Huaaah new updates lagi
Setidaknya lagi ada waktu luang buat nulis
Jadi nulis deh hehehe .. Maaf ya kalau ceritaku semakin abstraaaakk
"Kau mau jadi temanku ?"
Itachi membelalak kaget memperhatikan adegan adiknya , yang secara tanpa alasan , mengajak Sakura berteman . Baru kali ini dilihatnya , Sasuke malu malu mengajak seseorang untuk berteman. Apalagi ... perempuan
"Ya tentu saja aku mau! Kenapa ngga?" jawab Sakura . Tidak lama kemudian , Ino datang menarik narik Shikamaru yang wajahnya seperti wajah ngantuk. Di belakang Shikamaru ada seorang lelaki gemuk , 1 lelaki pirang , 1 lelaki berambut coklat , dan 1 perempuan manis berambut indigo
"Sasuke , kenalkan.. Ini teman teman ku" kata Ino sambil tersenyum menunjuk teman temannya yang ada di belakang.
"Hai .. Aku Naruto Uzumaki" kata pria berambut pirang itu. Naruto pun melingkarkan tangannya ke perempuan berambut indigo di sebelahnya "Ini pacarku , namanya Hinata Hyuuga" Hinata pun tersenyum pada Sasuke
"Kiba Inuzuka" kata lelaki berambut coklat yang bernama Kiba itu
"Uakuu Chowjii Akamihi" kata lelaki gemuk yang sedang makan kripik pringles itu
"Merepotkan" kata Shikamaru. Ino pun menyikut siku Shikamaru. "Baiklah , namaku Shikamaru Nara" kata Shikamaru dengan nada malas. Kelihatannya dia sangat mengantuk.
Sasuke memperhatikan mereka semua dan menaruh tatapan datar. Ino memperhatikan Sasuke . Dia telah memperkenalkan teman temannya. Kenapa respon Sasuke biasa saja?
"Ehm , Sasuke. Kalau kau butuh teman bicara , atau ingin bermain , kamu bisa datang ke sini setiap waktu. Disini akan ada aku , Sakura , dan teman temanku" kata Ino yang berusaha mencairkan suasana
"Sakura?" Sasuke tersenyum dengan *smirk*-nya yang ... Sulit di deskripsikan. Sasuke pun melihat ke arah Sakura. Sakura yang merasa diperhatikan hanya membalasnya dengan senyuman
"Mungkin besok , gua akan balik" kata Sasuke. Dia membalikkan badannya dan berjalan . Tiba tiba ia memberhentikan langkahnya. Dia menengok ke belakang
"Ino, lu mau ikut jenguk Itachi?" tanya Sasuke
"Ehm... Kamu saja" kata Ino . Sasuke menengok ke arah Sakura
"Sakura?" tanya Sasuke , mengajak. Sakura jelas tidak mau, lagipula dia tidak mengenal Itachi
"Ah! Maaf , aku tidak bisa. Aku mau pergi sama Ino" kata Sakura . Sasuke pun berjalan kembali dan meninggalkan mereka semua
Jalan pulang
"Sakura, kenapa Sasuke aneh banget ya sama kamu?" tanya Ino penasaran . Dia bingung. Sewaktu pertama kali bertemu , Sasuke adalah makhluk yang dingin kepadanya. Tapi , ketika bertemu lagi , dia menjadi lelaki yang meninggikan temperaturnya. Yang paling membingungkannya lagi adalah , cara dia menatap Sakura
"Aku gak tau . Memang aneh. Tapi mungkin karena kemarin aku nolong dia" kata Sakura
"Ahh, apa mungkin dia suka kamu ?" ledek Ino
"Nggak lah. Lagipula , yang aku suka kan Kak Sasori" kata Sakura sambil membayangkan raut wajah Sasori yang disukainya itu. "Ngomong ngomong, dia adiknya Itachi ya?" tanya Sakura
"Iya, kenapa?" tanya Ino
"Kok kamu bisa kenal dia sih ?" tanya Sakura
"Ah , waktu itu ..." Ino bingung. Saat dia melihat Itachi menjawab, Ino mengangguk. "Ketemu di rumah sakit , pas jenguk kak Itachi"
"Kok , kamu bisa punya inisiatif buat kenalin temen temen ke dia?"
"Ya, abisnya , dia kayak anak anti sosial gitu" kata Ino "Terus aku bilang , kalau dia main ke sekolah, aku bakal kenalin temen temenku ke dia" kata Ino.
"Ohhh, begitu kronologisnya" kata Sakura
"Ehm ... Sakura" Ino pun teringat pada kejadian kemarin. Tapi dia tidak bisa menceritakannya karena takut Sakura akan marah besar pada Ino. Terlebih , dia ingat pada keinginannya dan Itachi untuk mempersatukan Sakura dengan Sasori
"Ada apa ?" tanya Sakura bingung
"Kamu ... Mau aku bantuin gak?"
"Bantuin apa ?" tanya Sakura penasaran
"Ya ... Kak Sasori" kata Ino
"HAH? Bantuin apa nih maksudnya?" tanya Sakura yang penasaran , namun kegirangan
"Ehm.. Ya , bantuin deket gitu"
"Mau lah! Tapi ... Gimana caranya?" tanya Sakura . Ino juga bingung bagaimana caranya. Itachi yang sedari tadi di sebelahnya pun memberi isyarat . Ino mengangguk
"Jadi begini..." Kata Ino seraya melanjutkan apa yang akan mereka rencanakan
Konoha High School , 07.00
Mr. Kakashi datang memasuki kelas Ino dan Sakura yang tengah berisik. Kelas yang tadinya brisik , mulai diam setelah kedatangan
"Ehm. Selamat pagi semuanya" Kata Mr. Kakashi "Sebelum kita memulai pelajaran , ada anak baru yang akan menjadi teman baru kalian"
Tiba - tiba , seseorang masuk ke kelas itu. Ino , Sakura, Naruto , Hinata , Shikamaru , Kiba dan Chouji pun mengenalinya
"Sasuke Uchiha" Kata Sasuke dengan Singkat padat dan jelas
"Wah Tampan sekali yaaaa!" Kata seorang perempuan bernama Karin.
"Bagi nomor Hape dong" kata temannya yang bernama Matsuri
"Ehm" Kakashi pun mendiamkan keributan itu . "Sasuke, kamu bisa duduk di sebelah Uzumaki ya!"
"Lah, Mr! Saya kan duduk sama Hinata" kata Naruto menolak
"Hinata duduk di sebelah Karin saja, nanti kamu malah pacaran terus kalau duduk berdua" kata Kakashi
"Iya Mr! Mestinya Sasuke duduk sama saya , biar Hinata sama Naruto!" kata Karin
"Mr, bisa saya duduk dengan Sakura?" tanya Sasuke pada Kakashi. Otomatis , 1 kelas kaget. Terutama Sakura dan Ino.
"Wah, kamu sudah kenal dengan Sakura ya? Baiklah! Ino , kamu ..."
"Mr, saya ..." Baru Ino ingin melanjutkan , bahwa ia tidak mau dipisahkan dengan Sakura, Itachi memberi death glare pada Ino. Ino yang memang merasa, Sasuke cocok berteman dengan Sakura, terpaksa mengiyakan. Dia berjalan ke tempat Karin.
"Ino, yang duduk di situ ..."
"Saya aja Mr . Hinata biar sama Naruto aja" kata Ino membereskan tempatnya. Dia melihat raut wajah Sakura yang bingung. Cewe cewe sekelas (kecuali Ino dan Hinata) menatap Sakura dengan kecemburuan.
Ino berjalan dan duduk di sebelah Karin . Wajah Karin cemberut
"Beruntung sekali temanmu! Hari pertama sudah di incar cowo tampan! Padahal , apa cantiknya si Sakura kutu buku itu?" kata Karin kesal. Namun Ino lekas memberi Karin death glare atas penghinaannya kepada sahabatnya. Karin yang melihat death glare itu , malah membuang muka
Kantin SMA KONOHA, Jam Istirahat
"Mana Kak Sasori?" tanya Sakura pada Ino
"Aku ngga tau" Ino menggeleng. Tiba tiba , geng Akatsuki datang beramai-ramai dan duduk di tempat biasa. Sasori yang sedang berjalan , tiba tiba melihat ke arah Sakura dan Ino. Lalu memalingkan pandangannya , dan duduk bersama-sama dengan para anggota Akatsuki
"Astaga, Kak Sasori ngeliat kesini" kata Sakura yang sangat senang . Ino hanya bisa geleng - geleng melihat sahabatnya yang sedang jatuh cinta itu.
"Udah sana, kamu ngomong sama Kak Sasori. Biar aku beli makanan dulu buat kita" Sakura mengangguk. Dengan gugup , ia berjalan ke arah Sasori. Ino dan Itachi yang ada di sebelahnya, berjalan memesan 2 mangkuk bakmi dan mencari duduk di tempat yang dekat dengan tempat bakmi itu.
"Kak Itachi , kangen ?" tanya Ino
"Kangen kenapa?"
"Pengen duduk sama temen temen kakak di sana" kata Ino. Itachi hanya tersenyum kecil
"Gua kepengen sih, tapi ... ah sudahlah" kata Itachi. Ino menatapnya dengan gelisah
"Kakak kalau mau kesitu dulu , gapapa. Itung itung ngerasain topik topik yang temen temen kakak lagi omongin" kata Ino "Kakak kan juga mesti cari kesenangan lain" kata Ino
"Gua kan sekarang udah punya teman baru" kata Itachi pada Ino . Itachi pun tersenyum kecil. Ino tersenyum. Baik bibir maupun hatinya. Entah kenapa , kata kata itu membuat Ino senang
"Kak, kakak yakin? Teman baru ngga berarti ninggalin temen yang lama loh" kata Ino memastikan.
"Gua gak bisa temenan sama mereka lagi. Gua bisa liat mereka , tapi mereka ga bisa liat gua"
"Gak melihat satu sama lain , ngga berarti gak bisa temenan dong"
"Tapi gimana kita bisa berteman sama orang yang gak bisa melihat kita secara utuh ? Cuma bisa ngenal orangnya , gak bisa ngenal jiwanya?" kata Itachi. Ino hanya terdiam . Itachi mencoba meraih tangan Ino yang ada di atas meja. Tapi tidak bisa. Selalu tembus.
"Udah kak. Yang penting aku senang , kakak udah nganggep aku jadi bagian dari hidup kakak" kata Ino tersenyum
"Kalau gua minta lebih?" tanya Itachi . Ino yang mendengarnya kebingungan
"Maksud Kakak?" tanya Ino. Tiba tiba bakmi yang Ino pesan untuk dirinya dan Sakura telah datang. Pelayannya pun kembali ke Stand-nya.
"Maksud kakak?" tanya Ino melanjutkan
"Lupakan. Makan dulu sana" kata Itachi.
"Maksud..."
"INOOOOO!" kata Sakura yang kegirangan. Dia memotong pembicaraan Ino itu.
"Sakura? Berhasil?" tanya Ino. Itachi melihat ekspresi Sakura yang seperti kejatuhan duren.
"Berhasil! Nanti katanya dia siapin mobilnya" kata Sakura.
"Gimana ceritanya?" tanya Ino
Flashback
"Permisi , Kak Sasori" kata Sakura yang menghampiri geng Akatsuki
"Siapa nih ? Pacar baru lu ya?" ejek Yahiko sambil merangkul Konan. Wajah Konan tampak tidak nyaman dengan keberadaan Sakura
"Ah , Sasori ! Gebetan baru gak ngomong ngomong nih" ejek Deidara "Tapi , cakep juga sih"
"Yah , sayang Itachi gak disini. Setidaknya , dia lihat gebetan barunya Sasori" kata Yahiko
" Urusan Sasori lah mau punya pacar apa nggak. Kepo aja lu semua!" kata Nagato sambil menjitak kepala Deidara dan Yahiko .
"Ada Apa?" tanya Sasori dengan ekspresi yang biasanya. D-a-t-a-r
"Ehm ... aku ..." Jantung Sakura berdegup kencang. Wajah Sakura memanas. Ia tidak bisa menahan senyumannya , melihat Sasori menatap wajahnya itu
"Aku mau ngajakin kakak ... jenguk Kak Itachi" kata Sakura. Dia lega karena bisa mengatakannya
"Hah? Lu kenal sama Itachi?" tanya Yahiko.
"Ya ... ngga begitu sih .." kata Sakura . Dia ingat bahwa Ino pernah menyuruhnya untuk bilang bahwa dia mengenal Itachi ketika ditanya oleh anak anak yang lain. Tapi , apa yang akan di katakan Itachi kalau dia bangun, dan di tanya apa dia kenal Sakura atau tidak? Yasudahlah. Ino waktu itu hanya menyuruh Sakura bilang seperti itu saja , tanpa memerdulikan apa yang Itachi akan katakan. Bagaimana mungkin Sakura tidak peduli?
End of flashback
"Aduh , maaf banget ya!" Ino nyengir. Ya , selalu seperti itu. Ino baru terfikir , kalau Sakura kan tidak tau kalau Itachi selalu ada di sebelah Ino. Wajar saja kalau Sakura takut jika suatu hari Itachi terbangun dari koma-nya , dan menghampiri Sakura untuk bertanya apa tujuannya bilang , kalau Sakura mengenal Itachi
"Lalu , kok bisa berhasil?" tanya Ino
Flashback
"Memang ada apa?" tanya Sasori
"Kayaknya Itachi gak pernah cerita deh , dia punya temen kayak lu" kata Konan dengan wajah tidak suka
"Ehm , itu juga di ajak Ino" kata Sakura. Otak cerdasnya tidak bisa berjalan dalam keadaan terdesak seperti itu. Apalagi , di otaknya saat ini adalah mengajak Sasori pergi. Sasori , Sasori dan Sasori. 'Oh TUHAN , MAAFKAN DAKU MENGKAMBING HITAMKAN SAHABATKU SENDIRI' teriak suara hati Sakura
"Ino?" kata Sasori. Dia melihat Ino dan tersenyum kecil. Semua teman temannya heran melihat Sasori tersenyum
"Iya. Dia mau liat keadaan kak Itachi. Ya bagaimanapun ..."
"Baiklah. Pulang sekolah , tunggu di parkiran" kata Sasori. Sakura mengangguk , dan berjalan ke meja Ino
End of Flashback
"Maafin Aku!" kata Sakura . Ino hanya mengangguk . Coba saja kalau Ino benar benar tidak mengenal Itachi , dan bukan Ino yang ada sangkut pautnya dengan kecelakaan Itachi. Pasti Ino akan marah pada Sahabatnya ini
"Udah udah! Gak apa apa. Yang penting kak Sasori mau kan di ajak jalan?" kata Ino menenangkan
"Iya sih ..." kata Sakura
"Udah , makan dulu sana! Biar tenang" kata Ino
"Eh , tapi .. aku lagi heran deh ..." kata Sakura
"Heran kenapa?"
"Tadi , pas aku ajak pergi , Kak Sasori senyum senyum gitu. Astaga..." kata Sakura
"Pas kapan?" tanya Ino
"Pas ..." Sakura jadi lesu "Pas aku bilang kalau perginya sama kamu". Tenggorokan Ino tercekat. Dia jadi ingat waktu Sasori dan dirinya berduaan waktu itu. Tapi , dia tidak ingin membuat Sakura marah
"Ah, perasaan kamu aja kali" kata Ino. Sakura langsung mengangguk .
"Tapi , 1 lagi !" kata Sakura kepada Ino
"Kenapa?"
"Si Sasuke itu , kenapa ya ?" Sakura menggaruk garuk kepalanya "Aneh banget. Tiba tiba mau duduk sama akulah" kata Sakura
"Jangankan kamu ,Aku juga bingung" kata Ino.
"Masalahnya , aku gak enak sama cewe cewe sekelas. Aku kan sukanya sama Kak Sasori , bukan sama Sasuke" kata Sakura
"Tapi, kayaknya Sasuke emang suka sama kamu" kata Ino
"Lah, emang aku ngapain dia?" kata Sakura
"Katanya , kamu pernah nolongin dia. Mungkin aja karena itu , dia suka kamu. Lagian , kamu juga cantik kok" kata Ino
"Ahhh , yang penting aku sukanya sama Kak Sasori" kata Sakura sambil melahap bakminya...
SMA KONOHA , 13.00
"Kak Sasori!" kata Sakura menghampirinya
"Ino mana?" tanya Sasori
"Ino, lagi ke toilet. Katanya , kalau mau jalan duluan gak apa apa. Nanti dia nyusul"
"Yaudah , kita tunggu aja. Masuk dulu" kata Sasori. Sakura pun masuk dan duduk di belakang Sasori
di toilet
"Kak , kalau menurut kakak , mending Sakura sama Sasuke atau sama Kak Sasori?" tanya Ino sambil mencuci tangan
"Gua gak tau" kata Itachi
"Abis , Sasuke kayaknya suka Sakura. Aku bingung kak. Aku mestinya bantuin Kak Sasori biar bisa move-on , tapi disisi lain , Sasuke kayaknya ada hati sama Sakura. Aku kan jadi bingung , mau bantuin kakak bahagiain yang mana" kata Ino
"Gua juga bingung. Kalau di bilang gak suka , Sasuke gak mungkin deketin Sakura. Dia kan gak suka deket deket sama cewek" kata Itachi
"Oh iya kak!" kata Ino. Dia mematikan keran. "Kakak belom jawab pertanyaan aku deh, mantan pacarnya Kak Sasori tuh kemana dan kenapa gak sama Kak Sasori lagi"
"Temari ?" tanya Itachi yang di jawab dengan anggukan Ino
"Dia udah meninggal" kata Itachi. Ino terbelalak. Lalu dia ingat dengan gantungan yang di buang oleh Sasori
"Jangan jangan , gantungan itu ..."
"Gantungan yang di simpan sama Sasori itu? Iya , itu dari Temari" kata Itachi
"Udah gak di simpan , kak! Dibuang sama Sasori" kata Ino. "Dia meninggal karena apa?"
"Katanya si bunuh diri. Cuma gak di kasih tau alesan dia bunuh diri sebenarnya." kata Itachi "Tapi Sasori pasti tau , makanya dia jadi laki-laki galau"
"Oh. Begitu" Ino prihatin dengan masa lalu Sasori.
"Menurut Sasori , Temari itu hebat. Dia orangnya dewasa. Sasori itu kan yatim piatu. Temari bisa berperan sebagai pacar , dan juga orang tua buat Sasori. Tapi , gua juga bingung kenapa orang sehebat yang di deskripsikan Sasori itu mutusin buat bunuh diri"
"Pasti dia punya masalah yang bikin dia tertekan, kak" kata Ino
"Tapi kan , gak mesti bunuh diri juga" kata Itachi. Ino ingat, waktu itu Sasori seperti terganggu dengan kata kata Ino yang merasa , lebih baik Ino yang mati daripada menyusahkan Itachi. Mungkin , dia teringat pada Temari
"Baiklah! Aku akan cepat cepat menjodohkan Sasori ! Sepertinya, dia yang lebih butuh Sakura. Sasuke kan bisa ku dekatkan dengan cewe lain seperti ..."
"Jangan KARIN! Gua juga gak mau punya pacar kayak gitu" kata Itachi.
"Yasudah , buruan! Paling di tungguin sama Kak Sasori dan Sakura. Semoga mereka udah saling ngobrol" kata Ino
Rumah Sakit Konoha , 14.00
Sakura , Ino , Sasori dan Itachi berjalan menelusuri koridor rumah sakit. Lalu , sewaktu tiba di kamar tempat Itachi dirawat
"Sasuke?" kata Ino kebingungan. Sakura dan Sasori yang ada di belakang Ino diam tanpa ekspresi.
"Ada apa?" tanya Sasuke
"Ya , mau jenguk Itachi" kata Ino. "Oh iya, ini sahabatnya Kak Itachi, namanya Kak Sasori" kata Ino sambil menunjukkan Sasori. Sasuke tampak terganggu dengan melihat Sakura yang ada di sebelah Sasori , tersenyum manis melihat Sasori. Sedangkan Sasori , hanya diam tanpa ekspresi
"Kak Sasori, ini adiknya Kak Itachi" kata Ino. Namun , Ino dan Itachi melihat hawa hawa tidak enak pada pandangan Sasuke terhadap Sasori. Sedang Sasori? Seperti biasa , tanpa ekspresi.
to be continue
Astaga. Makin lama makin hancur ya?
Maaf banget yaaaa
Aku lagi lama banget nih update karena tugas sekolaahh
Doakan aku yang mau masuk PTN yaaa :D
