RAIFU
Chapie 3
" sepertiga dari volume udara dibumi adalah oksigen. dan menurut bentuknya oksigen tersendiri dibagi menjadi 2 yaitu O2 dan O3. Kalian tahu apa itu O3? Sasuke apa kau tahu," tanya asuma sensei yang langsung membangunkan sasuke dalam lamunan panjangnya.
"ia sensei?,"
"aku lihat kau terus melamun uchiha-san. Apa kau mendengar apa yang aku katakan? Coba kau jelaskan sedikit kepadaku," tanya asuma sensei dengan wajah datar. Dan semua siswa tahu kalau asuma sensei sedang begini itu artinya ia baru bertengkar dengan istrinya(?).
'ck, dia bilang apa tadi. Sial ini semua gegara naruto,' batin sasuke yang meruntuki dirinya yang terus saja melamun hingga mengabaikan semua penjelasan asuma sensei.
"ssst..Ssst, Sasuke..sasuke," bisik seseorang kepada sasuke. Sontak sasuke melirik kearah sumber suara yang ternyata berasal dari sakura teman satu kelasnya yang duduk tepat dibelakang bangkunya.
"asuma sensei bertanya tentang O3," baisik sakura lagi. Dan itu terdengar jelas ditelinga sasuke.
"bagaimana sasuke kau bisa menjelaskan sedikit tentang apa yang tadi aku jelaskan?," tanya asuma sensei.
"O3 merupakan salah satu jenis oksigen yang terdapat dipermukaan bumi atau sering kita sebut sebagai lapisan bisa kita sebuat juga dengan nama ketebalan 0,03 mm . dan merupakan gas yang melindungi bumi dari dari paparan sinar ultraviolet yang dihasilkan matahari," jawab sasuke dengan tegas. Dan membuat seluruh murid berdecak kagum karena sasuke bisa menjawab padahal jelas-jelas daritadi sasuke tidak mendengarkan.
"baiklah cukup. Aku harap kau tahu apa kesalahanmu dan terima kasih," ucap asuma sensei mulai melanjutkan pelajaran.
OooOooO
"jadi apa yang terjadi?," tanya seorang gadis bersuarai merah muda mendekati sasuke yang tidak beranjak dari kelas meskipun ini sudah waktu jam makan siang.
"hn," ucap sasuke melirik sakura sekilas dan mulai berkutat lagi dengan novel bahasa jerman yang kini berada di sebelah tangan uchiha bungsu aka sasuke.
"apa karena naruto?," tanya sakura mendudukkan dirinya dibangku kosong tempat duduk naruto samping sasuke tak merespon ia tetap diam saja dan mengfokuskan dirinya pada buku bacaannya.
" hah? Kau menyebalkan sasuke,ada seorang gadis cantik mengajakmu bicara justru kau abaikan ,bukankah itu kurang ajar?," ucap sakura lagi untuk memancing sasuke agar bicara. Namun yang terjadi justru sasuke bertambah bungkam.
"baiklah-baiklah. Aku mengerti. Biar nanti sepulang sekolah aku akan datang kerumah naruto dan menanyakannya naruto akan menjawab meski sedikit,"kata sakura hendak beranjak dari samping sasuke.
" aku putus dengan naruto," kata sasuke menghentikan langkah sakura. Sakura terdiam sejenak.
"dan itu tanpa alasan,"lanjut sasuke menutup bukunya dan melepaskan kacamatanya. Sakura membalikkan tubuhnya dan benar saja. pemandangan didepan sakura nampak bukan hal nyata. Sasuke kini menutup wajahnya dengan punggung tangan sebelah kanan nya dan aliran kristal bening terlihat membasahi saja sakura menghampiri sasuke duduk disamping sasuke. Mengelus-elus punggung sasuke.
"maaf aku tidak tahu," ucap sakura berusaha membuat sasuke lebih tegar. Ya buruk sekali ketika melihat orang yang kau sayangi menangis dan kau sudah berusaha melepasnya untuk bahagia dengan orang lain. Tapi yang terlihat orang yang ia sayangi terluka dan menangis tepat didepan matanya.
OooOooO
"fotosintesis! Fotisntesis!fotosintesis!fotosintesis," ucap seseorang berulang-ulang. Ia nampak duduk pundung dipojokkan dan terus mengulang kata'fotosintesis' seolah hanya itu saja kata-kata yang bisa ia keluarkan.
"berhentilah berlaku seperti itu fuga-anata. Dan kumohon masukkalah jangan terus disini. Kau tahu setidaknya kau harus istrirahat,tanaman tidak bisa tumbuh hanya dalam beberapa jam saja," perintah mikoto pada suaminya yang sibuk dengan kelakuan anehnya.
"fotosintesis!fotosintesis!fotosintesis!fotosintesis!fotosintesis!," ucap fugaku terus menerus dan mengabaikan ucapan mikoto. Mikoto akhirnya mulai memghela nafas lelah. Tidak ada gunanya jika menyuruh seorang fugaku-dengan hobi barunya-untuk berhenti dengan apa yang mulai ia senangi.
OooOooO
'aku harus menemui naruto,' batin sakura terlihat tergesa-gesa berjalan. Ia menyusuri jalan setapak. Dan dalam pikirannya ia berharap naruto memiliki alasan yang jelas. Dan jujur saja sakura tak rela jika sasuke terluka dan itu membuatnya marah. Selama berkutat dengan pikirannya sakura telah sampai disebuah rumah sederhana dengan cat oranye mendominasi.
#TING-TUNG
"siapa?," sebuah suara nampak ter gesa-gesa menghampiri pintu.
" aku teman naru_chan. haruno sakura," ucap sakura tersenyum. Dan beberapa detik kemudian pintu pemilik rumah oranye itu terbuka dan menampakkan seorang pria eerrrr manis dengan menggunakan apron dan disebelah tangannya terdapat sebuah pisau daging besar.
"anu... aku teman naru_chan," ucap sakura sekali lagi dengan tersenyum paksa namun juga takut karena tampang garang kyuubi yang tentu saja pisau yang ada ditangan kyuubi.
"masuklah," ucap kyuubi berusaha ramah.
"maaf kalau rumahku berantakan. Kau tahu akhir-akhir ini aku sibuk. Apalagi ditambah keadaan naruto yang kurang sehat. Jadi sedikit lebih merepotkan dari biasanya," curhat kyuubi.
"oohhh, naru_chan dimana?," tanya sakura sedikit prihatin pada keadaan kyuubi dan rumahnya yang bisa dibilang berantakan-sangat-.
" dia ada dilantai 2. Sebelah kanan pintu warna putih. Kau bisa langsung masuk kesana. Tidak perlu sungkan."
,"hm(menanggukkan kepala),arigatou dan permisi," ucap sakura pergi kelantai 2 yang sebelumnya membungkuk sebagai tanda terimakasih.
OooOooO
#TOK TOK TOK
"naru-chan," panggil sakura dari luar kamar segera saja dia putar kenop pintu dan yang pertama kali dalam ia lihat adalah seorang pemuda pirang berbaring. Kamarnya sangat rapi. Jendela dibiarkan terbuka. Menampakkan kilau jingga dari surya yang akan terbenam berberapa waktu lagi.
"naru_chan, kau baik-baik saja," ucap sakura khawatir. Namun naruto hanya diam. Naruto masih membuka matanya hanya saja nampak mata itu kosong. Bagai jasad kehilangan rohnya.
"jika kau membuka jendela seperti ini justru kau akan sakit," lanjut sakura mencairkan suasana yang hampa. Segera sakura berjalan kearah jendela dan menutupnya serta memasang gorden warna putih polos yang memang terpasang disana. Setelahnya sakura duduk di kursi meja belajar milik naruto. Oh ayolah siapa yang tidak akan capek kalau daritadi dia terus berjalan tanpa ada istirahat sedikitpun. Segera saja sakura mengedarkan pandangan keseluruh kamar naruto. Ini adalah kunjungan pertama sakura kekamar naruto. Ia tak pernah tahu bocah cempreng berisik seperti naruto memiliki kamar dengan warna biru soft. Dengan warna putih dibagian langit-langitnya. Sebuah rak buku dengan buku-buku yang entah apa saja isinya lalu lemari besar dengan cermin besar yang berada disamping pintu sebelah kanan dan meja kecil dekat ranjang naruto. Kamar yang terlalu biasa saja untuk ukuran anak berisik dan hyperaktif seperti naruto. Di dindingnya pun tidak ada hiasan seperti poster maupun bingkai photo. Benar-benar polos. Tidak seperti dirinya yang dipenuhi dengan gambar-gamber hello kitty dan penyanyi favoritnya, bea2st
"permisi," sebuah suara membuat sakura tersadar dari lamunannya.
"ah iya," ucap sakura berdiri dari keadaan duduknya.
"maaf menganggu, ini aku bawakan kue(apel) dan minuman dingin(apel) untukmu. Silahkan makan aku akan membereskan rumah," kata kyuubi sopan dan pergi meninggalkan sakura. Setelah kyuubi pergi sakura langsung mencomot kue (apel) dan meminum minuman dingin(apel) dari kyuubi.
'kakak naruto ternyata baik sekali, ya,' batin sakura gak tahu sifat asli kyuubi. Setelah menghabiskan beberapa(hampir semua, sisa 1) kue,sakura melirik kearah naruto yang terus diam dengan selimut membungkus sebagian tubuhnya.
"naruto,"panggil sakura lembut.
"ada apa denganmu? Kenapa kau jadi begini? Kau seperti bukan seorang naruto. Sich berisik, ceroboh,bodoh, aneh, dan suka berbuat jahil dan mungkin kau satu-satunya orang yang bisa membuat sasuke seperti itu. terluka dan merana," ucap sakura yang sebelumnya ceria jadi murung.
"jawab aku naruto," kata sakura lagi. Naruto tak merespon seolah ia memang tak mendengar satu patah katapun yang keluar dari mulut sakura.
OooOooO
"tadaima," salam seorang gadis bersurai merah baru saja pulang dari rumah naruto. Matanya nampak sembab. Bibirnya sedikit bengkak. Dan wajah memerah.
"okaeri," balas ibu sakura.
"darimana saja kau sakura? Kenapa baru pulang jam segini," teriak ibu sakura melirik kearah jam dinding yang kini menunjukkan pukul 5 sore.
"maaf bu," kata sakura serak.
"ada apa,dear? Kenapa menangis," ucap ibu sakura menghampiri sakura yang kini membeku ditengah ruang tamu.
"hiks...hiks.. ibu! Hiks..hiks," tiba-tiba saukra memeluk ibunya. Dan membuat ibu sakura sedikit kebingungan.
Flashback
"jawab aku naruto,"
"sakura, " panggil naruto serak.
"...," sakura tak menjawab hanya menatap naruto.
"kalau kau disuruh memilih,Kau pilih siapa keluargamu atau sahabatmu?," tanya naruto ambigu.
"pertanyaan macam apa itu,tak masuk akal," ucap sakura sinis.
"kau mungkin akan menjawab keluargamu.,iakan? Tapi kalau aku bagaimana sakura? Aku tak bisa memilih? semuanya lenyap tanpa sempat aku memilih?. aku tak kuat lagi sakura. Hidup tapi seperti mati. Sakura bisa aku minta tolong padamu,"
"...," sakura tak menganggukan kepalanya maupun mengelengkan kepalanya dia hanya diam.
" tolong jaga sasuke untukku, aku benar-benar tidak kuat lagi sakura. Aku sakit sakura," ucap naruto meletakkan tangannya didepan dada.
"aku ingin sasuke bahagia bersama orang yang tulus mencintainya bukan orang lemah sepertiku. Aku sudah cukup membuat sasuke menderita karenaku yang tak becus ini," lanjut naruto mulai mengeluarkan air mata namun ekspresinya tak sedikitpun berubah.
"sakura...
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku ingin mengakhiri hidupku. Kumohon jangan katakan itu pada siapapun. Hanya itu permintaanku untukmu dan satu-satunya. Dan berjanjilah kau akan terus menyembunyikannya," senyum naruto miris menoleh kearah sakura dengan linangan air mata yang tak terbendung lagi.
"dan sasuke menjadi milikmu,"lanjut naruto lagi.
Flashback End
OooOooO
Sakura merendam hampir seluruh badannya pada ofuro. Tubuhnya lelah. Sangat lelah. Dan hari ini begitu sulit . siapa sangka naruto sich berisik dan aneh itu bisa bersikap seperti kehilangan harapan. Dan matanya menunjukkan kekosongan dan penderitaan yang begitu mendalam. Kepribadian naruto yang sebenarnya sungguh berbeda dengan kesehariannya. Berkepribadian ganda? Entahlah yang pasti saat ini sakura dilanda kebingung. Permintaan naruto yang sungguh menguntungkan untuknya dan menyakitkan untuk semua orang yang menyayangi naruto. Apakah sakura harus bersikap egois? Dan memiliki sasuke hanya untuk dirinya sendiri.
" Tapi...apakah aku bisa?," ucap sakura merendam setengah wajahnya pada ofuro.
TBC
Akhirnya selesai juga. Chapie 3 hehehe. Dichapter selanjut tergantung sama keputusan sakura. Saya senang. Ngegalau bersama sakura. Huahahaha... bagaimana kalau endingnya AnGst? Setuju/ please review!
Dan maaf ya atas keterlembatan update
Terima kasih atas repiu dari :
Vinanycka Hime,
Sasu and naru putus gara-gara hmmfpttttt...,"(mulut dibekep) sama sasuke. (sssstttt...elo ember banget sich kon, itukan masih rahasia 'said sasuke.)
Oke...oke..#niru gaya lee dan guru gay. Maaf ya karena sasuke pelit, kikir,dan...(death glare sasuke) sedikit baik hati -banyakkan jahatnya- jadi alasan putus masih dirahasiakan jikapun dengan baca chapter ini anda mengerti tapi pura-pura aja gak ngerti oke. Thanks ripiunya ya
Uzumakinamikazehaki,
Ia sasuke cinta mati sama naru, ya walaupun naru cinta sama gue #dibacok sasuke.
Itu itachi gak nyuruh sasuke mandi kok, itachi ninggalin sasuke dengan aktivitas memotong dan dipotong (?) untuk mandi. Maklum dia baru pulang kerja jadi rada bau gitu.
Makasih untuk ripiunya
hanazawa kay,
saya semangat kok tenang aja, tapi lagi sibuk karena ujian berkepanjangan yang gak selesai-selesai jadi kehilang inspirasi. Makasih ya repiunya
mifta cinya.
Itachi di fic ku bakal jadi alayer. Ketua dari oraganisasi alay #plak ('elo bicara apa si kon, gue gak alay tahu'said itachi sambil bakar menyan. 'buat apa loe bakar menyan'said konno 'buat nyantet loe' said itachi)
Naru baik-baik aja kok. Dia cuman depresi aja. Dibayang-bayangi rasa bersalah seumur hidupnya pasti bikin stres. Ya kan?.
Thank's ripiunya ya.
