PART 6
-Wonderful Life-
Rated : T-M
Cast :
-Cho Kyuhyun
-Lee Sungmin
-Kim Yesung
-Kim Ryeowook
Disclaimer : Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan tentunya tapi ff ini murni milik saia#yakinlah sumpah
Genre : Romance ||Hurt|| Drama
Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Mpreg||Gaje || typo's ||
Annyeong^^
Saia bawa ff abal2 lagi..
Asal aja sebenarnya buat ne ff
Semoga saja tidak jelek ya ff saya ini..#plak
-0000-
.
.
.
.
.
"Ani…eomma milikku appa.."
"Eomma milikku.."
"milikku appa"
Mereka berdua saling berebut Sungmin adalah miliknya. Hingga membuat Sungmin tidak mampu menahan tawanya melihat tingkah dua orang yang disayanginya itu. hingga Sunghyun kesal lalu menggelitik bagian tubuh sensitif Yesung begitu juga dengan Sungmin yang membantu Sunghyun mengerjai Yesung habis-bahisan. Sunggguh sebuah potret keluarga bahagia tanpa noda sedikitpun. Hanya kebahagian dan kesempurnaan yang melingkupi mereka.
"Aku rasa kalian benar-benar bahagia" kata Kyuhyun yang masih mengamati keluarga kecil itu dari kejauhan.
Sakit..
Hanya itu yang kini Kyuhyun rasakan. Kejadian lima tahun yang lalu telah merubah segalanya. Hatinya seakan remuk menerima perlakuan Sungmin tadi siang. Secuil harapan pun tak bisa Kyuhyun dapatkan dari seorang Sungmin. Begitu besar kebencian yang Sungmin rasakan pada Kyuhyun. Bahkan sekarang Kyuhyun harus melihat senyum yang seharusnya untuknya namun begitu lepas Sungmin berikan pada Yesung. Seharusnya Sungmin mempunyai anak dari Kyuhyun bukan Yesung tapi takdir berkata lain.
"Cari tahu segala hal tentang Kim Yesung"
Setelah melihat pemandangan yang begitu menyakitkan Kyuhyun melajukan mobil audi hitamnya dengan kecepatan penuh meninggalkan tempat yang menjadi sumber kesakitannya.
.
.
.
.
.
"Apa kita akan menghadiri ulang tahun putri Ryeowook hyung?"Tanya Sungmin, mereka masih berada dibalkon menikmati hangatnya mentari sore hari.
"Aku ingin datang eomma"Sunghyun menjawab pertanyaan Sungmin.
"Kita datang saja..kasihan Sunghyun"jawab Yesung
"Apa tidak apa-apa?"Tanya Sungmin memastikan
"Tidak apa-apa cepat atau lambat kita memang harus menghadapi mereka. kita tidak bisa terus menghindar seperti ini"
"Aku ikut saja hyung bagaimana baiknya"
.
.
.
.
.
.
.
.
Persiapan demi persiapan telah dilakukan untuk pesta ulang tahun Kim Ryeowoon. Sungmin masih sibuk membenahi setiap detail yang dinilainya masih kurang. Begitulah Sungmin seorang yang detail dan sempurna dalam segala hal. Hiruk pikuk masih terlihat disebuah rumah bergaya modern milik Ryeowook. Di sisi lain Ryeowook masih memperhatikan Sungmin yang terlihat sibuk dan sangat menjiwai pekerjaannya. Setiap ruangan ditata sesuai dengan konsep yang Ryeowook inginkan. Dengan sentuhan bunga lili dan segala macam balon warna warni kini telah bertengger indah menghiasi ruangan yang akan menjadi tempat berlangsungnya acara.
"Istirahatlah hyung biarlah asistenmu yang meneruskan" kata Ryeowook sambil memberikan segelas jus jeruk untuk Sungmin
"Gomawo"jawab Sungmin sambil menerima segelas jus jeruk itu
"Terima kasih banyak kau telah bersedia menyiapkan semua ini hyung"
"Ini pekerjaanku"
"Terima kasih karena kau tetap melakukan ini hyung"
"Aku hanya bersikap professional"
"aku tetap berterima kasih padamu hyung"
.
.
.
.
.
.
.
.
Seorang berjas hitam dengan kaca mata hitam kas seorang matamata berjalan dengan santainya menuju sebuah ruangan yang cukup besar dengan segala fasilitas yang ada didalamnya. Tampak orang tersebut mengeluarkan secarik kertas lalu masih berdiri menunggu seseorang yang menjadi tuannya.
"Kau sudah dapatkan sesuatu tentangnya?"Tanya sang tuan setelah keluar dari kamar mandi yang terdapat dalam ruangan tersebut.
"Nde tuan saya telah menemukan segala sesuatu tentang dirinya"
"Bagus…"
.
.
.
.
.
.
Hari ini adalah giliran Yesung untuk menjemput putra semata wayangnya. Karena kesibukan Sungmin mempersiapkan pesta ulang tahun putri Ryeowook maka Yesung berusaha menyeleseikan pekerjaannya dengan cepat lalu bergegas menuju mobilnya dan melajukannya menuju sekolahan putranya.
"Hyunni"
"Appaaa"
"Kita pulang sekarang?"
"Ani appa Woonie masih sendiri tidak ada yang menjemputnya?"kata Sunghyun sambil menunjuk Ryeowoon yang masih terdiam sambil menundukan kepalanya di kursi tunggu taman kanak-kanak
"Ibumu tidak menjemputmu?"Tanya Yesung pada Ryeowoon yang hanya dibalas gelengan kepala
"Appamu?"Tanya Yesung sekali lagi dan hanya dibalas gelengan oleh Ryeowoon
"Baiklah kau ingin ikut dengan kami? Nanti paman akan mengentarmu pulang"ajak Yesung
"Apa Woonie tidak merepotkan paman?"Tanya Ryeowoon
"Aniya..bagaimana Hyunnie?"
"Tentu saja tidak apa-apa Wonnie bukankah kemarin sudah kukatakan bahwa kau bisa menganggap appaku sebagai appamu..jadi tenang saja"
"Geure..mari kita berangkat chagy"ajak Yesung lalu mengandeng kedua bocah yang kini tersenyum riang. Kemudian Yesung melajukan mobilnya menuju sebuah rumah makan untuk makan siang bersama.
.
.
.
.
.
.
"Kau suka makanannya Woonie?"Tanya Yesung. Sekali lagi Ryeowoon hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan
"appa ada sesuatu yang sangat lucu ingin ku beritahu pada appa"
"Mwoga?"
"Woonie suka sekali menyentuh philtrumku appa..sangat menggelikan"
DEG
DEG
DEG
"Appa.."
"Paman…"
"Nde?"
"Kenapa melamun? Bukankah kebiasaan Woonie itu sangat menggelikan appa?"
"Ahh ne..sangat menggelikan.."
Yesung terdiam sambil memandang dua bocah yang kini tengah berada di hadapannya. Perkataan Sunghyun membuatnya terkejut. Kebiasaan yang dimiliki Ryeowoon sama persis dengan kebiasaanya. Entah kebetulan atau tidak mata dan bibir Ryeowoon sangat mirip dengan Yesung.
"Makan yang banyak anak-anak"
.
.
.
.
.
.
.
.
Kesibukan terlihat di kediaman Yesung. Rumah yang biasanya tenang kini sedikit ribut karena Sungmin yang tidak bisa berhenti bicara karena mempersiapkan perlengkapan suami dan putranya. Dengan sigap Sungmin membenarkan pakaian putranya agar terlihat lebih rapi dan tampan. Dengan menggenakan setelan jas hitam dengan merek terkenal Sungmin mendadani putranya sehingga terlihat sebagai seorang pangeran kecil. Setelah selesei dengan putranya Sungmin beralih ke suaminya yang masih sibuk mengenakan dasi. Dengan sigap pula Sungmin membenarkan letak dasi suaminya itu. dengan lembut Sungmin mengusap pipi Yesung yang sedikit ternoda.
"Kau juga harus memperhatikan penampilanmu Sungmin ah aku tidak ingin pasangan hidup seorang Kim Yesung tidak terlihat menawan"
"Nde hyung"
"Eomma kapan kita berangkat?"
"Tunggu sebentar Baby"
.
.
.
.
.
.
Kemeriahan terlihat jelas didalam sebuah rumah mewah yang kini ada dihadapan keluarga kecil Yesung. Begitu nampak keraguan yang terpancar dari raut wajah Yesung. Secuil keraguan itu terlihat mengikat kaki Yesung yang seakan sulit untuk melangkah. Yesung hanya belum siap untuk bertemu lagi dengan Ryeowook seseorang yang dulu pernah sangat berharga bagi dirinya begitupun sekarang. Perasaannya untuk Ryeowook tak berkurang sedikitpun. Tapi keadaan yang mereka alami kini mengharuskan mereka untuk menepikan perasaan mereka sendiri.
"Apa kau yakin hyung? Jika tidak kita bisa menghentikannya dan pergi dari sini"Tanya Sungmin
"Ani..kita sudah berada disini, untuk apa kembali"kata Yesung sambil memandang gemerlap lampu warna warni yang bertengger dihalaman rumah yang mereka datangi.
"appa eomma kita menunggu siapa? Aku ingin segera menemui Wonnie"kata Sunghyun merajuk
"Hyung.."
"Baiklah ayo kita masuk"kata Yesung lalu mengendong Sunghyun dan mengandeng tangan Sungmin.
.
.
.
.
.
.
.
"Wonniee ahhh saengil chukkaee"teriak Sunghyun lalu berhabur menuju Ryewoon yang tengah berada didalam gendongan Kyuhyun.
"Gomawo oppa"jawab Ryeowoon lalu turun dari gendongan Kyuhyu.
"Paman PSP kenapa kau suka sekali menggendong Woonie?"Tanya Sunghyun sedikit sebal
"Mianhe paman hanya terlalu gemas padanya"jawab Kyuhyun sambil mensejajarkan dirinya didepan Sunghyun
"Jangan ulangin lagi ya paman? Janji?"tantang Sunghyun
"Janji"
"Hyunnie ahh.."
"Appa…"
"Hyung.."
"Baby ah pergilah pada eomma..disana banyak es krim kesukaanmu"
"Jinja? Ayo Woonie"kata Sunghyun bersemangat sambil mengandeng Ryeowoon meninggalkan Yesung dan Kyuhyun menuju Sungmin yang tengah mengambilkan eskrim untuk putranya.
" Hyung/Kyu"kata mereka bersamaan.
"Kau dulu hyung"
"Ani kau terlebih dahulu.."
"Ani..kau lebih tua jadi kau saja dulu"
"Kauu sama sekali tak berubah"
"Dan kau terlihat sangat berbeda"
"Kenapa sampai sekarang kau belum menikah?"
"Kau tahu jawabannya hyung"
"Kau terlalu lama menganggurkan Victoria ssi"
"Dan kaupun begitu hyung"
"Apa maksudmu?"
#FLASH BACK ON
"Kau sudah dapatkan sesuatu tentangnya?"Tanya sang tuan setelah keluar dari kamar mandi yang terdapat dalam ruangan tersebut.
"Nde tuan saya telah menemukan segala sesuatu tenyang dirinya"
"Bagus…lalu apa yang bisa kau laporkan padaku?"
"Kim Yesung dan Lee Sungmin tidak pernah terikat dalam sebuah pernikahan, bahkan mereka tidur secara terpisah."
"Lalu Sunghyun?"
"Seorang bibi yang membantu Sungmin mengurus anaknya sejak bayi mengatakan bahwa Sunghyun bukan darah daging Kim Yesung"
"Lalu kenapa mereka bisa bersama?"
"Begini tuan Cho.. lima tahun yang lalu kehidupan Sungmin sangat mengenaskan semenjak maaf tuan"
"Semenjak apa?"
"Semenjak anda meninggalkan Lee Sungmin hidupnya sangat menderita hingga Kim Yesung memutuskan untuk menjaga Lee Sungmin dan putranya sekarang.
"jadi itu sebabnya Sunghyun menggunakan Marga Lee? Dan bisa dipastikan Sunghyun adalah putraku bukan?"
"Benar Tuan.."
"kerjamu sangat bagus..aku akan menghubungimu jika aku membutuhkanmu lagi"
"Terima kasih untuk kepercayaan anda tuan"
#FLASH BACK OFF
"Bukankah kau juga menganggurkan dia hyung?"
"Apa maksudmu Cho kyuhyun?"
"Bukankah kamar kalian terpisah?"
"Kau mengintai kami?"
"Kaupun begitu hyung"
"Lalu apa yang kau dapat?"
"Sunghyun ituu"
"Appaaa"
Sunghyun mendekat kearah Yesung yang tengah terlibat dalam sebuah percakapan serius dengan Kyuhyun.
"Wae chagy?"Tanya Yesung tanpa memperdulikan Kyuhyun yang memandang lekat wajah Sunghyun
"Eomma meminta kita untuk segera pulang"
"Baiklah ayo kita pulang kita pamit Ryeowoon dan ibunya..dan kau Kyuhyun ssi bisakah kita bertemu besok?"
"Nde hyung mari kita bertemu esok?"
"Sampai jumpa paman PSP"
"Sampai jumpa Sunghyun"
.
.
.
.
.
.
"Woonie saengi cukkae sayang"
"Terima kasih paman Yesung"
"Ryeowook ssi kami mohon pamit..ini sudah terlalu malam"
"Tapi hyung kalian tidak menginap saja?"
"Ani..gomawo..sekali lagi terima kasih"kata Yesung lalu meninggalkan Ryeowook dan anaknya yang masih berdiri disampingnya dengan Kyuhyun yang juga berada disamping Ryeowook.
"Mereka begitu serasi"kata Sungmin sambil melihat Kyuhyun dan Ryeowook yang masih berdiri berdampingan dengan Ryeowoon melalu kaca kaca spion mobilnya.
"Ani.."
"Hyung.."
"Kita pulang"
.
.
.
.
.
"Ada apa sebenarnya hyung?"Tanya Sungmin sdikit khawatir dengan teman hidupnya itu. selama ini ia tak pernah mendapati teman hidupnya segelisah ini.
"Tidak apa-apa"
"Apa terjadi sesuatu?"
"Tidak terjadi apa-apa..kau istirahatlah temani Sunghyun"kata Yesung lalu pergi meninggalkan Sungmin yang masih setia berdiri menatap Yesung yang meninggalkannya.
.
.
.
.
.
#Yesung POV
Aku rasa aku telah melakukan sebuah kesalahan yang besar. Seharusnya sejak dulu aku sadar bahwa memang tidak ada yang pernah berkhianat. Seharusnya aku langsung menyadari saat orang suruhanku melaporkan semua tentang Ryeowook. Sungguh ini kebodohan yang begitu besar aku lakukan. Luka yang aku rasakan terlalu membutakan mata dan hatiku. Lima tahun yang lalu aku terlalu terjebak dalam sebuah amarah yang menyesatkanku hingga saat ini. aku rasa lima tahun yang lalu mereka tidak berbohong. Jika Ryeowoon benar-benar anakku lalu apa yang harus aku lakukan sekarang. Apa yang harus aku katakan pada Sungmin terlebih Sunghyun.
Inikah takdir yang kau rencanakan Tuhan. Takkdir yang terlalu rumit bagi kami. Bukan aku ingin menghindar tapi terlalu naïf jika aku tidak mengakui bahwa diriku lelah menghapi semua ini. aku tahu semuanya terbongkar, dan akupun tahu ini semua hanya kesalah pahaman. Tapi semunya terlanjur seperti ini. ingin mengubah segalanyapun aku seakan tak memiliki tenaga lagi.
"Hyung.."sapa Sungmin lalu mendekat kearah Yesung yang masih berdiri di balkon kamarnya
"Kau belum tidur?"
"Melihatmu berbeda aku sama sekali tidak mampu menutup mataku"
"Apa yang berbeda? Aku biasa saja Sungmin ah"
"Apa terjadi sesuatu saat kita berada di rumah Ryeowook?"
"Ani.."
"kau tidak bisa membohongiku hyung"
"Dia anakku Sungmin ah"
"Mwo? Siapa?"
"Ryeowoon anakku"
"Jinja? Bukan anak Kyuhyun?"
"bukan..apa kau terkejut?"
"tentu"
"Begitu juga denganku"
"Kau tahu darimana hyung?"
"orang suruhanku yang melaporkannya dan juga Kyuhyun, meskipun Kyuhyun belum mengungkapkan semuanya"
"Kau memata-matai mereka?"
"aku hanya ingin mencari kebenaran"
"Dan kau mendapatkanya bukan?"
"Sungmin ah"
"kembalilah padanya hyung, aku akan menjaga Sunghyun"
"Kau pikir mudah bagiku meninggalkan kalian"
"Tapi mereka juga membutuhkanmu hyung"
"dan kalian?"
"Gunakan lima tahun yang berlalu itu untuk menebus semuanya hyung"
"Kau akan kembali pada Kyuhyun?"
"Sunghyun anakku dan aku bisa menjaganya tanpa bantuan darinya"
"Diapun tidak bersalah Sungmin ah"
"Kau lupa dengan Victoria? Bukankah sejak lima tahun yang lalu dia tunangan Kyuhyun"
"Kita belum tahu alasan yang sebenarnya Sungmin ah"
"Tunangan itu adalah alasan yang cukup untukku"
"Kenapa kau keras kepala Sungmin ah"
"Dan kenapa kau menjadi lemah seperti ini? mana Yesung hyung yang dulu?"
"Cinta"
"Mwo?"
"Karena cintaku untuk Ryeowook yang begitu besar sampai saat ini hingga aku mampu luluh menjadi seperti ini.. dan bukankah kau mencintainya?"
"Mencintai bukan berarti aku bersamanya.."
"Dengar Min dengan bersamanya kau bisa mendapatkan cinta bukankah itu lebih baik?"
"Hyung akuu"
"Bukankah kita ingin menebus semuanya?kita tidak ingin membohongi Sunghyun lebih lama lagi bukan?"
"Tapi..hyung"
"Aku rasa ini saatnya kita mengejar kebahagiaan kita masing-masing"kata Yesung lalu memeluk Sungmin yang ada disampingnya.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi hari yang berbeda bagi keluarga kecil ini. Terpancar jelas bagaimana kebahagiaan yang mereka rasakan. Senyum yang begitu lepas yang selama ini tak pernah sekalipun tersungging dari bibirnya. Pembicaraan Yesung dan Sungmin semalam menjadikan mereka untuk lebih membuka diri pada perasaan mereka masing-masing dan memulai semuanya dari awal. Termasuk memperbaiki semua hal yang berkaitan dengan luka mereka dimasa lalu. mereka berkeinginan mengubah masa lalu yang menyakitkan itu menjadi sebuah masa depan yang mengangumkan bagi hidup mereka.
" Appa hari ini aku ingin main dengan Ryeowoon dan paman psp jadi appa tidak perlu menjemputku"kata Sunghyun sambil melahap sarapannya.
"iya chagy"
"Appa tidak melarangku?"
"Ani.."
"Eomma juga?"Tanya Sunghyun memastikan
"Bermainlah sesukamu"
"Aneh.."guman Sunghyun
"Kau mengatakan sesuatu chagy?"Tanya Sungmin
"Ani eomma"
"Lanjutkan makanmu chagy"
.
.
.
.
.
.
.
"Kau sudah menungu lama? Maaf pekerjaanku tidak bisa ditunda"
"Ani.. Duduklah hyung"
Saat ini Yesung dan Kyuhyun tengah berada disebuah café untuk meneruskan percakapan mereka yang tertunda saat perayaan ulang tahun Ryeowoon. Pembicaraan yang begitu serius dan mampu mengubah segala hal yang selama ini begitu menyakiti mereka. titik terang hubungan mereka di masa lalu setidaknya sedikit menyembul ke luar permukaan suatu kebahagiaan.
"Jadi apa yang ingin kau katakkan Kyu?"
"Tidak bisakah kita menghakhiri salah paham ini?"
"Bagaimana kau mengakhirinya?sedangkan cincin itu masih bertengger manis dijarimu"
"hanya tinggal menunggu waktu"
"Sepertinya urusan cinta begitu mudah jika sudah berada ditanganmu"
"Tidak..buktinya aku sama sekali tidak bisa bersama Sungmin"
"Tapi kau memiliki Victoria"
"Dia bukan milikku hyung..dia milik Changmin bukankah kau tahu"
"Jadi itu bukan gosip?"
"sama sekali bukan..aku memang tidak ada hubungan apapun dengannya..karena dia milik sahabatku. Sejak lima tahun yang lalu kami bertiga sepakat untuk menjalani hubungan seperti ini karena Changmin ingin membuktikan pada ayah Vic bahwa dirinya mampu menjadi sukses"
"Lalu menikahi Victoria?"
"Tepat sekali hyung"
"Bagaimana kau akan menjelaskan ini pada Sungmin?"
"Entahlah hyung yang pasti aku memiliki cinta untuk menyeleseikannya"
"Kau terlalu percaya diri..ah aku dengar dari Sunghyun kau mengajaknya bermain?"
"Apa kau keberatan?"
"Ani..dia darah dagingmu bukan?"
"Jadi semua itu benar?"
"Aku hanya tidak ingin membohongi Sunghyun lebih lama lagi..aku ingin dia juga bahagia bersama appa kandungnya"
"Hyung.."
"Aku ingin menebus kebodohanku dengan mengatakan ini..aku harap kau bisa membahagiakan mereka"
"Lalu kau?"
"Entahlah"
"Kau tidak ingin membahagiakan Ryeowook dan putrinya?mereka membutuhkanmu hyung? Ryeowoon sangat ingin bertemu ayahnya yang ia kenal sebagai orang hebat yang sedang menjalankan misi rahasia"
"Misi?"
"Ya Wookie selalu mengatakan pada Woonie bahwa ayahnya adalah seseorang yang sukses yang sedang menjalankan sebuah misi rahasia"
"Anak itu benar-benar..kenapa dia memberikan alasan yang begitu konyol?"
"lewat kekonyolan itu secara tidak langsung ia mendoakanmu untuk menjadi orang sukses..maka dari itu ia meninggalkanmu"
"Maksudmu?"
"Saat dimana kalian memergoki kami saat itu pula Wookie ingin meminjam uang padaku untuk meninggalkan korea"
"Meminjam uang?"
"Dia hamil dan dia tidak ingin merusak impianmu meraih kesuksesan..karena mungkin dengan kehamilannya maka akan membebanimu"
"anak itu benar-benar bodoh"
"Dia terlalu mencintaimu hyung karena itu dia berkorban untuk tidak merusak impianmu"
"Aku memang bodoh"
"Akupun begitu..karena harus membantu orang tuaku aku tidak bisa mempertahankan"
"aku rasa aku lebih bodoh"
"Kita sama-sama bodoh hyung"
"Bahkan aku tidak mengakui anakku sendiri"
"Dan aku tidak tahu bahwa aku memiliki seorang anak"
"Kyu.."
"Nde?"
"Aku rasa sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan."
"Mwoga?"
"Kau akan mengetahuinya nanti"
"Terserah kau saja hyung"
.
.
.
.
.
.
T.B.C
Annyeonghaseyo^^
Jumpa laagi jumpa kanti disini#gubrak
Akhirnya part 6 update juga..
Maaf jika terlalu lama..
Soalnya masih sangat sibuk dan stress..
Aku harap part ini tidak mengecewakan..
Mungkin hanya tinggal beberapa part lagi atau mungkin satu part lagi..
Soalnya bakalan sibuk bgt habis ini..
Ini aja nngetik ff nyolong2#sok sibuk
Ok sekian cuap2 ga penting dari saya..
Terima kasih untuk perhatian kalian semua karena bersedia membaca ff jelek ini..
Untuk Nurumy terima kasih sudah diingatkan tentang ff ini chagy..
Aku hampir lupa.. ^^b
Akhir kata..
GOMAWOOOOOO ^_^
