Huaaah new updates lagi

Setidaknya lagi ada waktu luang buat nulis

Jadi nulis deh hehehe


Konoha High School , 13.00

"Akhirnya pulang juga" kata Ino sambil merentangkan tangannya. Dia begitu lelah dengan pelajaran kimia yang menurutnya sangat rumit itu

"Ino, kamu mau pulang bareng ?" tanya Sakura yang tiba tiba menghampirinya. Ino teringat dengan janjinya terhadap Itachi yang sedari tadi di sebelahnya dan menunggu pelajaran di sekolah selesai

"Ehm . Kayaknya hari ini gak bisa deh. Soalnya , aku ada urusan" jawab Ino

"Oh. Oke deh. Kalo gitu , aku duluan ya" Sakura keluar dari kelas. Kini tinggal Ino dan Itachi yang berada di kelas

"Jadi , lu mau bantuin gua kan ?" tanya Itachi

"Iya , kak. Tapi ..."

"Tapi apa lagi ? Katanya lu mau bantuin gua, pulang sekolah" Itachi mulai jengkel

"Tapi dari tadi aku gak ngerti kimia, kak. Aku mesti belajar" kata Ino memelas

"Yasudah, nanti pulang gua ajarin" kata Itachi

"Yang bener kak?" Ino membelalakan mata dan tersenyum

"Iya. Nanti gua ajarin lu kimia. Lagian , begini doang aja di bilang susah." kata Itachi

"Oke oke. Ayo kita ke sana!" Kata Ino mengajak. Dia membereskan buku bukunya dan memasukkannya ke dalam tas. Lalu , berjalan keluar dari kelas. Dia melewati koridor sekolahnya. Akan tetapi , langkahnya terhenti ketika berpapasan dengan

"Kak Sasori" sapa Ino dengan nada 'kok kakak bisa di depan aku?'

"Gak usah kaget gitu kali. Kayak baru pernah ketemu aja" kata Sasori dengan ketus

"Emmm , iya. Maaf" kata Ino. Dia takut salah bicara dengan Sasori. Dia teringat dengan yang kemarin , ketika dia merasa bahwa dialah yang seharusnya mati, dan tidak sepantasnya Itachi menolongnya. Ino menatap Sasori yang sedari tadi memperhatikannya dengan wajah datar

"Emmm. Kak ... emmmm , masih marah ya?" tanya Ino ketakutan

"Siapa yang marah?" jawab Sasori dengan wajah yang masih datar

"Tuh kan ! Kakak marah"

"Kenapa harus marah?" tanya Sasori dengan ekspresi yang masih datar

"Kan kemarin pas di rumah sakit ,aku bahas bahas soal ..." kalimat Ino terhenti ketika Sasori mengelus rambutnya Ino dan tersenyum kecil

"Dasar perempuan! Terlalu sensitif" Sasori melewati Ino dan berjalan berlawanan arah dengan Ino. Ino membalikkan badannya dan memerhatikan sosok Sasori dari belakang. Itachi yang sedari tadi disebelahnya ...

"Ehm ehm. Jadi, Sasori nih" kata Itachi meledek

"Dia itu , sulit di tebak!" kata Ino jengkel

"Lu suka Sasori ?" tanya Itachi dengan nada sedikit meledek

"Engga lah! Yang suka tuh Sakura. Bukan aku!" kata Ino memperjelas. Ino melanjutkan perjalanannya sambil berbicara dengan Itachi yang juga berjalan di sampingnya

"Udah lama gua gak pernah liat Sasori senyum" kata Itachi

"Emang dia segitu kakunya ya?" tanya Ino yang beberapa hari ini merasa jengkel dengan perasaannya yang sering takut ketika harus berbicara dengan Sasori

"Dia bukan kaku. Tapi jarang buka diri sama cewek" kata Itachi

"Memangnya kenapa ?"

"Nanti lama lama juga tau." kata Itachi

Ino jengkel dengan Itachi yang selalu membuatnya penasaran. "Memang misi kedua kita apa ? Kok berhubungan sama Sasori?"

"Nanti makin lama , lu juga tau apa yang harus lu lakukan sama Sasori." Itachi menatap Ino. Ino mulai salting ditatap oleh Itachi

"Lu bener bener gak suka sama Sasori?" tanya Itachi dengan raut serius. Ino menggelengkan kepalanya

"Kalau begitu, lu harus kenalin Sasori sama Sakura. Bantu biar mereka bisa dekat"

"Ya ,itu tanpa diminta juga pasti aku dukung! Sakura kan sahabatku" jawab Ino

"Tapi , kalau Sasori suka sama lu?" tanya Itachi. Pertanyaan ini cukup menjebak Ino

"Emang iya apa? Nggak kan?" jawab Ino

"Emang belum pasti suka sih. Cuma , Sasori aneh aja hari ini. Tumben dia senyum. Biasa dia dingin banget sama cewek. Apalagi , sama fangirl fangirl dia yang berisik" jawab Itachi

"Kak Itachi punya fangirl?" tanya Ino

"Ehm.. Punya sih. Cuma gua berusaha bersikap baik sama fangirl gua. Lagipula , mereka cuma pengagum. Gak pantes di cuekin. Kalau mereka sakit hati gimana? Lagipula , kita gak bisa nyalahin orang kalo mereka bener bener suka sama kita" jawab Itachi. Ino menatap Itachi dengan penuh kekaguman.

"Udahlah , sekarang cepet cari bus. Kita ke Oto sekarang" ajak Itachi. Ino pun mengangguk

Oto , Kediaman Uchiha , 15.00

"Kak , ini rumah mamanya Kakak?" tanya Ino penuh kekaguman . Dia memperhatikan rumah Mikoto Uchiha, ibunya Itachi yang begitu besar. Mansion putih , tanpa pagar , dikelilingi pepohonan dan bunga bunga bermekaran.

"Iya. Dia kerja di perusahaan gede sekarang"

"Kalau boleh tau , kenapa papa mama nya kakak cerai?" tanya Ino

"Mama terlalu memikirkan karir. Papa juga. Mereka gak punya waktu satu sama lain. Belum lagi, bosnya Mama yang naksir sama Mama. Jelas Papa panas. Tapi karena Mama mau mempertahankan karirnya, Papa gak punya pilihan lain selain menceraikan. Belum resmi cerai sih, tapi dengan pisah rumah begini, bisa di bilang udah bercerai" Itachi menatap rumah itu dengan wajah sedih

"Jadi , papa mamanya Kakak belum tanda tangan surat cerai?" tanya Ino . Itachi menggelengkan kepalanya. Tiba tiba, keluar sosok lelaki muda yang keluar dari mansion itu. Lelaki itu berpakaian 'polo shirt warna biru' dan celana jeansnya, serta memakai converse warna biru. Rambutnya jabrik , berwarna hitam kebiruan. Dia duduk di salah satu tempat duduk yang berada di beranda rumahnya

"Itu adik gua" tunjuk Itachi pada lelaki itu. "Namanya Sasuke"

"Wah! Dia ganteng ya! Gak kayak kakak" kata Ino polos. Itachi menatap Ino dengan death glare nya

"Kenyataan kan kak?" kata Ino polos.

"Banyak sih yang bilang gitu" kata Itachi menyerah. "Tapi banyak juga yang bilang kalau gua lebih friendly"

"Dia sekolah dimana?" tanya Ino

"Home schooling. Dia susah bergaul sama orang" jawab Itachi.

"Oh. Kapan kapan aku bakal ajak dia main bareng deh sama temen temen sekolahku" kata Ino semangat

"Itu dia tugaslu!" kata Itachi "Gua pengen liat dia punya temen dan bisa main bareng sama temennya. Biasanya gua yang ajak dia main. Dia cuma mau main sama gua. Tapi gua gak bisa liat dia kayak gitu terus. Gua pengen lu berteman sama dia"

"Caranya?"

"Sekarang lu samperin dia! Bilang kalau gua ada di rumah sakit" kata Itachi. Ino mengangguk. Bagaimanapun , cuma itu cara satu satunya supaya dia bisa berkenalan dengan Sasuke. Ino pun berjalan menghampiri Sasuke yang sedang duduk bersantai di beranda rumahnya.

"Permisi" Ino menyapa Sasuke

"Hn"

"Sasuke Uchiha ya?" Ino mulai melanjutkan aksinya. Sasuke yang mendengar pertanyaan Ino agak shock. Bagaimana mungkin , orang yang tidak dia kenal , bisa tahu namanya

"Kau siapa?" tanya Sasuke

"Aku Ino Yamanaka" Kata Ino mengulurkan tangannya. Sasuke tidak membalas. Ino sudah mulai kesal , karena belakangan ini , setiap Ino mengulurkan tangan untuk berkenalan , selalu ditolak orang itu

"Ada apa ?" tanya Sasuke. Ino menurunkan uluran tangannya

"Aku cuma mau bilang , kakak kamu kecelakaan . Dia ada di rumah sakit. Sekarang lagi koma" Ino mulai melanjutkannya. Sasuke shock dan menatap Ino dengan tatapan tidak percaya. Dia masuk rumah dan menutup pintu rumahnya

"Tuh orang kenapa sih?" Kata Ino menggerutu

"Dia memang begitu" Kata Itachi tertawa kecil . Tiba tiba , Sasuke keluar lagi dari rumahnya sambil membawa sesuatu. Kunci mobil

"Anterin gua ke rumah sakit tempat kakak gua berada" Ajak Sasuke. Sasuke pun menarik tangan Ino dan membawanya ke mobilnya. Itachi pun mengikutinya dan masuk kedalam mobil. Sasuke memanaskan mobilnya. Ino duduk disebelahna. Itachi duduk di belakang. Dia melihat bahwa bayangan dirinya memantul di kaca. Itachi pun akhirnya duduk di bawah jok mobil , supaya dirinya tidak terlihat oleh Sasuke, dan hanya terlihat oleh Ino

Sasuke menyalakan mesinnya dan mulai mengendarai mobilnya. Dia mengebut di jalanan sampai sampai Ino merasa tidak nyaman

"ehm, Sasuke. Bisa pelan pelan?" tanya Ino dengan penuh ketakutan , seperti saat dia berbicara dengan Sasori

"Sorry. Gua lupa kalau gua lagi bawa orang" Sasuke pun mulai memelankan laju mobilnya. "Lu ada hubungan apa sama kakak gua?" tanya Sasuke tiba tiba.

"Ya temen biasa aja kok" kata Ino

"Ya gua tau. Kalo lu pacarnya kakak gua , pasti kakak gua cerita sama gua" balas Sasuke.

"Sebenarnya ..." Ino menghela napas panjang dan melanjutkannya "Kakak kamu nyelamatin aku , makanya sekarang dia yang ada di rumah sakit" kata Ino dengan nada lemas.

"Kakak gua selalu gitu"

"Ha? Maksudnya ?" tanya Ino tidak mengerti

"Dia selalu lebih mementingkan orang lain dibanding dirinya sendiri" kata Sasuke. "Dia kakak terhebat yang pernah gue punya"

Ino menyunggingkan senyum di bibirnya. Ia tidak menyangka bahwa Itachi begitu berharga dimata orang orang yang dekat dengannya.

"Kenapa kau tersenyum?" ejek Itachi di belakang. Ino memandangnya. Dan saat Ino ingin menjawab

"Jangan jawab sekarang. Nanti Sasuke akan berfikir bahwa kau gila!" Ino pun akhirnya membungkam dan kembali menuntun Sasuke ke rumah sakit tempat Itachi dirawat


Rumah Sakit , 17.00

"Kak" Sasuke memanggil kakaknya yang terbaring lemas tidak berdaya. Ino menunggunya dari luar ruangan

"Kenapa tadi kau tersenyum sendiri?" Itachi melanjutkan pertanyaannya yang tadi

"Aku cuma kagum aja. Kayaknya Kakak disayang banget sama orang orang yang deket sama kakak" kata Ino. "Baru sehari kenal sama kakak aja , kayaknya aku udah bisa nebak kalo kakak emang orang yang baik"

"Emang gua kayak anak bandel apa?" kata Itachi sambil tertawa kecil

"Nggak sih. Tapi temen temen kakak" kata Ino

"Termasuk Sasori?"

"Kalian berdua doang yang gak bandel kayaknya"

"Ciee. Jadi merhatiin Sasori nih?" Itachi kembali meledek

"Aduh kak. Bukan aku , tapi Sakura. Yang suka kan dia" kata Ino . Itachi hanya terkekeh

"Adik gua juga ganteng" kata Itachi mempromosikan

"Iya sih . Emang" kata Ino membenarkan

"Lu bisa kan buat dia supaya dia ada temen?" tanya Itachi. Ino bingung. Namun akhirnya

"Aku punya ide kak!" kata Ino. Dia kemudian masuk ke ruangan tempat Itachi berbaring. Sasuke melihat ke arah Ino

"Ada apa?" tanya Sasuke

"Ngga apa apa" kata Ino. Ino pun menghampiri Sasuke. "Kamu sekolah dimana?" tanya Ino yang sebenarnya sudah tahu kalau Sasuke homeschooling

"Di rumah" kata Sasuke. Singkat , padat dan jelas

"Kenapa gak mau di public school aja?" tanya Ino

"Emang kenapa?" tanya Sasuke dingin

"Ya. Nggak apa apa sih. Tapi kayaknya, kamu perlu pindah ke sekolahku deh. Supaya bisa sering sering ngunjungin Itachi. Kan deket, jarak rumah sakit sama sekolahku"

"Gua bisa bolos kalo memang pengen nengokin kakak gua" Ino bingung . Sasuke sama juteknya dengan Sasori. Ino berfikir kenapa dia harus meladeni orang orang seperti mereka. Kenapa lagi kalau bukan karena Itachi?

"Kan enak kalau bisa ketemu sama temen temen. Sekolah di rumah kan sumpek sumpek gitu" tawar Ino

"Gak perlu. Apa enaknya ketemu temen temen?" jawab Sasuke. Ino semakin geregetan. Dia takut misinya tidak berhasil

"Ehm. Pasti kakak kamu pengen deh, kalau kamu bisa menjalin pertemanan sama orang lain" kata Ino. Sasuke menatap Ino dengan death glare nya. Ino mulai parno

"Kakak gua pernah bilang apa sama lu?" tanya Sasuke. Ino sadar, sepertinya Sasuke orang pintar. Sepertinya Sasuke sadar bahwa inti permasalahannya adalah permintaan Itachi.

"Gak pernah bilang apa apa kok. hehe" kata Ino berbohong

"Bohong!" checkmate! Ino ketahuan

"Nggak , ngga bohong" kata Ino

"Pasti kakak gua pernah ngomong kan , soal gua yang gak bisa membangun pertemanan?" kata Sasuke. Sasuke pun berjalan keluar dari ruangan . Ino yang bingung, segera menyusul Sasuke

"SASUKE!" Ino berteriak. Suster yang ada di belakang Ino menyuruh Ino untuk tidak brisik melalui bahasa Isyarat. Sasuke berhenti. Namun dia tidak membalikan badannya

"Apa salahnya sih bangun pertemanan sama orang lain? Kamu gak akan ngerasa kesepian. Kamu punya temen buat berbagi cerita. Kamu punya orang yang selalu ada disisi kamu dalam suka dan duka. Enak kan?" kata Ino. Itachi yang ada di sampingnya membelalakan mata melihat aksi Ino. Tiba tiba , Sasuke membalikkan badan

"Sedeket apa lu sama kakak gua?" tanya Sasuke. Ino bingung. Dia baru saja dekat dengan Itachi. Di hari itu pula.

"Ya. Gak deket deket banget sih, tapi..." Ino memutar otaknya . "Tapi dia pernah bilang. Seandainya kamu bisa ngerasain punya temen seperti yang dia rasain. Seandainya kamu ..."

"Gua emang gak bisa cocok sama orang lain selain sama kakak gua. Makanya gua gak cocok main sama orang lain. Dan gua rasa , lu gak perlu ngatur ngatur gua , meskipun kakak gua pernah ngomong kayak gitu" Sasuke pun melanjutkan perjalanannya

"BESOK DATENG KE SMA KONOHA! DAN KAMU BAKAL MERUBAH PANDANGAN KAMU" kata Ino. Namun Sasuke sepertinya tidak mendengarkan dan terus berjalan

"Percuma. Omongan kayak gitu gak ngena di Sasuke. Dia keras kepala" kata Itachi.

"Apa dia besok bakal dateng?" tanya Ino

"Ya . Kemungkinannya cuma 5%"

"Berarti mungkin"

"Tapi kemungkinannya dikit. Malah gak mungkin sama sekali" kata Itachi jengkel

"Yaudah, lihat besok aja. Kalo emang gak dateng , aku yang bakal samperin rumah dia dan bawa temen temenku. Yang penting sekarang kita pulang. Aku mau buru buru belajar kimia nih" kata Ino. Itachi mengangguk setuju. Mereka berdua pun keluar dari rumah sakit.


Apakah Sasuke besok akan datang ke SMA Konoha? Apakah Sasuke akan merubah pandangannya? Tunggu next Chapternya!

Haduh maaf ya kalau ceritaku kacau!

Makasih ya yang udah bilang ceritaku bagus :D

NaruFhia sakura-chan : Aku usahain buat gak lama lama :D

Rui Dakota : Makasih ya ! Oke , aku bakal usaha update kilat .

Maaf kalau updatenya kelamaan. Tugas sekolah membabi buta