Disclaimer : Naruto bukanlah buatan saya..
Warning : Incest, SMS (Sistem Mikir Semalam), Typo, OC, OOC, Ngaawur, Perubahan Timeline, dll.
Tanya-Jawab di kolom review:
Q : Tentang incent hubungan saudara sekandung..saya rasa itu gak dibenarkan dari segi apapun..kalau terjadi dimanapun pasti sdh tdk diterima masyarakat.
A : Saya juga tahu masalah itu, tapi inikan bukan dunia nyata dan hanya imajinasi yang keluar dari kepala saya, bahkan awalnya saya buat fic ini Naruto x Naruko x Kushina
Q : alurnya nggak terlalu cepat untuk naruto nyataain perang sama akatsuki..
A : itu hanya omongan Naruto biar kelihatan keren di depan temannya.
Q : Naruto naruko dead last masuk akatsuki aja biar klop & seru
A : Wah, sepertinya anda bisa membaca jalan pikiran saya
Q : author-san gak suka yaoi, yuri, pedo, BDSM ya?
A : Maaf jika beda selara, tapi saya tidak akan melarang dan memusuhi Fujoshi, soalnya mantan pacar saya dulu (sekarang dah wafat, karena penyakit) juga sering membaca kaya gitu (Manga BL, dsb). Dan soal kenapa saya tidak suka yaoi: coba suruh cowok normal baca kaya gitu pasti akan jijik dan mungkin ingin muntah. Untuk saya tidak suka yuri: gak tahu juga, padahal temen-temen juga seneng, tapi saya entah kenapa gak suka. Untuk pedofil: Saya suka-suka saja selama itu wajar (Example: Kakashi x Sakura, Obito x Hinata, dll) dan kalo gak wajar (Example: Danzo x Hanabi, Hiruzen x Moegi) kayaknya kurang suka. Untuk BDSM: saya lebih suka sweet Lemon daripada kayak gitu.
Q : Apa kushina n minato akan brhenti membenci naruto?
A : Chapter selanjutnya (mungkin) mereka sadar tapi semua telah terlambat.
Q : Apa ntar bakal berhubungan lbih dari kaka adik, dan bkal berhubungan intim
A : Pasti, tapi entar masih lama.
Chapter 5: Keluar Desa, Part 1.
Bersama Naruto dkk...
"Bersiaplah teman-teman, malam ini KITA MENYATAKAN PERANG PADA AKATSUKI!"
"Eh, Naruto, tak apa-apa kau ingin berlagak keren, apalagi misi ini untuk adikmu! Tapi, apakah kekuatan kita berempat cukup untuk melawan mereka? Lagipula, kau juga tak usah menunjukan mata anehmu itu! Dan sepertinya matamu juga yang melibatkanmu dalam masalah ini! Lagipula kau juga belum menguasai kekuatan mata merepotkan itu.", Jelas Shikamaru.
"Iya, benar Naruto, kita hanya ini anak-anak dan kelihatannya mereka orang-orang hebat, lalu soal matamu itu, apakah kau ada nama untuk matamu itu?", Tanya Chouji.
"Rinnegan, aku menemukan info tentang mata ini dari Kuil Topeng Uzumaki! Rikoudu sang pendiri dunia Shinobi memiliki mata ini dan menurut penjelasan dari gulungan yang kutemukan dari Kuil itu, hanya orang-orang terpilih yang bisa membangkitkannya, dan gulungan untuk jutsu dari Rinnegan sendiri malah kutemukan di Kuil Bawah Tanah Uchiha dan beberapa gulungan juga kutemukan Reruntuhan Perpustakaan Senju, sejak saat itu aku memperkirakan 3 klan ini saling terkait di masa lampau! Untuk jutsu mata ini sendiri aku sudah belajar sedikit!", Jelas Naruto.
"Huh... paling mata itu hanya mempunyai sedikit kelebihan seperti Sharingannya Uchiha dan Byakugan orang-orang Hyuuga..", Ejek Kiba.
"Kau mau bukti Kiba?", Tanya Naruto.
Sebelum Kiba menjawab, Naruto sudah mengarahan tangangannya keareah Kiba dan kemudaian mengucapkan sesuatu.
"Deva Path: Shinra Tensei",
Kibapun terlempar beberapa meter, sedangkan Shikamaru dan Chouji melongo melihat jutsu Naruto dan Akamaru pun mulai mendekati Kiba yang mulai bangun, disi lain muka Kiba terlihat marah.
"ANJING LU, TO! APA YANG LU LAKUIN PADA GUE", Teriak Kiba marah.
"Itukan salahmu sendiri, kau yang minta! Lagipula, akukan hanya memberi bukti yang kau mintai..", Kata Naruto santai.
"Kan gak di gue juga kali..", Kata Kiba sedikit frustasi.
"Sabar.. sabar..", Kata Chouji menenangkan Kiba.
"Sudah.. sudah.. Kalian ini benar-benar merepotkan.", Kata Shikamaru.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan untuk menyelamatkan adikmu, Naruto?", Tanya Shikamaru lagi.
"Entah, aku juga tak tahu! Mungkin aku akan masuk Akatsuki dan kemungkinan aku menyadarkan para anggotanya yang kemungkinan hanya diperalat oleh seseorang dan aku akan mengalahkan orang itu!", Kata Naruto serius.
"Seseorang? Maksudmu si topeng spiral itu?", Tanya Shikamaru.
"Sepertinya Madara yang asli, sedangkan orang itu kemungkinan hanya kaki tangannya saja!", Kata Naruto.
"Hmm.. apakah kau juga meminta kami ikut masuk grup merepotkan itu?", Tanya Shikamaru.
"Aku tidak memaksa kalian, lagipula kalian punya keluarga yang menyayangi kalian? Tidak seperti diriku yang tidak pernah dianggap keluargaku karena ramalan bodoh itu dan mereka juga membenciku karena menganggap aku ingin menyaingi adik dan ayahku soal kekuatan dan para tetua juga memfitnahku bahwa aku ingin membunuh ayahku jika aku sudah kuat!", Kata Naruto.
"Kami tetap ikut! Bagaimanapun kita adalah sahabat yang tidak pernah terpisahkan, itukan janji kita saat pertama kali kita minum sake, lagipula keluarga kami lebih percaya dirimu daripada Hokage bodoh dan Tetua tukang cari masalah itu!", Kata Kiba tegas.
"Iya.. benar..", Chouji membenarkan Kiba.
"Iya, lagipula biarpun misi ini merepotkan, ini juga adalah misi melindungi Naruko-hime, senjata desa yang cerewet itu!", Kata Shikamaru.
"Aku setuju kau memanggilnya cerewet, tapi sekali lagi kau memanggilnya senjata desa, mungkin kau akan mati dengan tubuh berlubang!", Kata Naruto sedikit marah.
"Ya.. ya.. terserah kau saja..", Kata Shikamaru.
"Lalu, apa yang kami harus lakukan setelah ini?", Tanya Kiba.
"Bersiap-siaplah saja dulu, tunggu aku diluar desa, kusarankan kalian keluar desa saat Naruko membuat keributan dan untuk aku, aku akan dan ingin melawan ayahku malam ini sendiri dan tanpa ada yang mengganggu, demi harga diriku!", Jelas Naruto.
Senja itu di Ruang Hokage..
Seorang pria berambut kuning dengan jubah hokage bersender di tubuhnya sedang membaca surat keluhan dari warga desa. Pria bernama Minato tersebut sedang melakukan pekerjaannya dan merenungi nasibnya.
'Huuh.. surat-surat menyebalkan! Seandainya kau tak ada misi Kakashi, aku ada teman ngobrol, huuh.. kenapa juga aku memberimu misi kemarin? Seandainya juga Jiraiya-Sensei tidak berada di Suna menemani Tsunade-Hime untuk mencari obat langka ', Batin Minato.
Minato yang sedang galau langsung membaca surat-surat itu. Karena, dia berpikir pekerjaan ini harus cepat diselesaikan, sehingga dia dapat pulang cepat.
'Pertama, Membuat lapangan sepak bola untuk anak-anak? Sepertinya menarik dan bermanfaat (Status: ACCEPT). Kedua, Membuat pemandian umum khusus wanita cantik? Sepertinya menarik juga, tapi kayaknya Kushina bakal marah jika aku menyetujui ini (Status: Don't ACCEPT). Ketiga,...'
Minato membaca surat itu sampai selesai dan akhirnya dia menemukan dan membaca surat keluhan warga desa, bahwa anaknya yang bernama Naruto dan para temannya hari ini melakukan pencurian terhadap gulungan jutsu klan terkenal, Minatopun langsung geram dan berteriak.
"DASAR ANAK TAK TAHU DIUNTUNG, SUDAH DIDIDIK DENGAN KERAS, JADI SEPERTI INI DIA! POKOKNYA HARI INI DIA BENAR-BENAR MELEWATI BATAS DAN HARUS DIPENJARA!, SELALU SAJA MENCURI, APA SIH YANG DIA INGINKAN? APA BENAR DIA INGIN MENYAINGIKU DAN MEMBUNUHKU? ANAK KURANG AJAR! ", Teriak Minato kesal dan geram.
Sementara itu ditempat lain, tiga orang tua yang seumuran Almarhum Hiruzen sedang tersenyum menyeringai dengan seringai jahat sambil mengamati bola air.
Kembali ke Minato, Minato yang marah marah tiba-tiba terkejut karena suara 'brak..', Pintu terlempar, rusak dan terlihat wanita rambut merah sedang sangat marah.
"MINATO, LIHATLAH KELAKUAN ANAK KURANG AJAR ITU, INI BACA!", Kata Kushina sekaligus memmberikan buku Naruto kepada Minato.
Minatopun membaca buku itu, setelah membaca buku itu dia menjadi geram dan marah, kemudian menggebrak meja.
"MARI PULANG DAN KITA BUNUH ANAK YANG SEPERTI BINATANG ITU!"
Awal Malam di Gerbang Konoha...
Seorang anak perempuan berambut pirang twintail, sedang membawa tas yang (sangat) besar dan berjalan menunduk. Anak itu bertemu dua penjaga gerbang Konoha yang bernama Izumo dan Kotetsu.
"Naruko-Hime, mau kemana kok bawa tas sebesar itu?", Tanya Kotetsu.
"Iya, benar, tidak biasanya dan jangan merunduk dong, cantiknya entar gak kelihatan?", Kata Izumo setengah menggoda.
"Kalian tak perlu tahu!", Kata Naruko dingin dan sambil memukul perut Izumo hingga terpental beberapa meter.
"Hime, Apa yang kau lakukan?", Tanya Izumo sedikit kesakitan.
Naruko hanya tersenyum jahat dan menunjukan wajahnya, yang membuat Izumo dan Kotetsu sedikit ketakutan, karena kumis (tanda lahir) Naruko makin tebal dan matanya berubah seperti rubah. Melihat itu Izumo langsung besiap membuat hanseal dan Kotetsu siap dengan senjatanya (yang seperti kerang) tapi sebelum mereka menyerang tiba-tiba mereka terikat oleh rantai yang sangat keras yang keluar dari tanah dan tubuh Naruko.
"MATI KALIAN, WATER RELEASE: DOUBLE GUNSHOT!", Kata Naruko sambil melakukan Handseal dan mengumpulkan cakra dimulut,
Dua peluru dari air keluar dari mulut Naruko dan menerjang Izumo dan Kotetsu yang masih terikat oleh rantai Naruko dan akhirnya Izumo dan Kotetsu pingsan.
"Kalian tidak perlu tahu! Yang jelas aku melakukan ini demi kakakku yang tidak pernah dianggap kalian ada!", Gumam Naruko.
Sementara itu dua orang Anbu tengah mengamati Naruko.
"Sepertinya kita harus melaporkan ini pada Hokage-sama, bernarkan?"
"Sepertinya tidak usah, jika dilaporkan, Naruto akan menjadi posisi serba salah!"
"Tapi sepertinya kita harus melaporkannya! Ini sudah kewajiban menjadi Anbu menjaga keamanan desa!"
"Terserah kaulah yang jelas jika terjadi apa-apa, aku tak mau urusan dan itu tanggung jawabmu!"
Di Tempat Rahasia Naruto...
"Sepertinya semua sudah siap", Kata Naruto sambil memasang kacamata google di dahinya.
Narutopun merasakan tekanan cakra yang sangat besar seperti cakra monster. Kemudian dia menyeringai.
"Sepertinya sudah dimulai, baiklah aku harus cepat-cepat!", Naruto bermonolog sendiri.
Di Kediaman Namikaze..
"Sepertinya anak kurang ajar itu belum pulang! Oh, ya Naruko dimana, ya? Biasanya dia sudah pulang!", Kata Kushina.
"Mungkin Naruko pergi ketempat temannya dan untuk anak kurang ajar itu tetap kutunggu dan akan kubunuh malam ini juga!", Kata Minato.
Merekapun masih duduk disofa keluarga sampai pintu diketuk. Kushina langsung berdiri dan membuka pintu itu, terlihat dua Prodigy Uchiha yang kita kenal sebagai Itachi dan Shisui.
"Eh, tak biasanya kalian mampir kemari?", Tanya Kushina.
"Oh, maaf, sebenarnya kami ingin bertemu Hokage-sama.", Kata Shisui.
"Oh, kalau begitu silahkan masuk..", Kushina mempersilahkan.
Itachi dan Shisui akhirnya masuk dan bertemu Minato.
"Eh, Itachi dan Shisui rupanya, lama tak jumpa! Ada apa gerangan kalian kemari?", Tanya Minato.
"Begini Hokage-Sama, kami mau melaporkan bahwa putri anda berniat keluar dari desa..", Kata Itachi.
"Apa? Tidak mungkin! Lalu, kenapa dia meninggalkan desa?", Tanya Minato.
"Maaf.. menurut pengamatan kami dia melakukannya demi kakak kembarnya..", Kata Itachi.
"Iya.. Benar..", Shisui mengiyakan.
"SIAL, ANAK KURANG AJAR ITU SEPERTINYA DIA BERHASIL MEMPENGARUHI NARUKO! ITACHI, SHISUI TOLONG JAGA KUSHINA DI RUMAH! KALI INI AKAN BENAR-BENAR MEMBUNUH NARUTO!" , Teriak Minato.
Minato langsung mengenakan rompi Jounin dan Jubah Hokagenya, kemudian dia menyentuh tanah dengan jari telunjuknya dan akhirnya menghilang menggunakan hiraishin.
"Huh.. sepertinya yang kita lakukan salah..", Bisik Shisui pada Itachi.
"Sudahlah, lagipula sudah terlanjur dan sepertinya kekuatan kita tidak cukup untuk menghentikan mereka.. aku jadi merasa bersalah pada Naruto..", Gantian Itachi yang berbisik.
-TBC-
Mungkin hanya ini yang bisa saya tulis kali ini, mungkin sedikit (maklum pusing mikir tubes, chapter depan bakalan panjang dan full-fight)
Mohon maaf jika ada kesalahan, dan tolong review dengan review yang membangun..
Untuk update Chapter depan saya tidak menjanjikan kapan (sibuk ee..).
Untuk kuchiyose Animal Path Naruto dan OC masih dibuka kok..
Sekian terima kasih..
