Disclaimer : Naruto bukan milik saya maupun paman saya.
Warning : INCEST, OC, OOC, TYPO, NGAWUR, PERUBAHAN TIMELINE, DLL.
Tanya-Jawab Review:
Q: Apa jiraya bakal jadi guru naruto?
A: Entah, tapi yang jelas Jiraiya adalah orang terpenting selain Duo Naru, Akatsuki (Madara, Obito dan kawan-kawan), The Death Last, Tsunade, Minato, Kushina, dan Rockie 12 (termasuk Sasuke dan Fugarama (OC)).
Q: Jangan Incest author-san! Mending sama yang lain aja seperti NARUTO-HINATA dan NARUKO-SASUKE?
A: Sory, untuk fict ini emang genrenya incest (makanya ratenya M), untuk NARUHINA (mungkin) saya akan buat fict lain tentang ini, tetapi untuk Sasuke x Naruko sepertinya saya tidak bisa, karena menurut saya untuk Naruko dan Fem!Kyuubi sepetinya gak ada pasangan yang cocok kecuali Naruto
Q: Kalau bisa Naruto x Harem?
A: Sorry bos, saya kurang suka pair Harem, entah kenapa malah jijik ama pair yang Haremnya lebih dari 2.
Chapter 3: The Death Least dan Penawaran Madara.
Siang Hari di Hutan Nara...
Seorang anak laki-laki bertubuh besar sedang (seperti) kebingungan mencari sesuatu. Anak itu sedang membawa tongkat dari pipa (seperti tongkat sabo, luffy dan ace One Piece waktu kecil), anak itu pun sampai sekarang masih kebingungan.
'Dimana mereka semua, ya... Huhh.. mungkin ini yang disebut merepotkan oleh shikamaru', anak itu bermolog dalam hatinya.
Sementar di suatu dahan pohon di atas anak itu ada seorang anak yang sedang merencanakan sesuatu dengan anjing kecilnya dipohon, anak itu juga membawa tongkat yang bentuknya sama dengan anak berbandan besar tersebut.
"Target terkunci! Kau siap Akamaru!", anak tersebut memerintahkan anjingnya untuk mempersiapkan diri.
"guk.. guk..", anjing itu sepertinya mengiyakan tuannya.
Anjing tersebut langsung menerjang anak berbadan besar dibawahnya. Anak yang diterjang anjing itu kaget dan langsung menghindar, akan tetapi bahaya sedang mengincarnya sekarang.
"Mati kau Chouji!", teriak anak tersebut sambil menerjang Chouji dengan tongkatnya.
Chouji yang merasa terancam langsung menangkis tongkat anak tersebut dengan tongkatnya dan menendang anak tersebut sehingga anak itu terpental. Melihat tuannya terpojok, Akamaru langsung menerjang Chouji dengan cara menggigit tangannya sehingga Chouji kesakitan, memanfaatkan kesempatan itu anak tersebut langsung menerjang Chouji dengan tongkatnya sehingga membuat Chouji terkapar.
"Huh.. kukira kau akan sulit dihadapi, ternyata dugaanku salah, dasar gendut!, iya kan Akamaru?", anak itu mengejek Chouji.
"guk..", Akamaru mengiyakan.
"JANGAN MEMANGGILKU GENDUT, KIBA, MATI KAU!", Chouji yang tidak terima dilecehkan langsung bangun, membuang tongkatnya dan menyundul Kiba hingga terpental.
Disisi lain Akamaru langsung menerjang Chouji, akan tetapi Chouji berhasil menghindar, menangkap dan melempar Akamaru. Kiba yang memanfaatkan situasi, langsung menerjang Chouji dengan tongkatnya, akan tetapi Chouji berhasil menghindari terjangan tongkat Kiba tapi Kiba dengan lincah bersalto dan menendang Chouji diperut sehingga terpental. Akamaru yang melihatnya langsung menerjang Chouji, akan tetapi Chouji dengan sigap menangkapnya dan membanting Akamaru hingga pingsan.
"HEI, GENDUT, APA YANG KAU LAKUKAN PADA ANJINGKU!", Kiba beteriak marah.
"JANGAN MEMANGGILKU GENDUT, MANIAK ANJING!", Chouji tak kalah marah.
"KAU INGIN MATI?, HEH..", Kiba berteriak lagi.
"KAU DULU YANG AKAN MATI!", Chouji juga berteriak dengan keras.
"MATI KAU!", Keduanya sama-sama berteriak.
Kiba dan Chouji langsung berlari dan bersiap menerjang satu sama lain, akan tetapi 'sreet.. (suara orang terkena jebakan tali-dahan pohon)' dan 'braak.. (Suara orang jatuh disebuah lubang jebakan), Kiba akhirnya kakinya terikat oleh tali yang menggatungnya secara terbalik didahan pohon dan Chouji masuk kedalam jebakan lubang, dimana dua-duanya disusun secara baik oleh Shikamaru sehingga tidak terlihat.
'Chouji dan Kiba telah kalah, kukira akan sangat merepotkan melawan mereka, huhh.. sekarang tinggal menunggu dia datang', batin Shikamaru.
Sementara itu, seorang anak berambut pirang jabrik belari dengan kecepatan melebihi orang dewasa dengan indahnya menghindari jebakan Shikamaru mulai dari tali, lubang dan bahkan ranjau paku dan lain sebagainya. Anak itu langsung menerjang Shikamaru dengan tongkat pipa yang dibawanya, akan tetapi Shikamaru menangkis tongkat anak itu dengan tongkat pipanya, anak itu langsung menendang Shikamaru dengan kakinya, akan tetapi Shikamaru menghindarinya dengan cara bersalto, tetapi saltonya gagal karena anak itu menangkap kaki Shikamaru dan melempar Shikamaru hingga terjatuh dan dengan memanfaatkan kesempatan yang ada, si anak pirang itu langsung menendang Shikamaru ke udara dan dia dengan cepat meloncat diatas Shikamaru dan melakukan Taijutsu andalannya.
"Taijutsu Secret Art: Lion Combo",anak itu langsung bersiap menendang Shikamaru.
"Stop Naruto.. Aku menyerah..", Shikamarupun menyerah sebelum Naruto menendangnya dan akhirnya Naruto menghentikan jutsunya,
'Bruk..' Shikamaru mendarat dengan tidak elitnya dan Naruto berhasil mendarat dengan sempurna.
"Cihh.. Kukira sparring kali akan benar-benar berdarah..", Naruto berkata dengan santainya.
"Heeh.. APA MAKSUDMU? APA KAU BENAR-BENAR INGIN MEMBUNUHKU!", teriak Shikamaru yang sedang dongkol.
"Mungkin..", Naruto menjawab dengan santai lagi.
"Cihh.. kau ini benar-benar merepotkan, ayo kita bantu Chouji dan Kiba keluar dari perangkapku!", Ajak Shikamaru.
'Siapa yang salah, siapa juga yang tanggung jawab! Tapi tak apalah, mereka kan selalu ada untukku.' , batin Naruto.
"Baik, ayo..", Naruto menjawab dengan malas.
Akhirnya mereka membantu Chouji dan Kiba keluar dari jebakan Shikamaru. Kiba mukanya terlihat (sangat) merah dan tubuhnya telihat pucat karena tergantung terbalik di dahan pohon dalam waktu lama dan Chouji terlihat terengah-engah nafasnya karena kekurangan oksigen. Mereka berempat langsung memasang pose santai mereka, mulai dari tiduran di tanah, bersender di pohon dan lain-lainnya. Akamaru yang sudah sadar langsung menghampiri tuannya dan Kiba juga langsung memeluknya. Inilah sparring ala 'The Death Last' yang mungkin terlihat amatir dan tanpa aturan (kecuali tidak boleh menggunakan Ninjutsu dan Genjutsu). Tapi, inilah cara mereka agar bisa kuat dan melindungi satu sama lain.
"Haah.. Sepertinya kau menang lagi Naruto.", Kata Kiba.
"Tentu saja, aku kan lebih kuat daripada kalian!", Narutopun menyombongkan diri.
"Hehh.. Jangan sombong dulu, lihat suatu saat akan mengalahkanmu dan membuatmu babak-belur!", Sanggah Kiba tidak mau kalah.
"Cih.. perdebatan yang merepotkan lagi.", tau sendiri yang ngomong ini siapa.
"' Hei Ruto kenapa '(kriuk)' kau selalu menyembunyikan kekuatanmu dan kenapa '(kriuk)' kau juga hanya terbuka '(kriuk)' dan cerewet pada kami saja, padahal kau '(gleeek.)' diluar terlihat sangat pendiam?." Tanya Chouji pada Naruto sambil makan dan menelan kripiknya.
"Iya benar!", Kiba mengiyakan Chouji.
"Kalian pasti tahu apa yang terjadi jika para tetua desa mengetahui kekuatanku?", Jawab Naruto.
"Keluargamu akan terpecah-belah dan akan hancur.. Sepertinya hidupmu benar-benar merepotkan..", Jawab Shikamaru dengan nada malas.
"Nah.. itu kalian tahu sendiri..", Kata Naruto.
"Lalu, Mengapa kau selalu berlatih untuk menjadi terkuat?", Tanya Chouji tanpa makan, karena pembicaraan ini mulai serius.
"Tentu saja melindungi desa dan orang terpenting bagiku.."
Sementara tak jauh dari mereka..
"Onii-Chan", ucap seorang gadis.
Seorang gadis berambut pirang twintail sedang mengamati seseorang diantara mereka dengan wajah memerah, tapi kegiatannya terhenti karena ditepuk seseorang dari belakang, tepatnya seseorang yang buta dan tua.
" Kau sendang apa gadis cantik?", Tanya orang tua tersebut.
"Anoo... eh.. tidak ada apa-apa.. eh, anda siapa ya?", Gadis itu menjawab dengan sedikit gugup.
'Siapakah orang tua ini? Aku tidak bisa merasakan emosi orang tua ini, entah orang tua ini baik atau jahat! Seperti salah satu tetua desa yang bernama Danzo, aku sama sekali tidak merasakan emosinya sekali!', Batin gadis itu bingung.
"Emm.. sepertinya kau sedang memata-matai orang yang kau sukai, gadis kecil..", Kata orang tua tadi.
"Ehh.. tentu saja tidak.. dan bagaimana anda tahu? Anda kan, 'maaf' buta", Sanggah gadis itu.
" Anggap saja aku mempunyai kekuatan mata hati atau apalah itu, yang bisa mebuatku bisa melihat walau mataku buta, Namikaze Naruko!", Kata orang itu.
"Eh.. Bagaimana kau tahu namaku?", Tanya Naruko kaget.
"Dan aku juga tahu, orang yang kau sukai adalah kakakmu sendiri yang bernama Naruto Namikaze!", Kata orang tua itu.
Naruko kaget setengah mati, karena rahasianya diketahui seseorang dan parahnya orang yang tidak dia kenal.
Sementara di Kediaman Namikaze..
"Naa.. Naa... Naa..", Seorang ibu-ibu berambut merah panjang terlihat mengepel sebuah kamar sambil bersenandung lirih entah apa (yang penting bukan senandung Kidung Lingsir Wengi )
"Kamar Naruko clear, ah.. sepertinya aku sudah selesai mengepel seluruh rumah ini (mengabaikan kamar Naruto).." Ibu-Ibu itu bergumam pada dirinya sendiri.
Ketika selesai dengan pekerjaannya wanita itu mendengar seseuatu dari loteng atas kediaman Namikaze (Kamar Naruto), 'Pyarr.. ' terdengar sesuatu yang pecah dari loteng. Wanita itu pun penasaran langsung naik ke loteng, dan saat melihat loteng yang sangat berantakan membuat wanita itu jengkel.
"Kukira selama empat tahun tidak kuurus dia akan menjadi mandiri, tapi apa ini, bungkus ramen instan bertebaran dimana-mana, seperti kapal pecah, dasar anak bodoh itu!", umpat Wanita itu.
"Eh.. tapi tadi yang pecah apa ya?", Wanita bernama Kushina itupun akhirnya kembali ke tujuan awalnya.
Kushina sibuk menelusuri kamar itu, akhirnya dia menemukan sebuah figura foto yang pecah, difoto itu terlihat anak kembar berumur sekitar 3,5 tahun lebih laki-laki dan perempuan berambut pirang berada ditengah foto itu, Kushina berada disebelah anak yang perempuan dan suaminya berada disebelah anak yang laki-laki foto itu berlatar belakang gerbang Konoha saat Festival.
"Kukira dia membenci kami, tapi ternyata dia masih menyimpan foto ini, padahal kami sendiri sudah tidak mempunyai foto ini!", gumam Kushina.
'Tapi kok ada yang aneh deh? Kenapa yang pecah hanya di bagian Naruto dan Naruko saja, padahal aku dan Minato baik-baik saja difoto ini? Ah, pasti hanya kebetulan saja!' Pikir Kushina
Mata Kushina tertuju pada buku berwarna orange dimeja Naruto, buku itu berjudul 'Diary Naruto'.
"Sepertinya buku ini menarik, aku bawa saja ah! Entar kalau ada waktu luang aku baca.", Kata Kushina bermonolog pada diri sendiri.
Akhirnya Kushina keluar loteng dan membawa buku itu bersamanya.
Kembali ke Naruto dkk...
"Kau ini padahal udah jelas-jelas warga desa mengabaikanmu, kau masih saja tetap ingin melindungi desa ini, kalau aku jadi kau pasti aku udah jadi kriminal dan menghancurkan desa ini!", Kata Kiba.
"Iya, benar kata Kiba!", Chouji menambahkan.
"Eh, pikiranku sedikit berbeda dengan kalian. Lagipula, jika aku menghancurkan desa ini kalian bertiga pasti akan mengulitiku hidup-hidup, iya kan?", Kata Naruto dengan santainya.
"Tentu saja..", Jawab Kiba.
"Naruto.. Naruto.., kau ini orang paling merepotkan, aku sama sekali tidak mengerti pola pikirmu sama sekali...", Kali ini Shikamaru angkat bicara.
"Mungkin aku lebih jenius daripada kau. Lalu bagaimana dengan kalian? Kenapa kalian juga ikut-ikut menyembunyikan kekuatan kalian?", Kata Naruto
"Kitakan orangnya setia semua, jika salah satu menyembunyikan kekuatannya kita juga akan begitu juga dan jika salah satu orang terkena masalah, maka yang lainpun juga, itukan prinsip 'The Death Least', lagipula kita tumbuh bersama selama 4 tahun, bertarung bersama, melakukan hal-hal menarik bersama (lebih tepatnya memalukan daripada menarik), mencari harta karun bersama (lebih tepatnya mencuri gulungan dari reruntuhan Mansion Senju dan Kuil Bawah Tanah Uchiha yang mereka temukan jalannya lewat trowongan air), secara otomatis kita semua sudah saling terikat, iya kan?", Jawab Kiba.
"Ya.. ya.. tidak perlu dijelaskan lagi!", Kata Naruto.
Tiba-tiba Naruto merasakan tiga buah cakra asing masuk Konoha, dua diantaranya berada di Hutan Kematian.
'Sial, cakra apa ini satunya mirip cakra Uchiha Madara yang aku rasakan sisanya di Kuil Bawah Tanah Uchiha, Satunya lagi mirip cakra Almarhum Hokage Pertama tapi sepertinya cakranya sudah dimodifikasi dan satunya lagi mirip cakra di mata kiri Kakashi-nii, aku harus ke Hutan Kematian sekarang.', Batin Naruto.
"Teman-teman, sepertinya aku harus pulang sekarang, aku pamit ya?", Pamit Naruto, akan tetapi Kiba, Chouji dan Shikamaru malah memandangnya aneh.
"Hei.. Kenapa kalian memandangku seperti itu?", Tanya Naruto bingung.
"Aneh saja, biasanya kau pulang terakhir bahkan tidak pulang dan menginap di rumahku. Apakah kau sudah berdamai dengan keluargamu?", Selidik Shikamaru.
"Iya, betul!", Chouji dan Kiba mengiyakan Shikamaru.
"Ya, aku sudah berdamai dengan mereka kemarin, tentu saja dengan bantuan Naruko.", Bohong Naruto dengan mantap, sehingga tidak terlihat berbohong.
"Oh.. begitu ya, sudah pulanglah, jangan sampai mereka mengacuhkanmu lagi dan hati-hati dijalan..", Kata Kiba.
"Baiklah, da..", Pamit Naruto.
Naruto meninggalkan mereka bertiga dan beranjak ke Hutan Kematian dengan Hiraishin. Tapi, sepertinya satu dari tiga orang tersebut tengah memikirkan sesuatu setelah kepergian Naruto.
'Aku tahu kau berbohong Naruto, tidak mungkin keluargamu berdamai sebegitu mudahnya! Aku juga tahu kau juga bohong tentang tidak membenci desa ini, hanya saja kau itu terlalu pintar berbohong , sampai-sampai kau berhasil membohongi dirimu sendiri. Aku juga tahu sebenarnya kau itu penuh dengan kebencian dan lebih parahnya kau membenci hidupmu sendiri, hanya satu orang yang tidak bisa kau benci yaitu adikmu yang kau cintai melebihi siapapun bahkan dirimu sendiri, itulah sebabnya kau masih berada di Konoha hingga sekarang, benarkan?', Batin Shikamaru.
Sementara itu bersama Naruko..
"Kenapa kau tahu itu?", Tanya Naruko lirih.
"Ya, Aku tahu semua tentangmu.", Jawab orang tua itu.
"APAKAH ITU SALAH, APAKAH SALAH MENCINTAI KAKAKKU SENDIRI!", Teriak Naruko dengan mata berlinang air mata.
"Mungkin jika aku lahir dari keluarga lain, aku '(terisak)' akan '(terisak)', hidupku akan lebih indah daripada sekarang '(terisak)', aku mungkin tidak akan membuat kakakku kesepian '(terisak)', dan aku akan '(terisak)', aku akan bisa menikahi dan mencintai kakakku!", Naruko mulai menangis.
"KENAPA? KENAPA DIDUNIA INI HUBUNGAN SEDARAH DILARANG? APA KAU JUGA AKAN MELARANGKU?" Naruko berteriak lagi kemudian mengelap matanya dengan tangannya.
"Tentu saja tidak, lagipula kalian berdua sangat serasi." Orang tua menenangkan Naruko dan mengelus-elus rambut Naruko.
"Benarkah?", Naruko berhenti menangis dan terlihat gembira karena ada yang mensupport mimpinya untuk menikahi kakaknya.
"Benar, lagipula didunia ini beberapa orang didunia ini juga melakukan hubungan sedarah, bahkan pendiri dunia shinobi (Rikoudo Sennin) juga menikahi ibunya sendiri.", jawab orang tua itu.
"Benarkah itu?", Tanya Naruko penasaran.
"Tentu saja, emm.. Naruko-chan apakah kau ingin impianmu terwujud?", Tanya orang tua itu pada Naruko.
"Ehh.. Memangnya bisa?", Tanya Naruko lagi.
"Tentu saja bisa, tapi ada syaratnya?", Jawab pria itu.
"Lalu apa syaratnya apa?", tanya Naruko.
"Kau atau kakakmu, tapi lebih baik jika kalian berdua, menjadi anggota kelompokku yang bernama Akatsuki!", Pria itu bicara lagi.
"Akatsuki?", Naruko terlihat bingung.
"Ya, Akatsuki, kelompok bulan merah pengabul semua impian, kelompok ini bersifat tidak memaksa, jika kau ingin ikut silahkan, jika tidak juga silahkan. Jadi maukah kau ikut Naruko?", Orang tua itu mulai menghasut Naruko.
"Emm..", Naruko masih bingung, maklum otak anak 8 tahun.
"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, jika kau ingin ikut aku selalu menunggumu di gua selatan bekas reruntuhan Jembatan Kanabi di Kusagakure!", Kata orang tua itu.
"Kusagakure?", Tanya Naruko bingung, bingung karena tidak tahu tempat itu.
"Sepertinya kau tidak tahu tempatnya..", Orang tua itu menghela nafas dan langsung merogoh sakunya dan memberikan gulungan pada Naruko dan Naruko menerimanya walau masih bingung.
"Itu adalah peta ke tempatku, ikuti jalan dipeta itu, maka kau akan sampai di tempatku..", Jelas orang tua itu.
"Sepertinya waktuku sudah hampir habis, tolong pikirkan baik-baik, Sampai jumpa lagi Naruko-chan", Pamit orang tua itu, sambil kembali berjalan tanpa arah.
"Daa.. kek", Kata Naruko sambil melambaikan tangan kanannya keatas.
Setelah kakek itu tak terlihat, Naruko langsung membatin sesuatu.
'Kakek itu sepertinya sangat baik, bahkan mendukung hubunganku dengan onii-chan, eh.. tapi kakek itu siapa ya? Bodo amat lah, entar jika aku masuk anggota Akatsuki entar juga kenal sendiri, lebih baik sekarang pulang, makan terus diskusiin tawaran kakek itu sama si rubah pemalas itu", Batin Naruko.
Sementara di Hutan Kematian..
Naruto berhasil teleport ke tempat yang sudah dia tandai di Hutan Kematian, dia sudah bersiap dengan kunai di tangan kirinya dan pisau lempar berwarna hitam ditangan kanannya.
"KELUAR KALIAN BERDUA, AKU TAHU KALIAN BERADA DISINI!", Narutopun berteriak dengan nyaring.
Setelah Naruto berteriak muncul pusaran angin yang akhirnya membentuk sesosok pria bertopeng spiral dan dari tanah muncul sesosok makhluk seperti tanaman.
"Sudah lama tak bertemu, NARUTO-KUN"
-TBC-
Sepertinya Naruko sudah mulai terpengaruh Speak no Jutsunya madara, apakah ia akan masuk Akatsuki ataukah Naruto akan datang menyadarkannya? Lalu, Naruto juga sudah bertemu Tobi dan Zetsu, apa yang akan terjadi selanjutnya? Sementara disisi lain, Kushina menemukan buku yang menarik di kamar Naruto, apakah isinya? Tunggu di Chapter Selanjutnya.
Mungkin hanya ini yang bisa saya tulis kali ini..
Mohon maaf jika terjadi kesalahan (Typo, dsb), mohon maaf juga jika pertarungan Shikamaru vs Chouji vs Kiba vs Naruto jelek (Soalnya kurang pengalaman nulis pertarungan) dan mohon review dengan review yang membangun..
Untuk alur cerita, sepertinya pertanyaan tentang gambaran alur masih terbuka kecuali nomor 3 (terlalu mainsetrum)..
Untuk update mungkin senin atau selasa..
Sekian Terima Kasih...
