Disclaimer : Naruto bukanlah buatan saya..
Warning : Incest, SMS (Sistem Mikir Semalam), Typo, OC, OOC, Ngaawur, Perubahan Timeline, dll.
Tanya-Jawab di kolom review:
Q : Kenapa Author ngga suka atau jijik ama pairing Harem?
A :Sebenarnya saya suka pair harem, apalagi pair harem ada 2 cewek ngrebutin 1 cowok trus pada akhirnya mereka (2 cewek itu) sama-sama berdamai dan mendapat kasih sayang cowok tersebut (type: triangle love harem) , saya jijik pairing harem yang anggota haremnya lebih dari 2 (biasanya tanpa konflik dan ceweknya hanya dibuat mainan seks tanpa sebuah kasih sayang).
Q : Kenapa incest thor, kan menjijikan?
A : Emang menjijikan, tapi saya rasa masih menjijikan pairing Yaoi dan Yuri
Q : Author-san kenapa kelihatanya orang tua naruto membenci naruto?
A : ikuti saja ceritanya, anda juga pasti akan tahu..
Q : apa disini kyuubinya cewe dan apa nanti kyuubinya juga suka/cinta ama naruto?
A : Kemungkinanya ngga
Q : itu Shika, Kiba, Chouji tahu kalo naruto itu jenius...
A : Tentu mereka tahu, karena mereka juga anak-anak jenius (bukan berarti pintar) yang menyembunyikan kekuatan mereka, Jiraiya, Tsunade dan Naruko (karena pernah diselamatkan) juga tahu, tapi yang tahu Naruto punya Rinnegan hanya Shikamaru yang merupakan orang terdekat Naruto.
Q : Menurut aq, naruto msuk akatsuki tujuannya cuma kaya itachi ajja. Trus naruto sama naruko jgn brsatu, gga cocok saudara bersatu. Mending narukonya meninggal trus narutonya dipasangin sma yang lain.
A : Saya bukan orang yang seenak jidat ngubah pairing, lagipula fict ini emang nyeritain lika-liku mereka sebagai pasangan incest sampai mereka benar-benar bahagia.
Chapter 4:
Kembali di Hutan Nara..
Setelah Naruto pergi ke Hutan Kematian, Chouji, Kiba dan Shikamaru melakukan sebuah percakapan.
"Ternyata keluarga Namikaze bisa berdamai juga, bahkan menurutku Naruto akan selalu dingin dan tidak menganggap keluarganya, iya kan Chouji?", Kata Kiba.
"Iya ('kriuk') benar!", Balas Chouji dengan makan kripik kentang lagi.
"Kalian berdua sepertinya telah tertipu oleh anak merepotkan itu!", Kata Shikamaru.
"Apa maksudmu, Shikamaru?", Tanya Kiba dan Chouji bersama-sama karena bingung.
"guk.. guk..", sepertinya Akamaru tertarik juga mengikuti perbincangan ini.
"Huuh.. kalian seperti tidak tahu anak itu saja! Pertama, Anak itu memang seperti tidak membenci orang tuanya (karena pintar menyembunyikan segalanya (termasuk emosinya) dan juga tidak mau dibilang orang bodoh dan pendendam), tapi sebenarnya ia membenci mereka, buktinya anak itu selalu menjauhi Minato-san dan Khusina-san, juga ia jarang pulang kerumah, selalu menginap dirumahku dan dia hanya pulang jika dia ingin saja, itupun paling lama 1,5 Jam! Kedua, Anak itu tidak akan melakukan 'sihir teleport' yang sangat merepotkan itu kecuali ada hal penting! Ketiga, kemampuan sensorku memang tak sekuat dirinya (hanya 823 meter) dan aku juga belum belajar cara mempertajam sensorku (kalau di canon, menyentuh tanah dengan jari), tapi aku tahu raut wajahnya ketika ia merasakan sesuatu!",Kata Shikamaru santai.
"APA? KENAPA KENAPA KAU BARU MEMBERITAHU KAMI SEKARANG!",teriak Kiba.
"Mungkin karena terlalu merepotkan...", Jawab Shikamaru santai,
"Kita tidak boleh begitu Shikamaru, lagipula kita kan teman dekat dan jika salah satu dari kita dalam kesulitan maka kita juga harus merasakannya, iya kan Kiba?", Kata Chouji serius dan tanpa makan kripiknya.
"Tentu Saja, itulah 'The Death Last'!", Jelas Kiba bangga.
"Ya.. ya.. tidak perlu diperjelas lagi! Lalu apa mau kalian? Aku sih terserah kalian, yang penting tidak merepotkan!", Kata Shikamaru malas.
"Tentu saja, kita harus memata-matainya!", Kata Kiba.
"Betul.. Betul.., Kita harus memata-matainya!", Chouji bicara kali ini.
"guk.. guk..", Akamaru bicara entah apa (Tanyakan saja pada Kiba!)
"Terserah kalian sajalah, merepotkan..", Kata Shikamaru dengan nada malas lagi.
"Lalu, Bagaimana cara kita menemukan si Baka Siscon (disini yang mengetahui Naruto Siscon cuma Kiba, Shikamaru, Chouji, Jiraiya dan Tsunade, dan mereka menerima itu) itu?", Tanya Kiba entah pada siapa.
"LOE KAN PUNYA AKAMARU? KENAPA LOE NGGAK SURUH DIA NYIUM TONGKAT YANG BIASANYA SI SISCON ITU PAKAI!", Teriak Shikamaru dengan OOC-nya karena kesal.
"Sabar Shikamaru, sabar..", kata Chouji.
"Huhh..", Shikamaru mendengus.
"Maaf.. maaf..", Kata Kiba minta maaf.
"Shikamaru tolong cium tongkat itu!", Kata Kiba sambil menunjuk tongkat yang biasanya digunakan Naruto, tapi mendengar itu Shikamaru langsung memberikan tatapan membunuh pada Kiba.
"Maaf.. maaf..", Kiba kini merasa canggung.
"Akamaru tolong cium tongkat itu!", Perintah Kiba pada Akamaru.
"Guuk.."
Akamarupun akhirnya mmencium tongkat itu dan akhirnya berlari menuju arah entah kemana, kemudian Kiba, Shikamaru dan Chouji mengikuti Akamaru dengan tujuan satu yaitu sahabat mereka, Naruto.
Sementara itu..
Disebuah kamar di Kediaman Namikaze, Seorang gadis 8 tahun sedang berkutat dengan pikirannya sendiri, dia seolah-olah sedang memikirkan sesuatu yang menyangkut hidup matinya..
'Eh pergi ngga, ya? Sepertinya tawaran kakek itu enak juga! Apa aku juga ajak Onii-Chan juga, ya? Kata kakek itu lebih baik kami berdua yang ikut! Tapi, apa Onii-Chan mau? Apa Onii-Chan juga menyukaiku? Jika tidak, apa dia akan membenciku yang sifatnya seperti binatang ini (Incest)? Apakah Onii-Chan akan membenciku karena mencintainya? Ahh, lebih baik aku diskusiin ama si rubah bodoh itu!', Batin Naruko.
Naruko pun memasuki Mindscapenya. Ketika Naruko memasuki Mindscapenya terlihat banyak pipa-pipa air yang seperti tidak terawat, dan menggenang. Didepan Naruko terlihat jeruji besi dan didalam jeruji besi itu terlihat seekor rubah berekor sembilan raksasa sedang tidur.
"HEI, RUBAH PEMALAS BANGUN KAU!", Teriak Naruko dengan keras sehingga sang Kyuubi kaget terbangun.
"FUCK, APA MAKSUDMU MEMBANGUNKANKU DENGAN TERIAK-TERIAK SEPERTI ITU, BOCAH?.", Teriak si rubah tak kalah keras, karena kesal tidurnya.
"Maaf.. maaf.. lagipula itu salahmu sendiri menjadi pemalas, KURAMA-CHAN!", Kata Naruko dengan nada mengejek.
"Sepertinya kau memang bosan hidup bocah! Andai saja kurungan ini tak ada mungkin aku sudah menelanmu bulat-bulat!", Gerutu Kurama.
"Ayolah Kurama jangan suka menggerutu seperti itu.. entar cepet tua loh..", Goda Naruko.
"Katakan saja apa maumu, bocah!", Kata Kurama.
"Gini loh, tadi siang ada kakek-kakek yang mewariku sesuatu yang menarik! Kakek itu menawariku untuk membangun dunia impian dimana aku bisa menikahi kakakku tanpa ada yang melarang, tapi syaratnya aku atau kakakku tapi lebih baik jika kami berdua keluar desa Konoha, menjadi missing-nin dan masuk kelompok yang bernama Akatsuki, Bagaimana jika aku masuk kelompok itu Kurama-san? Lalu apakah aku juga harus mengajak Onii-Chanku pergi?", Tanya Naruko.
'Sial, semenjak berteman dengan bocah ini, kenapa kehidupanku seperti psikiater saja?', Batin Kurama.
"Eh.. Bagaimana Kurama?", Tanya Naruko.
"Untuk yang kau ingin keluar desa, itu terserah kau saja! Toh itu juga pilihanmu sendiri, dan aku sebagai patner akan selalu mendukungmu dan memberimu kekuatan untuk menjalankan mimpimu! Tapi soal kakakmu, sepertinya tidak usah, lagipula ia belum tentu mencintaimu!", Kata Kurama.
"Yosh, terima kasih Kurama dan persiapkan dirimu Kurama kita akan keluar desa malam ini juga!", Kata Naruko.
"Ohh.. ya Kurama sepertinya aku mau pamit dulu, aku mau mempersiapkan diri juga, selamat tinggal Kurama..", Pamit Naruko seraya pergi dari Mindscapenya.
'Sepertinya malam ini akan terjadi sesuatu yang menarik!', Batin Kurama.
Disisi Lain Kediaman Namikaze...
Seorang wanita dewasa berambut merah terlihat sedang fokus membaca buku berwarna oranye yang berjudul 'Diary Naruto', Wanita bernama Kushina itu fokus membaca sebuah tulisan di buku tersebut secara batiniyah.
'Wanita yang kucinta: Mungkin jika kalian menemukan catatan ini, kalian akan tahu siapa orang yang aku cintai! Namanya Namikaze Naruko adikku sendiri! Mungkin kalian akan menganggapku gila karena mencintai adikku sendiri! Ya, aku memang gila, aku bahkan bercita-cita untuk menikahinya dan menikmati tubuh indahnya... (masih ada lanjutannya tapi ngga penting).'
Kushina membaca catatan itu langsung naik pitam dan 'brak' meja didepannya terbelah menjadi 2, sehingga menimbulkan suara yang sangat keras. Sementara itu, Naruko yang sedang packing di kamarnya kaget mendengarnya, tapi karena ia sedang sibuk dengan urusannya, Naruko menghiraukannya. Kushina yang marah langsung mempersiapkan diri menuju Gedung Hokage.
"Minato harus tahu bahwa sifat anaknya seperti binatang!"
Sementara Itu di Hutan Kematian..
"Sudah lama tak bertemu, NARUTO-KUN", ucap pria bertopeng yang kita kenal sebagai Uchiha Obito.
"Apa maksudmu dari lama tak bertemu? Lalu siapa kau sebenarnya? Dan bagaimana kau tahu namaku?"
'Sial, gara-gara kebiasaan ramah waktu kecil, tapi sepertinya bocah ini pintar juga karena menyadari perkataanku, pantas saja Madara tak ingin berurusan langsung dengan anak ini!', batin Obito.
"Zetsu bisakah kau tinggalkan kami berdua sekarang ini?", tanya Obito pada Zetsu.
"Terserah kau saja Tobi!", Kata Zetsu putih pada Obito sambil kembali masuk dalam tanah.
"Hiraukan perkataanku tadi, sepertinya kita memang belum pernah bertemu, oh.. ya.. namaku Uchiha Madara", Kata Obito.
"Bukan, aku tahu kau bukan Uchiha Madara, karena cakra Madara yang kurasakan di Kuil Uchiha dan dirimu sangat berbeda dan cakramu seperti cakra dimata kiri Kakashi-nii, bisakah kupanggil kau Uchiha Obito?", Naruto kembali berbeda.
'Sial, anak ini selain pintar dia juga memiliki sensor yang kuat, bahkan cakraku yang kusembunyikan bisa di detect anak ini, sialan kau Madara!', Batin Obito lagi.
"Sepetinya kita saling mengetahui rahasia kita maing-masing, Naruto-Kun!", Kata Obito.
"Maksudmu?", Tanya Naruto.
"Aku tahu kau mencintai adikmu yang bernama Naruko!", Jelas Obito.
"Bagamaina kau bisa tahu?", Kaget Naruto.
"Aku mengetahui semua tentang dirimu!", Jelas Obito.
"Cihh.. Karena kau sudah tahu semuanya, MATI SAJA KAU!", Kata Naruto sambil melemparkan kunainya pada Obito.
"Kunai Shadow Clone Technique"
Kunai yang dilemparkan Naruto menjadi puluhan dan semuanya menerjang Obito, tapi anehnya kunai itu hanya menembus Obito, sehingga Naruto kaget.
'Apa? Bagaimana Bisa?', Batin Naruto.
"Naruto-kun, kau tidak usah seemosi itu, lagipula aku menyetujui hubungan kalian!", Kata Obito.
'Apa maksudnya ini? sepertinya dia menginginkan sesuatu dariku', Masih di dunia batin Naruto.
"Menyetujui? Bukankah hubungan ini dilarang diseluruh negara shinobi?". Tanya Naruto.
"Tidak, Jika kau ikut kelompok kami yang bernama Akatsuki, semua mimpimu akan menjadi kenyataan, seperti kau bisa menikahi adikmu tanpa ada yang melarang, sepertinya adikmu kelihatannya mulai tertarik dengan kami, Jadi maukah kau ikut Naruto?", Ajak Obito.
'Sial sepertinya mereka menginginkan Naruko juga!', Batin Naruto.
Karena Naruto tak kunjung menjawab Obito memberikan waktu berfikir untuk Naruto.
"Kau tidak perlu menjawab sekarang Naruto-kun, jika kau tertarik kau bisa ikut dengan kami dengan mendatangi gua di sebelah selatan reruntuhan Jembatan Kanabi yang berada di Kusagakure dan meninggalkan desa ini bersama adikmu nanti malam, dan jika tidak, kami tidak akan memaksamu!", Kata Obito.
"Selamat tinggal Naruto-kun sampai jumpa lagi jika ada waktu!", Pamit Obito seraya menghilang melalui pusaran angin dimatanya.
'Sialan Akatsuki itu, aku tak akan membiarkan mereka menyentuh Naruko sedikit pun', Batin Naruto.
Setelah Obito pergi, Naruto tiba-tiba bergumam kepada entah siapa.
"Aku tahu kalian disana, walaupun kalian menyembunyikan cakra kalian dengan baik, cepatlah keluar kalian!", Perintah Naruto entah pada siapa.
Kemudian setelah itu keluar 3 orang seumuran dirinya, yaitu ketiga sahabat baiknya.
"Sepertinya seperti biasa, kita ketahuan!", Kita Kiba.
"Kalian dengar yang aku bicarakan pada orang itu, kan? Lalu apa yang akan kalian bertiga lakukan setelah ini?", Tanya Naruto.
"Tentu saja membantumu menyelamatkan adikmu! Iyakan teman-teman?", Tanya Kiba pada teman-temannya.
"Iya.. benar", Kata Chouji.
"guuk..", Akamaru mengiyakan.
"Aku setuju.. biarpun akan sangat merepotkan..", Giliran Shikamaru mengiyakan.
"Lalu bagaimana keluarga kalian? Kalian kan tahu misi kali ini adalah setingkat S-Rank!", Tanya Naruto.
"Untuk itu, biar kami yang urus sendiri! Lalu apa yang akan lau lakukan?", Kata Shikamaru.
"Bersiaplah teman-teman, malam ini KITA MENYATAKAN PERANG PADA AKATSUKI!", Kata Naruto sambil mengaktifkan Rinnegannya, sehingga membuat Chouji dan Kiba kaget..
-TBC-
Sepertinya sudah sangat menegangkan, Apa yang terjadi selanjutnya? Kita tunggu di Chapter Selanjutnya..
Mungkin hanya ini yang bisa saya tulis kali ini..
Mohon maaf jika ada kesalahan (Typo, dsb), dan tolong review dengan review yang membangun..
Untuk update mungkin kamis-jum'at.
Untuk alur mungkin akan sedikit berbeda dari ketujuh pilihan tersebut, tapi masih ada sangkut-pautnya..
Untuk kuchiyose Animal Path Naruto, tolong dengan sangat bantu saya.. Kalau ngga ada yang bantu mungkin Kuchiyosenya akan sama kaya Nagato..
Untuk oc masih ada pendaftaran kok..
Sekian terima kasih..
