Oho~ Moshi-moshi Minna-san! Author-san disini! Sekarang, kita akan mengetahui siapa yang berperan sebagai berandalan~!

Team Nashi: Dorama?

Rated: T

Genre: Apa aja dech, nilai sendiri

Disclaimer: Hiro Mashima

WARNING(!): OOC, TYPO, GAJE, ABAL, DLL.


"Yang menjadi berandalannya..." Miya melirik ke arah 2 teammate-nya. Keduanya nampak saling membalas tatapan. "ALEX!" teriak Miya. "YAHUY!" Alex bersorak ria dan bernari-nari gaje, membuat Nashi sweatdrop ditempat.

Regret bermuka masam. "Hey, kok masam sih mukanya? Bukannya benci drama?" tanya Alice yang berada disampingnya.

Tapi, Regret hanya diam, tak bersuara sedikitpun.

"Kau kenapa sih? Mukanya masam banget! Karena Alex jadi lawan mainnya Nashi,ya? Kamu cemburu, ya?" tanya Alice mengejk dengan polosnya.

"DIAM KAU, KUCING PUTIH!" Regret memukul kepala Alice sekeras mungkin.

"SAKEETT!" teriak Alice kesakitan lalu memegang kepalanya.

Nashi menatap mereka datar, "dasar..." Nashi menoleh ke arah Miya, "lalu, Regret berperan sebagai siapa?"

"Ng..." Miya berpikir, "Ayah-mu!"

"NANI!?" teriak Nashi cetar membahana badai, "KAU SUDAH GILA!? AKU TAK PERNAH SUDI DIA MENJADI AYAHKU!?"

"Ayolah, ini hanya drama...!"

"TIDAK, BISA!"

"Oh, ayolah...!"

"TIDAK!"

Miya menghela nafas, "ya udah, si Alex jadi Ayah-mu!"

"Eh, Ayahku?" Nashi menoleh ke arah Miya.

"Iya" Miya mengangguk.

"Lah, terus, yang jadi berandalannya...?"

"Regret!"

"NANI!?"

"Regret yang akan menjadi berandalannya!"

"K-kau GILA!"

Miya sweatdrop melihat tingkah Nashi, "emang kenapa kalau dia jadi berandalannya...?"

"Ha-hanya saja..."

"Woi! Alex!" panggil Miya.

Alex menoleh ke belakang.

Miya mengisyaratkan agar ia mendekatinya.

Alex segera mendekati Miya, dan Miya membisikan sesuatu.

"Baiklah! Itu akan sangat~ menyenangkan! Aku akan menjadi Ayahmu, Nashi~!" seru Alex.

"I-iya..."

"Regret!" panggil Miya.

"Hn?"

"Kau akan menjadi berandalannya!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"APA!?" teriak Regret penuh tidak kepercayaan, "ka-kau bercanda...kan..?"

"Tidak!" Miya menggeleng, "tanyalah Nashi, atau Alex" Miya menunjuk ke arah Nashi dan Alex.

Regret menoleh ke arah Nashi dan Alex penuh tidak kepercayaan. Nashi hanya memalingkan mukanya dan Alex mengangguk penuh semangat.

Regret menjedotkan kepalanya kemeja, "matilah aku..."

"Kenapa?" tanya Alice.

"Aku jadi berandalnya..."

"WC umum mampet, cuy!" seru Alice menggoda.

"Diam kau, kucing putih!" Regret memukul kepala Alice.

"ADYUH! SAKIT!" seru Alice memegang kepalanya untuk kedua kalinya.

"Hah...kenapa!?" seru Regret tak terima.

~{SKIP TIME}~

Mereka telah sampai di Gege Studio. Merekapun berlatih memerankan drama mereka. "Oke, semuanya, ayo bersiap!" seru Gege.

Nashi dan Regret sudah bersiap ditempat. "Huh, kenapa pula' aku jadi pemain utama, sih!? Sucks dude!" gerutu Regret. Ia menatap tajam Nashi. Nashi yang menyadarinya hanya memalingkan kepalanya.

"Kau..." ucapnya, "KALAU BUKAN GARA-GARA KAU MEMBANTU HILDA-NEE, AKU TAK AKAN BERADA DISINI!"

"APA SALAHNYA JIKA AKU MEMBANTUNYA!? DAN, SALAH SENDIRI KENAPA KAMU ADA DI TIM!?"

"KALAU BUKAN KARENA MIYA, AKU TAK AKAN PERNAH BERADA DI TIM INI!"

"Jadi, Regret..." ucap Miya. Regret menoleh ke arah Miya, "kau menyalahkan ku atas semua ini...!?"

Glek...Regret menelan ludah melihat death glare yang Miya tujukan untuknya, "ti-tidak kok..."

"Betulkah...?" Miya berjalan mendekati Regret.

"Be-betul...!" jawab Regret.

"Akan kupenggal kepalamu!" ucap Miya memberikan sorotan tajam kepada Regret.

"GYAA! ALEX! HELEP ME!" dengan seribu langkahnya, Regret berlari kebelakang Alex―berlindung dari terkaman macan.

Alex bersweatdrop ria melihat tingkah laku Regret, "o-oi..."

"Kesini, kau, REGRET FULLBUSTER!" seru Miya dengan rambut-rambut birunya yang seperti tentakel.

"HYAA! ALEX! LINDUNGI AKU DARI MACAN BETINA ITU!"

"He-hei...ayolah...sekarang waktunya kita untuk berlatih drama, kasihan Nashinya dah nunggu..!"

"Huh, baiklah!" Miya berhenti menghentikan aksinya.

"Sankyuu Alex!" seru Regret.

"Iya..."

"Kau kenapa? Cemberut terus?"

"Soalnya, kalian lama sih latihannya!"

"Emang kamu mau kemana, Lex?" tanya Nashi.

"Gak kemana-mana sih, cuman..." ucap Alex, "AKU INGIN SEGERA TAMPIL SEBAGAI SOSOK AYAH!"

Nashi dan Regret bersweatdrop ria.

"Oke, semua, ayo, dan..action!" arah Gege.

~{SKIP TIME}~

Ke-4 mage itu sedang makan es krim(?) ditengah malam yang dingin #dingin-dingin makan es, mati deh lu!

"Kenapa kita makan es krim, ya?" tanya Alex bingung menatapi es krimnya yang berperisa mint itu.

"Entah..." Miya ikutan bingung menatapi es krimnya yang berperisa strawberry cake(?) itu.

"Ini gara-gara si Ice-Head mentraktir kita!" ucap Nashi menunjuk Regret dengan es krimnya yang berperisa cabai(?) ditambah terasi(?) diatasnya.

"Yeee...kan kalian yang minta es krim! Liat gerobak es krim udah jadi anak 7 tahunan!" ucap Regret gak mau kalah, lalu menikmati es krimnya yang berperisa...tawar, dan dinginnya SUPERIOR kebangetan.

"Kau bilang apa, Regret...?" Miya memberikan death glare andalannya kepada Miya.

"Eh, ti-tidak ada...ha..ha..." ucap Regret canggung.

"Hei, Ice-Head, hati-hati, es krimmu tumpah!" peringat Nashi.

"E-eh..iya..." Regret segera membetulkan posisi es krim tawarnya.

Nashi memandangi langit malam, "udah larut..."

"Kau baru menyadarinya?" Regret sweatdrop melihat ke arah Nashi.

"Tidak, oh ya, aku pulang dulu ya! Nanti Papa dan Mama bisa marah-marah! Beruntung kalo semuanya udah pada tidur! Aku pulang ya, ja nee~!" Nashi pergi meninggalkan ke-3 teammate-nya.

.

.

.

Nashi berbalik lagi.

"Ada apa, Nashi?" tanya Miya.

"ALICE MANA!?"

~{End of Chapter 3}~


Author: Hah...akhirnya selesai...penuh perjuangan untuk membuat chap ini... *nyawanya hampir kabur dari tubuh*

Asist.R: Ya, tapi, pendek beud~

Author: BIARIN, YANG PENTING DAH UPDATE!

Alice: Woy, AUthor!

Author: Ape!?

Alice: Masa' gue ditinggal sendiri, seh!?

Author: Nah, lo, dari tadi kemana aja!?

Alice: Gue? Ngumpet dibalik meja

Asist.R: *sweatdrop* ngapain lo disitu...?

Alice: Ha? Gue? Ngapain disitu? Tidur lah! Capek tahu!

Asist.R: *jedotin kepala ke meja, ampe mejanya terbelah dua, sama kayak kepalanya(?)*

Author: Panteslah si Nashi ninggalin elo, lo sendiri keberadaannya aja tidak diketahui!

Alice: Iyalah, terserah!

Asist.R: *bisik-bisik ke Author* Alice kesamber apa sih, Thor, ampe sifatnya kayak gitu?

Author: Entah, ane aja bingung!

Alice: Awas, BON!

Author & Asist.R: BON? *miringin kepala*

(DUBRAK! Dinding kantor Author yang sekuat kapas itu di hancurkan oleh Banteng)

Alice: Banteng Orang Ngamuk

Author & Asist.R: *lari-lari*