-Wonderful Life-

Rated : T-M

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

-Kim Yesung

-Kim Ryeowook

Disclaimer : Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan tentunya tapi ff ini murni milik saia#yakinlah sumpah

Genre : Romance ||Hurt|| Drama

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Mpreg||Gaje || typo's ||

Annyeong^^

Saia bawa ff abal2 lagi..

Asal aja sebenarnya buat ne ff

Semoga saja tidak jelek ya ff saya ini..#plak

-0000-

.

.

.

.

.

"Ada apa sebenarnya dengan mereka?"Tanya Victoria

"Habiskan saja makananmu..aku pergi dulu"

"Yakkk Kyu..aishh anak ini"kata Victoria kesal

#Kyuhyun Pov

Aku terdiam membeku melihat keharmonisan dua orang didepanku. Aku benar-benar tidak menyangka akan seperti ini. Aku harus bertemu dengan mereka, dua orang yang sangat aku sayangi namun membenciku. Aku dapat melihat bagaimana kebencian terpancar jelas dalam mata mereka. benarkah lima tahun yang lalu hingga sampai saat ini mereka masih membenciku. Kebencian yang muncul semata-mata bukan karena kesalahanku. Aku terlalu dipojokan dengan masalah yang menimpa keluargaku. Keadaan seakan tak berpihak padaku. Haruskah aku hanya berpangku diam ketika hidup dan mati seseorang bergantung padaku? Namun apapun itu aku tetap tidak bisa berusaha jujur kepada mereka. aku sadar bahwa luka itu terlalu dalam untuk mereka mengerti. Aku juga tahu bahwa rasa benci mereka terlalu besar dari rasa sayang mereka.

Kebersamaan Sungmin dan Yesung hyung membuatku bertanya-tanya Bagaimana mungkin mereka hidup bersama bahkan sampai mempunyai seorang putra. Bukankah anak itu yang ada ditaman kemarin. Jadi dia anak Yesung hyung dan Sungmin. Lalu siapa yang sebenarnya berkhianat? Bukankah dengan menjadi sebuah keluarga yang bahagia tadi itu sudah membuktikan bahwa sejak lima tahun yang lalu keduanya terlibat suatu hubungan. seharusnya Yesung hyung menyadari sesuatu ketika aku bersama Victoria bukan Ryeowook. Harusnya mereka sadar sejak awal bahwa aku memang tidak berkhianat. Sama sekali tidak.

Kejadian hari ini terlalu mengejutkanku. Benar-benar aku tak menyangka bahwa akhirnya aku akan bertemu dengan mereka lagi setelah lima tahun yang lalu. Bahkan aku bisa melihat bagaimana kebahagian yang timbul dari dua pasangan yang teluka karena diriku.

#Kyuhyun POV END

.

.

.

.

.

.

Mereka masih terdiam di dalam mobil. Tidak ada yang membuka suara bahkan Sunghyun yang selalu merengek karena keinginannya tidak dapat dipenuhi. Keheningan menyelimuti mobil mewah milik Yesung yang dipesannya khusus. Yesung terdiam berkosentrasi dalam menyetir begitupula dengan Sungmin yang hanya diam menatap lurus kedepan memperhatikan jalanan kota yang indah dengan gemerlap lampu. Hingga akhirnya mereka sampai pada tujuan mereka yaitu tempat tinggal mereka. dengan pelan Yesung membuka pintu mobil lalu beralih keluar dan menuju pintu belakang berusaha menggendong Sunghyun yang telah tertidur. Tanpa memperdulikan Sunghyun, Sungmin langsung saja masuk dalam rumah mereka membiarkan Yesung yang menggendong Sunghyun.

"Kenapa belum tidur"Tanya Yesung setelah merebahkan Sunghyun dikamar tidurnya dan mendapati Sungmin masih duduk manis di ruang makan dengan segelas wine ditangannya.

"Bahkan dia bertunangan dengan seorang perempuan"Kata Sungmin sambil menggoyang-goyangkan gelas winenya.

"Aku benar-benar tidak menyangka paman PSP yang dimaksud Sunghyun adalah Kyuhyun"ujar yesung sambil menungkan wine kedalam gelasnya.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang hyung?"Tanya Sungmin khawatir"Mereka berdua telah kembali"katanya sekali lagi

"Aku akan mengurusnya"

"Apakah kita benar-benar pindah saja hyung?"

"Kita tidak mungkin terus menghindari mereka Sungmin ah"

"Aku hanya tidak ingin Sunghyun semakin dekat dengannya"

"Tenanglah bukankah dia anakku"

"Yahh dia memang anakmu hyung"

"Cukup untuk winenya..pergilah tidur..kita akan seleseikan ini nanti saat pikiran kita tenang"

"Hyung.."

"Nde?"

"Terima kasih untuk lima tahun ini"

.

.

.

.

.

.

#Yesung Pov

Mereka telah kembali. Bukan hanya Wookie bahkan Kyuhyun telah kembali. Luka ini benar-benar akan terkuak kembali menambah kesakitan yang aku alami selama lima tahun ini. aku memang bodoh. Seharusnya aku membawa Sungmin dan Sunghyun pergi dari sini melupakan semuanya. Melupakan cinta yang sama sekali tidak mampu aku hapus. Cintaku ini terlalu besar untuk membenci dirinya. Tapi egoku saat itu juga sangat besar untuk membencinya. Harus kuakui bahwa aku memang masih mencintainya. Mencintai dirinya yang telah menghianati diriku. Bahkan hidup bersama dengan Sungmin selama lima tahun pun tak mampu mengubah segalanya. Mengubah hal yang terpenting dalam hidupku yaitu cinta.

Satu hal yang membuatku sedikit bingung. Bukankah seharusnya Kyuhyun bersama Wookie dan anaknya tapi kenapa dia malah bersama Victoria? Dan bukankah Victoria kekasih dari Changmin. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah mereka telah berpisah?atau memang mereka tidak benar-benar bersama? Aku harus mencari tahu tentang semua ini.

"Cari tahu semuanya tentang Kim Ryewook..dan secepatnya laporkan padaku"

#Yesung POV end

.

.

.

.

.

.

#Sungmin Pov

Kami bertiga mempunyai kehidupan yang bahagia meskipun kadang mendapat pandangan miring dari sebagian orang tapi setelah mereka hadir akankah kami tetap menjadi satu keluarga utuh atau memang sampai disini takdir mempermainkan kami. Cinta pertama Yesung hyung hadir kembali begitu pula dengan cintaku. Kini kami berdua dihadapkan dalam dua permasalah yang sama, luka yang sama bahkan mungkin akhir yang sama jika aku dan Yesung hyung memilih jawaban yang sama. Sunggguh ini benar-benar rumit.

Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bahkan segelas wine pun tak mampu membuatku cukup tenang. Apa yang harus aku lakukan pada Sunghyun? Kenapa mereka harus muncul? Aku benar-benar kehilangan akal sekarang. Aku tak tahu lagi harus berbuat apa menghadapi dua orang dari kisah lalu itu. seharusnya aku memang mengikuti perintah Yesung hyung untuk tidak mengurusi persiapan ulang tahun putri Ryeowook.

Aku pikir lima tahun ini aku mampu melupakan kejadian itu. tapi disetiap aku memejamkan mata ini selalu dia yang aku bayangkan. Ditambah lagi dengan keberadaan Sunghyun, dia begitu mirip dengannya. Mulai dari makanan hingga hobinya pun sama seperti dirinya. Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa kau mempermainkan kami seperti ini? ini menyakitkan. Sangat-sangat menyakitkan.

#Sungmin POV END

.

.

.

.

.

#Ryeowook POV

Akhirnya aku kembali ke negaraku. Setelah lima tahun berlalu akhirnya aku menginjakan kakiku disini. Tempat dimana persahabatan, cinta sekaligus luka berawal. Selama di Jepang aku tidak bisa melupakan dirinya. Hari-hariku tidak lepas dari berita tentang dirinya. Aku tidak pernah melewatkan sedetikpun untuk tidak mencari tahu tentang Yesung. Yah keputusanku untuk pergi dari dirinya mungkin memang keputusan yang benar ketika aku bisa melihat senyum kepuasan dalam dirinya karena kesuksesan yang ia raih. Hingga akhirnya saat itu tiba, saat dimana aku kembali ke Korea karena ibuku yang meminta. Karena pekerjaanku di Jepang bisa aku tinggalkan maka aku memutuskan untuk mengambil cuti dan berangkat Ke Korea untuk bertemu dengan ibuku sekaligus merayakan Ulang tahun putri semata wayangku. Paling tidak ada beberapa klienku yang berada di Korea yang bisa aku undang.

Sore itu ketika aku menemani putriku disebuah taman aku melihat seorang anak kecil sedang kesulitan memperbaiki mainannya. Aku mencoba mendekatinya dan membantunya. Hingga akhirnya aku mendengar sebuah suara yang aku rindukan selama lima tahun ini. aku melihat bagaimana Yesung hyung sangat dekat dengan anak yang aku tolong ini. dan yang membuatku terkejut adalah ketika anak ini memangilnya appa. Kata itu membuatku seperti menerima tikaman seribu pisau. Mungkinkah dia anak Yesung hyung? Itulah pertanyaan yang selalu berkecamuk dalam pikiranku. Sebuah kejutan juga aku terima ketika aku menemui pemilik EO yang mengurusi persiapan pesta ulang tahun putriku. Aku tidak menyangka bahwa pemiliknya adalah sahabatku sendiri Sungmin hyung. Dan yang paling membuatku terkejut adalah saat dimana anak yang ku temui ditaman datang menghampiri Sungmin hyung dan memanggilnya eomma. Jadi selama ini Yesung dan Sungmin menikah dan mempunyai anak? Lalu bagaimana dengan anakku?bukankah anakku juga berhak tahu siapa ayahnya, berhak memperoleh kasih sayang sama seperti Sunghyun? Tuhan sampai kapan Kau menyiksa kami seperti ini?

#Ryeowook POV end

.

.

.

.

.

.

"Eomma hari ini aku tidak mau membawa bekal lagi"kata Sunghyun mulai merengek lagi.

"Wae? Kau akan kelaparan nanti" kata Sungmin sambil memasukan beberapa Sandwich dalam kotak bekal pink milik Sunghyun

"Aku hanya ingin roti isi daging eomma bukan semua sayur seperti itu"Sunghyun mulai terisak

"tidak bisa..jangan makan daging terlalu banyak kulitmu bisa pucat chagy.."kata Sungmin masih kekeh dengan pendapatnya

"Ada apa ini kenapa pagi-pagi sudah ribut?"Tanya Yesung yang baru saja keluar dari kamarnnya

"Aku tidak ingin makan sayur appa"rengek Sunghyun pada ayahnya

"Jangan mencoba mencari perlindungan pada ayahmu"kata Sungmin

"Kenapa tidak mau chagi? Bukankah sayuran itu sehat? Lihat eomma juga membawakan bekal appa sama sepertimu"kata Yesung mencoba untukmenasehati Sunghyun

"Liat bukankan ayahmu juga mendapat bekal yang sama..jadi jangan membantah eomma lagi"kata Sungmin. Sunghyung hanya diam dan menunduk. Dia tidak pernah melihat pria yang ia panggil eomma ini menjadi sangat marah seperti pagi ini hanya karena sebuah sayuran.

"Sungmin ah.." panggil Yesung"jangan terlalu galak padanya"

"Aku hanya tidak ingin dia sama seperti dia yang membenci sayuran..Sunghyun adalah anak kita jadi aku ingin dia sama seperti kita"

"Sungmin ah"

"Aku tidak ingin bayangannya ada dalam diri Sunghyun"

"Eomma.."

"Sungmin ah.."

"Kalian pergilah jangan sampai terlambat"

.

.

.

.

.

"Aku sudah menemukan tentang Kim Ryeowook tuan" kata seseorang kepercayaan Yesung.

"Apa yang kau dapatkan"Tanya Yesung. Kini dirinya tengah terduduk di kursi singgasana kebanggaannya selama lima tahun.

"Dia baru saja kembali dari Jepang, dia bekerja sebagai seorang Chef di salah satu hotel bintang lima di Jepang dan mempunyai dua buah restaurant dan mempunyai seorang putri bernama Kim Ryeowoon."kata orang itu menjelaskan

"Siapa ayah dari anak itu?"

"Menurut penyelidikan saya ayah dari anak itu adalah orang Korea, lima tahun yang lalu Kim Ryeowook melarikan diri ke Jepang untuk melahirkan anak tersebut"

"Lima tahun yang lalu?"Yesung mengernyitkan alis tebalnya

"Dan satu lagi tuan di Jepang ia pernah tinggal bersama Cho ahra putri Cho Seung Heun dari Cho Cooperation"

"Cari tahu siapa ayah anak itu"

"Baik tuan.. saya permisi"

.

.

.

.

.

.

.

Suasana sekolah taman kanak-kanak sangat ramai. Karena waktu istirahat semua anak diijinkan untuk bermain maupun memakan bekal yang mereka bawa. Ketika anak-anak yang lainnya bermain Sughyun terdiam dibawah pohon rindang sambil memandangi roti penuh sayuran itu.

"Oppa kau kenapa"Tanya Ryeowoon yang kini satu sekolah dengan Sunghyun. Karena Ryeowook ingin anaknya sekolah di Korea maka ia menyekolahkan anaknya disini dan akan mulai tinggal dengan neneknya di Korea sedangkan Ryeowook setelah masa cutinya habis ia akan kembali ke Jepang.

"Ani.."jawab Sunghyun malas

"Kau tidak makan oppa"Tanya Ryeowoon lagi

"Ani.." kata Sunghyun masih dengan rasa malas

"Wae? Apa makanannya tidak enak?"

"Ani..eommaku selalu memasak makanan enak tapi aku benar-benar tidak menyukai Sayuran"

"Mau bertukar makanan denganku.. hari ini eommaku membawakanku nasi goreng special untukku"

"Benarkah? Tapi apa kau mau memakan roti isi sayuran dengan sosis yang sedikit ini?"

"Gwenchana oppa" kata Ryeowoon lalu mereka saling bertukar makanan. Tampak Sunghyun memakan nasi goreng itu begitu lahap begitupula dengan Ryeowoon.

" Kau menyukai sayuran Woonie?" Tanya Sunghyun sambil masih mengunyah nasi gorengnya.

"Sangat suka.. kata eomma sayuran akan membuat wajah kita berseri dan tubuh kita sehat"

"Lalu apa kata ayahmu? Kata ayahku sayuran juga membuat tubuh kita sehat tapi aku benar-benar membenci benda berwarna warni itu"kata Sunghyun tanpa melihat Ryeowoon yang kini terdiam karena pertanyaan Sunghyun."Wonnie ah…gwenchana? Apa rotinya tidak enak?"

"Aniya oppa.."

"Lalu kenapa kau diam?"

"Aniya…bagaimana rasanya punya ayah oppa?"

"sangat menyenangkan.."

"Aku iri padamu oppa"

"Wae?"

"Aku juga ingin punya ayah sepertimu"

"Kau tidak punya ayah?"

"Kata eomma ayahku adalah orang baik dan sukses tapi ia sedang menjalankan misi rahasia jadi aku tidak bisa menemuinya sekarang"

"Jinja? Apa ayahmu seorang FBI?"

"Mungkin semacam itu oppa..aku juga tidak tahu eomma terlalu jarang membahasnya"

"Kau bisa menganggap ayahku sebagai ayahmu juga"

"Jinja? Tapi oppa aku juga punya paman yang selalu bersamaku bahkan sudah seperti appaku"

"Benarkah?"

"Dia pintar dalam segala hal sama sepertimu oppa, bahkan dia juga membenci sayur sama sepertimu"

"benarkan ada orang seperti itu?"

"Apa yang kau maksud dengan orang seperti itu oppa"

"Maksudku orang yang tidak menyukai sayur"

"Pulang sekolah nanti dia akan menjemputku oppa..kau bisa mengenalnya"

"Baiklah..habiskan makananmu ne.. jika kau membutuhkan seorang ayah aku bisa menjadi ayahmu"

"Jinja? Gomawo oppa"

.

.

.

.

.

.

.

Kesibukan terlihat dari ruangan Sungmin. Ia harus turun secara langsung untuk melihat bagaimana pekerjaan pegawainya melalu laporan yang ia terima. jika ia merasa tidak yakin dengan laporan itu makan ia akan mendatangi tempat dimana persiapan itu berlangsung. Sama seperti kali ini ketika ia merasa tidak puas dengan hasil laporan dari pegawainya ia memutuskan untuk meninjau sendiri pekerjaan para pegawainya. Dan alhasil memang terjadi kekacauan dalam makanan yang disediakan. Dengan ketelitian yang dimiliki Sungmin inilah yang membuat usaha yang ia rintis berkembang begitu pesat. Bahkan bisa dikatan sukses besar. Banyak kaum sosialita yang memakainya untuk menangani acara yang mereka adakan.

Tiga hari lagi adalah gilaran Sungmin harus menangani dan mengatur segala persiapan untuk pesta perayaan putrid Ryeowook. Sungmin berfikir seharusnya ia mendengarkan nasehat Yesung waktu itu yang tidak akan membuatnya merasa terjepit dalam posisi yang sulit ini.

.

.

.

.

.

Kyuhyun melajukan mobilnya menuju sebuat tempat yang ingin ia tuju. Hari ini dirinya telah berjanji pada Ryeowoon. Sejak kelahirannya Kyuhyun sama sekali tidak pernah melewatkan untuk meluangkan waktu melihat perkembangan putri sahabatnya itu. karena ibu Ryeowook yang tidak berada disampingnya maka Kyuhyun yang menjaganya melalui noonanya. Ryeowoon sudah seperti anak Kyuhyun. Ikatan mereka begitu dekat karena memang sejak kecil Kyuhyun selalu bersamanya. Bahkan selalu memberi apa yang Ryeowoon minta. Karena itulah Kyuhyun sangat senang ketika Ryeowook memutuskan untuk menyekolahkan putrinya di Korea. Meskipun Kyuhyun sempat meminta agar Ryeowoon tinggal bersamanya namun Ryeowook menolaknya dengan alasan bahwa Kyuhyun seorang bujangan yang tidak mungkin tinggal dengan seorang anak kecil bahkan belum pernah merawat seorang anak. Karena alasan itu Kyuhyun tidak mampu membantah lagi.

Setelah tiba di tempat tujuan yaitu sekolahan Ryeowoon, Kyuhyun bergegas keluar dari mobilnya lalu berjalan menuju ruang tunggu dimana sering anak anak gunakan untuk menunggu jemputannya.

"Paman…"teriak Ryeowoon lalu berlari kedalam pelukan Kyuhyun.

"Paman merindukanmu chagy..bagaimana kau suka di Korea"Tanya Kyuhyun sambil mencium kening anak kecil yang kini tengah berada didalam pelukannya.

"Sangat suka…aku suka Korea karena ada paman dan oppa"kata Ryeowoon lalu memeluk erat Kyuhyun

"Oppa?"

"Eumm dia paman" kata Ryeowoon sambil menunjuk Sunghyun yang tengah berdiri memandang kagum pria dewasa yang tengah mengendong Ryeowoon.

"Ohh bukankah kau putra Yesung hyung"Tanya Kyuhyun

"Kau kenal ayahku paman?"Tanya Sunghyun

"Hanya tahu saja"

"Oppa paman Kyuhyun ini sangat pintar maen game..dia juga tidak suka sayuran sama sepertimu"

"Kau tidak suka sayuran?"

"Aku membenci benda itu paman"

"Kita sama"

"Kau tidak ingin turun dari gendongan paman Kyuhyun Wonnie ah"Tanya Sunghyun sedikit sebal

"Wae?"kaya Ryeowoon

"Kasihan paman Kyuhyun"

"Aniya.. aku akan menjadi istri paman Kyuhyun jadi tidak mungkin paman keberatan..bukan begitu paman?"

"Mwo"kata Sunghyun terkejut dengan jawaban Ryeowoon.

"Sudah jadi istrinya nanti saja..sekarang kita makan..kau lapar?"

"Eumm sangat"

"Apa kau menunggu jemputanmu Sunghyun? Kalau tidak ikutlah bersama kami.."

"terima kasih paman tapi sepertinya eomma akan marah"

"Bukankah kau belum dijemput?"

"Sekarang sudah..eomma sudah datang.."

Dari kejauhan nampak Sungmin keluar dari mobilnya dan terkejut dengan pemandangan yang ada. Sungmin melihat anaknya tampak akrab dengan lelaki yang seharusnya ia panggil appa.

"Annyeonghaseyo ahjumma"sapa Ryeowoon sopan

"ooh annyeong Wonnie ah..Ayo kita pulang chagy"

"Eomma"

"Appa sudah menunggu"kata Sungmin sambil mengandeng Sunghyun tanpa memperdulikan Kyuhyun.

"Ming" panggil Kyuhyun yang berhasil menghentikan langkah Sungmin. Sunghyun memandang Sungmin dan Kyuhyun secara bergantian mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apakan eommanya dan paman PSP saling mengenal.

"Bisa kita bicara"kata Kyuhyun sekali lagi. " Hyunnie ajak Ryeowoon bermain disana lebih dulu..paman ingin berbicara sebentar dengan eommamu"kata Kyuhyun lalu menurunkan Ryeowoon dari gendongannya dan membiarkan Sunghyun mengandeng tangan Ryeowoon menuju taman bermain disamping TK.

.

.

.

.

.

"Apa yang ingin kau bicarakan?"Tanya Sungmin terlihat sinis dari nada bicaranya

"Kau baik-baik saja"Tanya Kyuhyun

"Seperti yang kau lihat aku mempunyai suami dan anak yang menyayangiku"

"Aku senang jika kau baik-baik saja"

"Seharusnya memang begitu"

"Kau bahagia Ming"

"Apa keadaanku saat ini tidak cukup menggambarkan bahwa aku bahagia"

"Maksudku .."

"Ryeowoon anakmu"

"Dia dekat denganku"

"Tentu saja dia anakmu jadi dia dekat denganmu"

"Dekat bukan berarti dia anakku Ming"

"Maaf Kyuhyun ssi aku harus segera pulang dan satu lagi namaku Kim Sungmin bukan Ming.. berhenti memanggilku Ming seolah-olah kau tahu segalanya tentang diriku" kata Sungmin lalu pergi namun langkahnya terhenti ketika sebuah tangan menahan lengannya.

"Aku mencintaimu..bahkan waktu lima tahun tidak mampu untuk menghilangkanmu dari pikiranku"

"Lepaskan tanganmu"

"Tidak bisakah kau dengar penjelasanku?"

"Apa Ryeowook tidak cukup untukmu hingga kau berpaling pada wanita lain?"

"Mwo?"

"Apa Victoria lebih memuaskanmu daripada Ryeowook"

"Kau salah paham Ming tentang waktu itu.."

"Namaku Kim Sungmin"

"Kau tidak mendengarnya secara utuh"

"Untuk apa aku harus mendengar dari awal jika jika di akhir pun sudah sangat menyakitkanku..kalian berdua sudah berhasil membuat kami, aku dan Yesung hyung terluka sangat dalam"

"Ming.."

"Lima tahun yang lalu bahkan lima tahun mendatang tidak akan pernah mampu mengubah segalanya. Tidak diriku tidak juga dirimu."

"Kau seperti bintang Ming.. begitu indah namun penuh misteri didalamnya..tidak bisakah kebencianmu luluh sekejab saja hanya untuk mendengar penjelasanku?"

"Masih perlukah? Kau lupa sesuatu Kyuhyun ssi..ahh biar kuingatkan kau satu hal..aku sudah mempunyai putra ah bukan tapi kami sudah mempunyai putra. Sunghyun kami adalah penyatu kami berdua..apakah itu sudah cukup bagimu untuk menjelaskan bahwa aku sama sekali tidak butuh penjelasanmu"

"Ming"

"Lima tahun yang lalu bagiku adalah sebuah kesalahan..dan aku tidak ingin mengingat kesalahan itu"

"Aku mencintaimu Sungmin..sangat"kata Kyuhyun pada dirinya sendiri karena Sungmin telah pergi dari hadapannya. Kini Kyuhyun hanya mampu memandang nanar seseorang yang ia cintai perlahan menghilang dari pandangannya.

.

.

.

.

.

.

"kenapa oppa memandang mereka begitu serius"Tanya Ryeowoon yang berada dalam ayunan bersama Sunghyun

"Apa pamanmu itu kenal dengan eommaku? Sepertinya mereka dekat"

"Mollayo oppa..aku kan tidak tinggal disini dulu"

"Eommaku seperti sangat membenci paman psp itu"

"Apa oppa? Kau berbicara apa? siapa yang membenci?"

"Ani…bukan apa-apa ayo kita bermain lagi"

"Baby ah ayo kita pulang…Woonie ah sampai berjumpa lagi besok"kata Sungmin lalu menggandeng Sunghyun menuju Mobil.

.

.

.

.

.

.

.

Seorang wanita cantik terlihat tengah duduk disebuah café yang terletak dipinggiran kota. Sedikit menjauh dari keramaian yang ada café ini menawarkan sebuah minuman dan makanan yang khas. Tidak terlalu ramai memang mengingat letak café ini namun meskipun tidak pernah ramai café ini sama sekali tak pernah sepi pelanggan. Nampak wanita itu tengah menyesap kopi pesanannya. Didampingi dengan sepotong cake menambahkan kesan manis dalam hidupnya yang kelam. Sejak lima tahun yang lalu ketika dirinya diminta untuk bertunangan dengan anak rekan bisnis ayahnya hidupnya bagai kopi pahit tanpa gula sama sekali. Seperti sepotong kue tanpa terigu bahkan seperti hujan tanpa mendung.

Demi rasa baktinya pada orang tua ia rela mengorbankan cintanya. Ya sebuah cinta dari seorang pria yang telah mengisi hatinya selama tiga tahun. Namun cinta itu harus berakhir ketika dirinya ditunangkan dengan rekan bisnis ayahnya yang butuh bantuan suntikan dana. Ini lah bisnis dimana ada peluang apapun dikorbankan demi suatu keuntungan dan aku menyadari itu. namun kami memang hanya bertunangan. Karena aku memiliki cinta yang lain dan akupun juga tahu bahwa dia juga memiliki cinta yang lain. Oleh karena itu kami berdua sangat cocok karena memiliki latar belakang yang sama soal percintaan.

"Kau sudah lama Chagi?"Tanya pria itu lalu mengecup pipi sang wanita lembut

"Aniya..baru saja aku sampai"

"Bagaimana dia? Apa dia baik-baik saja?"

"Tentu saja..sebentar lagi juga dia akan kesini"

"Benarkah?"

"Apa kalian sudah lama menunggu" kata seseorang yang baru saja datang dengan seorang anak ditangannya.

"Kyu…"

"Changmin ah.."

"Siapa dia? Putrimu?"

"Aniya paman..aku calon istri paman game"

"Paman game? Aigoo kau salah jika memanggilnya seperti itu chagy..turunlah ayo kita pilih makan siangmu disana"ajak Victoria pada Ryeowoon lalu mengandengnya menuju deretan cake-cake manis.

"Siapa dia Kyu?"

"Dia putri Ryeowook"

"Kelihatannya kau sangat dekat"

"Kau juga semakin lengket saja..apa kau tidak ingin menikahinya?"

"Dia masih tunaganmu Kyu"

"Jika kau ingin aku bisa membatalkannya sekarang"

"Ini bukan waktu yang tepat Kyu"

"Lalu kapan?"

"Nanti saat aku bisa membuktikan pada ayah Vic aku mampu membahagiakannya"

"Bukankah dia bahagia sekarang"

"Sebentar lagi Kyu..aku pastikan hari itu aku akan menikahinya"

"Yahh semoga begitu"

.

.

.

.

.

.

"Appa apa appa mengenal paman PSP itu?"Tanya Sunghyun pada sang appa yang tengah memeluknya. Kini mereka tengah berada dibalkon. Yesung menidurkan dirinya pada kursi panjang lalu Sunghyun tengkurap diatas tubuh sang ayah.

"Wae?"

"Ani hanya saja eomma terlihat membencinya.."

"Benarkah? Appa rasa tidak begitu"

"Mungkin saja appa.. apa appa ingin kuberitahu sesuatu?"

"Apa?"

"Ryeowoon tidak memiliki seorang ayah"

"Mwo?"

"Aku mengatakan padanya kalau ia boleh menganggap appa sebagai appanya juga"

"Mwo?"

"Kenapa appa?"

"Ani..tapi kenapa kau melakukannya chagy?"

"Aku hanya kasihan padanya appa"

"Anak appa benar-benar hebat"

"Tentu aku kan anak appa dan eomma"

"Siapa yang anak eomma?"kata Sungmin yang datang secara tiba-tiba membawa sepiring buah untuk anak dan teman hidupnya.

"Tentu saja aku eomma"

"jinja?"

"Sunghyun ah bagaimana jika eomma hanya milik appa saja tanpa ada Sunghyun?"Tanya Yesung menggoda Sunghyun

"Ani…eomma milikku appa.."

"Eomma milikku.."

"milikku appa"

Mereka berdua saling berebut Sungmin adalah miliknya. Hingga membuat Sungmin tidak mampu menahan tawanya melihat tingkah dua orang yang disayanginya itu. hingga Sunghyun kesal lalu menggelitik bagian tubuh sensitif Yesung begitu juga dengan Sungmin yang membantu Sunghyun mengerjai Yesung habis-bahisan. Sunggguh sebuah potret keluarga bahagia tanpa noda sedikitpun. Hanya kebahagian dan kesempurnaan yang melingkupi mereka.

"Aku rasa kalian benar-benar bahagia"

.

.

.

.

TBC..

Kenapa semakin kesini ini ff berasa sinetron ya?

Tapi tak apalah..

Maaf jika semakin hari ff ini semakin ngaco dan ga ada kemajuan sama sekali..

Sekali lagi terima kasih sudah bersedia membaca ff ini ^^b

Saya sangat mengucapkan terima kasih untuk kalian semua..

#bow