Maaf ya reader kalau aku mengecewakan kalian semua.
Kalian bebas mereview asal tidak berbau SARA
Kritik itu penting , supaya penulis bisa menjadi lebih baik
Notes : Kalau aku updatenya agak lama, maklum ya , soalnya banyak tugas di sekolah :D
Ino dan Sasori akhirnya sampai di rumah sakit Konoha. Itachi segera dibawa ke UGD oleh tim medis disana. Ino dan Sasori menunggu di luar. Wajah Sasori tampak pucat .
Ino memperhatikan wajah Sasori. Dia ingin sekali mengajaknya bicara. Tapi , bagaimanapun Ino sangat takut untuk berbicara dengannya. Dia takut semuanya berakhir dengan kemarahan Sasori
1/2 jam kemudian
Ino menunggu Sakura untuk datang. Dia yakin bahwa Sakura pasti akan datang ke sana. Apalagi kalau ada Sasori disini. Sudah 1/2 jam , Ino dan Sasori masih terdiam. Ino berusaha mencari topik yang pas
'Gantungan Kunci' pikir Ino . Bagaimanapun , Ino penasaran maksud dari kata 'Yang ngasih udah mati' dan kenapa Sasori sepertinya membenci pemberi Gantungan Kunci berwarna merah muda berbentuk bintang yang bertuliskan namanya
"Ehm , Kak Sasori" Ino mendeham , membuka pembicaraannya. Namun, Sasori hanya menatapnya dengan tatapan datar
"Ehm , Kak ! Jangan marah ya , aku cuma mau nanya" Sasori masih tidak menjawab. Tatapannya masih datar
"Aduh , gak suka ya? Ya udah deh aku gak jadi nanya" Ino menyerah. Dia memalingkan pandangannya. Beberapa detik kemudian , dia tersadar bahwa Sasori masih menunggu Ino untuk melanjutkan pertanyaannya. Ino pun memutuskan untuk melanjutkan pertanyaannya
"Ehm , itu ... Gantungan itu emang dari siapa,kak?" tanya Ino .
"INO !" teriak seseorang dari kejauhan. Ino dan Sasori serentak melihat ke arah sumber suara itu. Sakura. Dia yang merasa dilihat oleh Sasori, menjadi salah tingkah
"Temen lu udah datang. Samperin dulu sana!" kata Sasori. Ino mengangguk dan menghampiri Sakura yang masih diam tak berkutik
"Sakura! Brisik tau! Ini kan rumah sakit" kata Ino dengan jengkel
"Hehe. Maaf. Eh ngomong ngomong , sekarang kamu harus cerita sama aku, kenapa kamu bisa sama Kak Sasori!" Sakura merangkul tangan Ino dan menariknya ketempat yang jauh dari pengelihatan Sasori
"Aduh Sakura, apa apaan sih?" kata Ino sambil melepaskan rangkulan tangan Sakura. "Gini ya, si anak konglomerat Uchiha. Aduh , siapa namanya?"
"Itachi"
"Nah iya , Itachi. Tadi dia nolongin aku waktu aku hampir di tabrak sama orang yang abis pake narkoba. Terus sekarang, Itachi deh yang di UGD. Aku kesini karena disuruh Kak Sasori bantuin bawa Itachi , sama karena aku ngerasa bersalah banget sama Itachi. Harusnya aku yang ada di UGD sekarang" Ino mulai menjatuhkan air matanya.
"Aduh Ino , jangan nangis dong!" Sakura memeluk Ino . "Kita berdoa aja supaya si Itachi gak kenapa kenapa". Ino mengangguk. Dia melepaskan pelukan Sakura dan menghapus air matanya
"Eh , Ino. Ngomong ngomong , kamu ngomong apa aja sama Kak Sasori?" tanya Sakura
"Aku gak ngomong apa apa. Dia galak banget. Aku jadi takut" kata Ino dengan pelan
"Hah? Galak? Dari tadi kamu di omelin?"
"Nggak sih. Cuma bahasa tubuh sama tatapan matanya aja tuh bikin aku takut. Apalagi waktu aku nanya soal gantungan kunci"
"Gantungan kunci?" Sakura jadi bingung
"Iya" Ino menghela napas dan melanjutkannya "Jadi tadi ada gantungan kunci yang bagus banget. Bentuknya bintang. Terbuat dari karet gitu. Warnanya merah muda. Tulisannya 'Sasori Akasuna'. Kan aku cuma muji , eh tiba tiba dia buang gantungannya"
"Hah? Kok dia tiba tiba buang gitu?"
"Iya. Katanya yang ngasih udah mati" kata Ino
"Mungkin orang tuanya kali , Ino"
"Kalau memang orang tuanya, kenapa dia benci banget ngeliat gantungan itu?"
"Mungkin ..." Sakura memberhentikan pembicaraannya. Di hadapannya ada seorang pemuda tinggi berambut merah yang berdiri menghadap mereka berdua
"Kalian udah mau pulang?" tanya lelaki berambut merah itu. Sasori
"Be... eh" Ino melirik Sakura "Kenalin, kak. Ini sahabatku, Sakura"
"Sa...Ku...Ra" Sakura mengulurkan tangannya. Sasori mendiamkan uluran tangan tersebut
"Kalian udah mau pulang belum?" tanya Sasori sekali lagi. Sakura yang merasa tidak dihiraukan , menurunkan uluran tangannya dengan tatapan kecewa.
"Kak Itachi?" tanya Ino khawatir
Flashback
Dokter keluar dari ruang UGD. Sasori menghampiri sang Dokter
"Dok , bagaimana keadaan teman saya?" tanya Sasori
"Ada keluarganya disini?" tanya Dokter
"Ayahnya lagi sibuk. Dia gak mungkin dateng sekarang"
"Kalau Ibunya?"
"Saya rasa gak perlu kita bahas urusan keluarga orang" kata Sasori dengan sinis
"Baiklah" Sang Dokter menyerah. "Temanmu dalam kondisi kritis. Dia mengalami koma"
"APA?"
End of Flashback
"Jadi , kak Itachi koma gara gara aku?" Ino merasa bersalah
"Ya bukan gara gara lu lah! Itachi kan memang pengen nolong lu. Coba kalau dia gak nolong lu, ada juga lu yang ada di ruang UGD itu" kata Sasori
"Yaudah , gak apa apa. Daripada ..."
"Cuma orang bodoh ,yang udah di kasih kesempatan hidup , tapi malah disia siain" kata Sasori memotong pembicaraan Ino. Ino dan Sakura tersentak. Raut wajah Sasori berubah menjadi raut kemarahan. Ino dan Sakura terdiam
"Lu tadi dateng naik apa?" tanya Sasori pada Sakura.
"E ... aku ... tadi ... naik ojek" kata Sakura yang salting ditanyain Sasori
"Kalau gitu , lu ikut gua juga pulangnya" kata Sasori . Mereka bertiga pun keluar rumah sakit dan berjalan menuju ke arah mobil Sasori di parkir
Ino , yang sengaja ingin memancing Sakura supaya bisa duduk bersama Sasori pun , duduk di belakang. Sakura berdiri didepan mobil ,dengan kebingungan
"Masuk" Kata Sasori yang sudah duduk di bangku depan
"Eh, aku duduk dimana?" tanya Sakura dengan lugu
"Duduk di belakang aja"
"Tapi , apa Kak Sasori gak kayak supir jadinya?" Sakura pun menyadari perkataannya "Eh, maksudku ..."
"Gak apa apa. Gua gak biasa nyuruh cewek duduk di sebelah gua" Kata Sasori memperjelas. Ino menghembuskan nafas. Rencananya gagal. Sakura pun jadi manyun . Sakura akhirnya masuk dan duduk berdua dengan Ino
Di tempat lain
"Gua ada dimana?" seorang lelaki berambut panjang berwarna hitam , berjalan kebingungan mengitari ruangan yang serba putih
"Nagato, Sasori , Deidara, Yahiko?" lelaki itu masih kebingungan dan berusaha mencari teman temannya
"Itachi Uchiha,ya?" tanya seorang pria berpakaian serba putih dan berambut pirang
Itachi menoleh kebelakang. Di temuinya pria itu "Siapa kau?" tanya Itachi
"Kenalkan , Aku malaikat Minato" Malaikat yang bernama Minato itupun tersenyum "Sudah saatnya kamu ikut denganku ke atas sana"
"Hah? Maksudnya?" tanya Itachi kebingungan
"Kamu seharusnya sudah ikut dengan saya ke atas sana" kata Minato memperjelas
"Saya gak mau. Tugas saya di dunia belum selesai" kata Itachi
"Itu dia, karena tugas kamu belum selesai , kamu masih dinyatakan koma" kata Minato
"Jadi , seharusnya saja sudah mati?" tanya Itachi
"Iya. Gegar otak di kepalamu sudah parah. Sudah seharusnya kamu ikut dengan saya ke atas sana."
"Tapi , gimana sama tujuan pribadi saya di dunia?"
"Iya. Saya tau. Kamu masih punya 3 tugas yang belum kamu selesaikan kan di dunia ?"
"Bagaimana. ..."
"Saya tahu karena saya ini malaikat." Minato tersenyum
"Boleh izinin saya selesaikan tugas saya?" tanya Itachi
"Kalau kamu meminta izin, saya pasti bolehkan. Hanya saja, kamu tidak bisa menempati tubuh kamu"
"KENAPA ?" tanya Itachi bingung
"Karena tubuh kamu sudah tidak boleh di tempat tinggalkan lagi , mengingat kamu seharusnya sudah mati" kata Minato
"Jadi , gimana saya menyelesaikan tugas saya?"
"Kamu harus mencari orang yang bisa melihat kamu. Biar dia jadi penghubung antara kamu dan orang orang yang ada di hidup kamu"
"Orang yang bisa melihat saya?"
"Iya. Kamu kan sekarang sudah menjadi arwah. Akan sulit untuk melihat kamu , jika mereka manusia biasa tanpa kekuata"
"Tapi, bagaimana saya menemukan orang yang bisa melihat saya? Apa saya mesti ke orang orang sakti dulu?" kata Itachi dengan jengkel
"HAHAHA" Minato tertawa. Itachi menatap Minato dengan tajam. Minato yang sadar di perhatikan dengan tatapan tajam , melanjutkan pembicaraannya
"Begini . Ada 1 manusia biasa yang pasti bisa melihat kamu" kata Minato melanjutkan
"Siapa?" Itachi sudah merasa tidak sabaran
"Dia ... orang yang terakhir kali kamu lihat , ketika kamu menutup mata kamu" kata Minato
"Orang terakhir?" Itachi teringat dengan seorang perempuan berambut pirang yang ia selamatkan kemarin
"Tapi dia kan gak kenal sama saya"
"Ya ajak kenalan" kata Minato enteng
"Lalu? Apa yang harus saya lakukan?"
"Kamu jelasin semuanya sama dia. Jelasin kamu mau minta bantuan apa sama dia. Dan pastiin dia mau bantuin kamu"
"Kalau dia gak mau bantuin?"
"Ya kamu usaha supaya dia mau bantuin" Itachi pasrah. Mau tidak mau , dia harus menuruti kemauan malaikat itu
Kamar Ino , jam 9 malam
Ino tiduran diatas kasur empuk berwarna ungu violetnya. Dia menatap ke arah langit langit kamarnya
"Dia koma ya?" Ino masih memikirkan keadaan Itachi. Dia masih merasa bersalah karena Itachi telah menolongnya. Akan tetapi, perkataan Sasori cukup menusuk. Memang seharusnya Ino bersyukur karena telah di berikan kesempatan untuk hidup sekali lagi
"Tapi tetap saja, rasanya tidak enak bersenang senang diatas kesedihan orang lain"
"Semoga dia tidak kenapa kenapa" doa Ino dalam hatinya. Ia pun menutup matanya dan tertidur lelap
Maaf banget ya readers , kemarin lupa nulis disclaimernya
LaChoco Latte : Iya . Itu italic keterangan waktunya hehe
Gantungannya Sasori ? ada deh . Nanti lama lama juga tau :D
Jenny eun-chan : Iya gpp kok . Kritik itu baik hehe . Kalo gak di kritik , kita mana tau salahnya dimana. Ya ngga ?
Makasi ya yang udah ngelike cerita ku.
