Part 3
-Wonderful Life-
Rated : T-M?
Cast :
-Cho Kyuhyun
-Lee Sungmin
-Kim Yesung
-Kim Ryeowook
Disclaimer : Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan tentunya tapi ff ini murni milik saia#yakinlah sumpah
Genre : Romance ||Hurt|| Drama
Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Mpreg||Gaje || typo's ||
Annyeong^^
Saia bawa ff abal2 lagi..
Asal aja sebenarnya buat ne ff
Semoga saja tidak jelek ya ff saya ini..#plak
-0000-
.
.
.
.
.
Setumpuk map dan surat –surat berharga kini tengah menjadi santapan siang bagi Yesung. Saat ini dia dan sekretarisnya tengah berada disebuah ruang rapat eksklusif disalah satu hotel ternama di Seoul menunggu kliennya yang belum juga datang. Perjuangannya selama bertahun-tahun mebangun perusahaan ini tidak sia-sia mengingat bagaimana kesuksesan yang diraihnya saat ini. siapa yang tidak mengenal seorang Yesung CEO muda sebuah perusahaan dagang yang cukup diperhitungkan di Korea mapun luar Korea. Tidak heran jika banyak sekali ibu-ibu dari kalangan sosialita ingin menjadikannya seorang menantu idaman. Mengingat bagaimana tampan dan kayanya seorang Yesung. Tetapi para kaum sosialita itu harus menelan pil pahit ketika tersebar sebuah kabar seorang Yesung telah mempunyai seorang putra berusia lima tahun dan seorang "istri" yang sama seperti Yesung yaitu seorang pria. Pada akhirnya mereka tahu bahwa Yesung seorang gay.
"Maaf kami terlambat…"kata Seorang wanita cantik dan elegan yang kini tengah berada diambang pintu mendekat kearah Yesung.
"Tidak apa-apa..silahkan duduk Victoria ssi"jawab Yesung sambil mempersilahkan wanita cantik bernama Victoria untuk duduk diikuti para staffnya.
Victoria adalah seorang wanita karir dengan bakat yang luar biasa. bakatnya didunia bisnis menjadikannya seorang wanita karir yang sukses. Wanita dengan nama Victoria Song ini adalah wanita asli Cina yang menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan terkenal di Korea salah satunya adalah Yesung.
"Baiklah kita mulai saja rapatnya"kata Yesung memulai rapat tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Jadi Yesung hyung?"Ryeowook masih bingung dan berusaha mencerna apa yang baru saja ia alami. Ia tidak menyangka bahwa Sungmin sahabatnya sama seperti dirinya yang bisa melahirkan seorang anak. Dan anak tersebut adalah anak yang bersama Yesung saat ditaman kemarin
"Kenapa dengan Yesung hyung"Sungmin mencoba menyangkal
"Bukankah anak itu yang bersama Yesung hyung ditaman dan dia anakmu? Jadi kau dan Yesung hyung?"Ryeowook berusaha untuk mencari tahu
"Kita bicara disana saja"ajak Sungmin pada Ryeowook menuju sebuah café yang terletak didepan kantornya dan membiarka Sunghyun dan Ryeowoon bermain diarena permainan yang disediakan di dalam kantor Sungmin.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Apa kau menikah dengan Yesung hyung?tanya Ryewook. mereka tengah berada dicafe sambil menikmati secangkir kopi. Sama seperti lima tahun yang lalu mereka berdua selalu menghabiskan waktu untuk mengobrol dicafe seperti ini dan menikmati secangkir kopi yang manis meskipun masih tersirat sedikit pahit. Sama seperti hubungan mereka berempat terkesan manis namun diselimuti kepahitan.
"Sunghyun memanggilnya appa"kata Sungmin. Untuk sekian kalinya ia harus berbohong.
"Begitukah?"terpancar jelas bagaimana kesedihan yang nampak diwajah mungil itu.
"Jadi kau sudah menjadi eomma?"kata Sungmin mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Kim Ryeowoon?"Tanya Ryeowook
"Dia mirip denganmu.."sekali lagi Sungmin mencoba untuk membicarakan hal yang wajar.
"Hyung…"
"Kau tahu Wokkie? Yesung hyung bahkan masih memikirkanmu"Kata Sungmin yang langsung membuat Ryewook terkejut
"Sepertinya dia membenciku"kata Ryeowook pesimis
"Cintanya lebih besar daripada itu"
"tapi sikapnya berbeda"
"Apa yang terlihat dari luar buruk belum tentu yang didalamnya"kata Sungmin mencoba menjelaskan akan sikap Yesung yang sebenarnya.
"Apa Sunghyun anaknya?"Tanya Ryewook memastikan
"Dia anakku"jawab Sungmin tegas dan lugas
"Hyung bisakah kau.."
"Kim Ryewoon.."Potong Sungmin ketika Ryeowook berbicara
"Hyung.."
"Apakah dia sama seperti Sunghyung"Tanya Sungmin sedikit penasaran
"Sungmin hyung"
"Dia putrimu bukan?"sekali lagi Sungmin mencoba memastikan
"Dia memang putriku..hanya putriku"jawab Ryeowook sedikit pelan
"Apakah dia appa dari putrimu?"Sungmin masih memastikan siapa appa putri dari sahabatnya itu
"Bukan hyung.."kata Ryeowook "Kau dan Yesung hyung salah paham.. 5 tahun yang lalu sebenarnya bukanlah seperti itu"Ryeowook mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
"Tapi yang kami lihat seperti itu"Sungmin mencoba untuk menahan emosinya.
"Bisakah saat perayaan ulang tahun Rywoon kalian bisa hadir?"pinta Ryeowook
"Aku tidak yakin"jawab Sungmin seadanya dan memandang kearah Ryeowook dengan tatapan yang tidak bisa dikatakan biasa.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Terima kasih atas kepercayaan yang kau berikan pada perusahaan kami Victoria ssi" kata Yesung sambil menjabat tangan Victoria.
"Bagaimana kalo kita makan malam bersama? Hanya untuk merayakan kerja sama kita"ajak Victoria
"Makan malam?"Tanya Yesung sedikit terkejut dengan ajakan Victoria.
"Kita tidak berdua Yesung ssi jadi jangan berfikiran yang tidak-tidak"
"Hahaha aku pikir kau ingin mengajak makan malam berdua denganku"
"Ajaklah istri dan anakmu..aku juga akan mengajak tunanganku"
"Kau sudah bertunangan?"
"Yahh hanya bertunangan tidak ada kemajuan sama sekali"
"Baiklah Victoria ssi aku akan mengajak anak dan istriku"
"Aku tunggu kau direstaurant Italia besuk malam pukul 7"
"Nde Victoria ssi"
"Aku permisi..senang bisa bekerja sama denganmu Yesung ssi"
"Begitupun kami"
.
.
.
.
.
.
.
.
"Appa…."sapa seorang anak kecil sambil berlari kecil kearah sang appa yang baru saja pulang.
"Aigo baby ah sangat berlari-lari nanti kau jatuh chagy"kata sang appa mengingatkan
"Appa membelikanku sesuatu?"Tanya anak itu
"Wae?kau menginginkan sesuatu? Appa tidak membeli apapun"
"Aku ingin mempunyai sebuah PSP.."
"PSP? Sejak kapan kau mengenal benada seperti itu baby?"
"Tadi saat aku bertemu dengan seorang paman ketika aku bermain ditaman dengan Suster"
#FB ON
"Kau hanya bermain sendiri"Tanya seorang lelaki asing pada Sunghyun
"Kau menunggu seseorang adik kecil?"tanyanya sekali lagi namun Sunghyun tetap diam."kau mau mencoba permainan ini?"katanya lagi sambil menyerahkan sebuah PSP. Dengan penasaran Sunghyun menerima PSP. Sebuah benda yang nampak asing bagi Sunghyun.
"Kenapa kau tidak bicara sama sekali?"Tanya pria tersebut sambil mengajari Sunghyun bagaimana menggunakan benda aneh itu.
"Eomma dan appa melarangku untuk berbicara dengan orang asing"jawab Sunghyun cuek sambil memperhatikan pria yang kini tengah mengajarinya itu.
"Bagaimana kau bisa melakukannya sendiri?"Tanya pria itu setelah berhenti mengajari Sunghyun. Sunghyun hanya diam sambil mencoba memainkan benda yang kini berada ditangannya."wahh kau cepat sekali mengerti adik kecil"kata pria itu terkejut dengan kepintaran anak kecil yang ada dihadapannya.
"Tentu saja Appa dan Eommaku kan pintar"jawab Sunghyun sedikit sombong.
#FB OFF
"Paman? Bukankah appa sudah menyuruhmu untuk berhati-hati dengan orang asing?"kata Yesung sambil menggedong anaknya menuju sofa yang berada diruang tengah rumah mewah mereka.
"Paman itu baik appa..dia yang mengajariku bagaimana bermain dengan PSP"kata Sunghyun
"Siapa yang mengajarimu?"Kata Sungmin yang baru saja masuk kedalam rumah dan mendapati anak dan hyungnya sedang bersantai diruang tengah.
"Eommaa…."teriak Sunghyun ketika mendapati eommanya yang kini tengah memeluknya meskipun Sunghyun masih dalam gendongan Yesung.
"Siapa yang mengajarimu chagy?"Tanya Sungmin skali lagi
"Paman PSP yang ada ditaman tadi eomma.."
"Bukankah eomma sudah menyuruhmu untuk tidak berbicara dengan orang asing"
"Arraso eomma.."
"Okay baby ah ayo kita mandi saja..nanti appa belikan PSP untukmu"
"Jinja appa?"
"Hyung.."
"Tentu saja baby ah…tidak apa-apa Sungmin ah"
"terserah kau saja hyung…kalian mandilah aku akan menyiapkan makan malam"
"Ahh Sungmin ah tidak usah menyiapkan makan malam, cukup buatkan snack saja nanti pukul 7 kita makan malam diluar"
"Jinja appa?horeeeeee"
"Acara apa hyung?"
"undangan dari rekan bisnisku..kau juga mandilah"
.
.
.
.
.
.
.
Sore yang indah ditemani warna orange mentari yang bersiap kembali keperaduannya. Meski dingin mulai menguar namun tetap tak mengurangi keindahan sore. Dua pria dewasa dan satu pria kecil tengan duduk dengan nyaman dibalkon rumah besar mereka yang terlihat sedikit mencolok jika dibandingkan dengan rumah-rumah yang ada didekatnya. Kenyamanan terlihat dalam suasana itu. terlihat bagaimana harmonisnya sebuah keluarga kecil yang selalu nampak dari senyum dan kekompakan mereka.
"Appa tadi Ryeowoon kekantor eomma"kata Sunghyun sambil menikmati segelas susu dan sepotong biscuit
"Nugu?"Tanya Yesung terkejut
"Ternyata Ryeowook adalah Klienku hyung"kata Sungmin menjawab pertanyaan Yesung. Karena Sunghyun telalu menikmati biscuit coklat miliknya.
"Mwo? Batalkan.."kata Yesung dingin
"Tidak bisa hyung "jawab Sungmin lalu meletakkan secangkir tehnya dengan sedikit terkejut
"Wae? Jika dia meminta ganti rugi biarkan aku saja yang membayarnya"kata Yesung tidak mampu menahan emosinya.
"Aku hanya ingin bersikap professional hyung"
"Apa perlu aku yang membatalkan"
"Hyungi…"
"Aishh kenapa kau masih mau bekerja sama dengannya?"
"Dia bilang lima tahun yang lalu tidak seperti yang kita sangka hyung"
"Kau percaya?"
"Kita harus percaya pada sahabat kita bukan?itu yang selalu kita ajarkan pada Sunghyun"
"Kau masih menyebutnya sahabat setelah apa yang dia lakukan pada kita?"
"Aku pikir dia tidak berbohong hyung"
"Dan apa kau pikir kita tidak terluka?"
"Appa eomma aku masih lapar"kata Sunghyun menyelas pertengkaran kecil orang tuanya
"Kau sudah lapar chagy?"Tanya Sungmin lembut
"Eumm"kata Sunghyun sambil menganggukan kepalanya
"Hyung kita akan makan dimana?"
"Aku tidak ingin makan sayur untuk makan malam appa..cukup makan siang saja sayur itu menghantuiku"
"Aigoo kenapa kau bisa membenci sayur chagy? Kau ini mirip siapa? Bahkan appa dan eomma menyukai sayur"Tanya Yesung
"Hyung…"kata Sungmin sedikit keras ketika mendengar Yesung membahas sayuran
"Mianhe Sungmin ah aku tidak bisa mengontrol diriku.."
"Wae appa?"
"Aniya…sekarang kita bersiap lalu berangkat ke renstauran Italy"
"Horeeeee"teriak Sunghyun senang
.
.
.
.
.
.
.
.
Disinilah mereka sekarang disebuah restaurant italy tepat ditengah kota. Sebuah restaurant yang menjadi salah satu restaurant yang terkenal di Seoul. Sebelum sampai di tempat ini Victoria telah mengirimi pesan kepada Yesung untuk langsung menuju kesebuah meja yang terletak dipojokan dengan nomor pesanan 137. restaurant yang kental dengan nuansa Eropa dengan ornament klasik yang menambahkan kesan elegan pada setiap ruangan. Kesan romantis juga muncul ketika terdapat sebuah meja disudut ruangan dengan lampu yang reman dengan bunga yang begitu indah. Sangat cocok pagi sepasang remaja yang tengah menikmati kebersamaan atau sepasang suami istri yang saling mencintai.
"Selamat malam Victoria ssi"sapa Yesung ketika melihat Victoria yang tengan duduk di kursi yang telah dipesan.
"Ohh Yesung ssi..selamat malam..silahkan duduk"kata Victoria mempersilahkan tamunya untuk duduk.
"Terima kasih"kata Yesung menggeser kursi untuk Sungmin dan Sunghyun secara bergantian
"Apa kalian istri dan anak Yesung ssi?"Tanya Victoria ramah
"Iya..senang bertemu denganmu Victoria ssi"kata Sungmin"Sunghyun beri salam pada bibi"kata Sungmin sekali lagi
"Selamat malam bibi..saya Sunghyun anak appa dan eomma"kata Sunghyun imut
"Aigoo Lucunya"kata Victoria tersenyum ketika melihat Sunghyun memperkenalkan diri dengan cara yang imut
"Kau hanya sendiri Victoria ssi?"Tanya Yesung
"Ani..dia sedang ahh itu dia"kata Victoria sambil menunjuk seseorang yang sedang berjalan menuju arah meja mereka dan tepat berada dibelakang Yesung,Sungmin dan Sunghyun.
"Kauuu"
"Hyung..Ming…"
"Paman PSP…."
.
.
.
.
.
.
.
.
T.B.C
Aneh ya?
Aku yang nulis aja ngrasa aneh..
Mianhe jika ini gagal..
Mentok ni ide yang ada dikepala..
Sekali lagi terima kasih telah membaca ff saya
^^b
