Hai~ Kembali lagi dengan Author-san yang keren ini~! *ngedip-ngedipin mata*
Nashi dkk and Asist.R: *muntah-muntah*
Author: *sweatdrop* oke,oke, dah cukup muntahnya! Sekarang, kembali berlatih!
Nashi dkk: Ha'i!
Author: Hah...*duduk di kursi kasat mata*
Asist.R: Kenapa Thor?
Author: Aku sudah mencobanya berkali-kali! Tetap saja tak bisa! *akting nangis*
Asist.R: Coba apa, Thor? *penasaran*
Author: Huhuhu...kenapa aku selalu tidak bisa membuatnya!?
Asist.R: Buat apa sih, Thor!? Jangan bikin penasaran dong! *sewot tapi penasaran*
Author: Huhuhu...*akting nangis*
Asist.R: Ih, kenapa sih, Thor!? *hentak-hentakin kaki saking sewotnya*
Author: KENAPA AKU SELALU GAGAL MEMBUAT CERITA BERGENRE HUMOR!? *teriak pake toak Masjid* mnxy
Asist.R: *sweatdrop di tempat menjadi death glare* Thor-san...
Author: Eh, iya, Asist.R?
Asist.R: Kemarilah...*tersenyum yandere sambil memegang gergaji*
Author: UWAA! TOLONG AKU! *lari-lari keliling dunia*
Asist.R: Kemarilah, Author! *lari secepat kura-kura sambil membawa gergaji*
(Regret dan Nashi tertawa dan ber-tos ria)
Regret & Nashi: *ber-high five* R.E.V.E.N.G.E!
Miya & Alex & Alice: Oke, this is
Team Nashi: Dorama?
Rated: T
Genre: Kekacauan, Drama Korea(?), apa aja dech, yang penting haram -w-)v
Disclaimer: Siapa aja boleh!
WARNING(!): OOC, TYPO, GAJE, ABAL, GAK NYAMBUNG!
5 sekawan itu sudah sampai di Gege Studio―walaupun kaki Regret diseret-seret sama Alex. "Jadi...ini studionya..?" tanya Regret yang kepalanya masih diatas tanah. "Ya, begitulah yang digambarkan di denah..." jawab Nashi menoleh ke arah denahnya. "KYAAA~ Aku sudah tidak sabar~!" Miya langsung melesat memasuki Gege Studio dengan koper-kopernya. "Aku juga!" seru Alex yang ikut-ikutan Miya―melepaskan kaki Regret.
ujggryikknbfdkBRAK! "Aduh!" ringis Regret.o
Nashi memasukan denahnya ke saku, "ayo, ah, Regret! Kotor disitu!"
"Gak mau, males!" jawab Regret yang masih pada posisinya.
"Ayo, bangun!" seru Nashi mengangkat tubuh Regret, tapi tak berhasil, "gila! Nih orang berat beud!"
"Nashi, aku masuk duluan, yo!" kata Alice terbang mengikuti Miya dan Alex.
"I..iya.." jawab Nashi yang masih berusaha.
"Aku gak mau masuk, males!" ucap Regret.
"A...yooo!" seru Nashi berusaha untuk menyeret Regret masuk, tapi, ia hanya berhasil memutar-balikan posisi Regret yang sekarang menghadap ke jalan, "hah..hah...hah..."
"Kan dah aku bilang, aku gak mau masuk! Aku benci drama!"
"Ayolah, masuk!" seru Nashi sekuat tenaga.
"Gak mau, gue benci drama!" seru Regret yang teguh pendirian(?)
"Lama-lama nih anak bikin gue kesel aja!" Nashi mengepal tangannya, "ayo masuk, Ice-head!" Nashi menggendong Regret dengan memakulnya di pundaknya (Author gak tau style gendongan yang satu ini :p #liat avatar Author aja biar tahu)
"Hei, hei, turunkan aku!" seru Regret.
"Tidak akan, sekarang ayo kita masuk!" seru Nashi, "ugh...berat banget! Nekad banget gue gendong nih cowok! Bisa-bisa gue jadi pendek!"
"Turunkan aku, flame-head!" seru Regret.
"Tidak a―" Nashi tersandung sebuah krikil, "UWA! WAA! KYAA!"
BRUK! Keduanya terjatuh ke tanah. "Ugh..." sayup-sayup, Nashi membuka matanya, "eh...?" wajahnya memerah. "KYAA! TIDAK! AKU MENIMPA SI ICE-HEAD!" teriak Nashi OOC beud.
"Woy, Nashi...cepetlah bangkit..! Lo tuh berat, tahu!" seru Regret merintih.
"Apa berat!? Beratku aja 34!" seru Nashi mengembungkan pipinya.
"Eh, 34!?" seru Regret kaget.
"Iya, 34!" jawab Nashi.
"Ya..ya udah, cepatlah!" seru Regret yang masih terkaget-kaget.
Nashi segera bangkit dari badan Regret. Regret pun duduk di tanah. "Ayo, ah, masuk!" seru Nashi yang dah mulai sewot.
"Aku gak mau, Nashi! Aku benci drama!" seru Regret memalingkan mukanya.
"Hah.." Nashi menghela nafas. Ia berjongkok agar sejajar dengan Regret, "Ayolah, Regret, sekali ini aja! Kita disinikan membantu Kak Hilda juga...siapa...? Entahlah, pemilik studio ini!"
Regret melirik ke arah Nashi, "hah...baiklah..."
Nashi memasang senyum di wajahnya yang cantik, "ayo!" ia mengulurkan tangannya ketika ia berdiri.
Regret melihat uluran tangan itu sambil menyembunyikan blushing-nya, dan menerimanya. Mereka berdua memasuki Gege Studio. Terlihat disana Alex, Miya, dan Alice yang sedang duduk rapi mendengarkan instruksi. "Oh, jadi, ada 2 pendatang baru ya, khukhu..!" ucap seorang bapak-bapak berambut ungu sambil memainkan kumis ungunya. "Nashi! Regret! Cepat duduk!" perintah Miya. "Ba..baik..!" Nashi dan Regret segera duduk dan mendengarkan instruksi bapak itu―Pak Gege.
~{SKIP TIME}~
Sekian jam mereka mendengar instruksi Pak Gege. Sampai Mage api ini tertidur di bahu Regret. Regret yang hampir tertidur terjaga karena Mage api tersebut dan menyembunyikan blush-nya.
"Oke, itu aja, dan sekarang ini naskahnya! Lebih baik kalian pulang dulu karena sudah larut! Sebelum kalian datang kesini, ada baiknya menentukan tokohnya! Dan, sekarang kalian boleh pulang!" ucap Pak Gege. "Terima kasih, Pak Gege!" kata semuanya. "Sama-sama!" Pak Gege memasuki lebih dalam studionya.
"Hei, Nashi, bangun! Bangun! Jangan tidur terus!" seru Regret membangunkan Nashi.
"Ummm..." Nashi bergumam, lalu memeluk Regret.
"Eh, Na...Nashi...!?" seru Regret kaget. Wajahnya sudah semerah rambut Erza.
"Hei, Regret! Cepatlah!" ujar Miya.
"Gendong aja tuh mage!" usul Alex setengah berteriak.
"Hu-uh.." Regret mendesah. Perlahan, ia melepaskan pelukan Nashi. Lalu, ia memberikan Nashi sebuah Piggyback Ride.
Mereka semua berjalan menuju guild. Kadang-kadang Regret membetulkan posisi Nashi yang tertidur pulas. "Hihihi..." Miya dan Alex melirik ke belakang dan tertawa kecil, "mereka memang cuocok bingits!" tutur Alex. Miya mengangguk-angguk setuju. "Diam kalian!" seru Regret sewot. "Hahaha~ Regret sewot!" seru Alex dengan tawa yang dibuat-buat.
Muncul 4 siku-siku di kepala Regret. "Ughmmm...biarin..." Nashi semakin memeluk Regret dan bergumam-gumam sendiri. Regret yang mendengarnya seperti, Nashi berbicara padanya. Ia tidak memperdulikan Alex, dan berjalan menuju guild. "Yah, yah, ya elah...~! Dia sewot betulan!" seru Alex. Alex, Miya, dan Alice mengikuti pasangan Romeo x Juliet itu (ditonjok sama Regret) menuju guild.
BRAK! Regret menendang pintu guild karena tidak bisa membukanya dengan tangan. "TADAIMA!" teriak Regret. "Eh, ada Regret ngegendong Nashi!" seru Mirajane. Regret hanya memajukan bibirnya 1mm (agar gak ketahuan :v) dan menyembunyikan blushing-nya. "Nashi!" seru Lucy yang masih di guild, "maaf merepotkanmu, Regret!".
"Tak apa..." jawab Regret.
"Ng...Regret...bisa kamu antar dia kerumah...?"
"Ng..." Regret berpikir sebentar, "baiklah, tapi, dirumah masih save zone, kan?"
"Masih-masih" Lucy mengangguk-angguk, "Natsu, dan si kembar sedang jogging malam!"
"Emang ada yang begituan...?" Regret mematung(?) ditempat.
"Entah, alasannya, nanti pagi gak bisa jogging, ya udah, tolong ya, Regret!"
"Iya, bi Lucy~!" Regret berbalik dan keluar dari guild.
"Eh, mau kemana...?" tanya Alex menoleh ke arah Regret.
"Bukan urusanmu!" jawab Regret setengah berteriak tanpa menoleh.
"Dia masih marah, ya...?" tanya Alex.
"Kalau menurutku.." ucap Miya, "iya!"
~{SKIP TIME}~
"Ughhmmm..." sayup-sayup Nashi membuka matanya dan melihat sekeliling, "Reg...ret...?"
Regret yang ingin membuka pintu kamar segera menoleh, "Nashi!". "Dia bangun cepat sekali! Aku baru menaruhnya di atas kasur beberapa detik yang lalu!" batin Regret.
"Kau..mau kemana...?" tanya Nashi.
"Mau pulang!"
"Jangan pulang!"
"Kenapa?"
"Aku lapar!"
Regret mematung ditempat, "ya, kalau gitu, aku pergi ke guild dulu buat ambil makanannya!"
"Jangan, jangan! Tidak usah! Aku bisa memasak, tapi..."
"Tapi?"
"Aku takut nyalain kompor! Aku sudah 25 kali meledakan kompor!" ucap Nashi tertawa kecil.
Regret mematung di tempat lagi dan memandang datar cewek di hadapannya itu, "dasar...ya udah, ayo! Cepat ke dapur!" Regret membuka pintu kamar.
"Okey!" Nashi membuang selimutnya sembarangan, dan menarik tangan Regret menuju dapur. Didapur, Nashi segera melihat kulkas. Ia mengambil semua barang yang menurutnya SANGAT diperlukan dalam hal masak-memasak ini. Ia menaruh semuanya di meja makan. "Gila! Banyak banget!" tutur Regret. "Sekalian bikin buat trio jogging malam! Kasian, capek, habis jogging malam!" jawab Nashi. Regret hanya memandang datar Nashi.
Ketika Regret ingin menyalakan kompor, Nashi langsung lari menuju balik sofa, menutup telinganya sambil gemetar ketakutan. Regret menoleh ke arahnya dengan tatapan datar, Clek, ia menyalakan kompornya. "Udah itu! Ayo!" panggil Regret. Dengan langkah hati-hati, Nashi mendekati kompor. Regret sweatdrop tingkat MAXIMUM melihat tingkah cewek yang ada di hadapannya.
Sekitaran 35 menit, mereka sudah siap sedia memasak. Nashi menaruh 4 piring―tiga buat trio jogging malam, 1 buat Lucy―di lemari makan. "Nih!" Nashi memberikan satu piring overdosis kepada Regret.
"Untuk ku?" tanya Regret menunjuk dirinya sendiri.
"Iya" Nashi mengangguk, "tanda terima kasih ku!"
"Hm..." Regret melihat ke arah masakan itu, "baiklah...itadakimasu!!". Regret melahap masakan itu, "ummm! Eunak buanget!"
"Hihihi..." Nashi hanya tertawa kecil.
~{SKIP TIME}~
"Aku pulang ya, Nashi!" seru Regret.
"Iya, hati-hati!" seru Nashi.
"Rumahku kan hanya beda 1 rumah dengan rumahmu!" seru Regret yang sudah mulai berjalan menuju rumahnya.
"Tapi, ya, hati-hati juga! Udah malam!"
"Tenang aku gak bakal―" ucapan Regret terputus, "UWAA! WAA! AA!" ia terjatuh ke depan karena tersandung kerikil.
"Hihihi! Kan dah aku bilang, hati-hati!"
"Iya...!" Regret memegang kepalanya dan bangkit, "aku hati-hati, bye Nashi!"
"Bye!" Nashi melambai dan tersenyum.
"NASHI!" teriak seseorang yang tak asing.
Nashi menoleh, "ah! Trio jogging malam dah pulang! Ayo masuk, Nashi sudah buatkan makanan!"
"YEY!" trio jogging malam langsung berlarian masuk rumah.
Nashi hanya menggeleng-geleng melihatnya dan menutup pintunya.
"Mana, Mama, kak Nashi?" tanya Sakaki.
"Masih di guild, mungkin bentar lagi pulang!"
"Oh~ Oke!" Sakaki ber-oh singkat dan langsung menyambar meja makan dan bersama trio jogging malam berteriak, "MAKAN! MAKAN! MAKAN!".
Nashi menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengambil 3 piring dari lemari makan, "dasar..."
~{SKIP TIME}~
"Ini naskah apaan!? Kagak ada judulnya!" seru Regret ngomel-ngomel sambil membolak-balik kertas naskah tersebut.
"Tapi ceritanya gue suka loh! Kerennya kebangetan!" seru Miya sok gahol.
"Emang cerita apaan?" tanya Regret.
"Kisah Romeo and Juliet~" jawab Miya.
"Alah! Itu-itu terus ceritanya!"
"Ya, tapi, yang ini versi AU-nya, bukan tentang kerajaan-kerajaan sono yang suka perang-perang!"
"Versi AU-nya?"
"Iyo!" Miya mengangguk, "love story antara si Putri Kerajaan dan seorang berandalan!"
"Oh~" Regret ber-oh panjang, "kayaknya seru nih!"
"Jadi, pertama-tama, siapa yang akan kita tentukan?" tanya Alex.
"Hmm...mungkin Putri Kerajaannya!" usul Nashi.
"Jadi ,menurutmu Miya, siapa yang menjadi Putri Kerajaan?" tanya Regret.
"Yang menjadi Putri Kerajaannya..." Miya berpikir, "Nashi!"
"Aku?" Nashi menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, lalu, yang menjadi berandalnya..." Miya berpikir.
~{To Be Continued}~
Nashi: Ne, ne, Author-san
Author: Nani?
Nashi: Nanti siapa yang jadi lawan main-ku?
Author: Mau tahu?
Nashi: *ngangguk-ngangguk berbinar*
Author: TUNGGU CHAPTER SELANJUTNYA!
Nashi: Yah, Author pelit!
Author: Ya, pokoknya antara ALEX sama REGRET
Alice: Jangan lupa review ya, minna-san!
Author & Nashi: *kaget* SEJAK KAPAN KAU DISANA!?
!ARIGATOU GOZAIMASU!
Review please~
