Hai minna-san tachi~! Author kembali nieh ^u^)/ Dan, ini dia~!

Team Nashi: Dorama?

Rated: T

Genre: Apa aja dech,,

Disclaimer: Hiro Mashima-sensei,,

WARNING(!): OOC, TYPO, GAJE, ABAL, konsep dan cerita drama kemungkinan besar gak nyambung! Yang penting cerita cintanya masuk ^^, dll.


Suatu hari, yang indah, di Kota Magnolia—

"KAU TIDAK BOLEH MENIKAH DENGAN NASHI!" kita tahu siapa yang berteriak.

PLAK! sebuah tamparan mendaran di pipi Alex, "Bukan saatnya untukmu tampil, bodoh!"

"Baik Nashi,"

Back to Story~!

—berdirilah sebuah kerajaan, Kerajaan Magnolia yang pasti. Dikerajaan, tinggalah seorang Rajabernama Alex—bersama putrinya—yang bernama Nashi—jika kalian tanya dimana Ratunya, Ratunya telah meninggal dunia.

Sayangnya, Nashi tak pernah peduli tentang hal itu.

Setiap hari kematian Ibunya itu, hari selalu hujan karena semua bersedih. Tapi, keanehan bagi Nashi,

Setiap langkah yang ia ambil, selalu cerah. Yup! Ia tak pernah terkena hujan di hari kematian ibunya.

Alasan yang kuat akan hal itu adalah, karena ia tak peduli dan membenci ibunya.

Asalkan kalian tahu, selagi ibunya hidup, kedua manusia ini tak pernah akur. Mereka selalu berperang sambil istana terbelah menjadi 8(?) ketika Raja Alex tengah ada urusan diluar istana—yaitu memancing ikan di got depan istana.

Dan, ketika ibunya telah tiada, Nashi berbahagia ria sekaligus rindu. Rindu dimana ia bisa mencekik, menendang, dan memenggal kepala ibunya sampe mati suri.

Dan, jika kalian kira kematian Ratu Magnolia itu karena Nashi

.

.

.

.

.

.

kesalahan besar

Kematian ibu Nashi dikarenakan...

.

.

.

.

.

.

seekor gurita

Ya, Raja Alex telah membunuh istrinya sendiri. Ketika itu, kegiatannya sama, memancing ikan di got depan istana. Ketika itu, Ibu Nashi terlempar keluar dari istana dan jatuh dekat Raja Alex yang lagi bertarung sama gurita(?) yang ia temukan di got.

Gurita itu menutupi wajahnya, sehingga ia main pukul asal dan pukulan itu diterima oleh ibu Nashi. Tapi, Ibu Nashi tak terima di pukul, maka balas pukul kena guritanya.

Guritnya marah, turun dari muka Raja Alex dan memangsa ibu Nashi.

Dan, kejadian ini berlangsung selama kurang lebih 78 jam dihalaman belakang istana. Nashi bersorak ria kepada gurita agar memenggal kepala ibunya.

Dan, kejadian na'as itu terjadi

Walaupun sudah mati, tapi, kucing sang Ratu selalu berantem dengan Nashi. Alhasil, harus membuat Nashi membangun benteng lamanya dan berperang dengan kucing kerajaan itu.

Okay, back to story!

Putri kesayangan kita ini ternyata bersekolah ditempat yang SALAH BESAR!

Tidak ada yang percaya bahwa Raja Alex akan menyekolahkan anaknya di...

SMA FAIRY TAIL!? SMA PARA BERANDAL BERKUMPUL!

Walaupun, sebagian putri lebih memilih untuk sekolah di SMU Mermaid Heels, Nashi lebih memilih Fairy Tail. Alasan utamanya,

"Agar aku bisa mengoyak habis lambung kucing anggora itu!"

Itulah kebencian yang dirasakan

Hari mulai si—

"KAU! BERANDAL CILIK SIALAN! TIDAK BOLEH MENCINTAI PUTRIKU!"

"Oi, Alex, belum waktunya,"

"Oh ya, lupa, gomen Nashi...,,"

"Cih,"

Back to Story~!

—ang, Nashi tengah berjalan balik menuju istana dan menyiapkan sesuatu.

"Balik ini, gue harus langsung nyampe ke kamar gue gimana pun caranya! Biarpun dikejar anjing nanti lewat rumahnya ntuh Tante-tante bir sialan, gue harus nyampe ke kamar gue biar semua rencana gue gak berantakan! Kalo bukan gegara ntuh pengawal-pengawal gila, benteng gue gak bakalan rubuh! Sialan kalian pengawal gila!" -Nashi.

"Woi, cewek baru, bising!" -seseorang

Nashi menoleh ke belakang, "lah, ngapain lo dibelakang gue!? Lagipula, gue bukan cewek baru lagi dodol! Gue udah 4 bulan sekolah di ntuh sekolah brengsek! Makanya, otak tuh dipake! Jangan tangan terosss!"

"Bising kali sih jadi cewek!" -seseorang itu memukul Nashi dengan tongkat baseball-nya.

"Gila! Sakit bodoh!" -Nashi membalasnya dengan Death Nashi Kick-nya.

"Ugh, agh," -seseorang itu berdarah dan terkapar di tanah.

Nashi berjalan menjauh darinya dan segera menjalankan rencananya melewati rumah Tante-tante penyuka bir sialan. Setelah beberapa langkah, ia menoleh kebelakang. Ia melihat orang yang barusan ia tendang sedang terkapar ditanah sambil memegang perutnya dan berdarah.

"Kenapa harus peduli dengannya? Sekolah tak mengajarkannya! Papapun juga tak mengajarkannya," -batin Nashi.

Well, Raja Alex telah mengajari untuk peduli sesama, tapi, itu hanya ditujukan kepada rakyatnya. Untuk Nashi? Ia mengajarkan...

BAG! "Nashi, terus memukuli orang yang telah menyakitimu!"

DUG! "Nashi, teruslah tendang orang yang menyakitimu hingga tewas ditempat!"

KRAK! "Nashi, patahkanlah tulang setiap orang yang kau benci!"

BRAK! "Nashi, penggallah kepala setiap orang yang ingin kau penggal!"

"Dan, tinggalkan mayat mereka ditengah jalan!"

"Jangan pernah peduli pada orang-orang itu!"

"Jangan pernah peduli pada SESAMA!"

Dan, itulah yang diajarkan Raja Alex kepada anaknya, Nashi.


[Komentar Penonton]

Gajeel: Gi hee, anak kita keren! Mengajarkan sesuatu yang hebat! Aku bangga padamu nak!

Levy: Apa maksudmu dengan itu, Gajeel!? Itu semua adalah ajaran sesat! Dia tidak hebat sama sekali! Seharusnya kau tidak bangga padanya! KAU TIDAK BANGGA!

Natsu: Anakmu adalah keturunan stripper, Gajeel! kau telah menyesatkan anakku!

Gajeel: YA! YA ANAKKU SEORANG STRIPPER TAPI BUKAN KETURUNAN STRIPPER! APA MASALAHNYA, HAH!?

Natsu: MASALAHNYA KAU TELAH MEMBUAT ANAKKU MENJADI TAK PEDULI SESAMA! RASAKAN INI MUKA BESI!

Gajeel: Gi hee, mengajar bertarung, RASAKAN INI FLAMEHEAD

[Levy dan Lucy berusaha meleraikan keduanya]

Nashi: *sweatdrop* tak bisakah mereka membedakan drama dengan real-life?

[Back to Story]


Tapi, hati nuraninya berkata lain. Ia menoleh kembali ke belakang. Ia menggopoh orang itu dan membawanya kedalam rencananya. Sesampainya dikamarnya, ia menyusun rencana lagi untuk mengalahkan kucing sialan milik ibunya—Alice.

Sebelumnya, ia mengobati luka orang itu.

"Te-terima kasih, karena telah...menolongku," -seseorang.

"Bukan apa-apa, aku hanya tak tega nanti kau kelindes truk, trus aku masuk penjara kagak bisa memenggal kucing sialan peninggalan nenek lampir yang pernah tinggal di rumahku yang indah ini," -Nashi.

"Nenek lampir...?" -seseorang

"Ugh, ibuku, ibuku," -Nashi.

"Oh, kupikir membilang dia nenek lampir tak sopan, tapi, anaknya juga bilang begitu, mungkin aku harus mulai memanggilnya nenek lampir kembali," -seseorang.

"Tunggu dulu, kau memanggilnya nenek lampir?" -Nashi.

"Iya," -seseorang.

"Berarti, kau membencinya, dong!?" -Nashi.

"Iya," -seseorang

"YES! SESEORANG TELAH MEMBENCIMU NENEK LAMPIR! BWAHAAHAHA!" Nashi mengejek-ejek gambar ibunya yang telah ia coret-coret.

"Hahaha, keren," -seseorang.

"Ngomong-ngomong, namamu siapa?" -Nashi.

"WAT DE FUK!? GAK TAU NAMAKU!? YANG UDAH MAINSTREAM DIMANA-MANA!?" -seseorang.

"Gak usah lebay kalee! Cepetlah, siapa nama lo!?" -Nashi.

"Tch, nama gue Regret," -Seseorang alias Regret.

"Hmmffftt...Papa lo nyeselin apa ampe nama lo Regret!?" -Nashi.


[Komentar Penonton]

Gray: Nyeselin gak kedapetan ayam goreng

Natsu: Nyesek juga ya jadi lo Gray, pas Juvia ngelahirin anak lo, lo gak kedapetan ayam goreng

Gray: Iya iyalah, Flamebrain, orang kau makan semua ntuh ayam!

Natsu: Hehehe, *nyengir*

Gray: Dah gitu, gue hampir kelindes truk gara-gara lolipop yang gue beli dipinggir jalan

Lucy: Ya elah, lolipop dimana-mana banyak! Kalo lolipop jatoh kan bisa dibeli lagee!

Gray: Iya, gue tau, masalahnya, pas itu gue boke', laper, ya udah lah, nyuri lolipop,

Levy: Lo gila ato apa sih!? Lolipop itu mana bisa ngenyangin perut!

Gray: Makanya itu, gue lupa kalo gue nyimpen hasil curian gue satu lagi di guild pas itu!

Semua: Apaan, Gray?

Gray:...Strawberry cake-nya si Erza, gihihihihi...

Semua: *sweatdrop plus jaw dropping*

Erza: Gray...*death glare*

Gray: Ya, Za? *dengan entengnya*

Semua (min Gray+Erza): *pingsan ditempat*

Erza: Lo bakal bayar Strawberry cake gue dengan kepala lo itu,,

Gray: *Nelen ayam Elfman*

Elfman: hey, itu namanya bukan PRIA SEJATI!

Gray: Bising, bodoh, umm...

[Back to Story]


"Jadi, kapan gue bisa pulang?" -Regret

"Elo belom bisa pulang, kucing sialan milik nenek lampir itu masih diseberang!" -Nashi.

"Huh?" -Regret.

"Kita harus bersiap untuk menyerang! Sebentar lagi kucing sialan dan asistennya—" -Nashi.

"WHAT!? Kucing punya asisten!?" -Regret.

"Iye, namanya Miya, yang buasnya kayak singa yang disebelah sono," -Nashi nunjuk-nunjuk Bi Erza yang lagi memangsa Paman Boxer.

Ngeliat Bi Erza mangsa Paman Boxer, "udah nasib tuh kebo' dimakan singa, trus, rencananya apa?"

"Rencananya kita blablablabla...terus..blablbalbabla...terakhir, kita harus blablabla...ngerti?" -Nashi.

"Bodoh! Mana ngerti gue kalo lo ngomong blablbablabla gak jelas gitu!?" -Regret.

"Hehehe, jadi...rencananya...GUE GAK TAHU! BWAHAHAHA! Sukses indah, gue gak tau apa yang harus dilakukan!" -Nashi.

"Gue sweatdrop aja," -Regret.

DUAR! Suara ledakan yang dihasilkan benteng seberang.

Nashi mengintip, "tch,"

"Siapa?" -Regret.

"Kucing sialan dan asistennya telah menyerang kita pake balon granat," -Nashi.

"Eh, balon granat?" -Regret.

"Balon, diisi air, masukin granat, lempar ke target," -Nashi.

"O-oh," -Regret.

"Ayo, kita harus menyerang mereka," -Nashi.

"O-okey," -Regret.

Dan, mereka mulai menyerang Alice+Miya dengan batu-batu temuan mereka dikolong kasur Nashi.

"Lapor nyonya, mereka menyerang kita menggunakan batu!" -Miya.

"Lalu!? Apa masalahnya!? Kita berlindung, dan menyerang balik," -Alice.

"Bu-bukan itu, ada, sesuatu yang lain," -Miya.

"Apa?!" -Alice.

"Batu-batu yang mereka pakai diambil dari kolong kasur Nashi," -Miya.

"Lalu?" -Alice.

"La-lalu, batu-batu itu sebenarnya berasal dari kamar nyonya yang dicolong tadi pagi..." -Miya.

"WAT!? ARE YU SERI-O-US!?" -Alice.

"Gak usah lebay kali, nyonya," -Miya.

"Batu-batuku yang berharga, keparat kau NASHI!" -Alice lari-lari ke arah Nashi sambil bawa golok

"HYAAA!" -Nashi lari-lari ke arah Alice sambil bawa kapak.

"Gue sedang dalam sweatdrop mode," -Regret dan Miya.

Lalu, terdengar suara langkah kaki sepatu seseorang.

"Apa yang terjadi disini...?" -Raja Alex.

Nashi dan Alice menelan ludah mereka berdua.

Akhir yang menyedihkan. Kucing dan Putri itu kena marah dan ceramah selama kurang lebih 4 jam. Setelah itu, mereka membereskan kekacauan yang mereka perbuat. Setelah itu, Alice kembali ke kamarnya bersama Miya dan menyusun rencana. Sedangkan Nashi dan Regret pergi ke genteng buatt nikmatin sore hari.

"Thanks, dah bantu gue buat ngelawan kucing sialan itu," -Nashi.

"Walaupun gak menang," -Regret

"Hahaha," -Nashi & Regret

"Ng, Regret," -Nashi.

"Iya?" -Regret.

"Ti-tidak ada," -Nashi.

"Huh?" -Regret.

"Sore ini...indah, ya?" -Nashi.

"Iya, seindah orang yang disampingku," -Regret nidurin kepalanya dipundak Nashi.

"Eh!? A-apa!?" -Nashi kaget plus blushing.

"Sore hari ini, sangat indah, seindah orang, yang ada disampingku," -Regret.

Muka Nashi tambah merah—udah meledak.

"Hihihi, kau lucu," -Regret.

"A-apanya yang lucu!? Ti-tidak ada yang lucu!" -Nashi.

"Hahaha," -Regret.

"A-apanya yang lucu!? Hah!?" -Nashi.

"HEY! NASHI! TURUN SEKARANG! DAN! TIDAK BOLEH MENCINTAI PUTRIKU, KAU, BERANDAL!" -Raja Alex.

"Eh...?" -Nashi & Regret bingung.

THE END(?)

Dan, akhirnya mereka hidup bahagia-menyedihkan selamanya. Pertarungan tetap belanjut hingga anak-cucu-cicit mereka. Dan, setelah lulus SMA, Nashi dan Regret menikah. Begitu juga Alice yang menikah seekor kucing. Miya tetap menjadi asisten tetap Alice.

Ingat, kawan, pertarungan masih berlanjut hingga mereka di alam baka!

REAL THE END!


[Komentar Penonton]

Mirajane: KYAA~! INI KEREN!

Lucy: Lebih keren dari yang kita mainin

Romeo: Menurutku kurang nyambung dengan konsep, tapi, ini tetap yang terbaik!

Natsu: Whoa...anakku keren banget!

Gray: Anakku lebih keren lagi!

Gajeel: Gi hee...anakku adalah ayah yang baik

ALzack: Yang ada ayah yang menyesatkan *sweatdrop*

Erza: Walaupun cuman tampil sedikit, anakku yang terbaik *bangga*

Happy: Alice dan Nashi berantem? 0.0...keren!

Charle: Huh, membosankan...disisi lain, menyerukan

Wendy: Me-menurutku...i-ini...cukup keren...

Elfman: Alex adalah PRIA SEJATI!

Evergreen: Apa maksudmu dengan itu, hah?

Freed: Ini...keren,

Bixlow: Whoa...cerita yang menyerukan! (menyerukan! menyerukan!)

Nashi: Perasaanku aja ato yang komentar emang semua bapak-bapak ama ibu'-ibu' lansia #PLAK

[THE END]

[TEAM NASHI: DORAMA? IS FINISHED]