Hallo Minna .. Udah update lagi nihh
Mungkin bahasanya makin aneh . Atau makin membuat penasaran ?
Check this out aja yaaa
"ehm , aku izin keluar sebentar ya!" Kata Ino .
"Mungkin lebih baik pulang" Kata Sasori
"Eh?" Ino bingung. Sakura juga heran
"Itachi belum ada perkembangan. Setidaknya,tunggu sampai dia pulih" kata Sasori. Sasuke menatapnya dengan tajam. Sasori? Tetap datar
Tiba tiba datang seorang Wanita , sekitar umur 40-an tetapi awet muda
"Itachi ?" kata wanita itu memandang sedih
"Mama?" tanya Sasuke .
"Ah , Sasuke" wanita itu memeluk Sasuke. "Gimana sekolah kamu hari ini? Gak ada masalah kan?" kata wanita itu yang ternyata adalah mamanya Sasuke, Mikoto Uchiha
"Aduh mama, apaan sih?" Sasuke melepaskan pelukan itu. "Gak ada kok. Lagipula dari dulu juga gak ada masalah"
"Teman teman kamu baik- baik semua kan ?" tanya Mikoto
"Iya. Gak ada yang rese" kata Sasuke . BOHONG! Tentu saja Sasuke terganggu. Apalagi dengan keberadaan Karin yang sedari tadi di sekolah mendekatinya terus
"Kamu yakin?" tanya Mikoto
"Tuh temen ku" kata Sasuke menunjuk Sakura dan Ino .
"Halo Tante.. Ino" kata Ino mengulurkan tangannya. Untungnya, jabatan itu di terima oleh Mikoto. Sakura pun melakukan hal yang sama. Sewaktu ke Sasori
"Saya temannya Itachi, Sasori" kata Sasori dengan wajah datar. Raut wajah Mikoto berubah gelisah setelah mendengar nama Itachi. Dia melihat Itachi yang sedang terbaring lemas
"Kenapa semua ini mesti terjadi?" kata Mikoto
"Ma, ini semua kan karena dia aja terlalu baik. Relain nyawanya buat nolongin orang" kata Sasuke. Ino yang merasa pun , mulai ingin menangis. Itachi yang melihatnya tidak tega , melihat Ino menangis. Baru dia ingin memeluk Ino , ia tersadar bahwa ia tidak bisa menyentuh Ino. Dia melihat Sasori yang menatap Ino. Ekspresinya memang datar , tapi tidak dengan matanya. Matanya tersirat keinginan untuk memeluk. Itachi akhirnya terdiam.
"Kamu kenapa?" tanya Mikoto kepada Ino
"Saya yang ... ditolong, tante" kata Ino. Mikoto memeluknya
"Bukan salah kamu kok. Itachi memang baik. Dari dulu , dia selalu mentingin orang lain dulu dibanding dirinya sendiri" kata Mikoto
"Emang dengan lu nangis, Itachi bisa bangun apa?" kata Sasuke. Sasori dan Sakura pun meliriknya
"Sasuke, kamu gak boleh ngomong gitu ah" kata Mikoto. "Kan bukan salah Ino juga , kalau Itachi di rawat"
"Aku gak nyalahin dia , Ma! Tapi aku nyalahin Itachi , kenapa dia sebodoh itu mau ..."
"Lu , anak kecil yang gak tau apa apa, mending gak usah ngomong" Sasori mulai marah. Sakura memandang raut wajah Sasori . Sasuke pun membalas tatapan Sasori dengan dingin
"Lu gak tau apa apa soal kakak gua!" kata Sasuke
"Dan lu gak tau apa apa mengenai masalah yang terjadi" kata Sasori. Sakura berusaha menenangkannya, dan menyadarkan Sasori , bahwa disitu ada Ibunya. "Gua gak peduli disini ada orang tua lu apa ngga. Tapi gua cuma mau kasih tau satu hal. Ini bukan salah Ino , Itachi sendiri yang mau nolongin. Mestinya lu seneng punya kakak sebaik dia. Heran gua, orang sebaik Itachi, punya adik yang nyebelin kayak lu" kata Sasori. Sasori yang kesal , lalu keluar dari kamar
"Cih , siapa dia ?" kata Sasuke kesal. Ino , Sakura , Itachi dan Mikoto menatap kepergian Sasori. Baru Ino ingin menyusul
"Kak Sasori!" kata Sakura memanggil , dia lalu menyusul. Sasuke yang melihat hal itu , langsung terdiam. Ia menatap wajah ibunya yang memberikan isyarat untuk minta maaf pada Ino. Sasuke melihat Ino yang matanya masih berair
"Maaf" kata Sasuke singkat kepada Ino , nadanya setengah berisi penyesalan , setengah berisi kekesalan
"Nggak apa apa . Saya permisi" Ino dan Itachi pun keluar dari ruangan itu. Mereka pun keluar dari ruangan dan berjalan menelusuri koridor
"Maaf" kata Itachi
"Kenapa ?" tanya Ino .
"Sasuke. Kata katanya ..." kata Itachi
"Ngga apa apa kok . Mungkin dia mulutnya aja yang menyinggung. Tapi , sebenarnya hati dia gak sekeras itu" kata Ino
"Maksudnya?"
"Ya. Benar kata kakak. Dia memang dingin. Tapi kelihatannya aja. Tapi buktinya, hati dia gak sedingin itu kok. Buktinya , dia mulai mau berteman. Sama Sakura lagi" kata Ino
"Tapi ... Kenapa ya Sasuke bisa mau deket sama Sakura? Padahal , dia belum lama kenal" kata Itachi .
"Ya , memang nya kenapa? Aku aja mau kok deket sama orang yang belum lama aku kenal"
"Tapi Sasuke itu beda. Dia orangnya menutup diri. Gak mau berteman. Apalagi sama perempuan. Tapi giliran sama Sakura, gampang banget" Kata Itachi
"Nah , udah aku bilang kan! Luarnya emang dingin . Tapi aku percaya kok , hati dia gak sedingin itu" kata Ino. Itachi tersenyum mendengar kata kata Ino yang masih membela adik kesayangannya itu
sementara itu , di parkiran mobil
"Kak Sasori" Sakura menyusul Sasori yang berjalan mendekati mobilnya. Sasori hanya menengok dengan ekspresi datar
"Kak, gak usah terbawa emosi ya sama dia." kata Sakura.
"Siapa yang kebawa emosi?" tanya Sasori dengan ekspresi datar
"Ah ,ngga , soalnya , ehm tadi ..."
"Gua cuma gak suka dia menghakimi orang tanpa tau kejadian yang sebenarnya. Emang cuma dia yang pernah kehilangan. Emang cuma dia yang kehilangan Itachi?" kata Sasori , terbawa emosi. Sakura mendengar perkataan itu.
"Ah, iya . Kakak kan juga sahabatnya kak Itachi dan ..." hampir Sakura mengatakan masalah Sasori yatim piatu. Tapi Sakura tidak enak melanjutkannya. Mendadak Sasori menatap Sakura dengan tatapan sedikit tajam.
"Ah ngga kok ,bukan apa apa" kata Sakura cengar cengir "Aku susul Ino sebentar ya" sewaktu Sakura mau kabur, Sasori menahan tangan Sakura. Sakura langsung deg deg-an karena genggaman tangan Sasori
"Lu mau ngomong apa?" tanya Sasori pada Sakura
"Ah ngga kok" Sakura tidak mampu mengelak melihat tatapan Sasori jadi lebih tajam. "Nggak kok , aku cuma denger soal kalo kakak itu ... Yatim piatu" kata Sakura. Sasori pun melepaskan genggaman tangannya.
"Maaf" kata Sasori.
"Ah, nggak apa apa kok. Harusnya aku yang minta maaf" kata Sakura kepada Sasori.
"Lu mau nyusul Ino?" tanya Sasori
"Iya, kak" kata Sakura.
"5 menit" kata Sasori. Sakura pun mengangguk. Dia berjalan memasuki rumah Sakit
back to Itachi and Ino
"Ngomong ngomong kak, papa kakak kemana?" tanya Ino kepada Itachi
"Mungkin dia masih kerja . Belum bisa kesini" kata Itachi kepada Ino
"Apa aku mesti nyamperin papa Kakak ?"
"Biarin aja , masa dia gak tau kalau gua di rumah sakit? Secara udah berhari hari gua gak pulang. Pasti udah ada yang ngabarin dia mengenai ini." kata Itachi. Tiba tiba raut wajah Itachi berubah
"Kenapa kak? Kakak yakin gak mau kalau aku samperin papanya kakak?" tanya Ino
"Ngga. Gua cuma kangen aja , pengen liat keluarga gua ngumpul lagi" kata Itachi. "Setidaknya, gua pengen liat keluarga gua bersatu lagi" kata Itachi . Ino bersimpati terhadap Itachi
"Aku juga pernah kangen sama hal itu kok. Mamaku udah meninggal. Aku juga pengen liat mamaku sama papaku nyatu. Cuma gak bisa. Kalo kakak ? Masih bisa ."
"Lu mau bantu gua kan?" tanya Itachi tiba tiba
"Bantu apa? Nyatuin mereka?" tanya Ino
"Iya. Misi ketiga lu" kata Itachi.
"Hah?" Ino shock "Kakak gila? Kalo Sasuke sama Kak Sasori aku masih bisa deh. Cuma kalau keluarga Kakak ? Aku gak mau ikut campur deh". Ino menolak. Tapi raut wajah Itachi pasrah. Ino teringat dengan kejadian sewaktu Itachi menolong Ino. Bagaimanapun , Ino harus berhutang budi dan menebus rasa bersalahnya
"Baiklah. Tapi , aku gak tau apa yang harus aku lakuin" kata Ino.
"Apapun yang lu lakuin , gua percaya sama lu" kata Itachi. Dia tersenyum kepada Ino
"Percaya? Aku kan belom bisa ngehasilin apa apa ?" kata Ino yang merasa tidak pede di beri kepercayaan oleh Itachi
"Emang sih , sejauh ini yang baru keliatan cuma Sasuke. Tapi , setidaknya lu masih mau bantu gua. Lu mau repot repot dan luangin waktu lu buat bantu gua. Itu udah jadi nilai plus buat gua percaya sama lu" kata Itachi. Ino tersenyum , lalu mengangguk pelan
"Aku akan bantuin apa yang aku bisa kok kak" kata Ino. Meski ia tidak pede , untuk membantu Itachi menyatukan kedua orang tuanya itu .
"INO!" tiba tiba terdengar suara Sakura memanggil Ino. Sakura pun menghampiri Ino
"Eh, Sakura"
"Kamu ... ngapain... sih? " tanya Sakura sambil ngosngosan
"Kamu yang ngapain ? Sampe lari lari kayak begitu?" tanya Ino
"Kak ... Sa...So...Ri... Nyuruh ... Aku ... cepetan ..." Kata Sakura sambil ngos-ngosan. Ino ingat akan tujuan semulanya menjodohkan Sakura dengan gebetannya itu
"Ah, kamu balik aja sama dia. Aku gak apa apa kok. Aku mau dijemput soalnya sama Papaku" kata Ino berbohong
"Yakin ?" tanya Sakura
"Ini kesempatan , Sakura!" kata Ino kepada Sakura . Sakura mengangguk. Ia pun kembali berlari. Ino dan Itachi berjalan balik
Di mobil Sasori
"Kak?" Kata Sakura memanggil Sasori.
"Hm?" tanya Sasori
"Gak ada yang marah kan , kalau kakak nganterin aku pulang?" tanya Sakura. Sebenarnya, dia ingin berbasa basi dan mengetahui, apa Sasori punya pacar atau tidak
"Siapa yang mau marah?" jawab Sasori dengan nada santai. Sakura akhirnya lega karena dia belum punya pacar.
"Ehm , Kak" Sakura memanggil lagi . Namun kali ini Sasori hanya menengok kebelakang saja
"Kita boleh makan dulu gak? Aku lapar soalnya. Ehm ,,, aku traktir deh !" Kata Sakura dengan gugup. Dia akhirnya memberanikan diri mengajak Sasori makan. Sasori pun hanya mengangguk kecil dengan ekspresi datar . Sakura pun tersenyum .
SMA Konoha , 07.00
"Ino!" Sakura berteriak memanggil Ino yang akan masuk kelas
"Sakura?" Ino heran terhadap Sakura yang senyam senyum sendiri
"Ino , tebak? Kemarin aku ngajak Kak Sasori makan"
"Kok bisa ?"
"Iya. Sebenarnya, aku pura pura kelaperan sih. Padahal aku cuma pengen ngobrol sama dia"
"Terus?"
"Terus bukannya pesen makanan , dia gak pesen apa apa. Udah gitu , dia cuma diem ngeliatin aku makan"
"Ya baru awal awal kok . Kamu gak usah sedih" kata Ino
"Siapa bilang aku sedih? Malah aku seneng banget bisa berduaan seharian sama Kak Sasori" kata Sakura
"Bagus dong. Sebagai sahabat , aku akan selalu dukung kamu" kata Ino sambil tersenyum. Sakura pun mengangguk sambil tersenyum. Tiba tiba, Sasuke lewat
"Sasuke" Ino menyapanya dengan senyum. Sasuke hanya menatap wajah Ino dan Sakura dengan tatapan tajam , lalu membuang muka
"Kenapa sih dia?" tanya Sakura
"Aku gak tau . Biarin aja . Masuk yuk !" kata Ino mengajak . Sakura yang masih kebingungan , tetap menjawab dengan anggukan. Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas
SMA Konoha , Toilet , 09.00
Ino sedang mencuci tangan. Itachi yang ada di sebelahnya mengikutinya.
"Kak , misi kedua kita kayaknya berhasil nih" kata Ino pada Itachi
"Berhasil ?" kata Itachi bingung
"Iya. Buktinya Sakura bisa ngajak Sasori makan" kata Ino
"Perasaan lu aja kali." kata Itachi
"Loh ? Kok perasaan ? Kan tumben orang pendiem kayak Sasori bisa diajak makan cewek"
"Emangnya dia beneran makan berdua sama Sakura? Ngga kan ? Dia cuma nganterin doang"
"Iya sih"
"Gua juga gak yakin kalo Sasori bakal nanggepin Sakura" Ino bingung. Jelas jelas Sasori mau mengantar Sakura. Dan mau menemani Sakura makan
"Tapi kan , Kak Sasori udah mau nemenin Sakura makan. Berarti ada kemajuan dong?"
"Kalau cuma nemenin sih gak ngaruh." Kata Itachi
"Terus?" tanya Ino
"Ngga. Lupain aja" Kata Itachi
"Aduh , Kak Itachi nih sebenarnya kenapa sih?" tanya Ino. Itachi hanya menunduk
"Ino, lu mau ketemu Mama gua bentar gak hari ini?" tanya Itachi mengalihkan pembicaraan
"Boleh. Dia kerja dimana?" tanya Ino
Oto Fashion Company
Sepulang sekolah, Ino dan Itachi mengunjungi perusahaan Fashion ternama di Oto . Gedungnya yang modern, serta interior nya yang bertema classy , sangat mengagumkan
"Wah , gede banget ini gedungnya" kata Ino kepada Itachi
"Gak usah berlebihan" kata Itachi
"Aku pengen deh kerja disini. Pantes mamanya kakak betah banget kerja disini" kata Ino pada Itachi. Ino bertanya pada resepsionis
"Permisi , boleh saya bertemu dengan Ibu Mikoto Uchiha?" tanya Ino pada resepsionis itu.
"Sudah buat janji dengan Ibu Mikoto?" tanya resepsionis itu.
"Belom sih" kata Ino jujur.
"Maaf, tapi saat ini Ibu Mikoto belom bisa di ganggu" kata resepsionis itu. Itachi dan Ino bingung.
"Tapi mbak , ini penting banget" kata Ino pada resepsionis itu
"Memang ada urusan apa kalau saya boleh tau ?" tanya Resepsionis itu
"Ini nyangkut anaknya mbak" kata Ino
"Tapi maaf mbak ..."
"Tolong banget ya mbak. Coba bayangin kalau anak mbak kecelakaan , dan mbak ga di kasih waktu buat jenguk?" tanya Ino
"Yasudah. Saya tanya sama Ibu Mikoto dulu ya". Resepsionis itu pun menelpon Mikoto. Itachi dan Ino menyingkir. Mereka duduk di sofa yang agak berjauhan dengan meja resepsionis itu
"Jadi , apa yang harus aku lakuin lagi kak?" tanya Ino pada Itachi
"Lu deketin mama gua dulu , pelan pelan baru deketin sama papa gua" kata Itachi
"Apa aku gak langsung deketin papa kakak aja?" tanya Ino
"Papa gua itu keras. Mending ke mama gua dulu , yang lebih lembut. Terlebih lagi dia udah kenal sama lu" kata Itachi .
"Terus, aku deketinnya gimana kak?" tanya Ino pada Itachi
"Kalau itu aku belum kepikiran." kata Itachi
"Yaudah deh , aku bantuin mikir" kata Ino .
"Mikir bagaimana deket sama mama gua ?" tanya Itachi
"Iya. Aku lagi nyusun kata buat bohong nih" kata Ino
"Disarankan , sebelum bohong, liatlah segala sesuatunya dari sisi yang luas. Kalau cuma bohong gak pake mikir , ketahuan terus" kata Itachi seraya menyindir Ino yang memang tidak bakat berbohong
"Iya iya , aku emang gak pinter bohong" kata Ino
"Permisi, mbak ... Kata Ibu Mikoto , langsung ke ruangannya aja" kata resepsionis itu yang secara tiba tiba mendatangi Ino.
"Ah iya, terima kasih" kata Ino
Ruangan Mikoto
"Mikoto.." kata Orochimaru ,bos dari Mikoto. Dia masuk ke ruangan Mikoto dan mendatangi nya
"Ada apa , pak?" tanya Mikoto
"Kapan kamu akan tanda tangan surat cerai kamu dengan suami kamu?" tanya Orochimaru
"Saya gak akan pernah tanda tangan surat cerai , pak. Saya sendiri gak punya niat buat berpisah sama suami saya" kata Mikoto sambil mengetik laptopnya
"Ayolah. Kamu bisa mulai hidup yang baru. Saya ..."
"Pak, saya sudah berapa kali bilang sama bapak. Saya cuma nganggep bapak itu atasan saya. Nggak lebih. Saya bertahan disini karena saya cinta dunia design, bukan karena saya menganggap bapak itu lebih dari seorang teman" kata Mikoto memperjelas
"Ayolah" Orochimaru memegang tangan Mikoto
"Bapak, lepas" kata Mikoto, tapi Orochimaru menahannya. Tiba tiba, Ino tidak sengaja masuk ke ruangan Mikoto. Orochimaru pun melepaskan tangan Mikoto
"Ah maaf tante, saya tadi denger tante sama bos tante lagi ngobrol , jadi saya ga berani masuk" kata Ino nyengir. Dia tidak sengaja membuka pintu dan nyungsep ke ruangan
"Ah , iya nggak apa apa" kata Mikoto. Orochimaru pun keluar dengan muka yang 'bete'. Ino duduk menghadap Mikoto
"Ada apa , Ino?" tanya Mikoto
"Nggak apa apa tante. Aku cuma mau dateng ngobrol sama tante doang" kata Ino.
"Tadi kata nya, kamu mau ngomongin masalah Itachi?" kata Mikoto
"Iya, tante" Ino mendeham. "Jadi begini tante, aku besok cuma mau ngajak tante jenguk Kak Itachi doang kok" kata Ino .
"Loh, kenapa kamu tiba tiba ngajak tante?" tanya Mikoto heran
"Nggak apa apa si tante. Takutnya Sasuke ..."
"Maaf ya, Sasuke udah kasar. Dia sebenarnya gak kayak gitu kok . Anaknya baik. Cuma ya, anaknya agak keras kepala dan kurang sopan" kata Mikoto. "Padahal tante udah ajarin dia, tapi..."
"Nggak apa apa tante. Saya tau kalau Sasuke sebenarnya anak baik. Tapi ya, mungkin dia pernah ngalamin masalah berat dalam hidupnya" kata Ino
"Kamu anaknya memang pengertian ya" kata Mikoto tersenyum kepada Ino. Ino membalasnya dengan senyuman. Itachi yang sedari tadi di samping Ino lega melihat senyum ibunya sendiri.
"Oh iya , apa sebaiknya gak ngajak om aja?" tanya Ino
"Om ? Maksud kamu?"
"Ya, maksud aku ya papanya Kak Itachi" kata Ino. Mendadak, raut wajah Mikoto berubah sedih
"Kenapa tante?" tanya Ino
"Nggak apa apa. Tante cuma takut dia gak mau aja" kata Mikoto
"Kita gak akan pernah tau tante, kalau gak di coba. Coba aja telpon dulu" kata Ino.
"Belum tentu diangkat , Ino. Tante udah sering telpon dia buat nanya keadaan Itachi. Tapi dia gak pernah jawab." kata Mikoto
"SMS aja Tante" kata Ino
"Belum tentu di balas" kata Mikoto
"Setidaknya dia baca isinya kan , tante?" tanya Ino. Mikoto berfikir keras .
"Baiklah , tante coba" Mikoto mengangguk. Ino dan Itachi pun tersenyum
To be continue
Apakah Fugaku akan menanggapi sms Mikoto ? Apa Sasori benar benar sudah menanggapi Sakura ?
WUAAAAH
MAAP BANGET YA CERITA INI SEMAKIN ABSTRAK
La ChocoLatte : Nanti aku kasih tau kok kenapa Sasuke yang dingin tiba tiba mau deket sama Sakura.
Jenny eun-chan : Sipp makasiih (y) .
Kirei Neko : Iya nih makin ribet memang. Cinta bersegi segi. :D
Guest : Aneh ya ? Maaf banget lohhh .
Maaf kalo update agak lamaaaa yaaaaa :D Gomen gomen
