PART 4

-Wonderful Life-

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

-Kim Yesung

-Kim Ryeowook

Disclaimer : Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan tentunya tapi ff ini murni milik saia#yakinlah sumpah

Genre : Romance ||Hurt|| Drama

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Mpreg||Gaje || typo's ||

Annyeong^^

Saia bawa ff abal2 lagi..

Asal aja sebenarnya buat ne ff

Semoga saja tidak jelek ya ff saya ini..#plak

-0000-

.

.

.

.

.

"Ani..dia sedang ahh itu dia"kata Victoria sambil menunjuk seseorang yang sedang berjalan menuju arah meja mereka dan tepat berada dibelakang Yesung,Sungmin dan Sunghyun.

"Kauuu"

"Hyung..Ming…"

"Paman PSP…."

"Kalian sudah saling mengenal? Kau mengenal mereka Kyunnie?"Tanya Victoria

"Tidak/iya"jawab Yesung dan Kyuhyun secara bersamaan.

"Eh?"Victoria nampak terkejut dengan jawaban Yesung dan Kyuhyun yang secara bersamaan.

"Kami memang tidak saling mengenal tapi mungkin Kyuhyun ssi mengenal Yesung"ujar Sungmin mencoba menjadi celah bagi dua orang pria yang kini tengah saling bertatapan.

"Ahh begitukah? Mari kita mulai saja makan malamnya..aku rasa Hyunnie sudah sangat lapar."kata Victoria mempersilahkan para tamunya untuk segera mencicipi makanan yang telah tersaji.

Terkejut..

Saat ini Yesung dan Sungmin sama-sama terkejut dengan apa yang baru saja mereka lihat. Seorang dari masa lalu satu persatu muncul. Dimulai dari Ryeowook dan saat ini mereka harus bertemu dengan Kyuhyun secara langsung pada sebuah jamuan makan malam. Kedua orang itu seakan ingin membuka luka lama yang sudah dengan rapi terkubur karena kehadiran Sunghyun namun harus terkelupas lagi karena kedatangan mereka. sedikit membingungkan memang ketika melihat Kyuhyun bersama orang lain bukan bersama Ryeowook. Lalu apa yang sebenarnya terjadi, bukankah waktu itu Yesung dan Sungmin melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa kedua orang sahabatnya ini menghianati mereka. semua masalah ini semakin rumit dan semakin membingungkan. Ego masing-masing yang membuat mereka menjadi seperti ini.

#FLASH BACK ON

Suasana hari yang tenang meskipun dingin dengan butiran salju yang indah membuat kesan malam ini menjadi begitu romantis. Empat sahabat berjalan beriringan menuju sebuah tempat yang menjadi tempat bersejarah bagi mereka berempat setelah bersahabat selama bertahun-tahun dari mereka sama-sama di taman kanak-kanak. Yesung atau nama kecilnya Kim Joong Won seorang anak yang tertua diantara anak lainnya seorang yang berkecukupan karena memang latar keluarganya yang memang mapan. Yang kedua adalah Sungmin Lee Sungmin adalah seorang anak dengan kondisi keluarga yang tidak seperti keluarga normal lainnya. Diumurnya yang belia ia harus hidup sebatang kara hanya ditemani oleh tiga sahabat yang setia bersamanya. Yang ketiga adalah Kyuhyun, Cho Kyuhyun seorang pemuda tampan dengan PSP yang selalu bertengger ditangannya adalah seorang tuan muda sama seperti Yesung. Pemuda yang menggilai game lebih dari apapun ini juga seorang yang jenius. Yang terakhir adalah Kim Ryeowook, pemuda manis sama seperti Sungmin namun ia sedikit beruntung karena masih memiliki seorang ibu yang bekerja bantin tulang untuknya. Segingga ia memiliki kehidupan yang cukup menyenangkan.

Hari ini adalah hari yang special bagi mereka berempat. Meskipun umur mereka kini menginjak usia 20an namun tidak menghalangi mereka untuk selalu bersama kemanapun mereka pergi. Ikatan yang mereka miliki terlalu kuat untuk memisahkan mereka. ditambah lagi selain bersahabat mereka juga memiliki rasa yang berbeda rasa sebagai sorang yang cukup dewasa merasakan perasaan yang berbeda. Cinta.. mereka merasakan sebuah cinta dalam persahabatan itu. Yesung mencintai Ryewook begitu pula sebaliknya. Sedangkan Kyuhyun juga menciintai Sungmin begitu juga sebaliknya. Karena cinta yang mereka miliki masing-masing persahabatan itu menjadi kekal abadi. Hari ini tepat salju turun pertama kali dan saat itu juga tepat mereka merayakan kebersamaan mereka. saat ini mereka sedang berada disebuah gudang yang tidak terpakai yang segaja disewa oleh Yesung dan Kyuhyun dan diubah menjadi sebuah tempat yang menarik menjadi persinggahan mereka.

"Tidak terasa kita bisa bersama selama ini"kata Ryeowook sambil meminum coklat hangat yang dibuatnya tadi

"Bisakah sampai tua kita seperti ini?"Tanya Sungmin

"Kalian akan menikah?"Tanya Yesung penasaran

"Tentu saja..aku tidak akan membiarkan Sungmin dimiliki siapapun"Sahut Kyuhyun

"Bagaimana denganmu Hyung"Tanya Sungmin ingin tahu.

"Aku?"Tanya Yesung bingung

"Tentu saja apa kau tidak ingin menikahi Ryeowook?"Tanya Kyuhyun. Ryeowook hanya mampu menundukan kepalanya menyembunyikan semburat merah dipipinya.

"Kau tahu sendiri Kyu aku harus mengejar impianku menjadi seorang CEO termuda dan membangun perusahaanku sendiri tanpa bantuan siapapun..jadi aku tidak akan menikah dalam waktu dekat"perkataan Yesung sukses membuat Ryeowook yang pada awalnya malu kini nampak muram

"Mwo kau tidak akan menikah?"Tanya Sungmin sambil meletakkan secangkir coklat panas dimeja yang ada dihadapannya.

"Tentu saja menikah tapi nanti jika aku sudah berhasil..tidak apa-apakan Wookie chagy"Yesung menjelaskan

"Tidak apa-apa hyung"jawab Ryeowook lirih masih menunduk menyembunyikan kesedihannya.

"Ahh kau terlalu ambisius hyung..kalau aku bahkan jika harus menikahi Sungmin maka akan kunikahi sekarang"kata Kyuhyun sombong

"Aishhh hilangkan dulu sikap kekanakanmu baru aku mau menikah denganmu"kata Sungmin mencibir

.

.

.

.

.

"Kyu aku tidak tega melihat Ryeowook seperti tadi"kata Sungmin. Saat ini mereka berdua tengah berada diapatement Sungmin. Setelah pertemuan itu mereka masing-masing memutuskan untuk menghabiskan malam sendiri-sendiri.

"Maksudmu?"Tanya Kyuhyun sambil masih membelai lembut kepala Sungmin yang ada didadanya. Saat ini mereka tengah berada disebuah sofa sambil menikmati sebuah film.

"Aku rasa Wookie sedih karena ucapan Yesung hyung"kata Sungmin sambil memainkan jemarinya pada dada Kyuhyun

"Begitukah? Tapi itu sudah kehendak Yesung hyung"

"Seharusnya dia tidak berkata seperti itu didepan Wookie Kyu"

"Semoga saja mereka baik-baik saja..Min apa kau dingin?"

"Tentu ini kan Musim dingin"

"Bagaimana kalau kita melakukan itu?"

"Yakk bukankah kemarin baru saja kau memintanya..bahkan bokongku masih sakit"

"Ayolah Ming apa kau tidak kasihan dengan mainanmu yang dibawah ini..lihatkah dia butuh penyegaran.."

"Andweee.."

"Ming…satu ronde saja"

"Satu ronde?"

"Tentu saja hanya satu ronde"

"Janji?"

"Janji"

.

.

.

.

.

.

"mmmmmhhhhhh…ahhhhh" Sungmin mendesah menikmati ciuman panas antara dirinya dan Kyuhyun. Saat ini mereka tengah berada dikamar Sungmin.

"eeeeennnggghhhhh…Kyuuhhh!"Rancau Sungmin menikmati sentuhan Kyuhyun pada nipplenya. Diikuti lumatan-lumatan yang begitu memabukan.

"aggggghhhhhhh!"Sungmin menjerit pelan ketika Kyuhyun mulai memasukan tangannya pada celana Sungmin dan menyentuh batang miliknya. Perlahan tapi pasti Kyuhyun mulai menggerakan tangannya pada batang kejantanan milik Sungmin yang kini sudah tegak berdiri.

"Min…Kauu membuatku tak tahan..!"kata Kyuhyun sambil mengecupi semua bagian tubuh Sungmin sambil membuka semua pakaian Sungmin.

"mmmmmhhhhhh…ahhhhh" sungmin mendesah merasakan nikmat ketika kyuhyun mengulum nipplenya.

"aggggghhhhhhh" sungmin mendongkakan kepalanya airmatanya mengalir ketika kyuhyun memasukan satu jarinya masuk ke dalam holenya. rasanya begitu sakit dan perih." Ahhhhhh kyuuuuhhh sakk…ii…ttt"ucap sungmin terisak ketika merasakan Kyuhyun menambahkan satu jari lagi ke dalam holenya.

Kyuhyun melumat kembali bibir Sungmin untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan Sungmin. Setelah merasakan Sungmin sedikit nyaman, Kyuhyun mulai menggerakan kedua jarinya bergerak perlahan didalam hole yang lembab dan begitu hangat.

"A-aagghh!kyu hooooohhhh..ak nnghh~"Sungmin memejamkan matanya lebih erat. Gerakan jari Kyuhyun di dalamnya semakin cepat ditambah lagi tangan kiri Kyuhyun yang mulai memainkan junior Sungmin membuat Sungmin merasakan kenikmatan yang luar biasa. Dengan dua jari yang ada diholenya dan junior yang di manjakan Kyuhyun serta gigitan-gigitan yang dilakukan Kyuhyun dilehernya membuat sesuatu terasa mendesak diujung juniornya.

'emmmhhh aaanngghhhhh"Sungmin mengerang kencang. Tubuhnya melengkung dan kepalanya mendongak. Kakinya teracung dan gemetar menahan nikmat yang ia rasakan. Cairannya telah keluar. Membanjiri sprei dan pahanya.

"Kita lanjutkan Chagi?"Tanya Kyuhyun seduktif

Belum sempat Sungmin menjawab Kyuhyun sudah membungkam mulut Sungmin dengan ciuman mautnya. Satu persatu tubuh sungmin mendapat ciuman kemuadian Kyuhyun membentangkan kaki Sungmin sehingga Sungmin dalam posisi mengangkang yang membuat mata Kyuhyun kembali dimanjakan oleh pemandangan yang membangkitkan gairah yaitu hole Sungmin yang menggoda. Kyuhyun menggesekannya dengan pelan juniornya pada hole Sungmin ,ia tersenyum melihat sungmin menggeliat nikmat. Perlahan namun pasti kyuhyun mulai mendorong milikknya dan mulai mendorong pinggulnya lebih keras.

"aagghhhh!kyuhyun…kyuhhh!"rancau Sungmin. Mendengar desahan Sungmin Kyuhyun semakin terlena akan kenikmatan yang ditawarkan oleh tubuh polos yang ada dibawahnya. Bisa sungmin rasakan milik Kyuhyun yang besar dan memenuhi holenya berdenyut-denyut dan panas, memberikan sensasi yang menyenangkan pada syaraf disepanjang dinding hole Sungmin.

"Eeemmpphhh!Emmph!Ck..Ck..Ck..!"suara desahan yang teredan dan saliva yang teraduk menandakan bahwa permainan itu semakin kasar. baik Kyuhyun maupun Sungmin berlomba-lomba mendominasi ciuman penuh mereka.

"Argghhhhhhh!"Sungmin mengerang keras. Junior Kyuhyun bergerak keluar masuk dalam holenya dengan cepat seolah-olah menyodok hingga perutnya. Memporak porandakan system pencernaanya.

"AAAAAAAAAAAAAANNGHHHHH"teriak Kyuhyun ketika dirinya melepaskan klimaksnya sambil menggeram dileher Sungmin. Kyuhyun bisa merasakan benihnya mengalir deras dan banyak.

"Min kau masih ingin?"

"Bukankah tadi kau bilang hanya satu ronde?

"Aniya..satu ronde untuk yang tadi dan satu ronde untuk seterusnya.."

"Mwo?Mmmpppppptttttt"

.

.

.

.

.

di tempat lain

"Wookie ah..gwenchana?"Tanya Yesung khawatir

"Gwenchana Hyung"

"Apa terjadi sesuatu?"

"Aniya.."

"Benarkah?"

"Hyung.."

"Nde chagy"

"Bagaimana kalau kita bercinta saja"

"Mwo"

"Kau tidak mau?"

"Bukan begitu tapi kan bukankah kau bilang seminggu hanya dua kali? Ini belum ada seminggu..bahkan dua hari yang lalu kita baru saja melakukannya"

"Jadi kau tidak mau?"

"Aniya..tapi"

"Kau tidak menginginkan ini?"Tanya Ryeowook dengan nada menggoda sambil membuka kancing bajunya perlahan.

"Wookie ah.."

"Bagaimana hyung?"

"Kau yang memintanya chagy"

Malam ini menjadi pergumulan yang panas bagi mereka berdua. Menyalurkan kehangatan dihari yang begitu dingin. Menyatukan dua tubuh yang berbeda menjadi satu kesatuan. Desahan dan erangan mengalun indah di dalam sebuah kamar yang cukup besar. Menandakan kedua insan tengah meregup indahnya bercinta.

.

.

.

.

.

Ikatan mereka yang kuat menjadikan kebersamaan mereka tidak mungkin untuk rapuh. Hingga suatu ketika kejadian itu muncul dan merubah segalanya. Ikatan yang kuat lepas begitu saja dengan kesalah pahaman yang menyebabkan mereka tercerai berai. Sejak saat dimana Yesung mengemukakan cita-citanya secuil permasalahan muncul menguji ikatan mereka.

"Ada apa Wookie?"Tanya Sungmin pada sahabatnya itu yang kini tengah berada diapartemen kecilnyaa.

"Bolehkan aku masuk hyung?"Tanya Ryeowook lirih

"Tentu masuklah"ajak Sungmin "duduklah"kata sungmin sekali lagi

"Aku pikir aku akan putus dengan Yesung hyung"

"Mwo?"Sungmin terkejut lalu menghentikan langkahnya yang akan menuju dapur mengambil minuman untuk Ryeowook."Apa terjadi sesuatu?"ujar Sungmin sekali lagi

"Ani"

"Lalu?"

"Aku hanya tidak ingin menghalangi masa depan Yesung hyung"

"Wae? Bukankah kalian akan menikah jika Yesung hyung sukses?"

"Begitukah? Aku tidak yakin"

"Bukankah kalian saling mencintai? Kau bersedia menunggunya hingga dia menjadi orang yang sukses kan?"

"Tentu.."

"Lalu apalagi masalahnya"

"Aniya.."

"Yakk Kim Ryeowook aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu"

"bolehkah aku menginap disini hyung? Hanya malam ini"

"Ini juga rumahmu bukan"

.

.

.

.

.

.

Cinta bukan lagi menjadi alasan satu-satunya untuk bertahan ketika cinta itu menjadi penghalang sebuah impian seseorang. Bukankah seharusnya cinta mengalah untuk sebuah impian. Meski menyakitkan asal orang yang dicintainya dapat menggapai impian tersebut rasa sakit itu akan terbayarkan. Tapi disisi lain ada cinta lain yang ikut terpecah karena impian tersebut. Cinta sepasang kekasih yang seharusnya tak terpisah harus berakhir karena sebuah dampak dari impian itu.

"Kyu apa kau bisa membantuku?"Tanya Ryeowook pada Kyuhyun yang kini tengah duduk disebuah kursi yang berada sudut kampus mereka.

"Apa terjadi sesuatu?"Tanya Kyuhyun khawatir.

"Bisa kau pinjami aku uang Kyu?"kata Ryeowook sambil menundukan wajahnya. Menyembunyikan semburat kesediahan yang nampak pada wajahnya.

"Wae? Apa ibumu terlilit hutang?"Tanya Kyuhyun kini benar-benar panic

"Ani.."

"Lalu?"

"Tidak bisakah kau hanya meminjamiku saja tanpa bertanya apapun?"

"Bukannya aku tidak ingin meminjamkanmu uang tapi kau harus tahu sesuatu Wookie ah, orang tuaku sedang mengalami masalah dalam bisnisnya"

"Kau juga sedang mengalami masalah?"

"Eummm"

"Bahkan appa menyuruhku untuk bertunangan dengan anak rekan bisnisnya untuk mencari dana guna menutupi krisis diperusahaannya"

"Kyu.."

"Apa yang harus aku lakukan pada Sungmin Wookie ah?"

"Kau harus jujur padanya..Sungmin hyung orang yang kuat aku yakin dia bisa mengerti keadaanmu"

"Begitukah? Apa tidak apa-apa?"

"Aku rasa tidak apa-apa"

"Wookie ah bagaimana jika kita jual mobilku lalu kau bisa gunakan uang itu untuk keperluanmu"

"Mwo? Aniya.."

"Tidak apa-apa jika masalahmu sangat mendesak.. tapi sebenarnya apa yang terjadi?"

"Aku hanya ingin pergi ke luar negeri"

"Wae?"

"Kau ingat perkataan Yesung waktu itu? dia mengatakan akan meraih impiannya terlebih dahulu sebelum menikah"

"Bukankah kau bisa menunggunya dan memberinya semangat"

"Jika keadaaanku tidak seperti ini mungkin aku bisa menunggunya sampai impian itu terwujud"

"Apa maksudmu? Bukankah kau baik-baik saja? Kau tidak sakit kan?"

"Aku hamil Kyu"

"Mwo?"

"Apa yang aku dengar ini benar?"kata Yesung tiba-tiba mengagetkan Kyuhyun dan Ryeowook. Yesung dan Sungmin masih diam dengan raut muka tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Sebelumnya Yesung dan Sungmin berjalan bersama mencari dua sosok yang dicarinya sejak tadi hingga akhirnya mereka menemukan dua sosok tersebut duduk bersama disudut kampus pada sebuah taman. Namun Yesung dan Sungmin harus mendengar sebuah fakta yang memaksa mereka dalam keadaan yang sulit. Fakta bahwa Ryeowook hamil.

"Tidak seperti hyung"Ryeowook mencoba menyangkal

"Apa aku tidak salah dengar bahwa kau hamil? Kau hamil anak Kyuhyun?"Tanya Yesung dingin

"Mwo?"kata Kyuhun dan Ryeowook secara bersamaan. Sungmin masih diam sambil memandang lekat Kyuhyun

"Jadi kalian berselingkuh dibelakangku dan Sungmin?"Tanya Yesung geram

"Ani..tidak seperti itu hyung"jawab Kyuhyun lalu menatap Sungmin"Ming aku bisa jelaskan"

"Semuanya sudah jelas.."kata Sungmin menatap Kyuhyun lalu beralih pada Wookie" jadi ini alasanmu kenapa kau ingin berpisah dengan Yesung hyung? Karena kau hamil anak Kyuhyun lalu kau ingin memutuskan hubunganmu dengan Yesung hyung? Eoh? Kata Sungmin histeris lalu berlari dengan tangisan yang tak mampu lagi dielakkan.

"Min.."

"Jangan kau mengejarnya..kau tidak pantas melakukan itu Kyuhyun ssi… dan kau Ryeowook ssi jika kau ingin mengakhiri hubungan ini mari kita akhiri saja"kata Yesung lalu pergi menjauh dari dua sahabat yang dianggap menghianatinya.

Sejak saat itu ikatan yang mereka pupuk benar-benar harus terlepas karena sebuah kesalah pahaman. Ikatan yang mereka rajut selama bertahun-tahun sejak mereka kecil harus terpecah begitu saja. Ikatan yang pada akhirnya menimbulkan luka yang begitu dalam pada diri mereka masing-masing. Luka yang sulit sekali untuk sembuh, terlalu dalam dan mengerikan luka yang mereka torehkan sendiri. berawal dari sebuah impian dan berakhir hanya sebagai sebuah mimpi yang penuh luka.

"Min aku bisa jelaskan semuanya"kata Kyuhyun. Saat ini dia tengah berada didepan pintu apartement Sungmin mencoba menjelaskan semua kesalah pahaman yang terjadi. Namun seberapa keras Kyuhyun berusaha pintu itu tak akan pernah terbuka. Luka yang dialami Sungmin terlalu dalam. Dengan keadaan seperti ini Sungmin tidak mampu berfikir jernih begitu pula Yesung.

.

.

.

.

.

ditempat lain

"Hyung aku bisa menjelaskan semua ini"kata Ryeowook mencoba menghalangi Yesung yang baru saja keluar dari rumahnya dan akan pergi ke suatu tempat.

"Tidak ada yang perlu dijelaskan"jawab Yesung dingin

"Dia anakmu"

"Mwo?"

"Aku hamil anakmu"

"Jangan bercanda Ryeowook ssi..apa Kyuhyun tidak bersedia bertanggung jawab lalu kau berpindah padaku? Bukankah kau menginginkan kita berakhir lalu kenapa kau kemari lagi"

"Ini benar-benar anakmu hyung"

"Dan aku benar-benar ingin mengakhiri ini..singkirkan tubuhmu dari hadapanku sekarang juga"kata Yesung lalu masuk kedalam mobil dan melajukannya dengan kecepatan penuh meninggalkan Ryeowook yang masih tediam dengan tangisan yang terus saja menetes.

"Ini benar-benar anakmu hyung"kata Ryeowook pada diri sendiri sambil memandang jauh mobil Yesung yang tak terlihat lagi.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Kau sudah menemui Yesung?"Tanya Kyuhyun pada Ryeowook yang kini sedang berada didalam mobilnya

"Aku minta maaf Kyu..semua kacau karenaku"

"Semua sudah terjadi..cepat atau lambat aku dan Sungmin juga akan berpisah"

"Maksudmu?"

"Sepertinya pertunanganku akan dipercepat Wokkie ah.."

"Kau benar-benar akan melakukannya?"

"Nasib orang tua dan karyawan perusahaan ada ditanganku"

"Apa kita jahat Kyu"

"Entalah yang pasti hidup itu pilihan bukan?"

"Pilihan yang menyakitkan"

"Lalu bagaimana dengan kehamilanmu?"

"Aku akan tetap mempertahankannya"

"Pergilah ke Jepang.. disana ada Ahra noona,...kau bisa membesarkan anakmu disana"

"Kyu.."

"Bukankah kau ingin Yesung hyung menggapai impiannya? Dengan kau dan anakmu mash disini dia tidak akan pernah berhasil mewujudkan impiannya, aku juga akan ke Cina dan melangsungkan pertunangan disana."

"Apa kita akan berakhir seperti ini?"

"Sepertinya Tuhan menginginkannya seperti itu"

.

.

.

.

.

.

.

.

Yesung melajukan mobilnya dengan kencang menuju sebuah tempat. Pikirannya kacau, semburat emosi terpancar jelas diwajah tampan itu. emosinya sama sekali tidak mampu ia tahan. Yesung masih tidak percaya dengan apa yang kekasih sekaligus sahabatnya lakukan. Penghianatan itu begitu menyakitkan. Sepenggal hati yang dingin kini menjadi panas dan menguap meluberkan segala emosi yang ada. Mobil itu masih melaju dengan kencang tanpa memperdulikan keadan jalanan yang sdikit ramai.

"Sungmin ah buka pintunya"Yesung sedikit berteriak memanggil Sungmin yang berada didalam apartemennya. Saat ini Yesung tengah berada diapartement Sungmin.

"Sungmin ahh"teriaknya sekali lagi tapi belum juga terdengar sahutan dari Sungmin.

"Kau temannya? Sejak dua hari yang lalu Sungmin sama sekali tidak terlihat"kata seorang bibi pada Yesung

"Jinja?ghamsahamnidda ahjumma"jawab Yesung

Mendengar itu tanpa pikir panjang Yesung mendobrak keras pintu apartemen Sungmin. Karena ingi apartemen yang sederhana jadi tidak sulit untuk membuka pintu itu. setelah terbuka Yesung bergegas masuk kedalam dan mencari sosok sahabatnya itu.

"Sungmin ah"Yesung terkejut ketika mendapati Sungmin tergelat dilantai kamarnya yang dingin. Dengan wajah yang pucat Sungmin tampak menyedihkan.

.

.

.

.

.

Yesung nampak khawatir menunggu dokter yang tengah menangani Sungmin. Sudah sejak satu jam yang lalu Sungmin berada di ruangan serba putih itu namun dokter belum juga menampakkan dirinya memberitahu keadaan Sungmin. Yesung sangat ketakutan dengan keadaan Sungmin. Yesung juda sama tersakitinya karena dua sahabatnya itu namun berbeda dengan Sungmin yang begitu rapuh. Dia tidak punya siapapun untuk berkeluh kesah selain dirinya.

"Kau keluarganya?"kata dokter itu tiba-tiba setelah keluar dari ruangan serba putih itu

"Saya keluarganya.."jawab Yesung

"Selamat istri anda ah bukan suami anda mengandung 3 minggu"kata dokter sambil menjabat tangan Yesung"keadaannya sudah membaik saya sudah menambahkan cairan untuk menambah staminanya kau bisa menemuinya sekarang"kata dokter itu sekali lagi lalu pergi dari hadapan Yesung

"Hamil? Sungmin hamil?" kata Yesung pada dirinya sendiri lalu masuk kedalam sebuah ruangan tempat Sungmin beristirahat.

.

.

.

.

"Hyung"sapa Sungmin masih lemas

"Jangan bergerak dulu"kata Yesung lalu membantu Sungmin memposisikan dirinya untuk duduk.

"Kau tahu hyung dokter itu memberitahuku sebuah lelucon kalau aku sedang hamil"kata Sungmin mencoba menghibur diri."mana mungkin aku hamil..benarkan hyung?" tanyanya sekali lagi

"Kau hamil Sungmin ah"

"Hahahah bahkan kau juga termakan omongan dokter itu"

"Sungmin.."

"Kau lucu hyung.."

"Sungmin ah dengarkan aku berhentilah bersikap seperti ini..ada anak dirahimmu"

"Apa kau sudah gila hyung mana mungkin aku hamil eoh?"

"Dia anakmu Minnie ya"

"Aku tidak menginginkannya"

"Sungmin ah"

"Apa kau tidak dengar? Aku tidak menginginkannya hyung"

"Dia berhak hidup Sungmin ah.."

"Aku tidak ingin dia hidup tanpa seorang appa"

"Aku akan menjadi appanya"

"Hyung…"

"Aku appa anak ini maka jagalah dia"

#FLASH BACK OFF

"Paman PSP apa kau membawa Psp itu lagi?"Tanya Sunghyun pada Kyuhyun.

"Baby ah habiskan makanmu lalu kita akan pulang"kata Yesung sambil mengelap noda makanan disudut bibir putranya.

"Tapi aku ingin bermain PSP appa"

"Jika kau masih membahas PSP eomma tidak akan segan – segan menghukummu..kau mengerti?"kata Sungmin memberi peringatan pada Sunghyun

"Appa.."Sunghyun mulai merengek.

"dengarkan eommamu saja chagy"jawab Yesung.

"Memangnya kenapa tidak boleh bermain PSP Sungmin ssi?"Tanya Victoria. Kyuhyun masih diam menikmati santap malamnya.

"Aku hanya tidak ingin anakku tercemar oleh hal seperti itu" jawab Sungmin dingin"Maaf Victoria ssi sepertinya kami harus pulang..terima kasih untuk makan malamnya."

"Eommaaaa"Sunghyun masih merengek

"Sunghyun appa kau tidak ingin pulang"kata Sungmin tanpa memperdulikan rengekan anaknya lalu memanggil Yesung dengan sebutan Sunghyun appa yang sukses membuat Kyuhyun kaget dan membuatnya tersedak.

"Nde Chagy ayo kita pulang..terima kasih untuk hidangannya Victoria ssi"kata Yesung lalu tangan kirinya menggenggam tangan Sungmin sedangkan tangan kanan menggendong Sunghyun. Sungguh sebuah potret keluarga bahagia meskipun hanya sebuah sandiwara semata.

Dari tempat duduknya Victoria dan Kyuhyun hanya bisa memandang punggung keluarga Yesung yang baru saja meninggalkan mereka dengan sejuta pertanyaan yang berkecamuk dipikiran Victoria. Tidak dengan Kyuhyun yang tahu pasti penyebab perginya mereka.

"Ada apa sebenarnya dengan mereka?"Tanya Victoria

"Habiskan saja makananmu..aku pergi dulu"

"Yakkk Kyu..aishh anak ini"kata Victoria kesal

T.B.C

Chap 4 hadir..

Maaf jika Ncnya aneh..

Bener2 lagi ga bisa buat Nc#sejak kapan bisa buat nc?

Sekali lagi terima kasiih sudah membaca ff abal saya ini.

Masih aneh?memang..

Mungkin kalian akan merasa kecewa karena konfliknya hanya sepele..

Saya ga tega bikin mereka selingkuh beneran…

Kasihann..

Akhir kata

Gomawo ^^