapie 2

#TENG TENG TENG TENG#

Alunan nada dari bel sekolah sebuah sekolah bertaraf internasional untuk tingkat menengah atas berbunyi dengan merdu. Beberapa siswa maupun siswi yang masih ada diarea luar sekolah saling berlomba untuk mencapai gerbang sekolah. Bagaikan perlombaan marathon, mereka saling beradu untuk menjadi pemenang. Tapi ada juga siswa/siswi yang masih dengan santainya berjalan walau gerbang sekolah sudah hampir tertutup.

Sesosok siluet pemuda jabrik bersurai cokelat dengan tanda segitiga merah berada dipipi kanan dan kiri kini tengah tertawa riang karena berhasil masuk kedalam area sekolah dengan selamat dan menjadi satu-satunya siswa yang berhasil masuk dengan kelebaran gerbang yang tinggal 30 cm alias hampir tertutup tapi masih bisa masuk hanya dengan kelebaran gerbang tinggal 30 cm.

"kau berhasil?," tanya shikamaru yang kini duduk dengan santai dibangkunya sambil sesekali menguap.

'tentu saja. Aku gituloh," ucapnya bangga.

" hah, dasar!," umpat shikamaru teman pemuda jabrik cokelat ini.

" hohoho... aku sich inuzuka kiba berhasil, weeeek," ucapnya memeletkan lidah dan tersenyum bangga seolah ia memenangkan piala oscar padahal (-_-).

"jadi,mana naruto?," tanya shikamaru. karena setahunya naruto adalah teman senasib seperjuangan dengan kiba dalam hal yang mereka membanggakan- hampir telat- dan itu terjadi hampir setiap harinya.

"aku juga tak tahu. Kau tahu akhir-akhir ini naruto jarang bersamaku," ucap kiba meletakkan tasnya diatas meja dan mendudukkan dirinya disamping shikamaru.

"hmm, apa naruto tidak masuk lagi?," tanya shikamaru lagi. Menopangkan dagunya dengan kedua tangannya yang kini bertumpu pada meja.

" kelihatannya begitu, tunggu! Aku akan tanya pada uchiha,mungkin saja dia tahu. Kau tahu bukan mereka itu errr... dekat.. atau mungkin bisa dibilang mereka terlalu dekat untuk seorang teman tentunya," ucap kiba sungkan seolah hal itu bukan hal yang lumrah jika benar-benar ada hubungan shonen-ai antara sasu and naru.

" coba saja, aku tak yakin dia akan jawab," kata shikamaru pasti sambil menguap(lagi) dan mulai menutup matanya.

"ish.. kau ini tidur mulu," sindir kiba. Bangun dari tempat duduknya menuju tempat sasuke berada.

"hay,sas," kenal kiba pada sasuke dengan senyum canggung karena ia memang tak pernah akrab dengan sasuke. Sasuke yang mendengar namanya disebut hanya melirik namun kemudian mulai mengfokuskan dirinya pada buku ensklopedia setebal 40 cm.

" anuu..itu..anu itu..gini loch..aku..anu," gugup kiba seolah ia sedang mencoba menyatakan cintanya pada sasuke.

"bicaralah,anjing!," ucap sasuke cuek.

"APA KAU BILANG!BERANI-BERANINYA KAU BILANG AKU INI ANJING,CARI MATI KAU HAH?," teriak kiba membahana.

"aku mengatakan sesuai kenyataan, bukankah kau pernah bilang kalau kau ingin sekali menjadi anak anjing," ucap sasuke santai.

"HEY KAU DA...," teriak kiba terhenti ' kenapa sasuke bisa tahu kalau aku punya cita-cita jadi anak anjing,jangan-jangan naruto yang bilang," batin kiba antara bego dan oon gak bisa dibedain(masak cita-cita jadi anjing)(-_-).

"huh tenang kiba tenang! Kamu orang yang paling sabar didunia ini. Jadi tenang kiba," kata kiba yang entah kini tengah berbicara dengan siapa.

"jadi?," tanya sasuke menaikkan sebelah alisnya mencoba menanyakan maksud kiba yang tiba-tiba datang menghampirinya.

"aku cuman mau tanya kemana naruto?," tanya kiba santai.

" tidak tahu," jawab sasuke sama santainya pula.

" tapi bukankah kau sahabatnya?,"tanya kiba pada sasuke.

"KAKASHI SENSEI DATANG WOY! BUBAR-BUBAR-BUBAR,"teriak seorang anak yang dari tadi mengawasi keadaan sementara teman-temannya melakukan kegiatan tak lazim. Ada yang nyalon(cowok),ngegosip(cewek),arisan(cowok-cewek),bahkan belajar(cuman sasuke),and tidur. Bak seorang yang profesional tak sampai 1 menit keadaan kelas menjadi hal yang lazim layaknya sebuah kelas.

" ohayo," kata kakashi tersenyum dengan ramah.

"ohayo,sensei," serempak siswa dan siswi menjawab dengan sedikit berteriak. Kakashi mengedarkan pandangannya pada seluruh penjuru kelas. Hal ini biasa dilakukan kakashi ketika awal mula ingin memulai pelajaran. Namun, pandangan kakashi terhenti kesebuah bangku kosong samping sasuke yang biasanya ditempati oleh bocah bodoh (menurutnya) dengan kepala kuning dan tentu saja campuran wajah manis dan juga imut serta cantik menjadi satu perpaduan itu kini terlihat sunyi senyap. Padahal tuch bangku yang bakal rame sendiri jika pelajaran kakashi dimulai dan kakashi tidak tahu apa sebenarnya dilakukan anak itu ketika pelajarannya kenapa diantara 36 murid yang berada dikelas itu hanya suara merdu-cempreng- naruto saja yang terdengaar ditelinganya.

"Uchiha_san, kemana Namikaze naruto teman sebangkumu?," tanya kakashi pada sasuke yang dari tadi sibuk dengan buku ensklopedinya.

"hn," jawab sasuke tidak sopan. Mendengar itu kakashi hanya bisa menghela nafas. Ia sudah hafal betul dengan kebiasaan sasuke yang minim ekpresi, minim suara, minim gerak, dan tentu saja tidak minim otak.

"baiklah mari kita mulai pelajarannya,coba buka halaman 278," perintah kakashi pada seluruh siswanya.


OooOooOooO

"ehh...hmm," erang naruto terbangun dari tidurnya. Ia memegangi kepalanya yang nampak amat sangat berat sehingga ia harus berpegangan pada penyangga ranjang agar tubuhnya tak limbung.

" sudah bangun? Sudah merasa baikkan?," tanya seorang pria bersurai raven aka sasuke yang kini duduk disamping ranjang sambil membaca buku dan tak lupa sebuah kaca mata bertengger dihidungnya.

'sasuke? Apa yang kau lakukan disini?," tanya naruto sedikit bingung dengan keberadaan sasuke.

"aku sedang menemanimu," jawab sasuke santai dan meletakkan bukunya di meja belajar milik naruto yang kebetulan tak jauh dari tempat ia duduk saat ini

" kenapa kau tidak sekolah?," tanya naruto lagi sambil memegangi kepalnya yang kini berdenyut.

"sekolah sudah bubar dan langsung saja datang menemuimu," ucap sasuke tersenyum lembut dan menghampiri naruto. Dan mulai mengelus-elus kepala naruto.

"jangan sentuh aku!," tepis naruto yang tentu saja hal itu membuat sasuke kaget.

"kenapa?," tanya sasuke kecewa.

"aku...aku tidak ada apa-apa," kilah naruto sambil memegangi kepalanya yang nampak masih saja sakit.

"minumlah," pinta sasuke menyerahkan segelas air putih dekat meja kecil samping ranjang.

"arigatou," ucap naruto meneguk air yang diberikan sasuke.

"kau yakin baik-baik saja?," tanya sasuke sambil mengambil gelas yang telah kosong dari naruto.

"ehm," angguk naruto sedikit lebih baikkan dari sakit kepalanya.

"baguslah kalau begitu, kau lapar?," tanya sasuke lagi lembut dan penuh perhatian seperti bukan sasuke saja.

"tidak suke, tidak usah," tolak naruto memalingkan wajahnya.

"hn,"

"suke,"

"hn?,"

" aku...aku aku..,"

"ya ?,"

"lebih baik kita akhiri hubungan kita,suke,"

Hati sasuke tercelos kaget mendengar ucap singkat naruto yang jujur saja membuat sasuke lebih memilih mati ketimbang mendengarkan hal yang menurut sasuke tabu ini. Ia terlalu mencintai naruto. sangat amat amat mencintainya.

" kau serius? Ini tidak lucu, apa salahku? Kenapa tiba-tiba kau memutuskan hal seperti ini. Aku tidak mau," kata sasuke menaikkan suaranya 1 oktaf lebih tinggi. Sementara naruto hanya menunduk takut.

"jawab naruto! jawab!,"amarah sasuke. Namun naruto hanya menunduk seolah kata-katanya tadi sudah mutlak adanya dan tak bisa berubah lagi.

"ku mohon jawab aku naruto. Kau tahu bukan aku sangat mencintaimu. Kenapa kau ..? apa salahku," kata sasuke mulai sayu karena naruto tak kunjung membuka suara.

"maaf," singkat naruto dan memalingkan wajahnya.

" aku mengerti. Maaf sudah membuat hidupmu susah. Aku pergi,"


OooOooOooO

" ,papi, and otouto sayang dimana kalian? Orang paling ganteng didunia sudah pulang," teriak itachi membahana. Wajahnya nampak berseri-seri. Ini mungkin efek dari kecupan singkat yang diperoleh dari bakat mencurinya. Dan ini memberikan energi penuh seharian untuk itachi.

" kau sudah pulang itachi?," tanya seorang seorang wanita cantik yang kini mulai nonggol dari balik dapur.

"ia haha,mana daddy and my litte brother ?," ucap itachi sok english.

"hah?," tanya mikoto tidak mengerti dengan bahasa campuran itachi yang semrawut.

"tidak jadi dech," kata itachi lesu

'punya ibu rada deso memang merepotkan'batin itachi durhaka gak sadar kalau dirinya lebih deso bahkan katrok dan keriputan untuk ukuran pria usia 20-an.

"oh yasudah,"

"haha mana chici dan otouto?,"

"chichimu sedang berkebun. Kau tahu bukan sejak ada sosialisasi 1 minggu yang lalu chichimu langsung membeli banyak bibit sayur dan buah-buahan dan menanamnya di halaman belakang. Coba aja kita gak punya halaman belakang udach di garuk nich lantai buat obsesi kebun alaynya itu," curhat mikoto pada anak tercintanya.

"alay?,"

" ia alay, kamu belum tahu ya chi? Begini loch! Kemarin chichi loe jingkrak guling-guling kesenengan gegara sayur dan buahnya mulai tubuh meskipun itu cuman tunas doank. And setelah itu chichi loe mau nandai tuch sayur biar gak ketuker. Masa' namanya tomat jadi 'Otomate my lophe' , bayam jadi bayuam lezuat dan bawang jadi biwang beut," ucap mikoto diselipkan logat gaul dan wajah rada enek bayangin suami satu-satunya jadi alayer berikutnya setelah anak pertamanya donk. Sedangkan itachi sudah mangap-mangap gak nyangka chichinya yang biasanya datar berubah jadi rada alay.

"ooke, lalu otouto?," tanya itachi sekali lagi.

" gak tahu tuch. Pulang-pulang dia langsung banting pintu kamarnya. Kayaknya tuch anak galau dech," tebak mikoto yang sok tahu.

" aku naik dulu ya haha, kalau masakannya sudah jadi calling aku yach atau setidaknya bbm aku atau mungkin kita we chat-an. Oke," teriak itachi kurang ajar padahal ia sudah tahu kalau haha-nya yang satu ini gapteknya minta ampun.

Itachi yang sudah sampai dilantai atas ternyata tidak langsung melangkah kekamarnya. Ia malah menyimpang ke arah kamar sasuke dan mulai mendorong pintu kamar sasuke dengan sangat pintunisasi.

"otouto my honey buddy sweety. Anikimu yang cakep ini datang," teriak itachi alay. Ia mengedarkan pandangan keseluruh kamar sasuke tapi kamar itu kosong tak berpenghuni. Suasananya amat sangat gelap. Aura hitam peka terlihat jelas diseluruh penjuru.

"otouto?," panggil itachi pelan ia masuk kedalam kamar itu. namun tiba-tiba pintu kamar itu tertutup. Pandangan itachi langsung mengelap karena tempat itu tak terdapat penerangan sedikitpun.

"otouto?,"panggil itachi mulai takut. Itachi mengedarkan pandangannya. Dipojokkan dekat pintu masuk ia melihat siluet sasuke berdiri dengan aura kelam sambil memegang sebuah gunting. Sontak itachi yang melihatnya takut bukan main.

"aaaapa yang kau lakukan otouto? Kenapa bawa gunting segala?," tanya itachi mulai gemetar. Namun sasuke tidak menjawab bahkan menyahutpun tidak.

"jangan membuatku takut otouto, kamu gak mau membunuh clan uchiha yang caem inikan? Jangan billang loe mau gantiin kakak loe untuk membunuh seluruh klan uchiha." Ucap itachi sinting.

#CLIK#

Tiba-tiba lampu dikamar sasuke hidup. Dan terlihatlah tubuh sasuke dengan jelas yang kini berdiri didepan tempat sampah dekat pintu sambil guntingin beberapa kertas.

"heh? Loe ngapain otouto?," tanya itachi menghampiri sasuke yang kini diterpa nestapa. Sasuke tak menjawab. Lalu itachi menghampiri adik tercintanya itu dan terlihat sasuke kini menggunting beberapa lembaran photo menjadi kecil namun anehnya yang ia potong menjadi kecil adalah gambar sendiri sementara ada sebagian photonya masih utuh dan berisi naruto semua dengan berbagai ekspresi.

" jadi?," tanya itachi rada bingung dengan tingkah anak satu ini

"aku putus dengan naruto," ucap sasuke singkat dan melanjutkan aksi gunting menguntingnya.

"kok bisa?," tanya itachi lagi

" tidak tahu,"

"terus ngapain loe guntingin photo loe sendiri jadi kecil-kecil sedang photo naruto loe biarin utuh?," tanya itachi yang ke sekian kalinya. (banyak tanya loe chi)

"sebenarnya suke mau potong photo naru juga tapi gak tega dan kau tahu bukan kalau aku sangat cinta sama naru jadi gak bisa aku ngebuang tentang dirinya dan semua butuh proses," curhat sasuke murung.

" yaudach dach sana loe guntingin terus gue mau mandi," ucap itachi ngeloyor pergi dan gak peduli.

TBC

siihat namikaze natsumioke... oke saya akan perbaiki. Makasih ya sarannya. :D

hanazawa kay sip sip :D

uzumakinamikazehakioke...oke makasih. Itachi disini memang sangat amat 00C :D

yunaucii ah masa'? saya tidak tahu kalau fic ini memiliki kemiripan dengan milik author lain. Tapi suer dech ini asli pemikiran saya. Naru lagi kesambet #plaak. Gak kok, ini masih jadi rahasia tentang naru kenapa. :D

Vianycka Himehehehe...gomen. saya masih baru. Jadi masih perlu berlajar. Makasih sarannya. :D

Hikari No OniHimesaya juga gak tahu. Padahal di file konno bener kok gak kayak gitu. Hemmmz..perlu diselidiki nich. (tampang detektif). Makasih ya sarannya :D

chapie 2 udach jadi. Yeyyyyy#. Ini gue selipin humor dikit biar rada fresh gitu. Hehehe. Lanjut? Please ripiu-nya ya!