Hallo Minna .. Udah update lagi nihh


Rumah Ino , 20.00

Ino sedang mencoba belajar Kimia dengan Itachi. Dan entah mengapa , tidak ada satupun yang masuk ke otak Ino. Ranjang Ino yang berwarna ungu violet itu sudah berserakan di penuhi buku

"Kak , apa bedanya elektron sama proton?" tanya Ino. Itachi tidak menjawab pertanyaannya. Dia duduk menatap jendela yang ada di kamar Ino. Ino menatap punggung Itachi. Dia merasakan bahwa Itachi sedang memikirkan sesuatu

"Sasuke , kak?" tanya Ino . Namun Itachi tetap terdiam

"Kalau aku boleh tanya, emang Sasuke punya social disorder ya?" tanya Ino.

"Dulu , dia pernah di bully oleh teman temannya sewaktu SD" akhirnya Itachi menjawab pertanyaan Ino

"Di bully? Memang Sasuke pernah melakukan apa ?" tanya Ino

"Dari dulu , Sasuke sudah banyak disukai oleh perempuan. Dan teman teman lelakinya tidak ada yang suka hal itu. Sasuke sendiri tidak pernah menaruh rasa apapun pada perempuan perempuan yang menyukainya itu. Tapi , teman teman lelakinya tidak mau tahu. Mereka pun menindas Sasuke" Itachi menjawab semua pertanyaan Ino. Wajah Itachi pun memasang raut kesedihan. Ino pun turut berempati

"Apa ada hal terparah yang mereka pernah lakukan ke Sasuke?" tanya Ino

"Ada. Waktu itu , Sasuke pernah dimasukkan kedalam sumur disekitar sekolahnya. 1 Hari kemudian , barulah Sasuke ditemukan dalam keadaan menangis. Sejak saat itu , kami sekeluarga memutuskan agar Sasuke ikut program home-schooling terlebih dahulu" lanjut Itachi

"Terlebih dahulu? Kok jadi keterusan?" tanya Ino

"Trauma Sasuke semakin parah ketika setiap dia mau mendaftar sekolah. Para siswi dari sekolah tersebut ikut menguntitnya sampai kerumah. Itu sungguh membuat Sasuke juga menjadi risih terhadap perempuan. Coba saja lu jadi dia. Pasti juga gak enak , diikutin begitu"

"Tapi kak, kayaknya Sasuke biasa aja deket deket sama aku kemaren" Ino menutup mulutnya dan menyadari perkataannya "Maksudku , ya bukannya geer , tapi..."

"Itu karena lu nyebut nama gua. Coba aja maksudlu kerumah itu , demi ketemu ade gua. Pasti dia bakal melakukan ancang ancang buat ngusir lu" kata Itachi memperjelas. Ino mengangguk seraya berkata 'gitu toh'.

"Ngomong ngomong kak , kalau boleh tahu" Ino mendeham , dan melanjutkan " Memang, Kakak udah berapa lama pisah sama Sasuke?" tanya Ino.

"Sebenarnya gak terlalu lama. Baru 4 bulan yang lalu. Karena sebelumnya dia masih harus ngelanjutin home-schooling nya di rumah gua. Baru deh setelah itu , dia ikut mama gua pindah ke Oto. Kalau mama papa gua , ya lu mestinya tau kapan mereka pisah" kata Itachi

Tentu saja. Uchiha itu cukup terkenal . Fugaku Uchiha itu pengusaha sukses pemilik Uchiha Corp, sedangkan istrinya, Mikoto bekerja di bidang fashion. Kabar perceraian mereka 1 tahun yang lalu , sangat sering disiarkan di berita televisi dan masuk di berita televisi. Mikoto , si desainer hebat yang direkrut di perusahaan fashion ternama , harus berpisah dengan Fugaku si pemilik perusahaan Uchiha karena permasalahan karir. Sebenarnya Ino tidak terlalu tahu menahu soal penyebab perceraian mereka , sampai Itachi menceritakannya sendiri

"Kenapa kakak gak ikut sama mama kakak?" tanya Ino

"Tadinya gua gak mau pisah sama adik gua. Cuma gua rasa , gak adil ninggalin salah satu anggota keluarga sendirian. Jadi , Sasuke ikut sama Mama. Sebenarnya , kita berdua masih kepingin banget liat mama papa kembali rujuk. Secara mereka belum resmi bercerai" kata Itachi . Raut wajahnya semakin kusut. Ino tidak tahan melihat wajah Itachi yang sedih itu. Tapi bagaimana ?

"Sudah kak , besok kalau Sasuke tidak jadi datang kesekolah , biar aku yang samperin dia ke rumah. Oke?" Ino berusaha mencairkan suasana

"Tidurlah!" kata Itachi. Ino mengangguk. Dia membereskan bukunya dan menaruhnya di meja belajar. Ketika ingin berbaring

"Ngomong ngomong, kakak tidur dimana?" tanya Ino.

"Di luar. Di atap rumah lu." kata Itachi

"Hah ? Kakak serius ? Gak takut ..."

"Gua gak akan kenapa kenapa . Toh gua cuma arwah sekarang . Gak mungkin ada yang mau ngelukain gua" kata Itachi . Dia pun keluar melalui jendela. Ino menatapnya khawatir. Namun , dia tau tidak seharusnya dia khawatir. Itachi tidak akan kenapa kenapa. Dia pun akhirnya berbaring di tempat tidurnya , dan tertidur

Konoha , 13.00

Ino , Sakura , dan Itachi yang ada di sebelah Ino berjalan bersama sama menyusuri koridor sekolah

"Ino, kamu pulang sekolah mau kemana?" tanya Sakura

"Aku ..." Ino berfikir. Sedari tadi , dia tidak melihat batang hidung Sasuke. Dia terus mencari cari keberadaan Sasuke , tapi tidak menemukan adanya keberadaan Sasuke di sekolah.

'Apa Sasuke benar benar sekeras itu ya, sampai ia benar benar tidak mau berteman?' tanya Ino dalam hatinya

"Kamu mau kemana Ino?" tanya Sakura

"Ngga kemana kemana sih. Cuma kayaknya, aku mau ke perpustakaan bentar deh" kata Ino. Dia beralasan. Dia masih mau menunggu sampai Sasuke datang ke sekolah. Meskipun dia agak pesimis mengenai kedatangan Sasuke

"Aku boleh pulang duluan kan?" tanya Sakura tanpa kecurigaan. "Atau kamu mau aku temenin?"

"Ah. Gak apa apa . Aku lagi mau nyari novel bagus" kata Ino berbohong

"Novel?" Sakura mengernyitkan dahinya. "Sejak kapan kamu suka baca Novel? Perasaan , dari dulu kamu paling tidak suka membaca buku buku tanpa gambar seperti itu" tanya Sakura.

"Ah. Aku ... Lagi kepengen doang. Gara gara ..." Ino memutar otaknya "Gara gara kepengen!" kata Ino

"Kamu gak nyembunyiin apa apa kan dari aku?" tanya Sakura yang sepertinya mulai curiga

"Nggak! Serius deh. Aku ke perpus dulu yaaa !" Ino meninggalkan Sakura bersama dengan Itachi yang geleng geleng kepala mendengar alasan Ino. Sakura pun pergi .


Di tengah Jalan

Sakura berusaha menghapus kecurigaannya. Dia berusaha untuk percaya bahwa Ino tidak menyembunyikan apapun meskipun dia merasa , ada sesuatu yang diumpati oleh Ino

"Nggak , Ino sahabatku. Dia mungkin memang lagi ingin baca novel" kata Sakura pada dirinya sendiri.

Di tengah jalan , Sakura mendengar suara keributan. Terdengar seperti seseorang sedang di keroyok . Sakura mengikutinya. Dia menemukan sumber keributan itu. Dia bersembunyi di balik rumah hook , dan melihat ke tengah sumber keributan yang ada di tengah jalan itu

Dia melihat kerumunan orang bertato yang menghajar seorang lelaki berambut jabrik berwarna hitam kebiruan. Pria pria bertato dan berbadan besar ,serta ber-piercing itu mengeroyok lelaki berambut jabrik itu sampai bonyok

"Udah nabrak mobil orang , masih gak mau minta maaf lagi ! Punya mulut gak sih?" hardik si pemimpin bertato itu. Tapi hardikan itu malah di balas dengan semprotan ludah dari lelaki jabrik itu

"Sialan! Nantangin ?" Pria bertato ini menghajar habis lelaki jabrik itu . Sakura yang melihat dari kejauhan berusaha mencari pertolongan . Dia melihat jalanan begitu sepi

'Apa yang harus aku lakukan?' tanya Sakura dalam hati. Tiba-tiba , dia mendapat ide.

"Tolong tolong , ada ribut disini ! TOLONG !" Sakura berteriak kencang. Dia menunjukkan dirinya di depan para pria bertato itu.

"Ia , disini ! Disini keributannya" kata Sakura yang berpura pura memanggil orang , yang padahal tidak ada orang sekalipun di situ. Pria bertato itu terpancing. Mereka kabur dengan mobil jeep nya , dan meninggalkan lelaki jabrik itu tergeletak di jalan. Setelah bayangan mobil itu hilang, Sakura pun menghampiri lelaki itu

"Kamu gak kenapa kenapa?" Lelaki jabrik itu mengangguk. Dia berusaha terbangun , tapi tidak bisa. Sakura membangunkannya

"Rumahku deket sini . Kamu ikut sebentar ya, biar aku obatin" kata Sakura. Lelaki itu melihat ke arah mobilnya

"Nggak apa apa. Kamu kunci dulu mobilnya , biar mobil kamu gak ilang" lelaki itu mengangguk. Ia menekan tombol kunci mobilnya dan melingkarkan tangannya di bahu Sakura.


Di rumah Sakura

"Aw" lelaki itu kesakitan

"Maaf ya, obatnya perih" kata Sakura . Lelaki itu mengangguk. Sakura membalut luka lelaki itu. Ia pun menyuguhkan air hangat untuk di minum lelaki itu

"Minum dulu" Lelaki itu mengangguk. Dia meminum air nya , dan bersender di sofa ruang tamu Sakura

"Aku Sakura" kata Sakura memperkenalkan diri

"Sasuke" kata lelaki jabrik yang ternyata adalah Sasuke.

"Rumah kamu dimana?" tanya Sakura.

"Oto"

"Wah, jauh dong? Kamu bisa nyetir?" tanya Sakura. Sasuke mengangguk

"Yakin ? Udah gak sakit?" tanya Sakura khawatir

"Hn" jawab Sasuke. Sasuke memerhatikan seragam sekolah Sakura. 'SMA KONOHA'

"Lu sekolah di SMA Konoha?" tanya Sasuke

"Iya. Kamu tau sekolahnya?" tanya Sakura . Sasuke menggeleng.

"Aku pikir kamu tau."

"Bisa antar gua ke mobil ?" tanya Sasuke

"Kamu yakin mau pulang sendiri?" tanya Sakura khawatir

"Hn"

"Baiklah. Aku juga takut orang tua kamu nyariin"

"Dia gak akan nyariin" kata Sasuke dingin

"Gak mungkin . Masa orang tua gak nyariin anaknya?" tanya Sakura

"Yang penting gua pulang dulu. Gak enak sama orang tua lu nanti , kalau mereka pulang" Sasuke berusaha bangun. Sakura memegangnya. Sakura membawa Sasuke sampai ke tempat dimana mobilnya berada. Ketika sampai

"Sampai bertemu lagi" kata Sakura sambil tersenyum . Sasuke membalasnya dengan senyum kecil , lalu membuka mobil nya. Dia pun masuk ke mobil. Sakura berlari ke rumahnya. Sasuke pun menjalankan mesin dan mengendarai mobilnya pelan

'Sakura ya' kata Sasuke dalam hati. Dia menyunggingkan senyum di bibirnya. Dia tersadar bahwa hari ini, dia tidak merasa tidak nyaman ketika di dekati perempuan ,setelah sekian lama , dia risih terhadap perempuan

'Ah apa yang gua pikirin?' kata Sasuke dalam hati. Tapi dia tidak bisa berhenti tersenyum. 'Biasanya gua takut kalau sampai ada perempuan yang suka gua. Kenapa... ah sudahlah' Sasuke terus mengendarai mobilnya dan tidak berhenti tersenyum'


Sementara itu , di bangku koridor SMA KONOHA

"Kak , dia masih belum kelihatan nih" kata Ino yang sedang duduk di koridor

"Lu beneran mau nyamperin ke rumahnya? Udah sore loh" tanya Itachi yang berdiri bersebrangan dengannya

"Gak apa apa. Demi kakak" kata Ino semangat

"Ngomong sama siapa?" tanya seseorang tiba tiba , yang juga tiba tiba mengagetkan Ino dan Itachi

"Kak Sasori?" Ino kaget. Sasori sedang berdiri sambil memasukan kedua tangannya ke kantung jaket merah maroon-nya. Dia berjalan menuju bangku dan duduk di samping Ino. Itachi memandang keduanya

"Sedang apa?" tanya Sasori. Seperti biasa. Datar

"Menunggu teman" kata Ino .

"Menunggu teman , atau berharap ada teman ngobrol?" tanya Sasori

"Ya 2-2nya sih"

"Sampai berbicara sendiri"

"Ah aku ..." Ino tidak mungkin bilang kalau ia sedang berbicara dengan Itachi.

"Selalu saja mencari alasan. Sayangnya , tidak pernah bagus" kata Sasori

"Baiklah, aku memang berbicara sendiri" kata Ino pasrah

"Mungkin kau bisa berbicara denganku" Ino kaget mendengar kata kata Sasori. "Aku juga butuh teman curhat" lanjut Sasori. Ino kaget. Bukan karena Sasori tiba tiba mengajaknya bicara saja. Tapi, karena tiba tiba Sasori menggunakan panggilan 'Aku' , sedangkan biasanya dia menyebut dirinya 'Gua'

"Kak, kakak gak kesambet kan?" tanya Ino

"Memang kenapa?" tanya Sasori

"Tumben ngomongnya pake 'Aku' "

"Ada yang salah?" Sasori tetap berbicara dengan datar

"Nggak sih" kata Ino. Sasori menatap wajah Ino dalam waktu yang cukup lama. Ino memalingkan wajahnya ke Itachi dan melihat wajah datar Itachi . Dan ketika Ino mendapati Sasori masih menatapnya

"Ada apa kak ? Ada yang salah ya?" tanya Ino

"Kau tidak mau bercerita?" tanya Sasori

"Ehm, kakak aja yang cerita." tanya Ino

"Kamu percaya, kalau setiap orang diciptakan untuk satu orang?" tanya Sasori. Ino bingung, dia sendiri sadar dia belum pernah jatuh cinta. Maka itu dia bingung. Tapi ...

"Aku sih percaya. Kalau kakak?" Ino bertanya balik.

"Kau mau aku antar pulang?" tanya Sasori. Ino bingung dengan sikap Sasori.

"Ehmm , aku pulang duluan ya kak" Ino berlari. Itachi mengikutinya. Sasori bingung dengan sikap Ino, namun memutuskan untuk tidak mengejarnya. Ino berlari keluar dari sekolah . Itachi menghampirinya

"Lu kenapa sih?" tanya Itachi

"Kak Sasori aneh. Aku takut jadinya. Kayak bukan kak Sasori gitu" kata Ino

"Kayaknya , dia suka sama lu" kata Itachi dengan wajah datar

"Tapi aku ngga. Aku gak bisa nusuk Sakura dari belakang" kata Ino

"Kalau begitu , lu bantuin Sakura biar bisa bikin Sasori move on" kata Itachi

"Move on?" Ino bingung

"Kemarin , lu tanya misi kedua lu kan?"

"Yang tentang Sasori ?"

"Bikin dia move on . Bikin supaya dia bisa dapet cewe lain lagi" kata Itachi. "Gua gak mau liat hidup dia kosong terus. Gua pengen liat dia supaya bisa suka sama cewe lagi"

"Memang, Sasori kenapa kak?" tanya Ino penasaran

"Temari, mantan pacarnya" kata Itachi

"Mantan pacarnya kenapa?" tanya Ino

"Lu yakin mau jodohin Sakura sama Sasori?" tanya Itachi

"Iya kak! Kalau kakak kasih misi kayak gini, aku sih semangat. Setali 3 uang! Bisa bantuin 3 orang sekaligus. Bantuin Kakak , bantuin Sakura dapetin Kak Sasori , sama bantuin biar Kak Sasori gak aneh kayak tadi lagi"

"Tapi , kalau kenyataannya Sasori suka sama lu?" tanya Itachi. Oke , pertanyaan ini cukup menjebak

"Yang penting aku gak suka kan kak , sama dia?"

"Tapi kalau dia gak mau sama Sakura?" tanya Itachi

"Kalaupun dia suka sama aku , berarti dia juga move on dong? Dan aku juga gak suka sama dia kak,karena aku gak mau nyakitin sahabat sendiri. Yang penting aku udah bikin dia move on kan" kata Ino

"Lu yakin gak akan suka sama Sasori?" tanya Itachi. Ino menggeleng

"Terserah, yang penting Sasori harus move on dan jatuh cinta sama cewek lain lagi dan gak selalu terpaku sama masa lalu"

"Kakak belum jawab pertanyaanku. Mantan pacar kak Sasori kenapa?" tanya Ino

"Nanti juga tau" kata Itachi. "Ayo pulang" Itachi dan Ino akhirnya berjalan pulang


Atap rumah Ino , malam hari jam 23.00

Itachi menatap ke langit . Dia bingung akan dirinya sendiri. Entah kenapa , kejadian tadi membuat dia bingung

'Ino'. Itachi membayangkan sosok itu.

'Kenapa gua jadi egois? Emang kenapa kalau Sasori move on ke Ino?' Itachi bingung kenapa dia tidak suka mengetahui kenyataan bahwa hari ini, Sasori bertingkah aneh. Apalagi bertingkahnya ke Ino.

'Memang kenapa dengan Ino?' Itachi terus bertanya pada dirinya

'Lupakan' Kata Itachi dalam hati dan tetap terjaga dalam malamnya


SMA Konoha , 13.00

"Ino , Kimia kamu dapet berapa?" tanya Sakura kegirangan. Ino menunjukkan kertasnya

"100? Astaga Ino! Kamu pasti belajar keras ya?" tanya Sakura. Ino nyengir. Kenapa dia bisa dapat 100? Tentu saja bantuan Itachi

Flashback

"Nomor 1 , jawabannya 36. Nomor 2 jawabannya 18" kata Itachi , memberi tahu Ino. Ino menulis apa yang telah di beri tahu Itachi. Itachi sendiri melihat jawabannya melalui kertas jawaban Sakura yang duduk paling depan , sedangkan Ino di paling belakang. Jelas tidak ada yang curiga , jika Sakura dan Ino sama sama mendapat nilai sempurna di kelas

End of Flashback

"Ehm." Tiba tiba terdengar suara deheman yang mengagetkan Sakura dan Ino. Terlebih Ino yang kaget melihat sosok yang ada di depannya

"Sasuke?" Ino kaget. Itachi yang di sebelahnya juga kaget

"Kamu kenal, Ino?" tanya Sakura. Ino mengangguk.

"Kamu ngapain , Sasuke?" tanya Sakura ke Sasuke

"Kamu juga kenal?" tanya Ino. Sakura mengangguk

"Kemarin aku bertemu dia ketika ..."

"Kemarin dia nolong gua" kata Sasuke yang telah memotong pembicaraan Sakura

"Gua kesini buat bilang terima kasih sama Sakura" kata Sasuke.

"Ah. Iya, sama sama" Kata Sakura tersenyum

"Pirang , mana teman teman yang mau lu tunjukkin sama gua?" tanya Sasuke

"Hey, namaku Ino!" kata Ino sewot. Tiba tiba dia tersenyum. "Nih , Sakura. Kamu udah kenal kan?" tanya Ino

"Hn" kata Sasuke. Singkat , padat dan jelas.

"Sebentar, aku bawa teman temanku yang lain ya" Ino mengedipkan matanya kepada Itachi . Itachi tersenyum . Sasuke tiba tiba datang ke sekolah. Ino pun berlari. Itachi menunggu Sasuke yang sedang bersama Sakura. Dia tidak mengikuti Ino , karena dia tau, Ino pasti cuma sebentar. Dia memilih menunggu Sasuke dan melepas rindu dengan adiknya itu. Meski adiknya tidak bisa melihatnya.

"Sakura" panggil Sasuke.

"Iya? Ada apa?" tanya Sakura

"Kau ..." Sasuke menggarukkan kepalanya.

"Iya ? " Sakura bingung

"Kau mau , jadi temanku?" tanya Sasuke

to be continue


Apa Sasuke akhirnya bisa mendapatkan teman ? Ada apa dengan hubungan Sasori di masa lalu ?

Readers , makasih yaah udah suka sama ceritaku ! Ini menambah motivasi untuk lebih baik

Haqqu Aslamtu : Iya. Disini aku gak pake bahasa formal , biar keliatan lebih SMA hehe

LaChoco latte : ahhh , Sasori suka gak ya sama Ino ? hehe

Himiko : Maaci lohhh :D

Aku lagi banyak tugas banget nih, makanya mungkin updatenya bisa lama

Kritik dan saran diterima kok , supaya author sepertiku lebih terbangun

Review yaa readers!