PART 2

-Wonderful Life-

Rated : T-M?

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

-Kim Yesung

-Kim Ryeowook

Disclaimer : Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan tentunya tapi ff ini murni milik saia#yakinlah sumpah

Genre : Romance ||Hurt|| Drama

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Mpreg||Gaje || typo's ||

Annyeong^^

Saia bawa ff abal2 lagi..

Asal aja sebenarnya buat ne ff

Semoga saja tidak jelek ya ff saya ini..#plak

-0000-

.

.

.

.

.

.

.

.

#Yesung pov

"Perkenalkan aku..kaaauuuuu"aku tercengang menatap seseorang yang ada dihadapanku sekarang. Bibirku kelu dan jantungku berdetak lebih kecang.

"Hyuuuuunggg"jawabnya yang bisa kupastikan dia juga terkejut sama sepertiku

"Baby ah ayo kita pulang"ajakku tanpa memperdulikan panggilannya padaku.

"Hyungg…"kata orang itu lagi menahan lenganku

"Jangan pernah memanggilku hyung dan seolah-olah kau mengenalku"kataku dingin padanya.

"Eommaaaaa"kudengar sesosok gadis mungil berlari kecil menuju kearahku dan seseorang yang masih setia menahan lenganku."Eomma kenapa eomma lama sekali?aku lapar eomma"kata anak kecil itu kepada seseorang yang tepat berada disampingku

"Nde chagy sebentar lagi bermainlah dulu dengan oppa ini dia akan mengajarimu bermain mobil remotenya..bukankah begitu oppa kecil"katanya kepada anak kecil itu lalu beralih kepada Sunghyun

"Nde ahjuss eh ahjumma..ayo aku ajari"kata Sunghyun lalu pergi meninggalkan aku dan seseorang disampingku

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Hyung"katanya pelan memanggilku

"Jangan memanggilku seolah-olah kau mengenalku"jawabku dingin tanpa melihat matanya aku masih belum mampu melihat mata yang selalu bisa melemahkanku.

"Bukankah kita saling mengenal?bahkan lebih dari itu"katanya sedikit terisak mendengar setiap jawabanku yang selalu dingin.

"Kapan?"tanyaku ketus

"Kita bersahabat lama hyung dan bahkan kita lebih daripada itu"katanya lagi menjelaskan setiap inci kebersamaan yang pernah kami rengkuh bersama

"Sejak saat dimana kau meninggalkanku sejak saat itu kita tidak saling mengenal lagi Ryeowook ssi"kata dingin memberi penekanaan saat menyebutkan namanya

"Dia anakmu?"tanyanya penasaran

"Kau tahu bagaimana dia memanggilku bukan"aku masih saja ketus menjawab setiap pertanyaannya. Hanya dengan sikap dinginku ini aku mampu menunjukan bahwa aku kuat tanpa dirinya bahkan 5 tahun ini sejak Sunghyun lahir aku mampu mengalihkan segalanya

"Wajahnya mirip seseorang"katanya menebak

"Wajahnya mirip denganku karena dia anakku"kataku dingin lalu meninggalkannya yang terdiam melihatku menjauh darinya. Aku berjalan kearah anakku menggendongnya lalu pergi dari tempat ini.

#Yesung pov end

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Kalian menikmati kencan kalian"Tanya Sungmin pada kedua pria yang kini ada dihadapannya. Saat ini mereka tengah menikmati makan malam.

"Aku mendapat teman baru eomma"kata Sunghyun senang menceritakan apa yang terjadi hari ini.

"Siapa?"Tanya Sungmin penasaran

"Namanya Kim Rywoon eomma..dia gadis yang manis"kata Sunghyun riang

"Jinja bisa kau kenalkan pada eomma"Tanya Sungmin

"Tidak perlu"jawab Yesung menyela

"Hyung"kata Sungmin terkejut

"Sunghyun jangan pernah menemuinya lagi dan kau Sungmin jangan pernah bertanya tentang teman baru Sunghyun lagi"kata Yesung lalu meninggalkan ruang makan tersebut

"Eomma ada apa dengan appa?"Tanya Sunghyun ketakutan

"tidak apa-apa appa hanya lelah habiskan makanmu lalu gosok gigi dan pergilah tidur dulu eomma akan membantu appa membereskan pekerjaannya"kata Sungmin menjelaskan dan dijawab anggukan oleh anaknya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sakit…

Hanya itu yang dirasakan oleh Yesung ketika mengingat pertemuannya dengan sang pembuat luka setelah lima tahun berlalu. Bukan hal yang mudah menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya. Yesung harus memakai topeng yang menutupi wajahnya agar tak terlihat sama sekali bekas luka yang Yesung rasakan. Seandainya kejadian itu tidak terjadi mungkin semuanya tidak akan serumit ini. jika saat itu Yesung mampu menahan semuanya mungkin kebahagian abadi yang kini menyelimuti mereka namun sepertinya takdir memang bekerja sesuai jalannya. Jalan dimana semua harus merasa tersakiti tanpa alasan yang pasti. Satu persatu menjauh meninggalkan torehan luka yang berbekas sampai pada saat ini.

"Hyung" Panggil Sungmin pada seseorang yang sangat ia sayangi "sebenarnya apa yang terjadi"

"Jika mereka kembali apa yang akan kau lakukan"Tanya Yesung dengan pertanyaan yang terkesan ambigu ditelinga Sungmin.

"Mereka siapa hyung?"Tanya Sungmin bingung mencerna pertanyaan Yesung.

"Mereka yang membuat Luka disini"kata Yesung sambil memegang dadanya.

"Aku tidak tahu hyung tapi yang pasti akan kupastikan Sunghyun tetap bersama kita"kata Sungmin masih menatap Yesung yang ada disampingnya. Saat ini mereka tengah berada dibalkon kamar Yesung memandang jauh bintang yang bertaburan diangkasa.

"Dia kembali"kata Yesung lagi masih dengan sebuah pernyataan yang terkesan ambigu

"Nuguya?"Tanya Sungmin bingung

"Kim Ryeowook"jawab Yesung singkat

"Mwo?"Tanya Sungmin tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar

"Apa yang harus kita lakukan Sungmin ah"Tanya Yesung frustasi

"Bukan kita tapi kau hyung"Jawab Sungmin sambil mengeratkan genggamannya pada lengan Yesung "apa yang akan kau lakukan? Akhirnya dia kembali..seseorang yang membuatmu merasakan cinta sekaligus luka yang dalam"

"Dia memiliki seorang putri"kata Yesung

"Kim Rywoon?"kata Sungmin memastikan yang hanya dibalas anggukan oleh Yesung

"Ada aku dan Sunghyun hyung..apapun keputusan yang kau ambil aku akan mendukungnya"kata Sungmin menenangkan Yesung.

"Jika dia kembali apa yang akan kau lakukan?"

"Entahlah hyung..yang pasti tanpa dirinyapun aku bisa bertahan hidup..ada Sunghyun dan juga kau yang selalu ada disampingku..meskipun aku tahu masih ada ruang khusus dihatiku hanya untuknya..sama sepertimu hyung yang selalu memberi ruang khusus untuknya meski luka itu selalu menghantui"

"Sepertinya takdir mempermainkan kita"

"Kita yang terlalu bodoh hyung mau saja dipermainkan takdir..Jika bisa menawar aku ingin kembali seperti awal saat dimana kita berempat bersama"

"Jika seperti itu kita egois bukan?"

"Kau benar hyung"

~Ceklek~

"Appa eomma…"panggil seorang anak kecil yang kini tengah berdiri didepan pintu kamar Yesung. Mendengar panggilan anaknya Yesung dan Sungmin bergegas dari balkon menuju kearah Sunghyun.

"Ada apa chagy?"Tanya Yesung yang kini tengah berjongkok didepan Sunghyun.

"Appa bisakah aku tidur denganmu?"Tanya Sunghyun

"Tentu saja boleh..ayo kita tidur"ajak Yesung pada Sunghyung

"Kalian tidurlah..aku keluar dulu"kata Sungmin lalu meningalkan Yesung dan anaknya

"Eomma…"panggil Sunghyun ketika Sungmin hampir menutup pintu kamar Yesung.

"Wae chagy?"Tanya Sungmin masih berada diambang pintu

"Tidak bisakah eomma tidur bersama kami?"Tanya Sunghyun lirih

"Baby ah.."Sungmin masih kelu tak mampu bicara ketika mendengar permintaan putranya.

"Bukankah sudah bersama appa?"kini Yesung yang menjawab

"Aku hanya ingin tidur ditemani appa dan eomma"kata Sunghyun lalu berjalan dan naik keatas ranjang Yesung.

"Baiklah eomma akan tidur disini..bersamamu chagy"kata Sungmin mengalah

"Sungmin ah.."

"Tak apa hyung demi Sunghyun"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hidup ini terkadang begitu indah, begitu bersahabat dan begitu damai. Namun keindahan serta kebahagiaan yang melingkupinya, hanya seperti tetesan embun di dedaunan, ketika pagi menjelang, hangatnya sang surya menguapkannya, hilang di telan panas. Ketika cinta datang, di situlah duka datang, disaat duka datang, di saat itulah suka datang, dikala suka datang di situlah kehilangan datang. Memaknai kehidupan bukanlah perkara gampang, memahami cinta bukanlah seperti memahami seseorang suka dengan seseorang lainnya, tapi semua lebih dari itu, cinta sulit untuk di definisikan, karena akan ada jutaan definisi untuk sesuatu yang bernama cinta itu. Sungmin Termenung tak bisa berpikir, itulah yang ada di otaknya saat ini. Bukan, bukan tak bisa berpikir tapi otaknya masih memutar rekaman kejadian tadi malam. Apa yang akan dia lakukan seandainya orang itu kembali. Orang yang meninggalkan luka sayat yang perih tanpa ada obat setetespun. Sama seperti Yesung luka itu sudah menjalar tanpa mampu dihalau bahkan dihentikan.

"Hari ini kau sibuk Sungmin ah?"Tanya Yesung. Saat ini mereka tengah berada diruang makan menikmati sarapan pagi.

"Wae hyung?"Sungmin balik bertanya.

"Aniya hanya saja setelah menjemput Hyunni aku akan mengantarnya kekantormu..aku harus menghadiri meeting jadi aku tidak bisa menjaganya."Yesung menjelaskan

"Kalau begitu biar aku saja yang menjemputnya"kata Sungmin

"Ani kau tahu Hyunnie tidak akan mau jika tidak bukan aku yang menjemputnya.."ujar Yesung

"Baiklah hyung terserah kau saja, aku tidak sibuk jadi kalaupun Sunghyun bersamaku tidak akan mengganggu..bukankah dia anakku"kata Sungmin sambil tersenyum manis

"Nde Sungmin ah maniss…dia anakmuu"

"Aishh berhenti memanggilku manis..aku bukan kucing hyung"

"hahahaha aku suka saat kau bersikap seperti ini…mengingatkanku pada masa lalu"

"Hyung.."

"Nde?"

"Bagaimana kalau kita pindah saja?"

"Mwo? Apa terjadi sesuatu?"

"Ani aku hanya takut peristiwa masa lalu akan menyakiti kita lagi..bukankah dia sudah kembali?"

"Kita akan menghindar?"

"Aku hanya mengantisipasi sesuatu saja"

"Appa aku sudah siap ayo kita berangkat"

"Ayo kita berangkat chagy…"kata Yesung lalu menggendong putranya "kita bicarakan lagi nanti Sungmin ah"kata Yesung sekali lagi sebelum benar-benar pergi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Saat ini Sungmin tengah berada dikantornya mengurusi segala hal tentang pesta. Sungmin adalah seorang perancang sebuah pesta. Berkat bantuan Yesung, Sungmin mampu mengelola usaha yang menjadikan dirinya sebagai lelaki yang cukup mapan. Sejak lima tahun yang lalu secara tidak langsung Sungmin menjadi sangat tergantung pada Yesung.

"Sungmin ssi ada klien yang ingin bertemu denganmu"kata sekretarisnya pada Sungmin

"Suruh saja dia masuk"kata Sungmin

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Annyeongha…se..ooo"sapa orang tersebut ketika sudah memasuki ruangan yang dipenuhi nuansa pink. Dengan nada yang sedikit terbata nampak dia terkejut mengetahui siapa orang yang saat ini berada dihadapannya.

"Wookie"Kata Sungmin terkejut ketika mendapi seseorang yang tengah berdiri dihadapannya.

Sama seperti Sungmin orang yang dipanggilnya Wookie terkejut melihat seseorang yang menjadi partnernya adalah orang dimasa lalunya.

"Hyung…"sapa Wookie dengan suara terbata

"Kau…"Kata Sungmin masih tidak percaya akan apa yang dilihatnya. Orang yang sama, orang yang menjadi sahabatnya 5thn yang lalu bahkan sampai sekarang Sungmin masih menganggapnya seorang sahabat.

"Jadi kau yang mengurusi pesta ulang tahun putriku?"Tanya Wookie memastikan

"Dia putrimu?"Sungmin balik bertanya

"Kenalkan dirimu chagy"Pinta Wookie pada putrinya

"Annyeonghaseo ahjussi Kim rywoon Imnida"Kata anak kecil itu memperkenalkan dirinya pada Sungmin

"Ohh annyeong"jawab Sungmin

"Jadi bagaimana hyung?"Tanya Wookie lagi. Pria dengan nama asli Kim Ryeoowook ini memastikan apakah Sungmin yang akan mengurusi segala hal untuk pesta ulang tahun putrinya.

"Semua sudah berjalan sesuai rencanamu..hanya tinggal tunggu waktu terlaksananya pesta itu"kata Sungmin menjelaskan rencana berjalannnya pesta ulang tahun itu.

"Terima kasih hyung"Kata Ryeowook

"Sama-sama"Sungmin membalas dengan senyum manisnya

"Eomma….."teriak bocah kecil setelah berhasil menemukan eommanya yang tengah bekerja diruangannya.

"ohh baby ah kau datang? Mana appa?"kata Sungmin sedikit terkejut dengan kedatangan putranya yang tiba-tiba.

"Appa hanya mengantarku sampai depan eomma lalu pergi lagi.. eh rywooni kau disini"Sunghyun terkejut ketika mendapati teman kecilnya berada diruangan eommanya. Sunghyun terkejut kenapa teman kecilnya bisa berada dikantor eommanya mengingat larangan sang appa yang meminta mereka untuk tidak berhubungan atau membicarakan apapun tentang dua orang didepannya. Untuk anak berumur 5 tahun Sunghyun termasuk anak yang jenius mampu mengerti apa yang diucapkan orang dewasa. Ryewoon hanya mengangguk mendengar Sunghyun teman kecilnya menyapanya.

"hyung dia anakmu?"Tanya Ryeowook sedikit bingung

"Nde ahjumma aku putra eommaku"Sungmin diam, hanya Sunghyun yang menjawab pertanyaan orang yang ada didepannya.

"Jadi Yesung hyung?"Ryeowook masih bingung dan berusaha mencerna apa yang baru saja ia alami. Ia tidak menyangka bahwa Sungmin sahabatnya sama seperti dirinya yang bisa melahirkan seorang anak. Dan anak tersebut adalah anak yang bersama Yesung saat ditaman kemarin

.

.

.

.

.

.

.

.

.

T.B.C

Akhirnya part 2 publis juga..

Agak bingung sebenarnya kemarin mau nerusin enggak..

Bingung mau dibuat kayak apa..

Tapi ya sudah lah seadanya saja..

Toh saya memang tidak bisa membuat ff yang bagus..

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca ff ini..

#bow