Disclaimer : Naruto bukanlah milik saya..
Warning : Incest, Twincest, SMA (Sistem Mikir Acak-acakan), Typo, OC, OOC, Ngaawur, Perubahan Timeline.
Warning: Chapter ini mengandung unsur yang merusak moral, jika kalian tidak ingin moralnya rusak mending hiraukan chapter ini saja.
'DON'T LIKE, DON'T READ'
Tanya-Jawab di kolom review:
Q : ceritanya bagus,,
cmn ada beberapa chara yg terlalu hebat :3
A : Saya buat sesuatu pasti ada kelemahannya, jadi difict ini jangan heran ada yang kekkai genkainya banyak tapi kalah dengan orang yang hanya punya satu elemen (misal teknik air tingkat tinggi shg bisa membuat tsunami, bahkan tanpa air)
Q : Jangan lama2 updatenya!.
A : Pengennya gak lama, tapi para dosen yang terhormat itu ngasih tugas banyak banget, mau gimana lagi..
Q : Author ada typo, masa sakura menendang sakura
A : sory, kemarin typo, besok kalo sempat saya benerin dan info sage mode shikamaru gak jadi tiger melainkan (rahasia), sedangkan naruto kalo gak tetap gagak ya kelalawar...
Side Story
.
Disuatu Kota
Empat orang berbaju bebas, terlihat baru turun dari kereta, terlihat seorang berambut kuning dan berpakaian jingga tua sedang terlihat mabuk, sedangkan tiga temannya hanya geleng-geleng.
"Hoek.. Hoekk..."
"Onii-chan, kan sudah kubilang, kalau hendak berpergian sarapan dulu! Gini, kan jadinya, mabuk kendaraan! Merepotkan tahu!", Keluh seorang berambut kuning twintail yang kita ketahui sebagai Naruko.
Naruko kini langsung memberikan tangannya kepada pada kakak sekaligus kekasihnya yaitu Naruto, Naruto langsung menggigit tangan Naruko, 'ahh..' sedangkan Naruko yang digigit hanya memasang ekspresi horny.
"Gomen, Naruko-chan! Lagipula kau tahu sendiri, aku paling alergi pada masakan Rizuka-nee!". Kata Naruto polos sedangkan Rizuka yang dikata-katai Naruto langsung muncul perempatan didahinya tapi Rizuka juga menahan dirinya agar tidak memukul Naruto.
"Eh, kampret! Maaf saja, jika masakanku tak seenak Chouji! Tapi, jangan menghina juga, dong! Sakit tahu, susah-susah buat makanan untuk kalian, tapi kalian malah mengejekku!", Kata Rizuka menahan marah.
Sementara itu, Shikamaru hanya geleng-geleng mendengar perdebatan teman-temannya, sebelum Naruto tiba-tiba men-skak-mat Shikamaru.
"Gomen, Rizuka-nee! Lagipula, lebih baik jujur daripada sok baik seperti pacarmu yang bersedia makan makanan buatanmu, tapi saat kau tak ada dia memutahkannya dan membuang makanan buatanmu!", Kata Naruto polos sehingga Rizuka langsung mendeathglare Shikamaru.
"Eh, brengsek, apaan bawa-bawa diriku dalam masalah ini!", Protes Shikamaru.
"Shi-ka-maru-kun, apa benar yang dikatakan Naruto?", Tanya Rizuka dengan nada sangat horror sehingga membuat 3 orang disana begidik, apalagi saat Rizuka mengaktifkan sharingannya
"Eto...", Jawab Shikamaru gugup dan ketakutan.
'Maaf, masbro, aku dan Naruko harus meninggalkan tempat ini sebelum menjadi korban juga!', Batin Naruto.
Naruto langsung menatap Naruko, sedangkan Naruko hanya mengangguk seolah mengerti tatapan Naruto dan mereka berdua langsung meninggalkan Shikamaru yang entah akan diapakan Rizuka, sementara itu Shikamaru hanya membatin sesuatu.
'Brengsek, kau Naruto! Bawa-bawa orang dalam masalah merepotkan ini, udah itu aku ditinggal! Awas saja setelah ini, kau akan kucekik dengan bayanganku sampai mati atau kubakar hidup-hidup dengan jutsu Katonku!'
Sementara itu ditempat lain yang masih sekota dengan Naruto, dkk
Tiga orang berhitai-ate Komugakure, dua diantara mereka adalah perempuan berambut merah dan pirang, sedangkan satunya adalah laki-laki berambut putih. Mereka kini sedang melihat foto Naruko dan Rizuka.
"Jadi, dua perempuan ini yang diinginkan Raikage-sama, terlihat sangat lemah hanya butuh lima menit untuk mengalahkan mereka!", Kata perempuan berambut merah.
"Eh Karui, tapi masalahnya bukan mereka berdua, tapi dua laki-laki didekat mereka! Bagaimana, jika mereka lebih kuat daripada kita, jadi kita harus berhati-hati dalam bertarung dengan mereka, karena kalau kita kalah melawan dua orang itu, kita akan gagal juga mendapatkan Jinchuriki kyuubi dan pengguna sharingan dan tentu jika kita gagal, Raikage-sama pasti akan marah terhadap kita dan pasti kita akan dihukum!", Ucap orang berambut putih yang kita ketahui sebagai Omoi.
"Kau jangan berpikir terlalu keras, Omoi! Lagipula, tidak ada salahnya dicoba dulu melawan mereka dan pasti jika kita menang kita akan mendapat bonus dari Raikage-sama karena telah membunuh buronan Konoha yang merupakan anak kilat kuning yang merupakan rival Raikage-sama!", Kata Karui santai.
"Sudahlah kalian, jangan bertengkar hanya karena masalah bodoh ini, lebih baik kita diskusikan cara mengatasi masalah ini!", Kata ketua mereka yaitu Samui.
'Cihh, kenapa aku harus menjadi ketua dari mereka berdua!', Batin Samui down.
"Ok, Kapten"
Beberapa waktu kemudian disebuah kamar disebuah penginapan (Lemon Mode: On)
Naruto kini sedang tiduran dikasur, sedangkan Naruko menata tumpukan pakaian dan setelah selesai dia langsung berbaring disamping Naruto.
"Bagaimana, ya? Keadaan sipemalas itu sekarang!", Ucap Naruko.
"Sudahlah, jangan dibahas membayangkan saja aku sudah merinding! Lebih baik, kita tidur saja!", Kata Naruto.
"Eh, tidur bukannya kau harus memenuhi janjimu empat tahun lalu, ingat tidak?", Protes Naruko.
Naruto mendengar itu langsung berbalik menatap Naruko sambil tangannya mulai merangkul tubuh Naruko. Ciuman kilat Naruto berikan di bibir adiknya Naruko, Naruko bergelagat seperti tak mau ingin cepat lepas.
"mmm..", Naruko melenguh sambil melihat mata Naruto.
"Kau yakin, sudah siap?", Tanya Naruto pada adik sekaligus kekasihnya
Naruko hanya mengangguk dan mukanya memerah malu-malu. Naruto mengelus wajah Naruko, kemudian turun ke punggung, lalu Naruto memasukkan tangannya ke celana bagian pantat Naruko. Naruto lalu meremas pantat Naruko. Lalu, Naruto menggeser tangannya keatas dada Naruko dan membuka semua bagian atas yang dikenakan Naruko. Naruto lalu menjilati puting dan payudara Naruko, sampai Naruko kegelian dibuatnya. Naruto langsung melumat bibir Naruko dan meremas payudara Naruko dengan lembut, lalu memberikan tanda merah di leher Naruko.
"uuuhh...ssshhh..ssshh..oohh..enak Onii-chan..mmppffhhh..", lenguh Naruko.
Naruto lalu mencium lagi bibir Naruko, lalu melumatnya habis – habisan, dan Naruko pun juga membalasnya dengan sangat bernafsu. Naruko membalikkan badan Naruto, kini Naruko yang berada diatas Naruto. Lalu, Naruko mencium bibir Naruto dengan ganas, lalu turun ke dada Naruto menjilat puting Naruto yang membua Naruto menggelinjang keenakan. Jilatan lidah Naruko semakin turun ke perut, kemudian sampai di penis Naruto, dengan lahap mengulum penis Naruto, menyedotnya sekuat tenaga, menjilat dan mengocoknya dengan sangat pas yang membuat Naruto bergetar keenakan.
"oohh..ssshhh...uuuhhh...mmmm...aaaaakkk.."
Lalu, Naruto menyuruh Naruko untuk menyudahi perbuatannya. Naruto lalu mengangkat lagi tubuh Naruko ke atas dan mengangkangkan kaki Naruko, kemudian Naruto langsung menjilati vagina Naruko. Naruko kini tampak melenguh menggeliat – geliat ke kanan dan kekiri, tangannya menekan cukup keras kepala Naruto vaginanya.
"aaakkkhh..onii-chan...aaahhkk..aaahhh..enaaak k..".
Naruto lalu menaikkan badannya lalu mencopot semua celananya dan mengarahkan penisnya ke garis vagina milik Naruko lalu menggesek-gesekkannya. Lalu, Naruto mencium dan mengulum lagi bibir Naruko dengan penuh nafsu birahi.
"Apa kau yakin, Naruko-chan?", kata Naruto sambil meraba vagina adiknya.
"Tentu saja! aakkhh..", Naruto menggelinjang sambil melumat bibir Naruto.
"Aku sudah memikirkan resikonya! mmmhh.."
Naruto lalu membisikkan sesuatu didekat dengan telinga Naruko.
"Naruko, aku tahu kita sedarah, aku tahu hubungan kita salah, tapi aku mencintaimu, aku lebih nyaman menyayangimu sebagai seorang perempuan daripada seorang adik dan aku janji menikahimu suatu saat nanti dan aku akan cari tahu bagaimana caranya!", Kata Naruto sambil masih menjilat pipi Naruto, lalu kemudian mengulum bibir Naruko agar dirinya dan adiknya masih dalam kondisi rangsangan yang sangat tinggi.
"mmhhh..masukin pelan – pelan Onii-chan.."
Lalu, Naruto memasukkan penisnya ke vagina Naruko, Naruto menekannya dengan pelan, Naruto menarik lagi, menekan lagi lebih kedalam, menarik lagi. sampai setengah panjang penisnya masuk ke vagina Naruko, Naruko mendesah – desah sambil matanya menangis tak karuan dengan perlakuan penis Naruto terhadap vaginanya.
"aahh..ngaaaahh..oohh..oohh...aaaahhh...".
Lalu, dengan segenap tenaga yang Naruto kumpulkan 'blesss...', Naruto menusuk vagina Naruko dengan kuat sampai Naruko teriak merasakan sakit.
"aaaahh..mmmhh.."
Bibir Naruko lalu Naruto kulum dan Naruko memeluk Naruko dengan sangat erat untuk meredam rasa sakit yang ia rasakan. sejenak Naruto berhenti memastikan keadaan adiknya agar tenang terlebih dahulu.
"Bagaimana, Naruko?"
"Lanjut, Onii-chan.."
Kemudian, Naruto langsung menggenjotnya naik turun, awalnya Naruko masih menahan perih yang dirasakan, tapi lama – kelamaan Naruko sangat menikmati sodokan dan hunjaman penis Naruko di vaginanya.
"teruuus...iyaaahh...ooohhh..aaahhh...aah..aa hh.. enak Onii-chan..uuuhh..."
Narutopun melumat bibir Naruko, lalu menjilat payudaranya, menggigit putingnya, menyedot – nyedot semuanya dari yang kanan kemudian buah dada yang kiri sambil tetap menggenjot vagina Naruko dengan irama yang pas. Kemudian, Naruto menghentikannya disaat Naruko kelojotan, hampir mengeluarkan cairan orgasmenya.
Mereka lalu berganti gaya doggy style, lalu Naruto menusuk vagina Naruko dari belakang sambil memainkan puting Naruko, menekan – nekan puting Naruko, tangannya yang lainnya tak mau kalah dengan menggelitiki lubang pantat Naruko. Kemudian, Naruto lanjutkan lagi dengan mencolek – colek lubang pantat Naruko. Naruko tampak sangat kelojotan dan akhirnya orgasme memuncratkan cairan orgasmenya dengan sangat deras, sambil menggelinjang kakinya tak kuat menahan rasa yang ia rasakan saat mengalami orgasme tersebut.
"currrrrr...crooottt...croott..."
"ooooohhh..hhaaaaaahhh...aaaaaaahh.."
Tak mau membuat Naruko berhenti menunggu, Naruto menidurkan Naruko dan berganti posisi menjadi man on top dan Naruto mengangkat satu betis Naruko ke punggungnya, lalu Naruko tusuk lagi vagina Naruko dengan menggebu – gebu, seolah tak memberikan kesempatan istirahat bagi Naruko.
"Onii-chan..ooohh..oohh..uuuhh..ssshhh..aku keluar lagiiii.."
"croooooooott..crooooott.."
Dua semprotan orgasme panjang mengenai muka Naruto. Naruto lalu melahap dan menelan sebisa mungkin yang dia dapat, tubuh Naruko merasakan merinding menggigil yang sangat menyenangkan dirasakan. Naruto lalu mencium kembali bibir Naruko dengan kondisi yang sangat lengket basah di tubuh mereka.
Setelah cukup mengistirahatkan Naruko, Naruko meminta posisi woman on top untuk memuaskan Naruto. Tak lama, Naruto kemudian tiduran dan Naruko mengangkangkan kakinya diantara pinggang Naruto, memegang penis Naruko dan memasukkannya ke dalam vagina Naruko.
"ooohh..aaahhh.."
Naruko dan Naruto mendesah nikmat merasakan gesekan yang terjadi antara penis Naruko dan vagina Naruko. setelah masuk semuanya, Naruko mulai memompa tubuhnya merojok – rojok vaginanya dengan penis Naruto.
"aaahhh..aahhh..oooohhhh...enak yaaang..teruss..mmmhh.."
Naruto memegang payudara Naruko, lalu meremas – remas sebisa mungkin dengan lembut. kemudian Naruko mencium mengulum bibir Naruko. Lalu tak lama kemudian, Naruto merasakan ada yang akan keluar dari dalam penisnya.
"Naarukoo..oohh..akuu..mauu..keluar.."
"keluarin bareng Oniii-chann..oohh..oooohh.."
"aaaaahhh..Naruuukoooo.."
Akhirnya 'crott..croooooott..croooooot..crot..crooooooott.c rott..' penis Naruko mengeluarkan sperma kedalam vagina Naruko adiknya. berselang sepuluh detik kemudian Naruko menjerit.
"Onii-chaann...ooohhhgg...aaaaakk..aaaaahh.."
'syuuuuuurr...syurrrrr...syurrrrrr..' dengan kondisi masih menempel antara penis Naruto didalam vagina Naruko, namun selangkangan Naruto dibasahkan oleh cairan muncratan orgasme Naruko,
sambil kelojotan Naruko berkomentar.
"Hangat...Onii-chan..enak banget.."
"he'emmm..oohhh Naruko..."
"Naruko, terima kasih, aku janji akan menikahimu kelak, mungkin 4 tahun lagi!", Kata Naruto.
"Aku tidak akan menunggu kapan Onii-chan akan menikahiku, tapi aku akan selalu ada disamping Onii-chan, Naruko janji.."
Mereka lalu tertidur dengan keadaan telanjang dan berpelukan satu sama lain.
(Lemon Mode: Off)
Siang harinya bersama Rizuka dan Shikamaru
Mereka berdua kini sedang berjalan-jalan digang sempit dan sepertinya Rizuka terlihat sangat kesal terhadap sesuatu.
"Mereka berdua, kalau sudah dikamar pasti tidak mau keluar, seolah kamar itu menjadi dunia mereka, dasar kembar hypersex, padahal yang mengusulkan liburan adalah mereka, kalau begini mendingan langsung pulang saja kemarkas, lagipula mereka bisa melakukan hal itu diapartemen mereka sendiri!", Keluh Rizuka.
"Ya, begitulah mereka, mau bagaimana lagi itulah sifat mereka dan sebagai teman yang baik kita harus menerima sifat mereka, bukankah begitu?", Kata Shikamaru.
"Ya ya, tapi tidak biasanya kau sebijak ini, biasanya dalam kamus kehidupanmu hanya dua kata 'merepotkan' dan 'tidak merepotkan', tapi tak usah dibahas! Oh ya, aku ingin tanya, kemarin aku melihat salah satu foto ditasmu dan aku menemukan foto yang didalamnya ada dirimu, Chouji dan wanita berambut pirang ponytail! Kalau boleh tahu, dia siapa?", Tanya Rizuka.
"Oh, dia adalah Yamanaka Ino, pewaris klan Yamanaka, teman masa kecilku dan mantan tunangan Chouji!", Jawab Shikamaru.
"Mantan tunangan?"
"Ya, kau tahu sebagai pewaris suatu klan terutama jika klanmu adalah klan terkenal, kau harus menaati aturan tetua klan, bahkan urusan jodoh juga! Dan kau tahu Chouji, seperti apa fisiknya? Tentu saja, Ino menolak, karena menurutnya Chouji berbeda dengan pujaan hatinya, Uchiha Sasuke dan bukan itu saja dia juga semenjak itu, untuk menggagalkan pertunangannya dengan Chouji, dia kabur dari rumah dan hanya mau pulang jika pertunangannya dibatalkan dan akhirnya pertunangannya dibatalkan dan mulai saat itu dia mulai menjauhi kami, padahal Chouji sendiri tidak marah dan menerima pertunangannya dibatalkan dan dia semakin menjauh, semakin menjauh, seolah menganggap kami adalah orang-orang tidak berguna, sampai kami tidak bisa menggapainya untuk memperbaiki hubungan kami sebagai sahabat! Sudahlah, tidak usah dibahas lagi, jika kau mau bertanya, tanya saja pada Naruko, dia adalah teman baiknya!", Jelas Shikamaru.
"Oh, begitu! Baiklah, sekarang kita mau kemana?", Tanya Rizuka manja.
"Mungkin, ketaman bermain! Mau?", Tanya Shikamaru.
"Kau ini, seperti anak kecil saja!", Ejek Rizuka.
"Eh, kita kan baru umur tiga belas tahun, jadi wajar kita masih disebut anak kecil!", Protes Shikamaru.
"Kau yang tiga belas tahun, aku lima belas tahun, tapi tak apa, ayo ketaman bermain!", Ajak Rizuka.
'Huhh, pada akhirnya kau menerima juga, dasar cewek merepotkan!', Batin Shikamaru.
Merekapun langsung berjalan ketaman bermain, tapi ditengah perjalanan mereka dicegat oleh dua orang yang kita ketahui sebagai Karui dan Omoi.
"Maaf, kalian tidak boleh lewat sini dan untukmu Uchiha Rizuka, sepertinya Raikage-sama menginginkan sharinganmu!"
Sementara itu di Konoha bersama Kakashi dan Minato
"Jadi, kalian dalam misi kemarin bertemu dengan anak-anakku?", Tanya Minato.
"Begitulah, Sensei! Tapi, ada satu hal yang kusampaikan pada anda!", Kata Kakashi.
"Apa itu, Kakashi?", Tanya Minato.
"Mereka sekarang bergabung dengan kelompok berjubah awan merah!", Kata Kakashi.
"Awan merah?"
"Aku tak tahu tujuan kelompok itu! Tapi yang jelas, Naruto melakukan ini semua demi Naruko-hime dan desa jadi tolong maafkan dia dalam kejadian empat tahun lalu, Sensei!", Pinta Kakashi.
"Tidak, Kakashi! Aku yang seharusnya meminta maaf kepadanya, mungkin jika dulu aku tidak melakukan kesalahan, maka dia tidak perlu menanggung beban seberat ini!"
-Bersambung-
Mungkin hanya ini yang bisa saya tulis kali ini (maaf kalau jelek, soalnya muka saya emang jelek)
Mohon maaf jika terjadi kesalahan (Typo, dsb) dan mohon review dengan review yang membangun..
Sekian Terima Kasih..
